Chapter 55 – Queen's Judgment
Saat sang ratu naik tahta
Saat itulah keadilan kembali diraih
.
Dragon Return Home Arc
.
~ Kuuto, Kastil Hiryuu ~
.
Memasuki akhir musim panas, tepatnya pada bulan Agustus, 3 bulan setelah apa yang terjadi pada malam itu. Di malam pertempuran terakhir di akhir musim semi, mereka semua berhasil mengusir para penyusup itu dari kastil Hiryuu. Urusan membasmi kelompok sisa anggota kuil Sakura Merah dan Nomaden pihak oposisi diserahkan pada tim Hakuoki yang dipimpin oleh Arslan. Dal, ayah Fuyu yang memberi kabar soal itu kembali datang berkunjung karena mendengar kondisi putrinya kurang sehat. Jika memungkinkan, sebenarnya Dal sangat ingin agar ia bisa menghabiskan waktu bersama Fuyu pada ulang tahun Fuyu bulan depan. Berkat Jae Ha, perjalanan dari Kekaisaran Kai ke Kuuto yang seharusnya memakan waktu sampai satu bulan bisa dipersingkat menjadi sehari semalam. Betapa terkejutnya Dal saat ia bertemu Fuyu karena Fuyu tengah mengandung.
"kejutan~ sudah 7 bulan…" ujar Fuyu mengacungkan dua jari tangannya sambil tertawa lebar saat ia melihat reaksi terkejut ayahnya.
"aku akan jadi kakek?!" teriak Dal sambil memeluk Fuyu sebelum ia menggendong Fuyu ala bridal style dan mencium kening Fuyu.
"ayahanda?! Malu, tahu!? Dilihat Jae Ha, tuh?!" protes Fuyu dengan wajah memerah sembari menunjuk Jae Ha yang tertawa keras melihat reaksi Dal.
Rupanya saat bulan Mei pasca malam pertempuran mereka yang terakhir saat mereka berhasil mengambil alih kastil Hiryuu dan menjatuhkan Soo Won dari tahtanya, pada saat Leila telah mengandung 5 bulan, Fuyu tengah mengandung 4 bulan. Hal ini baru diketahui setelah Yun, Mulan dan Kayano memeriksa kondisi Yasmine dan Leila. Awalnya Jae Ha mengira muntah, mual dan pusing yang dialami Fuyu akibat pertempuran mereka melawan Korehibito (ex:para pasukan zombie) malam itu. Setelah diperiksa, ternyata Fuyu juga tengah hamil, hanya beda sebulan dengan Leila.
"masa kalian tak sadar?!" pekik Kayano pasca pemeriksaan heboh di pagi hari.
"yah, kukira aku gendutan…" sahut Fuyu mengayunkan tangan sambil tertawa renyah.
"yey!? Dapat dua keponakan lagi?! tahu-tahu saat bangun, aku sudah jadi bibi dari satu bayi yang cantik ini" komentar Yasmine yang mengeluskan pipinya ke kepala Lian Hua yang ada di gendongannya.
"kau tak mau punya bayi sendiri?" tanya Kija dengan polosnya.
Yasmine terkejut dan mengalihkan pandangannya pada Kija setelah Hak mengambil kembali Lian Hua dari tangan adiknya. Yasmine menautkan alisnya "…maksudmu?".
Kija mengambil sebelah tangan Yasmine yang ia sisipkan sebuah cincin di sela jari manisnya "menikahlah denganku, Yasmine".
Yasmine menahan napas seketika, ia memeluk erat Kija sambil menangis "iya?!".
Setelah itu, Kija membawa Yasmine ke desa Hakuryuu dan mereka berdua menikah disana. Di acara bahagia mereka, tentu saja semua keluarga Yasmine, termasuk adiknya dari kerajaan Gujarat juga hadir. Bihan dan keluarga Yasmine dari kerajaan Gujarat kembali ke kerajaan Gujarat setelah pernikahan Yasmine.
"wah, wah… biarkan saja ayahmu menyayangimu dengan caranya, tak masalah, kan?" sahut Yasmine tertawa kecil.
Jae Ha mengalihkan pandangannya ke arah Yasmine dan Kija, pasangan pengantin baru yang baru tiba di kastil Hiryuu. Ia mengangkat sebelah tangannya, menyapa Kija dan Yasmine "ah, baru datang?".
"begitulah… sebenarnya kami akan lebih cepat sampai kemari jika aku tak bertengkar dulu dengan Kija yang tak mengizinkanku ikut kemari" gerutu Yasmine.
Kija melingkarkan tangannya ke perut Yasmine "Mine… aku tak ingin kau kelelahan, nanti kalau kenapa-kenapa…".
Yasmine menghela napas, ia menyandarkan kepalanya ke dada Kija "Ki-ja~ ini kan baru 2 bulan… Aku tak selemah itu, kan? Buktinya, kak Leila saja ikut bersama dengan Kyo Ga yang bersedia membawanya padahal kandungan kak Leila sudah 8 bulan".
