Chapter 23 – Green Dragon and Mermaid Princess
Just Wanna Give Something Sweet And Fluffy About Them XD
Love is an Open Door, Enjoy It
.
Siren From Red Cherry Blossom Shrine Arc
.
Sesuai dengan rumor yang beredar tentangnya, Dal adalah orang yang tegas, keras malah. Yang tak mengenalnya secara dekat atau menaruh loyalitas padanya, tentu akan mengira Dal sebagai Kaisar yang tiran dan serakah. Kenyataannya, Dal hanya pria yang kikuk, dibesarkan sebagai pewaris tunggal di lingkungan kastil yang keras membuatnya menjadi pria yang kaku. Hanya Sumire dan Shoka, istrinya yang memahami hal ini sehingga keduanya maklum dan menerima kenyataan bahwa mereka berdua; sebagai sesama wanita yang harus berbagi suami karena pria yang mereka cintai adalah pria yang sama. Sikap kerasnya berubah setelah ia bertemu wanita yang bisa memahaminya, menerimanya apa adanya, mencintainya meski wanita yang ia cintai harus meninggalkannya begitu cepat.
Meskipun Shoka sebagai permaisurinya lebih sering mendampinginya, sebelum sempat timbul cinta padanya, wanita itu harus meninggalkannya setelah melahirkan Hayabusa. Tinggallah ia bersama Hayabusa karena Sumire juga pergi meninggalkannya, membawa Yui dan Fuyo serta sehingga bukan Dal namanya jika ia bisa melepaskan putrinya begitu saja. Malam itu setelah mereka berziarah ke makam Shoka, Sumire dan Hayabusa, Dal duduk sambil melipat tangan dengan dahi berkerut di hadapan Jae Ha dan Fuyu yang diminta duduk berhadapan dengannya.
"de javu" ujar Zeno tersenyum lebar.
"benar" angguk Kija dan Shina.
"menyusahkan?!" pekik Yona dan Hak yang merasa melihat diri mereka berdua yang harus berhadapan dengan Mundok dan Maya begitu perasaan mereka satu sama lain diketahui*.
*(baca cerita lengkapnya di fanfic Flower and Leaf).
"jika kau ingin aku melepaskan putriku dan membiarkannya ikut dengan kalian... denganmu, tepatnya... berikan kepastian".
"maksudnya?" tanya Fuyu menautkan alis, tiba-tiba mendapat firasat buruk.
"menikahlah".
Kalimat yang sudah diduga oleh Jae Ha.
Kalimat yang tak diduga oleh Fuyu.
Kalimat yang membuat teman-temannya memberikan reaksi yang berbeda, seperti Yona, Leila dan Yasmine yang terlihat sumringah, Yun dan Shina yang mata dan bibirnya membulat seperti butir nasi, Hak yang berusaha keras menyembunyikan seringai lebarnya saat menahan tawa, Zeno yang tersenyum lebar, Kija yang memegangi kepalanya karena pusing mendadak saat ia mengingat perjodohan yang harus ia alami akibat ulah neneknya sementara Ao hanya diam dan memakan kenarinya dengan tenang.
"baik" angguk Jae Ha.
"EH!?" pekik Fuyu dan teman-temannya bersamaan.
"kau keberatan?" tanya Jae Ha.
Fuyu menggelengkan kepala "bukan!? hanya saja... apa tak masalah jika menikah denganku? seperti yang kau tahu, aku bukan wanita baik-baik, aku...".
Melihat Fuyu menjawab sambil menundukkan kepalanya, Jae Ha memegang wajahnya dengan kedua tangannya, memegang dagu Fuyu dan mendongakkan kepalanya sehingga matanya bisa bertatapan dengannya.
"jika itu tentang apa yang terjadi di masa lalumu, aku tak peduli karena yang kuinginkan adalah kau. Jika kau tak percaya padaku, akan kukatakan sebanyak apapun yang ingin kau dengar. Jika tak puas dengan kata-kata, akan kuberikan buktinya dengan terus berada di sampingmu. Aku tak akan meninggalkanmu karena sejak aku menyadari perasaanku, sejak awal aku sama sekali tak berniat melepaskanmu" ujar Jae Ha mengecup kening Fuyu dan memegang dagu Fuyu "pilihlah aku... menikahlah denganku, Fuyu".
Seperti butiran air laut yang keluar dari mutiara berwarna hitam itu, air mata mengalir deras dari kedua mata Fuyu yang menerima lamaran Jae Ha "HUWAAAAAAAAAA".
Jae Ha tertawa melihat reaksi Fuyu, tersenyum sambil mengadu dahinya "kau ini, masih saja cengeng".
"kurasa perempuan manapun pasti menangis bahagia saat dihadapkan pada pernikahan terlebih jika pria yang ia nikahi adalah orang yang ia cintai" ujar Leila tertawa sambil menyeka air mata haru dan menepuk kepala Yona yang menangis terharu.
"kenapa, Zeno?" tanya Yasmine melihat Ouryuu Zeno yang terlihat sangat senang di antara ke-3 ksatria naga lainnya.
"tidak, hanya saja... ini mengingatkanku pada saat aku melamar Kaya, Kaya juga menangis seperti itu saat aku melamarnya" ujar Zeno tersenyum lebar.
Pernikahan keduanya akhirnya diadakan sebelum rombongan Yona dkk kembali ke Kouka di kuil yang ada di Banshee, secara diam-diam tentunya. Hanya keluarga mereka, seperti para perwakilan dari kaum nomaden dan orang terdekat Fuyu dari keluarga Fuyu seperti Amitha, Arslan, Midori, Yohime dan Hakuya juga Yona dkk, kapten Gigan dan awak kapalnya (meski Arslan hanya mengawasi dari jauh saat pesta pernikahan mereka berdua). Acara berlangsung singkat, tapi dipenuhi harapan untuk kebahagiaan mereka di masa depan. Untuk Ryokuryuu dari kerajaan Kouka dan putri duyung kaum Siren dari Kekaisaran Kai.
