Chapter 50 – Secret's Out

Ketika rahasia tak bisa ditutupi lagi

Tak ada jalan lain selain menghadapinya


.

Dragon Return Home Arc

.

Saat dibawa ke 'gang belakang' Kuuto oleh Tae Jun, Tae Woo dan Lily, Kyo Ga terkejut sebab bukan hanya An Ri yang menunggu mereka, tapi juga Yona yang menggendong Lian Hua di pelukannya bersama Hak, Yun dan Kija (saat ini Shina dan Zeno pergi mencari di wilayah kerajaan Kouka yang bisa jadi didatangi Leila bersama Kyouka yang bisa berpindah tempat sedangkan Jae Ha dan Fuyu sedang pergi ke Kekaisaran Kai). Entah kenapa Kyo Ga merasa merinding ketika perhatiannya beralih pada wanita cantik berambut merah tua bak bunga Camellia yang lurus sepinggang itu, ia merasa jika wanita itu mirip Leila tapi seingatnya Leila hanya punya satu kakak laki-laki.

Maya tersenyum setelah ia sedikit membungkukkan kepala "maaf, karena kita harus bertemu dengan kondisi seperti ini... namaku Maya Sahara Sandra, ibu kandung Leila dan Hak".

"ibunya?!" ujar Kyo Ga terkejut.

Maya menautkan alis "benar, kenapa? ada yang salah?".

"oh, maaf... tapi anda terlihat muda sekali, saya kira kakak atau sepupu Leila" ujar Kyo Ga lalu mengayunkan tangan.

Maya tertawa mendengar ucapan Kyo Ga "wah, senang mendengarnya darimu, anak muda".

"tak heran, tapi biarpun dari luar ibu masih terlihat seperti 20-tahunan, sebenarnya di dalamnya sudah kepala 4, kan?" ujar Hak yang mendapat jitakan keras di kepalanya setelah itu.

Maya menyeringai dengan sorot mata yang dingin "wah, apa yang kau katakan barusan, Hak?".

"yap, dia benar-benar ibu kandung Leila" pikir Kyo Ga keder.

"baiklah, nyonya Maya... izinkan aku bicara dengan putraku sebentar" ujar An Ri dengan sorot mata dan ekspresi siap menghajar Kyo Ga.

Benar saja, An Ri menamparnya bolak-balik dan mendampratnya habis-habisan karena apa yang diperbuat oleh Kyo Ga dan Leila malam itu diketahui oleh kedua pihak keluarga.

"Leila sama sekali tak menceritakan apa-apa pada kami, dia terus menyembunyikan apa yang terjadi di antara kalian berdua, sampai akhirnya kami tahu kalau Leila tengah hamil" sahut Hak dengan nada bengis dan sorot mata setajam pisau es, andai ia tak ingat kalau Yona dan anaknya ada di dekatnya, ia sudah menghajar Kyo Ga habis-habisan.

Kyo Ga terbelalak "...apa? Leila...".

"kurang jelas? Leila sedang hamil?! Dia mengandung anakmu?! Aku tak ingat membesarkan putraku menjadi laki-laki tak bertanggung jawab dan sembrono?! Dasar anak tak tahu malu?!" sahut An Ri memukulinya sebelum mendorongnya dengan penuh amarah.

Maya menahan An Ri dari belakang "sayangnya, setelah kehamilannya diketahui, Leila kabur dan kami masih mencarinya... apa dia pernah datang ke tempatmu lagi?".

Kyo Ga menggelengkan kepala, tentu saja kali ini ia jujur dan begitu Hak mendesaknya karena Kyo Ga pernah menyembunyikan Leila, Kyo Ga menekankan bahwa itu ia lakukan karena saat itu ia tak bisa mempercayakan Leila pada nomaden karena pihak nomaden sendiri menyerang Leila dan ia mengaku tak bisa melepaskan Leila setelah melihat Leila yang meregang nyawa di hadapannya. Andai bukan karena Maya yang tiba-tiba memeluk Kyo Ga untuk melihat isi hati Kyo Ga untuk memeriksa apakah Kyo Ga berbohong atau tidak, Hak dan yang lain takkan melepaskannya semudah itu.

"aku senang karena kau tulus menyayangi dan mencintai putriku, terima kasih karena kau telah melindungi dan menyelamatkan Leila saat ia dalam bahaya".

Ucapan Maya itulah yang membuat Hak dan yang lain membatalkan niat mereka menghajar / membunuh Kyo Ga (meski hanya untuk sementara, mungkin).

Setelah Kyo Ga mendengar bahwa rekan mereka tengah mencari Leila ke Kekaisaran Kai untuk menemui kaum nomaden dan mengitari wilayah kerajaan Kouka, Kyo Ga bertanya "apa sesulit itu mencari Leila?".

