Chapter 28 – Evil Spirit
Arwah jahat akan tercipta dari kumpulan perasaan negatif yang kuat dalam waktu lama, apa yang akan terjadi jika mereka menemukan wadah yang sesuai?
.
Vengeance Arc
.
Desa Hakuryuu...
Kija bisa merasa lega, saat mereka tiba di desa Hakuryuu untuk memberi peringatan sekaligus menanyakan apakah segelintir orang-orang mencurigakan itu datang ke desa mereka saat Kija tak ada di desanya, neneknya sebagai tetua di desa Hakuryuu meyakinkan bahwa semua aman terkendali.
"daripada itu, Hakuryuu-sama... apa wanita cantik itu kekasihmu?" tanya tetua desa Hakuryuu menunjuk Yasmine.
"bukan?!" pekik Hak, Kija dan Yasmine bersamaan.
"jika bukan, menikahlah dengannya!? dia wanita yang ideal untuk menjadi istrimu!?".
Ide yang diberikan nenek Kija yang merupakan tetua di desa Hakuryuu membuat Leila tertawa terbahak-bahak dan Hak si kakak overprotektif yang tak menyukai ide itu tentu saja memasang ekspresi masam. Sementara Kija wajahnya memerah karena lagi-lagi neneknya menyinggung masalah pernikahan; terlebih di hadapan teman-temannya apalagi lawannya adalah Yasmine, adik Hak, tentu saja Kija berniat membantah ucapan neneknya namun ia menyadari Yasmine yang berdiri di belakangnya menepuk bahunya; isyarat tubuh bahwa ia akan mengurus ini dan setelah menghela napas, Yasmine menjawab dengan wajah bersungut.
"kutekankan sekarang sebelum ada di antara kalian yang menyinggung masalah ini denganku di masa depan, aku tak berminat pada percintaan dan sebagai orang yang bebas, aku mencintai kebebasanku dan aku tak ingin terkekang atau terikat jika menjalin hubungan dengan seseorang jadi aku bahkan tak peduli jika aku tak menikah dan aku tak berminat, ada yang keberatan, para warga desa Hakuryuu?" ujar Yasmine melipat tangan dan menatap mereka dengan sorot mata tajam sambil memancarkan aura membunuh yang gelap sejak ia menghela napas.
Tentu saja tak ada satupun dari mereka yang berani membantah tuan putri yang memiliki tanda lahir berbentuk bunga melati yang besar di dadanya yang satu ini. Entah kenapa, Kija merasa dadanya terasa sakit. Saat ia merasa heran apa penyebabnya, ia menatap Yasmine, menyadari kesedihan dan kerinduang yang tersirat dari bola mata berbentuk kucing itu, perasaan yang sama seperti yang ia lihat pada Yasmine malam itu di Fuuga.
Desa Seiryuu...
Ketika Shina kembali, hanya menunggu waktu sampai Leila dan Yasmine berniat menghajar beberapa warga desa Seiryuu yang menurut mereka sikapnya kurang ajar (untung bisa ditahan Yona, Hak, Shina dan Kija). Mereka tak heran dengan reaksi Yasmine, tapi Leila? mungkin ini disebabkan oleh keakraban Shina dengan Leila, sehingga Leila yang merasa bersimpati dengan Shina jadi ingin menghajar mereka yang telah berbuat buruk pada Shina. Jadi sebelum terjadi keributan di desa Seiryuu, setelah Yona memberitahu tentang rumor itu pada warga dan tetua desa Seiryuu, mereka segera meninggalkan desa Seiryuu dan menuju tempat tujuan terakhir.
Desa Ryokuryuu...
Shina menunjuk ke satu arah dari kejauhan "sekitar beberapa menit berjalan kaki, kita tiba".
