Title: BANGTAN HORROR CAMP

Cast: Yoongi, Hoseok, Taehyung, Namjoon, Jimin, Jin, Jungkook

Lenght: Chapter Part

Rating: 15+

Author: Tae-V [Twitter KTH_V95]


CHAPTER 9

.

Namun..

Baru saja Namjoon melangkah sebanyak dua langkah..

Sosok itu sudah berdiri.

Tepat di depan pintu rumah tua itu.

Dengan seringai mengerikan di wajahnya.

"Mau kemana kalian?" sahut pria itu dengan nada yang sangat mengerikan.

"Kau... Kau... Pelakunya?" sahut Namjoon sambil membelalakan kedua bola matanya.

Dan seketika itu juga, semua ingatan Hoseok kembali.

Mulai dari ketika ia berjalan keluar tenda bersama pria yang berdiri di hadapannya itu.. Sampai ketika ia pingsan akibat siksaan pria mengerikan itu.

.

.

.

DUA JAM SEBELUM KYUNGSOO MENINGGAL

Setelah Taehyung terbangun, Kyungsoo mengajaknya kabur saat itu juga.

"Ayo kita kabur dari sini sekarang, Taehyung ah! Aku rasa semua masih terlelap.." bisik Kyungsoo.

"Kau bilang kau takut kabur dari sini, hyeong.." bisik Taehyung.

"Setelah berpikir, aku rasa kabur dari sini satu-satunya cara untuk selamat.." bisik Kyungsoo.

"Bagaimana kalau psikopat itu sudah berkeliaran jam segini?" bisik Taehyung.

Kyungsoo menggelengkan kepalanya. "Kurasa mereka baru akan beraksi setelah jam dua belas malam.. Ini masih jam dua belas kurang empat puluh menit." sahut Kyungsoo. "Kita masih punya waktu untuk menjauh dari area ini, Taehyung ah.."

Taehyung menggelengkan kepalanya. "Aku.. Takut, hyeong... Aku lebih memilih beramai-ramai disini... Aku takut..."

"Ayo, ada aku! Kita berdua pasti bisa pergi dari tempat sialan ini!" ajak Kyungsoo.

"Kau yakin kita bisa selamat jika kita keluar dari sini?" bisik Taehyung sambil menatap Kyungsoo.

"Tentu saja! Kedua hyeong itu pasti belum akan beraksi secepat ini!" bisik Kyungsoo.

Taehyung menatap Kyungsoo sejenak, lalu berkata dengan sangat pelan, "Araseo.. Ayo kita kabur dari sini dan menyelamatkan diri kita!"

Taehyung membuka ranselnya ketika Kyungsoo tidak melihat dan memasukkan sesuatu ke saku besar di dalam jaketnya, lalu ia dan Kyungsoo pun berjalan dengan sangat perlahan, keluar dari tenda mereka.

Perlahan-lahan, tanpa membuat suara, mereka berjalan semakin menjauh dari area perkemahan.

"Aku rasa kita akan berhasil kabur malam ini!" bisik Kyungsoo.

Taehyung hanya menganggukan kepalanya.

Mereka terus berjalan menjauh dari area perkemahan.

Tak terasa sudah satu jam mereka berjalan ke arah keluar dari hutan itu. Namun, mereka ternyata masih sangat jauh dari jalan utama di pegunungan itu.

"Aigoo... Harus berapa lama lagi kita berjalan agar bisa sampai ke jalan utama?" gerutu Kyungsoo yang berjalan di depan.

Taehyung terdiam.

"Taehyung ah, kau masih kuat berjalan kan?" tanya Kyungsoo.

Namun, tak juga ada jawaban.

Dan tiba-tiba saja.

BUK!

"Arggghhhhhhhhhhhhhhhhh!"

Sebuah batu yang sangat besar menghantam kepala Kyungsoo, membuat darah mulai menetes dari kepalanya.

Dengan pandangannya yang mulai berkunang-kunang, Kyungsoo menoleh ke arah pria yang memukulnya barusan.

Dan Kyungsoo bisa melihat dengan sangat jelas.