"Leila adalah salah satu mata-mata terbaik kami di nomaden, tak heran jika ia tahu bagaimana caranya menghilang tanpa meninggalkan jejak" ujar Aruma yang datang bersama Tomoe dan Inukai kali ini.

Jae Ha dan Fuyu datang tak lama setelahnya. Fuyu telah menghubungi ayahnya serta para rekan mereka di Kekaisaran Kai tapi sayangnya ia tak menemukan jejak Leila sama sekali. Jae Ha membawa Aruma bersama Tomoe dan Inukai kali ini agar mereka bisa menginterogasinya atau jika bisa, ikut membantu mereka mencari Leila.

"di hadapan nyonya Maya, mereka takkan bisa berbohong" ujar Jae Ha menunjuk ketiga orang dari pihak nomaden yang dibawanya.

"maaf saja ya, aku tak akan menyembunyikan Leila karena kali ini aku setuju dengan nyonya Maya", Aruma mengangkat tangan sebelum mengelus-elus tombaknya "dan aku punya urusan lain, yaitu membantu Hak, kakak Leila tersayang untuk membunuh Kan Kyo Ga yang berani menghamili adik kami terlepas dari fakta bahwa Leila yang memintanya".

"kubilang, jangan bunuh dia dulu!? Tahan napsu membunuhmu, dasar darah panas?! Saat ini, prioritas utama kita menemukan Leila, itulah yang terpenting, kan?", Tomoe menjitak kepala Aruma sebelum ia merentangkan kedua tangannya "jika nyonya Maya tak percaya, silahkan".

"kalau begitu, permisi", Maya memeluk Tomoe, Aruma dan Inukai secara bergantian sebelum ia kembali menoleh ke arah keluarganya, menggelengkan kepala "Leila tak menemui mereka juga".

Hak dan yang lain pun menundukkan kepala, tiba-tiba merasa lelah. Kemana lagi mereka harus mencari Leila?

"tak mungkin juga dia pergi ke Gujarat, kan? tak ada kenalannya disana..." gumam Yun.

"hm... aku tak tahu kira-kira tebakanku benar atau tidak, tapi aku merasa hanya ada satu tempat yang tersisa, yang harus kita periksa" ujar Maya menautkan jari telunjuknya ke dagunya.

"maksudnya kuil Kousei, tempat Leila dibesarkan disana?" tanya Kyo Ga.

"bisakah kau berhenti bersikap sok akrab dengan menyebut nama kecil Leila?" geram Hak.

Yona menahan Hak dari belakang "sayang, tahan...".

"Hak, tahan dirimu, jangan bunuh dia" sahut Maya menenangkan putranya.

"akan kupertimbangkan setelah kita lihat reaksi Leila nanti...", Hak membuang muka sebelum melempar pandangan tajam pada Maya "jangan larang aku saat aku memarahi Leila nanti, bu".

"tidak akan, sebab setelah kau memarahinya, ibu yang akan menampar dan memarahinya" ujar Maya dengan sorot mata tak kalah tajam.

"aku ragu, karena pada akhirnya ibu selalu bersikap lembut pada kami, anak-anakmu terutama Leila karena Leila satu-satunya anakmu yang bisa ibu besarkan dengan tangan ibu sendiri sejak kami lahir" sahut Hak menautkan alis.

"nyonya Maya, mohon maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang putraku perbuat pada..." ujar An Ri membungkukkan tubuhnya, namun Maya menahannya.

"kita bicarakan soal ini nanti saja, nyonya An Ri... jika ini masih bisa dibicarakan baik-baik, kita bicarakan secara baik-baik saat semua anggota yang bersangkutan hadir, tentunya" sahut Maya tersenyum.

An Ri tersenyum dan menggenggam tangan Maya "kurasa sekarang aku sedikit mengerti, apa yang telah membuat Leila bisa tumbuh menjadi wanita baik hati yang tegar, lembut dan kuat seperti itu".

Aruma menghela napas panjang, ia lalu memberitahu kemungkinan Leila akan menemui salah satu kenalannya untuk pergi ke kuil Kousei. Masih ada satu orang yang belum mereka temui, yaitu adik Aruma yang menikah dengan salah satu dokter di Chishin dan kini menetap bersama suami dan anak-anaknya di Chishin. Si anak tengah, putri sulung keluarga Igarashi, yaitu Akiko Sakata, nama gadisnya Akiko Igarashi, dia adalah adik Aruma yang satu lagi, kakak Setsuko.

