Chapter 45 – Memory of First Snow

Kenangan pertama pada hari bersalju membangkitkan harapannya untuk tetap hidup


.

Winter Arc

.

Musim dingin, Leila (3 tahun) sedangkan Takahiro (10 tahun) dan Setsuko (10 tahun) pertama kali berkenalan.

Seorang gadis berambut lurus coklat kehitaman bermata amber jalan-jalan di pekarangan kuil, membuat jejak kaki di atas salju yang bertumpuk saat ia mendongak ke atas "...langit di musim dingin, kelihatannya kotor sekali, yang ada hanya warna abu-abu".

Tiba-tiba, ada yang jatuh dari atas pohon ke semak-semak, membuat salju dari atas pohon itu tumpah ruah ke kepala gadis itu dan mengubur gadis itu.

"Buah?! Siapa yang membuatku terkubur ke dalam salju begi.. lho?" omel gadis itu setelah keluar dari balik salju dan terkejut melihat gadis kecil bermata biru berambut hitam yang diikat ala chestnut menyembulkan kepalanya dari balik semak-semak itu "apa boleh buat kalau anak-anak...".

"kamu siapa?" tanya gadis itu setelah membersihkan wajahnya.

"Leila..." ujar Leila tidak bergerak, hanya mengerjapkan matanya beberapa kali.

Gadis itu bingung, menoleh ke sekeliling "orang tuamu mana? Atau kau juga tinggal disini?".

"iya, tidak... salah..." ucap Leila agak terbata-bata dan membuat gadis itu kebingungan dengan jawaban Leila "yang benar yang mana, dik?".

Tak lama kemudian, seorang anak laki-laki yang kira-kira sebaya dengan gadis itu muncul dari balik semak, anak laki-laki berambut hitam cepak (seperti rambut Shina) bermata coklat itu melemparkan bola salju ke kepala gadis itu "Leila, jangan ngobrol dengan orang tak dikenal sembarangan!?".

"dan kau juga, jangan melempar kepala orang lain dengan salju sembarangan!?" protes gadis itu yang melempar balik bola salju yang ia buat ke wajah Takahiro sehingga terjadilah perang bola salju.

Melihat mereka berdua bertengkar dan terlibat dalam perang bola salju, Leila memiringkan kepalanya ke kiri dan ke kanan, melihat keduanya bertarung dengan sengit hingga akhirnya saat mereka berdua terkapar, Leila ikut berbaring di atas salju. Melihat Leila berguling-guling di atas tumpukan salju, Takahiro menghampirinya dan membersihkan salju di tubuhnya.

Setelah membantu Leila berdiri, Takahiro membersihkan salju di baju Mulan "jangan guling-guling di atas salju begitu, Leila... nanti kalau kau masuk angin, bagaimana?".

"gendong..." pinta Leila mengarahkan kedua tangannya pada Takahiro dan tersenyum lebar.

Saat Takahiro yang tertawa lepas menggendong dan mengangkat Leila tinggi-tinggi, gadis itu menangis sambil bergumam "Shoka...".

"hei, ada apa?" tanya Takahiro terkejut saat melihat gadis itu menangis.

Saat berteduh di teras kuil, mereka bertiga berkenalan.

Setsuko menjelaskan bahwa sebelum dia dititipkan ke kuil Kousei, ia hidup bersama ayah, ibu, kakak dan adiknya. Tak sengaja saat mereka melintas di sebuah kota, adiknya Shoka menabrak kereta rombongan seorang bangsawan dan dibunuh oleh bangsawan itu. Ayahnya yang gelap mata membunuh bangsawan itu dan menjadi buronan Kekaisaran Kai Utara untuk beberapa saat sebelum akhirnya ibunya ditangkap dan dihukum mati tentara Kekaisaran Kai Utara. Yang membawa Setsuko kabur adalah kakaknya, Aruma. Sayangnya, Aruma juga masuk ke dalam daftar buronan sehingga Aruma menitipkan Setsuko ke kuil Kousei, ia berjanji akan menjemput Setsuko jika Aruma sudah menemukan teman-teman ayah mereka.

"melihat kalian berdua tadi, aku teringat adikku, Shoka... adikmu manis sekali, tak sepertimu".

