Title: BANGTAN HORROR CAMP
Cast: Yoongi, Hoseok, Taehyung, Namjoon, Jimin, Jin, Jungkook
Lenght: Chapter Part
Rating: 15+
Author: Tae-V [Twitter KTH_V95]
CHAPTER 10
.
"Namjoon ah! Namjoon ah, kau kenapa? Hoseok kenapa?" tanya Jin dengan panik.
"Kau kenapa, hyeong? Hoseok hyeong.. Hoseok hyeong kenapa berdarah seperti itu? Tangan dan wajahmu juga berdarah, hyeong!" sahut Jimin dengan sangat panik ketika melihat kondisi Namjoon dan Hoseok.
"Taehyung... Hhhhhh... Taehyung..." sahut Namjoon.
"Taehyung kenapa?" tanya Jin.
"Hoseok hyeong kenapa?" tanya Jungkook ketika menyadari Hoseok sudah tidak sadarkan diri.
"Taehyung... Yang membuat Hoseok... Hhhhh... Jadi begini... Hhhhh..." sahut Namjoon.
Ketiga bocah itu terbelalak.
"A... Apa maksudmu?" tanya Jin.
"Taehyung... Hhhhhh.. Yang membunuh... Mereka... Hhhhhh... Dan ia... Sedang.. Hhhhh... Bertarung... Dengan... Hhhhh... Yoongi hyeong... Hhhhh..." sahut Namjoon lagi.
"APA?" Kedua bola mata ketiga bocah itu membulat dengan sangat sempurna.
"Cepat... Hhhhhh... Bawa Hoseok... Hhhhh... Hhhhh... Ke tenda Jongsuk hyeong... Agar... Hhhhh.. Ia diobati... Hhhh..." sahut Namjoon, masih terus berusaha mengatur nafasnya. "Dan... Hhhhh... Hhhhhh... Ayo kita... Selamatkan... Hhhhh... Yoongi... Hyeong... Hhhhh..."
"Yoongi hyeong bertarung dengan Taehyung hyeong?" Jungkook semakin terbelalak. "Dimana mereka sekarang?"
"Di sebuah rumah tua... Hhhhh.. Di tengah hutan..." sahut Namjoon. "Aku.. Menemukan Hoseok dalam kondisi sekarat begini.. Hhhh... Di dalam rumah tua itu... Hhhh..."
Jin segera berlari ke tenda Jongsuk dan Lee Joon, membangunkan kedua tim Bangtan Camp yang tengah terlelap malam itu.
"Hyeong! Bangun, hyeong! Kami butuh bantuanmu!" teriak Jin sambil menyelusup masuk ke dalam tenda mereka.
Jongsuk dan Lee Joon terbangun.
"Ada apa?" tanya Jongsuk.
"Taehyung! Ternyata Taehyung pelakunya! Ia yang menyerang Hoseok dan menyembunyikannya dalam sebuah rumah tua di tengah hutan!" sahut Jin.
"Mwoya?" Jongsuk dan Lee Joon terbelalak.
"Sekarang Yoongi hyeong yang terjebak disana dengan Taehyung! Dan Hoseok sudah berhasil dibawa kesini oleh Namjoon, namun ia tidak sadarkan diri!" sahut Jin.
Lee Joon segera membuka ranselnya dan mengeluarkan kotak P3K, lalu mereka bertiga bergegas menghampiri keempat bocah itu.
Namjoon sudah berhasil mengatur nafasnya dengan sempurna dan tengah memeluk tubuh Hoseok yang tak sadarkan diri itu ketika Jin, Jongsuk, dan Lee Joon tiba.
"Jung Hoseok!" Lee Joon dan Jongsuk terkejut melihat kondisi Hoseok yang berlumuran darah dari kepalanya.
"Kurasa Taehyung memukuli tubuhnya juga, hyeong. Tubuhnya sudah kesakitan ketika aku tiba disana.." sahut Namjoon. Bola matanya mulai basah.
