Chapter 22 – Clarity
If our love's tragedy, why are you my remedy?
If our love's insanity, why are you my clarity?
Are you gonna stay the night?
Doesn't mean were bound for life
And i will find you
.
Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc
.
Saat Jae Ha membuka matanya, ia menemukan Fuyo tengah mengejar Yui yang menghampiri wanita dengan warna rambut dan mata yang sama dengan mereka berdua, yang diyakini Jae Ha sebagai Sumire, ibu kandung Yui dan Fuyo.
Tak disangka, Sumire malah mendorong Yui yang ditangkap oleh Fuyo.
"dasar adik bandel!? Mau kemana kau? jangan seenaknya pergi meninggalkanku sendirian di dunia ini sementara kau sudah seenaknya membuatku tetap hidup di dunia ini dengan tinggal di dalam tubuhmu?!" bentak Fuyo sambil memeluk erat Yui.
"tapi, kak Fuyo... aku tak ingin merenggut kebahagiaan kakak yang sudah ada di depan mata!? Kau mencintai Jae Ha, kan? di dalam satu tubuh ini, ada dua roh yang mencintai dua pria yang berbeda, salah satu dari kita harus mengalah, karena itulah..." ujar Yui menggenggam kedua tangan Fuyo "biarkan aku pergi ke tempat ibu, aku sudah cukup puas dengan hidupku selama ini... aku bersyukur, karena aku bisa bertemu dengan teman-teman dan sahabat yang baik, yang menerimaku apa adanya seperti keluargaku sendiri dan memiliki keluarga, kakak serta ayah yang menyayangiku... dan aku sempat merasakan cinta pertama yang bisa mengubah hidupku".
"tetaplah disini... tetaplah bersamaku, Yui... aku tak ingin berpisah darimu..." isak Fuyo, pasca mengecup kening Yui, saat ia memeluk erat Yui, sekeliling tubuhnya bersinar hijau kekuningan dan melebur dengan Yui.
Sebelum cahaya putih menyelimutinya dan menyilaukan matanya, Jae Ha sempat melihat saat Fuyo dan Yui melebur menjadi satu orang. Sumire yang entah sejak kapan berada di depannya tersenyum dan memeluknya.
"tolong jaga putriku".
Seperti saat ia baru sadar pasca tenggelam dan mengalami hipotermia di akhir musim dingin, ia menemukan teman-temannya berada di sekelilingnya, menatapnya dengan sorot mata cemas yang berganti dengan ekspresi lega saat ia sudah sadar. Teringat apa yang terakhir kali ia lihat dalam mimpinya dan apa yang terjadi sebelum ia pingsan, hal pertama yang ditanyakan Jae Ha saat ia bangun adalah kondisi Yui dan Fuyo.
Masalahnya sedikit rumit.
Tadi di tengah kepanikan, Hakuya dan Yohime masuk. Dengan kekuatan penyembuh yang ia miliki, Yohime menyembuhkan luka dan memulihkan tenaga mereka yang terluka (tentu saja di antaranya adalah Jae Ha, Yasmine dan Leila). Untuk Yui dan Fuyo, ada masalah tersendiri. Hakuya yang dirasuki oleh Tenryu memiliki kekuatan untuk melihat roh dan menahan roh yang akan pergi menuju perbatasan sedangkan Yohime yang memiliki kekuatan penyembuh dapat menyambung kembali benang yang terjalin antara roh dan tubuh selama spiritnya masih tersisa, itu sebabnya mereka berdua bisa menahan Yui dan Fuyo untuk tetap di dunia ini meskipun ada yang meleset dari perhitungan mereka. Terjadi perubahan drastis pada tubuh Yui dimana tubuhnya yang semula seperti anak kecil berusia 10 tahun, kini berubah menjadi tubuh wanita dewasa yang biasanya hanya muncul saat roh Fuyo keluar. Kedua kakinya yang cacat kini menjadi sempurna dan matanya yang semula buta, kini bisa melihat dengan jelas.