Takahiro menatap Leila yang mengejar kucing di pekarangan "...Leila bukan adik kandungku, tapi aku dan kakakku membantu ibu Leila mengasuhnya karena nyonya Sakura, sahabat ibuku adalah majikan keluargaku. Tepatnya 3 tahun yang lalu di tengah badai salju yang dinginnya bahkan bisa membunuh orang dewasa, aku dan kak Mulan menemukannya dalam keranjang rotan yang diletakkan di depan gerbang kuil Kousei. Dan kau tahu? Saat aku menemukannya, dia tertawa seolah salju yang menempel padanya adalah sentuhan ibunya... Hanya ada secarik kertas yang berpesan kalau nama anak itu adalah Leila".

Tak lama setelahnya, Sakura kembali membawa Maya dan menjelaskan bahwa Maya adalah ibu kandung Leila. Bersama Hakuya dan Yohime, Takahiro dan Mulan membantu Sakura dan Maya mengasuh Leila.

"karena itu, rasanya sangat ramai meski aku dan kakakku tak punya orang tua... dengan mereka berempat di dekat kami, rasanya seperti punya dua ibu dan dua kakak" ujar Takahiro terkekeh.

"lihat, kak... kucing..." ujar Leila menggendong kucing yang besarnya hampir sama dengan kepalanya dan menyodorkan kucing itu pada Takahiro.

Melihat salju yang mulai turun, Takahiro mengambil kucing itu dan menggendong Leila untuk berteduh.

Tiba-tiba, Leila berdiri di depan Setsuko dan memegang wajah Setsuko "kak, jangan sedih... kalau kau sedih karena adikmu tak ada... biar aku jadi adikmu...".

Setsuko tersentuh dengan kebaikan hati Leila, sehingga ia refleks memeluknya erat "adikku...".

"dia adikku!?" sahut Takahiro menjitak Setsuko keras-keras dan merebut Leila.

"hey?! Kau itu tak bisa lembut sedikit pada perempuan, apa? dasar pilih kasih!?" pekik Setsuko mengelus kepalanya.

"kalau begitu... kakak Leila ada dua..." sahut Leila yang sukses memecah pertengkaran Setsuko dan Takahiro.

Mereka berdua memandang 'adik' mereka dan tertawa lepas. Takahiro dan Setsuko bisa akrab dengan cepat karena selain usia mereka berdua yang sepantaran, ada adik yang harus mereka jaga bersama dan beberapa kemiripan di antara mereka berdua, walau awalnya mulut Takahiro yang kadang nggak bisa di-rem itu membuat Setsuki jadi ingin memukulnya. Seperti saat Leila menanyakan apa arti kosakata 'orang tua', 'ayah' dan 'ibu'.

Setelah Setsuko menjelaskan secara singkat, dengan polosnya Leila menunjuk Setsuko sebagai 'ibu' dan Takahiro sebagai 'ayah'.

"kau kan bawel dan cerewet, cocok jika Leila memanggilmu ibu" sahut Takahiro yang sukses membuat kerutan di dahi Setsuko muncul. Takahiro berpikir sejenak dan menepuk bahu Leila "Leila, yang namanya ayah dan ibu itu... bla bla bla bla bla... jadi, aku dan Setsuko bukan ayah dan ibumu, tapi kakakmu... k-a-k-a-k, mengerti?".

Leila mengangguk dan mengangkat kedua tangannya ke atas "mangarti...".

"ah, kosakata Leila yang masih berantakan... maklum, dia kan masih 3 tahun..." pikir Setsuko tertawa geli mendengar ucapannya yang salah "yang betul itu mengerti, bukan mangarti...".

Namun saat Leila berusia 9 tahun, Setsuko mengalami kecelakaan di gunung es yang membuat pinggulnya membengkak dan membiru, infeksi akibat luka itu yang membuat Setsuko jatuh sakit. Saat membawa ember di tangannya dan melewati gudang senjata, Leila mendengar suara dari dalam dan melihat sebuah katana yang tak lain adalah Murasaki terjatuh ke lantai. Merasa ia tak seharusnya mengambil apapun dari gudang senjata, Leila mengacuhkan apa yang terjadi dan kembali ke kamar Setsuko.

Seorang pria berambut putih bermata merah dengan kulit putih pucat seperti salju bermantel hitam yang membawa katana Murasaki yang ia lihat tadi, menyerahkan katana itu pada Leila saat ia mengajak Leila yang tengah merawat Setsuko bicara.

"Leila, kau bicara dengan siapa?" tanya Aruma yang masuk ke kamar bersama Takahiro.

