"Ayo Hun" Luhan membawa kekasihnya setelah diberikan izin untuk kembali kekamar masing - masing sedangkan Sehun hanya mengikuti kekasihnya karena tidak mau membuatnya bertambah kesal

BLAM

"Lu, tidak boleh seperti itu" Sehun memperingatkan kekasihnya agar tidak memancing emosi kedua orang tuanya

"Biarin saja, kau juga sekarang ikutan membela mereka"

"Bu... Bukan Lu. Aku hanya tidak mau kita ribut seperti bukan keluarga, selesaikan masalah secara baik dan kekeluargaan" Sehun ketakutan ketika kekasihnya menuduhnya yang tidak membela sang kekasih

"Hm" Luhan mengerti dan mungkin karena menyelesaikan masalah secara baik dan kekeluargaan lah hingga membuat kekasihnya Sehun bisa hidup damai dengan ibunya

"Yasudah, ayo tidur" Sehun membawa kekasihnya keranjang dan tiduran sambil berpelukan

"Hun, jika suatu saat kita dipisahkan oleh orang tuaku bagaimana" Luhan bertanya dengan sedih karena dirinya sangat tidak mau berpisah dari kekasihnya

"Aku rela melakukan apapun untuk dirimu termasuk bunuh diri" Sehun menjawabnya dengan pasti

"Hush... Jangan bicara seperti itu" Luhan memarahi kekasihnya yang sembarangan bicara

"Aku serius" Sehun menatap mata Luhan untuk memberikan kepastian atas ucapannya

"Hm, aku percaya" Luhan yang melihat kesungguhan dimata Sehun dan percaya dengan sang kekasih

"Sudah, ayo tidur" Sehun tahu bahwa kekasihnya sudah kelelahan karena bertengkar dengan orang tuanya

..

..

..

"Anak itu sudah menjadi anak yang pembangkang" Appa Luhan sangat marah didalam kamar bersama sang istri

"Iya, tetapi kau tidak lihat dia marah karena kita yang tidak pernah memberikan kasih sayang padanya" Eomma Luhan sangat sedih ketika tahu anaknya berubah karena tidak adanya kasih sayang

"Memang kita salah dan sangat salah namun mau taruh dimana muka kita jika dia menikah dengan Sehun. Anak yang tidak selevel dengan kita" Appa Luhan sangat kecewa karena anaknya memilih orang biasa bukan anak orang kaya

"Tapi dia orang yang nekat"

"Tidak, kita yang menentukan hidupnya karena kita orang elit" Appa Luhan sangat tidak terima jika putri satu - satunya menikah dengan rakyat jelata

"Cobalah berbicara dari hati ke hati bersama Luhan. Mungkin dia bisa mengerti" Eomma Luhan memberikan solusi yang memang sudah harus dilakukan

"Hm, sekarang ayo tidur" Eomma Luhan mengajak suaminya untuk tidur dan tidur saling berpelukan untuk memberikan ketenangan

..

..

..

Pagi harinya setelah sarapan bersama semuanya kumpul diruang tamu untuk membahas masalah semalan dan selama makan mereka tidak ada yang saling berbicara apalagi tersenyum.

"Baiklah, Lu kau bisa menjelaskan yang pertama" Eomma Luhan menyuruh putrinya untuk menceritakan semuanya agar bisa dimengerti bagian mana yang ingin dimengerti

"Keputusanku sudah bulat, aku hanya mencintai Sehun karena bukan uang yang mengatur segalanya namun kasih sayang"

"Apakah kau yakin jika kasih sayang bisa memenuhi kebutuhanmu daripada uang?" Appa Luhan bertanya dengan nada liciknya sementara sang putri menatapnya dengan berang

"Setidaknya aku masih bisa mencari pekerjaan jika kami kekurangan uang namun kasih sayang tidak bisa dicari seperti uang" kata - kata Luhan sangat benar dan membuat kedua orang tuanya kehabisan akal

"Alasan lain kau menyukai Sehun?" Eomma Luhan bertanya karena pasti ada alasan lain yang dimiliki putrinya sehingga memiliih Sehun

"Kedua dia tidak tamak sedangkan YangYang terlalu tamak. Orang seperti YangYang lah yang harus dijauhi karena kedua orang tuanya sangat licik"