Dengan mata takjub, ia menatap sekelilingnya yang kini dapat ia lihat jelas untuk yang pertama kalinya dalam hidupnya. Seperti bayi yang baru dilahirkan ke dunia, ia akhirnya bisa melihat dunia di sekitarnya dengan matanya sendiri. Saat ia terlihat ingin mengatakan sesuatu kepada teman-teman dan keluarganya yang kini berkumpul di dekatnya, Jae Ha memeluknya erat tanpa memerdulikan pandangan yang lain.
"jangan membuatku takut?! kupikir aku akan kehilanganmu?!".
"untuk siapa kau ucapkan kata-kata itu? pada Yui atau Fuyo?".
Jae Ha merenggangkan pelukannya, ia memegang bahu gadis yang ia anggap sebagai permata dari laut di hadapannya dan menatapnya lurus "mau Yui atau Fuyo, aku tak peduli, karena yang kuinginkan adalah kau... bagiku kau adalah kau, tak peduli Yui atau Fuyo...".
"maafkan aku..." ujarnya, mengadu dahinya pada dahi Jae Ha "aku bukan keduanya, tapi juga keduanya...".
Nampaknya darah kaum Siren dalam tubuh Yui telah mengabulkan keinginan Fuyo dan Yui untuk tetap bersama sehingga jiwa mereka berdua melebur menjadi satu. Terjadi perubahan tak hanya pada fisiknya tapi juga pada kepribadiannya, ingatan serta perasaannya sebagai 'Yui' dan 'Fuyo' tak hilang, malah menyatu dengan sempurna dan melahirkannya kembali ke dunia ini sebagai manusia lain yang baru lahir dari gabungan jiwa dan raga dua orang. Gadis yang baru lahir kembali ini meminta Jae Ha memberinya nama, dan saat Jae Ha bertanya kenapa ia malah memintanya untuk memberinya nama, gadis itu tersenyum.
"karena aku tahu, di antara mereka semua, yang bisa membedakan Yui dan Fuyo dengan jelas adalah kau. Dari sorot matamu barusan, kau tahu bahwa aku bukan Yui atau Fuyo, karena itu kau berkata begitu, kan?".
"itu berkat instingku... atau mungkin bisa kusebut sebagai perasaanku... Fuyu...".
Jae Ha memberi nama gadis yang terlahir kembali ini dengan nama 'Fuyu' yang artinya musim dingin.
Musim dingin saat ia pertama kali bertemu dengan Fuyo, saat ia hampir kehilangan nyawanya lalu diselamatkan oleh Fuyo dan Yui, saat ia menyadari kalau ia terlanjur terpikat pada permata dari dalam laut ini, saat putri duyung yang menyelamatkannya dari dasar laut saat ia merasa ia akan mati ini membawanya kembali ke permukaan dan membuatnya bisa bernapas kembali.
"satu hal yang perlu kalian ingat jika kalian menjadi seorang ayah, kau pasti akan menangis jika kau memiliki anak perempuan karena tak peduli betapa kau menyayanginya dan tak peduli sebesar apa kasih sayang yang kau berikan saat kau membesarkannya, pada akhirnya dia akan diambil oleh pria lain... kurasa ini dilema yang harus dirasakan oleh setiap ayah pada saat putri kesayangannya lebih memilih untuk pergi bersama dengan pria yang dicintai..." gumam Dal yang melipat tangan dan menghela napas, dia merasa ingin menangis menyadari putrinya akan meninggalkannya lagi.
Setelah ia mendapatkan kebebasannya kembali; kini Fuyu tak perlu terikat dengan kuil Sakura merah dan dengan digabungkannya Kekaisaran Kai Selatan dan Kekaisaran Kai Utara, ayahnya bukan lagi Kaisar Kai Selatan dan ia bukan lagi putri Kekasiaran Kai Selatan, Fuyu yang tentu lebih memilih untuk ikut dengan Yona dkk ke kerajaan Kouka, bukan hanya karena ia tak ingin berpisah dari Jae Ha, tapi juga karena ia merasa kalau ia harus membantu Yona dkk berusaha menyakinkan ayahnya bahwa ia akan mengunjungi ayahnya sesekali dan tak seperti sebelum semua salah paham di antara mereka berdua dibereskan, kini ia takkan lagi menganggap ayah kandungnya membencinya atau membuangnya.
"harus!?" ujar Dal beralih menatap Jae Ha "meski aku masih sulit melepaskan putriku, tolong jaga putriku sebab bila tidak, aku takkan membiarkanmu...".