Ketika Leila menunjuk pria bermantel hitam itu, pria bermantel hitam itu menyeringai sebelum memperkenalkan diri sebagai Shinigami (dewa kematian) yang ditugaskan untuk menjemput Setsuko. Leila jatuh pingsan setelah Shinigami itu menjelaskan bahwa Leila bisa melihatnya karena katana Murasaki yang ia genggam telah memilihnya sebagai Miko penjaga perbatasan alam baka dan alam fana (alam dimana manusia tinggal).

Setsuko yang baru berusia 16 tahun meninggal karena sakit, ia sudah seperti kakak bagi Leila sehingga saat roh Setsuko akan dibawa oleh Shinigami, 'Youkai' dalam tubuh Leila bereaksi dan roh Setsuko melebur dengan Yuki Onna yang merasuki Leila.

.

Di usia 15 tahun, pada akhir pertempuran mereka dengan Mikazuki di pegunungan itu, terjadi longsor salju di dekat kaki gunung kristal es, membuat Leila hampir terjatuh ke bawah tebing dimana kristal es yang tajam menunggu di bawahnya. Takahiro menangkap tangan Leila dan melemparkan tubuhnya pada Aruma yang menangkapnya. Kristal es yang semula berwarna putih kebiruan, berubah menjadi merah karena berlumur darah Takahiro, menjadi pasak yang menusuk tubuh Takahiro.

Melihat apa yang terjadi, Leila langsung menangis histeris sebelum roh suci dalam tubuhnya bangkit. Roh suci dalam tubuh Leila, Kirin melebur dengan roh Takahiro dan Leila memberi nama roh sucinya 'Hokuto'.

Dalam mimpinya, Leila yang menangis di tengah malam berbintang, bertemu dengan Takahiro di tepi sungai San Tzu dimana bunga Higanbana bermekaran dengan indahnya.

Takahiro menggenggam kedua tangan Leila dan menyeka air matanya "Leila, relakanlah aku... kau harus tetap hidup tanpaku dan temukan kebahagiaanmu... kau harus ingat bahwa sepasang kekasih diciptakan bukan untuk bersama selamanya, tapi untuk saling melengkapi selama kita masih bisa bersama hingga maut memisahkan kita... aku mencintaimu... itu sebabnya, aku tak keberatan kehilangan nyawaku karenamu".

Ketika Leila melepaskan tangannya, ia merasa dihempaskan menuju dasar laut yang dalam dan dingin dimana hanya ada kegelapan yang mengelilinginya.

"gadis bodoh, kenapa kau malah mengikuti jejak adikmu dan datang kemari secepat ini?".

Leila menoleh ke belakang dan menemukan Ulla, ayah kandungnya menggenggam Murasaki di tangannya "tapi... aku tak bisa mengalahkannya jika aku tak menggunakan jurus itu, ayah... aku tak ingin Yona dan kak Hak merasakan apa yang ibu rasakan, aku tak ingin Lian Hua yang masih kecil kehilangan salah satu orang tuanya dan merasakan apa yang kurasakan".

"tidak, Leila... kau terikat dengan orang yang sudah mati, sama seperti Yasmine... itu sebabnya kau melemah dan tak bisa mengeluarkan kemampuanmu sepenuhnya", Ulla meletakkan katana Murasaki di depan Leila sebelum pergi meninggalkannya "kembalilah, akhirmu bukan saat ini, pergilah ke tempat dimana keluarga, sahabat dan orang yang mencintaimu menunggumu".

"sejak awal memang begitu, kan? mati itu mudah, hidup itu sulit, Leila".

Leila menoleh ke belakang dan menemukan Setsuko menghampirinya.

Setsuko berjongkok dan bertopang dagu, tersenyum sambil memegang wajahnya "kau tumbuh menjadi wanita cantik yang baik, ya... aku senang sekali... apa yang kau lakukan disini, Leila? kau akan membuat mereka semua merasa sedih jika kau pergi meninggalkan mereka secepat ini... kembalilah, sampaikan salamku pada kakakku dan istrinya, sampaikan bahwa aku sangat bahagia karena kakakku menemukan kebahagiannya".

Saat Setsuko mendorongnya, Leila merasa seluruh tubuhnya perlahan dialiri rasa sakit saat ia merasa ia tenggelam semakin dalam namun Leila berusaha melawan rasa sakitnya kali ini "ingat apa yang dikatakan oleh Setsuko?! Mati itu mudah, hidup itu sulit, jangan kalah!?".


Saat Leila membuka matanya perlahan, ia melihat sepasang mata berwarna coklat menatapnya dari atas "...Taka...hiro?".

