Chapter 18 – Blossom in The Middle of Banquet
Bunga yang mekar di tengah perjamuan, akankah mekar sempurna di tengah perjamuan sebagai penyambutan pertumpahan darah?
.
Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc
.
Pagi-pagi sekali, setelah memastikan Yona dan Hak tak ada di kamar untuk latihan pagi hari di saat Leila membantu Yun, Yasmine keluar kamar dan berhenti di tempat yang ia rasa cukup luas untuk ia gunakan sebagai tempat latihan menari. Diiringi suara gemerincing lonceng pada gelang kaki dan tangannya, Yasmine mulai menari dan mengayunkan selendang yang terselip di kedua tangannya.
Tanpa sengaja, Darius memergoki Kija yang terpaku ke satu titik. Saat Darius melihat ke arah yang sama, ia tertegun dan mengerti kenapa Kija terpaku atas apa yang ia lihat, Yasmine yang menari di tengah taman dimana kelopak bunga Sakura berguguran, terlihat bagai bunga putih yang mekar dengan indahnya.
"dia memang cantik, seperti Kazahana, ia bagaikan kelopak bunga yang mekar dan terbang diterpa angin di bawah hujan salju di awal musim semi".
Begitu tarian Yasmine berakhir, Kija bertepuk tangan "tarian yang indah sekali!?".
Yasmine terkejut melihat Kija dan Darius menyaksikan latihannya, sehingga ia menghampiri Kija dan berterima kasih sebelum meminta Kija untuk tutup mulut soal ia yang berlatih menari barusan.
"kau sudah bisa bergerak selincah itu, apa cederamu sudah tak apa-apa?" tanya Darius.
"tak apa-apa, itu hanya cedera ringan, dibawa tidur semalam saja sembuh. Lagipula, jika tak latihan menari di pagi hari, rasanya badan saya kaku..." sahut Yasmine yang tersenyum sambil mengayunkan tangannya dan menyakinkan Darius bahwa dirinya sudah tak apa-apa saat Darius kembali meminta maaf.
Setelah memberitahu salah satu acara utama festival nanti malam dimana akan diadakan lomba untuk penampilan seni terbaik, mulai dari seni lukis, seni tari, seni musik (yang terdiri dari dua penampilan, yaitu seni alat musik dimana seniman akan dinilai cara memainkan alat musik dan instrumennya dan kedua adalah seni tarik suara alias menyanyi), seni pertunjukan (drama) yang menampilkan suatu cerita dan terakhir, seni bela diri militer dimana peserta akan dinilai dalam menampilkan seni bela diri militer yang ia kuasai yang terbagi menjadi dua kelompok yaitu seni bela diri militer dengan tangan kosong dan seni bela diri militer bersenjata, Darius lantas menyarankan Yasmine untuk tampil dalam lomba seni tari karena melihat penampilan Yasmine yang indah barusan, itu jika Yasmine merasa sanggup tampil pada festival malam ini.
Entah kenapa, Kija merasa tak nyaman melihat tatapan mata Darius pada Yasmine sehingga ia memotong pembicaraan mereka berdua "omong-omong, nona Yasmine, anda ingin saya tutup mulut soal anda yang latihan menari barusan dari siapa?".
"ah, itu...".
"hei!? Sudah kubilang untuk tidur di kamar, kenapa kau malah keluar!?" ujar Hak muncul dari belakang Yasmine dan memanggulnya "cepat balik ke kamar dan istirahat!?".
"overprotektif!? Sudah kubilang, aku sudah tidak apa-apa, kak?!" protes Yasmine meronta dari bahu Hak dengan percuma.
"kakak, sudahlah... turunkan dia, dia bilang kalau dia sudah tak apa-apa, kan? tapi nanti saja kau turunkan setelah diperiksa Yun di kamar" ujar Leila tertawa kecil.
"kau juga sama saja, kak!?" pekik Yasmine.
