Chapter 48 – Violation

Sesuatu telah dilanggar

Di suatu tempat dan waktu yang tak terkira

Entah berbuah karunia atau bencana


.

Dragon Return Home Arc

.

Musim dingin berakhir, berganti dengan musim semi dimana bunga Sakura mulai bermekaran. Dua bulan pasca Leila menghilang selama satu bulan pada awal musim dingin, mereka semua baru meninggalkan desa Hakuryuu pada awal musim semi, mereka memang sengaja menunggu musim dingin berakhir karena mempertimbangkan kondisi Leila, ditambah mereka membawa Lian Hua yang belum genap setahun dalam perjalanan mereka.

Siang itu sebelum ia menyusui Lian Hua di tenda, Yona mengajak Hak karena ia ingin bicara dengannya "apa tidak sebaiknya kita kunjungi nyonya Maya sekaligus kita minta Kayano untuk memeriksa kondisi Leila?".

Hak merasa mungkin itu ide bagus. Meski semua luka di tubuh Leila sudah sembuh total berkat perawatan yang ia dapatkan dari Yun dan dokter ahli di desa Hakuryuu, mereka merasa kondisi Leila tak bisa dikatakan pulih sepenuhnya.

"Yun sudah memastikan bahwa semua lukanya sudah sembuh, tapi tetap saja aku merasa akhir-akhir ini, wajah Leila seperti orang sakit".

Jelas saja Yona menyadarinya, seperti siang ini sebelum mereka memutuskan berkemah, Shina yang berada paling belakang memanggil mereka, meminta mereka menunggu sambil menahan Leila yang terduduk lemas. Leila berusaha menutupinya dengan mengatakan bahwa ia hanya merasa pusing dan agak lelah, ia berusaha meyakinkan bahwa ia akan baik-baik saja setelah ia beristirahat sebentar sebelum ia jatuh pingsan. Terlepas dari wajah pucat pasi Leila yang Yun curigai sebagai akibat anemia, Yun menemukan area berwarna kebiruan atau keunguan pada permukaan kulit Leila seperti memar dan suhu tubuh Leila agak panas sehingga mereka segera mencari tanah lapang terdekat untuk mereka jadikan sebagai tempat berkemah.

"kejadian tadi siang membuatku cemas... kurasa sebaiknya untuk sementara kita tinggalkan dia di tempat ibu untuk sementara sampai kondisinya pulih. Jika setelah ia diperiksa oleh Kayano, kondisinya memang tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan..." ujar Hak menaruh Lian Hua ke pangkuannya sambil membantu Yona mengikat Obi pakaiannya setelah ia selesai menyusui Lian Hua, mengecup kening Lian Hua yang ia gendong sebelum mengecup kening Yona "meski kurasa ia pasti takkan suka dengan keputusan kita ini".

Yona menghela napas sebelum menggendong Lian Hua "karena dia keras kepala sepertimu".


Malamnya, Leila yang baru sadar keluar dari tenda ketika mereka sedang makan malam. Yun menyodorkan minuman yang diterima dengan senang hati oleh Leila, namun Leila menolaknya saat Yun menyodorkan makanan padanya.

"kau baru makan sekali hari ini tadi pagi dan itupun cuma setengahnya karena setengahnya kau berikan pada Shina, kan? jangan dikira aku tak melihatnya!? aku tak mau tahu, pokoknya kau harus makan sesuatu agar kau cepat pulih" ujar Yun menyodorkan bubur pada Leila "atau kau tak mau makan masakanku lagi?".

"bukan, mana mungkin aku menolak masakanmu yang enak, tapi...", Leila menutupi mulutnya sambil mengayunkan tangan sebelum memalingkan wajahnya "rasanya pusing dan mual, jadi... aku tak selera makan...".

"biar sedikit, makanlah... atau perlu disuapi olehku atau salah satu dari kami?" ujar Hak yang melempar pandangan pada Shina.

"tidak perlu, memangnya aku anak kecil?" sahut Leila tersipu sebelum menyambar mangkuk makan malamnya yang disodorkan oleh Yun.

Namun hanya beberapa suap, setelah menyodorkan mangkuknya pada Shina, Leila berlari ke balik pohon dan memuntahkan semua isi perutnya hari ini. Setelah Shina yang menepuk-nepuk punggungnya saat ia muntah menggendongnya kembali ke perkemahan, Hak merasa ini tak bisa dibiarkan lagi dan Yun setuju dengannya.

