Author : Jun_96
Tittle : Daily Activity
Genre : Romance
Ratting : T
Pairing :
Jeno X Renjun (Noren)
Mark X Jaemin (Markmin)
Note : Gender Switch for uke.
Summary : Bercerita tentang kehidupan Renjun si gadis idaman dari jurusan HI dan Jeno si calon dokter dengan pemikiran kolot ala bapak bapak namun kegantengannya bisa membuat wanita seakan hamil dengan hanya melihatnya. Kumpulan FF Oneshoot dengan setting yang sama. Jeno X GS!Renjun. Mark X GS!Jaemin. Yukhei a.k.a Lucas X GS!Haechan and other couple.
.
Tambahan: yang gak suka GS gak usah baca dan gak usah mencerca. baca sampai akhir kalau bisa dan jangan lupa review
.
.
.
Seharmonis apapun suatu hubungan, pastilah ada saatnya hubungan tersebut diuji dengan suatu masalah. Hubungan Jeno dan Renjun yang tampak sempurnapun juga bisa mengalami masalah.
.
Sudah terhitung tiga hari Jeno sang calon dokter itu tidak pulang ke apartemen yang ditinggalinya dengan sang kekasih, saat Renjun menelpon kediaman keluarga Jeno pun, mereka bilang jika Jeno tidak pulang kesana. Renjun hanya diberi kabar jika Jeno sibuk dengan tugas kampus lalu hp Jeno sama sekali tidak bisa dihubungi. Renjun sangat hawatir pada Jeno, dia berusaha menghubungi semua teman Jeno yang dia tau untuk menanyakan dimana Jeno, dan yang ia dapat malah pesan bernada dingin dari Jeno yang berbunyi "bisakah kau berhenti meneror ku aku sedang sibuk, Huang Renjun". Renjun berusaha berpikir positif, mungkin Jeno sedang ada proyek besar dan dia sedang stress berat, akan lebih baik jika dia tidak mengganggu Jeno saat ini.
.
Mungkin kesialan memang tidak mau pergi dari Renjun hari ini, belum selesai masalahnya dengan Jeno, di kelaspun dia kembali mendapat masalah. Teman sekelas yang dipasangkan dengannya untuk tugas kelompok menolak ide Renjun dan mengancam tidak mau berpasangan dengan Renjun untuk tugas ini, padahal ide yang dipertahankannya itu kurang sesuai dengan tugas ini. Renjun berusaha bersabar dan bicara baik baik dengan pasangan sekelompoknya itu tapi dia malah membentak Renjun keras berkata 'Renjun itu sombong, sok pintar, dan karena dia cantik dia jadi harus selalu benar'. Seluruh kelas mendengar teriakan teman pasangan Renjun itu, dan mereka mulai bergunjing dan membenarkannya, mereka membicarakan betapa Renjun selalu di specialkan dalam segala hal karena dia terkenal dan cantik. Sebenarnya memang ada benarnya jika Renjun itu terkenal, tapi dia tidak pernah merasa dia selalu benar, dia selalu mendengarkan pendapat orang lain dan dia tidak pernah ingin di specialkan. Semua anggapan buruk itu selalu datang dari orang orang yang iri pada Renjun, ingat semakin terang suatu cahaya maka akan semakin jelas dan gelap bayangan yang di hasilkan.
.
.
Sukses sudah hari ini Renjun jadi pergunjingan buruk satu kelas. Kepalanya pusing bukan main menahan stress yang sudah ia pendam semenjak Jeno tidak pulang. Renjun berusaha menghubungi Mark dan Lucas, namun kedua sahabatnya itu tidak bisa dihubungi. Saat Renjun hendak menghubungi Jaemin, hp nya terlebih dulu berbunyi menampilkan nama Haechan. Di sambungan telepon, Heachan menangis dan berkata Lucas memutuskannya, tanpa menunggu lama Renjun pun langsung bergegas ke apartemen Haechan, tanpa perduli nasib tugas kelompoknya yang bermasalah.