Jae Ha tersenyum mendengar ucapan Dal dan mengangguk "aku pasti akan menjaganya".
Begitu Yasmine dan Leila sadar, mereka merasa merinding dan sembunyi di dalam selimutnya masing-masing.
"kak, kau marah?" tanya Leila.
"kak, kau marah? kau marah, kan?" tanya Yasmine.
"oh, tahu darimana kalau aku marah?" ujar Hak dengan kening berkerut.
"kelihatan dari auramu..." jawab Leila.
"benar, biarpun mataku diperban, aku juga masih bisa merasakannya, kak..." jawab Yasmine duduk dan menyingkap selimutnya.
"dasar adik-adik bodoh?! Sudah kubilang, jangan memaksakan diri, kan?" ujar Hak memeluk erat Yasmine dan Leila "kalian pikir, bagaimana khawatirnya aku melihat kalian tak sadarkan diri... Jangan ulangi lagi?!".
Melihat Hak memarahi mereka sambil memegangi bahu mereka, keduanya tersenyum sebelum meminta maaf dan memeluk Hak.
"sudah? Sekarang giliranku..." ujar Yona yang memegang kedua tangan Yasmine "Yasmine, kami tahu kau memang tak bisa merasakan rasa sakit... mengenai penyebabnya, kami tak akan bertanya lagi dan menunggu sampai kau sendiri yang menceritakannya saat sudah siap... tapi mengertilah, kau pikir kami tak merasa sakit jika melihatmu terluka? Lebih berhati-hatilah dan jangan memaksakan dirimu seperti ini...".
"iya... maaf..." ujar Yasmine memeluk erat Yona.
Soo Won dan rombongannya yang mendengar pembicaraan mereka dari balik lorong tak bisa keluar dari tempat mereka saat ini dengan pikiran mereka masing-masing.
Setelah semua musuh mereka dari kuil Sakura merah berhasil dilumpuhkan, keanehan terjadi pada Leila dan Yasmine yang paling banyak menjatuhkan musuh. Keduanya tak sadarkan diri dengan kondisi yang mengkhawatirkan. Darah mengalir dari kedua mata Yasmine, timbul luka memar hampir di seluruh tubuh Leila yang demam tinggi sehingga Hak yang baru kembali dan menemukan kedua adiknya dengan kondisi begitu, memanggil Yun untuk menangani mereka berdua. Setelah meminta Kija membopong Yasmine, Hak merebut Leila dari tangan Kyo Ga yang terlihat memeluknya sejak Leila tak sadarkan diri.
"padahal kalau kau ingin menemuinya, temui saja" ujar Geun Tae pada Kyo Ga.
"apa maksud anda? saya kemari hanya untuk mendampingi yang mulia Soo Won" ujar Kyo Ga pergi menjauh saat Soo Won pergi bersama Joo Doh.
Di tepi pantai pada sore hari itu, Kyo Ga yang berkuda di tepi pantai turun dari kudanya, berdiri menatap langit sore yang berwarna orange kemerahan saat matahari akan tenggelam. Kyo Ga menoleh ke samping dan menemukan Leila yang dibopong oleh Shina. Setelah meminta Shina menurunkannya, Shina menahan tubuh Leila yang terduduk lemas di tepi pantai sehingga Kyo Ga menghampirinya dan duduk di sampingnya.
"...memangnya tak apa-apa jika kau bergerak sekarang?".
"hanya ingin mengembalikan barang yang tertinggal dari tempatmu, jenderal" sahut Leila yang menyerahkan jepit rambut yang dulu diberikan Kyo Ga padanya.
Saat Kyo Ga kembali menolak mengambil jepit rambut itu karena terserah Leila mau diapakan jepit rambut itu mengingat itu sudah jadi milik Leila dan menyerahkan keputusan tentang apa yang ingin dilakukan Leila pada jepit rambut itu, Leila menceritakan asal usul jepit rambut itu. Jepit rambut yang diberikan Soo Won pada Yona pada hari ulang tahun Yona yang ke-16 tahun, dijual Yona pada Ogi dan akhirnya dibeli Kyo Ga untuk diberikan pada Leila. Jepit rambut itu hanya akan mengingatkan kakaknya dan Yona pada kenangan buruk, ia baru tahu saat Yasmine memberitahunya baru-baru ini sehingga ia berniat melepaskan jepit rambut itu.
