"Nona, Baekhyun kemana?" Sehun bertanya pada nona Luhan ketika mereka berkumpul dimeja makan

"Dia sudah pulang. Kenapa kau merindukannya?" Luhan menjawab sambil melanjutkan makannya

"Bukan nona, aku hanya merasa takut saja dengannya" Sehun mengatakan hal yang selalu menggangu pikirannya jika berdekatan dengan Baekhyun

"Bukankah dia baik padamu, lalu apa yang kau takutkan?" Luhan heran karena seharusnya Sehun merasa aman karena Baekhyun menyukai dirinya

"Aku takut saja jika dia tiba - tiba memperkosaku" Sehun mengatakannya dengan polos sedangkan yang lainnya ketawa

"Kenapa cowok takut diperkosa?" Luhan heran dengan perkataan Sehun yang masih jauh polos

"Aku tidak bisa bertanggung jawab karena aku juga orang susah. Mau makan apa mereka nanti Nona" Sehun berpikir panjang untuk kedepannya bukan berpikir masa puasnya saja

"Oh, lalu kalau aku yang tiba - tiba memperkosamu" Luhan kembali bertanya namun pada objek yang berbeda

"..." Sehun tidak bisa menjawab karena dirinya juga bingung ditanya tiba - tiba seperti itu

"Kenapa tidak bisa menjawab" Luhan menantang Sehun yang katanya takut diperkosa

"Kalau sama nona aku tidak takut karena nona tidak pernah seperti itu pada kami" Sehun menjawab dengan berani karena memang selama dia bekerja dimansion tersebut Luhan tidak pernah melakukan hal cabul pada mereka

"Benarkah?" Luhan bertanya sambil menaikan alisnya

"Iya nona" Sehun mengangguk menjawab pertanyaan dari majikannya

"Baiklah, ikuti aku" Luhan yang sudah selesai sarapan langsung mengajak Sehun untuk masuk kedalam ruang kerjanya

"Baik nona" Sehun mengikuti dari belakang sambil berdoa dalam hati kalau dirinya tidak disiksa majikannya

BLAM

Luhan menutup pintu kemudian mendorong Sehun hingga terduduk disofa miliknya yang sangat empuk.

"ARGH..." Sehun terkejut namun Luhan malah duduk tepat diatas selangkangan Sehun yang masih tertidur

"Come on baby" Luhan menggesekkan pantatnya pada penis Sehun dan tangan Luhan tidak tinggal diam justru memelintir kedua puting Sehun dari balik baju

Luhan membuka baju Sehun dengan tangan nakalnya yang sambil memegang puting Sehun yang sudah menegang dan tanpa terasa Luhan bisa merasakan penis Sehun yang sudah bangun dengan sangat cepat.

"Apa kau tidak takut melanjutkan permainan berbahaya ini sayang?" Luhan bertanya dengan seksinya sedangkan Sehun mencoba berpikir apakah permainan ini pantas untuk dilanjutkan atau diberhentikan

"Lanjutkan saja Nona" Sehun yang sudah terbakar oleh nafsu tidak mampu menolak sedangkan Luhan ketawa

"Bagaimana jika Baekhyun saja yang akan membantumu untuk menuntaskan permainan ini" Luhan dengan sengaja meremas penis Sehun

"ARGH... JANGAN NONA LEBIH BAIK NONA SAJA YANG BANTU AKU.. ARGH..." Sehun sungguh terangsang dengan permainan Nona Luhan yang sangat handal

"Baiklah" Luhan turun dari badan Sehun dan langsung menarik celana dalam Sehun dengan cepat dan nampaklah penis putih dan panjang milik Sehun dengan seksinya

"Kenapa punyamu panjang sekali" Luhan masih tidak menyangka jika punya Sehun yang terpanjang dibandingkan dengan yang lainnya

"Aku juga tidak tahu Nona... SHhh" Sehun kenikmatan ketika tangan nonanya mengelus lembut penisnya dari ujung kepangkal dan begitu seterusnya

"ARGH..." Sehun bagai kesurupan ketika Luhan memasukkan penis miliknya kedalam mulut hangat majikannya dan jangan lupakan bagaimana service Luhan pada penisnya dengan sangat termanjakan

"AH... TERUS NONA" Sehun tanpa sadar langsung menekannkan kepala majikannya pada penisnya agar memperdalam kulumannya

"ARGH... AYO LEBIH DALAM SAYANG" Sehun dengan tanpa malu memanggil Luhan dengan sebutan sayang karena sudah terbawa ke awang awang

"ARGH... MAU KELUAR LU" ini adalah pertama kali dirinya memanggil Luhan dengan sebutan nama

"Susumu nikmat" Luhan menjilat semua susu milik Sehun hingga penisnya sudah bersih dari sperma dan tinggal membersihkan selangkangan Sehun yang tercecer sperma

"Luhan Nona, aku ingin menyatakan sesuatu" Sehun ingin menyampaikan sesuatu namun rasanya sangat berat untuk tidak mengatakannya dengan jujur