.
Di apartemen Haechan, Haechan menceritakan semuanya, kejadian bermula disaat dia pergi ke apartemen Lucas dan menemukan Lucas dalam mood yang sangat buruk. Haechan bertanya masalahnya, dan Lucas hanya menjawab sekenanya jika dia ada masalah dengan Mark, karena itulah Haechan merencanakan agar Lucas dan Mark bisa bertemu dan saling bicara, namun tak disangka jika pertemuan itu malah memperburuk masalah mereka. Mark dan Lucas adu argument hingga sampai akan adu fisik jika Haechan tidak menghentikannya. Setelah itu Lucas membawa Haechan pergi, Lucas marah besar saat perjalanan mereka di mobil, dia bilang Haechan itu tidak tau diri dan kurang ajar mencampuri urusannya, dengan nada tinggi Lucas berkata jika dia tidak ingin lagi menjalin hubungan dengan Haechan, dia bahkan menurunkan Haechan di pinggir jalan tengah malam.
"hush….. sudah, sudah…. Lucas memang berengsek, jika bertemu dengannya aku janji akan memukulnya sekuat tenaga" Renjun berusaha menenangkan Haechan sambil memeluknya.
"dia...apa dia tidak mencintai ku…apa semuadah itu dia memutuskan ku…." Haechan masih menangis di pelukan Renjun.
"tidak Haechanie… dia mencintai mu, saat dia sadar dia pasti akan berlutut meminta kau kembali padanya. Sekarang yang perlu kau lakukan hanyalah menenangkan diri mu" kata Renjun.
"dia jahat Renjunie…." Racau Haechan.
"iya, dia jahat… Lucas memang kurang ajar… sudah jangan memikirkannya lagi" Renjun mengusap ngusap kepala Haechan. "bagaimana keadaan Jaemin ya…"
"Jaemin tak jauh beda, Mark oppa mengurung diri didalam studionya dan Jaemin tidak diperbolehkan mendekat padanya, dari kemarin Jaemin juga ikut mengurung diri dalam apartemen nya dan aku tidak bisa menghubunginya" jawab Haechan dengan nada parau.
"Ya Tuhan… kenapa masalah datang bersamaan, Mark dan Lucas bahkan tidak cerita apapun pada ku, Jeno juga menghilang…" Renjun ikut menitihkan airmata, dia tidak tahan dengan semua masalah ini.
"Renjunie maaf… aku tidak tau jika kau juga ada masalah, dan aku hanya menambah masalah mu" Haechan mulai histeris lagi dan memeluk Renjun makin erat.
"tidak Haechanie, Mark dan Lucas adalah sabahat ku, masalah mereka berarti masalah ku juga, dan kau juga sahabat ku Lucas sudah menyakiti mu berarti dia cari gara gara dengan ku"
.
.
.
Sepulangnya dari rumah Haechan, Renjun menemukan Jeno yang sedang berkemas memasukan beberapa baju dan buku ke dalam tas. Renjun melempar asal tasnya dan bergegas menhampiri Jeno.
"Jen, kamu mau kemana lagi? Setelah menghilang tiga hari kau masih ingin pergi lagi? Jen sebenarnya kau ini kenapa?" Tanya Renjun dengan meninggikan nada bicaranya.
"aku sibuk Renjun, banyak tugas dan proyek yang harus ku kerjakan, aku harus ke perpustakaan untuk meminjam buku dan aku akan menginap di rumah teman ku untuk mengerjakan tugas" jawab Jeno tanpa memandang Renjun.
"Jen! Lihat wajah ku saat aku berbicara dengan mu, kau tidak sopan sekali" emosi Renjun mulai tersulut.
"berisik! Bisa tidak kau itu diam. Kau bukan istri ku Renjun jangan mengatur ku se enaknya" Jeno juga mulai meninggikan suaranya dan menatap tajam Renjun.
