Chapter 4 – Wolf

Serigala adalah musuh alami para kaum nomaden, suku penunggang kuda


.

Nomaden Arc

.


Berawal dari ketika mereka semua sudah selesai sarapan dan disibukkan kegiatan sehari-hari di pagi hari yang tenang seperti biasa, Shina terlihat tersentak karena ia melihat sesuatu yang mengejutkan.

"kenapa, Shina?" tanya Kija menghampirinya.

"anak laki-laki... dikejar serigala...".

Mendengar ucapan Shina, Kija memberitahu hal itu pada yang lain sehingga Jae Ha melompat ke tempat anak itu untuk menyelamatkannya. Saat Jae Ha kembali, ia menggendong anak laki-laki berambut hitam bermata merah yang kira-kira seusia Yun, ia terluka di bahu kiri dan lengan kirinya akibat digigit serigala. Setelah Yun mengobatinya, saat mereka ingin menanyakan asal anak itu agar mereka bisa mengantarnya pulang, Yona yang baru saja berlatih pedang sekaligus berburu bersama Hak dan Leila kembali.

Anak laki-laki tak dikenal itu langsung menangis dan memeluk Leila "IBU?!".

Sama seperti Hak yang mata dan bibirnya membulat, yang lain juga tak ada yang bicara saking kagetnya.

"Leila, ternyata kau..." gumam Yona menutup mulutnya.

"kalian salah paham?!" pekik Leila.

Anak itu bernama Inukai, usianya 12 tahun, di usia 3 tahun ia ditemukan di depan mayat kedua orang tuanya, seorang diri di tengah padang rumput saat kelompok nomaden yang dipimpin Aruma melewati daerah itu. Nampaknya kelompok nomaden lain telah menyerang kelompok nomaden tempat Inukai berasal sehingga hanya Inukai yang tersisa di kelompoknya.

"jadi singkatnya bocah ini anak asuhmu, begitu? bikin kaget saja" gumam Hak.

"apa boleh buat, saat pertama kali bertemu, dia hanya jinak padaku" ujar Leila mengelus-elus kepala Inukai yang menyantap onigiri pemberian Leila untuk mengisi perut pasca tangisannya reda.


Saat pertama kali bertemu Inukai, ia seperti serigala yang siap menerkam orang yang berusaha mendekatinya. Setelah seluruh anggota klan nomaden tempat Inukai berasal dimakamkan oleh anggota kelompok Aruma, ia hanya diam di depan kuburan orang tuanya. Mereka mengajak Inukai untuk bergabung dengan mereka, tapi ia hanya bungkam. Saat mereka hendak pergi dari tempat itu, Aruma berdiri di belakangnya.

"kalau kau diam disini terus, bisa-bisa kau jadi santapan serigala atau mati kelaparan, bocah".

Tak ada respon, sehingga Aruma mengangkatnya paksa namun Inukai menyerangnya dengan pisau kecil di tangannya "pergi?! menjauh dariku?!".

Tentu saja serangan anak kecil bisa dihindari Aruma dengan mudahnya, tapi di saat yang lain menyingkir darinya, berusaha menjaga jarak darinya bahkan berniat meninggalkannya, Leila memeluknya meski pisau kecil Inukai menggores bahunya.

"kau ini, masih kecil tapi galak, ya?" ujar Leila mengelus-elus kepala Inukai dan tersenyum lembut "tak apa, jangan takut, kau akan kulindungi, jadi ikutlah dengan kami... takkan ada yang menyakitimu, aku jamin itu, karena kami yang akan menjadi keluargamu mulai sekarang".

"tapi... mereka bilang... takkan pergi... dan akan segera... kembali... tapi kenapa... ibu... dan ayah..." isak Inukai.

"tak apa, menangislah... setelah itu makan dan tidurlah, tetaplah hidup, agar kau bisa tersenyum lagi esok hari...".