Mengenai Leila dan Kyo Ga, awalnya Hak masih sulit menerima pernikahan mereka berdua terlebih mengingat Leila sudah hamil duluan namun Yona dan Maya membujuknya sehingga akhirnya pernikahan mereka berdua direstui. Setelah menikah, Leila tinggal di kastil Saika bersama Kyo Ga dan An Ri, sesekali Maya juga datang berkunjung.
"sebenarnya itu karena dia memaksaku dan mengancam kalau dia akan tetap kemari meski ia harus menggunakan Hokuto. Terpaksa kubawa, jadi aku bisa mengawasinya daripada aku tak tahu apa yang terjadi saat ia nekad kemari tanpa pengawasanku" gerutu Kyo Ga yang masuk ke ruangan ini bersama Leila.
Leila mengangkat bahu "tapi kurasa aku tak selemah itu sampai kau jadi se-overprotektif ini padaku, kan? Kau dan ibu kita sama saja…".
"sadar diri, dong… kau itu sudah dua kali hampir keguguran… kau mau bikin aku jantungan, hah?" gerutu Kyo Ga.
Leila tersenyum usil, ia memegang dagu Kyo Ga sambil melingkarkan sebelah tangannya ke tengkuk leher Kyo Ga "baik, akan kuanggap kemarahan dan sikap overprotektifmu sebagai besarnya cintamu padaku, Kyo~".
"kh… berhenti menggodaku, dasar makhluk mematikan satu ini", Kyo Ga menyembunyikan wajahnya ke bahu Leila sambil memeluknya erat "mau mencoba membunuhku sebelum acara penobatan kakakmu, hah?".
Melihat wajah Kyo Ga yang memerah dan Leila yang tertawa lebar, Yasmine memicingkan mata "dan… masih sangat sulit dipercaya bagiku, bisa-bisanya kakakku menikah dengan pria ini?".
"padahal dulu kau pernah bilang pada kakakmu soal mereka sepasang kekasih atau bukan dan jika memang terjalin hubungan di antara sampai mereka menikah…".
Yasmine mendongakkan kepalanya, memotong ucapan Kija "tapi kan aku sudah bilang, aku tak mau karena itu berarti kami jadi satu keluarga dengan Kan Tae Jun, kan?!".
"masih marah karena laki-laki itu memojokkan kakak kalian dan…?".
"iya?! Untung ada Yun, kalau nggak kak Hak beneran mati, dong?! Kak Leila juga sempat hampir mati, kan?!" potong Yasmine.
Kija menghela napas panjang sebelum mengadu dahinya ke Yasmine "sudah, jangan marah-marah begitu, tak baik untuk kandunganmu…".
"tunggu… apa katamu tadi, ular putih… Yasmine…", Hak yang baru tiba di tempat itu segera berbalik dengan niat memanggil dan memberitahu kabar tentang kehamilan Yasmine kepada istrinya tercinta "Yona?!".
"yah, kakak?! Jangan heboh begitu sebelum upacara penobatanmu, dong!?" pinta Yasmine yang berlari keluar ruangan.
"Yasmine!? Jangan lari-lari begitu!?" pekik Kija mengejar Yasmine.
Jae Ha tertawa melihat keributan yang dibuat saudara naga dan kakak beradik itu tapi ia tak berusaha menghentikannya karena ia tahu, Yun pasti menghentikan mereka. Yun selalu bisa diandalkan dalam urusan apapun, itu sebabnya Yona mengambilnya sebagai penasehat istana menggantikan Keishuk.
Hari ini adalah hari yang ditunggu-tunggu, saat penobatan Yona dan Hak sebagai Ratu dan Raja kerajaan Kouka. Setelah diturunkan dari tahtanya, Soo Won sempat ditahan tapi Yona dan Hak sudah memberikan hukuman untuknya. Mereka membiarkan Soo Won tetap hidup dengan menanggung semua dosa yang telah ia lakukan dan mereka melepaskan Soo Won ke luar kastil. Soo Won mengelilingi kerajaan Kouka bersama Joo Doh yang bersikeras untuk tetap menemaninya. Jabatan Jenderal suku Langit diserahkan pada bawahan Joo Doh, Wei.
"kau yakin, dia mau dilepaskan begitu saja?" tanya Yasmine saat mendengar keputusan yang dibuat kakaknya dan istrinya.
"jika kami membunuhnya, apa bedanya kami dengannya?" ujar Hak.
Yona mengangguk, ia sudah yakin dengan keputusannya dan ia sependapat dengan suaminya yang menerima keputusannya "aku tak ingin hidup di bawah kebencian dan dendam, karena itu biarlah dia tetap hidup dan hanya dia sendiri yang berhak menentukan apa yang harus dia lakukan untuk menebus dosanya".
Mereka sempat terkejut saat melihat Yasmine menerima keputusan mereka begitu saja, sebab mereka sempat mengira kalau Yasmine akan bereaksi keras seperti reaksi yang ditunjukkan oleh Geun Tae saat rapat kelima suku. Sepertinya sikap Yasmine berubah, ia jadi lebih tenang setelah bangkit kembali dari kematian.