Wajah Taehyung.

Tengah menatapnya.

Dengan seringai mengerikan di wajahnya.

"Dasar kau bodoh, hyeong! Kau justru akan selamat jika tidur tenang di tenda itu! Mengapa kau justru memberikanku kesempatan untuk menambah satu lagi korbanku dengan mudahnya begini?" sahut Taehyung dengan nada yang mengerikan.

"Kau... Kau... Pelakunya?" sahut Kyungsoo sambil berusaha menahan rasa sakit di kepalanya.

"Lalu? Kau benar-benar percaya pelakunya kedua hyeong itu? Mereka bahkan tidak tahu apapun!" sahut Taehyung.

"Ba.. Bagaimana bisa... Kau..."

Sebelum sempat Kyungsoo menyelesaikan ucapannya, pisau yang dibawa Taehyung sudah terlebih dulu menyayat pipi Kyungsoo, membuat darah segar menetes dari pipinya itu.

TES~

"Arggghhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!"

"Berteriaklah sepuasmu.. Kita sudah terlalu jauh dari area perkemahan.. Tidak akan ada seorangpun yang mendengarmu!" sahut Taehyung dengan senyuman puas di wajahnya.

"Mengapa... Kau.. Melakukan ini?" sahut Kyungsoo sambil menatap Taehyung dengan kedua bola mata besarnya itu sambil menahan semua rasa sakitnya.

"Karena aku seorang psikopat. Apa butuh penjelasan lagi? Bukankah kau bilang kau juga suka hal-hal berbau psikopat?" sahut Taehyung.

Dan detik itu juga, Kyungsoo menatap Taehyung dengan tatapan jijik.

"Sampah..." sahutnya pelan.

"Apa.. Kau bilang?" Taehyung mendekatkan wajahnya ke wajah Kyungsoo yang sudah berlumuran darah.

"Sam...pah... Psikopat adalah.. Sampah..." sahut Kyungsoo sambil terus menatap Taehyung.

Dan langsung saja, tanpa basa basi.

Pisau lipat kecil itu menusuk bola mata kiri milik Kyungsoo.

Membuat darah bermuncratan dari mata kiri Kyungsoo.

"ARRGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Teriakan Kyungsoo semakin menjadi.

"Siapa kau sampai berani-beraninya menatapku begitu, huh?" sahut Taehyung sambil menusuk bola mata kanan Kyungsoo.

Membuat semua rasa nyeri menggerayangi sekujur tubuh Kyungsoo.

"ARRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Darah menetes deras dari kedua mata Kyungsoo yang kini sudah tidak bisa melihat itu.

"Dasar gila kau, Taehyung! ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Pisau itu mulai menyayat-nyayat leher Kyungsoo.

Lalu turun ke tubuh Kyungsoo dan menyayat-nyata sekujur tubuh Kyungsoo hingga darah mengalir begitu deras dari balik kulitnya.

Semua teriakan Kyungsoo menjadi nada terindah yang pernah didengar Taehyung.

Dan Taehyung mengambil sebuah kampak tipis yang sangat tajam yang tadi diambilnya dari dalam ranselnya sebelum ia dan Kyungsoo keluar dari tenda mereka.

Dan tanpa ampun, kampak itu langsung saja mengarah ke lengan kanan Kyungsoo.

Membuat tangan kanan Kyungsoo terputus dari tubuhnya.

Dan itu menjadi teriakan terakhir Kyungsoo sebelum akhirnya ia meninggal karena kehabisan darah.

"ARRRRRRRRRRRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"

Setelah nyawa Kyungsoo habis di tangan Taehyung, Taehyung melanjutkan aksinya.

Ia memotong kedua tangan dan kaki Kyungsoo dari tubuhnya, lalu untuk penutupan sebelum ia menyelesaikan aksinya, ia mencongkel kedua bola mata Kyungsoo dan membuangnya ke rerumputan.

