Chapter 54 – Curse Has Taken

Kekuatan yang tak diinginkan dan mengancam akan dianggap kutukan

Ketika kutukan yang telah berjalan selama bertahun-tahun sirna

Maka ada harga yang harus dibayar


.

Dragon Return Home Arc

.

Begitu Kyo Ga mendongakkan kepalanya sambil tetap memeluk erat Leila, ia melihat Maya bersama Mizuki, Kyouka, Mulan, Kayano dan Bihan. Terdapat mata ketiga yang terbuka di dahi Bihan, ia menjadi Oni bermata tiga setelah ia memangsa jantung Leila.

Bihan berlutut di samping Kyo Ga "putri Leila masih bisa diselamatkan, bahkan… mungkin putri Yasmine juga bisa dipanggil kembali…".

Kija mengerutkan kening "apa maksudmu?".

"jika 'Daun' yang merupakan Oni berdarah murni memangsa jantung 'Bunga' yang terlahir sebagai Hybrid, keturunan campuran dari Oni dan Miko, 'Daun' itu akan menjadi abadi dan memiliki 'mata ketiga' di dahinya sebagai tanda bahwa ia adalah Iblis sejati. Tapi jika 'Oni bermata tiga' bisa memanggil Izanagi ke hadapannya dan mempersembahkan 'jiwa abadi' di dalam tubuhnya, Izanagi akan mengabulkan tiga permintaan 'Daun' tersebut", Bihan berdiri dan menoleh ke arah Maya dan ke-4 'Bunga' lainnya "untuk memanggil Izanagi, diperlukan 'darah' dari lima 'Bunga' yang mewakili kelopak 'Bunga' dengan 'Oni bermata tiga' sebagai pusatnya".

"kau yakin? Ada harga yang harus kau bayar" tanya Maya.

Bihan terkekeh "jika tidak, sejak awal aku takkan memakan jantung 'Bunga Emas'…".

Maya menoleh ke arah Mulan, Mizuki, Kyouka dan Kayano yang menganggukkan kepala ke arah Maya. Mereka berlima berdiri di lima titik yang membentuk tanda bintang dengan Bihan yang berada di tengah sebagai pusatnya. Setelah mereka berlima meneteskan darah mereka di atas tanah, garis berbentuk bintang itu bersinar. Bihan mengucapkan mantra, ia mengarahkan tongkat yang mirip dengan tongkat milik pendeta, ujung tongkat itu ia pukulkan ke tanah di depannya dan muncullah bayangan wajah dewa di hadapan mereka yang terbentuk dari awan.

"kaukah yang berniat mempersembahkan 'jiwa abadi' padaku?".

Bihan berlutut di hadapan bayangan dewa Izanagi sebelum mendongak "benar…".

"akan kukabulkan tiga permintaanmu, apapun itu…", bayangan awan itu menipis dan muncul seorang pria sebagai wujud manusia Izanagi di hadapan mereka "tetapi kau tentu tahu harga yang harus kau bayar, kan?".

"benar… aku akan kehilangan nyawaku sebagai ganti permintaanku".

Kija berteriak dari luar kekkai "Bihan, hentikan?! Putri Yasmine takkan senang jika dia tahu kau mengorbankan nyawamu untuk menghidupkannya dan putri Leila!?".

"karena itu, tolong kau jaga putri Yasmine sebagai ganti kami bertiga yang sudah tak bisa lagi melakukannya, Kija… demi Khali, Karma dan bagianku… kita berempat mencintai putri Yasmine, seharusnya kau mengerti… jika ada kesempatan seperti sekarang, aku pasti takkan menyia-nyiakannya… meski harus kubayar dengan nyawaku", Bihan tersenyum sendu "jaga dia, sayangi dia dan cintai dia, buat putri Yasmine bahagia hingga akhir hidupnya".

Kija memukulkan kepalan cakar naganya ke kekkai tapi ia tak bisa menembusnya sehingga ia hanya bisa pasrah "bodoh kau, Bihan…".

"apa kau akan menghentikan ritual ini?".

Bihan mengalihkan pandangannya kembali pada Izanagi "tidak, mohon dilanjutkan".

"sebutkan permintaanmu".

Bihan menyebutkan permintaannya.

Pertama, musnahkan ikatan 'Bunga' dan 'Daun' dari dunia ini.

Kedua, kembalikan kekuatan Dewa Naga yang diberikan pada ke-4 Ksatria Naga ke Langit bersamaan dengan naiknya roh mereka ke Langit. Biarlah generasi Ksatria Naga di generasi Yona menjadi generasi yang terakhir sesuai keinginan Yona dan Hiryuu.

"ketiga…", Bihan mendongak, menatap Izanagi dengan penuh keyakinan "tolong bangkitkan kembali putri Yasmine dan putri Leila, kembalikan mereka berdua ke dunia ini".

Izanagi mengayunkan tombak di tangannya ke atas dengan sebelah tangan membentuk pose sedang berdoa "permintaanmu kuterima".

Saat Izanagi mengangkat sebelah tangannya ke atas, muncul sinar di tubuh Bihan. Izanagi memusnahkan ikatan 'Bunga' dan 'Daun' dari dunia ini. Buktinya, tanda 'Bunga' di tubuh Maya, Mulan, Kayano, Kyouka, Mizuki, Leila dan Fuyu yang merupakan 'Bunga' hilang tak berbekas. Hak yang masih termasuk keturunan 'Daun' juga kehilangan tanda di tubuhnya tapi ia masih bisa merasakan adanya keberadaan hewan gaib di tubuhnya. Yona dan ke-4 ksatria Naga memancarkan cahaya di tubuhnya ketika Izanagi mengabulkan permintaan kedua Bihan dan Izanagi berjanji bahwa mereka adalah generasi terakhir Ksatria Naga. Setelah ini, takkan ada lagi Ksatria Naga yang lahir pada generasi setelah mereka. Untuk Zeno, ia akan menua seperti yang akan dialami anak dan istrinya, waktunya yang berhenti akan kembali berjalan, ia tak lagi abadi, ia bisa mati dan jiwanya bisa kembali ke Langit.