"kau bisa bilang itu karena aku merasa telah terlahir kembali pasca semua beban di pundakku telah kulepaskan" jawab Yasmine dengan senyuman di wajahnya saat Kija menanyakan hal ini padanya.
Melihat wajah tersenyum Yasmine saat itu membuat Kija langsung memeluknya erat karena Yasmine terlihat begitu cantik di matanya. Yasmine yang awalnya terkejut karena Kija malah memeluknya erat secara tiba-tiba, menepuk punggungnya dan tersenyum lebar.
Shina tinggal bersama Yun di kastil Hiryuu, meski kadang ia berkunjung ke tempat Zeno dan Kayano yang lebih memilih menetap di wilayah suku angin. Sorano yang sudah berumur 3 tahun begitu manis, meski ia mewarisi warna mata dan rambut Zeno, ia mirip dengan ibunya. Sempat ditanya apa Shina akan menikah atau tidak, tapi sepertinya dia sama sekali tak peduli atau tak memikirkan hal itu. Yang jelas, dia berusaha menjadi paman yang baik meskipun ia masih belum terlalu terbiasa dengan anak-anak.
Jae Ha dan Fuyu tinggal di Awa bersama Gigan, mereka kadang-kadang berkunjung ke Kai untuk menemui ayah Fuyu, Dal.
Kali ini mereka semua berkumpul di kastil Hiryuu untuk upacara penobatan Yona dan Hak. Tak hanya teman-teman mereka, tapi juga rekan mereka dari Kekaisaran Kai seperti Yohime, Hakuya, Dal, Arslan, Amitha, Tomoe, Aruma dan nomaden. Dari kerajaan Xing, Kou Ren, Tao dan Lima Bintang. Dari kerajaan Gujarat, Bihan, Tara, Veer dan si kembar Nagine dan Nadine. Kelima suku diwakili oleh kelima Jenderal berdiri di belakang Yona dan Hak. Yona dan Hak tahu, Soo Won dan Joo Doh ada di antara keramaian ini tapi mereka berusaha tak menghiraukannya karena tak ingin membuat keributan.
Ik-Su sebagai kepala pendeta istana meminta restu para dewa sebelum meletakkan mahkota di kepala Hak dan Yona "dengan ini kunobatkan Jenderal Son Hak dan putri Yona sebagai Raja dan Ratu kerajaan Kouka yang baru".
Sorak sorai dan eluan audiens pada upacara penobatan terdengar jelas. Penobatan dilanjutkan dengan acara perjamuan di malam hari. Meski sempat terjadi kehebohan di malam perjamuan (lagi). Jadi, saat kelima Jenderal (Kyo Ga, Joon Gi, Geun Tae, Wei dan Tae Woo) berbicara dengan Mundok, Yona dan Hak, salah satu prajurit membisiki Kyo Ga yang membuat Kyo Ga tanpa sadar berteriak (sebenarnya ia sama sekali tak berniat bicara keras apalagi berteriak, ia hanya terlalu terkejut). Memang, barusan Leila pergi duluan dari ruang perjamuan dengan alasan ia ingin ke belakang sebentar sambil menutupi mulutnya karena mual. Merasa Leila perlu ditemani ke toilet, tadinya Lily menemaninya karena ia merasa mungkin Leila mual dan ingin muntah. Mereka belum siap untuk yang satu ini meski seharusnya mereka sudah siap.
"Leila melahirkan?!".
Seketika ruang perjamuan jadi hening seketika dengan berbagai macam reaksi. Kandungan Leila sudah mencapai 8 bulan dan diperkirakan ia akan melahirkan bulan depan, meski masih wajar jika ia melahirkan sekarang tapi ini terlalu tiba-tiba.
Hak juga langsung pucat mendengar teriakan spontan Kyo Ga, untungnya Yona menyeretnya setelah berhasil menyadarkannya dan Yun yang cekatan segera meminta dokter istana untuk membantu melakukan persalinan Leila bersama Maya dan wanita lain yang bisa membantu.
Setelah beberapa jam di tengah teriakan kesakitan dan suasana tegang, akhirnya Maya keluar dengan senyuman di wajahnya "selamat, anak laki-laki…".
Kyo Ga masuk dan ia duduk di samping Leila yang berbaring sambil memeluk anak mereka yang baru saja dimandikan.
Leila tersenyum dan mengangkat wajahnya sambil mengelus bayi di sampingnya "sudah kau tentukan namanya?".
"bagaimana kalau… Takahashi… dari kata Taka (Falcon), Hachi (delapan, karena lahir bulan delapan, Agustus) dan Shi (Religious Leader)", Kyo Ga tersenyum sambil mengelus kepala bayi merah itu "kau tentu tak keberatan jika kuambil kata 'Taka' dari nama Takahiro, kan?".
Leila mengangguk dengan senyuman lembut di wajahnya "nama yang bagus".
Kyo Ga mengecup kening Leila "istirahatlah, kau pasti lelah".
