Seventeen Romance

Rat : T-M

Oneshot!

Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda

Baik itu manis, asam, pahit, asin.

Semua memiliki rasa sendiri-sendiri

Jadi...

Nikmatilah...

.

.

Happy reading

"Promise?"

Cast : Wen Junhui

Xu Minghao

Slight : Seventeen member

Genre : Romance, Drama, Friendship (BL)

Rat : M (Maybe)

.

.

Jun POV

"Gege..." rengek minghao ketika baru saja aku membuka pintu ruang latihan, kupandang seluruh ruang latihan dan menghampirinya.

"Hao, kemana yang lainnya?" tanyaku dengan meletakan tasku.

"Eh? Kukira yang lainnya akan bersama dengan gege?" bingungnya dengan memiringkan kepalanya.

"Tidak, aku berangkat dari tempat lain."

"Darimana?" tanyanya penasaran, namun aku hanya tersenyum dan menggeleng.

"Tidak ada."

"Gege tak selingkuh kan?"

"Ya ampun hao sayang, kenapa pertanyaanmu itu benar-benar menyebalkan?" kurangkul dia dan menggusak kepalanya.

"Bukankah hanya hao yang selalu gege perhatikan, hm?"

"Dulu gege juga mengatakan itu, tapi gege selalu memperhatikan wonwoo hyung." Ucapnya dengan wajah sedih, akupun tertegun ketika mengingat masa dimana aku masih mengejar-ngejar wonwoo namun menyerah ketika wonwoo lebih memilih mingyu.

"Haah... bisakah kita tak membahasnya lagi?" tanyaku, kulihat minghao nampak menunduk sedih dan kupegang tangannya.

"Bukankah gege sudah berjanji padamu?" tanyaku, diapun memandangku.

"Janji yah..." lirihnya, namun entah kenapa aku merasa dia nampak ragu padaku.

"Hao-er." Panggilku, namun entah kenapa dia langsung bangkit dan pergi keluar begitu saja sebelum seungkwan dan hansol masuk.

"O hyung, kenapa hao keluar?" tanya seungkwan heran, namun aku hanya berusaha tersenyum dan memandang kepintu lagi.

Minghao POV

"Kau masih ragu padanya, hao?" tanya jeonghan hyung ketika aku memutuskan untuk keluar ruang latihan dan diam ditaman perusahaan, kudongakan kepalaku dan kembali menunduk sebelum jeonghan hyung duduk disampingku.

"Hyung."

"Hm?" tanyanya.

"Apa aku... salah tak mempercayai janjinya?" tanyaku dengan memandang jeonghan hyung.

"Apa alasannya kau tak percaya padanya?" tanyanya dengan mengelus kepalaku.

"Gege dulu sangat menyukai wonwoo hyung dan terus memperjuangkannya, aku merasa meskipun wonwoo hyung sudah memiliki mingyu tapi tatapannya pada wonwoo hyung tak berubah."

"Kau yakin sekali." Ucap jeonghan hyung, akupun memandangnya.

"Bagaimanapun, jun sudah berjanji akan mencintaimu seorang dan terus berada disampingmu. Kau ingat? Dulu ekspresinya lucu sekali ketika dia mengatakannya didepan kami semua, bahkan seungcheol tak berani melakukan itu padaku." Gerutu jeonghan hyung, akupun tertawa kecil ketika jeonghan hyung mengerucutkan mulutnya.

"Apa itu cukup membuktikan jika gege benar-benar serius padaku?"

"Yang namanya cinta mana mungkin tak ada yang serius?" ucapnya, akupun terdiam.

"Hao-ya, setidaknya kau harus mempercayainya. Yah meskipun dia terus tebar pesona pada wonwoo tapi aku tahu jika itu hanya kelakuannya yang tak bisa dihentikan dari dulu kita trainee. Kau tahu bukan jika dia itu sama pecicilannya dengan seungcheol."

"Aku tahu hyung, terimakasih." Ucapku, diapun mengangguk dan menepuk kepalaku.

"Aigoo... hao nugu aegi?"

"Hyung, aku bukan chan." Ucapku, diapun tertawa dan mencubit pipiku gemas.