Setelah itu, Taehyung perlahan menyeret tubuh Kyungsoo beserta kedua tangan dan kakinya yang sudah terputus ke area perkemahan, lalu menggantungkan tubuh Kyungsoo di ranting salah satu pohon, begitu juga dengan kedua tangan dan kaki Kyungsoo.

Taehyung segera bergegas menuju danau yang tak jauh dari sana dan mandi, membersihkan dirinya dari semua darah Kyungsoo, lalu perlahan menyelinap masuk kembali ke dalam tendanya dan tertidur dengan sangat lelap.

.

.

.

"Kau... Kau... Pelakunya?" sahut Namjoon sambil membelalakan kedua bola matanya.

Taehyung menatap Namjoon dan Hoseok dengan seringai mengerikan di wajahnya.

"Lalu, kau akan percaya kalau kubilang aku kesini untuk menyelamatkan kalian?" sahut Taehyung.

"Ma... Hhhhh... Majjayo..." sahut Hoseok dengan seluruh sisa tenaga yang dimilikinya. "Tae.. Hhhhh.. Taehyung.. Hhhhhh... Pelakunya..."

"Kukira kau sudah tidak ada tenaga untuk bicara, hyeong." sahut Taehyung sambil menatap sinis ke arah Hoseok. "Kurasa, pukulanku tadi kurang keras rupanya?"

"Kau! Mengapa kau..." Namjoon sudah kehabisan kata-kata. Ia sama sekali tidak menyangka bahwa Taehyung lah pelakunya!

Taehyung menyeringai. "Bagaimana mungkin kalian semua begitu bodoh hingga tidak menyadari ada seorang psikopat di antara kita?"

"Kau... Mengapa kau tega melakukan ini kepada teman-temanmu sendiri?" sahut Namjoon sambil menatap Taehyung, berusaha mengumpulkan sisa keberanian yang tersisa di tubuhnya.

Taehyung menatap balik ke arah Namjoon. "Teman? Apa kau bilang? Teman? Kim Namjoon, dengarkan baik-baik. Kita baru kenal empat hari! Dan kau bilang kita teman?"

Namjoon mengerutkan keningnya.

"Apa kalian tahu? Apa pekerjaan yang dilakukan ayahku?" sahut Taehyung, masih terus sambil menyeringai.

Hoseok berusaha mendengarkan ucapan Taehyung dengan sisa tenaga yang dimilikinya.

"Ayahku pemilik perusahaan. Sebuah perusahaan yang membantu para event organizer untuk menyukseskan acara mereka. Kali ini, perusahaan ayahku, yang kini dipegang juga olehku, bekerja sama dengan Bangtan Camp dalam mempersiapkan tempat kemah dan flow acara... Tentu saja, tim Bangtan Camp sama sekali tidak mengetahui bahwa acara ini akan jadi tragis seperti ini! Mereka mengira, kali ini akan seperti yang biasanya dilakukan ayahku, yaitu membantu menyukseskan acara." sahut Taehyung.

"Apa.. Maksudmu?" tanya Namjoon.

"Jika ayahku yang memegang event, biasanya semua akan berjalan sangat lancar.. Tapi... Kali ini aku yang dipercayakan ayahku mengurus event ini.. Tanpa ia ketahui.. Bahwa anaknya ini adalah seorang psikopat..." sahut Taehyung dengan seringai yang semakin mengerikan.

"Ayahmu.. Juga tidak tahu kau begini?" Kedua bola mata Namjoon terbelalak.

Taehyung dengan santainya menganggukan kepalanya. "Majjayo... Hanya eomma yang tahu... Namun sayangnya... Nasib eomma harus berakhir di tangan anaknya ini karena eomma berkali-kali berusaha membawaku ke rumah sakit jiwa..."

"Jadi... Suara itu... Suara wanita yang kudengar di malam pertama perkemahan dimulai.. Suara ibumu?" sahut sebuah suara yang agak berat.

Taehyung dan Namjoon serta Hoseok segera menoleh ke arah suara itu berasal.

Min Yoongi.

Tengah berdiri di belakang Taehyung, tepat di depan pintu rumah tua itu.

Entah sejak kapan ia ada disana.