BRAK

"Tutup mulutmu" Appa Luhan marah dan menggebrak meja didepannya

"Jika kalian tidak membiarkanku hidup damai bersama Sehun maka biarkan kami mati berdua dengan tenang" Luhan bicara dengan santai sedangkan yang lainnya syok berat

"KAU..." Appa Luhan geram namun ditahannya

"Nona.." semua bodyguard terkejut mendengar perkataan nona-nya yang sangat luar biasa

"Kenapa kau tidak memilih YangYang, dia memiliki segalanya" Eomma Luhan bertanya namun Luhan justru tersenyum meremehkan

"Dia memang memiliki segalanya. Tapi apakah Eomma tahu bahwa dia kasar dan menarik tanganku seenak jidatnya, kalian tahu apa tentangku. Kalian hanya tahu mencari uang, uang, uang, dan uang."

"Lu..." Eomma Luhan menangis karena perkataan anaknya yang kejam terhadap dirinya

"Dan satu lagi Sehun adalah sumber kebahagiaanku, jika kalian menghancurkan sumber kebahagiaanku maka aku akan mencarinya keseluruh semesta ini"

"Tapi cobalah kau untuk bertemu dengan YangYang, mana tahu hatimu berubah arah"

"Tidak, Aku Kyungsoo dan Baekhyun sudah sangat kecewa padanya. Lagian apa yang bisa dibanggakannya selain wajah tampannya dan harta orang tuanya. Sehun lebih memiliki segalanya dia memiliki penis yang panjang, badan yang sexy, dan hati yang lembut serta jangan lupakan bahwa dia memang bukan orang kaya namun dia tidak gila harta" Luhan mengatakannya sambil meremas selangkangan Sehun yang belum bangun

"KAU..." Appa Luhan jijik melihat anaknya seperti pelacur

"Appa akan menentang hubungan kalian" Appa Luhan dan Eomma Luhan berjalan menjauh karena merasa lelah melawa anaknya yang keras kepala

"Aku tidak peduli, kalian tidak berhak mengatur hidupku karena bukan kalian yang menjalaninya dan satu hal yang harus kalian tahu jika dulu Appa bukan orang kaya namun lebih parah dari Sehun" Luhan membuka kartu lama yang sudah sangat lama bahwa Appa Luhan hanya seorang anak yatim piatu di panti asuhan kemudian diangkat oleh keluarga Eommanya dan mereka jatuh cinta namun direstui

"KAU TUTUP MULUTMU DASAR ANAK TIDAK TAHU DIRI" Appa Luhan marah besar ketika masa lalunya diungkit

"Nghh..." Luhan hanya tersenyum licik sambil membuang nafas kesal

"APPA TIDAK MAU TAHU POKOKNYA KAU HARUS DENGAN YANGYANG. PENGAWAL TOLONG BUNUH DIA" Appa Luhan menyuruh pengawalnya untuk membunuh kekasihnya

"SEBELUM KALIAN MEMBUNUHNYA, TOLONG BAWA PUTRIKU MENJAUH DARI PRIA MENJIJIKAN SEPERTI DIA"

"APPA! KAU GILA HAH.. LEPAS" Luhan melawan ketika pengawal suruhan appanya memegang kedua tangannya dan menjauhkannya dari sang kekasih

"Sekarang juga kalian bunuh dia" Appa Luhan yang sudah otak buntu langsung menyuruh pengawalnya untuk membunuh Sehun

"ARGH..." Sehun kesakitan ketika pisau tepat mengarah pada perutnya dan sebelum meninggal, orang yang dilihatnya untuk terakhir kalinya adalah kekasihnya Luhan

"Luhan... Aku... Mencintaimu" Sehun mengatakannya dengan susah payah dan menghemnbuskan nafas terakhirnya sedangkan Luhan menangis dan meronta hebat

"Sehun... Bangun Sehun... Kau harus bangun... SEHUN... AYO BANGUN... HIKS... SEHUN... AYO BANGUN SAYANG... SEHUN" Luhan menangis hebat ketika kekasihnya meninggal dimansionnya akibat perbuatan appanya

"Hiks Sehun..."