"Apa?" Luhan yang sudah selesai membersihkan selangkangan Sehun dari sisa sperma langsung mendongak dan melihat mata Sehun untuk mencari tahu apa yang ingin disampaikan oleh bodyguardnya yang tampan ini

"Mungkin ini sedikit lancang tetapi rasanya sangat berat untuk tidak diungkapkan. Saya Sehun sangat mencintai anda" Sehun mengatakannya dengan berani dan entah keberanian dari mana hingga mendorongnya untuk mengatakan hal tersebut

"Dari segi mana kau mencintaiku" Luhan ingin tahu bahwa dari sisi mananya sehingga Sehun bisa mencintainya

"Daro semuanya, nona adalah orang yang bai, nona berhati emas, dan paling utama nona adalah wanita yang memberikan banyak inspirasi padaku" Sehun mengatakannya dengan jujur karena memang sang nona sudah banyak memberikan makna baginya

"Benarkah?" Luhan tidak menyangka karena ada juga yang menyukai cara hidupnya yang tergolong tidak sempurna

"Hm" Sehun mengangguk untuk membenarkan

"Aku juga mencintaimu, namun kita masih belum terlalu mengenal satu sama lain" Luhan mengungkapkan kebenaran yang selama ini dirasakannya sangat gundah apalagi ketika Baekhyun selalu mengikuti Sehun kemana – mana

"Benarkah?" sekarang Sehun yang terkejut mendengar pengakuan sang nona yang mencintainya dan hatinya merasa senang karena cintanya tidak bertepuk sebelah tangan

"Hm"

"Kalau boleh tahu, dari sisi mana nona menyukaiku?" Sehun membalikkan semua kata – kata Luhan yang ditanyakan padanya

"Kau ini" Luhan memukul perut Sehun karena kesal kembali membalikkan semua pertanyaannya

"ARGH... Nona aku hanya ingin tahu" Sehun kesakitan karena pukulan tersebut namun tidak membuatnya mengurungkan niat untuk bertanya

"Baiklah, aku menyukai sifat polosmu, kau masih mengingat ibumu ketika kau sudah hidup enak disini, selalu menghargai orang lain, dan yang terakhir penismu besar" Luhan membisikkan kata yang terakhir untuk menggoda Sehun

"Jadi, Nona ingin berpacaran denganku" Sehun bertanya dengan nada serius namun tenang

"Hm, aku ingin" Luhan senang karena dia memiliki pacar seperti Sehun selain tampan pacarnya tersebut masih mengingat orang tuanya yang susah payah membesarkannya

"Tapi aku minta maaf karena aku tidak memiliki cincin ketika menembak nona" Sehun sedih karena seharusnya dia mempersiapkan cincin untuk menembak sang nona bukan menembaknya setelah habis diblowjow

"Tidak apa, yang penting hatimu jadi milikku" Luhan tidak mempermasalahkan masalah cincin dan bunga karena cukup hatinya saja yang benar untuk dirinya

"Baiklah Nona" Sehun mengerti kenapa cinta itu rumit karena bukan bunga dan cincin yang dibutuhkan namun ketulusan saling mencintai lahh yang mendasari

"Jangan panggil Nona, panggil Luhan saja atau Lu" Luhanmerasa janggal ketika mereka sudah menjadi sepasang kekasih masih memakai staus nona dan bawahan

Luhan memasangkan celana dalam dan menaikkan celana Sehun hingga berpakaian lengkap dan kemudian Luhan berdiri dari jongkoknya.

"Ayo keluar" Luhan mengakjak Sehun untuk keluar dari ruangan

CLECK

BRUGH BRUGH BRUGH

"Aduh..." Chanyeol kesakitan karena posisinya paling dibawah sedangkan yang diatas Kris menindih tubuh mereka

"Suka sekali kalian menguping dan mengintip ya" Luhan berkacak pinggang karena semua bodyguardnya sudah melakukan hal yang tidak baik

"Lu, ampuni mereka kali ini" Sehun memohon pada kekasihnya untuk tidak menghukum sahabat – sahabatnya

"Baiklah, kalian kuampuni kali ini" Luhan melepaskan semuanya karena Sehun yang meminta

"Wah, Sehun ada perkembangan dengan Nona Luhan" Chanyeol tidak menyangka jika ucapan Sehun akan didengar oleh Nona mereka

"Benar" yang lain menimpali kecuali Kris yang sudah tahu dari awal namun belum tahu kapan pastinya merka jadiaan

"Sudah, kalian kembali kekamar kalian" Luhan terkadang menjadi sangat galak jika privasinya diganggu

Yang lain sudah pergi kecuali Sehun yang masih ingin bertanya pada kekasih barunya. Namun Sehun masih kaku dengan memanggil Luhan atau Lu seperti Kris sahabatnya.

"Lu, aku ingin bertanya" Sehun memberanikan dirinya untuk menanyakan hal ini

"Apa?" Luhan heran karena sedari tadi Sehun tidak ada bicara namun sekarang baru mau bertanya

"Bagaimana dengan Baekhyun? Apakah dia tidak marah jika kita berdua jadiaan?"

