Chapter 52 – Skyfall

Di atas langit masih ada langit

Ketika langit runtuh dan menimpa yang ada di bawahnya

Saat itulah 'Dunia' berakhir


.

Dragon Return Home Arc

.

~Kekaisaran Kai ~

.

"ini jebakan", Yohime menoleh ke arah Jae Ha dan Fuyu "jika apa yang kalian katakan pada kami tentang apa yang terjadi malam itu adalah benar adanya, maka siapapun akan menyadari bahwa Leila tak bersalah, ia hanya diperalat".

Jae Ha mengangguk "dengan alasan bahwa kondisi Leila belum stabil, tak ada yang diizinkan menemuinya selain Kan Kyo Ga sebagai suaminya".

"meski sebenarnya mereka belum menikah" gumam Fuyu melipat tangan, menatap Dal dan Hakuya bergantian "aku mengerti apa maksudmu agar kita tak bertindak gegabah, ayahanda... Tapi...".

"aku hanya memberi nasihat sebagai kepala penasihat Kekaisaran, Fuyu. Keputusan tetap ada di tangan yang mulia Kaisar dan Permaisuri, di tangan mereka berdua" ujar Dal menunjuk ke arah Hakuya dan Yohime dengan dagu.

"jika dia sudah tahu Leila tak bersalah tapi ia tetap memberikan hukuman mati, maka hanya ada tiga kemungkinan... Pertama, dia ingin menyingkirkan pengganggu yang membahayakan posisinya. Kedua, dia ingin memancing musuhnya karena dia tahu bahwa Leila berharga bagi musuhnya entah itu kelompok putri Yona atau kelompok gabungan Nomaden pihak oposisi dan sisa anggota Kuil Sakura Merah. Ketiga...", Yohime mengangkat tiga jari tangannya dan melirik ke arah suaminya "keduanya".

Hakuya berdiri setelah mendengar penuturan istrinya yang cerdas itu "...ini berarti perang dan kemungkinan mereka akan bergerak malam hari pada malam gerhana bulan, malam sebelum hari pelaksanaan eksekusi".


.

~ Kerajaan Xing ~

.

Hening sesaat setelah Kyouka, Maya, Yona dan Hak menceritakan apa yang terjadi selama ini terjadi pada Yasmine setelah Yasmine pergi meninggalkan kerajaan Gujarat, mulai dari pertunangannya dengan Khali yang sempat tak direstui Maya hingga penyebab kematiannya di musim dingin 2 tahun yang lalu.

Yona menundukkan kepala dan mengerutkan kening "maafkan aku, itu semua...".

Hak memegang dagu Yona, menyeringai sambil memegang kedua pipi Yona "jika kau masih berani berkata bahwa kematian Yasmine adalah salahmu maka akan kuserang kau dengan ciuman disini tanpa pandang bulu sampai kau tak bisa bicara, bagaimana?".

Sebelum Hak benar-benar menyerang Yona, Maya lebih dulu menyelematkan Yona yang saat ini wajahnya merah padam "lakukan itu di kamar tidur pada malam hari, dasar anak bodoh".

Tara tertawa terbahak-bahak melihat perilaku Maya dan Hak "aku selalu penasaran, darimana datangnya sifat tak mau kalah, rasa percaya diri yang tinggi serta keberanian seolah tak kenal takut dalam diri kak Yasmine? ternyata... rupanya itu turunan dari anda?".

Maya balik bertanya "kalian tak marah?".

"marah? kenapa kami harus marah?" tanya Nagine memiringkan kepala.

"aoa anda berpikir bahwa salah satu dari kami akan menyalahkan kalian dan berkata 'karena kalian kakakku mati', begitu? Tentu tidak" tambah Nadine.

"mati karena melindungi orang lain, memang sudah sifatnya begitu...", Tara menghela napas sebelum tersenyum sedih "sebenarnya, bohong jika kami bilang bahwa aku dan adik-adikku tak berharap untuk bisa bertemu lagi dengan kak Yasmine, tapi kami juga sudah menyiapkan diri kami jika pada akhirnya kenyataan tak sesuai dengan ekspektasi... jangan menyalahkan dirimu atas kematian kak Yasmine, putri Yona. Sebagai adiknya yang sudah menghabiskan waktu bersamanya sejak kami lahir, bisa kukatakan dengan yakin bahwa dia takkan pernah menyalahkan siapapun atas kematiannya dan dia tak mengharapkan penyelamatan".

