-Fanfic ini khusus orang dewasa dan berpengalaman, karena alur ceritanya yang keras, bagi lo lo semua yang masih anak mami atau anak di bawah di harap minggir aja dari fanfic ini, gak usah baca !-
-Ngenthod enak cok :v-
Naruto sang musyafir cinta
-Di buat Oleh (Virgin Hunter)-
-Disclaimer : Naruto Or High School DXD is bukan punya gw anjing-
-Rating : M (Adegan sex pasti ada njink)-
-Pairing : Naruto x Harem (Pairnya entar pilihin aja)-
-Genre : Advanture x fantasy x comedy x romance x slice of life-
-Warning : Typo,Not EYD,OOC,Alternative Universe(maybe),OC,ETC-
Summary : Namaku adalah Naruto. Cita – citaku yaitu berburu vagina perawan hahahah. Gw juga kalo di sekolah suka bolos. Emangnya sekolah buat apa njink gak guna banget lo tau gak !. Cari cewek aja malah enak. Ketemu langsung lu pacari dan tiduri. Gw juga ingetin satu hal : Anak di bawah umur jangan baca, ini demi kebaikanmu, Nak!. (Warning : Banyak maksiatnya, NarutoPlayboy, Harem, Berandalan).
Chapter 1 : Sekolah baru dan pacar baru part 2
.
.
.
.
.
Kuoh Academy
Teng Tong Teng Tong
Bel pulang sekolah telah bunyi, sekarang saatnya bagi siswa – siswi kuoh academy untuk pulang ke rumah masing – masing.
"Huah..., saatnya pulang cok,"
Ucap Naruto sembari menguap panjang.
'Hehehe..., tetapi sebelum itu.., ini saatnya gw ajak si Gabriel pulang bareng, cok...,'
Naruto kemudian menghampiri Gabriel yang berada persis di sampingnya.
"Gabriel..., mau pulang bareng gak, mumpung aku sepi nih,"
"Ah..., kebetulan banget nih..., Ayah aku lagi sakit..., jadi Ayah aku gak bisa jemput, huhu...,"
'Cok..., keberuntungan ada di pihak gw..., sekarang merupakan momen yang tepat untuk mendekati dirinya..., hahahaha..,"
"Wah..., kasian banget kamu Gab.., gws, ya..,"
"Iya.., makasih loh Naruto,"
"Ya.., sama – sama,"
Setelah itu, mereka berdua berjalan berdampingan menuju ke parkiran sekolahnya. Tetapi, selama perjalanan, banyak laki – laki menatap iri kepada Naruto.
'Sialan...,murid baru itu, udah berani – berani ngedeketin, Gabriel.., awas aja entar.., lo liat aja,'(Nih, orang minta mati kali...cok, berani banget dia, belum tahu siapa itu Naruto kayaknya lu njink).
Beberapa saat kemudian, Naruto dan Gabriel telah sampai di parkiran. Saatnya bagi Naruto untuk mengantar pulang si Gabriel.
Crrtttt, Brumm-Brumm-Brummm
Naruto telah menyalakan motornya. Naruto kemudian menyuruh Gabriel naik ke jok belakang.
"Naiklah.., Gabriel,"
"Oke..,"
"Jangan lupa pegangan yang kenceng...,"
"Ah.., iya...,"
Ctekkk
Naruto mengambil gigi satu dan motornya segera melaju meninggalkan parkiran sekolah. Sesampainya mereka berdua di gerbang sekolah, Naruto dan Gabriel kaget melihat begitu banyak pasang mata yang berteriak kepada mereka.
"Kyaaaa..., lihatlah mereka..., serasi banget," (Cewek penggosip)
"Kyaaa..., Ini waktunya untuk mengabadikan mereka," (Paparazzi)
"Hah..., Biasa aja kali..," (Cewek kalem biasanya menarik dan misterius)
Suara mereka membuat Gabriel yang berada di jok belakang malu berat. Naruto yang melihat itu semua hanya menghela nafas panjang.
"Errr..., hahaha..., maafnya Gabriel..., aku gak tau kalo mereka ngefans ama kamu..,"
'Ugh.., bajingan.., gegara mereka usaha gw buat ngedeketin Gabriel bakalan susah..,'
"Hm..., gak papa kok Naruto.., emang mereka suka kayak gitu,"
"Oke.., kalau gitu.., tetap semangat Gab.., jangan terlalu mikirin mereka..., ya..,"
"Iya..,"
Ucap Gabriel tersenyum.
