Seventeen Romance

Rat : T-M

Oneshot!

Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda

Baik itu manis, asam, pahit, asin.

Semua memiliki rasa sendiri-sendiri

Jadi...

Nikmatilah...

.

.

Happy reading

"Baper?"

Cast : Choi hansol (vernon)

Boo seungkwan

All member seventeen

Rat : T

Genre : humor, romance, friendship (BL)

Author POV

Kini kita lihat suasana sepi yang tengah hinggap disebuah dorm milik idol grup terkenal yang tengah digandrungi oleh remaja maupun noona noona yang siap sedia meneriakan nama-nama mereka dengan kecepatan yang sama dengan rapper idol grup seventeen yang terkenal memiliki wajah bulenya. Ah, membahas masalah member tampan berwajah bule ini bisa kita lihat wajah tampannya itu tengah tertidur dengan pulas namun dia tak sendiri diranjangnya. Boo seungkwan, pria yang tengah merengut tak suka disampingnya itu kembali mencolek pipi pria bule tersebut.

"Hansol-ah... ireonaaaa..." ucapnya dengan suara pelan, entahlah dimana pikirannya itu. Boo seungkwan, bagaimana bisa orang bangun dengan suara sekecil itu.

"Hansol-ah..."

"Ya! Boo seungkwan! Cepat bangunkan dia, kau hanya modus bukan berlama-lama didalam sana!" teriak jeonghan, terlihat sekali muka kesal seungkwan karena memang benar adanya seungkwan tak berniat membangunkan hansol karena dengan begini dia bisa melihat wajah tampan hansol secara dekat.

"Ara! Ya! Hansol bangun." Teriaknya, pria yang dibangunkanpun menggeliatkan tubuhnya dan membuka matanya. Bukannya mengeluh karena dibangunkan, namun senyuman manisnya lah yang timbul dan memeluk seungkwan.

"Seungkwan-ah..." ucapnya manja, dan sudah dipastikan wajah seungkwan langsung memerah.

"B-bangunlah, jeonghan hyung bisa marah jika kita lama." Ucapnya berusaha mendorong tubuh vernon, vernonpun mengangguk dan bangkit setelah melepaskan pelukannya.

"Wah tidurku nyenyak." Ucap vernon senang dengan merentangkan tangannya, seungkwanpun langsung bangkit dan berjalan kearah pintu.

"Tunggu aku kwanie..."

"Berhenti memanggilku seperti itu!"

Seungkwan POV

Kumakan sarapanku dengan hikmat karena jadwal kami setelah ini akan benar-benar padat, kulirik sedikit vernon yang tengah menikmati makanannya namun juga tengah memperhatikan obrolan tak penting dari seokmin dan juga hoshi. Kudesahkan nafasku pelan dan menaruh sendokku padahal makananku belum habis.

"Lho? Kenapa tak dihabiskan?" tanya joshua hyung heran.

"Tiba-tiba saja perutku sakit."

"Perutmu sakit? Mau aku bawakan obat?" ucap vernon, akupun hanya menggeleng.

"Kau harus minum obat, sebentar." Ucapnya dengan langsung berdiri dan berlari kearah kotak obat yang terletak diruang tengah.

"Hyung, sebenarnya kalian pacaran atau tidak sih?" tanya chan, sedikit berbisik.

"Kami tak pacaran."

"Tapi sikap kalian seperti pacaran, aku aneh padanya." Ucap seokmin, akupun memandangnya.

"Hentikan, aku benar-benar tak selera makan jadinya."

"Hati-hati baper." Ucap mingyu, kulihat wonwoo hyung menyikutnya dan mingyu hanya mengeluh sakit.

"Baper yah?" pikirku, akupun menunduk.

"Tapi sepertinya aku sudah baper."

.

.

.

"Jadwal kita kali ini tak terlalu padat, kalian bisa istirahat." Ucap hyung, duo seoksoon pun hanya berteriak senang dan berlari kearah pasangan mereka masing-masing.

"Mereka berisik sekali." Keluh minghao, akupun hanya tersenyum mengangguk.

"Tumben tak jadi salah satu dari mereka?" tanya jeonghan hyung dengan merangkulku, akupun menggeleng lemas.

"Kau sakit?" tanya hyung, akupun menggeleng.

"Tidak hyung."

