Seventeen Romance
Rat : T-M
Oneshot!
Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda
Baik itu manis, asam, pahit, asin.
Semua memiliki rasa sendiri-sendiri
Jadi...
Nikmatilah...
.
.
Happy reading
"Be Mine?"
Cast : Kwon Soonyoung
Lee Jihoon
Slight : Seventeen Member
Genre : Romance, Friendship, Drama, BL
Rat : T
.
.
.
Soonyoung POV
"Aku menyukaimu... lee jihoon."
"Tidak, maksudku... aku mencintaimu lee jihoon."
"Ah tidak tidak. Ehm, hai lee jihoon apa kau menyukaiku?"
"Yaish..." ucapku kesal dengan menggusak rambut hitamku, akupun kembali berdehem dan merapihkan penampilanku didepan cermin.
"Woozi-ah, sebenarnya... aku sudah menyukaimu sejak lama. Jadi apa kau mau menjadi pacarku?"
"Ya! Hoshi-ah? Sedang apa kau didepan cermin dan berbicara seperti orang gila hah?" teriak jun, kupandang tajam kearahnya dan dia hanya memandangku heran.
"Waeyo?"
"Astaga! Ini tak akan berhasil, tak akan berhasil." Ucapku lemas dengan duduk diranjangku, kulihat jun menghampiriku dan menepuk pundakku.
"Kau ini kenapa? Stres karena koreo?" tanyanya, akupun menggeleng.
"O atau karena woozi?"
"Kau sudah tahu jawabannya jun." Ucapku, diapun tertawa dan memukul pundakku berulang kali.
"Aigoo, jadi kau belum mengatakan perasaanmu padanya?"
"Diamlah panda china." Ucapku kesal dengan menghentikan tangannya yang semakin brutal.
"Ah kudengar dia belum kembali sejak malam, kurasa dia menginap lagi di studio." Ucapnya, langsung kutatap dia.
"Semalaman?"
"Hm, persiapan konser kita juga harus sangat matang jadi mungkin produser kecil kita itu harus menyiapkannya dengan sangat apik. Kau tahu bukan jika kekasih kecilmu itu harus mendapatkan hasil yang sangat sempurna." Kicaunya, namun aku hanya memikirkan kondisinya.
"Aku akan pergi?"
"Hah? Eodi? Bukankah kita ada janji mencat rambut sekarang." Ucapnya, namun aku tak mempedulikannya dan membawa jaket dan juga topiku.
.
.
.
Jihoon POV
Kuperhatikan kembali nada yang baru saja aku buat dan menambahkan sedikit efek dan juga menghapus bagian tak penting, kuputar kembali musiknya agar terdengar dari headsfreeku. Mendapat hasil yang bagus, akupun hanya bisa tersenyum puas dan menganggukan kepalaku mengikuti irama.
"Jihoon."
"Ah kapjagi!" teriakku kaget, kuturunkan headsfreeku dan melihat soonyoung memandangku cemas.
"Hoshi-ah? Ada apa?" tanyaku heran, diapun menarik kursi disebelahku agar mendekat kearahku dan duduk disana.
"Kau belum pulang semalaman, aku mencemaskanmu." Ucapnya, akupun tersenyum maklum.
"Jangan cemas, meskipun seharian di studio tapi aku tidur dengan pulas."
"Eodi?" tanyanya, akupun menunjuk sofa dimana bantal dan selimutku masih ada disana.
"Kau bisa sakit jika lama-kelamaan tidur disofa." Ucapnya cemas, kulihat dia menaruh kantung plastik didepanku.
"Kau pasti belum makan apapun bukan? Aku membawakanmu bubur ditoko langgananku."
"Toko langgananmu? Bukankah itu cukup jauh?" ucapku kaget, akupun berdecak ketika melihat keningnya penuh dengan keringat dan kuusap keningnya pelan.
"Lihatlah, bahkan kau sudah berkeringat seperti ini? Berhentilah berlari hanya untuk membelikanku makanan yang kau bisa temui dimana saja, kau tak harus membelikanku bubur."
"Perutmu cukup sensitif, aku tak mau perutmu sakit." Ucapnya, entah kenapa aku tak bisa menahan senyumku.
"Terimakasih, young-ah." Ucapku dengan memanggil nama kecilnya, diapun tersenyum dan membantuku membuka bungkus makanannya.
.
.
.
"Hari ini banyak sekali yang pergi ke salon untuk mencat warna, hyung kau tak ikut?" tanya mingyu pada wonwoo yang tengah duduk didepanku diruang latihan, wonwoopun memandangku sebelum memandang kekasih raksasanya itu.