"Hoseok ah... Bangun, Hoseok ah!" sahut Jin.
"Hyeong! Buka matamu, hyeong... Jebal..." sahut Jimin.
"Hoseok hyeong... Bertahanlah, hyeong.." sahut Jungkook.
Lee Joon segera mengeluarkan kantong infusan dan sebuah suntikan dari kotak P3K nya.
"Kau membawa infusan, hyeong?" tanya keempat bocah itu sambil terkejut menatap Lee Joon.
"Setiap kami mengadakan acara kemah, kami selalu membawa beberapa infusan dan obat-obatan, karena seringkali terjadi kasus para peserta menderita dehidrasi atau tak sadarkan diri karena kelelahan." sahut Jongsuk sambil membantu Lee Joon memasangkan infusan itu ke tangan Hoseok.
"Bagaimana dengan luka di kepalanya? Kurasa lukanya cukup parah, hyeong.. Darahnya banyak yang terbuang..." sahut Jin, air mata juga mulai membasahi wajah Jin.
Lee Joon menatap Jongsuk. "Kau belum lupa cara menjahit kan, hyeong?"
Jongsuk menganggukan kepalanya. "Aku akan menjahit luka di kepalanya."
"Ne?" Keempat bocah itu lagi-lagi terbelalak mendengar ucapan Jongsuk.
"Aku lulus dari sekolah kedokteran dan sempat menjadi dokter bedah selama tiga tahun. Tapi aku berhenti sejak aku tidak bisa menyelamatkan nyawa ayahku sendiri..." sahut Jongsuk.
"Karena itu ia berhenti menjadi dokter dan memilih bekerja dengan Bangtan Camp.." sahut Lee Joon. "Sebenarnya, aku juga lulusan sekolah perawat karena orang tuaku memakasaku menjadi perawat. Tapi setelah lulus, aku memberontak dan tidak mau bekerja di rumah sakit."
"Semua staff Bangtan Camp wajib memiliki keahlian di bidang kedokteran karena acara kemah seperti ini cukup tinggi kemungkinan terjadinya kecelakaan..." saht Jongsuk.
"Tapi.. Ini.. Pertama kalinya.. Ada pembunuhan dan kejadian semengerikan ini.." sahut Lee Joon.
Jongsuk pun segera membopong tubuh Hoseok ke dalam tendanya setelah infusan itu terpasang sempurna, lalu melakukan operasi kecil di dalam sana, menjahit luka sobek di kepala Hoseok akibat pukulan balok kayu yang cukup keras.
Keempat bocah itu masih tercengang. Mereka sama sekali tidak menyangka, kedua anggota tim Bangtan Camp yang mereka pikir pelakunya itu justru adalah orang-orang yang ahli di dunia kedokteran.
Selama menunggu Lee Joon dan Jongsuk menjahit luka Hoseok, Namjoon menceritakan semua kejadian yang terjadi di rumah tua itu.
Semua ucapan Taehyung, dan semua ketakutan yang dirasakan Namjoon, semua itu diceritakan Namjoon.
"Jadi... Yang menetukan tempat terpencil ini... Taehyung?" tanya Jin.
Namjoon menganggukan kepalanya. "Bahkan ayahnya tidak tahu akan tindakan mengerikan anaknya ini..."
"Lalu.. Bagaimana nasib Yoongi hyeong sekarang?" Jimin mulai menangis ketakutan membayangkan bagaimana perjuangan Yoongi di rumah tua itu.
"Bagaimana kalau kita beremapt segera kesana untuk menyelamatkan Yoongi hyeong?" sahut Namjoon.
Jin dan Jimin terdiam, wajah mereka menjadi pucat seketika.
"Aku.. Takut, Namjoon ah..." sahut Jin.
"Aku juga..." sahut Jimin.
"Kalau kita berdua bagaimana?" tanya Jungkook.