Leila menggendong Inukai yang menangis, tangisan pertamanya setelah kematian kedua orang tuanya. Setelah Inukai tertidur karena kelelahan menangis, Akiko mengobati luka Leila.


"padahal sesama kelompok nomaden, tapi saling menyerang?" gumam Yona.

"kau bisa sebut itu akibat hubungan yang buruk antar suku, putri... anggap seperti hubungan antara suku api dan suku angin yang kurang akur" ujar Haku menjawab kebingungan Yona.

Leila mengangguk "itu hal yang biasa terjadi di antara kaum nomaden, tiap kelompok biasanya terdiri dari satu klan, semacam kepala keluarga kemiliteran dalam pemerintahan... pertentangan anta kelompok adalah hal yang biasa terjadi, pertempuran antar kelompok suku penunggang kuda memang sangat sengit tapi ada satu klan yang berpendapat lain, klan nomaden tempat aku dititipkan sejak aku berusia 9 tahun".

Setelah dibawa ke Kekaisaran Kai, Leila dan Maya tinggal bersama sahabat Maya, Sakura yang membawanya untuk ikut tinggal bersamanya di kuil Kousei. Kuil Kousei sesekali dikunjungi oleh kaum nomaden maupun keluarga kemiliteran Kekaisaran Kai, itulah sebabnya ketika Leila ingin diajari banyak hal, seperti ilmu bela diri atau cara menggunakan senjata, cara hidup di alam bebas sekaligus ingin melihat dunia di luar kuil, Maya yang merasa cara hidup kaum nomaden bisa memenuhi keingintahuan Leila, menitipkan Leila pada Aruma, lagipula masih ada Akiko, adik Aruma yang bisa ia percaya untuk menjaga Leila sebagai sesama perempuan. Aruma yang saat itu masih menjabat sebagai wakil ketua klan dimana posisi ketua masih ada di tangan ayahnya menerima permintaan Maya karena ayahnya bersahabat dengan kepala biksu kuil Kousei yang juga meminta hal yang sama pada ayah Aruma. Leila ikut dengan kelompok nomaden hingga ia berusia 16 tahun. Saat ia akan berusia 16 tahun, ia kembali ke kuil Kousei untuk melakukan upacara kedewasaan dan ia diangkat menjadi Miko naga.

Leila menepuk tangan "baik, kita akhiri pembicaraan soal ini... sekarang, bisa jelaskan padaku kenapa kau ada disini, Inukai?".

"ah, benar" ujar Inukai menepuk tangan "jadi yang ingin kuberitahu adalah...".

"APA?! kaum nomaden melakukan invasi pada pemerintahan Kekaisaran Kai Utara!?" pekik Yona dkk.

"wow, mereka benar-benar melakukannya... jadi apa aku harus memberikan ucapan selamat?" ujar Leila dengan santainya bertepuk tangan.

"kakak?! kenapa malah santai begitu?! kalau bocah ini sampai datang ke tempat kita, berarti ada apa-apanya, kan?!" pekik Yasmine mencengkram kerah baju Leila, mengguncang-guncang Leila.

"yah, soalnya aku tak melihat apa hubungannya denganku dalam invasi ini mengingat aku tak ikut andil dalam serbuan ini, lain cerita kalau aku masih ada di kelompok mereka dan ikut membantu invasi mereka..." ujar Leila mengalihkan pandangannya pada Inukai "berarti karena mereka bergerak, akhirnya pangeran bersedia naik tahta, ya... tapi mengingat sikap lembek tuan putri satu itu, pasti mereka langsung melakukan penyerbuan secara diam-diam ke pusat inti, tepatnya ibukota Kekaisaran Kai Utara, kastil Ryugo di Tenchou, benar?".

Inukai mengangguk "serbuan dilakukan di malam hari, karena katanya akan lebih efektif jika ingin melakukan kejahatan di malam hari, lalu kami berhasil menduduki kastil saat fajar tiba".

Melihat Inukai mengacungkan jempol, Leila menepuk kepalanya "tetap saja, apa hubungannya dengan kedatanganmu kemari?".

