Seventeen Romance

Rat : T-M

Oneshot!

Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda

Baik itu manis, asam, pahit, asin.

Semua memiliki rasa sendiri-sendiri

Jadi...

Nikmatilah...

.

.

Happy reading

"Love First Sight?"

(Sequel jealouse?)

Cast : lee seokmin (17)

Hong jisoo/ gs (18)

Slight : jeongcheol

Kim mingyu

Rat : T

Jisoo POV

Terkadang aku berpikir, apa aku salah mengambil keputusan yang menyangkut masalah asmaraku karena kalian juga mengetahuinya. Aku menerima pernyataan cinta seorang pria tepat ketika pria yang kusukai jelas-jelas menolakku bahkan sebelum aku menyatakan perasaanku. Aku pernah bertanya padanya tentang bagaimana perasaannya? Kenapa dia menyatakan perasaannya bahkan itu adalah hari pertamaku bertemu dengannya? Dan dia hanya menjawab perasaan tak akan ada yang tahu, sampai kami berkencan beberapa kalipun dia tetap nampak ceria padahal aku mengatakan padanya jika aku belum bisa mencintainya. Aku jahat? Terserah kalian akan mengatakan apapun padaku aku tak peduli.

"Kenapa kau mencintaiku?" tanyaku ulang karena seokmin terus mengelus tanganku ketika kami berkencan disebuah taman, seokminpun memandangku dan tersenyum.

"Sudah kukatakan bukan, aku jatuh cinta padamu diawal pertemuan kita dan aku bukanlah seseorang yang suka berbasa-basi." Ucapnya, diapun kembali memandang kedepan dan aku hanya memandangnya sendu.

"Tapi aku menerimamu karena aku baru saja patah hati ditolak oleh pria yang kusukai."

"Aku tahu, jadi tak perlu dijelaskan lagi yah." Ucapnya dengan mengelus kepalaku.

"Kenapa dia selalu nampak baik-baik saja? Apa dia sungguh mencintaiku?"

.

.

.

Kubuka buku fisikaku dan membaca satu persatu rumus untuk memahaminya dan menuliskannya dibuku tulisku, namun aku hanya menyerngit heran ketika ada seorang gadis yang duduk didepanku dan jika tak salah ingat dia adalah kekasih seungcheol.

"Jeonghan?" tanyaku, diapun tersenyum dan mengangguk.

"Ah, ada apa?" tanyaku tersenyum dengan menutup buku fisikaku.

"Tak ada, seungcheol bilang aku harus mengenal teman kelasnya jadi aku kemari karena kudengar kau ada diperpustakaan. Kudengar kau siswa pindahan amerika, benarkah?" tanyanya, akupun mengangguk.

"Iyah, tapi karena aku memiliki darah korea jadi aku bisa berbicara bahasa korea juga. Yah meskipun agak sedikit susah." Ucapku, diapun tertawa dan sungguh tawanya sangat manis. Pantas saja seungcheol benar-benar menyukainya.

"Oh iyah, kau pacar lee seokmin?"

"Darimana kau tahu?" tanyaku heran, diapun terkekeh.

"Aku saudaranya, yah meskipun saudara jauh tapi kami terbilang cukup dekat. Dia selalu curhat dengan antusias karena memiliki pacar yang cantik dan juga manis."

"Dia... selalu menceritakan aku?" tanyaku ragu, jeonghanpun mengangguk semangat.

"Dan aku terkejut ketika dia mengatakan kau adalah gadisnya, tak kusangka dia mengencani teman kelas seungcheolieku." Ucapnya, akupun hanya menunduk.

"Seokmin memang agak sedikit lincah, tapi dia juga memiliki sisi menyedihkan. Dia tak akan mengungkapkan rasa sedihnya pada siapapun, jadi jika dia terus ceria kau patut curiga padanya." Ucap jeonghan yang membuatku memandangnya.

"Apa maksudnya?"

"Nanti juga kau paham, aku pergi yah. Senang berkenalan denganmu." Ucap jeonghan dengan berdiri dan melambai, akupun hanya bisa balas tersenyum dan menatap buku.

"Sisi... menyedihkan?"

Seokmin POV

"Apa kau tak lelah? Dia bahkan tak mencintaimu?" ucap mingyu, akupun menatapnya.

"Iyah, aku tahu."

"Lalu apa yang kau harapkan? Apa kau hanya akan mengejar satu gadis? Aku tahu kau menyukai jisoo noona ketika dia pertama kali masuk sekolah ini, tapi tak kusangka jatuh cinta pada pandangan pertama akan membuatmu segila ini sampai mau dijadikan pelampiasannya." Keluhnya, akupun hanya menunduk sedih.