Veer menghela napas "memang benar... ketegaran dan ketulusan yang ia miliki membuatnya bisa baik-baik saja, ia tak pernah berpikir dua kali jika untuk menyelamatkan orang yang ia sayangi, ia tidak keberatan kehilangan nyawanya jika itu demi menyelamatkan orang yang ia sayangi... ia selalu berusaha berjuang seorang diri, tak peduli meskipun itu akan membuatnya menderita asal orang yang ia sayangi bisa bahagia, tapi sifat sembrono kalian memang sudah turunan dari sananya, ya?".

"tutup mulut, bajingan", Tara meninju kepala Veer sambil tersenyum simpul yang membuat Hak, Yun dan Kija berpikir bahwa Tara benar-benar adik Yasmine sebelum Tara menoleh ke arah Hak "baiklah, sekarang... apakah aku harus memanggilmu 'kakak' mengingat kau kakak sepupuku? Kau dan saudari kembarmu, Leila adalah kakak kandung kak Yasmine, kan?".

"kami sudah dengar tentang apa yang terjadi pada Leila, jika ada yang bisa kami bantu" ujar Veer mengangguk saat Tara menganggukkan kepalanya.

Begitu mereka mengetahui kapan Leila akan dihukum mati, mereka berasumsi bahwa musuh (kelompok gabungan Nomaden pihak Oposisi dan sisa) akan bergerak pada malam gerhana bulan yang jatuh tepat pada malam hari sebelum hari pelaksanaan eksekusi esok harinya.

"kak, di malam gerhana bulan... Bukankah pada malam itu, kita para 'Bunga' dilarang keluar rumah, bahkan mengintip gerhana Bulan 'darah' malam itu saja kita tak boleh?" ujar Nagine.

"tapi apa penyebabnya?" tanya Nadine heran.

"kalian akan mengerti penyebabnya setelah kalian melihat sendiri apa yang akan terjadi jika kalian sampai menatap gerhana Bulan 'darah' atau jika kalian sendiri mengalaminya nanti..." ujar Bihan melipat tangan "tapi... Itu jika kalian adalah 'Bunga' yang telah dewasa seperti nyonya Maya juga tuan putri Leila dan Yasmine, sebab jika 'Bunga' menatap Bulan 'darah' pada malam gerhana Bulan 'darah', maka 'Bunga' itu akan berubah menjadi 'Iblis'. Dan jika 'Bunga' itu dibiarkan kehilangan kontrol dirinya, ia bahkan sanggup meluluhlantakkan satu daratan dalam satu malam bahkan Oni darah murni sekalipun bisa dibuat kewalahan...".

Hak diam sesaat sebelum menoleh ke arah Maya "...itu serius, ibu?".

"hm...", Maya melipat tangan dan mengerutkan kening "aku tak begitu ingat apa yang terjadi, sebab mendiang ayahmu yang menghentikanku saat itu... Ayahmu sedang sial, itu terjadi saat kau dan Leila sedang ada dalam rahimku".

"kuberitahu sekarang, itu bukan mitos?! Bahkan aku dan Khali yang sudah bekerja sama saat itu kewalahan, kami pikir kami akan mati saat kami berusaha menghentikan putri Yasmine yang berubah wujud pada malam gerhana bulan itu" gumam Bihan merinding "jika Khali tak menolongku saat itu, aku yakin leherku sudah melayang saat itu di tangan 'iblis' cantik itu".

"sebenarnya meski berubah wujud, asal kami tak hilang kontrol dan tak kehilangan jati diri sendiri, tak masalah. Perubahan wujud itu akan berakhir saat malam gerhana bulan berakhir, tapi wanita yang sedang hamil itu emosinya tak stabil, sehingga aku kehilangan kontrol diriku sampai-sampai Ulla yang berusaha menghentikanku harus berubah wujud ke wujud Alternya (wujud asli sebagai Oni) dan mengerahkan hewan gaibnya hanya untuk menahanku. Untung saja aku berubah wujud saat kami ada di kuil Seirin, sehingga tak ada korban jiwa sebab aku tak bisa keluar berkat kekkai yang dipasang para biksu, teman-teman kami juga membantu Ulla menahanku".

"jadi itu sebabnya ibu bilang ayah sedang sial? Bagaimana caranya ayah menyadarkan ibu?".

