Wushhh! Chapter 1 sampun keluar!
Yuhu.. mana suaranya yang nunggu ff ini di publish (again)? ~
oke cukup cuap2 saya di awal :v
happy reading!
Main Cast :
Park Chanyeol
Wu yifan
Oh Sehun
Kim jongdae
Park Sora
OC
Tok.. Tok..
"Park chanyeol! Bangun! Jangan sampai aku mendobrak pintu kamarmu!" Suara ibu park membuka suasana di senin pagi.
Mendengar teriakan nyaring ibunya pemuda bertelinga caplang yang berkencan dengan ranjangnya itupun mengerjapkan matanya. Berusaha mengumpulkan nyawanya ia menggeliat ke kanan dan ke kiri, sebelum akhirnya ia bangkit berdiri dan menuju kamar mandi.
Blam! Chanyeol menutup pintu kamar mandinya memulai aktifitas membersihkan diri dati liur dan belek(?) yang bersarang di wajah tampannya.
"Aigoo.. Aku tampan sekali." ucap chanyeol tersenyum di depan kaca wastafel
"Ah, harusnya ibu dan ayah bangga memiliki anak sepertiku." Chanyeol menyikat giginya dan bergumam
"Hari senin, aih ada upacara aku benci hari senin."
"Aku ingin tidur lagi."
"Ayolah chanyeol. Jangan malas, mari mandi!" seru chanyeol dan menyalakan air showernya.
Dua puluh menit berlalu. Chanyeol berjalan keluar dari kamar mandi dengan rambut basahnya, ia mengambil ponselnya dan membuka akun linenya.
Me :
kau sudah bangun?
Oh Sehun :
Dari tadi hyung,
Kau sedang apa?
Me :
Baru saja mandi :3
Oh sehun :
Dasar, aku akan menjemputmu.
Mungkin beberapa menit
lagi aku sampai.
Me :
Baiklah.
Aku menunggu
Oh Sehun :
Yap. Saranghae hyung
Me :
Nado
Chanyeol meletakkan ponselnya di meja belajarnya, ia segera menuju lemari pakaiannya mengambil seragamnya dan memakai seragamnya cepat. Setelah yakin sudah rapi dan wangi chanyeol menuruni tangga menuju ruang makan.
"Pagi yah pagi bu." Chanyeol mencium pipi kedua orang tuanya
"Pagi juga chan." ayah chanyeol tersenyum manis
"Oppa, kau lama sekali mandinya. Kau luluran?" sindir adik chanyeol, sora.
"Kau pikir aku perempuan?" Chanyeol memdengus malas, adiknya ini memang selalu berada di barisan terdepan dalam urusan menghinanya.
"Iya kau bukan perempuan tapi kau kan U.K.E." Ucap sora menekankan kata uke di akhir
"Aku benar-benar tidak habis pikir kenapa sehun mau denganmu oppa, kau melakukan sesuatu ya kepada sehun?" sora menuding chanyeol dengan garpunya
"Hei! Kau pikir aku ini se aneh itu huh? Sampai kau mengataiku seperti itu-_-." chanyeol membulatkan matanya yang sudah bulat
"Oppa, kau kan kekasih sehun. Pasti dekat dengan temannya kan? Bisa kau membantuku mendekati jongdae?" ucap sora melupakan kegiatan menguili chanyeol
"Tidak. Kau sudah melakukan penghinaan padaku pagi ini."
"Oppa jahat."
"Yak! Kau-" Ucapan chanyeol terhenti ketika merasakan getaran di jasnya. Ia merogoh saku jasnya mengambil ponselnya yang bergetar, melihat sebuah notifikasi line dari sehun.
Oh Sehun :
Hyung aku sudah
di depan rumahmu.
Me :
Aku akan keluar
Tunggulah
Chanyeol memasukkan ponselnya ke dalam saku jasnya kembali dan mengambil dua buah susu kotak di meja serta beberapa lapis roti tawar yang sudah ibunya olesi selai.
"Ayah, ibu aku berangkat."
"Katakan pada sehun ibu merindukannya, ia sudah lama tidak mampir." ibu chanyeol merapikan poni chanyeol
"Iya bu, dan kau-" Chanyeol menuding sora "Jangan sampai terlambat lagi! Aku lelah menulis poin di profilmu, memalukan adik ketua osis malah selalu telat!" Chanyeol mengakhiri ucapannya dan berlari keluar rumah mengabaikan jeritan kesal dari sora.
Diluar rumahnya sudah terparkir Audi rs7 hitam milik sehun. Ia berjalan membuka pagar rumahnya dan memasuki audi sehun.
"Pertengkaran konyol dengan sora lagi?"
"Iya, dia menyebalkan! Kau tau di mengejekku karena aku adalah uke. Dan setelahnya diamemintaku untuk membantunya mendekati jongdae!" Cerocos chanyeol sambil mengenakan sabuk pengamannya
"Tapi dia benar, kau kan memang uke. Uke-ku." Sehun tersenyum jahil mendapati wajah chanyeol memerah kesal
"Kau sama saja dengan sora!" Chanyeol memasukkan selembar roti dengan kasar ke dalam mulut sehun
Sehun sedikit tersedak mendapat serangan roti tiba-tiba dari chanyeol, ia menunyah roti di dalam mulutnya perlahan kemudian menelannya. Sehun mengambil satu susu kotak yang berada dalam genggaman chanyeol.
"Hyung, mau membunuhku ya?" Sehun berkata dramatis dan meminum susunya
"Berlebihan, sudah cepat nyalakan mobilmu aku tidak mau terlambat hun."