Yona tertawa melihat kelakuan kakak beradik ini. Di kamar, Kija dan Yasmine meminta teman-temannya agar berembuk kembali dan memberitahu apa yang diberitahu Darius barusan. Acara utama festival malam ini berupa lomba tentu akan menyaring peserta menjadi juara 1 hingga 3 pada tiap kategori dengan hadiah sejumlah uang, tapi bukan itu poin utamanya. Tepat pada hari pelaksanaan referendum esok harinya, malam harinya akan dilaksanakan perjamuan sebagai penutupan referendum, dalam perjamuan inilah para pemenang lomba festival malam ini akan diminta untuk tampil menghibur para tamu.
"ini kesempatan untuk menyusup di acara perjamuan, karena besar kemungkinan pembunuhan dilakukan pada malam festival sebelum pelaksanaan referendum atau pada malam perjamuan" ujar Leila melirik Yasmine "terus... kau yakin, mau ikut? aku tak keberatan menari sendirian, toh, selain aku dan Yona yang ikut lomba menari, masih ada Yui-chan yang bisa ikut lomba menyanyi itu".
"ayolah, kak~ aku juga sudah lama tak menari berduet denganmu".
"anda berniat ikut lomba untuk melaksanakan misi atau karena uang hadiahnya?" tanya Kija.
"dua-duanya" ujar Yasmine tersenyum.
Tiba-tiba, Amitha masuk dan memberikan beberapa kostum penari, kiriman dari Darius untuk para penari di kelompok mereka. Setelah meminta mereka untuk tak ragu memanggil dayang di benteng ini jika ada di antara mereka yang butuh baju ganti, Amitha menyampaikan pesan dari Darius untuk Yasmine
"katanya karena di malam festival nanti kostum akan kami sediakan, kau bisa meminta kostum yang kau inginkan padanya".
"baiklah, serahkan urusan mendandani kalian padaku, sebelum lomba dimulai akan kudandani kalian..." ujar Leila tersenyum.
"tak masalah, sih... tapi kenapa aku merasa seperti akan dipermainkan, ya?" gumam Yona.
Yun yang tak bisa menahan rasa penasarannya pun bicara "tapi ini mengganggu pikiranku dari kemarin. Sikap Darius pada Yasmine dari kemarin, jangan-jangan...".
"dia jatuh cinta pandangan pertama pada kak Yasmine" ujar Yui yang dari tadi diam.
Hening sesaat.
Yui memberitahu bahwa meski ia tak bisa melihat, sebagai gantinya Yui bisa 'melihat' dengan cara lain, semacam ramalan dengan munculnya bayangan gambar di dalam kepala dan bisikan suara seseorang di telinganya. Hanya saja apa yang didengar Yui jauh lebih banyak ketimbang orang lain. Selain jarak pendengarannya yang lebih tajam dari orang biasa, Yui juga mampu mendengar suara hati orang lain. Jae Ha yang memangku Yui menahan tawa mati-matian saat melihat ekspresi Hak yang speechless sementara Yasmine menepuk dahi dan menghela napas karena merasa ini menyusahkan baginya.
"sudah banyak laki-laki yang jatuh cinta dan dibuat patah hati oleh nona besar, sampai-sampai nona besar dijuluki 'The Man's Eater' karena tanpa berbuat apapun nona besar bisa membuat seorang pria bertekuk lutut di hadapannya. Itu yang diberitahu Kayano padaku" ujar Zeno.
"seenaknya ngasih julukan sembarangan, lagipula aku tak pernah minta ini terjadi padaku, kan? benar-benar... lagi-lagi timbul hal yang merepotkan di tengah misi..." ujar Yasmine menghela napas dan garuk-garuk kepala.
"jadi ini bukan yang pertama kali!?" pekik Yun.
"hebat juga adikmu?!" ujar Jae Ha menahan tawa, menepuk bahu Hak yang jelas-jelas tak suka.
Shina menghampiri Leila yang terlihat melamun di balkon, pandangan mata yang sama dengan saat Leila baru kembali pasca mendamaikan nomaden dan suku api yang hampir bentrok. Ia tahu apa penyebabnya, tapi Shina memilih untuk diam karena ia tahu ini bukan hal yang bisa ia campuri, ini urusan antara Leila dengan pria itu.
