Chapter 53 – Demon Of The Bloody Moon
Ketika Gerhana Bulan terjadi
Dan bulan berubah menjadi merah layaknya darah
Saat itulah Iblis bangkit
Bulan mengacaukan isi hati manusia
.
Dragon Return Home Arc
.
Hak mengerutkan kening "bisa jelaskan kepada kami 'Iblis' macam apa yang merasuki Leila sampai ibu bilang bahwa sosok Leila saat ini adalah sosok 'Iblis' wanita terkuat?".
"tertulis dalam kitab ramalan kuno di kerajaan Gujarat tentang 'Bunga Emas', anak campuran 'Bunga' dan 'Daun', dengan kata lain Hybrid sepertimu dan Leila yang ditakuti bahkan oleh Oni darah murni karena kekuatannya yang dahsyat. Kekuatannya tak seperti 'Bunga' lain, dia ditakuti karena kemampuannya sebagai penakluk Oni. Dikatakan 'Bunga Emas' yang melihat gerhana bulan darah dapat membuat raganya dirasuki oleh Dewa. Dalam kitab kuno itu terdapat ramalan yang berbunyi...", Maya menunjuk ke arah Leila dan kastil Hiryuu "pada malam bulan purnama di saat bulan perak berubah menjadi semerah darah dan separuh darah Iblis mengambil alih 'Bunga Emas' yang bangkit dari kegelapan, saat kelopak 'Bunga Emas' jatuh ke tangan 'Oni bermata tiga', maka ikatan 'Bunga' dan 'Daun' akan berakhir".
Maya menjelaskan bahwa sejak Leila lahir, hal ini sudah diketahui oleh Ulla dan dirinya yang mendengar penjelasan kepala biksu kuil Seirin setelah ia melihat Leila dan Hak "tak seperti kakak kembarnya yang memiliki energi 'Yang' lebih besar sehingga perlindungan dan energi positif dari 'Surga' di dalam tubuhnya lebih kuat, gadis ini memiliki energi 'Yin' sehingga di dalam tubuhnya perlindungan dan energi negatif dari 'Bumi' lebih kental, tapi 'Bunga' yang terukir di tubuhnya lebih mengejutkan karena 'Bunga' yang ada di tubuhnya adalah 'Bunga' yang dibenci oleh para Oni, itu adalah 'Bunga' penakluk Iblis. Sebelum dia dewasa, biarkan dia mempelajari 18 seni wajib militer untuk melindungi dirinya karena ada kemungkinan dia akan diincar Oni atau 'Daun' yang tertarik padanya jika melihat 'Bunga' di tubuhnya".
"aku tak menyangka jika 'Bunga Emas' adalah putriku... tapi sekarang ini, masalah utamanya siapa 'Oni bermata tiga' dalam ramalan dan bagaimana caranya menghentikan Leila?" ujar Maya.
"intinya, Leila sedang dirasuki raganya oleh 'Dewa' seperti saat ia berhadapan denganku saat itu? Berarti kita hanya harus menyadarkannya kembali, kan?" sahut Yona.
"tapi bagaimana caranya? Kita bahkan tak tahu, 'Dewa' macam apa yang merasukinya?" ujar Hak.
"begini saja... biar aku jadi umpan, akan kualihkan perhatian putri Leila sementara yang lain, kalian tetap fokus pada misi semula...", Bihan memakai sarung tangannya "jika ia melihatku, putri Leila pasti akan mengejarku jadi kita gulingkan Soo Won dari tahtanya, usir cecunguk gabungan Nomaden pihak oposisi dan sisa anggota kuil Sakura merah yang menyusup ke kastil Hiryuu sementara putri Leila mengejarku. Jika urusan kalian sudah selesai, bantu aku menyadarkannya. Setuju?".
"biar kubantu" angguk Shina.
"aku juga" pinta Kija.
"biarkan kami ikut denganmu, bukannya kau yang akan berada di posisi paling dalam bahaya kali ini?" pinta Kyo Ga.
"tapi apa yang membuat kau begitu yakin kalau dia pasti akan mengejarmu?" tanya Yona.
"itu karena akulah 'Daun' dari 'Bunga' yang terukir di tubuh putri Leila dan dengan kondisi sedang terasuki seperti itu, setelah instingnya sebagai 'Bunga' mendeteksi bahaya dariku, dia pasti akan mengejarku" ujar Bihan menyingkap bajunya dimana terdapat tanda bunga dililit dedaunan dimana bunga itu adalah bunga yang sama dengan 'Bunga' di tubuh Leila.