"LALU BAGIMU AKU INI APA?" teriak Renjun dengan diiringi tangisan. "kau menyuruh ku tinggal bersama mu dan kau dengan seenaknya menghilang tanpa memberi kabar. Aku ini manusia Jeno, aku bukan pajangan yang bisa seenaknya kau tinggal. Aku hanya ingin tau kau dimana dan sedang apa, jadi di sini aku tidak perlu hawatir lagi" Renjun menumpahkan segala emosinya.
Jeno yang melihat Renjun menangis pun seketika merasa bersalah. Pikirannya sangat kalut dengan tugas yang menumpuk sampai dia tidak sadar dia melukai Renjun. Jeno mendekat pada Renjun dan akan memeluk kekasihnya itu, namun Renjun menolak dengan mundur beberapa langkah.
"Renjun-ah…"
"kita tidak bisa meneruskan hubungan kalau kita tidak bisa saling menghargai Jen, aku tidak masalah kau marah marah di depan ku, tapi yang membuat ku sakit hati adalah kau tidak menganggap ku, kau bertingkah seakan aku ini hanya penganggu. Jika kau lelah dengan ku seharusnya kau bilang…" ucapan Renjun terputus karena tiba tiba Jeno memeluknya.
"maaf… maafkan aku… aku kalut karena tugas tugas itu, belum lagi dosen ku menyuruh ku untuk magang di kliniknya, kepala ku seakan mau pecah karena aku hampir tidak ada waktu untuk istirahat, maafkan aku sayang, aku hanya tidak ingin kau juga terbebani" ujar Jeno tampa melepaskan pelukannya dari Renjun.
"tapi jika kau tidak pulang kau malah membuat ku terbebani, kau tau Lucas dan Mark ada masalah dan mereka menghindari ku, teman ku di kelas menghindari ku, dan kau juga menghindari ku, sebenarnya apa yang salah dengan ku" Renjun masih menangis sambil terus mengeluarkan keluh kesahnya.
"tidak ada yang salah dengan mu sayang, aku yang salah aku minta maaf. Bahkan aku tidak tau jika kau sedang tertimpa banyak masalah" Jeno mengecup kening Renjung dengan lembut tanda penyesalan.
"kenapa laki-laki itu menyebalkan sekali…. Kau menghilang, Mark mengurung diri, dan Lucas dengan kurang ajarnya memutuskan Haechan padahal dia yang salah…" racau Renjun masih berlanjut.
"iya iya kami para lelaki memang berengsek dan menyebalkan, kau bisa memukuli ku sepuas mu" Jeno menghapus air mata Renjun.
"sekarang kata kan pada ku sebenarnya kau kemana selama ini?" Renjun mendongakkan kepala menatap Jeno.
"seperti yang ku bilang tadi, aku magang di klinik dosen ku, dan tugas kuliah ku sangat banyak dan susah, banyak teman sekelas ku yang pintar tapi mereka tidak mau mengajari ku, alhasil aku harus belajar sendiri di perpustakaan. Belum lagi banyak tugas kelompok yang harus ku kerjakan, aku tidak bisa membawa kelompok ku kemari karena teman satu kelompok ku semuanya laki-laki, dan mereka mata keranjang, kau sangat cantik dan aku tidak mau mereka memandangi mu dengan pikiran mesum mereka, jalan satu satunya adalah mengerjakan di rumah teman ku yang lain, dan di waktu tidak ada jam kuliah aku pergi ke klinik untuk menjadi asisten dokter di sana" jelas Jeno.
"apa salahnya kau berkata jujur Jen, aku tidak akan melarang mu. Lebih baik aku mendengar mu mengeluh setiaphari atau marah marah setiap hari dari pada aku tidak melihat mu sama sekali, jika kau keberatan teman mu melihat ku, aku bisa sembunyi di kamar saja dan aku janji tidak akan keluar apa lagi mengganggu mu" balas Renjun.