.

.

.

"Diamlah pipi tembam, ya! Hansol! Kendalikan istrimu ini." Teriak jun gege ketika seungkwan bernyanyi tak jelas didepan kami, kamipun hanya tertawa ketika melihat moodnya nampak kacau.

"Marah-marah terus? PMS?"

"Berisik kau hitam, sebelum aku merebut wonwoomu." Galaknya ke mingyu.

"Hao-ya, lihatlah kekasihmu." Adu mingyu, akupun meninju lengan gege.

"Bercanda sayang." Ucapnya dengan cengiran khasnya.

"Jun, kau kenapa? Moodmu benar-benar buruk?" ucap jihoon hyung.

"Entahlah, perasaanku kacau sekali hari ini."

"Kau sakit gege?" tanyaku cemas, diapun tersenyum dan memegang lenganku.

"Jangan cemas, mungkin karena ada sesuatu yang aku lupakan jadi aku cemas tidak jelas seperti ini." Ucapnya, akupun memandangnya ragu.

"Percayalah, aku tak berbohong." Ucapnya, akupun mengangguk paham.

"Baiklah." Ucapku, namun kulihat dia mengeluarkan ponselnya dan langsung bangkit ketika kurasa dia melihat isi pesan.

"Aku akan pergi."

"Kemana? Malam nanti kita harus latihan untuk konser." Ucap seungcheol, namun jun tak mendengarkannya dan pergi begitu saja.

"Ada apa dengan anak itu?" ucap joshua hyung heran, akupun hanya memandang kedepan cemas.

.

.

.

Kulirik kembali jam dinding diruang latihan kami dan menggigit jariku gemas ketika jun masih belum kembali dari urusannya, kualihkan pandanganku kearah mingyu yang memegang pundakku.

"Kau baik-baik saja?" tanyanya, akupun berusaha tersenyum dan mengangguk.

"Kau sudah menghubunginya."

"Ponselnya tidak aktif." Ucapku, kudengar mingyu menghela nafas.

"Kurasa kita harus pulang, jika begini terus latihan tak akan dimulai. Bagian jun dalam koreopun agak banyak, lagian formasi tak lengkap itu benar-benar menggangguku."

"Maafkan aku, bisakah kau mengatakannya pada seungcheol hyung?" tanyaku, diapun mengangguk dan pergi kearah seungcheol hyung.

"Jun gege, sebenarnya dimana kau sekarang?"

Jun POV

Kembali kutuangkan soju kedalam gelasku dan meminumnya cepat, kupandang foto yang ada diponselku dan tersenyum miris melihat foto minghao yang nampak senang ketika berduaan bersama mingyu ketika kami di LA. Bukan, bukan foto itu yang membuatku kesal karena sebelumnya minghao pernah mengatakan itu padaku dan meminta ijin. Tapi kata-kata yang ada difoto itu yang membuatku berang dan berusaha mencari siapa pengirim foto itu.

"Dia nampak cocok dengannya dibandingkan denganmu, kau hanya seorang pria yang lewat. Kau tahu? Mingyu lebih bisa memenangkan segalanya, kepopuleran, ketampanan, asmaranya. Bahkan kekasihmu yang menjadi pelampiasanmu lebih pantas dengannya, sama ketika wonwoo tak memilihmu."

"Brengsek! Siapapun kau, aku tak akan memaafkan siapapun yang beraninya mengatakan itu tentang haoku." Ucapku gusar, kugusak kepalaku dan bergumam.

"Aku tak menjadikannya pelampiasan, aku sadar mingyu lebih baik tapi aku yakin minghao mencintaiku apa adanya." Ucapku pelan, namun entah kenapa air mataku turun dan kubenturkan kepalaku ke meja kedai ini.

"Aku tak merasa kalah dari mingyu, yah... dia adalah sahabatku." Ucapku, akupun tertawa miris dan meminum sojuku dari botolnya langsung.

"Kau ingin merusak kebahagiaanku bukan, baiklah lihat sekarang. Aku akan terus bahagia, ingat itu." Ucapku entah pada siapa, kuletakan beberapa won diatas meja dan pergi dengan memanggil taksi.

