Chapter 2

"Aigo.. Menyenangkan sekali ya yang baru saja berlovey-dovey." Baekhyun, sahabat Chanyeol berucap sarkas.

"Apa sih Baek." Chanyeol menjitak baekhyun

"Auh.. Ternyata meskipun uke kau cukup kuat ya." Baekhyun meledek Chanyeol, lagi. Baekhyun itu memang sangat suka meledek Chanyeol 11 12 lah dengan adiknya.

"Yak! Aku uke, tapi postur tubuhku masih lebih besar darimu ya!" Chanyeol berseru tak terima

Sedang Baekhyun hanya tertawa membalas amukan Chanyeol. Menetralkan kembali nafasnya setelah tertawa dengan kencang, Baekhyun memiringkan posisi duduknya menghadap Chanyeol yang sedang membaca buku pelajaran. Ia menarik buku di genggaman Chanyeol kemudian menutupnya. Perlakuan Baekhyun mendapat delikan kesal dari Chanyeol.

"Jangan berteriak dulu, kau ada masalah ya?" Baekhyun mendekatkan bangkunya ke arah Chanyeol

"Kau tahu ya?" Chanyeol memelankan suaranya

"Tentu saja. Terlihat dari tatapanmu, kau sedang memikirkan apa?"

"Dia.. Baek.. Dia.. " Chanyeol berucap sangat lirih dan menundukkan kepalanya

"Dia siapa?" Baekhyun bertanya lirih

Choi Saem yang baru saja membuka pintu kelas berhasil menyita perhatian seluruh siswa di dalam kelas, Ji eun selaku ketua kelas terlihat memasang wajah heran. Pasalnya, jam ini bukanlah jam dari wali kelas mereka itu. Apa ada masalah? Pikirnya.

Lain dengan Ji Eun, seluruh siswi di kelas itu malah memekik histeris menangkap sesosok pria yang mengekori wali kelas mereka itu. Wajahnya yang putih bersih, bibirnya yang berisi dan rahangnya yang tegas mampu menyihir seluruh siswi kelas 3-1 itu agar terpesona dengannya.

"Selamat pagi anak anak. Saem akan mengatakan ini dengan singkat saja, perkenalkan dia Wu Yi Fan, guru bahasa Inggris sementara kalian selama Miss Jessica cuti hamil." Penjelasn wali kelas mereka sontak mendapat jeritan bahagia para Siswi dan Uke di kelas itu. Mendapat guru Bahasa Inggris yang tampan? Sehari belajar Bahasa Inggris juga tidak masalah untuk mereka!

Di tempat duduknya Chanyeol membeku dan gemetar hebat. Apa-apaan ini?! Chanyeol benci menatap wajah Pria itu. Pria yang sudah merebut segalanya dari hidup Chanyeol.

Menyadari perilaku sahabatnya Baekhyun mengelus tangan Chanyeol yang berkeringat hebat, tanpa melihatpun ia tahu sahabatnya ini pasti sudah berkeringat dingin dan berwajah pucat. Pria yang baru saja menjabat sebagai Guru Bahasa Inggris baru mereka adalah musuh batin terbesar Chanyeol.

Kris menyadari perubahan prilaku dan tatapan Chanyeol mendesah sedih, ternyata (mantan) kekasihnya itu masih memiliki trauma besar terhadapnya. Kris membalas senyuman Choi Saem yang keluar dari kelas yang kemudian mempersilahkannya untuk mengajar. Kris meletakkan beberapa buku yang di pegangnya ke atas meja guru.

"Baik, karena ini adalah pertama kalinya saya mengajar kalian. Saya akan membuatnya menjadi jam bebas." Kris tersenyum maskulin ke arah muridnya

"Pak! Berapa umur bapak?" Salah satu siswi mengangkat tangannya dengan semangat

"Umur saya dua puluh lima tahun."

"Apa bapak sudah punya pacar?" Siswi lain bertanya dengan menggebu-ngebu

"Belum. Sayangnya, saya masih mencintai mantan pacar saya." Selagi melontarkan jawaban Kris melirik ke arah Chanyeol yang dibalas delikan tajam Baekhyun

"WUAAA!!"

"AHHH! AKU IRI!!"

