Chapter 1
.
.
Kelincitembem present
.
.
.
.
Bibir merah alaminya masih mengerucut dengan imutnya—terkadang terdengar sumpah serapah tak jelas dari bibir ranum itu. Kakinya masih menghentak, membuatnya bertambah menggemaskan. Jangan lupakan juga wajah inosennya yang merengut, obsidiannya yang berbinar layaknya anak kelinci. Bahkan tanpa ia tau, beberapa gadis dan lelaki seme terus memandangnya gemas.
"brengsek! Siaall!"
Jungkook bahkan menendang tong sampah kecil di sebelahnya dengan gusar, menyalurkan rasa frustasinya. Mengakibatkan tong kecil itu terbalik dan isinya berhamburan keluar.
Lagi-lagi para gadis dan seme kompak memekik tertahan. Karena ketika marah, Jeon Jungkook akan semakin terlihat menggemaskan di mata mereka.
Meski kenyataannya sebaliknya.
"Jungkook-ie" ia menoleh hanya untuk mendapati sahabat sehidup sematinya tengah melambaikan tangannya dengan riang bak bocah sekolah paud ke arahnya.
Membuatnya tanpa sadar melengkungkan bibirnya. Mata kelincinya bahkan sudah berkaca-kaca.
"hyung—" rajuknya, ia membawa tubuh semoknya berlari ke arah hyung kesayangannya itu. Menubrukan dirinya, memeluknya erat.
"oh, tolong jangan mulai lagi" keluh pemuda mungil di sampingnya sambil memutar kedua bola matanya jengah melihat drama yang tengah di sajikan kedua sahabatnya itu.
"Jungkook-ie kenapa? Seseorang menyakitimu, bilang pada hyung, eoh!" Seokjin mulai bersikap berlebihan, bahkan ia mulai menyentuh pipi tembam adik manisnya itu. Menatap matanya dalam. Memutar tubuh semok si bungsu ke kiri dan ke kanan dengan pandangan menyelidik.
Sementara Jungkook balas menatapnya sendu. Bahkan air mata mulai menggenang di sudut mata kelincinya.
Membuat Yoongi kembali menghela nafas jengah.
"hey ayolah guys, hentikan drama picisan ini oke—"
Krik~~
.
.
Krik~~
.
Tak ada sahutan, yang ada malah tatapan ala india di hadapannya. Membuat hidungnya mengernyit karena kesal, tak ada yang menganggap kehadirannya. Uhuks..
"yak! Kim Seokjin! Jeon Jungkook! Berhenti mengacuhkanku"
Owhh, singa betina mulai mengamuk kawan.
Lebih baik siapkan diri kalian sebelum ia mulai menerkammu.
Dengan gerakan slow motion—yang sialnya sungguh dramatis itu. Kedua pasangan mom and kids yang tengah berpandangan itu menoleh ke arahnya. Hidung mereka mengkerut tatkala melihat wajah menjijikan Min Yoongi.
"hyung, kenapa?" Jungkook bertanya dengan tatapan polos anak kelincinya.
Puja kerang ajaib.
Yoongi benar-benar kesal akan tingkah adik sok menggemaskannya itu.
"Yoon, kau kenapa?" jika Jungkook bertanya dengan tatapan polosnya lain halnya dengan Seokjin, si ibu—mereka selalu menyebutnya seperti itu karena tingkah Seokjin melebihi ibu mereka. Malah menatapnya dengan pandangan menyelidiknya.
Hiks, sakit hati Yoongi.
"kalian menyebalkan, berhenti mengacuhkanku"
Seokjin dan Jungkook sweatdrop melihat kelakuan aneh bin ajaib sahabatnya itu. Namun di detik selanjutnya mereka mulai berlari untuk mengejar sahabatnya yang tengah merajuk itu.
.
.
Yoongi hanya diam acuh, ketika Jungkook menggelayuti lengan kurus bak modelnya seperti saat ini. Jujur saja ia risih, bukan karena takut di kira homo apalagi pedofil yang doyan bocah ababil macam Jungkook; atau parahnya uke yang suka makan uke. Bukan, ia hanya takut tak bisa menahan berat badannya sendiri karena di gelendotin makhkluk segede Jungkook terus akhirnya ia jatuh nyium lantai kantin. Kan nggak lucu. Mana kantinnya lagi rame pula, bisa-bisa Yoongi ngehits dadakan.
Tapi ngeliat wajah memelas adek bungsunya itu, ia tak tega juga. Milih ngebiarin si pemilik tubuh semok berbuat sesukanya. Pan Yoongi hyung yang baik.