"kami sudah mengirim surat pada Akiko sebelum datang kemari, tapi belum ada balasan" ujar Tomoe melipat tangan.


Setengah bulan kemudian...

Tiba-tiba, pintu masuk menuju tempat Ogi terbuka, tiga orang yang menutupi dirinya dengan mantel putih segera bergegas masuk dan menutup pintu. Min Soo membuka tudung jubahnya, ia datang bersama sepasang suami istri yang dikenal baik oleh Aruma, Tomoe dan Inukai, tak lain adalah Akiko Sakata, adik Aruma dan suaminya, Toki Sakata. Mereka tak bisa berlama-lama sehingga mereka langsung memberitahu mereka apa yang terjadi.

"maaf, kak?! Leila ditangkap sebagai tahanan kemiliteran, baru saja ia dibawa dari Chishin ke Kuuto dan kemungkinan akan dihukum mati!?" ujar Akiko dengan napas terengah-engah.

Tomoe memegang kedua lengan Akiko dan memintanya tenang sebelum ia bertanya "apa yang sebenarnya terjadi?".

Toki menceritakan apa yang terjadi dalam perjamuan yang diadakan di kastil Chishin dua hari yang lalu. Perjamuan ini dihadiri oleh Soo Won, Keishuk dan kelima Jenderal dari tiap suku dalam rangka merayakan festival Maehwa pada bulan Maret, dimana bunga Sakura dan Plum (Ume) mekar di saat bersamaan untuk yang pertama kalinya pasca datangnya musim semi dan berakhirnya musim dingin.


Leila yang menggunakan nama samaran 'Hana' diundang ke kastil Chishin sebagai penari oleh Geun Tae dalam perjamuan dalam rangka merayakan festival Maehwa. Tahun ini, festival itu diadakan di kota Chishin sebagai pusatnya mengingat kerjasama dengan Kekaisaran Kai yang baru saja terjalin sekitar 2 tahun yang lalu masih harus dipererat. Setidaknya ia takkan terlalu mencolok, andai saja orang-orang tak menatapnya lekat karena warna rambutnya yang Navy-Blue saat ini. Setidaknya ini masih lebih baik setelah ia menyemir rambutnya sebab Leila yakin kalau ia akan lebih mencolok jika ia membiarkan warna rambutnya tetap putih seperti Yasmine, meski rambutnya sendiri jadi putih bukan karena kemauannya tapi karena apa yang telah terjadi padanya di awal musim dingin lalu. Andai Kyo Ga tak menyelamatkannya, mungkin ia sudah menyusul adiknya saat itu.

Melihat bunga Sakura yang berguguran, ia teringat kembali pada sosok mendiang adiknya yang menari di bawah bunga Sakura yang berguguran sambil tersenyum dengan indahnya. Sambil menyandarkan dahinya ke dahan pohon, Leila berbisik "Yasmine...".

Tiba-tiba, seseorang menepuk bahunya dari belakang sehingga Leila yang terkejut pun refleks menoleh ke belakang. Ia terkejut karena Soo Won dan Geun Tae ada di belakangnya.

"Hana, kenapa kau menangis?" tanya Geun Tae terkejut.

"hah?", Leila memegangi pipinya yang basah dan baru sadar kalau ia menangis "oh, benar".

"bagaimana bisa kau tak sadar!?" pekik Geun Tae.

Setelah Soo Won menanyakan siapa dia, Geun Tae memperkenalkan Leila sebagai penari yang ia temukan di salah satu lomba tari dalam festival Chishin baru-baru ini bernama Hana. Saat Soo Won kembali menanyakan pertanyaan yang sama dengan Geun Tae barusan tentang apa yang membuatnya menangis, Leila tersenyum dan meyakinkan bahwa ia hanya teringat pada mendiang adiknya. Setelah sedikit berbasa-basi, Joo Doh menghampiri mereka dan memberi kabar bahwa rombongan dari suku Air dan suku Angin sudah datang.

"baiklah, aku berani bertaruh nona Lily dan Jenderal Tae Woo datang menunggangi satu kuda" ujar Geun Tae terkekeh.

Leila tertawa kecil dan menghela napas sambil geleng-geleng kepala "Jenderal Geun Tae, bisa tolong hentikan kebiasaan anda menggoda pasangan lain? kebiasaan buruk...".

"yang mulia".

Leila merasa jantungnya berhenti seketika "oh, no... aku sudah tahu kemungkinan kalau kami pasti akan bertemu dalam perjamuan ini tapi tidak sekarang?! Hatiku belum siap!?".

"Hana!?" ujar Akiko muncul entah darimana dan memegang tangan Leila "darurat!? ikut aku sebentar!?".