Shina merasa ikut bertanggung jawab karena ia tak segera memberitahu Leila bahwa di dekat situ ada Kyo Ga. Di tengah kerumunan orang itu, ia terpisah dari Leila namun berkat mata naga yang ia miliki, ia bisa mengetahui apa yang terjadi. Tentu saja Shina melihat apa yang terjadi, dimana Leila tak sengaja bertabrakan dengan Kyo Ga dan sebelum rekan Kyo Ga datang, ia tahu apa yang harus dilakukan sehingga ia langsung menarik Leila menjauh dari Kyo Ga. Leila berterima kasih padanya, tapi sorot matanya kembali memancarkan kesedihan sehingga Shina merasa bersalah. Seolah bisa membaca pikiran Shina, Leila meminta Shina untuk tak merasa bersalah padanya dan kembali berterima kasih karena Shina tak menceritakan apa yang terjadi pada yang lain. Tanpa ia ceritakan sekalipun, Yona dan yang lain pasti tahu siapa saja anggota rombongan sebagai perwakilan kerajaan Kouka yang datang kemari. Masalahnya adalah, apa tak masalah jika mereka tampil di lomba festival itu?
Untungnya tak terjadi masalah yang berarti pada malam festival, posisi juara lomba tari semua dikuasai oleh Leila, Yasmine dan Yona sedangkan untuk lomba seni musik, juara satu direbut Yui untuk kategori seni tarik suara alias menyanyi. Yang membuat penilaian tertinggi juri dijatuhkan pada mereka bukan hanya kecantikan dan penampilan mereka, tapi juga performa mereka saat mereka menari dan menyanyi yang memang indah.
Pada akhir malam festival, ketiga penari yang merebut juara lomba tari didampingi Yui sebagai penyanyi di kelompok mereka diminta tampil di perjamuan besok malam sebagai penutupan referendum. Hal ini disampaikan oleh Darius pada mereka pasca pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah lomba yang dilakukan malam itu juga. Malam itu mereka tidur bergantian secara berpasangan, berjaga-jaga jika ada penyusup yang masuk di tengah malam, entah untuk membunuh para petinggi Kekaisaran Kai atau kerajaan Kouka yang masuk dalam target kuil Sakura merah atau malah menyusup ke tempat mereka.
Saat Hak yang berpasangan dengan Yona mendapat giliran pertama, setelah teman-temannya tertidur, Yona bertanya pada Hak, apakah ia baik-baik saja? kecemasannya bukan tanpa alasan sebab mereka tahu Soo Won juga berada di benteng ini, ia sendiri tak yakin apa yang membuat dirinya bisa begitu tenang meski ia tahu mereka tahu Soo Won berada di dekat mereka. Hak hanya tersenyum dan mengecup kening Yona, meyakinkan kalau ia baik-baik saja selama Yona baik-baik saja, tapi tentu saja ia takkan tinggal diam jika Soo Won melakukan sesuatu. Sambil memeluk Yona yang duduk di pangkuannya dari belakang, Hak memberitahunya bahwa yang ia khawatirkan saat ini justru kedua adiknya, ia merasa kedua adiknya memikirkan sesuatu dan ia tahu tak ada gunanya bertanya apa yang mengganggu pikiran kedua adiknya yang berusaha menyembunyikan kecemasan mereka hanya karena tak ingin membuat kakaknya cemas dan itu membuat Hak sedikit lebih dari terganggu.
"mungkin... ini ada hubungannya dengan jenderal Kan Kyo Ga dan Darius?".
Untungnya tak terjadi apapun pada malam festival sampai selesainya referendum, dengan para petinggi pemerintahan dan kemiliteran dari Kekaisaran Kai serta kerajaan Kouka, diputuskan jabatan Kekaisaran Kai Selatan dan Kekaisaran Kai Utara kembali digabungkan, posisi Kaisar dan Permaisuri diserahkan pada Hakuya dan Yohime karena Kaisar Dal memutuskan untuk mundur dari jabatannya sebagai Kaisar. Sebagai Kaisar yang baru, tentu saja Hakuya membuat perjanjian damai dengan kerajaan Kouka sehingga Soo Won dan Hakuya menutup referendum dengan menandatangani perjanjian damai di atas kertas.
