Hei nama aku adalah Arlin Pratama , aku pernah berfikir kenapa semua orang selalu berbohong, apakah kebenaran itu sangat menyakitan sehingga kita terus berbohong

Walaupun aku pernah berfikir begitu, tapi kenyataannya aku adalah salah satu dari para pembohong. Aku selalu berbohong hampir setiap saat

Aku pernah satu kali mencoba untuk bunuh diri, tapi aku tidak cukup berani untuk melakukan hal itu

"Hei bro! pagi-pagi kok udah cemberut lagi mikirin cewek ya?" kata orang itu yang tak lain adalah temanku Alen wijaya

"Enak aja." kataku dan seperti biasa aku tersenyum dengan senyuman palsuku

Jujur saja aku tak suka terlibat dengan orang lain termasuk keluargaku

"Btw bro, nanti abis pulang sekolah mau mampir ke game center?" katanya, aku selalu bertanya-tanya kenapa dia selalu tersenyum apa dia belum pernah merasakan hal yang kurasakan

"Maaf Len aku gak bisa pergi, maaf ya." kataku, tentu saja aku berbohong aku tidak mau berurusan dengan orang lain

"Sayang banget, ya udah gak masalah kok." katanya dengan senyuman yang tak lepas dari wajahnya

"Kalau begitu aku mau ke kelas bye!" kataku, kemudian aku langsung pergi berlari menuju halaman belakang. Dan sekali lagi aku berbohong

"Hari ini aku sudah berbohong lagi dan lagi." kataku dan kemudian aku mulai merasa mengantuk dan tertidur dibawah pohon apel

Beberapa puluh menit kemudian

"Hei kau bangun!" entah kenapa aku seperti mendengar suara seseorang sedang mencoba membangunkan ku

"Cepat bangun kalau tidak, HIYAA!" dan tiba-tiba aku merasakan perut dan daguku terasa sangat sakit. Dan tentu saja hal itu membuatku bangun dari tidurku yang nyenyak

"APA YANG KAU LAKUKAN BRE*SEK!!" teriakku sambil memberinya salam jari tengah

"SIAPA YANG KAU BILANG BRE*SEK? BAJ*NGA*!" teriak gadis itu hampir membuat telingaku pecah

"Aku tidak percaya bahwa ada gadis yang sangat tidak sopan serti kau." kataku sambil menggelengkan kepalaku

"Hoho begitu ya, maaf ya kalau aku bukan gadis yang sopan!" kata gadis itu dengan mukanya yang memerah karena amarah

"Ciuh." kemudian dia meludahiku tepat diwajahku gadis ini memang gadis yang sangat tidak sopan

"Beraninya kau meludahi wajahku!" kataku, aku sudah tidak tahan lagi sekarang amarah ku benar-benar memuncak

PRIIIIT!!!!

Dan terdengarlah suara peluit yang khas itu. Suara itu adalah suara peluit guru olahraga

"Maafkan saya pak guru karena sudah berkelahi," kataku, sebenarnya aku tidak merasa bersalah sama sekali tapi hal ini adalah yang harus ku lakukan untuk menjaga reputasiku

"Bagus sekali, sekarang silahkan bersalaman dan minta maaflah!" kata guru itu sambil menaikan nada suaranya

"Aku minta maaf. Namaku adalah Arlin Pratama, namamu siapa?" kataku mencoba untuk bersikap sopan didepan guru

"Aku juga minta maaf. Namaku adalah Lisa Agustin." katanya, jadi namanya adalah Lisa Agustin, menarik. Munkin dia bisa mengubah duniaku

"Hey namamu seperti cewek y, pff." bisiknya ditelingaku. Aku berani bertaruh bahwa dia sedang menahan tawanya