'Ternyata Naruto itu.., orangnya baik juga...,hihihi,' (Mulai cok, akal bulus Naruto udah terkena pada si Gabriel)
"Nah.., sekarang aku mau tanya...,rumah kamu dimana Gab?,"
"Ah..., rumahku di jalan akashima, no 37, bukit osaka," (aku karang cok, aku gak tau daerah jepang)
"Oh.., jalan akashima.., ya..,"
"Eh..., kamu tau jalan itu..ya?,"
"Iya..., dulu aku punya temen di sana..., biasanya suka mampir sih..,"
"Oh.., gitu, ya..,"
"Ohya..., ngomong – ngomong ayah kamu sakit apa?,"
"Ayahku.., sepertinya mengidap penyakit stroke ringan, tapi sekarang udah gak papa juga..,"
"Hm.., gitu, kapan – kapan aku boleh mampir gak buat jenguk ayah kamu?,"
"Ah..., boleh kok..,ayah aku ada di rumah sakit takashima, emangnya kamu bener – bener mau jenguk ayah aku?,"
"Iya..., sebagai temen yang baik, aku harus menjenguk ayah kamu, Gab...,"
Gabriel yang mendengar itu merasa terharu dan senang, rupanya masih ada laki – laki yang baik hati di dunia ini, padahal sih itu Cuma akal bangsatnya si Naruto aja.
"Huhuhu..., aku gak nyangka kamu bakal berbuat sampai seperti itu, Naruto..,"
"Hahaha..., iya.., karena teman harus saling berbaikan dan menjalin hubungan persahabatan yang indah,"
'Hehehe..., persahabatan apanya njink, gw cuma lakuin ini supaya orang tua lu percaya sama gw, hahaha...,'
Gabriel tersenyum tulus dan merasa bahagia mendengarnya.
"Uhm..., aku gak menyangka ternyata kamu orangnya baik dan dermawan,"
"Hahaha..., gak kok..., aku cuma merasa ingin menghibur teman aja,"
"Hm..., beneran kok soal itu..., aku merasa kamu itu seperti malaikat penolong buatku,"
'Malaikat penolong ya..., hahaha.., mantap cok.., kayaknya si Gabriel udah percaya ama gw,'
"Hahaha.., aku jadi malu dengernya,"
Naruto kemudian melajukan motornya pergi ke rumah Gabriel. Naruto melaju dengan kecepatan sedang, Ternyata Naruto ingin berlama-lama menikmati momen berdua bersama Gabriel. Wanjink Naruto licik juga.
Tiba – tiba Naruto menghentikan motornya secara mendadak, hal itu membuat Gabriel yang berada di belakangnya terdorong ke depan dan menempelkan kedua bukit kembarnya ke punggung Naruto. (Trik bagus ini buat lu kalo sama pacar, usahain lu cari motor yang kursi belakangnya agak tinggi biar mantap).
"Awww..., pelan-pelan lah, Naruto...,"
"Ah..., sorry Gab..., di depan tadi ada anak kecil yang nyebrang tiba – tiba.., jadi mau gak mau.., aku harus berhenti,"
"Oh..., oke deh aku maafin...,"
"Sekali lagi, sorry ya Gab...,"
'hehehe..., mantap njink, rasanya lembut dan kenyal banget..., pasti itunya gede nih.., cocok dah buat di jadiin kekasihku.., hahaha,'
Naruto kembali melajukan motornya. Tak lama kemudian, Naruto telah sampai di rumah Gabriel. Jika di lihat – lihat, rumah Gabriel sangat besar seperti sebuah istana dan ada sebuah taman di dalamnya.
"Wow..., jadi ini rumahmu, Gabriel.., sangat indah dan besar sekali,"
"Hehehe..., iya..,"
Ucap Gabriel tersenyum kikuk.