"Sudah, dia sudah meninggal jadi kau tidak bisa berbuat apa - apa" Appa Luhan senang karena tidak ada penggangu lagi

"KAU SALAH BESAR TUA BANGKA, WALAUPUN SEHUN SUDAH MENINGGAL MAKA SEKARANG SAATNYA" Luhan tertawa licik dan mengarahkan pisau yang tadi membunuh kekasihnya menuju perutnya dan dengan satu ayunan maka pisau tersebut menembus perutnya dan mengeluarkan banyak darah

"LUHAN..." Eomma Luhan sangat kecewa karena anaknya justru memilih untuk mengakhiri hidupnya

"NONA... HIKS... SEHUN..." semua bodyguard merasa kehilangan atas majikan mereka dan sahabat mereka Sehun, semuanya tidak bisa berbuat apa - apa selain menangis hebat

"Kau sudah membunuh anak kita" Eomma Luhan memukul suaminya yang juga ikutan menangis karena perbuatan bodohnya semuanya jadi begini

"Luhan... Appa minta maaf nak" Appa Luhan mendekati sang putri yang sudah tidak bernyawa, penyesalan memang selalu datang terlambat

"KALAU KAU MENDENGARKAN PERMINTAAN DIA UNTUK PERTAMA KALINYA MAKA SEMUANYA TIDAK AKAN SEPERTI INI HIKS... LUHAN... BANGUN NAK... INI EOMMA"

Semuanya sangat sedih karena harus kehilangan Luhan beserta kekasihnya dan yang paling menyesal adalah Appa Luhan yang sudah membuat putrinya meninggal secara tidak langusung.

..

..

..

"Luhan, Sehun semoga kalian hidup tenang disana" setelah acara pemakaman selesai kedua orang tua Luhan masih belum mau beranjak dari tempat peristirahatan sang anak bersama kekasihnya

"Appa sungguh minta maaf nak" Appa Luhan sangat menyesal hingga saat ini karena tidak mau mendengarkan perkataan sang anak sedangkan YangYang tidak datang kepemakaman karena tidak ada gunanya bagi dirinya setelah Luhan meninggal dan hartanya tidak akan jatuh kedalam tangan sang anak

"Sehun, Eomma mohon jaga Luhan disana ya nak" Eomma Luhan memohon pada kekasih anaknya untuk menjaga anaknya dialam sana

"Kalau begitu kami pulang dulu" mereka berdoa sebelum kembali kerumah masing - masing sedangkan Ibu Sehun ketika diberitahu bahwa anaknya meninggal, Ibu Sehun justru terkena serangan jantung karena berita tersebut dan sebelum Chanyeol cs sempat membawa Ibu sahabatnya kerumah sakit. Ibu Sehun menghembuskan nafas terakhirnya sebelum dilarikan kerumah sakit. Ibu Sehun dikuburkan bersamaan dengan Sehun dan Luhan dikubur dan kuburan mereka bertiga berdekatan.

Chanyeol cs mulai hari ini bukan lagi boyguard sekaligus obedient sex slave dari majikannya tetapi mereka sudah kembali kejalan masing - masing dan mereka berjanji akan sering mengunjungi makam majikannya dan sahabatnya serta Ibu sahabatnya yang sudah dianggap ibu sendiri.

..

..

..

Other place

"Kau kenapa ikutan Lu, orang tuamu kasihan" Sehun memarahi kekasihnya yang mengambil tindakan bodoh

"Bukankah aku sudah mengatakannya dengan jelas 'Jika kalian tidak membiarkanku hidup damai bersama Sehun maka biarkan kami mati berdua dengan tenang'"

"Iya, tapi kasihan juga orang tuamu Lu" Ibu Sehun datang dan berbicara dengan kedua anaknya

"Sudahlah Bu, semuanya sudah terjadi. Mereka terlalu egois dan ketika aku bunuh diri maka mereka menangis. Mereka tidak bisa menerima permintaan kita namun setelah kita meninggal mereka memberikan kepercayaan pada Sehun untuk menjagaku" Luhan sebenarnya kasihan pada orang tuanya namun dirinya tidak mungkin menjadi boneka orang tuanya selamanya

"Kalian hidup dengan Ibu saja disini nak" Ibu Sehun senang karena setidaknya mereka bisa bersatu dialam lain

"Iya bu" Sehun dan Luhan senang karena cinta mereka tetap abadi walaupun tidak dialam manusia dan mereka senang karena sahabat - sahabat mereka Chanyeo cs akan sering mengunjugi rumah baru mereka

"Saranghae Lu" Sehun mencium kening Luhan

"Sarangahe Hun" Luhan memeluk Sehun sangat erat dan senang bisa hidup bersama dengan Sehun kekasih hantunya

..

..

..


~E.N.D~