Chapter 36 – Behind The Door
Apa yang tersembunyi di balik pintu?
Kagome, Kagome
Siapa pengkhianatnya?
Siapa yang bersembunyi di balik topeng?
.
Winter Arc
.
Khali memasuki sebuah ruangan dengan semburat merah tua yang berasal dari tirai penghalang kamar mandi, sebenarnya ia ingin menghadap Yasmine tapi saat ia masuk, ternyata Yasmine baru keluar dari bak mandi dan hanya mengenakan handuk yang melilit bawah pusar dan dadanya sehingga Khali refleks membelakangi Yasmine "mohon maaf atas kelancanganku?!".
"sudahlah, kau tak sengaja, kan? Lain cerita kalau kau sengaja, kutusuk kau..." ujar Yasmine mengganti bajunya meski siluet tubuhnya masih terlihat dari balik tirai.
"mana mungkin saya berani kurang ajar begitu, putri Yatalia" ujar Khali dengan wajah merona merah.
"kau terlihat terburu-buru... apa ada kabar dari Bihan?".
Beberapa hari yang lalu, tanpa sengaja Yasmine mendengar percakapan antara kepala peramal istana dan Azurite. Kepala peramal istana meramalkan akan adanya bencana yang disebabkan oleh 'daun' yang mencari 'bunga' di kerajaan ini.
"saat pedang dan perisai beradu, akan ada darah yang kembali tumpah, membuat bunga putih yang semula suci menjadi merah karena ternoda oleh darah".
"apa 'bunga putih' yang kau maksud adalah Yasmine?".
Begitu Yasmine mendengar nama aslinya disebut, meski yang ia tahu sekarang namanya adalah Yatalia, ia tetap merasakan sesuatu saat mendengar nama itu "Yasmine? nama itu...".
'Yatalia' mulai mencaritahu tentang siapa 'Yasmine' yang dibicarakan oleh Azurite dan kepala peramal istana. Malam itu, tanpa sengaja ia menemukan jalan rahasia menuju kamar tertutup dan di kamar itu terdapat beberapa dokumen rahasia. Setelah ia menelusuri beberapa dokumen tersembunyi di kamar itu, ia berhasil menemukan fakta tentang putri Maya, saudara kembar ayahnya. Ketika Yasmine mengangkat tempat lilin di tangannya dan menemukan pigura yang tersembunyi di sudut kamar, yang tak lain adalah figura berisi foto Maya dan Ulla, Yasmine tersentak karena sosok Maya yang lebih mirip dengan dirinya ketimbang dirinya dengan Setia.
"itu foto ayah dan ibu kandungmu, tapi mereka berdua terpaksa meninggalkanmu di kerajaan Gujarat ini demi keselamatanmu dan saudaramu, meskipun seharusnya mereka berdualah yang naik tahta, jika bukan karena kebodohan orang tua mereka berdua".
Yasmine merasa napasnya seolah berhenti, rasa takut apa yang membuat napasnya sesak ini? ia memberanikan diri menoleh ke belakang, ia diam di tempatnya sementara orang yang bicara di belakangnya perlahan mendekatinya. Entah kenapa, hati kecil Yasmine berteriak bahwa ia dalam bahaya saat ini dan ia merasa ia harus lari jika ia ingin tetap hidup, namun ia tidak bisa merasakan kedua kakinya.
Dengan suara tertahan, Yasmine mengarahkan lilin di tangannya ke depan setelah ia menelan ludah "...siapa disana?".
"kau lupa? Kita sudah pernah bertemu sebelumnya saat aku menjemput ibumu, Yasmine".
"namaku Yatalia, bukan Yasmine... apa kau tak salah orang?".
"tidak, karena aku yang selama ini berada di dekatmu tanpa kau ketahui untuk menjagamu...", sesosok pria dengan rambut lurus seputih salju yang hampir mencapai lantai dan mata peraknya yang berkilat seperti pedang muncul di hadapannya "putri Yasmine".
Seketika, Yasmine merasa seperti mendapat serangan jantung, tiba-tiba dadanya dimana terukir tanda lahir berbentuk bunga melati yang besar terasa sakit sehingga ia memegangi dadanya, napasnya terasa sesak dan ia melihat di tengah pandangannya yang kabur secara perlahan, pria itu mendekatinya dan bisa ia rasakan tangannya yang memiliki cakar panjang itu menangkap tubuhnya "ayah... adik-adikku... Karma... Khali...".
