Chapter 14 – Abandoned Princess

Ditelantarkan oleh ayah kandungnya membuatnya merasa tak dibutuhkan sehingga ia juga beranggapan bahwa ia tak memerlukannya


.

Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc

.

Tamu tak diundang yang muncul di hadapan Yona dkk adalah seorang wanita yang kira-kira seusia Leila, ia memiliki rambut berwarna brunette lurus sedada yang selaras dengan warna mata hazel miliknya. Saat melihat Yui yang duduk di pangkuan Jae Ha, wanita itu memeluk Yui. Yui terkejut mendengar suara wanita yang ia kenal itu. Namanya Amitha, ia datang dari Kekaisaran Kai Selatan untuk mencari Yui karena dua hal.

Pertama, karena ia ingin memastikan kalau Yui selamat setelah mendengar kalau kuil Sakura merah mencari Yui.

Kedua, karena ia tak tahu lagi pada siapa ia bisa meminta tolong membantunya menghentikan ayah dan kakaknya.

Saat nama kuil Sakura merah disebutkan, ekspresi Yui berubah drastis, Yui memegang kedua tangan Jae Ha yang membiarkannya duduk di pangkuannya dengan tangan gemetar. Sebelum Yona menanyakan apa yang terjadi, Hak meminta Amitha menjelaskan identitasnya terlebih dahulu.

Sebelum ia menjelaskan identitasnya, Amitha menjelaskan kondisi di Kekaisaran Kai Selatan saat ini yang diawali dengan pembagian kekuasaan di Kekaisaran Kai Selatan dimana terdapat empat kelompok kalangan atas, yaitu pihak pemerintahan, pihak kemiliteran, pihak anggota keluarga bangsawan Kekaisaran dan pihak pedagang yang mewakili suara rakyat.

Saat ini terdapat tiga fraksi di Kekaisaran Kai Selatan.

Fraksi pertama adalah fraksi radikal yang dipimpin Kaisar Dal didukung menteri kemiliteran, mereka yang bersumpah setia dan mendukung Kaisar Dal serta mereka yang diuntungkan saat Kaisar Dal menjabat, sehingga mereka bersikeras agar Kaisar Dal tetap menduduki jabatan sebagai Kaisar Kekaisaran Kai meski Kekaisaran Kai Selatan dan Kekaisaran Kai Utara telah digabungkan kembali.

Fraksi kedua adalah fraksi oposisi yang dipimpin kepala peramal istana, mereka berpendapat bahwa yang berhak menjadi Kaisar dan permaisuri Kekaisaran Kai adalah Hakuya dan Yohime yang menjabat sebagai Kaisar dan permaisuri Kekaisaran Kai Utara saat ini sehingga mereka memilih Hakuya dan Yohime sebagai Kaisar dan permaisuri Kekaisaran Kai yang sah pasca penggabungan Kekaisaran Kai.

Fraksi ketiga adalah fraksi netral yang akan mengikuti apapun keputusan akhir yang diambil.

"tapi kini terdapat fraksi ke-4, fraksi bayangan".

Amitha memberitahu bahwa menteri kemiliteran Kekaisaran Kai Selatan menjalin kerja sama dengan kepala penasehat istana untuk mengambil alih Kekaisaran Kai seluruhnya. Pemicunya adalah keputusan Kaisar Dal yang berniat menyerahkan tahta Kaisar pada Hakuya sepenuhnya dan Kaisar Dal akan mengumumkannya pada referendum yang akan diadakan di kota Banshee, salah satu kota pelabuhan yang berada di perbatasan wilayah Kekaisaran Kai Selatan dan wilayah suku bumi kerajaan Kouka bulan depan. Tak tanggung-tanggung, fraksi tersembunyi yang disebut fraksi bayangan bahkan meminta bantuan pada kuil Sakura merah untuk melaksanakan rencana pembunuhan pada para petinggi pemerintahan dan kemiliteran yang hadir pada referendum sesuai daftar target mereka.

"gila!? apa mereka tak memikirkan efek macam apa yang akan mereka timbulkan nantinya?" ujar Kija.

"anggaplah apa yang kau beritahu pada kami memang benar, darimana kau tahu semua itu dan seakurat apa informasi yang kau beritahu?" tanya Yasmine.

"benar kata Yasmine, siapa kau sebenarnya dan bagaimana kau bisa mengetahui semua itu?" tambah Yun.

Tentu saja Amitha tahu dan infomasi yang ia berikan sangat akurat karena Amitha adalah putri menteri kemiliteran Kekaisaran Kai Selatan yang merencanakan kudeta "kakakku Arslan baru-baru ini melakukan pernikahan politik dengan putri kepala penasehat istana, kak Midori... kak Arslan berpura-pura membantu rencana ayah kami tapi aku tahu dia berniat menghentikan rencana ayah kami agar tonggak kekuasaan jatuh ke tangan Kaisar Kai Utara dan permaisurinya dan itu membuatku takut, entah tindakan nekad apa yang bisa diambil kakakku... karena itulah aku ingin meminta Yui untuk menghentikan rencana jahat ayah dan mencegah tindakan nekad kak Arslan".