"iya iya aku minta maaf, setelah ini aku tidak akan menghilang lagi. Tapi soal aku magang di klinik itu tidak bisa di ganggu gugat karena sepertinya peluang ku untuk lulus lebih cepat lebih besar jika aku menuruti kata kata dosen ku, aku akan semakin sibuk setelah ini" sahut Jeno.
"asalkan kau masih tidur di rumah aku tidak masalah" Renjun melepaskan diri dari pelukan Jeno dan beranjak menuju tempat tidur untuk berbaring. "kau jadi pergi Jen?"
"tidak jadi, aku kehilangan mood untuk mengerjakan tugas. Biarkan saja kelompok ku mencari ku, aku sedang ingin bermalas malasan dengan mu seharian karena besok jadwal ku full dari pagi sampai malam" Jeno berbaring di samping Renjun.
"masalah Mark hyung dan Lucas hyung, ada apa dengan mereka bedua?" Tanya Jeno.
"mereka sepertinya ada masalah satu sama lain, Haechan berusaha mempertemukan mereka eh malah Lucas marah besar padanya, sampai memutuskannya. Mark mengurung diri di studio begitu juga dengan Jaemin, intinya kita semua ada masalah dalam waktu yang bersamaan" Renjun membalikan badan menghadap Jeno.
"kenapa Lucas hyung tega memutuskan Haechan? Sebenarnya apa masalah antara Lucas hyung dan Mark hyung? Apa Haechan baik baik saja?" Tanya Jeno lagi.
"kata Haechan masalah mereka itu tentang tugas proyek di kampus, sepertinya ada seseorang yang mengadu domba Mark dan Lucas dengan menebar kesalah pahaman diantara mereka, dan kau tau kan Lucas itu tempramennya sedikit buruk makanya dia hampir menghajar Mark dan masalah mereka menjadi makin besar. Haechan sendiri sangat terpuruk, dia menangis terus sejak Lucas memutuskannya. Yang aku tidak habis pikir kenapa dua orang bodoh itu tidak cerita pada ku dan mereka malah ikut menjauhi ku" jawab Renjun dengan wajah sedih.
"laki-laki butuh waktu untuk menyadari kesalahan mereka, jadi biarkan saja Mark hyung dan Lucas hyung merenungkan kesalahan mereka" Jeno membawa Renjun dalam pelukannya. "sekarang lebih baik kau istirahat, aku tau kau pasti lelah habis menangis seperti itu"
.
.
.
Saat akan menyiapkan makan malam untuknya dan Jeno, Renjun dikejutkan dengan kedatangan Lucas yang tiba tiba dengan wajah panik.
"Sweetheart, kau tau password apartemen Haechan? Dia mengganti password nya dan aku tidak bisa masuk" ujar panic Lucas.
"mau apa memangnya kau bertemu Haechan? Belum puas kau menyakitinya?" sahut sinis Renjun.
"aku mengaku, aku memang menyakitinya, dan aku memang berengsek sekali, makanya aku ingin menemuinya untuk minta maaf, tapi dia tidak ada dimana pun. Dia juga tidak bisa dihubungi" Lucas menarik nafas sejenak. "aku melacak hp nya, dan posisinya dia ada di rumah, tapi aku tidak bisa masuk ke dalam, jika kau tau tolong bantu aku Renjun"
"masih ingat kau dengan ku, akhir akhir ini kemana saja kau? Kau ada masalah dengan Mark pun kau tidak cerita pada ku, sebenarnya aku ini kau anggap apa Lucas" Renjun membentak Lucas.
"aku minta maaf, aku memang salah setelah ini aku akan berlutut memohon ampun dari mu tapi tolong bantu aku, aku hawatir pada Haechan" wajah Lucas benar benar terlihat panik dan hawatir sekarang.
