SAVE THE SECRET © azalea supasuna
Disclaimer : Naruto © Masashi Kishimoto. Saya cuma minjem
Warning : OOC,gaje,typo,ALUR LAMBAT,bahasa kacau,dkl
Genre : Drama,romance,etc
Rate : T
Pairing : SasuHina
RnR,please !
(Mohon maaf jika terdapat kesamaan cerita. Inspirasi saya banyak. Tetapi ini murni karya saya)
.
.
.
Hyuuga Hinata dan hidupnya yang biasa-biasa saja berubah, ketika seorang Uchiha Sasuke tinggal di rumahnya dan mengacaukan segalanya.
.
.
.
Chapter 3
Sasuke membuka pintu depan secara kasar kemudian masuk ke dalam rumah. Segera ia menuju ke lantai atas. Dilihatnya sang ayah –Fugaku- sedang berdiri di ujung tangga lantai dua. Ia hanya menatap datar. Tak lama Fugaku turun dari tangga dan memerintah Sasuke mengikutinya ke ruang tamu. Setelah beberapa saat duduk dalam keheningan, Fugaku mulai bicara.
"Tou-san dan Kaa-san akan pergi ke Tokyo. Dan selama kami pergi, kau akan tinggal di rumah sahabat Tou-san" kata Fugaku
"Kenapa aku harus melakukannya ?" Tanya Sasuke datar
"Karena kami menghawatirkanmu Sasuke. Kakakmu sedang kuliah di London, dan para maid kami liburkan. Jadi, kami tidak mau kau di rumah sendirian" ucap Mikoto yang datang dari dapur sambil membawa jus tomat.
"Aku tidak mau Kaa-san" Sasuke ngotot
"Tou-san tidak terima penolakan Sasuke. Atau kau mau semua fasilitasmu Tou-san sita, hm ?" ancam Fugaku
"Ck," Sasuke berdecak kesal
"Lalu siapa yang akan menjaga rumah nanti ?"
"Tenang saja. Rumah akan dijaga oleh Kabuto –butler keluarga Uchiha-" Jawab Fugaku
"Lalu, bukankah itu namanya aku tidak akan dirumah sendirian ?" Sasuke mencoba bernegosiasi
"Dan membiarkanmu berbuat seenakmu sendiri ? Tidak. Terima kasih" Sasuke kembali berdecak.
"Sudahlah Sasuke, turuti saja kata Tou-san mu. Toh tidak ada ruginya" ucap Mikoto menenangkan
"Kapan kalian berangkat ?" Tanya Sasuke setelah kekesalanya agak mereda
"Kira-kira hari Kamis kami akan berangkat" jawab Fugaku
"Kalian berangkat hari Kamis, dan baru memberitahuku sekarang ?! Hebat" jebol sudah pertahanan Sasuke
"Karena ini urusan bisnis mendadak Sasuke. Tou-san tidak bisa meninggalkannya" terang Fugaku
"Sebaiknya aku menginap di rumah Naruto saja" Sasuke mencoba bernegosiasi-lagi-
"Tidak bisaa… Kau harus tetap tinggal di rumah sahabat Tou-san dan Kaa-san !" Mikoto berkata sambil berkacak pinggang.
"Kenapa harus ?"
"Karena kami sudah bicara pada mereka, dan mereka sudah menyetujuinya"
"Kenapa melakukan itu tanpa persetujuanku ?!" Sasuke tidak terima
"Sudahlah, toh sudah terjadi itu. Lagipula, keluarga sahabat Tou-san dan Kaa-san punya anak gadis yang cantik-cantik lho ! Siapa tahu bisa dijadikan calon menantu" goda Mikoto sambil menaik turunkan kedua alisnya. Sangat tidak Uchiha sekali.
"Terserah apa kata kalian" Sasuke sudah lelah bertengkar dengan kedua orang tuanya. Lebih baik ia mengalah sekarang.
"Kau akan pindah ke sana hari Kamis, bersama kami yang akan pergi ke bandara. Jadi mulailah mengemasi barang-barangmu mulai dari sekarang" Ujar Fugaku
"Jangan khawatir Sasu-chan, nanti Kaa-san akan membantumu"
"Hn" gumam Sasuke acuh. Ia lantas menuju ke lantai dua tempat kamarnya berada. Ia sangat lelah karena berdebat dengan kedua orang tuanya dan kini ia ingin beristirahat.
Saat sampai di pertengahan tangga, Sasuke berbalik menghadap kedua orangtuanya yang masih berada di ruang tamu. Ia lupa menanyakan pertanyaan yang penting.
"Tou-san, siapa nama sahabat Tou-san itu ?" Tanya Sasuke
"Hyuuga Hiashi" Well, Sasuke pernah mendengar nama marga itu. Seingatnya ada teman sekelasnya yang mempunyai nama marga yang sama. Dan satu pertanyaan penting lainnya yang menyangkut kebebasannya.
"Berapa lama aku akan tinggal di sana ?" Tanya Sasuke –lagi-
"Kira-kira satu bulan" jawab Fugaku lempeng.
'Whaaatt ?! Sebulan ?! Selamat tinggal kebebasan. Aku akan merindukanmu' iner Sasuke berteriak gaje.
Sudahlah, bukankah kau tadi bilang akan mengalah, Sasuke ? Terima sajalah takdirmu itu.
.
.
.
Malam menjelang. Matahari sudah menghilang dan kini tergantikan oleh bulan yang terpampang di gelapnya malam.