.
~ Kastil Hiryuu ~
.
"ah... Padahal sudah kubilang, jangan izinkan siapapun menemuiku malam ini", Leila duduk di dalam kamarnya, menghela napas sebelum menoleh ke belakang dan menyeringai "tapi... sepertinya pesanku tak sampai pada para penyusup ini, ya?".
Mereka adalah aliansi dari kelompok gabungan Nomaden pihak oposisi dan sisa anggota kuil Sakura Merah, yang terdiri dari para ninja, prajurit bayaran dan Assassin. Mereka ditugaskan untuk membawa Leila kembali ke Kekaisaran Kai dan mengingat kondisi Leila yang lemah saat ini, tentu mereka menggunakannya sebagai kesempatan.
"sebaiknya kau jangan melawan dan menurut, ikutlah dengan kami" ujar salah satu ninja.
"oh? Coba saja", Leila terkekeh "itupun jika kalian bisa membawaku kembali ke Kekaisaran Kai, hidup-hidup...".
"sekali lagi kami sarankan jangan melawan, kami bersenjata lengkap sedangkan kau, bisa apa kau dengan tangan kosong terlebih dengan kondisimu yang sedang hamil itu?" ejek salah satu prajurit bayaran yang telah diberitahu bahwa kondisi Leila saat ini sedang melemah.
"maksudku adalah, silahkan jika ingin membawaku ke Kekaisaran Kai, itu jika ada salah satu dari kalian yang bisa bertahan hidup dan cukup kuat untuk membawaku ke Kekaisaran Kai...", Leila berjalan mundur dan menggenggam tirai di belakangnya, menyeringai "kalian pikir aku yang sekarang hanyalah wanita lemah yang harus dilindungi oleh suamiku? Naif... tertawalah selagi bisa, sebelum kalian berhadapan dengan 'Iblis'...".
Leila membalikkan tubuhnya dan membuka tirai lebar-lebar, membuat sinar bulan masuk ke dalam kamar. Leila mendongak dan menatap bulan yang kini berwarna merah seperti darah akibat gerhana bulan total yang dikenal juga dengan gerhana bulan 'darah'.
"maafkan aku... Ibu... Kakak... Keluargaku... Teman-temanku...", Leila mengedipkan kedua matanya perlahan sebelum ia merasakan perubahan mulai terjadi di tubuhnya "Kyo...".
Begitu melihat gerhana bulan 'darah', detak jantung Leila meningkat seiring ia melihat warna merah bulan yang semakin pekat layaknya darah manusia. Darah dalam tubuhnya bergejolak, kuku di kedua tangannya memanjang membentuk cakar, muncul sepasang taring di giginya, rambut lurusnya yang berwarna Navy Blue pasca ia warnai berubah warna menjadi hitam legam seperti warna rambutnya semula, namun kedua bola mata birunya berubah menjadi sepasang bola mata berwarna emas. Puncaknya, saat Leila meringkuk, muncul sepasang tanduk di kepalanya dan bersamaan dengan munculnya sepasang sayap hitam dari balik punggungnya, tubuhnya mulai memancarkan sinar emas, sama seperti warna tanduk yang muncul di kepalanya.
"KYA?! Ib... Iblis?!" teriak salah satu dayang dari luar, ia diminta memeriksa kondisi Leila oleh Soo Won yang merasa ada yang aneh, namun ketika ia melihat perubahan pada Leila, ia lari ketakutan.
.
Joon Gi berdiri membelakangi Lily sambil memegang busur, memanah musuh yang datang dari arah belakang "ini sangat menyusahkan, penglihatanku tak terlalu bagus tapi kita malah dikepung saat malam hari".
"aku kagum karena kau bisa tetap setenang ini dalam situasi begini, Ayahanda", Lily yang mendapat pedang dari Tae Woo, mengarahkan pedangnya ke depan "tapi apa tak sebaiknya kita periksa kamar Leila? Sudah jelas mereka antek-antek dari Kuil Sakura Merah dan yang mereka incar adalah Leila. Aku khawatir…".
"karena itulah kita sedang menuju kesana", Tae Woo membentengi Lily bersama Ayura dan Tetora sambil mengarahkan senjatanya ke depan "jangan jauh-jauh dari kami, Lily".
