"Luhan, Sehun ayo bangun" Kris membangunkan kedua sepasang kekasih yang baru saja jadian beberapa hari yang lalu

"Nghh... Luhan terbangun dan tanpa sadar tangannya tepat berada diselangkangan kekasihnya

"ARGH..." Sehun yang sedang tertidur terkejut karena sesuatu meninju selangkangannya dan membuatnya menjadi terbangun dari tidur indahnya

Luhan langsung terduduk dan melihat kearah Sehun untuk memastikan kondisi kekasihnya baik - baik saja namun matanya membulat karena tangannya lahh yang membuat Sehun berteriak kesakitan dipagi hari "Maaf Hun"

Luhan meminta maaf karena memang dia tidak sengaja dan tiba - tiba saja tangannya tepat diselangkangan sang kekasih

"Iya, ayo mandi sudah pagi" Sehun beranjak dari kasur dan masuk kedalam kamar mandi sedangkan Luhan heran dengan kekasihnya namun Luhan keluar dari kamar Sehun dan masuk kedalam kamar pribadinya untuk mandi dan siap - siap kesekolah

Setelah selesai mandi semuanya berkumpul diruang makan dan Luhan duduk disamping Sehun sedangkan Sehun sangat grogi duduk disamping Luhan.

"Kau kenapa, aku kan sudah minta maaf" Luhan bertanya langsung karena kesal kekasihnya dari tadi banyakan diam

"Aku sudah memaafkanmu Lu" Sehun menjawab sambil melanjutkan memakan sarapannya

"Iya tapi tidak perlu sampai mendiamkanku Hun" Luhan kesal karena hal tersebut sedangkan yang lainnya tidak berani menonton kejadian tersebut karena takut sang majikan bertambah kesal dan memukul mereka semua

"Aku minta maaf" Sehun menyadari kesalahannya dan takut sang kekasih tambah marah dan menghantam mereka semua

"..." Luhan diam untuk mencoba agar tidak meledak dipagi hari yang masih cerah sedangkan yang lainnya sudah siap sarapan langsung menuju mobil dan tinggal lah Sehun dan Luhan yang masih dalam keadaan saling berdiaman

"Lu, aku minta maaf" Sehun berlutut didepan kekasihnya untuk meminta maaf karena semuanya berawal darinya

"Hm" Luhan menjawab sekedar tanpa memperhatikan Sehun yang sedang berlutut

"Aku sungguh minta maaf dan alasanku sebenarnya karena aku takut menyerangmu dipagi hari sehingg aku lebih banyak mendiamkanmu sayang" Sehun mengungkapkan yang sejujurnya pada sang kekasih agar situasinya bagaimana

"Tapi tidak perlu sampai segitunya" Luhan baru menatap Sehun dan membantu kekasihnya untuk berdiri dari berlututnya

"Tidak, sebelum kau memaafkanku" Sehun menolak berdiri jika belum dimaafkan

"Baiklah, kumaafkan" Luhan mengalah dan membujuk kekasihnya untuk berdiri karena bisa dipastikan lutut kekasihnya sakit karena terlalu lama berlutut

"Ayo sekolah nanti kita terlambat" Luhan menarik tangan kekasihnya untuk menuju mobil karena mereka sudah mau terlambat sedangkan yang lainnya tersenyum karena cuma Sehun yang bisa membuat Luhan menjadi orang yang periang dan lemah lembut

..

..

..

Sepulang sekolah Baekhyun dan Kyungsoo bermain kemansion Luhan yang sangat ramai karena keberadaan mereka berdua.

"Chukkae Luhan" Kyungsoo memberikan selamat sekaligus memeluk sepupunya yang sudah memiliki kekasih

"Ish..." Baekhyun kesal karena dirinya yang belum memiliki kekasih hingga saat ini

"Makanya Baek cepat cari pacar" Kyungsoo meledek sepupunya yang hingga kini belum memiliki kekasih

"No, aku masih harus melihatnya dengan baik" Baekhyun tidak mau sembarangan memilih kekasih dan takutnya dapat kekasih yang hanya ingin hartanya saja

"Dari sekian banyak bodyguardku masa tidak ada yang bisa menggoda hatimu" Luhan heran karena semua bodyguardnya tampan namun kenapa Baekhyun tidak mau dengan salah satu dari mereka

