Chapter 2

.

.

.

Marriage With Namja

.

.

.

Kedua belah bibir sepasang anak adam pun masih bertaut semakin intens dari waktu ke waktu, berusaha menjadi dominan satu sama lain. Tak cukup hanya dengan mengulum bibir atas dan bawah milik si pemuda kelinci, Taehyung mulai memakai gigi-giginya, menggigit bibir itu gemas beberapa kali. Lidahnya tak tinggal diam, menjilati bibir semerah cherry itu dengan penuh godaan.

"eunghh—" satu lenguhan panjang keluar dari celah bibir si pemuda Jeon kala Taehyung kembali menggigit bibir bawahnya sensual. Bibirnya terbuka dan Taehyung tentu tak menyia-nyiakan kesempatan emas itu, ia melesakan lidahnya, bermain di dalam goa hangat Jungkook, mengabsen gigi-giginya satu persatu dan membelai lidah si lawan dengan lihai yang mana membuat Jungkook kembali melenguh.

Tangannya terkalung di leher Taehyung, jemarinya mengacak rambut pemuda itu dengan gemas, sesekali menjambaknya guna menyalurkan kenikmatan yang ia dapatkan.

"eunghh, Tae—" sadar jika pemuda dalam rengkuhannya mulai kekurangan pasokan oksigen, dengan tak rela Taehyung melepaskan pagutan panas mereka.

Jungkook seketika meraup udara sebanyak-banyaknya. Taehyung meniti semuanya dalam diam. Bagaimana raut manis yang biasanya memandang dirinya dengan tatapan membunuh itu kini terlihat begitu pasrah dengan rona kemerahan yang terlihat jelas juga keringat yang mengalir. Mata bulatnya terlihat sayu, dan jangan lupakan bibir merahnya yang membengkak berhasil membuat sesuatu di bawah sana berdenyut nyeri.

"ahh—" Jungkook memekik kaget kala Taehyung mulai menyerang lehernya. Menjilat, menggigit, menghisap. Terus ia lakukan berkali-kali di tempat yang berbeda sehingga leher putihnya kini ternoda.

Satu tangannya yang semula berada di pinggangnya perlahan merambat naik, memasuki atasan Jungkook yang longgar mencari sesuatu di sana.

"Tae- ahh—"

Gotcha

Taehyung menyeringai senang kala kembali mendengar lantunan merdu Jungkook. Ia berhasil menemukan tonjolan kecil yang ternyata sudah menegang milik pemuda Jeon. Memelintirnya kasar, membuat si submisif semakin mendesah tak karuan.

Namun akal sehat Jungkook kembali, tatkala satu tangan Taehyung turun untuk mengusap bongkahan kenyal miliknya. Seketika ia sadar dengan apa yang tengah pemuda mesum ini lakukan padanya. Lipatan imajiner mulai menghiasi dahinya.

Maka dengan kasar ia mendorong tubuh tinggi itu hingga semua sentuhannya terlepas begitu saja. Taehyung yang masih dalam di keliling nafsu tentu saja bingung ketika Jungkook malah menatapnya tajam.

"DASAR CABUL SIALAN!" Taehyung tentu saja melotot, tak terima di katai cabul oleh Jungkook. Oh hell, apa wajah tampannya mirip om-om hidung belang? Keningnya mengkerut.

"cabul? Hei, hei. Kau bercanda? Apa yang membuatmu mengatakan kalau aku cabul, heh?" ia memandang Jungkook tak terima. Hell, siapa yang akan terima jika ada di posisi terjepit seperti dirinya. Ketika nafsumu sudah di ambang batas, terlebih milikmu sudah siap untuk bertempur, tiba-tiba saja teman mainmu menghentikan semuanya begitu saja lalu malah memakimu cabul. Ah, harusnya langsung saja ia memasuki Jungkook tadi, fikirnya asal.

Huh, masih saja ia memikirkan seks di saat genting seperti saat ini.

"tentu saja kau cabul, kau hampir memperkosaku-" jerit Jungkook dengan wajah memerah. Entah kesal atau malu. Ingat, Jungkook itu tsundere.