"jadi gimana, acara kemaren sukses kan?" Seokjin kayanya lagi mode ga peka. Yoongi aja bahkan bisa ngeliat wajah suram si bungsu. Bahkan kini wajahnya sudah tambah geleyotan di bahu pemuda Min.
"kau kenapa Kook, acaranya gagal ya?" Yoongi yang penasaran pun akhirnya bertanya.
Jungkook mengangkat wajahnya pelan-pelan, hingga mata merahnya bisa di lihat langsung sama Yoongi.
"astaga Kookie, kamu kenapa?"
Bahkan Seokjin nyampe banting sumpitnya, alhasil itu sumpit terbang entah ke mana.
Buru-buru ia menghampiri Jungkook—soalnya dia duduk di depannya Jungkook sama Yoongi. Mengelus surai arang itu sementara pipinya masih sibuk mengunyah makanan.
"ewh, hyung kau jorok—" bahkan Seokjin sama sekali tak memperdulikan ledekan Yoongi, memelototkan matanya sejenak guna menyuruhnya diam. Yang di mana di balas Yoongi dengan kerlingan mata malas.
"Kowkiew— nyaam— kewwnawpa—?" Jungkook aja sampe bingung, hyungnya itu ngomong apaan. Karena demi celana dalem kumamon milik Yoongi. Ia sama sekali ga ngeh.
"hyung, telan dulu makanannya baru setelah itu ngomong, kasian Kookie ga ngerti sama ucapan hyung yang udah kaya mau nyaingin bahasanya alien aja—"
Kayanya sesuatu yang ga beres bakal terjadi. Itu buktinya si Yoongi udah ngomong panjang kali lebar. Biasanya musibah bakalan terjadi kalo seandainya dia berubah jadi bawel. Dan bakal berkah terjadi kalo dia irit ngomong.
Ya, semacam dia itu wabah kesialan kalo lagi bawel.
Seokjin pun nurut, soalnya percaya sama mitos bawelnya Yoongi. Setelahnya, ia meminum minumannya secara perlahan—takut keselek kan tadi Yoongi udah mulai bawel.
Setelah di rasa cukup, ia kembali heboh. Bahkan tubuhnya ikutan gerak kaya dia lagi ikutan senam tiap minggu pagi di depan kantor Pemda.
"jadi, gimana? Kookie bisa cerita sama hyung, ga usah takut cerita aja" pekiknya kelewat antusias.
Bibir si bungsu tambah melengkung, matanya kembali berkaca-kaca.
Dan ehem— sejujurnya Yoongi muak liat drama gamutu cem beginian.
"hyung—" lirihnya yang di balas deheman sama Seokjin.
"acara kemarin berantakan, tapi—" kalimatnya sengaja di gantungin, biar ada efek drama-dramanya gitu kayak yang ibunya sering tonton di tipi pas jam sepuluh siang atau pas lagi jam makan siang.
"berantakan?" keduanya membeo, bahkan mata Yoongi agak di buletin pas denger jawaban si kelinci.
"iya, berantakan, hyung." Cicitnya pelan.
"oh, Kookie sayang, ga apa-apa kok, jangan nangis ya" Seokjin buru-buru mendekap adeknya, nyoba nenangin biar si Kookie ga tambah stress.
"tapi bukan itu masalahnya hyung" Jungkook berdecak kesal, tiba-tiba ia ingat lagi kejadian tadi malam yang bener-bener bikin hidupnya sial.
"terus, masalahnya di mana?" Yoongi ngernyitin dahinya, bingung soalnya adeknya ini ngomongnya berbelit-belit. Mutar sana sini dulu kayak yang lagi jalan di mall. Kenapa ga to the point aja, batinnya nelangsa.
"masalahnya gara-gara kejadian semalem, pertunangan kami di percepat" decaknya sebel, bahkan kalo bisa dia pengen bejek-bejek muka si mesum Kim Taehyung.
Ngeliat muka kebingungan dua hyungnya, maka Jungkook ga bisa ngapa-ngapain selain nyeritain kejadian yang ia alami tadi malem.
.
.
Beberapa jam lalu, tepat acara perjodohan Jungkook.
Jungkook masih duduk anteng di kursinya, bibirnya masih menyunggingkan senyuman—terpaksa soalnya dia di ancem sama ibunya. Walau dalam hati dia dongkol setengah mati, tentu saja tunangannya—ralat—calon tunangannya telat dateng, padahal dia udah nunggu selama dua jam di sini. Pegel juga, pantat bohaynya udah panas plus kebas. Pengennya ngeluarin sumpah serapah, tapi ngeliat mata ibunya yang melotot kayak burung hantu itu dia jadi ga berani. Alhasil, ia cuma bisa nyumpah serapahi orang itu di dalem ati.