.
~ Kagome, Kagome ~
~ Burung dalam sangkar ~
~ Kapankah kau akan terbang? ~
~ Saat fajar tiba, cahaya dan kegelapan akan bersatu ~
~ Burung dalam sangkar lepas ~
~ Siapa pengkhianatnya? ~
~ Siapa yang ada di balik topeng? ~
.
"siapa yang bernyanyi? Lagu itu... ah, benar... itu lagu yang kami nyanyikan saat bermain petak umpet...".
Yasmine membuka kedua matanya dan menemukan ke-6 adiknya menatapnya dari atas dengan ekspresi cemas dan takut yang berganti dengan kelegaan saat Yasmine membuka matanya. Ia berusaha bangun, namun Azurite menyuruhnya untuk kembali berbaring. Pasangan kembar, si kembar Anna dan Tasya, serta Nadine dan Nagine berebut memeluk Yasmine.
"dasar kakak bodoh?! kau tak sadarkan diri selama dua hari, tahu?!" protes Tara yang berusaha menahan air matanya.
"bikin khawatir saja, kenapa kau tiba-tiba bisa pingsan disana?" tanya Tatiana menghela napas.
"dua hari?!", Yasmine terkejut mendengar ia pingsan selama itu tapi ia masih tak mengerti apa yang terjadi.
Azurite menceritakan bahwa dua hari yang lalu, Yasmine ditemukan di dalam kamar mendiang ibu tirinya, Tiara. Ia ditemukan tak sadarkan diri oleh Khali yang pertama menemukannya saat seisi istana mencarinya atas perintah Karma dan Khali.
"tak ada siapa-siapa saat saya menemukan anda... tapi kenapa anda ada disitu?" tanya Khali.
Yasmine teringat apa yang terjadi terakhir kali dan bangun dari tempat tidur dengan niat pergi ke kamar tersembunyi itu lagi dan Azurite menahannya sehingga Yasmine kelepasan meski ia tak ingin memberitahu mereka pada awalnya.
"tapi ayahanda, 'daun' itu muncul lagi di hadapanku sebelum aku pingsan!?".
Mendengar ucapan Yasmine, para saudarinya langsung pucat sedangkan Azurite memegang kedua bahu Yasmine "Yatalia, maksudmu... 'daun' yang membunuh Tiara?!".
"bukan, ayahanda!? Yang muncul di hadapanku adalah 'daun' yang berbeda".
Yasmine menceritakan pertemuan yang pernah ia alami dengan 'daun' berwajah sama. Kedua 'daun' ini memang memiliki rupa yang mirip dengan rambut yang putih lurus seperti salju yang hampir mencapai lantai, tapi kini ia bisa membedakannya karena warna mata mereka berdua yang berbeda. 'daun' yang membunuh ibu tirinya, Tiara adalah 'daun' bermata emas sedang 'daun' bermata perak yang lebih sering menemuinya tak pernah membahayakannya.
"berbahaya atau tidak, 'daun' tetaplah 'daun', Yatalia?!", Azurite mengalihkan pandangannya pada Khali dan Karma "jangan sampai kalian meninggalkan Yatalia sendirian!? salah satu dari kalian berdua harus berada di sisinya untuk menjaganya, 24 jam, mengerti?!".
"ayahanda, itu terlalu berlebihan?!" protes Yasmine, ia tak suka jika harus dikuntit selama 24 jam penuh.
"mengertilah, Yatalia... setelah kehilangan istriku, aku tak bisa kehilangan anak-anakku... dan di antara kalian bertujuh, hanya kau yang terlahir sebagai 'bunga', kemungkinan 'daun' akan menyerangmu jauh lebih tinggi ketimbang saudari-saudarimu".
Yasmine tak bisa bicara apapun, sehingga ia mengambil resiko "...baik, aku akan menuruti apa yang ayah inginkan kali ini, tapi sebelumnya beritahu aku... siapa 'putri Yasmine'?".
Mendengar nama itu disebut oleh Yasmine, Azurite terbelalak "...darimana kau tahu nama itu, Yatalia?".
