Chapter 7 – Farewell

Perpisahan telah terjadi, cepat atau lambat pasti akan terjadi selama masih ada pertemuan


.

Nomaden Arc

.


Siasat Yohime dan Hakuya berhasil, Kaisar Dal memakan umpannya. Masih ada teman mereka di perbatasan yang menjadi mata-mata dan mendengar pasukan Kekaisaran Kai Selatan tengah menuju ke Kekaisaran Kai Utara, Yohime dan Hakuya bergegas mengajak kaum nomaden dan yang lain kembali ke Kekaisaran Kai Utara.

"apa kau yakin, kau takkan kembali bersama kami?" tanya Tomoe pada Leila.

Leila menggelengkan kepala "ada keluargaku yang membutuhkanku disini, aku sudah tak bisa kembali bersama kalian".

"meski begitu, kau tetap adik kami... sesekali berkunjunglah, dan jika kau tak bisa berkunjung ke tempat kami... kami yang akan mengunjungimu" ujar Aruma merangkul Leila.

Tomoe mengangguk mendengar ucapan Aruma dan memeluk Leila "benar, jangan lupa, kapanpun dan dimanapun kau berada, kau tetap bagian keluarga kami, para nomaden".

"hati-hati di jalan!?" ujar Leila dan Yui melambaikan tangan pada teman-teman... keluarga dari Kekaisaran Kai.

Meski hanya sebentar, mereka juga sudah melakukan perpisahan pada Yona dkk.

"pada akhirnya, mereka kemari hanya untuk membuat keributan singkat?" gerutu Hak.

"sudahlah, Hak... lucu juga melihat Inukai yang sempat tak mau berpisah dari Leila, kan?" ujar Yona tertawa.

"karena aku kakak perempuan sekaligus ibunya" sahut Leila terkekeh.

Saat mereka mundur dari tengah lapangan, mereka tak sengaja berpapasan dengan rombongan suku api dan Soo Won.

Haku membuang muka saat ia bertemu pandang dengan Soo Won, kali ini berkat Yona yang terus memegangi lengannya dan mengajaknya pergi menjauh.

Leila dan Kyo Ga sempat bertatap mata sebelum akhirnya keduanya sama-sama mengalihkan pandangan.

Tak ada kata-kata yang perlu diucapkan, karena perpisahan telah dilakukan.


Kyo Ga sempat bertanya pada Aruma tentang siapa itu Takahiro. Aruma sempat terkejut saat Kyo Ga mengetahui nama yang familiar baginya, meski begitu ia tetap menceritakan apa yang terjadi untuk menjawab pertanyaan Kyo Ga.

Takahiro adalah adik Mulan, usianya terpaut 7 tahun dengan Leila tapi itu tak menghalangi hubungan yang muncul antara mereka berdua. Maya tahu kalau Takahiro adalah pria yang baik, karena itu Maya tak keberatan jika putrinya menjalin hubungan dengan Takahiro. Mereka sudah bertunangan dan berniat menikah jika Leila sudah di atas 16 tahun.

Namun terjadi tragedi di musim dingin yang memisahkan keduanya, saat Leila berusia 15 tahun maka Takahiro berusia 22 tahun. Ketika mereka berada di pegunungan, terjadi longsor salju di dekat kaki gunung kristal es, Takahiro mengalami kecelakaan di gunung salju bersama Leila. Ketika Leila hampir terjatuh ke bawah tebing dimana kristal es sudah menunggu di bawahnya, Takahiro menariknya dan melempar tubuhnya pada Aruma. Kristal es yang semua berwarna putih kebiruan, berubah menjadi merah karen berlumur darah Takahiro, menjadi pasak yang menusuk tubuh Takahiro.

"Leila sampai demam tinggi selama beberapa hari pasca peristiwa itu akibat shock dan saat ia sudah sadar, yang pertama kali ia tanyakan adalah dimana Takahiro. Entah kami harus sedih atau bersyukur, ia tak ingat apa yang terjadi pada Takahiro sehingga kami semua sepakat untuk tutup mulut dan mengatakan pada Leila bahwa Takahiro meninggal akibat infeksi luka yang ia dapat dari kecelakaan di gunung salju, bahwa mayatnya sudah dimakamkan saat Leila sedang demam tinggi".

Pembicaraan ini tentu saja dilakukan Aruma dan Kyo Ga saat Leila sedang pergi bersama Shina keluar untuk mencari persediaan kayu bakar dan makanan saat badai salju sedang reda di pagi hari. Inukai yang berjaga di depan pintu untuk mengawasi kalau Leila sudah datang juga sudah tahu soal Takahiro, tak mungkin ia buka mulut tentang hal yang ia tahu hanya akan menyakiti Leila.

"kak Leila tahunya kalau kak Taka meninggal karena sakit, jadi jangan beritahu apa yang kita bicarakan ini padanya, paman dari suku api".

"siapa juga yang berniat menceritakan hal ini padanya?".

"seharusnya Leila itu musuhmu, kan? sebenarnya kau menganggapnya sebagai apa?".