"Tidak ada yang masuk kedalam kriteriaku" Baekhyun menatap sinis semua bodyguard Luhan yag ikutan kumpul dengan mereka dan menemukan seorang bodyguard yang banyakan tersenyum daripada yang lainnya

"Hei kau" Baekhyun memanggil salah satu dari mereka sehingga membuat mereka semua menoleh kearah Baekhyun

"Kau memanggil siapa Baek?" Sehun bertanya karena suara Baekhyun sangat menggangu aktivitas mereka

"Itu, pria yang suka tersenyum seperti di iklan pepsodent" Baekhyun menunjuk tepat pada orangnya

"Chanyeol, silahkan maju" Sehun menyadari kalau Baekhyun menunjuk Chanyeol dan menyuruh sahabatnya untuk maju kedepan menghadap Baekhyun

"Ada apa nona?" Chanyeol bertanya ramah pada sepupu majikannya

"Siapa namamu manis?" Baekhyun terpesona dengan lesung pipi milik pria besar didepannya ini

"Namaku Chanyeol nona, tolong jangan panggil manis karena itu tidak manly. Panggil tampan saja" Chanyeol tidak terima jika dirinya dipanggil manis dan lebih menyukai kata tampan sedangkan yang lain terlihat seperti mau muntah mendengar perkataan lebay Chanyeol

"Jangan atur - atur saya, sini kamu" Baekhyun tidak terima diatur - atur untuk memanggil bodyguard tersebut dengan kata tampan sedangkan Luhan cs was - was takut Baekhyun memukul orang tersebut

"Baik Nona" Chanyeol mengikuti perintah Baekhyun dan berdiri tepat didepan Baekhyun

"Jangan bergerak ataupun melawan mengerti" Baekhyun memberikan ultimatum yang sangat keras sehingga membuat Chanyeol hanya bisa mengangguk

"Iya Nona.. ARGH" Chanyeol menjawab dengan ragu namun harus berteriak karena tangan nakal Baekhyun langsung meremas penisnya dengan kasar

"Sabar sayang" Baekhyun meremas penis Chanyeol untuk melihat sebesar apa perkakas miliknya dan setelah bangun, Baekhyun cukup terkejut dengan ukuran milik Chanyeol yang diatas rata – rata

"Wah.. Punyamu sangat panjang" Baekhyun tergoda pada penis Chanyeol yang seksi dan panjang. Baekhyun langusng memasukkan benda panjang tersebut kedalam mulutnya

"Baekkkk..." Chanyeol kenikmatan dan hampir menjambak rambut Baekhyun seppu majikannya namun dirinya cepat sadar jika melakukan hal tersebut maka bencana lebih besar akan datang padanya. Baekhyun mengulum penis Chanyeol dengan nikmat sambil tangan sebelahnya memainkan bola kembar Chanyeol yang besar. Menggelitik sambil meremasnya dan itu membuat Chanyeol smeakin kenikmatan serta mendesah hebat

"Aaahhh... Nona... ooohhhh..." penis Chanyeol sangat dimanjakan oleh sepupu majikannya

"Nona... Arghhhh..." Chanyeol mendorong kepala Baekhyun lebih dalam untuk mengemut seluruh batang penisnya yang sangat diidolakan banyak orang

Crot...

"Nonaa..." Chanyeol lemas ketika spermanya sudah keluar dan masuk kedalam mulut Baekhyun kemudian mengeluarkannya dari mulut sang nona

"Spermamu enak dan batangmu enak, jadi maukah kau menjadi kekasihku dna kupastikan kau akan puas" Baekhyun mengedipkan matanya untuk menggoda Chanyeol sedangkan yang lain menatapnya dengan tidak percaya

"Hm... Baiklah" Chanyeol memang sudah lama menykai Baekhyun namun dirinya tidak memiliki cukup keberanian untuk menembak Nona Baekhyun

"Yey" Baekhyun masuk kedalam pelukan Chanyeol yang hangat

"Ayo kita lanjut dikamar" Baekhyun membawa Chanyeol kekamarnya dan melakukan aktivitas berikutnya

"Dasar gila" Luhan mengumpat karena sepupunya Baekhyun yang menembak cowok duluan

"Sudahlah biarkan mereka menyelesaikannya sendiri" Sehun sangat tidak suka jika urusan orang dicampuri

"Ya, ayo kita berenang saja" Luhan dan yang lainnya menghabiskan waktu untuk berenang saja selagi menunggu Chanyeol dan Baekhyun siap melakukan aktivitasnya

Setelah selesai berenang semuanya berkumpul diruang tamu sedangkan pasangan HunHan bermesraan diatas sofa namun tidak terlalu mencolok dan merisihkan orang lain.