"dan membiarkan mu dengan mudahnya mendapatkan Haechan kembali setelah kau mencampakannya begitu saja? Bahkan kau meninggalkannya di pinggir jalan tengah malam, di mana sopan santun mu sebagai pria" Renjun bertahan menolak Lucas, dan itu membuat Jeno yang dari tadi mendengarkan mereka dari ruang tamu mendekat.
"sayang, jangan seperti ini. Jika kau terus menyembunyikan Haechan, masalah mereka berdua tidak akan selesai. Lucas hyung sudah mengakui kesalahannya dan dia ingin minta maaf, dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Haechan" Jeno berusaha membujuk Renjun.
"baiklah, aku hanya akan membukakan pintu apartemen Haechan, aku tidak akan membujuk Haechan untuk menerima mu lagi atau apapun, karena keputusan semua ada pada Haechan dan bagaimana usaha mu untuk membujuknya" Renjun mebalikan badannya untuk mengambil tas begitu pun dengan Jeno, dia bergegas mengambil jaket dan kunci mobilnya.
"sayang, bisakah kau ambilkan tas peralatan medis ku, aku punya firasat kita akan membutuhkannya" ujar Jeno saat dia sedang memakai sepatunya, Renjun yang mendengarnya pun tampa banyak bertanya langsung mengambil tas peralatan medis Jeno yang selalu di tempatkan di ruang tengah supaya Jeno terus ingat membawanya ketika dia ada praktik dan jika ada situasi darurat mudah untuk mengambilnya.
Setelah selesai bersiap, Renjun, jeno dan Lucas pun menuju apartemen Haechaan.
.
.
.
Sesampainya di apartemen Haechan mereka menemukan Haechan pingsan di ruang tengah apartemennya, ternyata firasat Jeno benar. Jeno memang hafal betul tabiat sepupunya itu, Haechan akan melupakan makan dan akan menangis seharian jika dia stress atau frustasi sampai energinya habis, dan lihat, dia pasti pingsan karena tidak makan dan kelalahan menangis.
"Ya Tuhan Haechan, bangun sayang kau kenapa?" Lucas langsung menghampiri tubuh Haechan, lalu mengangkatnya ke sofa.
"Jen, firasat mu benar" gumam Renjun yang masih sedikit terkejut.
"ini semua salah mu Lucas! Kau memang berengsek!" Renjun mengdekat pada Lucas dan menamparnya kucup keras.
"maaf…" Lucas sama sekali tidak menghindari tamparan Renjun.
"puas kau membuat Haechan seperti ini? Aku kecewa sekali pada mu Lucas. Kau sepupu ku dan kau juga sahabat ku, aku mempercayakan sahabat ku Haechan pada mu tapi ini yang kau lakukan padanya. Ingat walaupun kita ini saudara dan sahabat, tapi jika kau berbuat hal yang salah maka aku adalah orang pertama yang akan menampar wajah mu dengan keras" gertak Renjun.
"kau bisa menampar ku sepuas mu, aku memang bajingan" Lucas hanya bisa menundukan wajahnya.
"Haechan cinta sekali pada mu, dia bahkan sudah menyerahkan hal terpenting baginya pada mu, makanya dia sefrustasi ini saat kau memutuskannya. Kau sadar tidak sih, kau sudah memperlakukan Haechan seperti wanita murahan yang hanya kau ambil keperawanannya dan setelah itu kau tinggalkan begitu saja. Kau pria paling bajingan yang pernah ku temui Lucas, dan aku tidak menyangka bajingan itu saudara dan sahabat ku sendiri" Renjun masih terus memojokan Lucas.
"sudahlah sayang, aku tau kau kecewa dengan Lucas hyung, aku pun juga kecewa padanya karena dia tidak bisa menjaga Haechan dengan baik, tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk saling menyalahkan" Jeno berusaha menenangkan kekasihnya itu.
"Jeno-ya, tolong periksa Haechan dulu" ujar Lucas pelan.