"Siapa nama mantan bapak?" Siswi itu menambahi pertanyaannya

"Ra. Ha. Si. A." Kris meletakkan jari telunjuknya di depan bibirnya dan mengedipkan sebelah matanya

"Huft. Oke, apa bapak ada hubungan dengan Sehun? Marga bapak sama dengan marga China miliknya." Sekali lagi siswi itu bertanya tanpa rasa bosan

"Yaahh.. Sehun adalah adik sepupu saya, Ibunya adalah adik Ibu saya." Balasan Kris membuat kelas ricuh seketika, siapa yang sangka bahwa Sehun the most wanted guy adalah adik sepupu dari guru Bahasa Inggris mereka yang super duper hot?

"Apa bapak 'lurus'?" Salah seorang laki-laki yang berwajah imut di kelas itu memberanikan bertanya sebuah pertanyaan sakral.

"Sayangnya saya bisexual. Apa kamu kecewa?" Kris bertanya balik, berniat menggodanya.

"Tidak! Saya malah senang!" Pemuda itu membalas dengan ceria.

Jawaban Kris akan pertanyaan Pemuda itu membuat desah kesal para Siswi, Pekikan riang para Uke dan Geraman para Seme. Tanpa mereka tanyaipun sudah jelas bahwa jika di dalam hubungan sesama jenis Kris akan menyandang status SEME. Dari postur tubuh, suara, wajah dan aura yang di milikinya adalah Seme sejati.

Baekhyun berdecih kesal memandang perilaku Kris sedari tadi, bagaimana bisa dia ketawa-ketiwi setelah tiba-tiba dia muncul seperti jerawat!? Baekhyun tidak pernah berpikir bahwa Naga Gila Mesum itu akan kembali ke Korea bahkan menjadi guru disekolahnya. Membayangkan wajahnya saja membuat Baekhyun muak apalagi harus melihat wajahnya setiap hari seperti ini. Menjijikkan!

Bukan karena alesan Baekhyun membenci Kris. Kris adalah pelaku perusakan mental dan batin Chanyeol beberapa Tahun lalu, karena Pria itu sahabatnya harus menderita di dalam depresi dan trauma hebatnya. Jika saja saat itu Keluarga Chanyeol, Baekhyun dan Sehun tidak dengan telaten merawat dan menemani Chanyeol mungkin Chanyeol sudah nekad bunuh diri.

Baekhyun mengangkat tangannya ke atas menyita perhatian Kris yang tengah bercanda dengan para murid barunya.

"Ya, ada apa?" Kris bertanya dengan wibawa seorang guru

"Pak, Jika saat ini di pakai untuk waktu bebas, Saya ingin meminta ijin membawa sahabat Saya menuju klinik sekolah. Dia sedang tidak sehat." Baekhyun menunjuk Chanyeol dengan tangan kirinya

"Apa mau Saya bantu?" Kris menawarkan diri

"Tidak. Terimakasih." Baekhyun menjawab cepat dan mendapat senyuman kecut dari Kris.

Tanpa berlama-lama Baekhyun membantu Chanyeol berdiri dan memilih melewati pintu di sisi lain kelas untuk keluar dari ruang kelasnya itu. Pandangan mata Kris mengikuti langkah gontai Chanyeol yang di papah oleh Baekhyun keluar kelas.

Sedikit banyak hatinya teriris melihat keadaan Chanyeol saat mendapatinya menjadi guru Bahasa Inggris pengganti di Sekolah ini tadi. Bohong jika Kris tidak bersedih melihat perlakuan Chanyeol padanya. Padahal Kris sengaja memilih Sekolah ini sebagai tempat mengajarnya hanya agar ia bisa bertemu atau berbincang dengan Chanyeol, tapi sepertinya harapannya sudah pupus tanpa ia memulainya.

-*-

Sehun membuka pintu klinik Sekolah dengan sedikit kasar, mendapat pesan bahwa kekasihmu sedang berada di klinik pasti membuat semua orang cemas 'kan?

"Hyung, kau kenapa?" Sehun mengelus pipi Chanyeol yang tengah terduduk di tepi Ranjang Klinik

Tanpa menjawab pertanyaan Sehun Chanyeol menarik Sehun dan memeluknya erat. Chanyeol menenggalamkan wajahnya di leher Sehun, melihat perilaku kekasihnya yang tidak biasa Sehun malah makin panik.