"Kau yakin bisa melawannya?" tanya Namjoon.
"Jumlah kita lebih banyak darinya." sahut Jungkook.
Tak lama kemudian Lee Joon keluar dari tendanya dan menghampiri keempat bocah itu.
"Hoseok akan baik-baik saja, namun ia masih butuh banyak istirahat..." sahut Lee Joon.
"Dahengiya..." Keempat bocah itu menghela nafas lega.
"Kalau begitu, sekarang waktunya kita menyelamatkan Yoongi." sahut Jongsuk yang kini sudah berdiri di belakang Lee Joon.
"Jin dan Jimin, kalian jangan kemana-mana! Tetaplah di dalam tendaku dan menjaga Hoseok, araseo? Kami berempat yang akan melawan psikopat sialan itu!" sahut Lee Joon.
Dari tatapannya, terlihat jelas seberapa ebsar tekad Lee Joon untuk menghabisi Taehyung.
"Araseo, hyeong.." sahut Jin dan Jimin bersamaan.
Jin menggenggam tangan Namjoon, lalu menatap tepat ke kedua bola mata Namjoon. "Kau harus kembali dalam keadaan selamat, araseo?"
Namjoon tersenyum. "Araseo, hyeong..."
.
.
.
"ARGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"
Jeritan Yoongi menggema, memenuhi seisi rumah tua itu.
Tenaga Yoongi sudah terkuras banyak ketika melawan Taehyung tadi, dan kini ia tidak bisa melakukan apa-apa karena pisau itu sudah ada dalam genggaman Taehyung.
Tubuh Yoongi tengah terpepet di sudut rumah tua itu, dengan darah mulai menetes dari tangan kanannya akibat sayatan dari pisau lipat milik Taehyung.
Taehyung menyeringai, menatap Yoongi. "It's my showtime..."
Taehyung mendekat ke arah Yoongi, namun tubuh mungil Yoongi masih cukup gesit untuk menghindar dari serangan Taehyung yang tengah mengicar wajahnya.
"Oooohhhhh... Kau masih punya sisa tenaga rupanya? Aigoo.. Ini sangat menarik, hyeong.." sahut Taehyung sambil menatap Yoongi.
Dan Taehyung kini bergerak lebih cepat, menuju ke arah Yoongi dengahn pisau di tangannya.
Yoongi berusaha menghindar namun sia-sia, tenanganya sudah terlalu anyak terbuang, belum lagi rasa sakit pada luka sayatan di tangan kanannya.
"ARGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"
Sayatan pisau itu tepat mengenai pipi kanan Yoongi, membuat rasa perih itu menjalar ke seluruh tubuh Yoongi.
Yoongi bisa merasakan, darah segar yang hangat itu mulai menetes dari pipi kanannya.
Dan ketika Yoongi tengah mengerang kesakitan, Taehyung segera menendang tubuh Yoongi hingga Yoongi terjatuh ke lantai.
"ARGGGGHHHHHHHHHHHHH!"
Taehyung mendekat ke arah tubuh Yoongi yang tengah tergeletak di lantai, lalu menendangi tubuh Yoongi tanpa ampun.
"Mati kau! Mati kau!" teriaknya sambil terus menendangi tubuh Yoongi.
Rasa sakit akibat tendangan Yoongi di tubuh Taehyung tadi masih terasa, karena itu Taehyung menendangi Yoongi tanpa ampun untuk membalas rasa sakit yang dirasakannya itu.
"ARGGGHHHHHHHHHHHH!" Yoongi hanya bisa mengerang kesakitan, sudah tak ada lagi tenaga untuk melawan ataupun menghindar dari serangan Taehyung.
Dan...
BUK!
Tendangan yang sangat keras itu diarahkan Taehyung tepat di perut Yoongi. Membuat darah keluar dari mulut Yoongi akibat tendangan Taehyung itu.