"suka atau tidak, kita pergi ke tempat ibu dan minta Kayano untuk memeriksamu. Jika Kayano mendiagnosa bahwa kau tak bisa melanjutkan perjalanan atau harus istirahat sejenak, kami tak akan mendengar rengekanmu kali ini. Kau harus tinggal di tempat ibu untuk sementara waktu, sampai kau pulih, mengerti?".

Leila merasa tersudut, ia tak punya pilihan lain, ia tak bisa menolak lebih lanjut meski selama ini ia bisa menghindar tiap kali Yun dan yang lain memintanya memeriksakan diri ke dokter, tapi kali ini ia tak bisa menolak lagi sebab sama saja ia harus mengatakan yang sejujurnya pada mereka semua, tentang apa yang ia sembunyikan selama ini.


Begitu mereka tiba di kediaman Maya, Yona dan yang lain menceritakan apa yang terjadi pada Leila sehingga Maya menarik Leila ke kamarnya bersama Kayano yang memeriksanya setelah Kayano menitipkan Sorano pada Zeno. Tak mereka sangka, tiba-tiba...

"kenapa kau bisa begitu ceroboh?! Dasar bodoh!?".

Tak seperti biasanya mereka mendengar Maya meninggikan suara begini sehingga Hak disusul Yona yang lain mengecek kondisi Maya yang saat ini tengah bersama Leila.

Saat melihat Hak, Maya segera mencengkram baju Hak dan menampar Hak bolak balik "sudah ibu bilang, jaga adikmu baik-baik!? Bagaimana caranya kau menjaga adikmu sampai dia...".

"ibu, maafkan aku!? jangan salahkan Hak, itu semua salahku!?" isak Leila memeluk Maya dari belakang.

Hak dan yang lain terlalu terkejut sampai tak tahu harus berkata apa, mereka tak pernah melihat Maya semarah ini sebelumnya.

Maya melepaskan cengkramannya dari Hak sebelum berbalik menghampiri Leila, memegangi kedua bahunya sambil duduk di depannya "kau sadar apa yang kau lakukan? Sudah kukatakan berapa kali, ada hal yang bisa kau lakukan dan ada hal yang seharusnya tak kau lakukan sebagai wanita!? aku marah dan kecewa padamu bukan karena apa yang terlanjur kau perbuat tapi aku tidak ingat pernah mendidik putriku menjadi wanita yang bisa dengan mudahnya melepaskan apa yang tak seharusnya kau lepaskan?! Dimana harga diri dan kehormatanmu sebagai wanita, Leila!?".

"maaf, aku mengerti jika ibu merasa kecewa atau marah padaku, tapi aku tak menyesalinya?!".

Amarahnya memuncak, setelah Maya menampar Leila, Hak yang terkejut menahan Maya dari belakang karena baru kali ini ia melihat ibunya begitu keras terhadap Leila "ibu, hentikan?!".

"tidak dengan cara seperti ini, Leila?! tak seharusnya kau lakukan hal itu?!", Maya menepis kedua tangan Hak yang menahannya sebelum kembali memegangi bahu Leila "kau mengerti resiko macam apa yang harus kau tanggung, kan? kau yang berbuat dan kau yang bertanggung jawab...".

Setelah Leila menganggukkan kepalanya sambil memegangi pipinya, Maya memeluknya saat melihat air mata menetes dari kedua mata Leila. Setelah Maya melonggarkan pelukannya dan memegang kedua bahu Leila, terlihat amarahnya belum reda dalam sehingga ia mengalihkan pandangannya dari Leila dan beranjak keluar ruangan.

"kita bicarakan langkah yang harus kita ambil selanjutnya besok saja, sekarang istirahatlah dan jangan berpikir yang macam-macam" sahut Maya menutup pintu kamarnya agak keras. Setelah menutup pintu dan menyandarkan punggungnya ke pintu, Maya menutupi kedua matanya dan menghela napas berat "benar-benar... setelah Yasmine, sekarang kau, Leila?".

Sementara itu, Kayano mendekap Leila yang menangis ke dadanya dan menggelengkan kepala saat yang lain menatap mereka dengan tatapan penuh tanda tanya "tolong, kita bicarakan besok saja... bisa?".