"aku, memperkosa, kau?" Taehyung membeo, menunjuk dirinya sendiri lalu Jungkook dengan tatapan bodohnya. Ia berfikir keras, detik berikutnya aura hitamnya menguar dan itu membuat Jungkook bergidik ngeri.

"aku, memperkosamu? Hei, berhentilah bercanda. Kita melakukan semua ini atas dasar suka sama suka, jadi di mana letak aku akan memperkosamu itu?"

"—tapi aku tak menyukainya!" jeritnya frustasi. Taehyung hanya tertawa sinis mendengar sanggahan Jungkook.

"—katakan pada orang yang terus-terusan mendesah seperti jalang, kau tau Kook, desahanmu sungguh berisik" Jungkook melotot, tak terima akan perkataan pedas Taehyung. Jalang? Hei, mengapa ia malah berdebar di katai seperti itu? Ah, sial!

"hei, ak—"

"—sudahlah, kau membuatku kehilangan selera"

Dan ia hanya bisa melongo ketika Taehyung dengan santainya berlalu dari hadapannya. Heol, bukankah harusnya ia yang meninggalkan Taehyung, kenapa ini malah kebalikannya?

Dan ia merutuki nasib sial yang menimpanya, juga si pemuda mesum itu yang dengan lancangnya sudah menyentuh dirinya begitu mudah.

Dasar brengsek!

.

Dengan aura mendung—yang bahkan orang-orang di sekelilingnya saja langsung lari terbirit-birit ketika berpapasan dengan dirinya, Jungkook berjalan di koridor. Rambutnya acak-acakan, mukanya kusam karena keringat, jangan lupakan juga rona merah sialannya yang masih hinggap di kedua pipi bulatnya. Bibirnya berkomat-kamit menghasilkan ia yang mengerucutkan bibir dengan imutnya. Yang mana orang akan memekik gemas, namun karena melihat aura tak mengenakan dalam tubuhnya di tambah lagi beberapa kissmark di leher putihnya yang terekspos dengan bebasnya menjadikan mereka enggan walau hanya untuk menatapnya barang sedetik saja.

Karena demi apa, mereka masih ingin hidup secara damai di kampus ini untuk beberapa waktu ke depan. Karena mereka jelas sangat tau, mengganggu apalagi berniat merebut milik Kim Taehyung sama saja dengan mengantarkan nyawa pada kandang singa. Taehyung? Ia memang raja hutan kan? Ah, sepertinya lebih tepatnya ia raja alien. Oke, abaikan!

Kim Taehyung pemilik Jeon Jungkook? Ya, kalian tak salah dengar atau baca. Satu kampus kini tengah membicarakan dua bintang fenomenal tersebut. Bagaimana tidak, Kim Taehyung si kinka kampus dan Jeon Jungkook flower boy kampus akhirnya bersatu membentuk sebuah ikatan hubungan—ya walau belum mereka resmikan, namun setidaknya itu membuat banyaknya fans Taehyung yang patah hati akan berita itu, namun mereka tak bisa menolak jika memang benar Taehyung akhirnya menjalin hubungan dengan si pemuda kelinci. Karena sekali kalian mengganggu Jungkook, maka kalian akan langsung berhadapan dengan beruang kutub. Oh, tolong jangan kalian lupakan Min Yoongi.

Pasti kalian bingung bagaimana gosip mereka bisa langsung tersebar luas seperti ini? Ini semua bermula dari insiden labrak-melabrak yang di lakukan Jungkook pada Mirae. Gadis itu yang tak terima akan perbuatan Jungkook langsung curhat di akun sns pribadinya. Salah satu fans Taehyung yang tak sengaja membaca status yang memojokan Jungkook itu ikut berang, menghujat gadis sexy itu dengan kata-kata pedasnya, mengata-ngatainya dengan kelewat kasar karena telah menggoda Taehyung yang notabennya adalah kekasih Jungkook. Maka war pun tak bisa di hindari lagi. Dan akhirnya, status itu berubah menjadi viral pada hari itu juga.