"kami terus bertarung sampai pagi...", Maya tertawa gugup "dan... paginya aku kontraksi jadi sementara sebagian mengobati luka di tubuh Ulla, sebagian lagi membantuku melahirkan".

"APA!?" pekik mereka yang ada di ruangan ini.

Bihan mengangguk "benar sekali, tuan Ulla sedang sial. Kebalikan dengan wanita hamil pada umumnya, para 'Bunga' justru akan menjadi jauh lebih kuat di saat mereka hamil, sebab saat itu ada jiwa baru yang tumbuh dalam tubuh mereka dan spirit mereka bertambah kuat".

"tunggu, bukankah itu berarti ini berbahaya?" ujar Yun mengangkat tangan.

"apanya, Yun?" tanya Kija.

"kesempatan kita menyelamatkan nona Leila hanya saat malam gerhana bulan karena malam itu musuh kita akan bergerak mengingat pagi harinya adalah hari pelaksanaan eksekusi" ujar Zeno mengangkat jari "tapi pada malam itu 'Bunga' tak seharusnya keluar karena malam itu adalah malam gerhana Bulan 'darah' dimana 'Bunga' yang melihat gerhana bulan 'darah' itu akan berubah menjadi 'Iblis'...".

"dan Leila sedang hamil" gumam Shina.

"dengan kata lain, kita hanya bisa membawanya keluar pada malam gerhana bulan tapi jika kita bawa dia keluar malam itu, seketika dia akan berubah menjadi 'Iblis'..." ujar Hak yang menepuk sebelah wajahnya.

Mereka yang ada di ruangan ini memegangi kepala masing-masing, mendadak migrain.

"tapi meski putri Leila akan berubah menjadi 'Iblis' pada malam itu, apapun yang terjadi kita harus tetap menyelamatkannya" ujar Kija menggenggam belati Shamsir di pinggangnya "kau tak perlu khawatir, Yasmine... Apapun yang terjadi, aku takkan membiarkan kakakmu mati menyusulmu... Akan kulindungi dia seperti janjiku padamu".


.

~ Kastil Hiryuu ~

.

Kyo Ga membuka tirai kamar yang membuat sinar bulan masuk menerangi kamar "bulannya indah sekali".

"besok...".

Kyo Ga menoleh ke arah Leila "hm? Kenapa?".

"besok malam, jangan izinkan siapapun menemuiku, biarkan aku sendirian di kamar...", Leila menunjuk Kyo Ga yang terlihat ingin menanyakan sesuatu "kau juga tak boleh".

"tapi kenapa?" ujar Kyo Ga menanyakan alasan Leila.

"karena besok malam adalah malam gerhana bulan, dan bukan gerhana bulan biasa... Besok adalah malam gerhana bulan total dimana pada malam bulan purnama, di saat bulan terlihat bersinar paling terang, bulan akan berubah warnanya menjadi berwarna merah seperti darah karena tertutup oleh bayangan bumi. Di saat bumi berada pada posisi sejajar membentuk garis lurus di antara bulan dan matahari, itu membuat sinar Matahari yang biasa menerangi bulan tak bisa mencapai bulan karena pada malam itu bulan tersembunyi di belakang bayangan bumi, membuat bulan tertutupi oleh bumi. Gerhana bulan total kadang disebut juga sebagai gerhana bulan 'darah' karena malam itu bulan akan terlihat berubah warna menjadi merah seperti darah...", Leila mengulurkan tangannya ke atas "terdapat legenda dari tempat asal ibuku di kerajaan Gujarat bahwa pada malam itu, jika 'Bunga' sepertiku melihat gerhana bulan 'darah' dimana bulan akan menjadi merah, kami akan berubah menjadi 'Iblis'...".

"jadi, kau akan berubah menjadi iblis jika kau melihat gerhana bulan 'darah' besok malam? Dan kau ingin menghindari bahaya yang mungkin akan menimpa orang lain di sekitarmu, itu sebabnya kau memintaku agar tak seorangpun menemuimu besok malam?", Kyo Ga duduk di samping Leila setelah mengecup keningnya "kau memang baik hati... tapi bukannya itu cuma mitos?".

Leila menceritakan apa yang terjadi sekitar 23 tahun yang lalu saat Maya mengandung Hak dan dirinya "kau pikir manusia biasa bisa menghentikanku jika aku sampai berubah wujud menjadi 'Iblis'? Mendiang ayahku saja kewalahan menghadapi ibuku saat itu... aku memang tak pernah mengalaminya langsung karena ini adalah gerhana bulan total pertamaku tapi tak ada salahnya jaga-jaga, kan?".

