Chapter 32 – Your Memory
Kata orang, tak ada yang bisa mengalahkan kenangan seorang kekasih yang telah tiada
Kenyataan dan kerinduan ini benar adanya
Tapi tak peduli betapapun kau mencintai dan merindukannya, ia takkan bisa kau temui lagi
.
Vengeance Arc
.
"Hak, apa tak lebih baik kau hentikan Yasmine?".
Hak menghela napas saat menoleh ke arah Yun "kau mau aku bicara apa? yang ada malah aku yang dibuatnya skakmat".
"bisa kubayangkan, jika kau mencoba menghentikannya, kak... dia pasti akan mempertanyakan jalan apa yang akan kau ambil, balas dendam pada Soo Won atau tidak?" sahut Leila dengan reaksi yang sama dengan Hak.
"apa kau sudah tahu soal ini sejak lama, Leila?".
"asal kau tahu, kak... ibunda bahkan sempat tak merestui mereka berdua karena ibunda tahu, tak peduli betapa besar Yasmine mencintainya, ini hanya akan menjadi cinta terlarang karena sejak awal mereka berdua tak seharusnya menjalin hubungan, salah satu dari mereka berdua, entah Yasmine atau Khali kelak akan berakhir dengan kehilangan nyawanya...".
Leila kembali menjelaskan legenda 'perjanjian bunga dan daun' yang berasal dari kerajaan Gujarat. Wanita yang terlahir dengan tanda lahir berbentuk bunga yang besar di dada atau punggung seolah bunga itu mekar di tubuhnya dikenal sebagai 'bunga'. Pria yang terlahir dengan tanda hewan buas di punggung atau daun dan tangkai bunga yang menjalar ke seluruh tubuh dari tanda bunga besar di dadanya disebut 'daun'. Seolah telah ditakdirkan untuk terlahir berpasangan, tiap 'bunga' yang terlahir ke dunia pasti memiliki 'daun' yang memiliki tanda yang sama dengan 'bunga'.
Jika 'daun' memiliki tanda yang sama dengan 'bunga' tersebut atau mengikat janji dengan 'bunga' maka 'daun' itu akan dapat merasakan apa yang dirasakan oleh 'bunga'. 'daun' bisa dengan mudah menemukan 'bunga' karena 'bunga' memiliki aroma tubuh yang memabukkan bagi 'daun', aroma inilah yang mendorong nafsu 'daun' itu untuk memangsanya. Bagi 'daun', 'bunga' merupakan santapan kelas satu karena tak hanya lezat bagi mereka, darah dan daging 'bunga' dapat menambah tenaga bahkan konon jika 'daun' dengan keturunan murni bisa memakan 'bunga' dengan tanda yang sama dengannya secara utuh, 'daun' itu dapat hidup abadi. Bagi 'bunga', 'daun' adalah dewa kematian mereka yang akan merenggut nyawa mereka, juga kesempatan hidup kedua mereka karena 'bunga' dapat mendapatkan nyawa kedua jika mereka mendapat jantung 'daun' pasca kematian mereka.
Tanda sebagai 'bunga' akan mengeluarkan aroma yang berbau harum dan memikat 'daun'. Setiap 'daun' dan 'bunga' terlahir ke dunia ini berpasangan, selalu ada 'daun' yang mencari untuk menemukan 'bunga' pasangannya. Hanya satu nasib yang jelas untuk 'bunga' yang telah ditemukan 'daun' pasangannya, yaitu kematian. Jika 'daun' berhasil menemukan seorang 'bunga' dengan tanda yang sama dengannya, ia akan merasa haus darah, tak seperti saat ia berhadapan dengan 'bunga' lainnya karena 'bunga' yang memiliki tanda yang sama dengan 'daun' akan membuat 'daun' itu ingin memangsanya. Darah dan jantung 'bunga' bisa memberi tenaga lebih pada 'daun' dan jika 'daun' berdarah murni bisa memangsa 'bunga' pasangannya, konon daun itu akan mendapat keabadian. Itu sebabnya 'daun' yang memiliki tanda yang sama dengan 'bunga' disebut Khali yang artinya dewa kematian karena saat 'bunga' bertemu 'daun' yang merupakan Khali-nya, hanya ada kematian untuknya.
"tak seperti ibunda dan ayahanda yang memiliki tanda yang berbeda meski keduanya adalah 'bunga' dan 'daun', Yasmine dan Khali memiliki tanda yang sama sehingga cepat atau lambat Khali akan memangsanya tapi meskipun Yasmine mengetahui bagaimana nasibnya jika ia tetap bersama Khali, ia tetap memilih Khali... meski akhirnya ibunda tak bisa berbuat apa-apa lagi dan merestui mereka berdua, sesuai ucapan ibunda, Khali lebih dulu kehilangan nyawanya...".
"apa yang terjadi pada Khali?" tanya Jae Ha.
"...jangan tanya padaku, hanya dengan mengingat bagaimana dia menangis setelah itu, sudah membuatku merasa ikut merasakan sakitnya" ujar Leila mengerutkan kening sebelum beranjak pergi untuk menenangkan pikirannya.
Saat Yona melingkarkan kedua tangannya ke lengan Hak, Hak mengerti Yona ingin bicara dan mereka berdua memisahkan diri dari yang lain. Saat Hak memperkirakan apa yang ingin Yona bicarakan, Yona memberitahunya bahwa ia merasa bersalah pada Yasmine dan merasa kalau ia harus minta maaf pada Yasmine.