Melihat sorot mata dan air mata Leila yang menangis di dekapan Kayano, Zeno meminta yang lain untuk istirahat dulu malam ini dan mendiskusikan apa yang sebenarnya terjadi besok saja. Kayano mengangguk dan tersenyum penuh arti, berterima kasih atas tindakan cepat suaminya. Zeno mengangguk, meski terlihat jelas kecemasan di matanya, ia tahu betul sorot mata serta air mata Leila saat ini, terlihat jelas perasaan takut dan malu karena sadar kalau dirinya bersalah yang ia tujukan pada Maya.


Keesokan paginya...

"KYAAA!? NYONYA?! CELAKA?!".

Seluruh penghuni di kediaman Maya saat ini terbangun karena mendengar suara teriakan dari kamar Leila.

Zeno membuka pintu keras-keras "Kayano?! Ada apa?".

"nona Leila hilang dari kamarnya?! Kiri, anjing peliharaannya bahkan barang-barang miliknya juga hilang?!" ujar Kayano menyodorkan sebuah kertas "yang ada hanya surat ini".

Maya mengerutkan kening setelah membaca surat dari Leila itu.

"maafkan aku, ibu... setelah Yasmine, satu-satunya putrimu saat ini kembali membuatmu malu atas kesalahan yang ia lakukan. Meski begitu, seperti yang kukatakan, aku tak menyesalinya sama sekali sebab biar bagaimanapun, aku mencintainya dan sudah terlalmbat bagiku saat aku terlanjur menyadari perasaanku. Aku tak peduli meski akan dianggap bodoh atau tak tahu malu tapi aku tak ingin kehilangannya seperti aku harus kehilangan Takahiro. Itu sebabnya, meski kami tak bisa bersama, setidaknya biarkan aku bertanggung jawab atas nyawa yang tumbuh di dalam diriku karena setengah jiwa raga yang terbentuk di dalam tubuhku adalah miliknya, dari pria yang kucintai saat ini. Jangan mencariku, aku pasti bisa mengurus diriku sendiri karena aku tak sendirian".

"dasar bodoh!?", Maya meninju kepalan tangannya ke dinding setelah meremas surat Leila di tangannya. Ia menoleh ke arah Shina setelah Hak dan yang lain meminta penjelasan tentang apa yang terjadi "Seiryuu Shina, mata naga yang kau miliki membuatmu bisa melihat isi tubuh manusia, kan? karena itu, kau pasti bisa melihat dengan jelas isi perut Leila... pertanyaanku, berapa bulan?".

"...berdasarkan pertumbuhan Lian Hua saat ia masih ada di dalam perut Yona, dari ukurannya, sudah dua bulan...", Shina mengepalkan tangannya dan menundukkan kepala "...maafkan aku, tapi Leila melarangku bicara pada kalian, tentang fakta bahwa dirinya tengah mengandung...".

Hak terbelalak "maksudmu... Leila hamil 2 bulan? Dan kau tutupi semua itu dari kami selama ini, Shina!?".

"Hak", Yona menggenggam lengan Hak dan menggelengkan kepala.

Hak menghela napas dan mengarahkan telapak tangannya pada Shina "maaf, Shina... aku tidak menyalahkanmu atau marah padamu, hanya saja ini semua membuatku terkejut... padahal aku sudah berjanji pada mendiang ayah untuk menjaga adikku tapi pada kenyataannya... aku benar-benar kakak yang tak berguna".

"kau, Leila dan Yasmine sama saja... sama-sama keras kepala dan selalu berusaha menanggung semua beban kalian seorang diri tanpa menghiraukan perasaan orang lain... aku mengerti, itu kalian lakukan karena kalian tak ingin merepotkan orang lain tapi setidaknya pikirkan perasaan orang lain yang menyayangi kalian... justru sikap kalian yang seperti ini yang membuat orang-orang di sekeliling kalian mencemaskan kalian", Maya melipat tangan dan menghela napas, ia berbalik dan menunjuk keluar "cepat cari adikmu dan seret dia pulang kemari?! tak seharusnya dia berkelana dalam kondisi hamil seperti itu?!".