Minghao POV

"Tidurlah, aku yang akan menunggu jun pulang." Ucap joshua hyung dengan memegang pundakku yang menunggu didepan pintu, namun aku menggeleng.

"Tidak hyung, aku saja yang akan menunggunya."

"Kau yakin?" tanyanya, akupun mengangguk.

"Kalau begitu segera tidur jika dia sudah pulang, kau mengerti?" ucapnya, akupun mengangguk dan membiarkan joshua hyung masuk kekamarnya. Kupandang kembali pintu masuk dan menggigit kukuku.

"Gege." Lirihku, pintupun terbuka dan dengan segera aku menghampirinya ketika gege benar-benar ada.

"Gege!" ucapku senang, namun dia memandangku dengan mata sayunya dan tersenyum.

"Hao-er..." ucapnya, akupun menyerngit.

"Gege? Kau mabuk?" tanyaku ketika mencium bau alkohol ditubuhnya, dengan segera kutuntun dia kekamar.

"Apa yang terjadi gege?" tanyaku cemas, namun dia hanya bergumam.

"Gege?"

"Apa... aku selalu kalah dari mingyu?"

"Hah?" ucapku tak sadar, diapun memandangku dan menarikku.

"G-gege?"

"Kau mencintaiku? Iyah kan?" tanyanya.

"Gege, kau mabuk. Sebaiknya kau segera tidur."

"Hm? Wae? Kau tak mau menjawabnya?" tanyanya, akupun menggeleng.

"Tentu saja aku mencintaimu ge, tapi apa yang terjadi? Kenapa kau bertanya seperti eoh?" tanyaku, diapun tertawa miris.

"Kau mencintai mingyu bukan? Kau tidak mencintaiku!"

"Gege." Ucapku tak terima, kubelalakan mataku ketika dia membanting tubuhku jadi dia yang menindihku.

"Gege! Lepaskan aku!" berontakku ketika dia menciumi leherku, akupun berusaha mendorong pundaknya namun entah kenapa tenaganya benar-benar besar bahkan ketika mabukpun.

"Hiks... gege..." isakku, diapun berhenti menciumi leherku dan membangkitkan kepalanya.

"Aku... bukanlah pria yang baik." Gumamnya didepan wajahku, namun aku hanya menangis ketika melihatnya.

"Dia benar, aku tak pantas denganmu."

"Gege?" ucapku, namun dia bangkit dan keluar dari kamar.

"Gege."

Jun POV

"Astaga! Ada apa dengan matamu itu? Kau seperti mayat hidup." Ucap soonyoung ketika aku pergi ke meja makan, namun aku hanya memegang kepalaku yang terasa berdenyut sakit.

"Kau mabuk? Astaga bau sekali!" ucap jeonghan hyung, namun aku tak mempedulikannya dan duduk didepan mingyu yang memandangku heran.

"Apa? Kenapa kau melihatku seperti aku ini mangsamu?" tanyanya, namun aku menggeleng dan memakan makananku yang sebenarnya terasa hambar.

"Kau sakit jun?" tanya joshua hyung dengan memegang lenganku.

"Tidak hyung, mungkin ini efek mabukku semalam."

"Jadi kau benar-benar mabuk? Apa yang sebenarnya dipikiranmu itu wen junhui?"

"Sudahlah seungcheol, jangan memarahinya." Ucap jeonghan dengan menahan lengan seungcheol hyung, akupun hanya diam dan memandang hao yang memandangku lirih.

"Hyung." Panggil chan, akupun memandangnya.

"Apa ini karena pria yang selalu menerormu akhir-akhir ini?" tanyanya, karena hanya chan yang tahu ceritaku sebenarnya.

"Meneror? Nugu?" tanya wonwoo kaget, akupun hanya tersenyum dan menggeleng.

"Bukan siapa-siapa, hanya orang iseng." Ucapku, kudorong sendokku dan berdiri.

"Aku akan kembali kekamar, bangunkan saja jika akan pergi ke perusahaan." Ucapku dengan meninggalkan mereka.