Setelah Akiko pamit pada Soo Won dan ketiga Jenderal yang ada di situ, Akiko menarik Leila "kami permisi dulu?!".

Kyo Ga yang baru tiba di tempat tanpa sempat melihat wajah wanita itu menoleh ke arah Geun Tae "Jenderal Geun Tae, wanita berambut Navy-Blue itu...".

Setelah Geun Tae menjelaskan siapa 'Hana', Geun Tae menautkan alis "kenapa? Kau tertarik padanya? Jangan bilang seleramu memang 'penari'...".

"bukan itu", Kyo Ga mengayunkan tangan sebelum menghela napas "memangnya anda tidak sadar? Tatto di tengkuk lehernya... mirip seperti tatto khas kerajaan Gujarat yang dimiliki oleh nona Petra dan pria bernama Bihan itu. Apa penari itu ada keturunan dari kerajaan Gujarat atau dia penari dari kerajaan Gujarat?".

.

Memastikan kondisi sudah aman, Akiko memeriksa Leila "maaf, aku menarikmu barusan".

Leila menggelengkan kepala "tak apa, aku justru berterima kasih. Ada apa?".

Setelah Akiko menceritakan surat yang ia dapat dari Tomoe, ia menanyakan apa yang harus ia lakukan? Sebab jika ia mengacuhkan atau menjawab dengan berbohong sekalipun, Akiko tahu kakaknya pasti akan tetap tahu yang sebenarnya jika Maya melihat isi hatinya.

"akan kupikirkan hal itu nanti, yang jelas sekarang aku hanya perlu menyelesaikan pekerjaanku malam ini dan pergi secepatnya ke kuil Kousei besok" ujar Leila menyakinkan Akiko.

Setelah Akiko kembali untuk melanjutkan pekerjaannya, saat ingin pergi ke kamar ganti yang disiapkan oleh Geun Tae untuk para penghibur acara perjamuan malam ini, ada seseorang yang menutup mulutnya dari belakang, menarik Leila masuk ke sebuah kamar dari balik lorong dan menutup pintu itu.

.

Perjamuan dimulai, ketika Soo Won berada di tengah ruangan bersama para Jenderal, mereka melihat Leila menari dengan payung dan selendang sebagai atributnya. Di tengah tariannya, ia memutar payung tersebut sebelum melompat ke udara, melayang bagaikan kelopak bunga yang tertiup angin. Saat melayang di udara sambil mengangkat payungnya ke atas, Leila memegang bagian bawah gagang payung dan menghunuskan pedangnya yang tersembunyi di balik gagang payung itu. Ketika Leila menghunuskan pedangnya pada Soo Won, Kyo Ga yang berada tepat di samping Soo Won segera menghunuskan pedangnya dan menahan serangan Leila. Tak ada kata-kata yang keluar dari keduanya, hanya ada bunyi ayunan pedang yang silih berganti dari kedua pedang yang beradu di antara Kyo Ga dan Leila, tak ada satupun dari prajurit lain yang berani masuk ke antara pertempuran mereka berdua dan mengganggu mereka berdua karena pertarungan keduanya yang begitu sengit, selama beberapa saat.


Saat kegelapan jatuh ke daratan, darah naga akan mengembalikan kehidupan sekali lagi. Sesuai perjanjian kuno, ketika ke-4 Ksatria Naga berkumpul, Pedang dan Perisai Raja akan terbangun dan Naga Merah akan kembali saat fajar.

Leila menatap keluar kamar "menurutmu, apa yang sebenarnya dimaksud dengan 'pedang' dan 'perisai' Raja? dan siapa Raja yang dimaksud dalam ramalan?".

Kyo Ga membopong Leila setelah keduanya berpakaian "aku tak tahu... kenapa menyinggung soal ramalan itu?".

"sebab jika yang dimaksud dalam ramalan adalah saat ini, dimana ke-4 Ksatria Naga kembali maka aku yakin bahwa 'Raja' yang dimaksud dalam ramalan adalah reinkarnasi Raja Hiryuu, putri Yona dan bukan Soo Won. Hanya menunggu waktu hingga Pedang dan Perisai Raja yang dimaksud dalam ramalan bangkit".

Kyo Ga naik ke atas kuda tanpa merenggangkan genggamannya pada Leila yang melingkarkan kedua tangannya ke bahunya "oh? Dan kau punya perkiraan, apa sebenarnya yang dimaksud dengan 'Pedang' dan 'Perisai' Raja itu? Apakah itu semacam benda pusaka? Atau simbol untuk seseorang?".

"entahlah... sebab, jika 'Pedang' dan 'Perisai' Raja adalah simbol untuk seseorang, maka akan kuanggap mendiang adikku yang telah gugur sebagai 'Perisai' yang melindungi Raja...".