Zeno menangis mendengarnya dan Kayano memeluknya dari belakang setelah itu.

Saat Bihan tergeletak tak sadarkan diri, mereka semua menghampirinya "Bihan?!".

Bihan membuka matanya, ia bangun dan menatap kedua tangannya, merasa heran karena ia masih hidup "…lho? Aku…".

"yang kuambil darimu hanya 'jiwa abadi' milikmu sebagai 'Oni bermata tiga', 'Daun' dan 'Oni'. Jiwa manusiamu masih ada, karena itu kau masih hidup. Anggap itu sebagai imbalan dariku karena kalian berhasil menghentikan ulah istriku" ujar Izanagi tersenyum sebelum ia menghilang "tenang saja, permintaan terakhirmu akan tetap kukabulkan".

Shamsir di tangan Kija bersinar dan melayang ke udara. Perlahan Shamsir berubah wujudnya menjadi sosok Yasmine yang tidak sadarkan diri, sosoknya sama persis dengan saat mereka terakhir kali melihatnya, kecuali warna rambutnya yang kembali seperti semula, warna merah bunga Camellia.

Kija menangkap tubuh Yasmine, ia memegang wajah Yasmine dan menatapnya tak percaya "…Yasmine?".

Yasmine perlahan membuka matanya "…Kija?".

Hak yang duduk di depan mereka segera menepuk-nepuk kepala, wajah dan tubuh Yasmine sebelum ia mencubit wajah Yasmine "…kau nyata, ini bukan mimpi… ini Yasmine?!".

"tentu saja ini aku, kak?! kita ada dimana?", Yasmine duduk sambil memegangi kepalanya, ia terkejut melihat Kija menangis "Kija? kau kenapa?".

Tak menjawab pertanyaan Yasmine, Kija dan Hak memeluknya erat. Yona dan yang lainnya juga memeluk Yasmine secara bergantian. Tak bisa digambarkan dengan kata-kata, betapa lega dan bahagianya mereka bisa bertemu dengan Yasmine lagi.

"licin!? Lembut?! Empuk?! Kulit manusia!? Kau nyata, kan!? Bukan hantu, kan?!" ujar Fuyu mengelus-elus pipi Yasmine sambil menangis sebelum memeluknya erat.

"tentu saja?! Kalian kenapa, sih?" tanya Yasmine heran.

"tunggu dulu, bagaimana dengan Leila?" ujar Shina menoleh ke arah Kyo Ga yang memeluk Leila.

"Leila, bangun… buka matamu…", Kyo Ga menepuk-nepuk wajah Leila sebelum ia berbalik sambil menggelengkan kepala.

Yasmine menarik ujung baju Kija yang tak melepaskan pelukannya padanya sejak tadi "Kija, kenapa dengan kakakku?".

Saat mereka semua menundukkan kepala mereka, mereka pun mendengar suara yang paling ingin mereka dengar saat ini.

Leila memegang wajah Kyo Ga "…Kyo, kau menangis?".

"kau… dasar bodoh?!", Kyo Ga memeluk erat Leila sebelum mengecup keningnya, mengadu dahinya dengan dahi Leila sambil memeluknya erat "bersiaplah, apapun yang terjadi setelah ini, aku takkan pernah melepaskanmu?! Jangan harap aku akan melepaskanmu, tak peduli meski kau meratap, menangis atau memintaku?!".

Leila memeluknya erat dan tersenyum di tengah air matanya yang berlinang "…iya, aku tak keberatan".

Hak tersenyum sambil mengelus kepala Yona yang menangis lega di pelukannya.

Yona tertawa di tengah linangan air matanya "selamat datang kembali, Leila, Yasmine".

"bisa jelaskan dulu apa yang terjadi padaku? Aku bingung!?", Yasmine menepuk punggung Kija "Kija, mau nangis sampai kapan? Jelaskan padaku?!".

"…akan kami jelaskan semuanya, tapi sekarang…", isak Kija memeluk erat Yasmine "tolong biarkan aku begini untuk sementara… untuk memastikan ini bukan mimpi… memastikan jika kau nyata…".

"kau tak ingat?" isak Yun yang menangis setelah melepaskan pelukannya.

Yasmine menggelengkan kepala dan menepuk punggung Maya yang memeluknya erat saat ini "ibu… aku kenapa?".

Hal terakhir yang ia ingat adalah, sepertinya ia sudah tertidur begitu lama dan memimpikan mimpi yang sangat indah dan panjang "ibu, aku ketemu ayah dan adik-adikku, juga ada Khali di kebun bunga yang sangat indah itu!?".

Maya tertawa mendengar ucapan Yasmine yang menceritakan apa yang ia ingat dengan riang dan Maya menyeka air matanya sambil tersenyum lebar "yah, untuk saat ini… selamat datang kembali, Yasmine…".

Singkat cerita, setelah Jae Ha dan Fuyu menjelaskan apa yang terjadi sejak Yasmine sempat mati di musim dingin itu hingga apa yang terjadi malam ini, meski Yasmine awalnya terkejut tapi ia bisa menerima dengan cepat tentang apa yang terjadi sebelum ia menanyakan satu hal yang membuatnya penasaran "tunggu dulu, kalau kak Leila sempat mati… bagaimana dengan anak dalam kandungannya?".