"itu dia masalahnya, setelah itu pangeran dan putri meminta paman Aruma untuk mencari kak Leila, tentu saja nyonya Tomoe juga ikut, tapi setelah kembali mereka malah memberi kabar pada kami kalau kau dikejar jenderal suku api bahkan jatuh dari jurang di pegunungan terjal. Setelah mereka berdua menghubungi pangeran dan putri, mereka membawa sedikit pasukan untuk meminta pertanggungjawaban dari jenderal suku api. Tahu sendiri sifat paman Aruma seperti apa sampai dijuluki Bakuen no Aruma (Aruma si ledakan api). Dia berniat melakukan negosiasi terlebih dahulu dan berhadapan satu lawan satu dengan jenderal suku api sementara nyonya Tomoe dan pasukan kita diminta menunggu di tempat lain. Saat para orang dewasa itu sibuk dengan urusan mereka yang kurang kumengerti, akhirnya kuputuskan mencari kak Leila ke tempat kau menghilang, saat aku menemukan aroma darimu dan mengikuti jejak aroma itu, ada serigala yang mengejarku dan aku ditolong paman itu".

"jangan memanggilku paman, dong?! aku belum setua itu untuk dipanggil paman?!" pekik Jae Ha.

Mendengar penjelasan panjang lebar dari Inukai, Leila menepukkan kepalan tangan kanannya ke telapak tangan kirinya "nah, itu baru namanya masalah serius dan berhubungan denganku".

"tapi kau terlihat santai saja, ya? yah, aku sudah tahu kalau itu memang dari sananya sebagai turunan ibu..." ujar Yasmine memiringkan kepala.

Yona sudah bersiap meminta yang lain untuk ikut pergi, tapi Leila mencegahnya karena akan berbahaya bagi mereka untuk muncul di hadapan suku api.

"tidak, kalian tinggal saja, pada dasarnya ini masalah antara aku dengan para nomaden... asal aku menampakkan diri di hadapan mereka dan membujuk mereka kembali, pasti mereka akan pulang ke Kekaisaran Kai" ujar Leila meminta yang lain ikut tinggal di tempat Ik-Su "lagipula aku merasa ada kontradiksi disini... pangeran dan putri sudah tahu kalau aku masih hidup dan sehat walafiat bersama kakak dan yang lain, tapi kenapa mereka malah diam bahkan menyuruh kaum nomaden untuk mencariku?".

"sebentar, siapa yang anda maksud dengan 'pangeran dan putri' yang kalian sebut sejak tadi, nona Leila?" tanya Kija mengangkat tangan.

"oh, aku belum bilang? kalian juga kenal, kok... pasangan suami istri yang kita temui di Awa itu" jawab Leila mengacungkan jari telunjuknya sebelum refleks menutup mulutnya "duh, itu harusnya rahasia...".

"EEEHHH!?" teriak anggota yang lain.

.

"baik, aku akan pergi bersama Inukai" ujar Leila berdiri sambil mengajak Inukai dan meminta yang lain menjaga Yona.

Mereka berada di 'gang belakang' Saika untuk mencari informasi, setelah mendapat informasi kalau kedua pemimpin dari pihak suku api dan klan nomaden akan berhadapan hari ini, Leila berniat mencegah pertempuran sementara yang lain diminta mengawasi dan mencegah salah satu pihak mengangkat senjata.

"tunggu, biarkan Shina ikut denganmu" pinta Yona.

Shina mengangguk, ia memang bisa diandalkan untuk mencari tempat pertemuan mereka kali ini sehingga Leila menerima permintaan Yona, sebenarnya juga agar Shina bisa menjaga Leila.

"hati-hati, kak?! Shina, kalau pria itu jadi serigala lagi, tendang saja?!" pinta Yasmine sambil melambaikan tangan.

"jangan minta yang tidak-tidak pada Shina, dong?!".

"siapa yang bisa jadi serigala?" tanya Inukai dengan polosnya.