"Hhhhhhhhhhhhhhhhhh..." Yoongi hanya bisa merintih kesakitan. Rasa nyeri langsung menjalari sekujur tubuhnya.
"Berani-beraninya kau mempermainkanku..." sahut Taehyung sambil mengarahkan pisau itu ke wajah Yoongi.
Dan darah seketika itu juga bermuncratan.
Ketika pisau itu...
Menancap...
Tepat...
Di bola mata kanan Yoongi.
"ARRRRGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!"
Darah segar membasahi wajah Yoongi.
Membuat sebuah senyuman terbentuk di wajah Taehyung.
"Waktunya memulai aksiku..." sahut Taehyung dengan seringai di wajahnya.
.
.
.
Jongsuk, Lee Joon, Namjoon, dan Jungkook berlari secepat mungkin menuju ke rumah tua itu.
Kali ini nyawa Yoongi taruhannya!
Mereka bertekad harus menyelamatkan Yoongi sebelum Taehyung sempat melakukan hal yang berbahaya.
Namjoon berlari paling depan, memimpin, karena ia yang tahu betul dimana letak rumah tua itu.
Kali ini, mereka berempat mengabaikan semua luka gorean yang mengenai tubuh dan wajah mereka akibat ranting-ranting pohon yang agak tajam itu.
Bagi mereka hanya ada satu hal yang terpenting.
Nyawa Yoongi.
Mereka terus berlari tanpa berhenti sedetikpun.
Dan di tengah gelapnya hutan malam itu, di tengah suara hembusan nafas mereka yang terdengar semakin kencang akibat kelelahan berlari, sebuah suara teriakan yang sangat kencang terdengar.
"ARRRRGGGGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH...!"
"Itu suara Yoongi hyeong!" pekik Jungkook.
Langkah mereka pun semakin kencang. Mereka kini berlari semakin cepat, menuju ke rumah tua yang sudah mulai terlihat jelas di depan sana.
"Yoongi hyeong, bertahanlah..." gumam Namjoon sambil berlari.
.
.
.
GUBRAK!
Pintu rumah itu terbuka setelah Jongsuk menendang dengan sekuat tenaga.
Dan.
Pemandangan mengerikan itu.
Menyambut mereka berempat.
Tubuh Yoongi terkapar dalam posisi terduduk bersandar ke tembok di ujung sana, di sudut rumah tua itu.
Mata kanan Yoongi mengalirkan darah yang begitu deras, dengan penuh sayatan di wajah dan sekujur tubuhnya.
Dada Yoongi masih terlihat naik turun, itu artinya ia masih bernafas.
Hanya saja, tubuhnya sudah tidak sanggup lagi digerakan karena kehabisan sangat banyak darah. Belum lagi rasa nyeri yang menjalari sekujur tubuhnya.
"Hyeong..." Tanpa sadar, Jungkook meneteskan air mata melihat kondisi Yoongi yang sangat mengenaskan itu.
Namjoon bergidik ngeri, begitu juga dengan Lee Joon dan Jongsuk.
Sementara sang psikopat biadab itu.
Tengah berdiri sambil tersenyum menyeringai menatap keempat pria yang baru tiba disana.
"Kalian terlambat. Nyawa Yoongi hyeong akan segera berakhir, bahkan tanpa harus kusakiti lebih lanjut. Karena ia... Sudah kehabisan sangat banyak darah..." sahut Taehyung dengan nada santai sambil tersenyum.
"Kau memang psikopat gila!" teriak Namjoon. "Kami... Akan menghabisimu malam ini!"
"Cih..." sahut Taehyung dengan senyuman meremehkan. "Coba saja kalau kalian berani.."
.
.
.
"Hoseok, bertahanlah..." sahut Jin sambil terus menggenggam erat tangan Hoseok yang masih terbaring tak sadarkan diri itu.
Jimin terus menatap wajah Hoseok dengan air mata yang tergenang di kedua bola matanya. "Hyeong.. Sadarlah, hyeong.. Kau harus bertahan, hyeong..."