"bagaimana dengan 'Pedang'?".

"maka akulah yang akan menjadi 'Pedang' itu sendiri".


Leila mengacungkan pedangnya ke arah Kyo Ga "minggir dari situ".

"tak akan", Kyo Ga kembali mengarahkan pedangnya ke depan sebagai pertahanan, ia memang melawan Leila tapi ia tak pernah menyerang Leila, ia hanya menahan atau menangkis serangan Leila dan bertarung dengan mode bertahan "apa yang kau lakukan, Leila? Kenapa? Apakah ini memang yang kau inginkan?".

Tentu saja hal ini diketahui oleh Geun Tae dan Joo Doh yang sudah berpengalaman, sementara Geun Tae dan Joo Doh merasa heran dengan gaya bertarung Kyo Ga melawan Leila, Tae Woo yang melindungi Lily di balik punggungnya sedikit banyak bisa mengerti alasan gaya bertarung Kyo Ga, tapi ia tak bisa bergerak sembarangan saat ini, ia tak tahu alasan Leila menyerang Soo Won dan jika ada musuh tersembunyi yang terlibat, maka ia tak bisa pergi dari sisi Lily demi melindungi Lily. Geun Tae dan Joo Doh sudah berniat membantu Kyo Ga, namun Keishuk si penasihat licik telah mengambil antisipasi lebih dulu. Setelah salah satu prajurit melontarkan anak panahnya yang menancap pada sebelah kaki Leila sehingga tubuh Leila tersungkur di atas lantai dengan posisi telentang. Sekejap mata, prajurit suku Langit bawahan Joo Doh yang telah ditugaskan mengawal Soo Won segera mengarahkan tombak mereka pada Leila.

"mundur, nak", Geun Tae menarik Kyo Ga ke belakang dan menancapkan goloknya ke dekat wajah Leila sebelum memegang dagu Leila untuk mengangkat wajah Leila "kau tahu, aku tidak suka bersikap kasar pada wanita... tapi aku tak menyangka jika ternyata kau pembunuh bayaran atau haruskah kusebut mata-mata?".

Joo Doh berdiri di samping Geun Tae dan mengarahkan pedangnya ke leher Leila "siapa kau sebenarnya? Siapa yang menyuruhmu?".

"tak ada yang menyuruhku, aku melakukan ini murni karena keinginanku sendiri... membalas dendam atas ketidakadilan yang harus didapatkan oleh saudaraku", tanpa memedulikan pedang yang mengarah ke lehernya, Leila menatap tajam Joo Doh "namaku Leila Dilwale Diandra... adik kembar Son Hak, Raijuu no Kouka".

Mengungkap identitas aslinya di tempat ini sama saja dengan menyatakan perang, ditambah ia mengatakan terang-terangan apa motif perbuatannya.

Geun Tae mengangkat goloknya yang ia sandarkan ke bahunya sebelum menoleh ke arah Kyo Ga "oi, kau yang pernah bertemu dengannya, kan? Apa dia benar-benar adik Raijuu itu?".

"benar" ujar Kyo Ga terlihat berniat mengatakan sesuatu, namun sorot mata Leila yang tajam seolah berkata agar ia tutup mulut untuk sementara ini.

Para Jenderal sudah tahu kalau Hak masih hidup tapi ini berbahaya, Keishuk menyuruh prajurit bawahannya untuk mendesak Leila agar Leila buka mulut tentang keberadaan Hak tapi Leila kembali menekankan bahwa kakak kembarnya tak bersalah, justru kakaknya menyelamatkan putri Yona malam itu dari 'seseorang' yang telah membunuh raja Il, termasuk fakta bahwa Hak dan Yona telah menikah dan memiliki seorang anak.

"alasan kenapa kakak menutup mulut selama ini adalah demi melindungi nyawa putri Yona, ia tak sebodoh itu sampai membiarkan istri dan anaknya dalam bahaya. Seharusnya kalian sudah tahu apa yang sebenarnya terjadi malam itu dan siapa yang sebenarnya bertanggung jawab atas kematian mendiang Raja Il, kan? Siapa yang paling diuntungkan dengan terbunuhnya Raja Il dan menghilangnya putri Yona dan mengkambinghitamkan kakak kembarku? Kakakku takkan membuang orang yang ia sayangi hanya untuk tahta?!".

Ketika salah satu prajurit menganggap ucapan Leila sebagai penghinaan dan menghunuskan pedangnya, Akiko menerobos masuk ke antara prajurit yang mengacungkan pedangnya ke arah Leila yang terkapar di lantai "hentikan?! Tahan?!".