"Jika kau lemas seperti ini justru semua orang akan berpikir seperti itu, ah kutebak pasti ini karena hansol." Tebak jeonghan hyung, akupun memandang kearahnya yang tengah berbicara dengan wonwoo hyung yang mungkin saja membahas part rap mereka.

"Entah hyung, aku hanya kepikiran perkataan mingyu hyung."

"Apa? Aku? Kenapa aku?" protes mingyu.

"Masalah baper?" tanya joshua hyung, akupun mengangguk.

"Hansol selama ini selalu memperhatikanku dan memperlakukanku layaknya kekasihnya, tapi dia tak mengatakan perasaan yang sebenarnya padaku. Aku hanya takut... itu hanya bentuk perhatian biasa."

"Apa kau sudah mulai suka padanya?" tanya jeonghan hyung, akupun mengangguk pelan.

"Aku menyukainya hyung."

"Kalau begitu ayo pastikan." Ucap mingyu.

"Ya! Vernon, kemarilah." Panggil mingyu, diapun memandang kearah kami dan berjalan kearah kami.

"Ada apa?"

"Duduk saja." Ucap minghao, diapun duduk disampingku dan merangkulku.

"Kwanie, kau sakit?" tanya vernon, akupun menggeleng.

"Tapi dari tadi kau diam terus?"

"Vernon, sebenarnya kalian berpacaran atau tidak?" tanya mingyu tiba-tiba, vernonpun memandang mingyu.

"Aku? Seungkwan?" tanyanya, merekapun mengangguk.

"Tidak, kami hanya berteman."

DEG

Akupun langsung terdiam ketika vernon mengatakan itu dengan tawanya, semuanyapun hanya memandangku sendu dan kutundukan kepalaku.

"Seungkwan, mau kemana?" tanya vernon ketika aku melepaskan tangannya dari pundakku dan berdiri.

"Pulang!"

"Tapi..." ucapnya terhenti ketika aku membuka pintu dan pulang.

Vernon POV

"Ada apa?" tanyaku bingung ketika mereka semua memandangku tajam.

"Kau benar-benar pria tak peka." Kesal jeonghan hyung dengan berdiri dan pergi menyeret hyung, akupun hanya memandang bingung kearah mereka.

"Apa salahku?"

"Kau tak bisa lihat? Seungkwan sakit hati karenamu."

"Karenaku?" tunjukku kearah wajahku.

"Tentu, bagaimana bisa dengan santainya kau berkata 'tidak, kami hanya berteman' hah?" kesal joshua hyung dan pergi juga bersama lainnya kecuali mingyu. Kudengar mingyu menghela nafas dan menepuk pundakku.

"Kenapa tak mengatakan yang sebenarnya?" tanya mingyu, akupun menatapnya.

"Hyung..."

"Kurasa kau juga harus mengungkapkan perasaanmu pada seungkwan, jika kau terus menutupinya ini akan menjadi kesalahpahaman."

"Tapi aku takut dia menolakku."

"Tak akan, aku jamin." Yakinnya.

"Benarkah?" tanyaku, diapun mengangguk.

"Sekarang susul dia ke dorm, kurasa dia tengah menangis karena tadi aku melihat matanya berkaca-kaca." Ucapnya, dengan yakin akupun mengangguk dan pergi dari ruang latihan.

Seungkwan POV

"Hiks..." isakku, kuhapus air mataku dan menenggelamkan wajahku pada bantal kesayanganku.

"Aku sudah tahu, aku hanya terbawa perasaan padanya. Dia tak mungkin menyukai pria gendut dan cerewet sepertiku, itu pasti." Ucapku setengah terisak, namun kuhentikan isakanku ketika mendengar pintu kamarku terbuka dan kututupi wajahku karena tahu ini adalah vernon mengenal bau parfumnya sangat kukenal.

"Kwanie?" tanyanya, namun aku tak menjawab.

"Apa kau tertidur?" tanyanya lagi, kupejamkan mataku erat ketika merasa dia menaiki ranjangku.

"Boo seungkwan, aku tahu kau tidak tidur." Ucapnya, akupun hanya diam ketika dia merebahkan tubuhnya dan memelukku dari belakang.

"Apa aku menyakitimu?" tanyanya lagi, dan aku tetap terdiam.

"Maafkan aku, apa aku benar-benar membuatmu sedih?"