Jin dan Jimin kemudian saling bertukar pandang.
"Bagaimana... Nasib Yoongi hyeong sekarang ya, hyeong?" tanya Jimin dengan nada penuh ketakutan.
"Apakah.. Mereka berempat akan baik-baik saja?" tanya Jin. Jin benar-benar lemah rasanya membayangkan Namjoon harus kembali ke sana dan berhadapan dengan Taehyung.
"Kita hanya bisa berdoa, hyeong..." sahut Jimin sambil mengusap air mata , air mata juga tengah membasahi wajahnya saat itu.
Tak lama kemudian, tiba-tiba Hoseok membuka kedua matanya.
"Aku... Ada dimana?" tanya Hoseok sambil mengernyitkan kepalanya karena kepalanya masih terasa sangat nyeri.
"Hoseok ah! Kau sudah sadar?" sahut Jin dengan nada terkejut.
"Hyeong!" Jimin juga terkejut.
"Jin hyeong? Jimin?" tanya Hoseok dengan nada lemah. "Mengapa aku... Ada bersama kalian?"
Jin dan Jimin menjelaskan semuanya kepada Hoseok.
"Andwe..." sahut Hoseok dengan ekspresi sedih di wajahnya. "Bagaimana bisa Namjoon membawaku kesini dan meninggalkan Yoongi hyeong disana?"
"Namjoon berkata, itu semua kemauan Yoongi hyeong. Ia yang memaksa Namjoon berlari untuk menyelamatkanmu.." sahut Jin.
"Yoongi hyeong... Bagaimana kondisinya saat ini?" sahut Hoseok.
Jin dan Jimin menggelengkan kepalanya.
"Kami bahkan tidak tahu bagaimana kondisi mereka berempat yang tengah berusaha menyelamatkan Yoongi hyeong.." sahut Jimin lemah.
"Andwe... Yoongi hyeong harus selamat..." sahut Hoseok. Air mata mulai menetes dari sudut matanya, sementara tubuhnya masih terbaring lemah di tenda itu.
.
.
.
BUK!
"Arrrggghhhhhhhhhh"
Tubuh Jongsuk terpental ke lantai setelah perutnya mendapat tendangan yang sangat kuat dari Taehyung ketika Jongsuk berusaha menyerang Taehyung.
"Hyeong!" pekik Namjoon.
Pisau itu terus digenggam erat oleh Taehyung sebagai satu-satunya perlindungan diri untuk melawan keempat pria dihadapannya itu.
Keahlian Taehyung menggunakan pisau itu sungguh mengerikan.
Pipi kiri Jungkook bahkan sudah meneteskan darah sejak tadi ketika Jungkook berusaha menyerang Taehyung namun dengan sigapnya Taehyung menggoreskan pisau itu ke pipi Jungkook.
Jungkook yang tengah menahan rasa perih dan nyeri di pipinya itu akhirnya kembali maju menyerang Taehyung ketika melihat tubuh Jongsuk terjatuh dengan keras ke lantai.
Jungkook berhasil menendang kaki Taehyung, namun tangan Taehyung dengan sigapnya bergerak, dengan pisau di tangannya.
Membuat sebuah luka goresan di pinggang Jungkook.
Darah langsung seketika merembes ke kaos yang tengah dipakai Jungkook.
"ARRRGGHHHHHHHHHHHHHHH!"
Rasa nyeri itu seketika membuat Jungkook kembali berteriak kesakitan.
"Jungkook ah!" Lee Joon langsung menarik tubuh Jungkook ke belakang sebelum Taehyung menyerang tubuh Jungkook lagi.
Namjoon, yang telah kehabisan akal sehatnya, segera menyerang Taehyung.
Namjoon berlari lalu melompat dan menendang wajah Taehyung, namun naasnya kaki Namjoon tertangkap oleh tangan Taehyung.