"anakmu manis juga ya Soo—" Baekhyun—calon mamih mertuanya—terus menerus melontarkan pujian pada Jungkook. Matanya berbinar ngeliat Jungkook yang udah kaya bayi kelinci gembul, apalagi kalo senyum. Imutnya.
"maafin Taetae hyung ya, dia emang sering telat kalo janjian kaya gini—" ashdgdh, Jungkook sudah mau nampilin muka sebel tapi ngeliat lengkungan di bibir Baekhyun dia jadi ga tega.
"ga apa-apa kok mamih, mungkin Taetae hyungnya ada urusan penting" duh, risih juga sebenarnya manggil orang yang baru di kenalnya mamih, tapi mau gimana lagi dia di paksa, ga enak juga mau nolaknya. Kan Jungkook jadi serba salah.
"maaf, aku telat—" Jungkook masih senyum ketika ngedenger suara ribut sepatu di belakang tubuhnya. Tapi pas dia noleh buat ngeliat calon jodohnya—uhukk, senyumannya pudar. Begitupun pemuda di depannya. Lipatan imajiner mulai terlihat di dahi sexynya.
"KAU—" keduanya kompak berteriak membuat kedua nyonya mengernyit heran.
"APA YANG KAU LAKUKAN DI SINI. BANGSAT—"
"—kalian sudah saling mengenal?" Kyungsoo—ibunya Jungkook bertanya mewakili Baekhyun, belum ngeh sama aura gelap di sekeliling tubuh anak sama calon mantunya.
"dia yang sudah meremas bokongku!" ujarnya gamblang sambil nunjuk muka pemuda di hadapannya dengan telunjuk. Wajahnya udah merah, perpaduan antara kesel sama nahan amarahnya yang udah pengen ngebludak.
"—heol, jangan lupa. Kau juga yang sudah menduduki kejantananku!" Taehyung tersenyum miring ngeliat muka Jungkook yang udah makin merah. Prediksinya, bentar lagi itu si kelinci bakalan ngamuk.
Satu—
.
Dua—
.
Dan—
.
"MATILAH KAU KIM TAEHYUNG!"
Jungkook manisnya udah ilang kawan kalo ketemu sama Taehyung, adanya Jungkook bar-bar sekarang.
BRAK
BUG
Dengan cepat dia bangkit nyampe kursinya tepelanting, jalan cepet kea rah Taehyung terus nubrukin dirinya gitu aja nyampe mereka jatoh dengan posisi Jungkook di atas Taehyung.
"mati saja kau keparat" dengan brutal Jungkook mulai menjambaki surai brunette Taehyung, sementara si pemilik bukannya kesakitan malah ketawa-ketawa kegelian, soalnya bokong Jungkook mendarat tepat di area privasinya. Di tambah tubuh montoknya yang ga bisa diem, terus bergerak malah ngebuat pantat sintalnya itu bergesekan dengan Taetae juniornya.
Baekhyun sama Kyungsoo cuma bisa melongo ngeliat tingkah kedua anak mereka.
Masih asik menjambak, kayanya Jungkook lupa sama keadaan sekitar. Bahkan dia juga ga sadar udah jadi tontonan banyak orang—secara mereka makan di restoran langganan keluarganya. Namun beberapa detik kemudian ia diem. Matanya mengerjap polos.
Ia berenti ngejambak, tapi tangannya masih bertengger dengan manisnya di rambut Taehyung. Jungkook natap Taehyung lamat, sementara si pemuda brunette cuma meringis. Tau apa yang ada di pikiran yang lebih muda.
Sesuatu ngeganjal di bawah.
Tepatnya sesuatu yang keras ngeganjal di lipatan bokongnya, nusuk-nusuk gitu.
Intinya, si mesum di bawahnya ini hard.
"MATI SAJA KAU MESUM SIALAN—"
Dan bukannya berenti terus bangun dari tubuh Taehyung, Jungkook malah kembali menyerang pemuda di bawahnya. Lebih bringas lagi.
.
"pfft—" Yoongi sekuat tenaga nahan ketawanya, sementara Jungkook yang duduk di sebelahnya udah cemberut parah.
"jadi?" godanya sambal menaik-turunkan kedua alisnya.