Di tengah jalan, mereka bertemu dengan Soo Won, Keishuk, Joo Doh dan Geun Tae beserta para pasukan mereka di tengah istana yang biasa dipakai sebagai tempat latihan para prajurit istana dimana mereka dikepung oleh kelompok gabungan Kuil Sakura Merah dan Nomaden pihak oposisi yang memihak Leila. Saat itulah, rombongan Hak dan yang lain tiba di tempat itu. Mereka semua bergabung dan bertarung bersama untuk berusaha mengusir para penyusup itu dari Kastil Hiryuu. Saat itulah Leila yang dirasuki oleh 'Dewa' turun dari Langit dan ia membunuh tak pandang bulu dengan cakar di kedua tangannya meski Leila hanya membunuh para penyusup yang ia anggap sebagai musuh, yakni kelompok gabungan sisa anggota Kuil Sakura Merah dan Nomaden pihak oposisi. Buktinya gabungan pasukan yang terdiri dari Kekaisaran Kai, Nomaden, Kerajaan Xing dan Kerajaan Gujarat yang kini dipimpin Hak dan Yona tak dicelakai olehnya. Saat mereka melihat sosok Leila yang terbang melayang di atas atap istana dengan tangan berlumuran darah musuhnya, Lily sempat berteriak meminta para pasukan yang ketakutan untuk tak memanah Leila, namun semua panah itu musnah menjadi abu, hanya dengan Leila mengangkat tangannya ke depan.
Leila turun di hadapan mereka dengan tubuh yang memancarkan sinar emas "percuma saja… apa kau pikir kau bisa melawan 'Dewa'-mu, manusia?".
"tubuh yang kau rasuki saat ini adalah tubuh adikku. Siapa kau sebenarnya?" ujar Hak.
Melihat Hak dan Bihan, Leila menyeringai "oh? Rupanya masih ada 'cicit' keturunanku yang tersisa?".
"siapa kau sebenarnya?" tanya Yona.
"oh, rupanya kau, Hiryuu? bahkan ke-4 Ksatria Naga juga ada…".
Kija menggenggam Shamsir di tangannya "kau mengenal kami?".
"tentu, aku menyaksikan apa yang terjadi di dunia ini dari bawah tanah... Namaku Izanami no Mikoto, istri Izanagi no Mikoto".
"tak mungkin… semuanya, hati-hati?! Izanami adalah 'Dewa Tanah Kematian' yang dikenal dengan nama Yomutsugami, dia adalah 'ibu' yang melahirkan kegelapan!? Oni adalah salah satu dari 'anak'nya yang ia kirim ke dunia ini untuk mengacaukan dunia manusia?!" ujar Maya.
"karena itulah, Izanagi mengirim 'Bunga' untuk membasmi kalian para Oni dengan membuat 'ikatan' di antara 'Bunga' dan 'Daun'. Setiap Oni yang lahir ke dunia ini adalah keturunanku yang kusamarkan sebagai 'Daun' setelah Izanagi mengirimkan para 'Bunga' demi mencegah punahnya umat manusia dan bagiku yang mengendalikan 'kematian', sangat mudah bagiku untuk mengendalikan mayat sebagai pasukanku…".
Setelah Izanami menjentikkan jarinya, mayat yang bergelimpangan di tanah kembali bangkit saat aura gelap menyelubungi tubuh mereka. 'Korehibito', pasukan mayat yang dibangkitkan itu takkan merasa sakit karena mereka sudah mati.
"apa maumu, Izanami?!" tanya Yona.
Izanami yang merasuki tubuh Leila menyeringai "sederhana, sesuai sumpahku pada Izanagi, akan kubunuh 1.000 jiwa dalam sehari, yang kuinginkan adalah kehancuran umat manusia".
"incar kepalanya?! Jika otaknya hancur, mereka tak bisa bergerak lagi?!" teriak Fuyu pada yang lain saat ia bertarung, punggungnya bersandar dengan punggung Jae Ha.
"duh, menjijikkan sekali… kenapa kita malah harus berhadapan dengan zombie setelah para cecunguk kuil Sakura Merah dan Nomaden pihak oposisi itu kita kalahkan?" gerutu Jae Ha yang merasa mual setelah melihat mayat yang tak rubuh meski ia mengincar vitalnya bahkan tetap berusaha bergerak meski ia sudah memotong tangan atau kakinya.
Fuyu menyikut Jae Ha sebelum menutupi mulutnya "jangan bilang jijik, dong… aku juga jadi mual, nih".