Setelah meminta maaf, Yasmine memberitahu bahwa ia tak sengaja mendengar percakapan di antara kepala peramal istana dan Azurite meski ia tak tahu siapa yang dibicarakan oleh ayahnya dan kepala peramal istana sebab setelah kepala peramal istana mengiyakan pertanyaan Azurite, kepala pengawal istana undur diri dan berjalan ke arahnya sehingga ia kabur dari sana.
Azurite tak menjawab pertanyaan Yasmine, ia pun meminta Yasmine untuk bicara dengannya, berdua saja malam ini di kamarnya.
Malam harinya, Azurite menarik salah satu tali yang ada di balik tirai bagian atas ranjangnya. Pintu rahasia yang tersembunyi di balik rak buku yang bergeser ke samping membuka jalannya, menuju suatu kamar rahasia. Azurite mengundang Yasmine masuk dan mereka tiba di kamar yang dimasuki Yasmine secara tak sengaja itu. Di kamar rahasia itu, Azurite menyembunyikan berbagai harta buruan, dokumen rahasia serta figura Maya dan Ulla yang seharusnya menjadi raja dan ratu kerajaan Gujarat atau kerajaan Xing selanjutnya. Tanpa ada yang ditutupi, malam itu Azurite memberitahu semuanya, tentang siapa Maya dan Ulla, tentang apa yang telah terjadi di masa lalu serta siapa Yasmine.
"kaulah putri kandung Maya Sahara Sandra dan Ulla Dilwale Khun, putri Yasmine... Yasmine Dilwale Mira...".
Setelah memikirkan matang-matang, mengetahui ibu kandung dan saudaranya masih hidup dan kini berada di kerajaan Kouka, Yasmine meminta Khali menemaninya ke ibukota kerajaan dan menemui Bihan. Yasmine dan Tatiana memang cukup sering turun ke ibukota kerajaan yang letaknya ada di kaki bukit tempat kastil Bae Kho berdiri. Yasmine meminta Bihan mencaritahu keberadaan orang-orang yang ia berikan namanya dan dengan Khali sebagai perantaranya, ia ingin agar kabar tentang keberadaan mereka secepatnya diberitahu padanya.
Dan hari ini, hanya selang empat hari sebelum ulang tahunnya, Yasmine mendapat kabar dari Bihan yang disampaikan oleh Khali, bahwa keberadaan orang-orang yang ingin ia cari sudah ditemukan.
"sayangnya hanya dua yang bisa kami pastikan keberadaannya... yang pertama, Son Hak, dia Jenderal suku Angin saat ini, cucu Son Mundok, pahlawan kerajaan Kouka yang berasal dari suku angin. Dan yang kedua, wanita bernama Leila ini... dia punya latar belakang yang lebih gelap, dimana ia bergerak di 'bawah tanah' dan dikenal dengan julukan 'Yuki Onna', kini ia berada di Kekaisaran Kai Utara".
"begitu? ucapkan pada Bihan, terima masih".
"sebenarnya untuk apa kau meminta data tentang orang-orang ini?".
"Khali, aku tak menerima pertanyaan apapun darimu tentang hal itu untuk sementara waktu... tapi aku pasti akan memberitahumu saat waktunya tiba, dan pertanyaanku... apakah kau akan memenuhi perintahku?".
Sebagai pengawal pribadi Yasmine, tentu saja "apapun itu, tuan putri".
"kalau begitu, bersiaplah... kita pergi dari kastil ini".
"jadi pada akhirnya kau mau pergi?" ujar Tatiana masuk dan memegangi kedua bahu Yasmine yang lebih tinggi darinya "kau mau pergi meninggalkan kami, kak?!".
Tatiana merasa ada yang aneh dengan Azurite dan Yasmine, sehingga malam itu, diam-diam ia membuntuti Yasmine dan Azurite dari belakang dibantu Karma. Tentu saja ia mendengar apa yang dibicarakan oleh Azurite dan Yasmine.
"Yasmine atau Yatalia, kau tetap kakak kami!? kenapa kau harus pergi?!".
"Tatiana, kau yang tertua setelahku, karena itu... kuserahkan tahta kerajaan padamu, kutitipkan adik-adik kita padamu setelah aku pergi, ya?", Yasmine tersenyum, memegang wajah Tatiana dan mengadu dahi "tenang saja... aku akan tetap berada di kerajaan Gujarat untuk sementara waktu, untuk memastikan kalau kerajaan ini akan baik-baik saja sebelum aku pergi ke kerajaan Kouka untuk mencari ibu kandung dan saudara kandungku... kupercayakan ini padamu, ya?".