"intinya gara-gara kejadian sial itu, pertunangan aku sama si mesum malah di majuin lagi. Ibu malah ngira aku udah ngelakuin yang iya-iya sama si alien antah berantah itu" Jungkook cemberut. Yoongi yang udah ga bisa lagi nahan ketawanya, akhirnya tawanya lepas juga. Bahkan ia nyampe ngegebrak meja. Alhasil mereka jadi tontonan dadakan. Sementara Seokjin, masih diem, sibuk mikir entah apa.
"kau menyebalkan, hyung" sungut si pemuda kelinci. Mukanya tambah di tekuk. Bener-bener bete.
"hush, Yoon diamlah—" kalo Seokjin udah ngasih ultimatum kaya gini, Yoongi bisa apa, selain ngerubah mukanya jadi datar plus malesin buat di tengok.
"Kookie, udah jangan cemberut lagi ya, cari hal positifnya aja dari kejadian kemaren. Siapa tau perjodohan kamu itu bakalan ngebawa hal baik buat kamu" Jungkook tambah cemberut, Yoongi kembali masang wajah geli.
"makanya udah di kasih tau jangan ribut terus sama si Taehyung, di jodohin baru tau rasa kan?" ini sahabatnya apa bukan sih, kok bukannya nolongin atau minimal ngasih saran biar perjodohannya batal malah mojokin dia cem ini.
"hyung—" rajuknya dengan pout bibir andalannya ketika tengah merajuk seperti saat ini.
"—udah, siapa tau taehyung itu ga semesum yang ada di fikiran kamu. Lagian rumor dia itu playboy sama tukang mojokin cewek belum tentu bener kan,?"
"ya, kau benar-benar melihatnya?"
"aku bahkan tak percaya jika bisa melihat secara langsung Taehyung yang mencumbu seorang mahasiswi. Dia begitu panas, mungkin kini mereka sudah memasuki permainan inti"
Sokjin nelan ludahnya gugup. Yoongi biasa aja. Sementara lipatan imajiner udah bertengger manis di dahi Jungkook, mukanya merah padam.
"hum, ternyata gosip kalo Taehyung sering mojokin mahasiswi di sini itu bener"
"bahkan kemarin aku ngeliat dia masuk sama anak manajemen ke salah satu kelas kosong"
Mukanya semakin merah lagi.
SRET
BRUK
Kursi di belakangnya udah terjengkang, ia bahkan tak memperdulikan tatapan para penjuru kantin yang heran karena ngeliat mukanya yang udah memerah sempurna.
Dengan tergesa ia jalan keluar kantin.
Tak peduli kalo dua sahabatnya itu natap dia dengan tatapan berjuta makna.
.
.
Langkah kakinya menggema di koridor kampus yang lumayan sepi itu. Entah kemana gerangan para mahasiswa dan mahasiswinya. Tujuannya udah jelas, ruang fotografi milik anak Jurnalistik.
Soalnya desas desus sepanjang jalan tadi, mereka ngedenger suara aneh pas lewat situ.
Suara desahan cewek.
Mukanya udah nyeremin.
Kayak malaikat siap nyabut nyawa korbannya detik itu juga.
BRAK
Seenak jidatnya ia ngehempasin pintu tak berdosa itu, ngebuat dua orang yang lagi panas-panasnya karena nafsu langsung noleh.
Muka Jungkook tambah merah ngeliat penampilan dua orang itu di depannya.
Baju atasan si cewek udah melorot nyampe perut, bahkan payudaranya udah tumpah ruah sana-sini. Sementara rok mininya udah naik ke atas.
Beda lagi sama si cowok, dua kancing kemeja jinsnya terbuka, rambutnya acak-acakan. Udah ga ada lagi yang aneh.
Jadi mereka masih aman, alias belum nyampe tahap inti.
Tapi itu sama sekali ga ngebuat Jungkook lega.
Soalnya pas liat itu cewek, entah kenapa dia makin marah.
Hwang Mirae.
Salah satu musuh bebuyutannya juga, tapi pas SMA dulu.
Ke inget lagi jaman SMA ngebuat dia malah nambah kesel. Jadi, dengan langkah cepet dia jalan ke arah mereka.
SRET
Ngedorong Taehyung gitu aja—soalnya posisinya meluk itu cewek. Dan tanpa di duga—
"DASAR KAU JALANG SIALAN—"
Taehyung cuma bisa ngeblank ngeliat Jungkook secara bar-bar ngejambak rambut Mirae. Bahkan dia ga peduli sekalipun si cewek udah ngejerit-jerit minta tolong di lepasin.