Sesuai ucapannya, Jae Ha lebih memilih menunggu di hutan yang berjarak beberapa meter dari desa Ryokuryuu. Tentu saja Fuyu sebagai istrinya memilih untuk mendampinginya. Yona dan yang lain sempat khawatir, namun setelah Fuyu meyakinkan kalau ia akan mengawasi Jae Ha dan Jae Ha sempat-sempatnya bercanda dengan mengatakan bahwa tak masalah jika mereka berlama-lama di desa Ryokuryuu, sebab semakin lama mereka berada di desa Ryokuryuu maka semakin lama juga waktu mereka bermesraan.
Hak menyadari apa yang tersirat dari gelagat Jae Ha sehingga ia menarik Yona "sudahlah, tak perlu mengkhawatirkan pasangan bodoh itu".
Jae Ha tersenyum saat Hak mengerti maksudnya dan membawa pergi teman-temannya ke desa Ryokuryuu untuk menyelesaikan urusan mereka. Saat teman-temannya sudah tak terlihat, Fuyu memegang wajah Jae Ha dan menatapnya dengan sorot mata cemas. Mengerti kecemasan yang dirasakan istrinya, Jae Ha hanya tersenyum sembari meyakinkan bahwa ia baik-baik saja. Saat menunggu teman-temannya, Jae Ha dan Fuyu berjalan-jalan, berdua menyusuri hutan selagi Jae Ha menggandeng tangannya.
Fuyu bisa merasakan ada energi negatif yang cukup kuat, lebih dari satu, datang dari berbagai arah yang tak tetap sehingga ia kebingungan melacak asal energi negatif itu sebelum akhirnya ia menyadari, semakin jauh ia dan Jae Ha yang menuntunnya masuk ke dalam hutan seperti ingin menuju suatu tempat, semakin kuat energi negatif itu. Entah kenapa, Jae Ha merasa ia harus melangkahkan kakinya menuju suatu tempat meski sejak tadi ia berjalan tak tentu arah.
Fuyu menghentikan langkah kakinya dan mempererat genggaman tangannya "Jae Ha, kurasa lebih baik kita kembali... perasaanku tidak enak...".
Saat tiba-tiba Jae Ha melepaskan genggaman tangannya, Fuyu mengerutkan kening "kenapa, Jae Ha?".
"...lari...".
Detak jantung Fuyu meningkat, ia mengepalkan tangannya yang ia tempelkan ke dadanya yang tiba-tiba terasa sesak "...Jae Ha?".
Jae Ha melangkah maju namun sebelah tangannya terulur ke belakang, isyarat meminta Fuyu untuk tak mendekat "lari... Fuyu... LARI KE TEMPAT YANG LAIN, CEPAT?!".
Fuyu menutup mulutnya, terbelalak "JAE HA?!".
Saat bertemu dengan tetua desa Ryokuryuu, Yona dan yang lain disambut dengan cukup sopan, setidaknya menurut Yona sebab yang lain bisa merasakan perbedaan perlakuan yang diterima mereka di tiap desa ksatria naga. Berbeda dengan desa Hakuryuu dan desa Seiryuu, mereka tak disambut dengan baik seperti saat ada di desa Hakuryuu atau dipandang rendah seperti saat ada di desa Seiryuu, mereka diizinkan memasuki desa namun mereka dapat merasakan pandangan dan bisikan tak mengenakkan dari sekeliling mereka.
Hak melirik Kija, Shina dan Zeno yang ada di belakangnya. Yun, Yasmine dan Leila berada tepat di belakang Yona yang berhadapan dengan tetua desa Ryokuryuu. Tetua desa Ryokuryuu tak menyangkal mengenai keberadaan Jae Ha seperti yang terjadi di desa Seiryuu pada saat mereka datang ke desa Seiryuu pertama kali untuk mencari Shina, ia bahkan berterima kasih pada Yona dan yang lain karena berbaik hati memberikan peringatan pada mereka mengenai kelompok yang mencari pusaka yang dimiliki tiap naga dan mencari keberadaan desa ksatria naga (selain Ouryuu) namun yang membuat mereka mulai tak nyaman adalah saat Yasmine yang memiliki pendengaran tajam kedua setelah Fuyu mendengar obrolan para warga desa yang menganggap kepergian Jae Ha dari desa Ryokuryuu disalahkan sebagai penyebab utama jika terjadi bencana di desa Ryokuryuu. Setelah ia membisikkan hal itu pada Leila dan Hak, saat Yasmine berniat pergi untuk memarahi orang-orang tersebut, Yasmine dan Leila mendapat sinyal bahaya dari Fuyu. Tak hanya mereka berdua, Kija, Shina dan Zeno juga bisa merasakan ada yang tak beres dengan hawa keberadaan Jae Ha.