Minghao POV

"Apa ini juga alasannya selalu pergi entah kemana?" ucapku pada diriku sendiri ketika ingat apa yang dikatakan chan diruang makan, kuhela nafasku pelan dan membuka pintu kamar jun gege.

"Gege." Panggilku ketika melihatnya baringan diatas ranjang, akupun menaiki ranjang sebelahnya dan mengelus lengannya.

"Gege, bangunlah. Bersiaplah untuk pergi keperusahaan." Ucapku, namun dia tak merespon.

"Gege."

"Semalam..." ucapnya tiba-tiba, diapun membuka matanya dan memandangku.

"Aku ingat... apa yang aku katakan semalam." Ucapnya.

"Gege." Lirihku, diapun membangkitkan tubuhnya dan memegang kedua pundakku.

"Aku bukanlah pria yang baik, benar katanya. Mingyu adalah pria sempurna dibandingkan aku, aku... aku selalu menyakitimu tanpa berpikir jika itu akan melukaimu."

"Apa gege semalam mabuk karena masalah itu?" tanyaku, diapun mengangguk.

"Gege."

"Jika dipikirkan baik-baik, aku adalah pria brengsek yang tak tahu malu memintamu menjadi kekasihku padahal beberapa hari sebelumnya aku ditolak oleh wonwoo. Itu terlihat seakan-akan aku menjadikanmu pelampiasan. Kenapa? Kenapa kau menerimaku begitu saja? Kenapa kau tak berpikir jika aku menjadikanmu pelampiasan."

"Itu karena aku yakin gege tak melakukannya padaku." Ucapku, diapun memandangku dan aku memegang pipinya.

"Gege adalah pria yang sangat baik, meskipun menyebalkan dan selalu tebar pesona seperti seungcheol hyung. Tapi aku yakin, janji yang gege katakan didepan semua orang adalah janji yang benar-benar tulus."

"Hao-er..."

"Gege." Ucapku dengan mengelus pipinya, akupun tersenyum dan mengecup bibirnya cepat.

"Tepatilah janji yang kau katakan didepan semua orang waktu itu dengan gagah beraninya, dan tetaplah mencintaiku apa adanya." Ucapku, diapun tersenyum dan memelukku.

"Tentu saja, kau juga. Cintailah aku apa adanya dan tunggu aku selesaikan janjiku."

"Kapan?"

"Selamanya." Ucapnya, akupun tersenyum senang dan menerima saja ketika dia menciumku dalam dan membaringkanku keranjangnya.

.

.

.

OMAKE

Diluar kamar junhao

"Apa mereka akan lama?" gerutu seungcheol yang tak tahan mendengarkan suara hao didalam kamar, jeonghanpun dengan senang hati menyikut perut kekasihnya itu.

"Ah chagiya..."

"Ikut aku." Ucap jeonghan dengan menarik lengan seungcheol, kini tinggalah pasangan kekasih mingyu dan wonwoo yang tengah asyik menguping.

"Hyung?" panggil mingyu, wonwoopun berdehem.

"Mereka nampaknya asyik sekali."

"Lalu?"

"Kau... tak ada niatan ingin melakukannya juga."

"Ah aku pikir aku akan menerima jun, yah baiklah."

"Hyung... tega sekali." Rengek mingyu, namun wonwoo tak peduli dan pergi dari sana.

"Ternyata jun beruntung mendapatkan pacar semanis hao."

"Aku dengar sayang."

"Ok ok maaf hyung, kau lebih manis. Sungguh!"

Mari tinggalkan pasangan kekasih yang harus bertengkar dan juga pasangan kekasih yang nampaknya tengah bahagia dengan perasaan mereka yang tengah membuncah karena janji manis mereka.

Yah... janji manis mereka...

.

.

.

Annyeong chingudeul...

Jinjun comeback!

Entah kenapa aku pengen banget fanfic junhao menyebar karena fanfic mereka dikit banget...

Fanfic meanie belum keluar? Tenang saja itu akan keluar seiring berjalannya waktu, gimana review sama follownya..

Btw, koq aku gereget dengan lieV Hip-Hop team yah...

Meanie moment bertebaran

Pokoknya selamat membaca dan jangan lupa!

Review dan follow juseyoooo

Jinjun imnida...