Di sebuah kediaman Hyuuga kini sedang melakukan ritual makan malam yang dihadiri oleh empat anggota keluarga. Suasana di meja makan sangat hening. Hanya ada suara dentingan alat makan dengan piring.
Ketika semua sudah menyelesaikan makannya, Hiashi berdeham untuk menarik perhatian anggota keluarga. Dan berhasil, kini seluruh anggota keluarga sedang menatapnya.
"Tou-san ingin mengatakan sesuatu kepada Hinata dan Hanabi" ujar sang kepala keluarga kalem.
"Kalau itu berita tentang kedatangan Neji-nii, kami sudah tahu !" sela Hanabi sok tahu
"Hanabi, tidak baik menyela ucapan Tou-san, Nak !" Hikari memperingatkan. Hanabi cengengesan.
"Bukan itu yang ingin Tou-san katakan Hanabi. Tou-san ingin memberitahu bahwa akan ada anak dari sahabat Tou-san yang akan tinggal di sini" jelas Hiashi panjang lebar
"Kenapa harus tinggal di sini ?" Hanabi kepo
"Karena Tou-san dan Kaa-san'nya akan pergi ke Tokyo untuk urusan bisnis,oleh karena itu ia akan tinggal di sini". Hanabi dan Hinata hanya ber'oh'ria mendengar penjelasan Hikari.
"Berapa lama ia akan tinggal di sini ?" Hinata mengeluarkan pertayaan
"Kira-kira sebulan" jawab Hiashi
"Bu-bukankah itu waktu yang lama ?"
"Kenapa Hinata ? Apa kau keberatan ?" Tanya Hiashi
"E-eh.., Bu-bukan begitu. Hanya saja… apa nanti tidak akan canggung ka-kalau ada orang yang tidak kau kenal tinggal di sini ?" Hinata berkata sambil menunduk dengan memainkan kedua jari telunjuknya.
"Kalau itu alasanmu, kau tidak perlu khawatir Hinata. Kau pernah bertemu dengannya waktu umur empat tahun" terang Hikari
'Waktu itu aku masih umur empat tahun Kaa-san. Mana aku ingat ?!' inginnya hinata berkata itu. Tetapi pada kenyataannya yang ia lakukan hanya menunduk. Kalimat itu hanya diucapkannya di dalam hati yang tidak akan bisa didengar oleh keluarganya.
"Ne Tou-san, anak sahabat Tou-san itu laki-laki atau perempuan ?" Hanabi kembali bertanya
"Laki-laki" jawab Hiashi kalem. Kemudian ia mengambil air putih di depannya untuk membasahi tenggorokan yang sudah kering.
"Hee…?!" kedua kakak adik Hyuuga terkejut.
"Uhuk…uhukk…" Hiashi tersedak air putih yang diminumnya.
"Pelan-pelan anata" Hikari mencoba menengkan Hiashi dengan cara mengelus-elus punggungnya.
"Apa Tou-san tidak salah ?! Akan ada laki-laki tidak dikenal tinggal di sini ?! Nanti kalau Hinata-nee kenapa-kenapa bagaimana ?!" Hanabi mencerca Hiashi dengan berbagai pertanyaan. Sedangkan Hinata yang masih syok atas jawaban Hiashi hanya bisa manggut-manggut menyetujui ucapan adiknya. Eh, tapi tunggu dulu. Hanabi tadi berkata bahwa ia nanti takut Hinata kenapa-kenapa ? Bukankah seharusnya ia juga takut ? Hanabi kan juga perempuan. Lebih muda Hanabi malah.
"Ha-hanabi-chan, bukankah kau juga perempuan ? Apa kau tidak takut ?" Tanya Hinata
"Kalau itu sih gampang. Nee-chan tenang saja !. Aku kan tinggal membantingnya dengan teknik judo milikku. Yang menghawatirkan itu justru Nee-chan! Nee-chan kan tidak punya jurus apa-apa" terang Hanabi panjang lebar
"Oleh karena itu, Neji ada di sini untuk menjaga kalian" ujar Hiashi menengkan
"Jadi alasan Neji-nii pindah ke sini karena itu ?" Tanya Hinata
"Tidak juga sih" ujar Hiashi lempeng yang sukses membuat Hinata dan Hanabi ber-sweatdrop ria.
"Kalau boleh tahu, siapa nama anak sahabat Tou-san yang akan tinggal di sini ?" Tanya Hanabi
"Namanya Uchiha Sasuke. Anak dari Fugaku Uchiha dan Mikoto Uchiha. Teman sekelas Hinata"
BRUKK…
Hanabi menoleh ke samping dan menemukan sang kakak tercinta sudah terjatuh dari kursi sehingga sekarang terkapar tak berdaya di lantai.
"Hinata-neee…!"
.
TBC
.
.
A/N : Hai-hai ketemu lagi dengan Sup.
Maaf ya, charanya Om MK jadi OOC semua.
Untuk NillariezqysekarrSarry470 yang udah review di chap 1, makasih yaa. Ini udah panjang belum ?
And big thanks for Ozel-senpai yang udah review di chap 2 kemarin. Hubungan SH nggak buruk kok. Kan mereka baru mulai untuk Sasu sinis sih, emang itu udah dari lahir,nggak ke Nata doang. Dan mereka bukan tetangga. Tetapi akan tinggal .. Review lagi yaa senpai..*ngarep
Makasih juga buat yang udah sempet baca, nge fav ataupun nge follow. Tetap ditunggu kritik, saran, masukan juga review untuk ff gaje ini.
SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI
MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN*telat
Sup.