Tatiana menyeka air matanya dan menyodorkan jari kelingkingnya "kalau begitu, sesekali pulanglah kemari, janji?".
Yasmine tersenyum dan mengangguk "janji".
Namun, keesokan malamnya, saat Yasmine berniat kabur, terjadi sesuatu.
Si bungsu Nadine selamat karena saat itu ia sedang berada di kamar Azurite.
Yasmine yang menyadari ada sesuatu yang tak beres, melihat beberapa dayang terlihat panik dan meminta prajurit untuk mencari kunci cadangan kamar itu. Begitu Yasmine dan Khali yang berniat pergi malam itu memeriksa apa yang terjadi, para dayang itu memberitahu bahwa para putri terkunci di dalam kamar itu. Terdengar suara tangisan dan teriakan dari dalam sehingga mereka berusaha mendobraknya, tapi entah kenapa pintunya tak bisa dibuka.
Ketika Yasmine menempelkan telinganya ke pintu kamar, terdengar suara nyanyian 'Kagome, Kagome' yang membuat perasaannya tak enak.
Yasmine ingat kamar ini, ia bisa masuk lewat balkon yang ada di Timur dengan memanjat ke atas kubah dan dinding istana sehingga Yasmine meminta Khali untuk mencoba mendobrak pintunya dari depan sementara ia sendiri nekat memanjat dinding sebelum pergi meninggalkan Khali dengan alasan kalau ia akan memanggil Azurite dan bala bantuan.
Dari lantai 1, dengan menggunakan selendangnya, Yasmine memanjat pilar itu dan masuk ke kamar itu lewat balkon. Setelah ia mendarat di balkon dan berdiri, mata Yasmine terbelalak, kedua kakinya lemas sehingga ia tersungkur ke pagar balkon ketika melihat mayat Tasya yang tewas akibat kehabisan darah, Tasya ditemukan tergeletak bersimbah darah di depan jendela menuju balkon dengan luka tebasan di seluruh tubuhnya, darah tergenang dengan tubuh Tasya sebagai pusatnya.
"Tasya... kenapa...".
Mencium aroma darah yang kuat dan lebih pekat dari dalam, Yasmine berdiri dan melangkah memasuki kamar itu. Ketika menemukan jasad Anna yang tewas seketika akibat tertusuk pasak kayu di jantungnya, Yasmine terduduk lemas. Yasmine merangkak masuk dengan tubuh yang gemetar dan mata berkaca-kaca ketika kedua matanya menangkap jasad Tatiana. Tatiana mati akibat dipenggal kepalanya, Yasmine memeluk kepala Tatiana yang ia temukan tergeletak di dekat cermin sementara tubuhnya tergeletak di dekat lemari. Entah kenapa Yasmine merasa ia melihat saat Nagine, kakak kembar Nadine disembunyikan oleh Tatiana di dalam lemari yang ada di dekat jasad tubuh Tatiana sebelum ia mati terbunuh.
"Anna... Tatiana... KENAPA!?".
"karena ini memang perlu dilakukan, putri Yasmine...".
Sambil memeluk kepala Tatiana, Yasmine mengalihkan kedua matanya yang berurai air mata ke arah si pelaku yang saat ini menggenggam rambut Tara yang tergeletak di lantai dan ia tahan dengan menginjak punggungnya. Meskipun seluruh tubuh Tara berlumuran darah, terlihat luka lebam dan memar di sebagian besar tubuhnya serta baju yang compang-camping sebagai usaha perlawanan Tara pada Karma. Karma mengakui bahwa ia mengetahui identitas asli Yasmine dan ia ingin Yasmine yang menjadi ratu kerajaan Gujarat. Untuk memastikan hal itu, Karma sengaja membunuh para putri yang lain.
Saat Karma mengacungkan pedangnya ke leher Tara, seseorang menusuk Karma dari belakang "kenapa kau lakukan semua ini... Karma!?".
Yasmine menarik Tara ke pelukannya setelah Karma melepaskannya akibat tusukan orang itu, sambil memeluk erat Tara, Yasmine melihat penolong mereka "kau... mungkinkah... Khali?".
"hei, ini kesekian kalinya kita bertemu dengan sosok ini...", Khali tersenyum saat menatapnya sebelum memunggunginya "tetap di belakangku, putri...".
