chapter sebelumnya :v
"Nagisa.. bukankah kakek sudah bilang tidak baik memotong pembicaraan orang lain"
"Tapi aku sudah memutuskannya. Keputusanku sudah bulat kakek"
Aku, Kamu dan Mereka
Disclaimer : Matsui Yuusei
By: Hikari Chikanatsu
Warning : OC, OOC, Sho-ai, Typo berserakan sepanjang cerita. Ingat sepanjang cerita ya, bukan sepanjang jalan kenangan *Eaa Galau lagi :3 /Plak *abaikan -
Kakek Nagisa hanya terdiam mendengar perkataan Nagisa tadi. Demi apa? Cucu tersayangnya sudah membuat keputusan dan sudah bulat pula, sebulat tahu bulat yang dijual keliling.
"Jadi, apa keputusanmu Nagisa?" tanya Kakeknya.
Nagisa menatap Kakeknya, dan kemudian tersenyum.
"Kita bicarakan diluar ya, Kakek~" ucap Nagisa sembari mengedipkan sebelah matanya. Semua murid laki-laki dikelas E yang melihat Nagisa seperti itu langsung merona.
'Oh Kami-sama, kuatkan hambamu ini agar tidak mengarunginya' batin Maehara.
'Cucuku memang Kawaii!!' batin Aoi, kakek Nagisa.
"Baiklah. . dan Kakek harap kau tidak menyesal dengan keputusanmu." ucap Kakeknya.
"Ha'i ha'i. ." Nagisa berdiri dari tempat duduknya, dan mengambil bunga yang ada di atas mejanya.
"Nagi. . sa" gumam Kayano.
"Ayo kakek, kita bicarakan diluar." ajak Nagisa yang mulai berjalan menuju pintu kelas.
"Nagisa. . tu. . tunggu dulu. Jangan bilang kalau kau. ." Karma tampak ragu melanjutkan perkataannya. Berat, itu yang dirasakan Karma saat ini.
"Hm? Kalau apa Karma-kun?." ucap Nagisa polos.
"Jangan bilang kalau kau. . ingin pindah ke gedung utama." ucap Karma dengan nada rendah.
"Memangnya kenapa kalau aku ingin pindah ke gedung utama, Karma-kun? Toh bukankah hal itu akan lebih baik bagimu?." ucap Nagisa dengan lancarnya. Karma tersentak kaget.
"Nagisa. . tidak! itu tidak baik bagiku!." ucap Karma berdiri sambil menatap Intens Nagisa.
Nagisa yang melihat itu mengernyit bingung.
"Hee? Kenapa kau jadi berfikiran seperti itu Karma-kun?." ucap Nagisa bingung.
"Hentikan memanggilku dengan embel-embel 'Kun' itu Nagisa, Dan kau bertanya kenapa aku berfikiran seperti itu? Jujur! Aku sangat menyukaimu sejak kita sekelas di gedung utama, aku sudah menyukaimu ah tidak. Maksudku, aku mencintaimu! Kalau kau tiba-tiba pindah ke gedung utama, dan nantinya ingatanmu tentang kelas E ini, kenangan kita saat berada disini. . itu akan dihapus untuk melindungi Koro-sensei. Aku. . Aku tidak ingin kau melupakanku, melupakan kenangan kita dan, aku tidak ingin kehilangan dirimu!." ucap Karma panjang lebar. Nagisa hanya terdiam, Shock? Ya bisa dibilang begitu.
Baru tadi pagi Asano mengklaim dirinya menjadi Milik Asano Gakushuu si setan Kelabang, sekarang malah Akabane Karma mengungkapkan perasaannya, di depan semua anak kelas E, dan terlebih lagi didepan Kakeknya. Sungguh Kejutan sekali untuk Nagisa.
'Kalau begini pasti peribahasa 'Sudah Jatuh tertimpa tangga' mungkin tepat untuk mengkondisikan suasana sekarang' batin Nagisa.