Taehyung ngehela nafasnya dramatis, terus ngelirik ke bawah. Kejantanannya baru tegak setengah, itupun dengan usaha ekstra soalnya dia ga mudah bangun.
Ia menelan ludahnya gugup, bukan karena ngeliat pertengkaran Jungkook di depannya. Tapi lebih tepatnya ketika netranya ga sengaja ngeliat bongkahan pantat bulat Jungkook yang di lapisi skinny jeans yang—sialnya ketat banget—di tambah sweetshirt yang Jungkook pake panjangnya cuma sebatas bawah perut dikit alhasil pantat semoknya itu ga tertutupi. Dan malah sekarang ia bisa ngeliat pantat bulat itu bergoyang kesana kemari seakan tengah menggodanya.
Melirik lagi ke bawah, kejantanannya udah tegak sempurna. Mendongak lagi dengan seringaian mesum andalannya—yang sialnya malah ngebuat dia jadi sexy sekaligus panas. Maka ia berjalan dengan perlahan.
GREB
Di peluknya Jungkook dari belakang, yang mana malah ngebuat si kelinci meronta minta di lepasin.
"lepas brengsek, biar aku hajar si jalang ini—" rontaannya malah ngebuat Taehyung makin tersiksa, soalnya pantatnya malah tambah ngegesek kejantanannya yang emang udah tegang itu jadi makin nyeri. Ia bahkan meringis kecil, Jungkook masih ga peka walaupun benda keras udah ngeganjal buttnya.
"hey, tenanglah bunny—" Jungkook bahkan ga peduli sama leher belakangnya yang terasa panas akibat sapuan nafas Taehyung. Ia masih sibuk meronta.
"sebaiknya kau benahi kembali penampilanmu lalu pergi dari sini sebelum kelinci ini kembali mengamuk—"
Tanpa bicara Mirae kembali membenahi pakaiaannya, lalu kabur pas ngeliat muka Jungkook yang udah merah campuran antara kesel sama cemburu. Entahlah…
Jungkook masih sibuk meronta, pengennya ngehajar itu cewek tapi tangan Taehyung yang ngelingkarin perutnya itu kuat banget.
"rileks sayang, Tarik nafas, keluarkan. Ya, ya seperti itu—" Taehyung udah kaya instruktur senam aja. Tapi dengan bodohnya Jungkook malah ngikutin anjuran dia.
Nafasnya berangsur normal, ga ngos-ngosan kaya tadi lagi. Tapi kok dia ngerasa ada yang aneh ya.
Kayak ada sesuatu nyang keras ngeganjal di area bokongnya.
Oh, kau baru menyadarinya Jeon?
Taehyung tentu ga bodoh ngeliat raut muka Jungkook yang udah kaya orang nahan pup, ia menyeringai.
Perlahan hidungnya menyusuri area leher belakang Jungkook ngebuat kelinci di pelukannya mengejang.
Ia tambah menyeringai. Perlahan hidung bangirnya terganti oleh sesuatu yang lebih panas dan basah. Bibir serta lidahnya ngebuat si submisif tambah menegang kaku.
"kau merasakannya, sayang?" sialan, bisa-bisanya ia merona di saat lubang bokong perawannya tengah di pertaruhkan.
"jangan macam-macam kau Kim!" ujarnya penuh penekanan yang mana malah membuat Taehyung tertawa dengan suara seraknya akibat nafsunya udah di atas.
"oh ya, ayo kita lihat seberapa hebatnya kau untuk bisa mempertahankan lubang perawanmu itu—" dan secepat kilat ia membalikan tubuh Jungkook.
Meraup bibir plum yang sedari tadi menggodanya itu. Melumat kasar bibirnya seakan ia ingin melahap segala rasa manis yang menguar dari sana.
.
.
.
.
-TBC-
.
.
Hallo sebelumnya mbem cuma mau bilang makasih atas respon positif kalian semua^^ astaga mbem nyampe ngakak baca komentar beragam dari kalian hihi
Mau nanggepin, kemaren ada yg nanya ini ff M-Preg? Mbem juga bingung, jadi di sini mbem bakal balikin lagi ke kalian semua. Menurut kalian mending di buat M-Preg atau enngak? Soalnya kedua ibunya di prolog kemarin juga kebetulan ngga di ungkapin cowo atau cewek.
Oke thankseuu^^
Tinggalkan jejak lagi, boleh?
Salam ppyong~ ppyong~
Ig: jicho_world
Line: puputfebrianti23