Dan sayangnya si pemuda kelinci belum mengetahui hal itu. Poor Kookie.

Masih sambil menghentakan kakinya kesal, Jungkook berlalu menuju kantin. Tujuannya satu, mencari dua hyung kesayangannya lalu ia akan mengadu bahwa dirinya hampir di perkosa si cabul Taehyung, ah jangan lupakan juga ia akan memberi sedikit bumbu di dalam ceritanya yang tujuannya membuat dua hyungnya berang terutama Min Yoongi. Lalu Yongi akan mengamuk dan menendang aset berharganya atau perlu mengebirinya sekalian biar ia tak perlu masuk sana sini. Hihi, membayangkan wajah tersiksa milik si cabul membuatnya terkekeh sendirian. Alhasil berpasang-pasang mata mulai menatapnya khawatir, takut ia menjadi gila setelah berpacaran dengan Kim Taehyung—atau lebih tepatnya setelah ia tau bagaimana kelakuan kekasihnya di luaran sana.

Mengedarkan pandangannya sejenak, ia menggerutu sebentar kala mendapati pemandangan indah di depan mata. Kim Seokjin dan Min Yoongi yang tengah makan dengan khidmatnya, tak terlihat kekhawatiran dari tingkah keduanya akan ketidakberadaan adik kelincinya. Dan itu membuatnya bertambah mendung.

Maka dengan kaki yang sengaja di hentakkan, ia berjalan mendekati meja mereka.

Berdiri di antara keduanya tanpa mengeluarkan sepatah katapun. Namun hampir delapan menit berlalu, keduanya sama sekali tak mengangkat kepalanya atau minimal melirik ke arahnya membuat matanya terasa panas.

"kau sudah selesai?" Seokjin akhirnya membuka suaranya, tanpa mengangkat kepalanya.

Jungkook diam, sengaja tak menyahut Seokjin. Matanya mulai berkaca-kaca karena kesal merasa di abaikan.

Bingung tak mendapat respon, akhirnya Seokjin mengangkat kepalanya—

"ah, kamjagiya. Kau membuatku kaget Kook" teriakan Seokjin berhasil membuat Yoongi ikut mengangkat kepalanya dari layar benda pipih di dalam genggamannya.

Dan seketika ia mengernyit kala mendapati penampilan pemuda busan itu. Rambutnya cak-acakan, sweat shirt yang di kenakannya pun nampak kusut di beberapa bagian, mukanya kumel dengan rona merah masih tertinggal di sana—walau tak sepekat awalnya, bibir merahnya membengkak dengan bekas gigitan kentara di bibir bagian bawahnya. Ah, jangan lupakan juga lehernya yang penuh dengan kissmark.

Apa Jungkook sedang pamer tanda kepemilikan dari Taehyung pada semua orang, khususnya para penggemar fanatik pemuda asal daegu itu, batinnya terkikik geli.

"Kookie, kalian sudah selesai? Astaga, kenapa penampilanmu berantakan seperti ini?" tanya Seokjin memandangnya khawatir—lebih tepatnya khawatir karena melihat bekas ciuman di lehernya, Taehyung begitu bringas kalau sedang di penuhi nafsu batinnya ngeri.

"hyung—" si kelinci memulai aktingnya, wajahnya di buat sememelas mungkin, matanya sudah berkaca-kaca, nada suaranya di atur hingga terdengar sesedih mungkin.

Tujuannya? Sudah jelas, agar kedua hyungnya masuk ke dalam perangkapnya lalu kemudian membalaskan dendamnya pada si cabul dengan cara menghajarnya habis-habisan jika perlu potong saja burung nakalnya itu.

"astaga bunny, kau kenapa?" harusnya Jungkook marah karena lagi-lagi Seokjin memanggilnya kelinci, tapi karena ia tengah dalam melaksanakan misi sialannya ini, ia harus menahan jeritan kesalnya terlebih dahulu.