"Sayang, kau nanti mau makan apa?" Luhan bertanya pada kekasihnya yang sedang sibuk menonton televisi sedangkan dirinya berada dipaha kekasihnya

"Kau masak saja Lu, aku lebih suka masakanmu" Sehun tidak bisa menentukan karena semua masakan Luhan enak

"Baiklah" Luhan mencium bibir kekasihnya untuk memberikan ucapan terima kasih karena sudah menyukai semua masakannya

"EHEM!" sebuah deheman memberhentikan kegiatan mereka dan yang lainnya menatap horor kepada orang yang berdehem dan membuat Luhan menoleh kearah orang yang menggangu kegiatannya

"Appa! Eomma!" Luhan terkejut dan langsung bangun dari tiduran di pangkuan kekasihnya, dirinya dan yang lain tidak menyangka jika kedua orang tuanya akan secepat ini pulang dan tidak sesuai denga jadwal yang diberikan kepada Kris

"Bagus, selama Appa dan Eomma tidak ada kau justru main dengan pria" Appa Luhan sangat marah dan tidak percaya jika putrinya bermain dengan pria dibelakang mereka tanpa status yang jelas, dan merasa bahwa ini adalah moment yang tepat mereka datang karena bisa menjebak anaknya yang sudah banyak berubah dari sebelumnya

"Well, Sehun adalah kekasihku jadi apa masalahnya" Luhan tidak terima sangat disalahkan

"Jadi jika dia kekasihmu apakah kalian boleh melakukannya?" Appa Luhan tidak terima karena status anaknya masih berpacaran bukan suami istri

"Emang apa urusannya pada Appa, Appa lebih baik urus masalah bisnis Appa saja" Luhan naik pitam melihat appanya yang sesuka hati mengaturnya

"Diam kau, YangYang yang akan menjadi kekasihmu dan putuskan kekasihmu itu sekarang" Appa Luhan tidak menerima bantahan

"Tidak, aku tidak mau dengan YangYang" Luhan sangat menolak jika dirinya dijodohkan dengan YangYang

"Baik, sekarang Appa tanya apa pekerjaan kedua orang tuanya?" Appa Luhan menunjuk kekasih anaknya yang kelihatan sangat tampan

"Itu..." Luhan ragu mengatakannya karena memang Sehun bukan dari kalangan atas seperti mereka

"Kenapa tidak bisa jawab?" Appa Luhan semakin menjebak anaknya yang sedang kesulitan menjawab

"Baik, dia memang bukan dari kalangan orang kaya namun mereka memiliki kasih sayang satu sama lain" itulah yang membuat Luhan jatuh cinta kepada Sehun dan segala tentang Sehun

"Tidak, kau harus dengan YangYang" Appa Luhan membawa pria yang bernama YangYang kehadapan Luhan cs

"KENAPA KAU KEMBALI LAGI!" Luhan geram karena dihidupnya penuh dengan YangYang

"Aku dipaksa Appamu untuk menjadi kekasihmu" YangYang tersenyum licik karena pada akhirnya dia menang dan Luhan tidak bisa menolak perintah appanya sendiri

"Aku tidak mau, jika Appa mau maka Appa saja menjadi kekasih YangYang" Luhan sangat tidak suka dimana ketika YangYang dan Appanya bekerja sama

"DIAM KAU DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI, SEKARANG COBA KAU JELASKAN KENAPA KAU TIDAK MENYUKAI YANGYANG. DASAR ANAK MURAHAN" Appa Luhan yang sudah kesal tidak bisa menyaring kata - kata terlebih dahulu