"Tidak, aku suka dengan rambutku apa adanya."
"Begitukah? Aku suka padamu."
"Berhenti bicara atau aku akan potong rambut lebatmu itu mingyu." Ucapku, diapun bergidik ngeri dan duduk dibelakang kekasihnya untuk memeluknya.
"Soonyoung juga pergi?" tanya wonwoo tanpa mempedulikan kekasihnya itu.
"Hm." Jawabku asal.
"Wae? Kau ada masalah?" tanyanya, akupun menggeleng.
"Hanya... ada sesuatu yang aku pikirkan?"
"Apa itu?" ucapnya, kutumpu daguku dengan lenganku yang ada dikakiku.
"Apa... soonyoung menyukaiku?" tanyaku, wonwoopun nampak diam dan mingyu menatapku langsung.
"Hyung menyukai hoshi hyung?"
"T-tidak... maksudku apa... ehm." Dehemku, akupun duduk dengan benar.
"Jika aku mengatakan iyah, jangan bocorkan masalah ini. Termasuk kau mingyu." Ucapku langsung ketika mingyu akan membuka mulutnya.
"Aku tak suka jika aku harus bertindak canggung mengetahui aku menyukainya, jika dia tak menyukaiku bukankah itu akan menyusahkan."
"Ji... kau seharusnya tanyakan itu padanya? Bagaimana kalian akan mengetahui perasaan kalian masing-masing jika kau tak mau mengatakannya?" ucap wonwoo bijak.
"Seperti apa yang kukatakan barusan, aku hanya tak suka kami bertindak canggung jika aku mengatakan perasaanku tapi dia tak bisa membalasnya."
"Aish, hyung! Seharusnya kau berani, bagaimana nanti jika hoshi hyung diambil orang?" ucap mingyu, diapun meringis ketika disikut oleh wonwoo dibagian perutnya.
"Kau tak membantu!"
"Apa? Aku benar kan? Bukankah kalian juga tahu akhir-akhir ini dia sangat dekat dengan seokmin dan juga sejak duet kemarin dengan anggota girlfriend banyak kabar sana-sini yang mengatakan dia dekat dengannya." Ucap mingyu, akupun langsung termenung.
"Woozi, jangan dengarkan si hitam ini." Ucap wonwoo, tepat ketika aku akan membalasnya pintu latihanpun terbuka dan mereka semua datang.
"Ha! Hyung, apa-apaan dengan rambutmu itu?" ucap mingyu ketika soonyoung datang dengan rambut berwarna orange, kulihat dia mengusak rambutnya dan memandang manajer kesal.
"Bukankah sudah kukatakan ini norak."
"Tidak, kau tampan." Ucapku, merekapun serempak memandangku.
"A-apa? Aku hanya mengatakan sebenarnya." Ucapku gugup, soonyoungpun terkekeh dan aku memandangnya.
"Syukurlah jika woozi suka, aku pasti akan suka juga." Ucapnya, entah kenapa wajahku memanas dan dengan segera kupalingkan pandanganku darinya.
.
.
.
Soonyoung POV
"Kau harus mengatakannya hyung." Ucap mingyu, aku yang tak paham apa kata-katanya langsung memandangnya yang berubah serius.
"Apa?"
"Perasaanmu."
"Maksudmu?" tanyaku tak paham, kudengar dia menghela nafas dan memandangku.
"Aku tahu kau menyukai jihoon hyung bukan? Terlihat jelas sekali ketika kau memandangnya hyung." Ucapnya, akupun tersenyum.
"Terlihat jelas?"
"Tentu saja."
"Lalu kenapa dia tak merasakannya?" tanyaku, kudengar mingyu menghela nafas.
"Apa kau juga tak merasakannya? Jihoon hyung menyukaimu hyung."
"Jangan asal bicara."
"Aku tak asal, dia sendiri yang mengatakannya." Ucapnya kesal, akupun langsung memandangnya serius.
"Kau tak bercanda?" tanyaku, diapun mengangguk.
"Dimana dia sekarang?" ucapku, diapun nampak berpikir.
"Kudengar dia kembali ke studio, entahlah." Ucapnya, akupun tersenyum.
"Aku janji akan mentraktirmu nanti, terimakasih gyu."
"Ya." Ucapnya singkat karena aku langsung pergi.
.
.
.