Langsung saja tubuh Namjoon dibanting dengan keras ke lantai oleh Taehyung.
BUK!
"Arrggggghhhhhhhhhhhhhhhhh!"
Jongsuk yang masih kesakitan akibat tendangan Taehyung di perutnya berusaha melindungi Namjoon dari serangan Taehyung berikutnya.
Tubuh Jongsuk refleks meniban tubuh Namjoon yang tengah terkapar di lantai.
Dan seketika itu juga, pisau yang tengah Taehyung arahkan untuk menusuk Namjoon, kini menancap di punggung Jongsuk.
"ARRRRRRRRRRRGHHHHHHHHHHHHHHHHHHHH!"
Darah segar langsung membasahi kaos yang dikenakan Jongsuk.
"HYEONGGGGGGGGGGGG!" pekik Jungkook.
"Cih! Kau berniat melindungi Namjoon, hyeong? Sunggu mengharukan.." sahut Taehyung sambil menyeringai.
Seketika itu juga kesabaran Lee Joon habis.
Ketika Taehyung tengah asik menatap darah merah segar yang membasahi kaos Jongsuk, Lee Joon langsung mengarahkan sebatang kayu yang ditemukannya barusan di sudut ruangan ke kepala Taehyung dari arah belakang Taehyung.
Tanpa Lee Joon sadari, bahwa ternyata di ujung kayu itu tertancap sebuah paku yang sudah berkarat namun masih tajam.
BUK!
Seketika itu juga, darah mengucur dari kepala Taehyung.
"KAUUUUUUUUUUUUUUUUU! ARGHHHHHHHHHHHHHHHH!" Kali ini gantian Taehyung yang menjerit kesakitan.
Pisau itu masih menancap di punggung Jongsuk, dan tubuh Taehyung terbaring di lantai sambil terus mengerang kesakitan.
Tanpa ampun, Lee Joon terus memukuli Taehyung dengan kayu itu hingga tubuh Taehyung dipenuhi luka dan darah merah segar.
"Saatnya kita untuk kabur dari sini!" rintih Namjoon sambil berusaha menahan agar darah di punggung Jongsuk tidak mengalir lebih deras.
"Aku harus membunuh psikopat sialan ini dulu baru kita bisa aman." sahut Lee Joon.
"Hyeong..." Jungkook menatap Lee Joon.
Dan sekali lagi.
BUK!
Kayu dengan paku di ujungnya itu.
Mendarat dengan sangat kencang di kepala Taehyung.
Membuat paku itu kali ini menancap dengan kuatnya di batok kepala Taehyung.
Membuat darah langsung mengalir deras dari kepala Taehyung.
Dan seketika itu juga... Taehyung menghembuskan nafas terakhirnya.
"Lee Joon hyeong..." Namjoon, Jungkook, dan Jongsuk menatap Lee Joon dengan tatapan sangat terkejut.
Lee Joon langsung terduduk lemah di atas lantai sambil menatap darah yang membasahi kepala Taehyung.
"Gwenchana, hyeong.. Gwenchana... Toh, kau melakukan ini demi menolong kita semua..." sahut Jungkook sambil menepuk pelan bahu Lee Joon, sementara rasa nyeri akibat luka sobek di pipi dan pinggangnya terasa semakin nyeri.
"Saatnya kita kembali... Ke tenda..." sahut Namjoon pelan.
.
.
.
Matahari sudah bersinar sangat terik pagi itu.
Jin, Jimin, dan Hoseok, terduduk di kayu panjang di depan tenda sambil menunggu kembalinya keempat pria itu dan Yoongi.
Dari kejauhan, akhirnya sosok mereka pun terlihat juga.
Jimin berdiri dan berjalan beberapa langkah ke depan untuk melihat dengan lebih jelas.
"Itu mereka!" pekik Jimin.
Hoseok, yang masih belum pulih sepenuhnya, berjalan dengan bantuan Jin, menghampiri Jimin.
