Chapter 3

.

.

.

Baekhyun terdiam cukup lama, otaknya masih mencerna perkataan Kris. Hatinya masih menolak untuk percaya dengan itu semua, jika ia memang di jebak kenapa dia tidak menjelaskannya saja dari dulu? Kenapa malah menghilang dari jangkauan Chanyeol?

"Kau pasti bingung kan kenapa aku tidak mengatakannya dari dulu." Kris tersenyum

"Aku hanya tidak ingin ini semua semakin runyam Baek, kau pasti mengerti bukan bagaimana keadaan Chanyeol ketika melihat foto itu? Jika aku menjelaskan kepada Chanyeol dan memintanya untuk percaya kepadaku.. Aku takut dia akan semakin parah." Kris mengusap kasar wajahnya mengingat kejadian masa lalunya yang kelam itu

Lagi lagi Baekhyun terdiam dengan tangan basah akibat keringat, terlalu banyak informasi yang dia dapatkan saat ini. Jika benar apa yang di katakan oleh Kris, siapa yang setega itu memisahkan Kris dengan Chanyeol?

"Tunggu, Kris. Apa kau sempat tahu siapa Junmyeon itu? Mungkin kau pernah bertemu atau sekilas melihat wajahnya di suatu tempat? Bisa saja itu menjadi petunjuk siapa yang menjebakmu dulu."

"Kuharap aku mengingatnya Baek, tapi sekeras apapun aku mencoba hasilnya selalu nihil." Kris menghembuskan nafas berat. "Kembalilah baek. Saat ini sedang dalam jam pelajaran." Kris membuka pintu ruang berkas, memerintahkan Baekhyun untuk kembali ke kelas dengan sopan.

Mengerti maksud dari Gurunya itu Baekhyun mendengus kesal, rasanya belum beberapa menit yang lalu mereka mengobrol informal seperti dulu. Dengan berat hati Baekhyun melangkah keluar dan menuju ruang kelasnya.

Selang beberapa saat, pintu ruang berkas terbuka lagi. Menampilkan sesosok siswi yang memandangi Kris dengan wajah datar.

"Saem, namaku Irene. Salah satu dari siswi kelas tiga disini, aku minta maaf karena tidak sengaja mendengar pembicaraan Saem dengan Baekhyun tadi."

"Lalu? Tidak apa-apa, itu bukan salahmu kan. Tapi, tolong jangan sebarkan percakapan tadi ya."

"Tidak akan. Aku malah akan membantu Kris Saem." Irene memasuki ruang berkas dan menutup pintu ruangan itu

"Membantu apa?" Tanya Kris, bingung.

"Membantu Kris Saem untuk bertemu dengan seseorang yang bernama Junmyeon." Jawab Irene, pasti.

*

Di UKS, Sehun masih memegangi tangan Chanyeol. Membisikkan segala macam kata penenang yang manis kepada Chanyeol. Sehun tidak mau Chanyeol-nya menjadi seperti dulu, tidak lagi Ia harus melihat kondisi menyedihkan Chanyeol.

Sehun tersenyum pilu, sedih rasanya. Ketika kekasihmu menjadi hancur karena idolamu..

Bagi Sehun, sosok Kris adalah idolanya. Segala yang ada pada Kris selalu menjadi hal yang menarik bagi Sehun, apapun yang Kris lakukan akan selalu Sehun tiru.

Kris Hyung adalah manusia paling keren di dunia.

Dulu, ketika Kris melakukan aksi kabur dari rumah Sehun juga mengikutinya, bagi Sehun perilaku itu keren. Sangat keren. Satu-satunya hal yang Kris lakukan dan tidak Sehun anggap keren adalah ketika dia meninggalkan Chanyeol.

Sehun mengelus poni di dahi Chanyeol, memandangi wajah tentram Hyung yang memegang predikat kekasihnya membuat Sehun tersenyum sendiri. Dengan gemas, Sehun mengelus pipi Chanyeol yang gembil.

"Eghh.. Kris, hentikan!" Chanyeol bergumam dalam tidurnya, menampik tangan Sehun pelan.

Senyum Sehun luntur, tangannya Ia bawa menjauh. Mungkin, Chanyeol masih memiliki trauma ketika bertemu Kris, tapi Sehun sadar. Pemuda yang tertidur di hadapannya ini, masih mencintai Hyungnya, Chanyeol masih mencintai Kris Hyung.

*

Di ruang guru, Kris melamun masih mencerna omongan Irene di ruang berkas tadi. Apa akhirnya dia bisa bertemu dengan laki-laki itu? Kim Junmyeon? Sumber dari masalahnya?

"Kim Junmyeon yang Saem maksud mungkin Junmyeon saudara kembarku. Dulu, dia pernah bercerita kalau sempat mengalami kejadian mengerikan. Mungkin, yang dia maksud itu kejadian di truk itu." Jelas Irene, semakin membuat Kris shock.

"Tunggu, bagaimana jika kau salah?" Kris menatap Irene, ragu.

"Tidak apa-apa. Lebih baik Saem mencobanya saja dulu. Urusan salah atau tidaknya, itu di pikir nanti." Irene menepuk lengan Kris pelan

"Aku duluan Saem, sampai jumpa. Sepulang sekolah, temui aku di gerbang belakang."