Leila yang bersandar di pohon melipat tangan "aku memang pernah dengar tentang kuil Sakura merah tapi apa rencana pembunuhan itu tak terlalu mencolok untuk ukuran para penghuni dunia hitam seperti mereka?".

"jika kita bicara kuil Sakura merah, meski dari luar terlihat sebagai kuil, modus operandi kuil Sakura merah yang merupakan markas organisasi pengembang pembunuh bayaran dan mata-mata memang tergolong nekad tapi bahkan anggota pemerintah dan kemiliteran bekerja sama dengan mereka, karena itulah pemerintah setempat diam saja... wajar kalau kak Leila tak tahu, sebab mereka biasanya hanya beroperasi di wilayah yuridiksi Kekaisaran Kai Selatan" jawab Yui.

"kumohon, Yui... tak bisakah kau lakukan ini demi ayahmu?".

"Amitha!?" ujar Yui menutup mulut Amitha.

"...ayah?" ujar Yona mengerutkan kening.

Amitha menurunkan tangan Yui "...Yui, kau tak bilang pada mereka?".

Yona dkk terkejut saat tahu kalau Yui adalah putri kandung Kaisar Dal, Kaisar Kai Selatan. Yang berarti, Yui adalah putri Kekaisaran Kai Selatan yang dicari kuil Sakura merah. Yui tidak mengatakan apapun soal identitasnya sebagai putri Kekaisaran Kai Selatan karena Yui merasa tak ada gunanya memberitahu orang lain soal identitasnya. Toh, ia sudah lama dianggap mati.

"kalau begitu, atas dasar apa kami harus percaya pada kalian berdua dan memenuhi permintaan Amitha untuk pergi ke Kekaisaran Kai Selatan pada referendum nanti?" tanya Hak tanpa ragu.

Amitha dan Yui mengerti reaksi tersebut sehingga mereka berdua meyakinkan anggota mereka dengan cara mereka sendiri. Amitha memberitahu bahwa referendum ini berhubungan dengan kerajaan Kouka juga dan akan menentukan hubungan diplomasi di antara kedua kerajaan yang selalu bermusuhan ini. Agar yang lain percaya padanya, Amitha memberitahu informasi yang ia tahu sejauh ini tentang referendum penggabungan kembali Kekaisaran Kai dimana kerajaan Kouka diundang sebagai kerajaan tetangga. Setelah memberitahu siapa saja anggota kerajaan Kouka yang akan hadir di Kekaisaran Kai, Amitha juga memberitahu insiden yang terjadi saat perjamuan malam itu di kastil Hiryuu terkait ulah kuil Sakura merah terkait misi mereka serta alasan absennya dua jenderal dalam referendum nanti. Mendengar Lily diincar oleh kuil Sakura merah, Yona tentu saja khawatir, sama halnya dengan Hak yang mengetahui kalau Tae Woo terluka parah akibat melindungi Lily. Demi kerajaan Kouka, demi Lily dan Tae Woo, akhirnya Yona dan Hak setuju untuk pergi ke Kekaisaran Kai agar mereka bisa menghentikan ulah kuil Sakura merah, Hak bahkan berencana menghabisi mereka karena mereka telah berani melukai Tae Woo yang ia anggap seperti salah satu adiknya di Fuuga meski ia tak mengatakan hal itu secara terang-terangan di hadapan yang lain.

Melihat teman-temannya sudah setuju, Yui hanya bisa menghela napas "baiklah, Amitha, aku bersedia pergi ke Kekaisaran Kai Selatan demi kau, agar kita bisa menahan Arslan sebelum dia salah langkah... jika terjadi sesuatu pada Arslan, bagaimana denganmu? keluargamu hanya tinggal Arslan dan ayahmu, kan?".

"Yui, biar bagaimanapun, yang nyawanya ada dalam bahaya bukan hanya Kaisar Kai Selatan... tak peduli sejahat apapun, dia tetap ayahmu, ayah kandungmu... tak mungkin dia tak bersedia mendengarkan kata-katamu sebagai putri kandungnya, kan? cobalah bicara dulu dengannya" ujar Amitha memegang kedua tangan Yui.

Yui menggelengkan kepala "aku melakukan ini bukan demi 'pria itu' karena aku sama sekali tak berniat bertemu dengannya dan kuharap aku tak bertemu dengannya".

"Yui, apa kau tak peduli kalau terjadi sesuatu pada ayahmu? Jika beliau tahu kau masih hidup, pasti..." ujar Amitha memegang bahu Yui.

"aku tak butuh ayah!?" teriak Yui.

Tiba-tiba, Yona memegang menampar Yui "bagaimana bisa... kenapa kau bisa berkata begitu!? apa kau tidak sadar kalau ucapanmu itu sangat kejam!?".