Awalnya Yona dkk merasa heran, kenapa kuil Sakura merah belum bergerak, tapi Yun merasa kalau kuil Sakura merah berniat melakukan rencananya sekali jalan dimana mereka hanya perlu bergerak sekali, membunuh target mereka dan menyelesaikan misi sehingga kudeta yang telah direncanakan oleh menteri kemiliteran kemungkinan akan dilakukan pada malam perjamuan, malam ini.
Yona dkk membagi diri menjadi dua tim, satu tim bersiaga sedangkan satu tim sebagai umpan, meski yang paling beresiko adalah tim penghibur yang diminta tampil dalam acara perjamuan karena mereka yang menjadi umpan, terdiri dari para penari (Yona, Yasmine, Leila), penyanyi (Yui) dan peniup suling (Jae Ha) sementara sisanya masuk tim yang bersiaga.
"apa kostumya tak terlalu terbuka?" komentar Hak melihat kostum penari yang dikenakan oleh ketiga penari grup mereka yang akan tampil malam ini.
Karena kostum penari ini disediakan, Yona, Yasmine dan Leila memakai kostum yang seragam (modelnya sama hanya berbeda warna) dimana Yona mengenakan atasan warna merah tua yang selaras dengan warna rambutnya dan rok berwarna pink, Leila yang kulitnya agak coklat mengenakan atasan warna biru tua laut yang dengan gradasi warna biru muda langit dan rok berwarna hitam, terakhir Yasmine mengenakan atasan berwarna pink dan rok biru muda.
Model kostum penari yang mereka kenakan memiliki renda dan korsase bunga mawar di tengah rompi atasan yang hanya menutup sebagian dada, kedua lengan mereka tertutup oleh panjang lengan baju berbentuk kimono dengan ujung berenda, sementara rok yang mereka kenakan kini memiliki lipitan yang memanjang dari paha tepat di atas lutut sampai ke kaki sehingga sebelah kaki mereka terekspos dari paha.
Sisanya, yang membedakan hanya dandanan mereka, dimana Yasmine mengenakan syal renda mawar warna hitam yang biasa ia kenakan tetap melingkari lehernya sementara di kedua sisi kepalanya dijepit dengan beberapa tusuk konde berbentuk sayap putih. Leila mengenakan satu jepit rambut di sisi kanan rambutnya yang ia ikat satu, jepit rambut yang diberikan Kyo Ga dan gelang pemberian Kyo Ga ia kenakan di tangan kirinya. Yona sendiri mengenakan jepit rambut berukiran bunga mawar di belakang kepalanya, sisa setengah rambutnya dari bawah telinga ke bawah ia biarkan terurai, jepit rambut itu dipinjamkan oleh Amitha.
"kepalaku agak berat... dan kenapa kepalaku yang dihiasi paling heboh!?" protes Yasmine saat melihat dandanan kakaknya dan Yona yang tak seribet dia.
"wah, soalnya aku tergugah saat melihatmu dan tanpa sadar malah kubikin paling heboh" ujar Amitha yang mendandani mereka, tertawa kecil dan mengacungkan jempol sebelum memberi tawaran untuk memakaikan tiara berupa untaian kalung dengan bandul permata dan mutiara di kepala mereka meski akhirnya perhiasan itu dipakaikan di kepala Yui.
"sebab anda yang paling banyak mendapat tepuk tangan kemarin?" ujar Kija dibalas anggukan kepala Shina.
"sebab nona besar yang jadi juara pertama?" ujar Zeno tersenyum lebar.
"tapi kau memang cantik, Yasmine-chan~" goda Jae Ha.
"kau ini selalu saja memperlakukan semua yang bisa dilihat dan disentuh seperti itu?! jangan mendekat, jangan rayu, jangan sentuh?!" pekik Hak menginjak wajah Jae Ha setelah Yona dan Leila mengamankan Yasmine (meski Leila ikut menginjak wajah Jae Ha).
"overprotektif?!" sahut Yasmine pada kedua kakaknya.
Di malam perjamuan, mereka berempat berhasil menjadi pusat perhatian peserta perjamuan, baik peserta dari Kekaisaran Kai atau kerajaan Kouka. Para tamu dibuat kagum melihat ketiga penari yang cantik dan gemulai bak bunga yang mekar di malam hari, ditambah nyanyian Yui yang seolah punya kekuatan untuk menghipnotis siapapun yang mendengar suaranya.