"pasti aku akan memeriksanya, tapi ku mohon kalian tenang dan Renjun sayang berhenti memaki Lucas hyung" Jeno mulai memerikasa Haechan dan memeberikan pertolongan pertama yang dia bisa.
"bagaimana keadaannya?" Tanya Lucas.
"dia baik baik saja, dia hanya dehidrasi dan kehabisan tenaga karena terlalu banyak menangis. Setelah dia sadar, beri dia makan dan dia akan kembali sehat seperti semula" Jeno memasangkan infuse pada Haechan. 'untung ada infuse juga di tas ku' batin Jeno.
"syukurlah…" Lucas bisa bernafas lega.
"sekarang kau pulang saja, biar aku dan Jeno yang merawat Haechan" perintah Renjun pada Lucas.
"tapi Renjun…" ucapan Lucas langsung disela oleh Renjun.
"kau sudah tidak ada urusan lagi di sini, aku dan Jeno lebih baik dalam mengurus Haechan dari pada kau" bentak Renjun.
Suara keras Renjun membuat Haechaan tersadar dari pingsannya.
"Renjunie…." Ujar lemah Haechan yang mendengar Renjun berteriak.
"iya chanie, aku di sini" Renjun langsung berbalik dan menggenggam tangan Haechan. "sudah merasa lebih baik?"
"Haechanie kau tidak papa?" Tanya Lucas hawatir.
"mau apa oppa kemari? Bukannya semua sudah berakhir" ujar sedih Haechan diiringi linangan air mata.
Jeno yang melihat situasi itu langsung menarik Renjun kebelakang agar Lucas bisa mendekat pada Haechan.
"sayang maafkan aku, saat itu aku terlalu emosi dan tidak bisa berpikir jernih, aku juga tidak tahu kenapa aku tiba tiba mengeluarkan kata kasar pada mu dan memutuskan hubungan kita" Lucas mendekat pada Haechan dan menggenggam tangan orang yang dicintainya itu.
"aku tidak ingin mendengar mu lagi oppa, pergi!" tangisan Haechan makin menjadi.
"tidak… aku tidak akan pergi lagi, aku sungguh sangat menyesal, aku masih sangat mencintai mu. Kau bisa memukul ku, menampar ku, atau melakukan apa pun pada ku tapi ku mohon terima aku kembali" Lucas memeluk Haechan yang terbaring di sofa.
"kau begitu mudahnya mengatakan putus, itu membuatku meragukan cinta mu oppa" Haechan tidak melawan maupun membalas pelukan Lucas, dia hanya menangis tersendu dalam pelukan Lucas.
"maaf kan aku… aku sangat kalut saat itu, aku kesal sekali dengan Mark, dia menolak usulan tugas proyek yang ku ajukan dan dia tidak memberi tahu ku hasil revisi akhir tugas kami, alhasil saat presentasi aku tidak mengerti apapun dan aku terancam mendapat nilai E dalam mata kuliah itu, dan yang paling membuat ku marah adalah dia tidak mengakui kesalahannya dan malah menyalahkan ku yang tidak terlalu perduli dengan tugas itu. Karena saat itu kau juga ikut menyalah kan ku, aku jadi terbawa emosi" jujur Lucas pada Haechan.
"aku tidak menyalahkan mu oppa, aku hanya berkata itu hanya salah paham" sahut Haechan.
"entah salah paham atau apa yang pasti aku sadar, tidak seharusnya aku meluapkan emosi ku pada mu, kau tidak salah. Aku minta maaf"
"aku akan memaafkan oppa jika oppa mau bicara baik baik dengan Mark oppa" jawab Haechan.
"tapi…"
"bicaralah dengan Mark, Lucas! Kau tidak hanya sekelompok dengan Mark kan? Kau pasti tidak menyelidiki teman satu kelompok mu yang lainnya. Coba kau pikirkan, Mark sudah menjadi teman mu sejak lama, untuk apa dia berbuat hal kotor seperti menjatuh kan mu, apa untungnya bagi Mark dia juga bukan tipe orang yang terlalu ambisius dalam hal akademik" sela Renjun tiba tiba.