"YANG PERTAMA YANGYANG ADALAH KEKASIHKU PADA SAAT KECIL NAMUN DIRINYA JUGA BERMAIN DIBELAKANGKU BERSAMA BAEKHYUN DAN DISAAT BERSAMAAN DIA JUGA BERMAIN DENGAN KYUNGSOO SEHINGGA KAMI BERTIGA TIDAK MENYUKAI KEHADIRANNYA WALAUPUN DIA SUDAH BERUBAH. YANG KEDUA KALAU AKU ANAK MURAHAN MAKA ORANG TUAKU LEBIH MURAHAN KARENA MEREKA YANG MEMBUATKU. JADI TOLONG KAU JUGA TAHU DIRI" Luhan sangat emosi ketika dibilang anak murahan karena appa dan eommanya sendiri yang membuat dirinya

"Yeobo" Eomma Luhan ketakutan ketika melihat anak dan suaminya saling berteriak

"KAU SUDAH BERUBAH LU" Appa Luhan tidak menyangka jika anaknya sudah banyak berubah dan menjadi pelawan seperti sekarang

"IYA, AKU BERUBAH KARENA AKU TIDAK PERNAH MENDAPATKAN KASIH SAYANG DARI ORANG TUAKU SENDIRI. KALIAN CUMA TAHU KERJA DAN KERJA LALU MENGIRIM UANG KALIAN PADAKU. SEORANG ANAK LEBIH MEMBUTUHKAN KASIH SAYANG DARI ORANG TUA DARIPADA UANG. ITULAH ALASAN KENAPA AKU LEBIH MENYUKAI SEHUN DARIPADA YANGYANG, UANG BUKAN SUMBER UTAMA KEBAHAGIANNYA NAMUN KASIH SAYANG YANG LEBIH UTAMA. SEHUN MEMANG BUKAN ORANG KAYA NAMUN DIA MEMILIKI IBU UNTUK SALING BERBAGI KASIH SAYANG SEMENTARA KITA ORANG KAYA TAPI TIDAK ADA KASIH SAYANG DIDALAMNYA. AKU MEMILIKI ORANG TUA YANG LENGKAP DARIPADA SEHUN NAMUN AKU TIDAK MENDAPATKAN SATUPUN KASIH SAYANG. KETIKA AKU KERUMAH SEHUN, AKU TERSENTUH KARENA MEMAKAN MASAKAN SEORANG IBU UNTUK PERTAMA KALINYA DAN KASIH SAYANG DARI IBU SEHUN MEMBUATKU SANGAT SENANG KARENA PADA AKHIRNYA BISA MERASAKAN KASIH SAYANG. KALIAN YANG SEMPURNA TIDAK BISA MEMBERIKAN KEBAGIAHAN PADA ANAKNYA SENDIRI, JADI UNTUK KALI INI KUMOHON UNTUK TIDAK MENGHALANGI DAN MENGATURKU" Luhan emosi sedangkan Sehun mencoba untuk menenangkan kekasihnya yang meledak tetapi kedua orang tua Luhan sadar apa yang dikatakan anaknya sangat benar dan menusuk hati mereka

"Appa dan Eomma minta maaf nak, tapi Appa masih belum bisa merelakanmu dengan bukan orang seperti kita" Appa Luhan sungguh minta maaf karena selama ini mereka tidak pernah memberikan kebahagian untuk anaknya

"Tidak, jika Appa tidak bisa merelakanku dengan Sehun maka aku akan keluar dari rumah ini dan tidak mau menjadi anak Appa dan Eomma" keputusan Luhan sudah bulat untuk mencintai Sehun

"Appa akan pertimbangkan" Appa Luhan tidak bisa mengambil sembarangan keputusan sehingga masalah tersebut selesai disitu saja

"YangYang, kau pulang dulu. Nanti Appa akan bicara dengan mereka" Appa Luhan menyuruh calon menantunya untuk pulang terlebih dahulu

"Baik Appa" YangYang keluar dari mansion tersebut dengan senyum liciknya karena yang pasti menang adalah dirinya

"Kalian silahkan kembali, kau juga Lu" Appa Luhan membiarkan hari ini begitu saja karena besok mereka akan bicara dengan pikiran lebih tenang

~TBC~