Jika Irene benar, apa sebentar lagi Kris bisa memiliki Chanyeol lagi? Apakah Chanyeol akan kembali kepadanya?

Dengan segala pemikirannya Kris menenggelamkan kepalanya di mejanya, beruntung ruang guru sedang sepi sekarang. Jadi, dia tidak susah susah mencari tempat untuk berhibernasi.

*

TETT TETTT...

Bel pulang sekolah berdering. Seluruh murid langsung bergegas merapikan meja mereka, mengucapkan salam kepada guru, kemudian berhambur keluar gedung sekolah.

Chanyeol bersenandung sambil berjalan beriringan dengan Baekhyun, wajahnya berbinar berbanding terbalik dengan Baekhyun yang berwajah kusut.

Setelah mendapat informasi sebanyak itu dari Kris, Baekhyun bimbang. Apakah dia harus mengatakan hal itu kepada Chanyeol? Tapi, bagaimana jika Chanyeol malah terkejut dan marah? Baekhyun takut, terlalu takut untuk kehilangan 'Chanyeol yang sekarang'.

"Kenapa? Kau terlihat muram." Chanyeol berhenti di depan Baekhyun, menghadang jalan si mungil

"Tidak, aku baik-baik saja." Dusta Baekhyun

"Bohong, kau tidak baik-baik saja. Ada apa?" Chanyeol menekankan dua kata terakhirnya

Baekhyun menghela nafas panjang "Ini mengenai kau."

"Aku? Kenapa?"

"Kau dan Kris." Baekhyun melirihkan volume suaranya

"Oh. Memang kenapa?" Chanyeol bertanya, dengan nada dingin.

"Aku tidak tahu harus bercerita bagaimana. Yang jelas, cerita yang selama ini kau, aku, Sehun dan keluargamy kira itu berbeda dengan kenyataannya."

"Maksudmu?"

"Kita terbodohi. Kris tidak pernah melakukan hal itu. Dia dijebak, dan kita juga dijebak. Dijebak untuk percaya dengan pemandangan itu."

*

Dengan perasaan campur aduk, Kris berjalan ke arah gerbang belakang sekolah. Menyapu pandangan kesekeliling, apa Irene benar-benar ada disini?

"Saem!"

Kris berjingkat. Kepalanya Ia tolehkan ke arah sumber suara, didapatinya Irene melambai ke arahnya. Dengan menghembuskan nafas lega, menyadari Ia tidak ditipu. Kris berjalan mendekati Irene.

"Ayo, masuk Saem."

Kris mengiyakan anggukan Irene dan memasuki sebuah mobil mewah, semacam limo mungkin?

Di dalam mobil itu, terdapat seorang pria terduduk di jok belakang. Kris menerawang siluet pria itu, apa dia Junmyeon?

"Junmyeon, ini Kris Saem. Apakah dia yang kau maksud dulu?" Irene langsung menanyai pria tersebut

Tidak langsunt menjawab, pria itu memalingkan wajahnya ke arah Kris. Menatap Kris seksama, kemudian mengangguk mantap.

Kris mungkin lupa dengan apa yang terjadi dulu. Tapi, dia ingat pasti wajah dan bentuk tubuh Junmyeon. Dengan rasa terkejut dan senang, karena akhirnya bertemu dengan pria yang dicarinya selama ini, Kris mendekati Junmyeon.

"Apa kau mengingatku?" Tanya Kris

"Iya. Sangat Jelas." Junmyeon menjawab dengan senyuman

"Syukurlah. Aku ingin bertanya beberapa hal padamu, akan sangat membantu jika kau mau menjawabnya."

"Aku sudah tahu apa yang akan kau tanyakan, aku sudah mendengarnya dari Irene. Aku turut berduka, maafkan aku." Junmyeon menatap Kris penuh sesal

"Tidak, itu bukan kesalahanmu. Sekarang, kumohon. Tolong beritahu aku, semuanya."

"Aku tidak tahu siapa orang ini, yang kuingat dia tinggi, putih dan kurus. Laki-laki ini memintaku mengantarnya ke suatu tempat, karena aku naif jadi kuantar dia ketempat yang dia mau, lalu setelah itu aku kehilangan kesadaran, dan setelah aku sadar di sanalah aku, bersamamu, dalam keadaan bugil." Jelas Junmyeon singkat

"Apakah tidak ada ciri-ciri lain mengenai pria itu?"

"Dia memanggil manggil nama Yifan Hyung."

"Itu namaku, nama asliku. Tapi, siapa yang tahu nama asliku disini? Aku lebih sering memperkenalkan diri menggunakan nama Kris. Baru kali ini menggunakan nama asliku." Kris menjelaskan bingung

"Bukankah ada orang yang seperti ciri-ciri itu disini?" Irene menyahuti kebingungan Kris

"Siapa?"

"Sehun."

Author note :

hai, aku kembali ngenext cerita ini~

cerita ini beda dari ceritaku yang lainnya, disini konfliknya cuma percintaan, klise banget kan? tapi gapapa, emang itu maksudku. konflik yang dalem dan gelap cukup di cerita yang lainnya aja, disini jangan juga. bisa stres aku nanti mikirbya wkwk.

rnr yaa~