"hyung, aku—" bibirnya sudah melengkung ke bawah. Seokjin pun berinisiatif untuk memeluk kelinci kesayangannya ini, mengusap bahunya menenangkan.

"aku- aku—" gagapnya.

"ya,ya. Cerita pelan-pelan bunny, tak apa hyung bersamamu" Seokjin masih sibuk menenangkan Jungkook, sementara Yoongi yang duduk di hadapan mereka hanya mampu menopang dagunya di kedua lengannya dengan mata memandang mereka malas, malas akan drama picisan kedua sahabat berbeda generasinya itu.

"hyung, aku- aku—"

Hah, Yoongi bahkan sudah menghela nafasnya jengah. Bagaimana tidak, Jungkook selalu mengucapkan kata-kata yang sama membuatnya bosan setengah hidup.

"hei Kook, berhentilah berakting dan mulailah berbicara yang benar" desahnya malas yang mana mendapat delikan dari si kelinci manis kesayangan Seokjin—uhmm Yoongi juga sih.

Heol, mungkin ia tengah berfikir dari mana Yoongi tau jika dirinya tengah berakting. Tentu itu sangat mudah bagi Min Yoongi, apalagi jika tentang Jeon Jungkook. Karena ku beri tau satu hal padamu, akting Jeon Jungkook itu sangatlah buruk, apalagi ketika ia berakting sedih. Bukannya terlihat sedih—di mata Yoongi—namun Jungkook malah terlihat seperti seseorang yang terkena wasir. Mengerikan!

Kim Seokjin saja yang terlalu bodoh karena bisa-bisanya di kelabui makhluk doyan makan itu. Poor Seokjin!

"aku beneran sedih tau hyung" ujarnnya membela diri juga setengah bete.

"ya, ya terserahmu saja lah" dan Yoongi mengalah, sekedar memilih opsi aman untuk dirinya sendiri.

"jadi, ada apa dengan kelinci kesayangan hyung eoh? Apa Taehyung menyakitimu?" Jungkook kembali tersadar akan rencana awalnya, maka dengan wajah sedih yang kembali ia tampilkan—menyembunyikan seringaiannya—ia memeluk tubuh hyung kesayangannya itu erat.

"si cabul itu nyaris memperkosaku hyung" cicitnya teredam di bahu Seokjin. Namun kedua manusia berbeda sifat itu tentu mampu menangkap kata tiap kata yang keluar dari belah bibir si bungsu.

"brengsek—" Jungkook menyeringai menang di balik bahu Seokjin kala mendengar hyung galaknya mengumpat kasar. Bahkan ia bisa merasakan kekesalan yang menguar di balik tubuhnya.

Haha, rencananya akan berjalan sukses—

"—brengsek, harusnya ia bisa menahan hormon sialannya bukannya malah menyerangmu di kampus. Harusnya ia mengerti arti kata first time, awal melakukannya harusnya di tempat yang romantis juga harus memberikan kesan yang tak akan kalian berdua lupakan begitu saja. Bukannya malah menyerangmu di lab fotografi"

—atau mungkin tidak.

Jungkook seakan ingin jungkir balik kala mendengar perkataan si beruang kutub.

Sungguh ia ingin mengutuk agar hyung galaknya itu benar-benar berubah menjadi snow white, agar ia bisa tidur selamanya—jika perlu tak usah bangun lagi.

Apa maksudnya dengan first time? Melakukannya di tempat romantis? Kesan yang tak akan terlupakan?

Heol, siapa juga yang mau melakukannya dengan si cabul sialan itu? Ia masih normal, tau! Heol, Jungkook masih kah kau berfikri seperti itu di saat situasi macam ini?

Dan apa-apaan ia? Melakukannya di ruang fotografi, siapa juga ya—

Hey, tunggu! Bagaimana ia bisa tau?

Apa si cabul itu mengadu pada hyung beruangnya?

Krik

Krik

Tapi, masa iya?

Berarti ia banci dong?

Krik

Krik

Atau, jangan-jangan?