"Wah..., ternyata kamu itu orang kaya yah.., aku gak nyangka sama sekali,"
'Hehehe..., udah cantik,seksi,hot, kaya lagi.., berapa beruntungnya diriku ini jika memiliki Gabriel nantinya njing, hahaha,'
"Em..., Naruto mau mampir dulu gak ke rumah aku,"
"Oh..., boleh kok..., asal gak ngerepotin aja sih, hehehe...,"
"Gak ngerepotin kok.., masuk aja.., ikuti aku..,"
Naruto turun dari motornya dan pergi berjalan mengikuti Gabriel memasukki rumahnya. Di dalam, mereka di sambut baik oleh para pelayan yang berada di sana.
"Ah..., anda telah pulang.., nona Gabriel,"
Ucap salah satu pelayan sembari membungkukkan badannya.
"Hahaha.., iya paman, aku juga membawa salah satu temanku di sekolah..,"
"Hm..., tidak biasanya anda mengajak teman anda kesini.., nona Gabriel,"
"Soal itu.., Naruto lah yang telah mengantarku sampai rumah, jadi sambut dia dengan baik, ya.., paman..,"
"iya..., saya akan lakukan seperti perintah anda.., nona Gabriel,"
Kemudian pelayan itu menghampiri Naruto yang sedari tadi berada di belakang Gabriel.
"Baiklah..., sebaiknya anda mengikuti saya.., tuan,"
"Hm..., baiklah,"
Naruto berjalan mengikuti pelayan yang berada di hadapannya. Pelayan itu segera membukakan pintu rumah dan mempersilahkan Naruto masuk ke dalamnya.
"Baiklah..., silahkan masuk..., tuan Naruto,"
"Iya..,"
Naruto perlahan – laham memasukki rumah Gabriel, hal yang pertama kali di lihatnya adalah sebuah ruang tamu yang bergaya classic ala eropa abad pertengahan (Gaya numero uno njink :V).
"Oh..., jadi itu temanmu..., ya.., Sayang..., rupanya dia sangat tampan dan keren..,"
"Ah..., ibu.., jangan berucap seperti itu di hadapan.., Naruto.., aku jadi malu dengernya..,"
Ucap Gabriel dengan muka yang bersemu merah akibat perkataan ibunya.
"Hahaha..., sudah lama aku tidak melihat wajahmu imut begitu.., Sayang..,"
Sementara itu, Naruto tertegun dan mulai berfantasi liar memikirkan wajah Gabriel yang sangat imut dan seksi di saat bersamaan. (Naruto suka nafsuan anjing)
'Gila njink.., wajahnya seksi dan imut banget..., gw udah makin gak sabar aja buat jadiin dia sebagai kekasih, gw..., hahaha...,'
"Ohya..., perkenalkan nama saya Namikaze Naruto.., teman sekolahnya Gabriel.., Tante,"
Ucap Naruto sembari bersalaman kepada Ibunya Gabriel. (cocote..., akal liciknya Naruto buat ngedeketin Ibunya Gabriel..,asu..,)
"Hm..., jadi Naruto..., ya.., silahkan duduk.., anggap saja rumah sendiri,"
"Iya..., tante,"
And cutt~
Oke Cok, chapter dua selesai njink. Hahaha gimana ?, Chapter ini merupakan chapter awal mula dimana Naruto bakal melancarkan akal bangsatnya buat deketin Gabriel. Pokoknya Naruto bakal lihai dan ngerayu terus si Gabriel buat jadi kekasihnya hahaha. Buat lu pada yang nunggu lemon. Sabar aja cok, tunggu beberapa chap depan, jangan coli dulu sebelum gw buat lemon. Ohya tentang yang nyaranin pair, karakter itu siapa aja cok, gw gak tau.., maklum gw buka wibu. Terakhir buat yang komen ngajak berantem :v. Gw tunggu di lapangan, buktikan kalo dirimu laki anjing :v. (Padahal canda doang su jangan di anggap serius kalo sama gw). Satu lagi, gw kalo nulis emang bahasanya anjing gini, karena gw menggunakan bahasa keseharian anak muda :v dan gw pingin lu pada ngomong itu langsung ceplas ceplos, jadi enak kalo gini. Anggap aja gw kayak temen kalian di Sma atau Smk :v. Oke cukup sekian dari gw.
Jangan lupa buat review,follow,favnya ANJINGGGG...
Kalo lu pada gak review, berarti lu semua itu pemalu dan penakut karena tidak berani berpendapat.
Oke cukup sekian dari aku Njink.
-Virgin Hunter-
-LOG OUT-