"Dia akan patah hati, lalu jika dia marah apa kau takut. Apa kau mau menjadi kekasihnya juga?" Luhan menjawab sambil melirik Sehun dengan tajam

"Bu... Bukan Lu, Aku tidak takut jika dia patah hati namun yang kutakutkan selangkanganku akan menjadi korbannya dan masalah menjadi kekasihnya aku sangat sangat sangat tidak mau ataupun tertarik. Yang kucintai hanya Luhan seorang"

"Benarkah?" Luhan tersenyum dalam hati namun dia hanya ingin mengerjai kekasihnya

"Tentu saja benar sayang" Sehun mencoba untuk meyakinkan kekasihnya

"Baiklah, aku percaya" Sehun menghela naaf lega namun hanya setengah karena mendengar ancaman Luhan

"Jika kau kedapatan bermain bersama Baekhyun maka siap – siap pensimu akan menjadi sup penis. Jika Baekhyun mengatakan akan menyiksamu maka kau laor padaku. Megerti?" Luhan tegas agar kekasihnya tidak main – main pada omongannya

"Hm mengerti" Sehun senang karena memiliki kekasih yang pengertian seperti Luhan namun disatu sisi dirinya juga takut kena serangan Luhan apalagi tepat diselangkangannya

"Baiklah, silahkan kembali kekamarmu" Luhan masih belum berani satu kamar dengan Sehun dan biarkan mereka berpacaran dengan cara mereka sendiri

"Baik" Sehun mengundurkan diri dari hadapan Luhan yang masih sibuk memikirkan kapan kedua orang tuanya pulang

..

..

..

Sore harinya Baekhyun datang dengan membawa mobil pinknya kemansion Luhan untuk mengajak pangerannya berjalan – jalan.

"Sehun, i'm comming" Baekhyun memasuki mansion sambil berteriak tidak tahu malu

"Ada apa cari Sehun Baek?" Luhan yang berada diruang tamu terkejut mendengar suara Baekhyun yang mencapai sepuluh oktaf tersebut

"Oh Luhan, Aku hanya ingin mengajak bebebku jalan – jalan saja" Baekhyun juga terkejut karena tiba – tiba Luhan muncul didepannya namun karena hatinya sedang baik sehingga tidak berteriak seperti diperkosa

"Siapa?" Luhan heran karena setahunya tidak ada satupun bodyguardnya yang mau berpacaran dengan Baekhyun yang sungguh cerewet

"Sehun" Baekhyun mengatakannya dengan santai sedangkan Sehun cs yang turun dengan buru – buru karena suara tersebut terkejut mendengar pengakuan omong kosong Baekhyun

"SEHUN" Luhan meneriaki nama kekasihnya untuk menjelaskan kepada Baekhyun secara langsung

"Iya Lu" Sehun turun dengan buru – buru dan diikuti yang lainnya dari belakang

"Jelaskan padanya" Luhan menuntut penjelasan agar semuanya menjadi jelas dan banyak saksi yang akan mendengarkan pengakuan Sehun hari ini

"Hm Baek... Aku minta maaf karena Aku hanya mencintai Luhan dan sudah sah menjadi kekasihnya" Sehun mengatakannya dengan mantap dan tanpa ragu karena daripada kedua wanita tersebut menjadi musuh abadinya

"Sehun Hiks... Sehun" Baekhyun menangis karena tidak menyangka bahwa Sehunnya akan menjadi milik Luhan dan yang lainnya juga terkejut karena secepat itukah Sehun mendapatkan hati Luhan Nona

"Maaf Baek" Sehun memeluk Baekhyun sebagai rasa bersalahnya sedangkan Luhan tidak cemburu karena dirinya sangat paham jika Sehun hanya melakukan hal tersebut untuk membuat Baekhyun reda dari tangisan mautnya

"Chukkae Sehun" semuanya memberikan selamat kepada Sehun termasuk Kris namun mereka tidak mempedulikan kondisi Baekhyun yang sedang menangis

"Kalian tidak ada otak, Aku sedang sedih kalian malah ucapkan Chukkae pada Sehun Hiks... Hiks..." Baekhyun sungguh teramat kesal karena mereka semua tidak memperdulikan hatinya yang terluka berat

"Sekali lagi aku minta maaf" Sehun meminta maaf untuk kedua kalinya karena dirinya Nona Baekhyun menjadi menangis badai seperti ini

"Aku juga minta maaf Baek" Luhan juga merasa bersalah karena dirinya juga tidak tahu kenapa bisa menyukai Sehun secara tiba – tiba

"Hm" Baekhyun tidak bisa menyalahkan siapa – siapa disini karena cinta itu tidak bisa dipaksakan

"Ayo duduk Baek" Luhan membawa Baekhyun untuk duduk karena takut sepupunya tersebut pingsan karena terlalu shock dengan masalah ini

~TBC~