"Baiklah, dasar murid teladan."
"Aku mendengarnya sehun."
Setelahnya sehun menyalakan mesin mobilnya dan menjalankan mobilnya itu. Selama beberapa saat keheningan mendominasi di dalam mobil sehun, chanyeol terlalu malas untuk memulai percakapan dan sehun terlalu fokus kepada jalanan di depannya.
Chanyeol memandang keluar jendela mobil sehun, tidak terlalu banyak mobil di jalanan. Ia memperhatikan beberapa toko yang berada di tepi jalan, sampai pandangannya menangkap sesosok objek yang tak asing di ingatannya.
Chanyeol memucat mendapati pria itu berdiri tak jauh dari mobil sehun. Meskipun ia berada dalam mobil perasaan takut tetap menyelimutinya.
"Hyung? Chanyeol hyung? Ada apa?" sehun menguncang bahu chanyeol pelan
"Se- Sehun.." Chanyeol menoleh ke arah sehun dengan bibirnya yang bergetar hebat
"Hyung? Kau kenapa? Ada apa?" Sehun menggengam tangan chanyeol erat, ia khawatir.
"Dia.. Kris.. Disana." Bisik chanyeol memejamkan matanya
"Kris? Yifan ge?" Sehun mengedarkan pandangannya ke sekitar jalanan, pandangannya terhenti kepada seseorang di dekat halte
"Hyung, tenanglah. Aku ada disini, dari luar dia tidak bisa melihat kita." Sehun membisikkan kata-kata penenang kepada chanyeol sebelum ia menginjak gas dan melanjutkan perjalanan mereka menuju sekolah.
Ketika audi hitam sehun berjalan kembali meninggalkan lampu merah yang sudah berubah hijau itu, sepasang mata memandang pilu kepergian audi hitam sehun.
"Aku tahu kau disana, apa kau melihatku? Apa kau tidak merindukanku? Aku merindukanmu. Chanyeol, aku sangat merindukanmu."
*
Sehun memarkirkan audi hitamnya di parkiran sekolah, ia mematikan mesin mobilnya itu dan kemudian menoleh ke arah chanyeol yang masih sedikit gemetar.
"Hyung, aku ada disini kumohon jangan takut." Sehun mengelus pipi chanyeol lembut
"Dia disini sehun, dia disini. Kris sudah pulang." Lirih chanyeol
"Aku berjanji tidak akan membiarkan bajingan itu mendekatimu hyung. Aku akan melindungimu." Sehun menarik lembut dagu chanyeol menghadap ke arahnya
"Berjanjilah sehun."
"Aku janji. Aku akan menjauhkannya darimu hyun meskipun itu berarti aku harus membunuhnya." Sehun menempelkan kening mereka
"Terimakasih karena selalu melindungiku."
"Anything for you, My love." Sehun menatap lembut chanyeol sebelum ia mendekatkan kembali wajah mereka dan mencium lembut bibir chanyeol
Sehun melepas ciuman singkat mereka "Ayo." Sehun membuka pintu mobilnya dan berjalan keluar disusul oleh chanyeol
Sehun mengandeng tangan chanyeol dengan percaya diri berbanding terbalik dengan chanyeol yang malah menghadap kebawah. Di daerahnya ini hubungannya dengan sehum adalah hal tabu, hubungan sesama pria.
"Sial kenapa mereka pamer kemesraan sih?!"
"Menyedihkan mereka tampan tapi suka sesama tampan."
"Banyak siswi cantik disini tapi mereka malah saling mencintai."
"Mereka makin tampan, aku jadi susah membencinya."
"Menjijikkan."
Bohong jika sehun tidak mendengar cacian dari para siswi dan beberapa siswa di sepanjang koridor, tapi bukan sehun namanya kalau tidak cuek bebek.
Sehun melirik chanyeol di sampingnya yang semakin menekuk kepalanya, sehun menatap kedepan tidak lama lagi mereka akan sampai di kelas chanyeol. Ide culas muncul secara tiba-tiba di kepala sehun.
Grep. Sehun menarik pinggang chanyeol agar semakin mendekat ke arahnya. Perlakuan spontan sehun mendapat pekikan sekaligus tatapan mata tak percaya dati chanyepl dan semua murid disana.
"Apa yang kau lakukan?!" Gertak chanyeol
"Diamlah hyung, kau juga tidak keberatan kan?" Goda sehun
"Terserahmu lah!" Chanyeol membuang muka ke lain arah, dia senang juga malu.
Tidak sampai di situ saat sudah berada di ambang pintu kelas chanyeol lagi-lagi sehun membuat seluruh orang disekitarnya mendapat serangan jantung.
Sehun melepaskan pelukannya di pinggang chanyeol, ia memegang pundak chanyeol dan memutar tubuh chanyeol kearahnya.
"Ada ap-" Ucapan chanyeol terhenti ketika sehun mencium keningnya cukup lama
"Hyung, semangat ya. Jangan dengarkan ucapan mereka. Aku mencintaimu. Dadah hyung." sehun meningalkan chanyeol dengan senyuman serta lambaian di akhir
Dan chanyeol terdiam dengan wajah merah padamnya teriakan histeris para siswi serta jantungnya yang berdetak serasa ingin copot.
"Oh sehun sialan!"
TBC.
How about ch 1?
asliii ya gue baper pas nulis scene HunYeol ㅠㅠ gue kan jdi pengen T.T iya gue jomblo huhu #abaikan
Btw, Jgn lupa review yaa !