"minggir?! kau bekerja sama dengan pemberontak ini?!" teriak prajurit itu.

"ini masalah kemanusiaan, bodoh?! Tugas kalian sebagai prajurit adalah melindungi raja, aku tahu itu?! Tapi adalah tugasku sebagai dokter untuk menyelamatkan nyawa manusia!? selama aku masih bisa menyelamatkannya dengan segenap jiwa ragaku?! Sebagai dokter, aku tak bisa diam saja dan membiarkan dua nyawa melayang di hadapanku?!" bantah Akiko.

Soo Won meminta prajurit itu untuk mundur sebelum berhadapan dengan Akiko "kau bilang, dua nyawa? Apa maksudmu? Sudah jelas yang menyerangku hanya satu orang".

"wanita yang mencoba membunuh anda ini adalah salah satu pasienku, dia sedang hamil?! Apa kalian, prajurit dan anggota keluarga kerajaan akan tetap sampai hati membunuhnya?! Meski ibunya bersalah, anak dalam kandungannya masih suci dan tak punya salah apa-apa?!".

Geun Tae terbelalak "Akiko, kau serius? Dia sedang hamil?".

"sebagai dokter, saya pantang berbohong tentang kondisi pasien terlebih jika pasien itu tengah terancam jiwanya, lagipula tak ada yang namanya musuh atau teman dalam mengobati orang, kan?".

"berdasarkan kesaksian dokter ini, kau sedang hamil... aku takjub melihat wanita hamil masih bisa bergerak seperti itu", Soo Won berdiri di samping Joo Doh "siapa dan dimana suamimu? Apa dia tahu apa yang kau lakukan saat ini?".

Kyo Ga menahan napas, ia berniat menjawab pertanyaan Soo Won tapi ia kembali bungkam di saat ia melihat Leila yang terbaring di lantai menatapnya tajam.

Leila terkekeh "heh... si bodoh itu bahkan tak tahu jika aku tengah mengandung anaknya... dia tak perlu tahu dan dia tak terlibat atas apapun yang kulakukan saat ini karena apa yang sedang kulakukan saat ini adalah demi kepuasan diriku sendiri... Apa salah jika aku ingin nama kakak kembarku dibersihkan demi istri dan anak mereka?".

Keishuk menyuruh para prajurit yang menghunuskan tombaknya pada Leila untuk membawa Leila ke ruang tahanan "cukup yang kami dengar darimu saat ini dan untuk lebih jelasnya akan kami dengar saat kami menginterogasimu".

"sesuai ucapanmu, kurasa aku memang bodoh" ujar Kyo Ga menendang para prajurit dari suku Langit yang sejak tadi menghunuskan tombak mereka pada Leila. Sebelum Leila dibawa oleh mereka, Kyo Ga menghunuskan pedangnya setelah menendang jatuh para prajurit itu sambil membentengi Leila yang terkapar di belakangnya. Kyo Ga menoleh ke belakang dan bertanya pada Akiko yang tengah merangkul Leila untuk membantunya duduk "dokter, bisa kau bawa dia keluar dari sini dan obati lukanya?".

Tentu saja Keishuk meneriakinya "Jenderal Kan Kyo Ga, kau berniat berkhianat dan memihak wanita itu? Apakah kau merencanakan pemberontakan dan berniat melakukan kesalahan yang sama dengan mendiang ayahmu?!".

"siapa bilang aku berkhianat? akulah ayah dari anak yang dikandungnya...", Kyo Ga memotong ucapan Keishuk "aku hanya sedang berusaha melindungi istri yang mengandung anakku, jadi apa ada yang salah jika aku menyelamatkan dan melindungi wanita yang kucintai ketika wanita itu terancam nyawanya di hadapanku? dan jangan samakan aku dengan ayahku!? sekarang juga jelaskan pada kami, perdana menteri Keishuk, Leila hanya ingin nama kakaknya dibersihkan, lantas kenapa menyebut Leila sebagai pemberontak? tak mungkin putri Yona menikah bahkan memiliki anak dengan pria yang dikatakan sebagai pelaku yang telah membunuh ayahnya dan menculiknya, jika bukan karena sejak awal Son Hak memang tak bersalah. Jika apa yang telah dikatakan Leila benar adanya, sepantasnya kita mencari pelaku utama yang telah membunuh mendiang Raja Il, bukan menyudutkan Son Hak dan Leila".

"mengenai pernikahan putri Yona dan mantan Jenderal Son Hak, serta mereka telah memiliki anak adalah benar. Ada saksinya, bukankah begitu, Lily, Tae Woo?" tanya Joon Gi melirik ke arah putrinya dan tunangannya, membuat Lily dan Tae Woo menganggukkan kepala mereka.