"sudah sadar?".

Leila terbelalak saat menyadari siapa yang ada di hadapannya "...Kan Kyo Ga?".

"maaf membuatmu kecewa, tapi aku bukan mendiang tunanganmu... dan ini bukan alam baka, kau masih hidup" ujar Kyo Ga bertopang dagu saat ia melihat kesadaran Leila sudah kembali sepenuhnya.

Leila lebih terkejut lagi setelah melihat Kyo Ga telanjang dada, awalnya. Bukan telanjang dada lagi. Setelah melihat ke balik selimut lebih seksama, Leila menyadari ia dan Kyo Ga ada dalam satu selimut dengan kondisi telanjang bulat. Amarah dan rasa malu karena merasa ditelanjangi, ketakutan dan kebingungan karena tak tahu apa yang telah terjadi padanya bercampur menjadi satu. Menyadari apa yang mungkin terlintas di benak Leila, Kyo Ga baru saja ingin meminta Leila untuk tak bergerak namun Leila terlanjur bangun sambil menutupi tubuh polosnya, lebih tepatnya dari bagian dadanya dengan ujung selimut, entah bersiap mengatainya atau ia hanya ingin menginterogasinya dulu. Akibat bangun tiba-tiba, Leila tak menyadari luka di tubuhnya. Ia merasa sekujur tubuhnya sakit, ditambah mual dan pusing yang menyerangnya membuatnya kembali terbaring.

Sebelum kepala Leila membentur lantai, Kyo Ga menangkap kepalanya dengan tangannya dan membaringkan Leila perlahan "kau ini... jangan bangun tiba-tiba begitu, lukamu parah sekali... jauh lebih parah daripada saat kau sengaja menabrakkan dirimu ke kereta kuda ibuku".

"bagaimana aku tak terkejut?! mana ada perempuan yang tak terkejut jika menemukan dirinya yang ia ingat terakhir kali hampir mati ternyata terbangun di tempat tidur bersama laki-laki dan dalam keadaan sama-sama telanjang bulat?!", suara Leila terdengar parau dan setelah berteriak, ia merasa napasnya sesak sehingga ia sempat batuk-batuk, saat itu Kyo Ga hanya diam sambil mengelus-elus punggungnya. Setelah Leila berhasil mengatur napasnya, ia menoleh ke arah Kyo Ga dan kembali bertanya "tubuhku sakit semua... tapi apa yang terjadi padaku?".

Kyo Ga mengerutkan kening "itu pertanyaanku... kau tak ingat apapun sama sekali?".

Leila menggelengkan kepala, hal terakhir yang ia ingat adalah setelah saat ia tertusuk Murasaki di jantungnya setelah melawan Mikazuki.

Kyo Ga menghela napas dan mengelus kepala Leila "akan kuceritakan apa yang telah terjadi, tapi apa yang akan kuceritakan adalah berdasarkan apa yang kuketahui... aku tak mau jika kau berpikiran yang macam-macam, jadi dengarkan aku dan jangan bangun dulu karena lukamu itu parah, mengerti?".

Setelah Leila menganggukkan kepalanya, Kyo Ga menutupi tubuhnya dengan kimono sebelum menyelimuti Leila dengan selimut tebal yang berlapis dan mulai menjelaskan apa yang terjadi "berterimakasihlah pada Hokuto dan Yasmine".

Leila memicingkan mata, sosok Kyo Ga yang melipat tangan dengan kimono yang longgar dan menampakkan ototnya, entah kenapa membuat wajahnya terasa panas "apa maksudmu? adikku sudah meninggal pada musim dingin tahun lalu".

"apa kau percaya jika kukatakan, hantu adikmu menemuiku?", Kyo Ga menyeringai "lagipula aku tak bisa menggunakan akal sehatku jika berhadapan denganmu, sebab ada saja hal-hal di luar akal sehat yang akan terjadi setiap kali aku berurusan dengan kalian bersaudara".

"mendengar ucapanmu, aku jadi ingin mencekikmu".

"bagus, simpan tenagamu dan pulihkan kondisimu... tapi sekarang, dengarkan aku dulu".


A/N:

yang setuju dengan ucapan Leila sebelum ia batuk-batuk itu, angkat tangan~

hayo, siapa yang salah mengira Leila sudah mati chapter sebelumnya? hohoho XD

yang setuju shipping LeilaXKyoGa, angkat tangan

penasaran, lebih setuju shipping LeilaXShina atau LeilaXKyoGa disini?