"aku percaya dengan persahabatan kalian, aku percaya Mark oppa tidak mungkin menjatuhkan mu seperti itu, makanya aku mempertemukan kalian supaya kalian bisa membicarakannya dengan baik dan mencari orang yang telah memulai kesalah pahaman ini" Haechan keluar dari pelukan Lucas dan mendudukan dirinya. "aku tidak akan menerima mu lagi jika kau belum berdamai dengan Mark oppa"
"apapun akan ku lakukan asal kau menerima ku lagi, kalau perlu hari ini juga aku akan menemui Mark" Lucas menatap Haechan dengan tatapan bersungguh sungguh.
Tiba-tiba bell apartemen Haechan berbunyi. Karena tidak mau merusak suasana antara Lucas dan Haechan, Jeno berinisiatif untuk membukakan pintu. Ketika dia membuka pintu, Jeno melihat Mark dan Jaemin berdiri di sana, tanpa pikir panjang Jeno mempersilahkan mereka masuk.
"Nana… Oh Tuhan, kau kemana saja…" Renjun yang melihat Jaemin langsung memeluknya.
Suara Renjun membuat Haechan dan Lucas mengalihkan pandangan mereka padanya, dan mereka pun mendapati Mark juga ada disana.
"pas sekali kau datang, Mark aku…" Lucas berdiri dan mendekat pada Mark.
"sudah lah, aku tahu kita sama sama bodoh, aku juga salah dalam hal ini maka dari itu jangan minta maaf" Mark menyela perkataan Lucas.
"aku sudah menyelidiki semuanya, salah satu anggota kelompok kita Y******, dia yang membajak hp mu sehingga revisi tugas yang ku kirim pada mu terhapus dan dia juga mengirim pesan padaku menggunakan nomor mu jika kau menyetujui revisi tugas itu, selain itu usulan yang katanya kau ajukan itu jujur aku tidak pernah tau soal itu makanya aku kaget saat kau bilang aku menolak usulan mu, bisa jadi dia yang mendengar usulan mu dan dia tidak mengatakan usulan itu pada ku dan malah bilang pada mu jika aku menolak usulan itu. Maafkan aku, seharusnya aku diskusi dulu dengan secara langsung dengan mu sebelum mengambil keputusan untuk revisi, seharus nya aku lebih memperhatikan lagi usulan dari semua kelompok" lanjut Mark dengan wajah menyesal.
"aku yang harus minta maaf, dari awal aku yang terlalu emosi dan tidak mempercayai mu" Lucas tersenyum lega, karena ternyata itu semua memang benar hanya salah paham.
"sebagai ketua kelompok aku akan bertanggung jawab malasah nilai mu. Aku sudah mengumpulkan bukti bukti yang kuat, jadi setelah ini kita harus menghadap dosen untuk membersihkan nama mu, dan anak yang mengadu domba kita harus dapat ganjaran yang setimpal" ujar Mark mantap.
"terimakasih, kau memang sahabat ku" Lucas memeluk Mark.
"jadi Mark, kau mengurung diri itu karena kau merasa terbebani dengan jatuhnya nilai Lucas, dan kau berusaha mencari tau siapa pengadu domba kalian agar nilai Lucas terselamatkan?" sahut tiba tiba Renjun.
"tentu saja terbebani, kita satu kelompok juga kan dan dia terancam tidak lulus karena tugas kelompok dengan aku di dalamnya, apalagi dia sahabat ku, aku tidak ingin sahabat ku tertimpa masalah" ujar Mark setelah Lucas melepas pelukannya.
"lalu kenapa Jaemin juga ikut mengurung diri?" Tanya Jeno.