Setelah ke-4 wanita itu turun dari panggung, beberapa peserta perjamuan baik dari Kekaisaran Kai atau kerajaan Kouka mendekati mereka. Yasmine didekati oleh Darius tapi lalu dijaga oleh Kija. Yona didekati beberapa pria yang berhasil dibuat mundur oleh Hak yang menjaganya dari lelaki lain yang mencoba menggodanya (dasar bodyguard; pacar overprotektif). Yui lebih dulu diamankan oleh Jae Ha yang tertawa melihat Hak dan Kija yang bersikap overprotektif pada Yona dan Yasmine. Leila yang awalnya dikelilingi oleh beberapa petinggi Kekaisaran Kai, tak disangka (entah bisa dibilang selamat atau malah keluar dari mulut macan, masuk mulut singa) karena Kan Kyo Ga menghampirinya, mengajaknya berdansa. Tentu saja Yona dkk memakai nama samaran dan Leila memakai nama Iris, ia tersenyum dan menyambut uluran tangan Kyo Ga. Shina yang pertama menyadari kalau Leila diajak berdansa oleh Kyo Ga, awalnya bingung apa ia harus memberitahu Hak dan yang lain atau tidak, namun Jae Ha lebih dulu memberitahu yang lain sehingga mereka yang bisa berdansa, terpaksa berpasangan dan berbaur di keramaian orang-orang yang berdansa di tengah ruangan.
"ada angin apa sampai anda mengajak saya berdansa, jenderal suku api dari kerajaan Kouka, jenderal Kan Kyo Ga?" bisik Leila saat tangan kirinya memegang bahu Kyo Ga.
"ada yang ingin kupastikan..." gumam Kyo Ga yang melingkarkan tangan kanannya ke pinggul Leila sementara tangan kirinya menggenggam tangan kanan Leila sebelum berbisik "pertama kali aku melihatmu di kota, awalnya aku heran kenapa kau ada disini, tapi satu hal yang bisa kumengerti saat ini... kau merasakannya juga, kan?".
"tajam seperti biasa, jenderal?" ujar Leila menyeringai sebelum melompat dan membuat satu gerakan menakjubkan dimana ia berputar sekali di udara sebelum Kyo Ga menangkapnya.
"tentu saja, hawa membunuh yang berada di ruangan ini terlalu kental untuk disembunyikan" ujar Kyo Ga mengangkat tubuh Leila sebelum tersenyum sinis, menempelkan dahinya ke dahi Leila dan berbisik "satu hal lagi, apa kalian tahu soal putri tunggal Kekaisaran Kai Selatan?".
"maksudmu putri kandung Kaisar Dal?" bisik Leila melingkarkan kedua lengannya ke tengkuk leher Kyo Ga yang turun ke punggung "ingat penyanyi yang tadi? Gadis kecil berambut hijau gelap bergelombang bermata hitam itu Yui-chan, dialah putri kandung Kaisar Dal".
Dari kejauhan, terlihat beberapa pasang mata menatap Leila dan Kyo Ga yang menjadi pusat perhatian orang-orang di sekelilingnya.
Yona yang berdansa dengan Hak bergumam "apa mereka berdua tak sadar kalau mereka berdua terlalu menarik perhatian?"
"dan anak itu terlihat menikmatinya" gerutu Hak.
"kakakmu memang kenal dengan jenderal suku api, ya? berani sekali mereka berdua meski ini memang di tengah pesta" ujar Darius yang berdansa dengan Yasmine.
"entahlah, mungkin mereka pernah bertemu di suatu tempat?" ujar Yasmine mengangkat bahu.
Hanya beberapa saat, setelah jarak wajah Leila dan Kyo Ga begitu dekat, Leila mendongak dan berteriak "SEMUANYA, MERUNDUK?!".
Tepat setelah Leila berteriak karena merasakan hawa membunuh yang mulai bergerak, semua penerangan di ruangan perjamuan padam, membuat ruangan itu gelap gulita.