"tapi aku tidak bisa membuangnya... karena itu, kukembalikan padamu" ujar Leila meletakkan jepit rambut itu ke tangan Kyo Ga "jangan tanya alasanku, kenapa aku tak bisa membuangnya karena aku sendiri tak mengerti... apa alasanku...".
Saat Leila dibopong oleh Shina karena Leila memintanya membawanya kembali ke kamarnya sebelum ketahuan oleh Hak, Leila sempat menanyakan apa tanggapan rekan Kyo Ga mengenai kedekatan mereka berdua di perjamuan malam itu.
"tenang saja, kita berdua hanya bekerja sama menumbangkan musuh karena kebetulan musuh yang kita hadapi saat ini sama, antek-antek dari kuil Sakura merah benar-benar menyusahkan".
Leila tertawa sinis mendengar jawaban Kyo Ga "benar sekali".
Sebelum rombongan kerajaan Kouka kembali ke kerajaan Kouka, Hakuya dan Yohime sebagai Kaisar dan permaisuri Kekaisaran Kai yang baru dan telah bersatu kembali; berjanji bahwa tak akan mereka biarkan kuil Sakura merah bertindak semena-mena lagi. Keduanya membentuk tim khusus untuk menumpas kuil Sakura merah yang dipimpin oleh Arslan, dengan informasi dari Fuyu tentang lokasi kuil Sakura merah dll serta kemampuan Amitha untuk melacak jejak, yang jelas mereka meminta rombongan dari Kouka untuk tak campur tangan lebih jauh karena ini masalah yang harus dibereskan oleh Kekaisaran Kai sendiri dan pihak Kekaisaran Kai yang saat ini terdiri dari gabungan Kekaisaran Kai Selatan dan Kekaisaran Kai Utara didukung oleh nomaden takkan berhenti sampai kuil Sakura merah benar-benar musnah demi kedamaian anak cucu mereka di masa depan.
Mantan Kaisar Kai Selatan, Dal diminta ikut andil jalannya pemerintahan Kekaisaran Kai yang kini dipimpin oleh Hakuya dan Yohime, karena menurut Yohime, kemampuan Dal yang cukup memadai sebagai menteri kemiliteran masih bisa mereka andalkan.
"ampun, tak bisakah kalian biarkan orang tua ini istirahat dan pensiun saja?" gerutu Dal yang tertawa getir saat Yohime dan Hakuya malah memintanya untuk tetap tinggal di kastil sebagai menteri kemiliteran di saat ia berniat pergi ke pengasingan.
Orang-orang yang memang harus dihukum, diberi hukuman seadil dan semanusiawi mungkin, semua berkat kebaikan hati Yohime sebagai permaisuri. Tak heran jika orang lain menganggap Yohime lembek karena sebisa mungkin Yohime menghindarkan hukuman mati, tidak peduli seberat apapun kejahatan orang tersebut. Salah satunya adalah Aso yang hanya diasingkan dan Darius yang dijadikan tahanan rumah serta diberikan kebebasan bersyarat asalkan ia bersedia membantu memusnahkan kuil Sakura merah bersama Arslan.
Saat Darius mengajak Yasmine bicara untuk yang terakhir kalinya, Kija ikut bersama mereka berdua karena ia diminta Yona dan Hak untuk mendampingi Yasmine.
"kelihatannya aku tidak dipercaya sama sekali, ya? wajar, sih..." ujar Darius.
"jadi... apa yang ingin kau katakan? Jika masih hal yang sama, maka jawabanku tetap sama... biar bagaimanapun, aku tak bisa menjalin hubungan denganmu" ujar Yasmine.
"kenapa? apa sudah ada yang kau cintai?" ujar Darius.
"benar, sudah ada orang yang kucintai... di atas segalanya, aku sangat mencintainya..." ujar Yasmine dengan sorot mata yang sungguh-sungguh.
"kau tahu, aku tipe keras kepala yang selalu berusaha keras mendapatkan apa yang kuinginkan, jadi aku tak bisa janji padamu kalau aku akan mundur meski kau sudah memiliki orang yang kau cintai..." ujar Darius menggaruk lehernya "jadi... apa kita bisa bertemu lagi?".
