Chapter 15 – Exiled Princess
Diasingkan dari tanah kelahiran dan harus kehilangan orang yang ia sayangi membuatnya berusaha untuk tetap hidup dengan segala yang ia miliki
.
Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc
.
"kenapa kau bisa berkata kalau ayah kalian membenci kalian berdua?" tanya Yona.
Fuyo merasa tak ada yang perlu ia sembunyikan sehingga ia menceritakan apa yang terjadi di masa lalu. Kaisar Dal memiliki permaisuri bernama Shoka dan selir bernama Sumire. Tak lama setelah Sumire melahirkan Fuyo dan Yui, Shoka melahirkan putra bernama Hayabusa sehingga Kaisar Dal yang telah mendapatkan calon penerus tahta menitipkan Fuyo dan Yui bersama Sumire ke sebuah kuil di daerah terpencil dengan alasan kesehatan mereka.
Bukan hanya karena kelahiran Hayabusa, tapi juga karena Fuyo dan Yui terlahir cacat. Fuyo terlahir dengan mata yang tak bisa melihat (tuna netra) sedangkan Yui terlahir dengan kaki yang cacat, ditambah ada legenda tentang anak kembar di Kekaisaran Kai dimana anak kembar perempuan atau kembar laki-laki dianggap akan membuat pertikaian di dalam anggota keluarga Kekaisaran, pertanda akan datangnya malapetaka.
"tak cukup sampai disitu, ia bahkan berusaha membunuh ibu kami dan kami berdua setelah ia tahu bahwa Sumire, ibu kami adalah wanita yang ia nikahi adalah keturunan kaum Siren, kaum Oni klan Genbu".
Fuyo menceritakan apa yang terjadi saat ia berusia 9 tahun, saat ia kehilangan nyawanya. Saat ia dan Yui tidur bersama ibunya, malam itu Sumire terbangun karena ia menyadari bangunan tempat mereka berada telah dilalap api. Seluruh jalan keluar telah terlalap api, hanya ada satu jalan keluar dari bangunan itu yaitu balkon lantai dua kamar mereka yang langsung menghadap laut dengan jurang yang curam. Sumire melompat dari balkon sambil memeluk keduanya dan saat ditemukan, ia sudah tak bernyawa, jasadnya terdampar di tepi pantai di dekat situ sambil memeluk Yui dan Fuyo. Orang yang pertama kali menemukan mereka bertiga memang gagal menyelamatkan Sumire, tapi Yui dan Fuyo masih bisa diselamatkan.
Yang menolong mereka berdua adalah Hayabusa, adik mereka dan Shurin, dayang merangkap pengasuh mereka berdua. Hayabusa membantu Shurin membawa lari keduanya dari kuil dan bersembunyi di sebuah rumah tua yang ada di tengah hutan bambu di perbatasan Kekaisaran Kai Selatan dan wilayah suku bumi kerajaan Kouka. Tapi hanya sekitar beberapa hari setelah kematian Sumire, datang pembunuh bayaran dari kuil Sakura merah yang diminta menangkap Yui dan Fuyo serta membawa pulang kembali Hayabusa. Mereka melawan, hingga akhirnya Hayabusa dan Fuyo kehilangan nyawa mereka berdua sedangkan Yui dibawa ke kuil Sakura merah. Yui selamat karena Shurin membawanya kabur dan menyerahkan Yui pada sahabatnya yang seorang dokter, Yuma. Yuma adalah ibu angkat Hakuya dan Yohime adalah muridnya, itu sebabnya setelah Yuma meninggal akibat sakit, Yui diasuh oleh Hakuya dan Yohime.
"padahal Yui tetap menyayangi 'pria itu' meski 'pria itu' telah menelantarkan kami sejak lahir, setidaknya sampai Yui tahu kalau ternyata dia memang membenci kami meski kami berdua adalah darah dagingnya bahkan ia berusaha membunuh kami berdua bersama ibu kami".
"apa yang membuatmu begitu yakin? bisa saja kau salah paham dan..." ujar Yona.