Kyo Ga tertegun, tak dapat menjawab pertanyaan Aruma.

.

"tunggu, memangnya sudah tidak apa-apa jika kau bangun?" ujar Leila menghampiri Kyo Ga yang berjalan keluar.

Kyo Ga menyadari, selama Leila merawatnya, meski Leila berada di dekatnya, ia selalu berada pada jarak tertentu. Bukan berdasarkan jarak fisik, melainkan jarak yang diciptakan dari hati.

"kenapa kau menjaga jarak dariku?".

"kau membenciku, kan?".

Kyo Ga tertawa, terkekeh mendengar pertanyaan wanita di hadapannya "akan lebih mudah jika aku bisa membencimu sejak awal... kenapa kau kira aku membencimu?".

"tapi kau selalu merengut, kau selalu terlihat marah, bicara dengan nada tinggi dan sinis setiap bertemu denganku setelah kau tahu aku...".

"maaf saja, ini sudah bawaan dari sananya" sahut Kyo Ga menghela napas "benar, aku memang marah... wajar aku marah karena aku ditipu, karena aku merasa aku telah mengerti tentangmu tapi ternyata aku salah... beritahu aku, Leila, apa itu semua hanya bohong? waktu yang telah kita lewati bersama... senyumanmu, kelembutanmu dan kata-katamu... apa semua itu hanya bohong?".

Jika berpisah tanpa mengucapkan kata perpisahan, tak bisa disebut benar-benar telah berpisah. Keduanya paham, baik Kyo Ga dan Leila, bahwa keduanya adalah musuh. Leila sadar Kyo Ga pasti berpihak pada Soo Won dan bersedia mengabdikan dirinya sepenuhnya sebagai pedang dan perisai raja sedangkan ia sendiri, Leila Dilwale Diandra, telah bersumpah bahwa ia akan berpihak pada raja yang diakui kakaknya, pada putri Yona meski itu berarti harus menjadikan dirinya sebagai pedang dan perisai raja. Leila bisa melihat keraguan Kyo Ga sehingga Leila yang memutuskan untuk memulai duluan.

"...aku senang bisa bersamamu, waktu yang kita lalui bersama benar-benar menyenangkan" ujar Leila mendongak, menatap Kyo Ga "tapi di saat yang bersamaan, aku juga merasa sesak saat bersamamu, karena itu... lebih baik kita berpisah saja".

"apa aku boleh tahu alasanmu merasa sesak bersamaku?".

"aku tak pantas menerima kebaikanmu, Kyo".

"...apa aku beban bagimu?".

"bukan, aku tak bisa mengatakannya dengan baik, tapi... maafkan aku...".

Air mata yang menetes dari mata biru itu terlihat berkilau, Kyo Ga hanya merangkul Leila dan bergumam "aku mengerti".

Di balik pohon dekat situ, Shina dan Ao bersembunyi di balik pohon untuk mengawasi mereka bersama Inukai, sementara Aruma yang ada di dalam pondok melihat apa yang terjadi, namun ia tak perlu menanyakan apa yang terjadi, ia mengerti perpisahan telah dilakukan.

Leila sempat ingin mengembalikan jepit rambut dan gelang yang ia dapat dari Kyo Ga namun Kyo Ga menolak mengambilnya kembali. Barang itu telah diberikan Kyo Ga padanya dan ia tak akan mengambil apa yang telah ia berikan pada orang lain, terserah Leila sebagai pemilik barang itu sekarang, mau ia buang atau ia apakan barang itu.


"Leila terlihat lesu akhir-akhir ini" ujar Yun cemas.

Yona mendongak "Hak, apa dia tak cerita apa-apa padamu?".

"dia itu belahan jiwaku, dan kau pikir dia mau cerita masalah pribadinya?" tanya Hak.

"benar, tapi... apa-apaan posisi kalian?" tanya Yasmine memicingkan mata melihat Hak yang duduk bersila dan memangku Yona yang ia sisir rambutnya selagi menunggu makanan mereka.

"lihat sendiri, kan? menghabiskan waktu dengan cara menata rambutnya".

"soalnya rambutku susah diatur".

"sudahlah, Yasmine-chan... kakakmu sedang mesra-mesranya dengan kekasihnya, jangan kau ganggu mereka" goda Jae Ha yang menepuk bahu Yasmine sambil tersenyum lebar.

"mata sipit...".

"Jae Ha?!".

Adalah keputusan tepat untuk mengajak Shina bersamanya, sebab Leila sudah meminta Shina untuk tutup mulut soal apa yang terjadi di antara dia dan Kyo Ga dan Shina pasti menepati janji yang ia buat pada Leila meski konsekuensinya setelah itu sesekali Shina mengawasinya dengan cemas.

"sudahlah, Shina... aku tak apa-apa, sungguh".

Meski begitu, Shina tetap merasa kalau Leila sebagai adik Hak benar-benar mirip dengannya, ia merasa kalau Hak juga akan bersikap seperti itu.