"aku ngambek sama Mark oppa. Dia tidak memperdulikan ku dan berkata tidak ingin diganggu, dia juga tidak mau cerita apa masalahnya dengan ku, aku kan kesal tidak dianggap seperti itu" jawab Jemin.
"benar, laki laki memang suka se enaknya sendiri tidak memperdulikan pacar mereka. Mereka kira kita ini pajangan" sindir Renjun.
"sayang jangan mulai lagi" Jeno menyenggol lengan Renjun.
"lalu bagaimana bisa kau kemari dengan Mark?" Tanya Renjun pada Jaemin.
"setelah dia menemukan tersangka dan petunjuk petunjuk yang dia butuhkan dia pergi menemui ku dan minta maaf, karena asalannya masuk akal ya ku maaf kan saja" jawa Jaemin.
"eumm…. Sayang, aku di maafkan tidak? Kita bisa pacaran lagi kan?" Tanya Lucas hati-hati pada Haechan.
"iya… aku memaafkan mu" haechan tersenyum lembut pada Lucas.
"terimakasih sayang, aku mencintai mu" Lucas memeluk Haechan lagi untuk kesekian kalinya hari ini.
"aku juga mencitai mu oppa, tapi…" Haechan menggantung ucapannya.
"tapi apa sayang?" Tanya Lucas.
"jika kau memutuskan ku se enaknya dan menurunkan ku di jalan tengah malam lagi, aku benar benar tidak akan mau kembali pada mu" jawab Haechan dengan nada tegas.
"tidak akan, aku tidak akan pernah mengulanginya lagi. Renjun juga pasti akan memukul ku sampai aku mati jika aku melakukannya lagi, tadi saja dia menampar ku keras sekali" Lucas melepaskan pelukannya dan menatap Haechan dengan tatapan minta di kasihani.
"itu sih memang kau pantas untuk ditampar, laki-laki yang menurunkan seorang gadis di jalanan tengah malam itu laki laki tidak punya etika, Renjun juga pasti memukul ku jika aku berbuat seperti itu" sahut Mark.
"Mark oppa benar, kau pantas mendapatkannya. Terimakasih Renjunie" Haechan tersenyum menahan tawa, dia merasa puas pacarnya ini mendapat hukuman yang bahkan dia dapat dari sahabatnya sendiri.
"sama sama Haechan, lain kali jika Lucas berulah aku tidak keberatan untuk menamparnya lagi" Renjun menanggapi dengan riang.
"sweetheart, kau ini sadis sekali. Jeno pasti tertekan menjadi pacar mu" cibir Lucas.
"Renjun tidak pernah memukul ku, dan aku tidak merasa tertekan" sahut Jeno santai.
"itu karena Jeno adalah tipikal laki-laki baik yang tidak pernah berbuat aneh aneh, tidak seperti mu oppa" sindir Jaemin.
"kau benar Nana, pacar ku ini memang pria trouble maker makanya dia sering di tampar perempuan" Haechan menimpali.
"terserah kalian saja, kalian semua selalu jahat pada ku" Lucas mulai merajuk dengan memasang wajah masam.
"bercanda sayang, jangan marah" Haechan menarik Lucas yang duduk di sampingnya lalu mengecup bibir Lucas singkat.
.
.
.
END
.
.
.
Satu lagi cerita dari Dreamies
Terimakasih buat kalian yang sudah baca FF ini.
BTW Jun udah lama bgt gak update FF ini, mungkin udah banyak yang lupa sama FF ini.
Jun gak berharap lebih sih dari ff ini, tapi kalau bisa tolong sempatkan untuk review
Kalian juga bisa request cerita tentang mereka yang kalian pengen Jun jadi'in FF dengan cara Review.
FF ini akan terus lanjut, selagi ada yang minat sama FF ini.
Jangan pula follow FF ini jadi kalian bisa tau kalo FF ini update
Sampai ketemu di Chapter selanjutnya
XOXO
Junra