Krik

Brak

"hyung, dari mana kau tau kalau kami hampir melakukannya di ruang fotografi?" tak memperdulikan Seokjin yang mengkerutkan keningnya bingung karena Jungkook dengan tiba-tiba menggebrak meja, atau Yoongi yang berkedut kesal karena di pelototi Jungkook.

Oh, ia lupa jika mata adik bungsunya itu bulat tak seperti dirinya. Kadang ia selalu berfikir jika Jungkook selalu melotot ke arahnya. Oke, tolong abaikan yang bagian ini.

"seluruh kampus juga sudah mengetahuinya, bodoh" ujarnya setengah malas, ia memang selalu malas dalam hal apapun. Malas ketika menatap orang lain, malas ketika berbicara, malas ketika berjalan atau melakukan aktifitas apapun, bahkan malas ketika bernafas sekalipun, eh.

Hanya ada dua hal yang membuatnya merasa sedikit semangat.

Tidur dan makan.

Benar-benar beruang.

Bagaimana tidak, seekor beruang hanya akan bangun ketika ia merasa lapar lalu setelahnya ia akan kembali bermalas-malasan dengan cara tidur—bahkan jika bukan Seokjin yang dengan baik hatinya selalu menyeret ia setiap pagi, maka di pastikan Yoongi takkan berada di kelasnya dan memilih untuk bergelung dengan kasur kesayangannya.

Oh, benar-benar.

"seluruh kampus—" Jungkook mulai membeo.

"—bagaimana bisa?"

Dan Yoongi hanya mampu berdecak sebal karena tingkah sok polos Jungkook.

"buka saja akun sns mu" usulnya setengah malas.

Namun Jungkook mematuhinya, dengan sedikit ogah-ogahan ia mulai membuka akunnya itu.

Dahinya mengernyit kala melihat notifikasinya sedikit jebol. Dengan hidung yang mengkerut lucu, ia mulai membuka notifikasi itu dan membaca satu per satu apa yang tertera di sana. Semuanya hanya komentar yang mneyeret nama akunnya yang menyangkut pautkan pada suatu topik yang tengah di bahas oleh beberapa orang di luaran sana.

Dengan penasaran, ia membuka salah satunya. Ia mengernyit heran kala melihat tautan itu ternyata hanya sebuah status yang di unggah beberapa saat yang lalu oleh pemilik akun Hwang Mirae.

Hmm, Hwang Mirae? Oh, si wanita rubah itu? Untuk apa namanya di seret dalam status orang ini?

Dengan malas, matanya bergulir sejenak. Menscroll ke bawah hingga statusnya terbaca jelas. Keningnya mengkerut lucu kala melihat apa yang si rubah itu tulis.

53 menit yang lalu

Heol, si jalang Jungkook benar-benar sialan! Berani-beraninya ia menghancurkan hariku bersama Taehyung, dia pikir dia siapa? Kekasihnya, heol bermimpi saja!

165 suka 2500 komentar

Dan Jungkook tak bisa untuk tak sekedar menutup mulutnya agar tak terbuka lebih lebar dari pada ini. Bukan karena melihat hinaan Mirae padanya, namun lebih ke melihat bagaimana komentar orang-orang tentangnya. Mereka bukannya menghujat dirinya sama seperti yang di lakukan gadis itu, namun malah balik menyerangnya dengan kata-kata kelewat pedas. Dan yang lebih mencengangkan mereka bahkan mendukung hubungan Taehyung dan Jungkook, mendeklarasikan bahwa mulai detik ini mereka adalah Taekook shipper.

Ataga, kepalanya berdenyut nyeri, sungguh!

Namun karena rasa penasarannya masih di puncak, ia kembali membuka notif miliknya lalu mengklik sebuah komentar dari tautan yang lain.

"brengsek-"

Bahkan ia tak bisa menahan umpatannya lagi kala tautan itu terbuka.

Mulutnya menganga dengan tidak elitnya, wajahnya memerah layaknya kepiting rebus.

Tautan itu?

Berisi fotonya bersama Taehyung—

—saat berciuman di ruangan fotografi tadi.