"jangan menemuiku lagi setelah ini... atau aku akan membunuhmu..." ujar Yasmine berjalan melewati Darius.
"kenapa? karena kau membenciku?" ujar Darius memegang tangan Yasmine.
"karena kau terlalu mirip dengan laki-laki yang paling kubenci di dunia ini!? Dia membunuh adik-adikku... karena itulah..." ujar Yasmine menepis tangan Darius, setetes air mata mengalir dari mata kirinya "aku harus membunuh pria itu... dan kau yang terlalu mirip dengannya, kau pikir aku bisa mencintaimu? Kau hanya akan membuatku makin sengsara... aku sudah sangat terluka... tinggalkan aku sendiri...".
"Darius, apa yang kau rasakan pada nona Yasmine itu namanya bukan cinta, tapi obsesi... jika kau memang mencintainya, jika perasaanmu memang tulus, seharusnya sudah cukup bagimu asal orang yang kau cintai bisa bahagia, bukannya malah memaksakan perasaanmu sendiri dan membuatnya menangis..." ujar Kija menutupi kedua mata Yasmine dengan tangan kirinya dari belakang, memegang sebelah tangan Yasmine dan memutar tubuh Yasmine lalu menyandarkan wajah Yasmine ke bahunya, menatap tajam Darius "lalu harusnya anda teliti dulu apa wanita yang anda rayu sudah menjadi milik orang lain atau belum".
"oh? maaf, aku tak tahu kalau ternyata begitu hubungan kalian berdua" ujar Darius tersenyum sendu melihat Kija memeluk Yasmine "cara bicara dan tingkah lakumu yang sopan membuatku mengira kalau kau semacam pengawalnya tapi jelas sekarang penyebab sikap overprotektifmu dan tampaknya... sudah tak ada celah untukku...".
Begitu Darius pergi meninggalkan mereka berdua, Yasmine mendongak menatap Kija dengan mata terbelalak "kukira hanya Jae Ha dan kakakku yang bisa pura-pura begitu, tak kusangka kau juga bisa begitu?".
"aku tak suka ini, tapi memang aku menjadikan Jae Ha sebagai referensi tentang kira-kira apa yang akan dilakukan Jae Ha jika nona Fuyu ada di posisi anda saat ini, dan..." ujar Kija yang bersujud di hadapan Yasmine "mohon maaf atas kelancanganku!?".
Setelah Yasmine meyakinkan kalau ia tidak keberatan dan meminta Kija untuk merahasiakan apa yang ia lakukan, Kija setuju sebab jika apa yang ia lakukan barusan diketahui teman-teman mereka, pasti tak akan selesai hanya dengan amukan Hak si kakak overprotektif dan kakak Jae Ha yang usil. Saat Kija berbalik memunggungi Yasmine dan mengajaknya kembali, Yasmine melingkarkan kedua tangannya dan memeluk Kija dari belakang.
"maaf, biarkan aku begini... sebentar saja...".
Kija tak bisa mengatakan apapun saat ia merasakan kehangatan di punggungnya, tapi ketika ia ingin menoleh ke belakang, Yasmine melarangnya sehingga ia tak bisa melihat ke belakang.
"nona Yasmine... anda menangis?".
"memangnya... siapa yang menangis? tenang saja, aku akan baik-baik saja... hanya luka lamaku terasa sakit..." ujar Yasmine menyandarkan dahinya ke bahu Kija, dimana mata kirinya yang terasa berdenyut meneteskan air mata.
Sebelum kembali ke Kouka, Fuyu dan Yona dkk pergi bersama Dal, Arslan dan Amitha yang berniat mengunjungi makam mendiang Shoka, Sumire dan Hayabusa.
"kenapa, Fuyu?" tanya Jae Ha yang menggandeng tangannya.
"tidak... tidak apa-apa..." ujar Fuyu mengajak Jae Ha dan yang lain kembali, tersenyum saat ia melihat sosok transparan dari mendiang ibu kandungnya, ibu tirinya serta adiknya yang seolah ikut mengantarkan kepergiannya ke Kouka.