"tanpa sengaja, Yui mendengar 'pria itu' berkata 'jika aku tahu akan begini jadinya, seharusnya kedua anak itu tak usah lahir sekalian'... Yui mendengar kata-kata itu saat ia ingin menemui pria itu setelah ia tahu kalau pria itu juga ada di kuil Sakura merah, apa kata-katanya tak cukup untuk jadi bukti bahwa ia memang membenci kami berdua? dan sekarang, setelah kehilangan Hayabusa sebagai pewaris tahta, hanya Yui yang tersisa sebagai pewaris tahta sehingga ia kini memerlukan Yui jika ia ingin tetap menjadi Kaisar, jika tidak untuk apa ia menyuruh kuil Sakura merah untuk mencari Yui? pada akhirnya kami anak-anaknya hanyalah alatnya, kan?" ujar Fuyo tertawa sinis.
Jae Ha merasa di balik senyum sinis dan sarkastikme Fuyo, ada kesedihan mendalam yang ia sembunyikan dengan sikap tegarnya. Ia merasa seolah Fuyo ingin menangis, sehingga Jae Ha, tanpa memedulikan pandangan teman-temannya yang ada di sekitarnya, melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Fuyo yang duduk di pangkuannya dan menyandarkan wajahnya ke bahu Fuyo. Teman-teman mereka juga dibuat terkejut melihat Jae Ha memeluk Fuyo dari belakang.
Fuyo yang biasanya tanpa ekspresi, matanya terbelalak dan menoleh ke belakang dengan wajah tersipu merah, ia terkejut sekaligus malu karena tiba-tiba dipeluk "...Jae Ha?".
"satu hal yang kumengerti, kau sama baiknya dengan adikmu, sebab kau tetap memilih pergi ke Kekaisaran Kai Selatan dan tak mencegah adikmu karena kau juga ingin menolong ayahmu, kan?".
"jangan sok tahu, jika perlu alasan kenapa aku memilih untuk diam dan membiarkan Yui pergi ke Kekaisaran Kai Selatan untuk menolong pria itu, itu kulakukan demi mendiang ibu kami yang tetap mencintai pria itu sampai akhir hidupnya. Alasanku sendiri adalah karena aku ingin menyelesaikan semua hal yang berhubungan dengan kuil Sakura merah sebelum kuil Sakura merah melakukan tindakan nekad lagi dan membuat kejadian seperti di musim dingin terulang lagi..." ujar Fuyo berbalik dan memeluk Jae Ha "aku tak ingin melihat ada laki-laki yang mati di hadapanku lagi".
"...Fuyo-chan?" ujar Jae Ha mengerutkan kening dan melingkarkan kedua tangannya ke tubuh Fuyo untuk menahan Fuyo, ia tak tahu apa ia harus merasa lega atau kecewa melihat Fuyo yang jatuh tertidur.
"lupa kalau kami semua masih ada disini, ya?" gumam Yun memicingkan mata.
"Jae Ha, ternyata kau..." ujar Kija menutup mulut.
"tapi Yui dan Fuyo kan seusiaku dan kau pernah bilang kalau kau tak tertarik pada wanita yang belum matang alias anak-anak, kan?" ujar Yona teringat ejekan Jae Ha padanya di kapal kapten Gigan bahwa Jae Ha berkata bahwa mungkin ia akan tertarik pada Yona seandainya Yona lebih dewasa.
"tak kusangka, ternyata selain playboy, masochist dan genit, kau juga lolicon" ujar Hak melipat tangan sambil terkekeh.
"bukannya pedofil, ya?" ejek Yasmine.
"eh, kak Hak yang benar, Yasmine... usia mereka berdua kan beda 9 tahun" ujar Leila.
"maksudnya nona besar, jika dengan perbedaan tubuh antara nona mungil dan Ryokuryuu, jadi seperti melihat lolicon, kan?" ujar Zeno yang tersenyum lebar.
"kalian salah paham... bukankah aku sudah pernah bilang... kalau aku selalu bersikap baik pada wanita?" ujar Jae Ha tertawa kecil dan melambaikan tangan sebelum ia menyadari Amitha yang menatapnya lekat "kenapa?".
"tidak, hanya saja kurasa aku bisa mengerti kenapa Yui dan Fuyo bisa lengket padamu... suara dan karaktermu mirip dengan seseorang yang kami kenal baik" ujar Amitha tersenyum sebelum ia menghela napas.