"anu, maaf jika terkesan memperkeruh suasana... tapi bukankah ada yang lebih berbahaya?" ujar Fuyo mengangkat tangan dan mengingatkan mereka tentang kabar yang diberitahu Inukai dan Amitha tentang persekutuan antara nomaden pihak oposisi dan sisa anggota kuil Sakura Merah serta rencana berbahaya yang ingin mereka lakukan "masalahnya, Leila masuk dalam salah satu daftar target mereka selain aku...".

"kalau begitu, tunggu apalagi?! cepat kita cari Leila?!" ujar Yona.

"kalau Leila sudah ketemu, terus mau ibu apakan?" tanya Hak.

"mau memaksanya buka mulut tentang siapa yang menghamilinya?" tanya Mulan.

"kalau itu, aku sudah tahu... kau tak lupa kemampuanku, kan?", benar, dengan kekuatan Maya yang bisa mengetahui isi hati seseorang termasuk masa lalu seseorang hanya dengan memeluk orang itu, Maya sudah tahu semua yang terjadi saat ia memeluk Leila "tentu saja, itu termasuk alasan kenapa dia tutup mulut... salah satunya, ia tak mau jika kakek dan kakaknya tersayang membunuh pria yang berani membuatnya hamil di luar nikah".

"oh... jadi, apa rencana ibu terhadap pria itu?" tanya Hak dengan aura gelap di sekeliling tubuh disertai aura membunuh yang dahsyat di tengah seringainya yang mengerikan.

"pria itu ayah dari bayi yang dikandung Leila, pria itu berhak tahu dan memutuskan apa yang akan mereka lakukan pada anak dalam kandungan Leila. Jika pria itu tak mau tanggung jawab, aku akan membawa Leila kembali kemari dan membantunya mengasuh anaknya. Memangnya dia tahu bagaimana mengasuh anak? aku tak ragu kalau dia bisa mengurus dirinya sendiri tapi tetap saja dia belum tahu apa-apa tentang mengasuh dan merawat anak...", Maya mengangkat bahu sebelum menunjuk Hak dan yang lain "intinya, setelah kalian temukan Leila, seret dia ke hadapanku dan akan kubawa dia ke tempat lelaki yang menghamilinya untuk memberitahu pria itu".

"jika pria itu tak mau tanggung jawab, ibu jangan salahkan aku jika dia mati di tanganku, ya?" ujar Hak mengelus mata tombak Tsu Quan Dao dengan kain.

Yona memeluk Hak dari belakang "sayang, hentikan?! kau akan membuat Leila menangis!? belum tentu juga pria itu orang jahat, kan? bagaimana jika ia tak tahu tentang bayi di kandungan Leila?".

"putri, anda pikir pria baik-baik akan melakukan hubungan di luar nikah?" pekik Kija sebelum menggenggam erat belatinya "mohon maaf, tapi kali ini saya setuju dengan Hak, jika pria itu bahkan tak layak menjadi pendamping nona Leila...".

"sebelumnya... aku memang punya kecurigaan, tapi bisa jelaskan siapa kira-kira pria yang telah berani membuat Leila hamil di luar nikah?" tanya Yun menautkan alis.

Maya menghela napas sebelum membuka mata "Kan Kyo Ga, Jenderal suku Api saat ini. Dan penyebab utama Leila tutup mulut soal kehamilannya, adalah karena ia memikirkan laki-laki itu... dasar anak bodoh...".

"sekarang bagaimana? kita akan kesulitan menemukan jejaknya jika Leila pergi menggunakan Hokuto..." tanya Jae Ha menjentikkan jari, tiba-tiba mendapat ide dan menoleh ke arah Fuyo "sayang, kau ikut denganku ke Kekaisaran Kai?! Kita tanya kelompok nomaden?!".

"ide bagus?! Kenapa tak terpikir olehku?" gumam Fuyo menepuk tangan.


"Kiri, ayo kita pergi", Leila menoleh ke belakang dengan tatapan sedih, ia menaikkan Kiri ke atas Hokuto sebelum melaju ke udara "maafkan aku, ibu, kakak... meski harus seorang diri... tidak, aku sudah tak seorang diri... karena itu, biarkan aku bertanggung jawab atas apa yang telah kulakukan... siapa yang menanam, dia yang menuai akibatnya, lagipula... aku tidak bisa mengatakan kehamilanku pada Kyo Ga karena itu hanya akan merepotkannya... atau bahkan membahayakannya...".