"Hyeong!" Namjoon terkejut melihat kedatangan Yoongi.

Taehyung menatap Yoongi sambil mengerutkan keningnya. "Sejak kapan kau ada disana?"

"Aku... Mendengar suaramu keluar dari tenda Jungkook.. Jadi, diam-diam aku mengikutimu.. Kupikir awalnya, kau ingin diam-diam menangkap psikopat itu.. Atau diam-diam kau berniat membantu mencari Namjoon dan Hoseok.. Ternyata... Kaulah psikopat sialan itu!" sahut Yoongi sambil menatap tajam ke arah Taehyung.

"Kau? Diam-diam mengikutiku? Whoaaaa! Ini pertama kalinya ada yang diam-diam mengikutiku namun aku tak menyadarinya! Kurasa.. Kau juga mempunyai bakat psikopat sepertiku..." sahut Taehyung.

"Sudah kubilang. Aku suka dengan hal-hal berbau psikopat. Hanya saja, aku masih punya hati nurani dan tidak akan pernah berniat melakukan tindakan bejat seperti yang telah berkali-kali kau lakukan." sahut Yoongi dengan nada dingin sambil terus menatap tajam ke arah Taehyung.

Membuat suasana dalam rumah tua itu hening seketika. Aura dingin menyelimuti ruangan itu.

"Hyeong..." sahut Namjoon pelan.

Sementara Hoseok saat itu sudah tak sadarkan diri dan pingsan di punggung Namjoon. Kepalanya terkulai lemah di punggung Namjoon.

"Cih..." sahut Taehyung sambil menyeringai, menatap Yoongi. "Kurasa, aku menemukan korban yang sangat menarik untuk kumutilasi malam ini... Min.. Yoon... Gi..."

Namun, wajah Yoongi sedikitpun tidak menunjukkan rasa takut.

Seolah... Menantang Taehyung.. Untuk menghabisinya.

Taehyung berjalan mendekat ke arah Yoongi, melupakan ada sosok Namjoon dan Hoseok di belakangnya.

"Kau... Sama sekali tidak takut?" sahut Taehyung.

Dan ketika itu juga, Yoongi langsung maju menyerang Taehyung.

Yoongi memukul keras wajah Taehyung dengan kepalan tangannya, membuat Taehyung terjatuh ke lantai yang berdebu itu.

"Namjoon ah! Cepat lari dan bawa Hoseok kembali ke area perkemahan, minta bantuan yang lain disana!" teriak Yoongi.

"Kau.. Bagaimana denganmu, hyeong?" tanya Namjoon.

"Cepat pergi dan selamatkan diri kalian! Aku yang akan mengurus psikopat sialan ini!" teriak Yoongi.

Seketika itu juga, Namjoon segera berlari, dengan menggendong tubuh Hoseok di punggungnya.

Namjoon berlari sekencang mungkin, menembus hutan yang gelap itu, menuju ke area perkemahan.

Taehyung berusaha bangun dan mengejar Namjoon, namun tendangan Yoongi membuat tubuh Taehyung lagi-lagi terjatuh ke lantai.

"Kau... Berniat cari mati rupanya?" sahut Taehyung sambil menatap Yoongi dengan tatapan penuh emosi.

Yoongi menatap tajam ke arah Taehyung. "Kau lupa satu hal... Aku terbiasa menonton film tentang psikopat.. Jadi.. Aku tahu betul bagaimana cara melawan psikopat..."

"Kau..." Taehyung berusaha bangun dan menyerang Yoongi, namun tubuh mungil Yoongi memberinya keuntungan karena ia jadi dapat bergerak secara gesit untuk menghindari serangan Taehyung.

Dan baku hantam antara Taehyung dan Yoongi pun terjadi dalam rumah tua itu.

.

.

.

Namjoon terus berlari, dengan membawa tubuh Hoseok di punggungnya, menuju area perkemahan itu.

Beberapa ranting pohon melukai lengan dan pipinya, namun Namjoon bahkan sama sekali tidak merasa sakit sedikitpun.

Yang ada di benaknya hanya dua hal!