Entah siapa, orang yang dengan kurang ajarnya sudah mengambil foto nista itu.

30 menit yang lalu

Fujoshiakut

Melampirkann gambar

Love! Love! Salah satu kinka kampus tertangkap basah mencium flower boy dengan ganasnya! Aku mengharapkan kabar baik dari kalian Taekook *emoticon love

1500 suka 450 komentar

Dan Jungkook hanya bisa meneguk ludahnya susah payah. Dengan tangan yang gemetaran, ia menscroll ke bawah.

Dan detik berikutnya pandangannya berubah menajam kala mendapati uname seseorang yang sudah sangat di hapalnya itu.

Lion_King

Nice

16 menit yang lalu.

Jungkook kicep. Nice? Bagus? Apanya yang bagus.

Ia masih tergugu, memandnang ponselnya penuh keajaiban. Tak mengindahkan tatapan berbeda makna dari dua hyungnya.

"hyung—" panggilnya pelan. Namun kedua hyungnya hanya memandangnya ngeri. Pasalnya Jungkook kini tengah cekikian sambil menatap ponsel di dalam genggamannya.

"si cabul itu bilang nice pada komentar dalam foto sialan itu"

Dan begitu Jungkook mengangkat kepalanya dengan aura hitam yang tiba-tiba menguar di sekelilingnya, Seokjin dan Yoongi merasa sesuatu yang buruk akan segera terjadi.

"KIM CABUL TAEHYUNG SIALAN! AKU BENAR-BENAR AKAN MENGEBIRIMU BRENGSEK!"

Dan di tempat yang berbeda di mana Taehyung tengah mencumbu panas gadis dalam rengkuhannya tiba-tiba melepas pagutan bibir keduanya. Entah, ia merasa seseorang tengah memanggil namanya dengan suara yang amat menakutkan.

"kenapa oppa?" gadis dalam rengkuhannya bertanya dengan bingung.

"tak ada sayang" memilih tak peduli, Taehyung kembali mencumbu bibir lawan mainnya kali ini yang langsung di sambut dengan penuh suka cita oleh gadis—yang bahkan baru beberapa menit yang lalu ia temukan di fakultas teknik.

Astaga, Tae.

Pantas saja Jungkook memanggilmu cabul, jika kelakuanmu saja seperti ini.

.

.

.

.

Berkali-kali Jungkook terlihat menahan rasa kesalnya yang sudah berada di ubun-ubun. Memainkan ponselnya sebentar lalu menempelkan benda pipih itu di telinganya yang hanya untuk mendapati nada dering panjang yang tak berujung. Seseorang di sebrang sana tak mengangkat panggilannya, membuatnya gusar setengah mati.

Tak peduli akan tatapan Seokjin dan Yoongi yang seakan menatapnya seperti seorang gadis yang tengah menelpon kekasihnya yang entah sedang di mana, bersama siapa, melakukan apa.

Shit! Mengapa mendadak melankolis seperti ini?

.

Ujung kejantanannya nyaris memasuki lubang favoritnya jika saja nada dering tak mengusik konsentrasinya. Sial, ia lupa men silent ponselnya itu. Mengacuhkan entah siapa kali ini yang mengganggunya—tentunya ia tak peduli, karena yang ia pedulikan sekarang hanyalah lubang berkedut yang minta di isi di hadapannya.

Namun sepertinya si penelpon—atau lebih tepatnya si pengganggu—tak sependapat dengan Taehyung. Ponselnya terus berdering berkali-kali membuat konsentrasinya kembali terpecah belah hingga ujungnya moodnya untuk melampiaskan gairahnya sedikit turun. Padahal sebentar lagi, adik kesayangannya akan mendapat vitamin berupa pijatan kenikmatan dari lubang ketat milik gadis dalam dekapannya.

Si gadis berdecak pelan kala Taehyung menjauhkan tubuhnya sedikit, memberi gestur 'tunggu sebentar oke, ini takkan lama' yang hanya di balas kerlingan malas gadis itu.