Kyo Ga tersenyum sebelum mencium Leila, ia menyeringai dan mengelus kepala Leila "aku tak takut… jika kau benar-benar berubah menjadi 'Iblis' besok malam, aku akan lakukan apa saja agar kau kembali padaku".


.

~ Kuuto ~

.

Yona menatap kilauan pedang yang berada di tangannya, pedang miliknya yang ia dapatkan di tengah perjalanan panjang mereka dan kini, mereka akan menghadapi pertempuran penting yang akan menentukan nasib kerajaan ini selanjutnya.

"sudah waktunya kita berangkat, tuan putri".

Yona bisa melihat kecemasan di mata pengawalnya, yang juga adalah suaminya, sehingga ia mencium dan memeluk Hak "jangan khawatir, Hak... adikmu pasti akan baik-baik saja...".

"oi, suami istri disana, mana anak kalian?" tanya Ogi.

"kami titipkan pada Mundok dan ibu mertuaku".

"di rumah ibuku, tepatnya..." angguk Hak, mereka tak mungkin membawa anak mereka yang masih bayi itu ke dekat medan perang.

"tapi tak kusangka kalau bahkan kau sampai ikut membelot, Kyo Ga?" ujar Hak menoleh ke arah Kyo Ga.

"jangan salah paham, kulakukan ini bukan karena aku telah mengakui kalian berdua sebagai penerus tahta kerajaan Kouka yang sah, tapi kulakukan ini demi membebaskan Leila... Masih ada beberapa hal yang harus kita urus setelah membebaskan Leila dan menurunkan Soo Won dari tahta kerajaan".

"ngaca dulu sana, meski kau membantu kami, bukan berarti aku akan langsung setuju dengan pernikahan kalian berdua...", Hak mencibir sebelum menghela napas panjang "kalau bukan karena adikku hamil lebih dulu...".

Saat Yona berniat menahan Kyo Ga dan Hak yang terlihat seperti hendak berargumentasi lagi, terdengar suara dentuman keras seperti bunyi ledakan dan keributan di luar. Mereka keluar dari tempat Ogi dan melihat keramaian orang yang berkumpul di jalan, di luar dan di dalam rumah mereka, menunjuk ke arah kastil Hiryuu. Ketika mereka mendongak dan melihat apa yang menarik perhatian orang-orang ini, saat itulah mereka melihat sesosok 'Iblis' terbang di langit, di atas kastil Hiryuu.

"celaka, ini harus segera kita hentikan, atau dunia akan hancur di tangannya" ujar Maya yang menjelaskan pada mereka bahwa wujud Leila yang telah berubah menjadi 'Iblis' saat ini adalah sosok 'Iblis' wanita terkuat.


.

~ Kastil Hiryuu ~

.

Kekacauan mereda, namun mereka masih belum bisa menemukan Leila.

Di tengah hujan deras malam itu, Kyo Ga menghampiri Hak yang berdiri mematung "apa kau berhasil menemukan Leila?".

Hak menoleh ke belakang, menunjukkan untaian rambut hitam lurus pada Kyo Ga sebelum menunjuk ke arah Shina yang menangis sambil memeluk erat Leila "dia sudah pergi bersama adik kami, Yasmine...".

Yona menangis dan memeluk erat Hak dari belakang, Hak mendongak menatap langit malam di tengah hujan dengan sorot mata kosong, seperti saat Yasmine pergi meninggalkan mereka. Tidak jelas apakah air yang mengalir di wajah mereka adalah air mata atau air hujan. Meski ini bukanlah akhir dunia, tapi bagi mereka yang ditinggalkan oleh seseorang yang sangat berharga atau sangat mereka cintai, inilah akhir dunia bagi mereka.

Kyo Ga berlutut di hadapan Hak sambil menggenggam erat untaian rambut hitam lurus yang ia yakini sebagai rambut Leila "padahal aku sudah berjanji kalau aku akan melindunginya, tapi kenapa… kenapa aku bahkan tak bisa melindungi satu-satunya wanita yang kucintai?".

Seseorang menepuk bahu Kyo Ga dari belakang, suaranya terdengar begitu jernih bahkan di tengah hujan deras "Kyo Ga...".