Berlari sekencang mungkin demi menyelamatkan nyawa Hoseok.

Dan memberitahu seluruh peserta yang masih tersisa bahwa Taehyung lah sang pelaku yang kini tengah bergelut dengan Yoongi di rumah tua itu.

"Yoongi hyeong.. Hhhhh.. Bertahanlah! Hoseok... Hhhhh.. Hhhhh... Kau juga... Hhhh... Harus bertahan!" sahut Namjoon sambil terus berlari.

.

.

.

Jin terbangun malam itu karena ingin buang air kecil.

Jin melihat ke samping kanan dan kirinya.

Jungkook dan Jimin tengah terlelap.

"Uh? Dimana Taehyung? Apa ia kembali ke tendanya? Mengapa ia senekat itu?" gumam Jin.

Jin akhirnya membangunkan Jungkook agar Jungkook mau menemaninya buang air di depan sana.

"Jungkook ah.. Bangun... Temani aku buang air...Aku tidak tahan..." bisik Jin sambil menggoyangkan tubuh Jungkook.

Jungkook terbangun. "Waeyo, hyeong?" sahutnya dengan wajah masih sangat mengantuk.

"Temani aku buang air kecil..." sahut Jin. "Aku takut..."

"Araseo.." sahut Jungkook, masih dengan wajah mengantuk.

Jungkook menatap Jimin yang tengah terlelap.

"Uh? Taehyung hyeong mana, hyeong?" tanya Jungkook.

"Molla.. Waktu aku terbangun barusan, ia sudah tidak ada..." sahut Jin.

Jungkook memiringkan kepalanya. "Kemana ia di jam segini?"

.

.

.

"Arghhhhh!" Taehyung merintih kesakitan ketika tendangan Yoongi yang sangat kencang itu mengenai perutnya.

"Hhhhhh... Hhhhhhhhhh..." Yoongi mulai terengah-engah menghadapi Taehyung. Energinya mulai terkuras.

Taehyung menatap Yoongi. "Ternyata tubuh kecilmu cukup kuat juga, hyeong.. Aku.. Jadi semakin bergairah untuk segera menyayat seluruh kulit tubuhmu..."

Yoongi berusaha mengulur waktu sebisa mungkin, namun tenaganya sudah semakin terkuras.

Dan kata-kata itu sejak tadi terus terngiang di benak Yoongi.

"Seorang psikopat hanya bisa membunuh dengan alat-alat yang dimilikinya. Selama ia tidak memegang batu, pisau, ataupun alat yang bisa melukaiku, aku pasti bisa melawannya. Karena tenaga seorang psikopat tidaklah terlalu kuat! Mereka hanya bisa menang jika sudah memegang alat bantu di kedua tangannya. Karena itu, aku harus menjatuhkan Taehyung sebelum tangannya mengambil alat yang bisa melukaiku."

Berkali-kali Taehyung berusaha mengeluarkan pisau lipat dari sakunya namun selalu tertahan Yoongi karena Yoongi berhasil memukul ataupun menendang Taehyung setiap Taehyung tengah berusaha mengambil pisau di sakunya itu.

Dan ketika Yoongi tengah mengatur nafasnya yang terengah-engah itu, Taehyung dengan gesitnya memasukkan tangan kanannya ke dalam sakunya.

Seketika itu juga, Taehyung menyeringai sambil menatap Yoongi. Pisau lipat itu sudah ada di genggaman Taehyung.

Dan detik itu juga. Batin Yoongi menggumam. "Game over."

.

.

.

Baru saja Jin selesai buang air kecil dan meresleting celananya, Jungkook menghampiri Jin.

"Ayo kita cek tenda Taehyung hyeong dan Yoongi hyeong, hyeong. Entah mengapa, perasaanku sangat tidak enak." sahut Jungkook.

"Araseo." sahut Jin. "Kau periksa tenda Taehyung, aku akan mengecek tenda Yoongi." sahut Jin.

Jin dan Jungkook bergegas melihat ke dalam tenda Taehyung dan Yoongi.