"seperti kata Fuyu, mereka tak bergerak lagi setelah kita incar kepalanya" ujar Shina yang kini berdiri sambil melindungi bahu Zeno.
"masalahnya, jumlah mereka terus bertambah dan jika kita tak hati-hati, bisa bahaya jika kita biarkan mereka keluar dari istana" ujar Kija menghunuskan Shamsir di tangan kirinya dengan cakar naga di tangan kanannya, berdiri membelakangi Kyo Ga.
"tak bisa begini terus, tenaga kita juga terbatas" angguk Kyo Ga.
Zeno mengangkat perisai di tangannya "hanya ada satu cara untuk menghentikan kekacauan ini, jatuhkan dalangnya".
"dengan kata lain, kita harus menyadarkan Leila, kan?" ujar Hak yang berdiri membelakangi Yona.
"tapi jika kita tak melindungi gerbang dan membiarkan mereka keluar dari kastil, rakyat biasa bisa celaka" sahut Yona yang mengayunkan pedangnya menembus otak mayat di depannya.
"tak perlu khawatir soal itu", Maya menyuruh Kyouka memindahkan Mizuki, Kayano dan Mulan ke empat penjuru sesuai arah mata angin untuk membuat kekkai dengan Maya sebagai pusatnya, seperti yang pernah mereka gunakan dulu saat berusaha mengeluarkan Kokuryuu dari tubuh Hak, untuk menahan dan mencegah kekuatan kegelapan keluar. Setelah membuat segel Kuji dengan tangannya, Maya menancapkan sabit miliknya ke tanah.
"cepat, kami hanya bisa bertahan sementara, batasnya sampai matahari terbit?!" pinta Mizuki lewat telepati "saat matahari terbit, maka kekuatan kegelapan akan kehilangan kekuatannya dan saat itu kemenangan ada di tangan kita?!".
"saat seperti ini, entah kenapa aku malah teringat ucapan putri Yasmine… 'mata untuk mata, gigi untuk gigi, kejahatan dengan taring keadilan'...", Bihan memakai senjata berbentuk cakar milik mendiang Yasmine di kedua tangannya "berarti, 'Daun' untuk 'Bunga', kan?".
Entah kenapa, Shina merasa ada yang tak beres "Bihan?".
"ada banyak rumor tentang apa yang akan terjadi jika 'Daun' memakan jantung dan daging atau meminum darah 'Bunga' yang memiliki tanda yang sama, seperti dia akan mendapatkan hidup abadi dan semacamnya. Tapi yang benar adalah… jika 'Daun' yang merupakan Oni darah murni memakan jantung 'Bunga', dia akan mendapatkan 'mata ketiga', berubah wujud menjadi 'Oni bermata tiga'…", Bihan melepaskan baju dan jubahnya sehingga terlihat jelas tubuh bagian atasnya dimana terdapat tanda bunga dililit dedaunan, bunga yang sama dengan 'Bunga' yang terukir di tubuh Leila "nah, apa yang akan kudapatkan jika aku menyantapmu, 'Bunga Emas'? Kemakmuran atau Malapetaka?".
"kau… 'Khali' dari 'Bunga' ini?!", seketika tubuh Izanami memancarkan cahaya emas dan cakar yang ada di kedua tangannya memanjang. Ia melayang di udara dengan kedua sayapnya dan maju menyerang Bihan yang dibantu oleh Shina.
"Leila?!".
Izanami melihat sumber suara yang memanggil nama pemilik tubuh yang ia rasuki. Saat sorot matanya menangkap sosok Kyo Ga, kesadaran Leila memaksa untuk keluar sehingga Izanami terbang menjauh dari tempat itu. Bihan dan Shina pergi mengejarnya yang kabur ke gerbang belakang istana. Hak dan Yona disusul oleh Kija, Jae Ha, Zeno, Fuyu dan Yun susah payah mengejar mereka sambil bertarung melawan para Korehibito tiba di lapangan belakang istana dimana Yona hampir mati terbunuh sebelum Hak dan Soo Won bertarung malam itu, malam terbunuhnya Raja Il. Dari kejauhan, mereka melihat Shina berhasil mendesak Izanami namun di saat pedang Shina hampir menusuknya, Shina menghentikan pedangnya sehingga Izanami yang terbaring di tanah menggunakan kesempatan ini untuk membalikkan keadaan.
Izanami menyeringai saat sebelah tangannya mencekik Shina "anak bodoh, padahal kau bisa membunuhku barusan… kenapa kau hentikan pedangmu?".