Dan keningnya tak bisa mengernyit untuk melihat siapa si pengganggu itu.

Sexy Bunny

Untuk apa si kelinci montok ini menghubunginya—atau lebih tepatnya kembali mengganggunya?

Hah, menghela nafas dramatis.

Sepertinya Jungkook seolah memiliki ikatan batin dengannya, karena ia selalu mengacau di saat yang tidak tepat.

Di saat ia sudah menegang dan meminta untuk di puaskan.

Tak peduli akan kejantanannya yang masih terekspos dengan bangsatnya—lagi pula Jungkook takkan melihatnya kan? Ia mulai menggeser ikon berwarna hijau sebelum—

"KIM CABUL SIALAN, DI MANA KAU KINI?"

—teriakan Jungkook berhasil menyapa indera pendengarannya.

Ia bahkan tak sempat menjauhkan ponsel canggihnya karena tak tau jika pemuda kelinci itu akan melakukan hal seekstrim itu. Bahkan gadis di hadapannya saja sampai bergidik ngeri karena teriakan maha dahsyat milik si montok Jeon.

"kau berniat membuatku tuli hah?" tanyanya setengah kesal.

Heol, siapa yang tak kesal jika tengah berada di posisi seperti dirinya? Bahkan adik kecilnya seolah tak mengerti dirinya sama sekali, malah semakin berkedut meminta di puaskan detik itu juga.

"AKU MALAH BERNIAT MENGEBIRIMU DETIK INI JUGA!"

Glup

Taehyung menelan ludahnya susah payah. Begitupun dengan gadis di hadapannya.

Selera bercintanya menguar entah kemana.

Nafsunya seolah meredam mendengar perkataan sadis itu.

"hey, jangan bercanda—"

"—AKU TAK BERCANDA BODOH, KATAKAN DI MANA KAU KINI?"

Lipatan imajiner mulai muncul di dahi seksinya. Haruskah ia jujur, tapi bagaimana jika Jungkook malah kembali mengamuk? Ah berbohong saja kali ini, lagipula Jungkook takkan mengetahuinya batinnya menyeringai menang.

"aku dalam perjalanan pulang. Ada ap—"

"—JANGAN COBA-COBA MEMBOHONGIKU ATAU AKU BENAR-BENAR AKAN MEMOTONG BURUNGMU LALU MENGGORENGNYA!"

Glup

Bukan Taehyung, tapi si gadis yang kini menelan ludahnya pertama kali.

Mengerikan. Sepertinya pemuda yang tengah menghubungi Taehyung itu adalah kekasihnya, terbukti dari betapa posesifnya dirinya dan melihat dari ketidak berdayaann Taehyung untuk meladeni si penelpon. Tiba-tiba saja nyalinya ciut, maka dengan pelan ia mulai merapikan penampilannya.

Taehyung tentu saja akan mencegah sebelum teriakan Jungkook kembali terdengar.

"—TEMUI AKU SEKARANG ATAU LUBANG BERKEDUT MILIK TEMAN MAINMU KINI AKAN KU SUMPAL DENGAN CABE!"

Telpon terputus.

Dan si gadis tentu saja tak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Membenahi penampilannya dengan terburu-buru, karena tak ingin vagina mulusnya harus menelan cabe yang pastinya hanya akan membuatnya merasa perih dan pedas dari pada nikmat.

Heol, harusnya terong saja. Setidaknya itu membuatnya sedikit nikmat.

"maaf oppa, aku harus pergi sekarang oke"

Dan pada akhirnya Taehyung hanya harus meratapi nasib sialnya hari ini.

Menatap juniornya yang masih menegang dengan nelangsa.

Jeon Jungkook, batinnya berteriak geram.

Kau benar-benar akan mendapat hukuman karena dengan lancangnya terus mengganggu kegiatan panasku. Seringaiannya terlihat menyeramkan.

Dan berdo'alah semoga Jungkook bisa selamat kali ini.

.

.

.

.

-TBC-

.

.

See u next time:*

Salam ppyong~ ppyong~