"Pergilah." Ucapku serak.

"Kenapa?"

"Karena aku tak mau terbawa perasaan lagi, cukup aku merasakan sakit sekarang jadi jangan terus memberikanku harapan palsu."

"Aku tidak melakukannya."

"Tapi kau melakukannya." Sentakku dengan berbalik memandangnya, akupun hanya terisak ketika melihat wajah terkejutnya.

"Seungkwan? Kau menangis?"

"Berhenti mencemaskanku!" kesalku, akupun menutup wajahku.

"Kau... hiks... jika tak menyukaiku setidaknya jangan memberikanku harapan."

"Seungkwan..." ucapnya dengan memegang tanganku, namun aku menepisnya.

"Aku menyukaimu, tapi kau hanya mengatakan jika aku temanmu. Pergilah bodoh! Aku membencimu."

"Jika kau membenci pacarmu sendiri bukankah itu tak baik?" ucapnya, perlahan kuturunkan tanganku dan melihat vernon tersenyum manis.

"Maafkan pacarmu ini yah? Jangan menangis." Ucapnya dengan mengelus pipiku yang basah.

"Pa...car?" tanyaku, diapun mengangguk dan mengecup kedua kelopak mataku.

"Aku tahu ini tidak cepat, tapi aku selama ini memberikan perhatian padamu bukan karena apa-apa. Aku menyukaimu, sungguh aku sangat menyukaimu. Tapi karena kau selalu mengatakan aku adalah teman yang baik, maka aku selalu berpikir jika kau tak pernah menyukaiku sebagai seorang pria." Ucapnya dengan mengelus kepalaku.

"Aku melakukannya?" tanyaku, diapun mengangguk.

"Aku selalu mencemaskanmu, selalu memperhatikanmu, selalu tersenyum padamu, selalu memegang tanganmu ataupun merangkulmu, memelukmu ketika aku bangun, tersenyum ketika kau membangunkanku bukannya marah, selalu mengelus pipi gembulmu ini."

"Ya!" ucapku kesal dengan menepis tangannya dipipiku, diapun tersenyum.

"Itu semua kulakukan karena aku... mencintaimu." Ucapnya, perlahan wajahku terasa memanas dan kulihat dia terkekeh gemas.

"Aku selama ini menjadi pengecut karena aku takut kau menjauhiku, tapi jika aku tahu kau juga menyukaiku bisa saja dari dulu aku sudah menjadikanmu milikku."

"Jadi... kita?" tanyaku, diapun mengangguk dan aku memeluknya.

"Aku mencintaimu, choi hansol." Ucapku, diapun mengangguk.

"Aku juga mencintaimu, boo seungkwan." Ucapnya, akupun hanya tersenyum senang.

.

.

.

"Kalian sudah pacaran?" tanya minghao ketika melihat vernon terus memegang tanganku, akupun hanya mengangguk bangga.

"Akhirnya kau tak baper lagi." Ucap mingyu yang melewati kami, kudengar vernon tertawa.

"Jadi boo seungkwanku selalu baper?" godanya, akupun mencubit pinggangnya.

"Auw, sakit sayang."

"Rasakan itu." Ucapku.

"Tapi ingat, jika kalian melewati batas maka aku tak segan-segan mengebirimu vernon." Ancam jeonghan hyung.

"Hyung, itu benar-benar mengerikan." Ucap vernon, kamipun tertawa.

"Selamat untuk kalian berdua, dan vernon kau wajib mentraktir kami semua."

"Ya! Apa aku hanya akan dijajah disini?" akupun hanya tersenyum dan memeluknya sampai dia tersenyum dan mengelus kepalaku.

Setidaknya, aku tak akan merasa canggung lagi. Karena perasaanku bukan hanya sekedar baper, tapi cintaku juga bisa terbalaskan.

.

.

.

Entah kenapa aku lagi gemes-gemesnya sama interaksi mereka berdua

Seungkwan jadi kiyeowo akhir-akhir ini

Maafkan aku tak bisa bikin cerita bagus tapi entah kenapa aku terus pengen bikin cerita yang dapat menghibur kalian semua (baik, abaikan)

Semoga cerita kali ini dapat menghibur dan review juseyooo (bayangkan aku aegyo, plak!)

Annyeong!

Jinjun imnida...