"Hyung, ada apa? Cerita dong.." Sehun mengelus rambut hitam Chanyeol

"Gak usah heboh begitu dong. Dia cuma lagi shock doang kok." Baekhyun menyahut dari ambang pintu, di kedua tangannya membawa botol minuman dingin dan roti

"Shock? Tapi.. Kenapa?" Sehun menatap Baekhyun bingung

"Dia menjadi guru disini."

Sehun membelalakkan matanya terkejut, Sehun tahu pasti siapa 'dia' yang di maksud oleh Baekhyun. Sehun memeluk Chanyeol erat, padahal batu tadi pagi dia dan Chanyeol tidak sengaja bertemu sekarang dia malah menjadi guru di sekolah mereka. Benar-benar bencana.

"Aku takut. Aku terlalu takut." Chanyeol bergumam pelan dan mengeratkan cengkramannya di kemeja seragam Sehun

Sehun hanya menciumi pipi gembil Chanyeol dengan sayang dan membisikkan beberapa kalimat penenang untuk Chanyeol. Jika dia memang ingin muncul setidaknya jangan sekarang, disaat mental Chanyeol masih labil dan berubah-ubah.

Baekhyun tersenyum tipis melihat kedua Sahabatnya itu. Merasa masih punya malu Baekhyun melangkah keluar dari Klinik Sekolah. Akibat dari melangkah keluar tanpa melihat keadaan diluar pintu Baekhyun menabrak tubuh seseorang.

Baekhyun memutar tubuhnya cepat dan membungkuk dalam kemudian meminta maaf

"Maafkan ak... Kris?" Melihat siapa yang ia tabrak Baekhyun mempelototkan kedua bola matanya.

"Ah.. Hai.. Aku duluan.." Kris menyapa Baekhyun gugup kemudian berjalan cepat meninggalkan Baekhyun

Melihat Kris yang sepertinya ingin melihat keadaan Chanyeol, Baekhyun mengejarnya dengan sedikit kepayahan. Dari segi postur kaki, Baekhyun sudah jelas kalah dari Kris. Dan dengan teganya, pria itu malah semakin mempercepat langkahnya.

"Kris! Berhenti!" Baekhyun berteriak nyaring ketika ia dan Kris sudah sampai di tangga ujung koridor.

Mendengar teriakan Baekhyun Kris menghentikan langkahnya, ia memang sengaja membawa Baekhyun kemari, di tempat sepi ini. Setidaknya disini ia bisa mengatakan banyak hal kepada Baekhyun.

Dengan nafas tersenggal Baekhyun berdiri tepat di hadapan Kris, dengan keringat bercucuran di dahinya Baekhyun menarik pergelangan tangan dan membawa Gurunya itu ke dalam ruang arsip. Baekhyun melepaskan genggamannya setelah ia membawa kris ke sudut ruangan.

"Apa yang kau lakukan tadi?" Baekhyun bertanya langsung

"Kau pasti tahu jawabannya. Aku mengkhawatirkan Chanyeol." Jawab Kris tersenyum

"Khawatir? Kau pasti bercanda kan? Apa kau lupa perbuatanmu pada Chanyeol dulu?" Baekhyun berdecih kasar

"Baek, kau tidak tahu. Aku tidak melakukan apapun Baek, aku bersumpah. Aku di jebak." Kris menjawab pasrah, entah Baekhyun akan percaya atau tidak

"Apa maksudmu?" Baekhyun bertanya, terkejut.

"Aku tidak mengenalnya, pria bernama Junmyeon itu. Aku baru bertemu dengannya karena suatu kebetulan. Jika kau bertanya bagaimana aku berakhir di dalam sebuah truck dengan Junmyeon dalam kondisi telanjang aku tidak tahu dan tidak ingat." Kris mengusap kasar wajahnya mengingat kenangan lama itu

"Jadi, kau?"

"Ya. Aku tidak pernah mengkhianati Chanyeol. Aku mencintainya Baek, selalu."

tbc.

hallo! aku minta maaf karena jrg update belakangan ini baru ada semngt ngtik lagi mwehehe:3 kuylah rnr!