Jin, Jimin, dan Hoseok langsung memekik seketika ketika melihat betapa mengerikannya kondisi mereka yang baru saja kembali.
Jungkook dengan luka sayatan di pinggang dan pipinya.
Jongsuk dengan luka tusuk di punggungnya.
Namjoon yang berjalan tertatih karena rasa nyeri akibat tubuhnya terbanting tadi.
Dan Lee Joon yang bajunya sudah bersimbar darah, dengan tubuh Yoongi yang hancur penuh luka sayatan dan tusukan di punggung Lee Joon.
"Kalian..." Air mata langsung membasahi wajah Jin.
"Bagaimana... Dengan Taehyung?" tanya Jimin.
"Ia... Sudah tak bernyawa.. Di rumah tua itu..." sahut Jungkook lirih.
Jimin membelalakan kedua bola matanya.
"Yoongi hyeong! Bagaimana kondisi Yoongi hyeong? Mengapa matanya hancur sebelah? Mengapa tubuhnya dibanjiri darah?" tanya Hoseok sambil menangis.
Lee Joon menggelengkan kepalanya. "Nyawa Yoongi... Tidak berhasil kami selamatkan... Mianhae, Jung Hoseok..."
"ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!" Hoseok langsung terduduk lemah sambil berteriak dalam tangisnya.
"Mari kita adakan pemakaman yang layak untuk Yoongi setelah kita keluar dari hutan sialan ini." sahut Lee Joon.
Tak lama kemudian, mobil van itu datang menjemput mereka.
Dan supir dari kedua mobil van itu terbelalak melihat apa yang tengah terjadi.
"Cepat bawa mereka semua ke rumah sakit segera!" sahut Lee Joon.
Mereka bergegas menaiki mobil van itu.
Dan tepat ketika Namjoon akan menutup pintu mobil van yang dinaikinya, angin berhembus menyeka wajahnya.
Dan seolah terdengar sebuah bisikan di telinga Namjoon.
"Gumawo.. Karena telah membalaskan dendam kami.."
Suara itu...
Suara Yoongi, Kyungsoo, Sungjae, dan Sandeul.
Seketika itu juga, rasa dingin menjalar ke seluruh tubuh Namjoon.
Dan tanpa sadar, air mata yang hangat itu menetes dari kedua bola mata Namjoon.
Membasahi wajahnya yang tampan.
.
-END-
Note: AKHIRNYA END JUGA :) Kali ini agak pendek ya cuma 10 chapter wkwkw XD
Semoga FF ini lagi-lagi sukses menghibur kalian semua. Maafkan untuk segala kekurangan yang ada. /deep bows/
Untuk semua yang berharap Yoongi kaga mati, mohon maapkeun author yang lagi sadis ini/? Sini2 saya peluk sebagai permintaan maaf saya {} #LahModusan/?
Thx a lot buat semua masukan, review, semangat, dan dukungannya selama penggarapan FF ini. {}
Next Mysteri/Horror FF, saya akan buat "MYSTERY OF BIGHIT HOSPITAL." Ini masih saya garap sih wkwkw
Selamat menunggu karena saya juga belum bisa memastikan kapan FF ini akan published :)
Untuk pengganti FF ini insya allah mulai minggu depan saya bakal published "LOVE IN BETWEEN - VHope YoonSeok FF"
See u all in my other ff :) Saranghae, all!
reply for review:
Guest : ini nugu btw? kaga ada namanya :') jiahahahaha bukannya baca dulu malah langsung kesini XD kaga seru dong udah tau kan pelakunya siapa XD
aliyasepti : masa sih kaga ketebak ya? wkwkw
chaeun97 : alhamdulillah kalo suka :) thx a lot pujiannya ya eun :) ini last chapternya ya semoga suka sama endingnya :)
HanaChanOke : miane miane hajima/? :'(
Habibahjeon : teganya taetae berakting/? XD