"aku tak mungkin bisa… membunuh wanita yang kusayangi…".
"karena kau mencintainya, rupanya? Manis sekali… ini mengingatkanku pada Izanagi… dia juga tak pernah sanggup untuk melukaiku… tapi pada akhirnya, dia mengkhianatiku?!".
Saat Izanami mengayunkan cakarnya ke arah Shina, Yona melontarkan anak panahnya yang menggores punggung tangannya yang hendak menyerang Shina. Bihan mendarat di belakang Izanami, ia mengayunkan belatinya yang berhasil dihindari oleh Izanami yang menundukkan kepalanya meskipun belati itu berhasil memotong rambutnya yang hitam legam.
Angin meniupkan rambut lurusnya yang kini tinggal sebahu, sorot mata biru yang berkilat di bawah sinar rembulan itu menatap Bihan dengan sorot mata memandang rendah "kau berani menentangku? Meski kau keturunanku?".
"karena aku membenci takdir 'Bunga' dan 'Daun'… jika sejak awal 'Bunga' dan 'Daun' tak pernah ada, nyonya Maya tak perlu menderita karenanya… putri Yasmine takkan menderita dan mati seperti itu?!" teriak Bihan melangkah maju meski ia terlontar ke belakang akibat angin yang bertiup kencang yang terbentuk setelah Izanami menghembuskan napasnnya.
'Langit' nampaknya berpihak kepada mereka. Hujan turun dan awan menutupi gerhana bulan 'darah' sehingga kekuatan Izanami berkurang dan saat itulah, Leila melompat ke belakang, ia melepaskan Shina dari cengkeramannya "Bihan, sekarang?!".
"maaf, Kija?!", Bihan yang mendarat di samping Kija segera merebut Shamsir dari tangan Kija dan melempar Shamsir ke arah Leila "ini adikmu, terimalah?!".
Shina terbelalak saat Shamsir mendarat di jantung Leila, ia mengarahkan tangannya ke depan dan menangkap tubuh Leila "LEILA!?".
"kh…", Leila muntah darah, ia mengangkat kedua tangannya ke atas dan tersenyum setelah darah mencemari sekeliling mulutnya "…Yasmine".
Saat Shamsir memancarkan sinar putih kehijauan, muncul sosok Yasmine yang tersenyum lebar dan memeluk Leila "kakak?!".
Begitu sosok Yasmine menghilang, kedua tangan Leila terkulai ke tanah. Bihan mencabut belati Shamsir itu dari tubuh Leila dan menarik keluar jantung Leila yang ia telan.
Di tengah hujan deras malam itu, Kyo Ga menghampiri Hak yang berdiri mematung "apa kau berhasil menemukan Leila?".
Hak menoleh ke belakang dan menunjukkan untaian rambut hitam lurus pada Kyo Ga yang ia yakini sebagai rambut Leila "dia sudah pergi... bersama adik kami, Yasmine...".
Yona menangis dan memeluk erat Hak dari belakang, Hak mendongak menatap langit malam di tengah hujan pada saat Kyo Ga berlutut di hadapan Hak sambil menggenggam erat untaian rambut hitam lurus yang ia yakini sebagai rambut Leila. Tidak jelas apakah air yang mengalir di wajah mereka adalah air mata atau air hujan. Fuyu menangis keras saat ia memeluk Jae Ha yang menggertakkan giginya sambil memeluk erat Fuyu. Kija, Zeno dan Yun menangis di dekat Shina yang menangis sambil memeluk erat Leila.
"tak mungkin… Leila… ini tak mungkin terjadi, kan? kau sedang mengandung anak kita…", Kyo Ga merebut Leila dari Shina dan memeluknya erat, mengecup keningnya dan menangis "kau tak boleh mati?! jangan tinggalkan aku?!".
Seseorang menepuk bahu Kyo Ga dari belakang, suaranya terdengar begitu jernih bahkan di tengah hujan deras "Kyo Ga...".
Begitu Kyo Ga mendongakkan kepalanya, ia melihat Maya bersama Mizuki, Kyouka, Mulan, Kayano dan Bihan. Terdapat mata ketiga yang terbuka di dahi Bihan, ia menjadi Oni bermata tiga setelah memangsa jantung Leila.
Bihan berlutut di samping Kyo Ga "putri Leila masih bisa diselamatkan, bahkan… mungkin putri Yasmine juga bisa dipanggil kembali…".