"lantas untuk apa kami berdua susah payah tutup mulut selama ini jika pada akhirnya kau buka juga soal itu saat ini, calon ayah mertua?" gerutu Tae Woo menghela napas sambil garuk-garuk kepala.

"apa boleh buat, kan? Soalnya saat Yona dan Hak menikah dan saat Yona melahirkan anaknya, kita berdua memang ada disana sebagai saksi" ujar Lily tertawa kecil.

"tapi meski Raijuu memang tak bersalah dan adik kembarnya hanya ingin agar nama kakaknya dibersihkan, hal itu masih tak menjelaskan alasan apa yang membuat Leila menyerang yang mulia Soo Won, kan?" ujar Geun Tae dengan nada curiga.

Leila menarik jubah Kyo Ga sehingga Kyo Ga menoleh ke belakang "apa yang kau lakukan, Kyo? Apa pesanku tak sampai padamu?".

"sampai, kok... sorot matamu yang tajam tadi jelas-jelas mengatakan 'kubunuh kau kalau kau buka mulut soal hubungan kita disini', kan? jika ayahku masih hidup, dia pasti akan menahanku dan memintaku lebih memikirkan posisiku sambil meyakinkanku bahwa wanita bukan hanya kau saja. Diriku yang sebelumnya, saat diriku masih belum bertemu denganmu, mungkin akan mendengarkan ucapan ayahku...", Kyo Ga berbalik dan menancapkan pedangnya ke lantai, ia berlutut di hadapan Leila sambil menatap lurus Leila "tapi aku terlanjur cinta mati padamu, apa hakmu menyalahkanku hanya karena aku tak bersedia menuruti keinginanmu yang melarangku melindungimu? Seperti katamu, mungkin aku memang pria bodoh berhati dingin dan tak punya belas kasihan, tapi aku tak sebodoh itu sampai aku menelantarkan anak dan istriku hanya demi ambisi pribadi atau mengkhianati negaraku sendiri seperti yang telah dilakukan oleh mendiang ayahku".

"kau memang bodoh... apa aku harus menjelaskan secara detail, alasan kenapa aku memilih tak menerima lamaranmu meski aku mengizinkanmu memelukku malam itu?".

"aku mengerti alasan apa yang membuatmu terus kabur dariku dan memutuskan untuk berpisah dari ibu kalian tentang legenda kutukan 'bunga' dari kerajaan Gujarat, tapi memangnya kenapa dengan hal itu? Itu saja takkan membuatku gentar dan jangan harap aku akan meninggalkanmu hanya karena legenda konyol itu...", Kyo Ga berdiri dan mengulurkan tangannya, tersenyum getir sambil membantu Leila berdiri "jangan buat aku seolah aku bajingan berhati dingin yang tega meninggalkanmu saat kau berada dalam bahaya... Berhenti kabur dariku dan jelaskan apa alasanmu pada mereka, aku tahu kau bukan tipe gegabah meski kau memang sembrono, tapi kau takkan melakukan hal ini tanpa alasan, kan?".

Leila meraih uluran tangan Kyo Ga namun saat hendak berdiri, ia mendengar suara anak panah dilesatkan dari luar dan mengetahui darimana datangnya anak panah tersebut sehingga Leila melingkarkan kedua lengannya pada Kyo Ga "Kyo, merunduk!?".

Merasa aura bahaya yang de javu baginya, Tae Woo ikut merunduk sambil melindungi Lily, ia berhasil menghindari serangan anak panah yang datang dari luar.

"Leila?!" teriak Akiko yang membuat pandangan mata sontak tertuju pada Leila yang memeluk Kyo Ga.

Beberapa anak panah menancap di punggung Leila yang melindungi Kyo Ga dari anak panah.

"Kyo... kau tak apa-apa?", Leila tersenyum sebelum bertekuk lutut, tenaganya tiba-tiba hilang.

"LEILA?!", Kyo Ga menangkap tubuh Leila sebelum jatuh ke lantai dengan memegangi kedua lengan Leila sebelum ia membiarkan tubuh Leila bersandar padanya saat ia mencabuti semua anak panah yang menancap di punggung Leila. Kyo Ga melilitkan sobekan jubahnya ke tubuh Leila untuk menahan pendarahannya "sudah kukatakan kalau aku yang akan melindungimu... tapi kenapa kau...".

"sudah kubilang, kan? aku tak ingin kehilanganmu...", Leila tersenyum sebelum muntah darah "meski tak bisa bersama, bagiku tak apa... selama kita masih ada di bawah langit yang sama... dan lagi... aku tak sendirian...".