Kunetralkan nafasku dan melihat makanan yang kubawa ditanganku puas, kubuka pintu studio dengan perlahan dan melihatnya tengah memejamkan matanya menikmati musik diheadsfreenya. Dengan perlahan kutarik kursi disampingnya agar bisa duduk dekatnya dan menikmati wajah manisnya yang begitu damai, kusunggingkan senyumku dan dengan perlahan mengelus pipinya sampai dia terlonjak kaget dan membuka matanya.
"Young-ah." Panggilnya, kuturunkan headsfreenya dan kembali menatapnya.
"Kenapa terus disini? Bukankah urusan musik sudah selesai semua? Kita akan konser besok." Ucapku, diapun menggeleng.
"Aku hanya tak ingin ada kesalahan, aku harus memberikan yang terbaik untuk carat agar carat tak kecewa."
"Seperti biasa, kau amat sempurna."
"Musik yang kubuat masih banyak kesalahan, bagaimana bisa itu dikatakan sempurna?"
"Bukan musiknya, tapi kau." Ucapku, diapun terdiam memandangku dan kugenggam tangannya.
"Ji, aku ingin mengatakan sesuatu. Dengarkan baik-baik karena aku hanya akan mengatakannya sekali." Ucapku serius.
"Kenapa tiba-tiba seserius ini, ada apa?" tanya, kueratkan genggamanku dan menghela nafas berulang kali.
"Aku menyu... tidak. Aku mencintaimu, lee jihoon." Ucapku, kulihat dia nampak terkejut dan kutahan bibirnya dengan jariku ketika dia akan mengatakan sesuatu.
"Aku belum selesai." Ucapku, diapun kembali diam dan kunetralkan nafasku.
"Aku menyukaimu dengan segala pemikiran dewasamu, aku menyukaimu yang sangat serius mengerjakan sesuatu, aku menyukaimu yang perhatian dalam diam kepada member yang lainnya, aku menyukaimu dan akan selalu menyukaimu sampai-sampai aku sesak dengan rasa cintaku ini." Ucapku, diapun nampak memandangku berkaca-kaca.
"Sejak... kapan?" tanyanya, akupun tersenyum.
"Sejak kita trainee, sejak pandangan pertama dan sejak aku memutuskan hanya akan memandangmu seorang."
"Itu sudah lama sekali, kenapa baru mengatakannya?" ucapnya dengan terisak kecil, kuhapus air matanya.
"Karena aku takut, kau akan menjauhiku jika aku mengatakannya."
"Pabbo, soonyoung pabbo." Ucapnya dengan memukuli dadaku pelan.
"Pabbo, aku juga mencintaimu bodoh." Ucapnya, akupun tersenyum bahagia dan memeluknya.
"Benarkah?" tanyaku, diapun membalas pelukanku dan mengangguk.
"Kukira selama ini aku hanya bertepuk sebelah tangan, aku berusaha menghindarimu karena aku takut kau hanya memiliki perasaan biasa saja padaku." Ucapnya.
"Aigoo, jadi ini alasanmu selalu mendekam diruangan ini." Tanyaku dengan melepaskan pelukan kami, diapun mengangguk.
"Karena melihat senyumanmu... aku benar-benar berdebar." Ucapnya, akupun terkekeh kecil dan menciumnya lamat dan dia hanya memeluk leherku dan membalas lumatanku. Merasa stok nafasnya akan habis, kulepaskan ciuman kami dan memegang pipinya.
"Jadi... would you be mine?" tanyaku, diapun tersenyum dan mengangguk.
"Tentu saja, lee jihoon milik kwon soonyoung dari sekarang." Ucapnya, akupun tersenyum senang dan mencium keningnya.
"Aku mencintaimu, lee jihoon."
"Aku juga mencintaimu, kwon soonyoung."
.
.
.
"Ngomong-ngomong, aku akan mengatakan pada semua carat jika kau adalah istriku."
"Kau sudah gila?"
.
.
.
Annyeong!
Jinjun comeback
Aku sengaja bikin ini karena denger kemarin hoshi bilang woozi itu istrinya dan suaminya adalah hoshi (kyaaaaaakkk)
Aku belum liat gimana ngomongnya tapi liat di ignya aja gua udah jingkrak-jingkrak seneng.
Moment couple seventeen sekarang bertebaran apalagi junhao kemarin tampil berdua.
Untuk cast selanjutnya aku mutusin buat denger yang ngereview jadi kalian bisa request padaku dan akan kubuatkan jalur ceritanya.
Dan maafkan dakuh, sebenarnya ini bukan drable. Niatnya mau drable cuman kesingkatan dan bikin gereget tauk!
Terimakasih yang udah follow, review mau story ataupun user aku.
Kalian luar biasa!
Annyeong!
Jinjun imnida...