"Aku yakin lama kelamaan juga dia akan menyukaiku."

"Jika tidak?" tanya mingyu, sontak akupun berhenti menulis dan hanya memandang lirih tulisanku.

"Mungkin aku... akan menyerah."

"Jika begitu berhentilah memendam perasaanmu itu bung, aku tahu aku tak berhak ikut campur. Tapi kita sudah bersahabat dari kecil dan aku sudah tahu berapa banyak penderitaanmu itu bung, sebagai seorang sahabat kusarankan jangan salah memilih." Ucapnya dengan menepuk bahuku dan pergi dari kelas, kuremat pensilku dan semakin menunduk sedih.

.

.

.

"Oh jisoo noona?" ucapku bingung ketika melihatnya tengah berjalan sendirian dilapangan, dengan segera akupun berlari menghampirinya dan menahan lengannya sampai dia nampak terkejut.

"Seokmin?"

"Mau kemana?" tanyaku, diapun menggeleng dan kulihat dia membawa bungkusan makanan ditangannya.

"Mau makan siang? Kenapa tidak dikantin?" tanyaku heran, diapun tersenyum canggung.

"Aku... masih canggung." Ucapnya, akupun tertawa pelan dan menggenggam tangannya.

"Baiklah, aku akan menemanimu."

"Tapi..." ucapnya terhenti ketika aku menariknya, kamipun duduk dibawah pohon dan kulihat dia memakan rotinya perlahan.

"Kau nampaknya tak ada selera makan?" tanyaku, diapun memandangku.

"Aku? Tidak, makanku memang sedikit susah."

"Kenapa susah? Makanlah yang teratur, bagaimana jika kau sakit?" ucapku cemas dengan membelai pipinya, kulihat dia memegang tanganku dan menurunkannya.

"Seokmin... kenapa kau terus perhatian padaku?" tanyanya, akupun tersenyum.

"Tentu karena aku kekasihmu."

"Tapi aku..."

"Jangan lagi katakan itu, kumohon." Ucapku akhirnya, kupandang sendu jisoo yang terdiam.

"Jika kau terus mengatakan itu, aku bisa benar-benar menyerah dan melepaskanmu." Ucapku, kurasakan genggamannya mengerat.

"Jika sakit lalu kenapa tak mengatakannya? Kenapa terus tersenyum?" ucap jisoo, akupun hanya diam karena kaget jisoo memelukku erat.

"Jisoo..."

"Aku pernah ragu jika kau benar-benar mencintaiku karena setiap kali aku bertanya kenapa kau mencintaiku, kau tak sungguh-sungguh menjawabnya." Ucap jisoo dengan suara terisak, kupeluk tubuhnya dan memejamkan mataku.

"Aku mencintaimu diawal pertemuan kita ketika kau masuk sekolah ini, aku terlalu jatuh pada pesonamu dan aku selalu mengawasimu dari jauh. Aku juga tahu kau menyukai seungcheol hyung dan kau merasa patah hati dimana hari itu jeonghan noona muncul didepanmu, maka dari itu aku memutuskan untuk datang padamu. Awalnya aku ingin menghiburmu, tapi sungguh aku tak tahan dan aku menyatakan perasaanku padamu." Jujurku, diapun melepaskan pelukannya.

"Jadi... kau sungguh menyukaiku?" tanyanya, akupun tersenyum dan menangkup kedua pipinya.

"Bukan hanya suka, aku jatuh cinta pada pandangan pertama padamu jisoo noona." Ucapku tulus, diapun tersenyum.

"Aku menyukaimu, dan aku yakin aku juga bisa jatuh cinta padamu lee seokmin." Ucapnya yakin, akupun akhirnya merasa lega pada perasaanku dan mengecup bibirnya sekejap.

"Aku akan menunggu, berapa lamapun itu." Ucapku, jisoo kembali memelukku dan aku membalasnya erat.

Karena aku tahu, seberapa lamapun aku menunggu perasaanku tak akan berubah. Karena cinta pandangan pertamaku, akan terus bersamaku dan menemaniku menghadapi segalanya.

.

.

.

Aku sengaja bikin sequelnya seoksoo, gak enak juga cerita mereka cuman nyempil beberapa huruf di story orang.

Seperti biasa, aku butuh review biar tahu dimana letak kesalahanku.

Jadi jangan bosa untuk memberikanku masukan

Review juseyoooo

Annyeong!

Jinjun imnida.