"Taehyung hyeong tidak ada dalam tendanya." sahut Jungkook sambil menatap Jin.

"Yoongi juga..." sahut Jin. "Tendanya kosong..."

"Ada dimana mereka?" sahut Jungkook. Ekspresi takut mulai terbentuk di wajahnya.

Dan tiba-tiba, Jin seolah mendengar ada suara dari kejauhan.

"Aku mendengar suara orang berlari menuju kesini!" pekik Jin.

"Ayo kita segera bersembunyi ke dalam tenda!" sahut Jungkook sambil menarik tangan Jin dan berjalan cepat menuju tenda Jungkook.

Jungkook dan Jin segera masuk ke dalam tenda mereka. Jimin pun terbangun mendengar nafas Jungkook dan Jin yang terengah-engah.

"Ada apa?" tanya Jimin sambil membuka matanya.

"Sssssttt..." sahut Jin sambil meletakkan jari telunjuk kanannya di bibirnya.

"Wae.. Waeyo?" Jimin mulai merasa takut melihat ekspresi Jin.

Suara orang berlari itu semakin mendekat ke arah tenda mereka.

"Ada... Suara apa itu?" bisik Jimin.

Jungkook mengintip dari dalam tenda.

Dan Jungkook sontak berteriak, "Namjoon hyeong! Hoseok hyeong!"

Jungkook segera bergegas keluar ketika melihat Namjoon terengah-engah sambil menggendong tubuh Hoseok di punggungnya.

"Akhirnya... Hhhhh.. Aku... Hhhh... Sampai kesini..." sahut Namjoon sambil terengah-engah.

Jin dan Jimin ikut keluar dari tenda dan sangat terkejut ketika melihat keadaan Namjoon dan Hoseok.

"Namjoon ah! Namjoon ah, kau kenapa? Hoseok kenapa?" tanya Jin dengan panik.

"Kau kenapa, hyeong? Hoseok hyeong.. Hoseok hyeong kenapa berdarah seperti itu? Tangan dan wajahmu juga berdarah, hyeong!" sahut Jimin dengan sangat panik ketika melihat kondisi Namjoon dan Hoseok.

"Taehyung... Hhhhhh... Taehyung..." sahut Namjoon.

"Taehyung kenapa?" tanya Jin.

"Hoseok hyeong kenapa?" tanya Jungkook ketika menyadari Hoseok sudah tidak sadarkan diri.

"Taehyung... Yang membuat Hoseok... Hhhhh... Jadi begini... Hhhhh..." sahut Namjoon.

Ketiga bocah itu terbelalak.

"A... Apa maksudmu?" tanya Jin.

"Taehyung... Hhhhhh.. Yang membunuh... Mereka... Hhhhhh... Dan ia... Sedang.. Hhhhh... Bertarung... Dengan... Hhhhh... Yoongi hyeong... Hhhhh..." sahut Namjoon lagi.

"APA?" Kedua bola mata ketiga bocah itu membulat dengan sangat sempurna.

"Cepat... Hhhhhh... Bawa Hoseok... Hhhhh... Hhhhh... Ke tenda Jongsuk hyeong... Agar... Hhhhh.. Ia diobati... Hhhh..." sahut Namjoon, masih terus berusaha mengatur nafasnya. "Dan... Hhhhh... Hhhhhh... Ayo kita... Selamatkan... Hhhhh... Yoongi... Hyeong... Hhhhh..."

.

-TBC-


reply for review:

chaeun97 : ff saya banyak tuh yg namjon castnya, romance tp bukan mistery XD alhamdulillah klo kamu suka :) ini lanjutannya :)

aliyasepti : jeng jeng jreng~ udah ketauan kan siapa pelakunya? kira2 pada selamat kaga? :)

taniaarmy19 : darimana aja taniaaaaaaaaaaaaa {} kan abang kangen {} tetot, tebakan anda salah wkwkw :) not yoongi, not today/? wuihhh dibilang makin seru jd terhura {} thx for liking this ff ya tan :)

Habibahjeon : chukkae, salah satu dari tebakanmu benar XD