"kau tahu apa?! anak manja sepertimu takkan mengerti... bagaimana rasanya ditelantarkan dan dianggap aib keluarga hanya karena aku terlahir cacat?! Sejak lahir keberadaanku bahkan sama saja dianggap tak ada oleh pria yang merupakan ayah kandungku sendiri!? Sebenarnya siapa yang kejam?! Kau pikir bagaimana perasaanku saat aku mendengar bahwa pria yang kukenal sebagai ayah kandungku sendiri berkata bahwa seharusnya aku tak dilahirkan?!" bentak Yui dengan mata berkaca-kaca.

"berhenti berdebat!?" ujar Yasmine melerai kedua temannya dan mendorong Yona ke arah Hak "tenangkan dia, kak".

"Jae Ha, tenangkan Yui-chan ke tempat lain" pinta Leila menyodokan Yui pada Jae Ha.

"putri, tenanglah" ujar Hak memeluk Yona dari belakang.

"roger" sahut Jae Ha menggendong Yui.

Namun saat Jae Ha hendak beranjak, Yui memegangi dadanya. Melihat Yui kesulitan bernapas, Amitha memegangi kedua bahunya sambil berusaha menenangkan Yui, meminta Yui bernapas perlahan. Leila mengelus-elus punggung Yui, ia agak terkejut karena sudah lama penyakit Yui tak kumat lagi. Setelah beberapa saat, Yui tak sadarkan diri dan Jae Ha menahan tubuhnya.

Leila menyadari ada pergerakan di tangan Yui sebelum ia berteriak "Amitha, menjauhlah!?".

Yui membuka matanya, mengeluarkan pisau yang ia ambil dari saku Jae Ha dan mengacungkan pisau itu pada Amitha. Pisau yang dipegang Yui berhenti di leher Amitha saat Yui menatapnya dengan sorot mata yang dingin dan tajam seperti pisau es.

"apa aku harus bilang lama tak bertemu, Amitha?".

Melihat seringai dan sorot mata Yui sebelum terjadi perubahan di tubuh Yui dimana tubuhnya berubah ke versi 'wanita' dengan kaki yang berubah menjadi ekor ular, Jae Ha dan yang lain tak terlalu terkejut karena tahu itu perubahan tubuhnya sebagai keturunan kaum Siren alias Oni klan Genbu tapi Jae Ha bisa mengetahui siapa wanita yang ada di hadapannya bahkan sebelum terjadi perubahan pada tubuh Yui.

"Fuyo-chan, apa sambutanmu pada Amitha tak terlalu kasar? Wajah cantikmu tetap memesona meski apa yang kau lakukan cukup mengerikan" goda Jae Ha.

"ini pertama kalinya Yui terkena serangan sejak ia tinggal di kerajaan Kouka, bagaimana aku tak kesal? Selain itu, bagaimana bisa kau sempat-sempatnya bercanda begitu?".

"oh, aku hanya ingin menggodamu karena sudah lama tak bertemu denganmu, tapi bukannya menanyakan kondisiku setelah kau menyelamatkanku, kau malah mencoba menyerang wanita itu bahkan mengambil salah satu pisauku".

"siapapun terserah, tapi ada yang bisa pukul kepalanya agar otaknya kembali waras? Kurasa ada sekrup dalam kepalanya yang lepas atau susunan syaraf dalam sel otaknya membeku akibat hipotermia kemarin".

"sebenarnya, tingkahnya itu sudah dari sananya dan penyakitnya sudah terlalu parah untuk disembuhkan" ujar Yun memberi klarifikasi pada komentar Fuyo barusan.

Okay, kembali pada pembicaraan serius...

Sama dengan Yui, Fuyo duduk di pangkuan Jae Ha sambil bertopang dagu "aku sudah dengar situasinya, yang ingin kutanyakan hanya satu... setelah apa yang dilakukan ayahmu, kau masih punya muka untuk meminta tolong pada Yui dan kau bahkan berani meminta Yui untuk pergi ke Kekaisaran Kai? Kau cukup tebal muka, Amitha".

"aku mengerti, apa yang telah dilakukan ayahku adalah hal yang tak bisa dimaafkan, tapi apa kau akan menghalangi Yui pergi ke Kekaisaran Kai Selatan? Seperti saat kau mengancam kak Arslan bahwa kau akan membunuhnya jika ia tak memenuhi permintaanmu untuk tak menemui Yui lagi, Fuyo?".

"bukankah aku sudah bilang padamu, Amitha? aku tidak sebaik Yui... jika aku diminta memilih antara pengampunan dan balas dendam, maka aku akan memilih balas dendam... mengenai apa yang kuminta pada Arslan adalah karena ini memang harus kulakukan, adalah tugasku sebagai kakak untuk menahan adikku sebelum ia bertindak bodoh..." ujar Fuyo menyeringai sebelum mengangkat bahu "sayangnya tubuh ini milik Yui, sebagai pemilik tubuh yang asli, Yui yang berhak menentukan apa yang ia akan ia lakukan, aku yang hanya menumpang dalam tubuhnya hanya bisa menjaga atau melindunginya saat ia berada dalam bahaya, aku bisa katakan dengan yakin bahwa Yui akan menolongmu dan memenuhi permintaanmu karena pada dasarnya anak itu terlalu baik".