"Jadi Nagisa-"
"Ayo Nagisa, Katanya mau bilang diluar. Dan. . untuk apa kau membawa bunga itu?" potong Kakek Nagisa menghentikan suasana yang bagi Aoi sudah mirip opera sabun yang sering di tonton oleh Nenek Nagisa saat dirumah.
Koro-sensei yang sedari tadi sibuk memotret Nagisa dan Karma bagai Paparazi pun juga ikut terhenti.
"Ini . . aku bawa untuk aku buang diluar?" ucap Nagisa lebih kearah pertanyaan.
"Baiklah ayo Nagisa. Tak usah hiraukan hal lain lagi" ucap Aoi sedikit ketus dan menatap tajam Karma. Oh kakeknya sangat posesif terhadap cucunya sendiri, jadi jika ingin mendekati cucu tercintanya harus bisa melewati dirinya terlebih dulu.
Nagisa hanya tersenyum ke arah Karma kemudian mengikuti Kakeknya keluar kelas, selepas itu pula Kelas menjadi hening.
"Jadi. . Siapa yang menaruh bunga itu di atas meja Nagisa?" tanya Koro-sensei lembut, karena tak ingin terpancing emosi terlebih dahulu.
"Jujur saja" ucap Isogai.
"Ya, Isogai benar. . jujur saja" timpal Terasaka.
"Cepat Jujur saja!" teriak Karma yang sudah kesal.
"A. . ano sensei. . etto. . sebenarnya yang menaruh bunga itu adalah. . . aku" ucap Kayano sembari mengangkat sebelah tangannya.
"Kenapa kau melakukan itu!" pekik Karma.
"Kayano-chan kenapa?" ucap Nakamura tak percaya.
"Sebenarnya aku, aku tak tahu arti bunga itu. . karna menurutku cantik jadi kuambil dan ku taruh saja diatas meja Nagisa. Maafkan Aku" ucap Kayano menundukkan kepalanya. Ia menyesal dan kecewa pada dirinya sendiri karena tak tahu arti bunga itu.
oOo
Nagisa memasuki daerah gedung utama dengan diiringi sang Kakek yang ingin mengantarnya ke kelas, Dan tak lupa diikuti oleh salah seorang guru disana.
Aoi sebenarnya tak tega untuk melakukan program penghapusan memori untuk murid kelas E yang ingin keluar dari kelas yang diajarkan oleh monster Gurita itu, Karena itu sama saja menghilangkan kenangan berharga yang telah mereka buat.
"Nagisa, Kau baik-baik saja?" tanya Aoi.
"Hn? Ya, tentu saja, Kakek. Memangnya kenapa?" tanya Nagisa polos.
"Kau ingat kelasmu sebelum pindah lagi ke gedung utama ini?" tanya Aoi hati-hati.
"Hn? Entahlah kakek. Entah kenapa rasanya Nagisa tidak ingat tentang kelas Nagisa sebelum pindah kesini" sahut Nagisa sembari memegang dagunya.
Aoi sudah menebak ini, memang sungguh canggih alat untuk penghapusan memori itu. Benar-benar bekerja dengan baik.
"Baiklah, kita sudah sampai dikelas barumu Shiota-san. Tunggu sebentar disini ya, nanti saat saya panggil, baru anda masuk" ucap Fumio-sensei memberikan senyuman lembut pada Nagisa. (weh OC, baru buatan Hika-chan lagi nih :v).
"Ha'i, sensei" sahut Nagisa.
"Kalau begitu Kakek kembali ke Kantor ne~ Jangan Nakal oke?" canda Kakeknya dan kemudian mengecup singkat kening Nagisa.
"Ha'i ha'i, Kakek hati-hati dijalan ya" ucap Nagisa sembari melambaikan tangannya ke arah Kakeknya.
Tak lama kemudian Fumio-sensei memanggil Nagisa masuk ke kelas barunya, 3-A.