Yona teringat ucapan Yasmine padanya saat Hak sempat sekarat dan kehilangan ingatannya, ia belum begitu mengenal Yasmine saat itu namun kata-kata dan ekspresi Yasmine saat itu kini terngiang di kepalanya.
"paling tidak mereka masih bisa bertemu?! bukankah ini jauh lebih baik ketimbang dia harus kehilangan kakakku untuk selamanya dan tak bisa bertemu lagi dengannya? kau masih bisa disebut beruntung, bukankah ini jauh lebih baik ketimbang perpisahan akibat kematian?! tidak peduli sebesar apa perasaanmu atau seperti apapun kau merindukannya, kau tak bisa bertemu lagi dengan orang yang kau cintai jika kematian sudah memisahkan kalian?!".
Teringat bagaimana Yasmine mengucapkan kata-kata itu dengan wajah seolah ingin menangis, Yona merasa ia jadi ingin menangis sehingga ia memeluk Yasmine barusan.
"apa tak ada yang bisa kita lakukan pada Yasmine?" ujarnya terisak, setelah memberitahu Hak apa yang pernah dikatakan Yasmine padanya.
"putri... kau tahu betapa keras kepalanya dia, kan?" ujar Hak menyeka air mata di wajah Yona, menghela napas sambil menundukkan kepala "jika dia sudah membuat keputusannya, takkan ada yang bisa menghentikannya...".
"apa anda tak pernah mendengar seseorang menyebut anda sebagai wanita dingin yang kejam!".
"jangan lupa tambahkan kata 'berdarah dingin dan tak punya perasaan'...".
Kija teringat apa yang pernah ia ucapkan pada Yasmine dan bagaimana reaksi Yasmine. Sesuai ucapan Zeno, tipe wanita yang keras pada orang lain seperti Yasmine menunjukkan bahwa ia adalah orang yang keras pada dirinya sendiri, tipe seperti Yasmine biasanya bersikap baik hati dan lemah lembut seperti Maya namun karena pengalaman buruk atau kejadian ekstrem yang menimpanya, ia berubah menjadi orang yang bertolak belakang dengan dia yang sebelumnya. Kini ia merasa bersalah atas ucapannya, terutama setelah melihat bagaimana ekspresi Yasmine saat ia menghentikannya tadi serta mendengar penjelasan Yasmine dan Leila.
Kija melangkahkan kakinya, menemukan Yasmine berdiri menatap bulan purnama malam ini di padang bunga Higanbana tempat ia bertemu dengan Karma barusan, menyanyikan lagu Kimi no Kioku, lagu yang menceritakan tentang perasaan seorang wanita yang hancur perasaannya setelah ditinggal mati mendiang kekasihnya, seolah menggambarkan isi hatinya saat ini.
.
~ Hoho o tsutau shizuku (Airmata mengalir menelusuri pipiku) ~
~ Ano hi futari de miageteta keshiki ni ima tada hitori (sekarang aku berdiri sendirian dalam suasana yang kita lihat bersama saat itu) ~
~ Omoidasu no ga kowakute (aku takut mengingatnya) ~
~ Hitomi kokoro o tozashite (jadi kututup mataku dan hatiku) ~
~ Nandomo kesou to shita no, sono tabi ni anata afureta (dan aku coba menghapus kenangan itu, akan tetapi cintaku tetap melimpah untukmu) ~
~ Subete o nakushita tte koukai nado shinai (bahkan jika aku telah kehilangan segalanya) ~
~ Honki de omotteta (aku tidak akan menyesal) ~
~ Anna ni mo dareka o nido to ai senai (aku yakin takkan bisa mencintai orang lain melebihi saat aku mencintaimu) ~
~ Zutto hanarenai to chikatte (Aku berjanji tidak akan pernah meninggalkanmu) ~
~ Dakishimeta nukumori wa mada kono te no naka ni (kehangatan pelukanmu masih tertinggal di tangan ini) ~
~ Wasurenai ikutsu no (aku tidak akan lupa) ~
~ Kisetsu o kasanete mo (tidak peduli berapa banyak musim yang akan berlalu) ~
~ Anata omotteru (aku akan selalu memikirkanmu...) ~
.
Yasmine menghentikan nyanyiannya dan menundukkan kepala "bukankah sudah kubilang... tolong biarkan aku sendiri".
Kija mendekat hingga ia berdiri di belakang Yasmine "mohon maaf, tapi saya merasa tak bisa membiarkan anda sendirian".
"kenapa? kau merasa aku akan menangis? atau karena keputusanku barusan?" ujar Yasmine tersenyum saat menatapnya "tenang saja, aku tak apa-apa... aku sudah siap dengan konsekuensi yang harus kuterima, aku tak keberatan menderita lebih jauh karena aku merasa sepertinya aku memang tak bisa bahagia...".
"tolong jangan bilang tak apa-apa dengan wajah tersenyum seperti itu..." ujar Kija memeluknya erat "jangan katakan bahwa kau tak bisa bahagia sebab tak satupun manusia di dunia ini yang tak pantas mendapatkan kebahagiaannya, Yasmine...".
Lagi-lagi, entah ini karena Kija mirip dengan Khali atau karena kata-katanya, Yasmine tak bisa menahan air matanya dan menangis di pelukan Kija. Sambil memeluk Kija dengan air mata dan teriakan di tengah tangisannya yang seolah tak bisa berhenti, Yasmine hanya memikirkan Khali meski Kija yang memeluknya erat.