Setelah ia memuntahkan darah lagi, Leila kehilangan kesadarannya sehingga Akiko bergegas menghampirinya "Leila, bertahanlah?!".

"minggir!?", Toki mendorong Joo Doh dan Keishuk sebelum duduk di samping Akiko dan ikut membantu Akiko menangani kondisi Leila "detak jantung tak beraturan dan hilang kesadaran akibat shock, anemia karena kehilangan cukup banyak darah... celaka... cepat bawa ke klinik, kita harus tangani dia secepatnya?!".

"aku tahu, kondisinya kritis?! panah yang menancap cukup dalam di tubuhnya ini beracun, tapi yang penting hentikan dulu pendarahannya?! Bisa-bisa dia keguguran?!" ujar Akiko meminta seseorang membawa Leila ke klinik.

"...tidak apa!? selamatkan saja Leila?! Nyawa Leila lebih penting?!" pinta Kyo Ga sebelum ia membantu membawa Leila ke klinik.


Meski Leila sempat kritis, ajaibnya nyawa Leila dan bayinya selamat, tapi kandungannya jadi tegang akibat luka yang didapat tubuhnya sehingga sebisa mungkin Leila harus bed-rest total dan tak boleh terlalu banyak bergerak atau ia akan keguguran.

"masalahnya... sampai sekarang Leila tak kunjung sadar, ada kemungkinan ia akan koma jika ia tak sadar juga dalam waktu seminggu ini. Saksinya ada banyak, jika Leila sadar dan dijatuhi hukuman, kemungkinan besar Leila akan dijatuhi hukuman mati dengan tuduhan percobaan pembunuhan terhadap Raja dan salah satu anggota keluarga kemiliteran Kan serta mencoba memicu pemberontakan dalam negeri" tutur Akiko.

"jika Leila tak sadar dan koma, maka kemungkinan Jenderal Kan Kyo Ga yang akan dimintai pertanggungjawaban atas serangan yang dilakukan istrinya pada yang mulia Soo Won dengan pencabutan posisinya sebagai Jenderal atau diasingkan bersama Leila. Jenderal Kan Kyo Ga terus berada di sisinya sejak itu, tapi karena kekhawatiran Jenderal An Joon Gi, mereka berdua selalu ditemani oleh salah satu dari nona Lily, Jenderal Tae Woo atau adiknya, Kan Tae Jun" tambah Toki.

"tinggal berapa hari untuk memastikan Leila koma atau tidak?" tanya Tomoe.

"terhitung sejak ia tak sadarkan diri semalam, berarti masih 6 hari lagi, malam akhir pekan ini saat malam bulan purnama nanti" jawab Mulan.

"...Kyouka, bawa Mizuki dan Kayano ke kerajaan Gujarat, temui Bihan dan sampaikan suratku ini padanya, hanya untuk jaga-jaga" ujar Yona menyodorkan surat pada Kyouka sebelum Yona mengalihkan pandangannya pada Jae Ha dan Fuyu "Jae Ha, Fuyu, tolong kalian pergilah ke Kekaisaran Kai dan sampaikan surat ini pada Kaisar dan Permaisuri, Hakuya dan Yohime".

"apa ada yang bisa kita lakukan, sayang?" tanya Hak pada Yona.

Yona mengangguk "kita temui pihak kerajaan Xing".

Mengerti apa yang sedang dilakukan menantunya, Maya menoleh ke arah para pihak nomaden yang ada di tempat ini "Tomoe, Aruma, Inukai, kalian bertiga tak keberatan jika kami minta kalian kembali ke Kekaisaran Kai untuk membawa kemari sebagian pasukan kalian? tapi untuk sementara, kalian cukup bersiaga dan masuki Kuuto secara gerilya dari daerah perbatasan dan tunggu kabar dari kami".

"apa kami bisa mengandalkan kalian?" tanya Kija.

Tomoe terkekeh "kau kira kau sedang bicara dengan siapa?".

Aruma menyeringai "kalau begitu, tunggu apalagi? Ayo, kita kembali".

"ah, ini merepotkan... kenapa tak hubungi saja mereka lewat merpati atau anjing pos?" gerutu Inukai menggaruk kepala.


Di kerajaan Gujarat, setelah mendapatkan surat dari Maya, Bihan bergegas menuju istana. Saat prajurit penjaga gerbang istana menutup jalannya dengan menyilangkan kedua tombak mereka di depan pintu gerbang, Bihan mengerutkan kening "ada kabar darurat untuk sang ratu. Izinkan aku menghadap sang ratu, sebab ini berhubungan dengan kakaknya yang hilang".