"Shiota-san, masuklah" ucapnya.
Nagisa memasuki kelas 3-A dengan senyumnya yang menawan, membuat semua laki-laki yang ada di kelas 3-A merona tak terkecuali Asano.
Sungguh, demi kerang ajaib! Orang yang sangat disukainya berada didepan kelasnya sekarang, so pasti karena dia pindah ke gedung utama kan? kan? Asano sekarang bagai dapat durian runtuh.
"Hari ini kalian mendapat teman baru, Shiota-san silahkan perkenalkan dirimu"
"Namaku Shiota Nagisa, Kalian bisa memanggilku Nagisa. Yoroshiku ne~" ucap Nagisa tak berhenti memberikan senyumnya.
"Waah Kawaii!!" pekik Siswi kelas A.
"A.. a. . arigatou" ucap Nagisa terbata.
"Sudah-sudah, sekarang Nagisa-kun kau bisa duduk di belakang Asano-kun. Asano-kun tolong angkat tanganmu" ucap Fumio-sensei meredakan riuh ramai yang tadinya terjadi.
"Ha'i, disini Nagisa sayang~" ucap Asano.
"Sayang?" ucap Nagisa bingung dan memiringkan kepalanya.
"Kyaa Kawaii!" pekik para siswi lagi.
"Hn? Lupa ya? Kan tadi pagi aku bilang kamu jadi milikku, hanya milikku" ucap Asano.
"Hn? berarti seperti sepasang kekasih?" tanya Nagisa polos masih belum mengerti.
Fumio-sensei yang sedari tadi mendengarkan hanya tepok jidat karena dirasa hal ini akan mengambil banyak jam pelajarannya.
"Ya! Aku mencintaimu Nagisa, Jadilah kekasihku" ucap Asano berjalan dan bersimpuh dihadapan Nagisa. Nagisa termenung, sepertinya Ia pernah merasakan ditembak seseorang tapi siapa ? pikir Nagisa.
"A. . Asano-kun? etto kau yakin?" tanya Nagisa. Oh Nagisa, sadarlah kalau kau meng'iya'kan pernyataan cintanya kau tak akan lepas dengan mudah dari siluman kelabang itu.
"Sangat Yakin, Nagisa" sahut Asano.
"Terima saja!" teriak siswi yang ada dikelas, Asano sungguh bersyukur tenyata teman sekelasnya Hampir semua Fujoshi dan Fudanshi.
"Etto. . Bagaimana ya" ucap Nagisa nampak bingung.
"Kau jangan bingung Nagisa. Percayalah, aku tidak akan pernah menyakitimu. Karena aku sangat mencintaimu" ucap Asano meyakinkan.
Merasa dipandangi oleh banyak mata karena Asano menyatakan cintanya di hadapan teman-temannya. Nagisa mulai nampak bingung, pengennya sih nolak tapi kasian nanti Asano malu, dan kemudian terjadi peperangan di kelas antara Nagisa dan Asano. Yah, setidaknya Nagisa masih ingin hidup tenang.
"Baiklah. . Aku mau, Asano-kun" jawab Nagisa memberikan senyumnya.
*TBC
Chapter 4 Up!
Pendek ya?
Ini sebenarnya Hika-chan masih bingung pairnya maunya apa :v KaruNagi atau AsaNagi :v jadilah begini :v
Maaf kalau masih ada kekurangan, typo ataupun hal yang kurang jelas lainnya.
Karma : Iya kurang jelas, sama kayak Hika-chan yang gak jelas.
Hika-chan : enak aja bilang Hika-chan gak jelas, awas aja kamu ya :3
Asano : Kasihan, Yang penting Nagisa udah punya aku ~
Karma : jangan senang dulu kau siluman Kelabang! Aku akan merebutnya darimu. Hahahaha!*Tertawa jahat
Hika-chan : abaikan mereka~ abaikan~
Terima Kasih sudah mau berkunjung~~ Datang lagi ya minna-san~~