Saat mereka memberitahukan hal ini pada Yona, Yona mengajak mereka untuk bergegas pergi menemui Fuyu dan Jae Ha namun saat sampai di tanah lapang yang ada di tengah desa, mereka dihadang beberapa prajurit penjaga desa Ryokuryuu yang bersenjata lengkap. Mereka memiliki busur dan panah, pedang dan belati serta rantai. Setelah mereka meminta Yona dan yang lain untuk diam di tempat yang aman di desa Ryokuryuu dan meminta agar urusan ini diserahkan pada mereka, Yona justru meminta warga desa untuk bersembunyi; Yona memang tak punya kekuatan seperti ksatria naga atau Hybrid (keturunan campuran Oni dan Miko yang memiliki tanda bunga di tubuhnya seperti Hak, Leila dan Yasmine) tapi Yona memiliki kebaikan hati manusia serta keberanian, instingnya sebagai reinkarnasi raja Hiryuu mengatakan bahwa ini bukan sesuatu yang bisa ditangani manusia biasa.
Leila mengeluarkan Hokuto, memintanya mencari Fuyu dan Jae Ha "laporkan padaku apa yang terjadi dan jika situasinya berbahaya, bawa mereka kabur dari sana secepatnya, bawa mereka berdua kemari".
Tak butuh waktu lama bagi mereka menunggu, Hokuto kembali sambil membawa Fuyu yang tak sadarkan diri. Ketika Fuyu sadar dan teman-temannya bertanya dimana Jae Ha, Fuyu yang akhirnya sadar sepenuhnya memberitahu mereka bahwa Jae Ha dirasuki roh jahat yang berasal dari sebuah reruntuhan kuno yang terlatak agak jauh di dalam hutan. Sebagai keturunan bunga yang juga memiliki kemampuan sebagai Miko, Fuyu bisa mengatakan dengan yakin bahwa Jae Ha dirasuki para arwah pendahulunya, bukan hanya satu arwah, 'mereka' merasuki Jae Ha agar mereka bisa menyelesaikan urusan mereka di dunia yang belum terselesaikan dan karena Jae Ha merupakan Ryokuryuu saat ini, Jae Ha menjadi wadah yang cocok untuk mereka rasuki.
Terlepas dari situasi serius saat ini, Hak sempat-sempatnya mengeluarkan sindirannya "bisa dirasuki arwah jahat juga dia?".
"Hak!?" pekik Yona.
"ini merepotkan..." gumam Yasmine menggaruk tengkuk lehernya.
"apa boleh buat, tapi sudah tugas kita sebagai keturunan Miko untuk mengusir roh jahat yang penasaran, kan?" ujar Leila mengeluarkan Kum Kang Jeo dari sakunya "nah, sekarang saatnya kita melakukan penyucian... kalian bisa merasakan posisinya, Kija, Shina, Zeno?".
Shina mengangguk "...mereka menuju kemari".
"terasa sekali, ada lebih dari satu Ryokuryuu..." sahut Kija mengeluarkan cakarnya.
"jadi, bisa kita mulai, nona?" tanya Zeno melirik Yona.
"tak peduli berapa banyak yang akan datang, datanglah... karena kita pasti akan membawa Jae Ha kembali" angguk Yona mengambil busur dan anak panahnya.
"maaf, tapi untuk kali ini bisa percayakan urusan menyadarkannya padaku? serahkan padaku, aku yang akan menyadarkannya kembali" pinta Fuyu memegang tangan Yona.
