Aku, Kamu dan Mereka

Disclaimer : Matsui Yuusei

Warning : OC,OOC, Typo, Shounen-ai.

A/n : Osu! minna-san~ (・ω・)ノ gomen kalau Hika-chan lama pake banget buat ngeupdate ffn ini, ini dikarenakan Hika-chan mood mood-an *DilemparRambutan :v

Nagisa memandang kelas yang ada digunung tempat kelas E menimba ilmu. Rasanya Nagisa seperti tak asing dengan kelas itu. Tapi karena Ibu dan Ayahnya juga tak mau membahas hal tentang kelasnya sebelumnya. Jadi, ya masa bodo lah.

"Hei, apa yang sedang kau pandangi?"

Suara seseorang yang Ia ingat dan kenal beberapa hari yang lalu terdengar di telinganya.

Nagisa berbalik dan melihat orang yang tadi berbicara.

"Tidak ada apa-apa Asano-kun." sahut Nagisa pada Asano, orang yang beberapa hari lalu menjadi kekasihnya.

"Hm, begitu. Ku kira kau sedang memperhatikan orang lain selain aku." ucap Asano dengan wajah ngambeknya.

Nagisa hanya tertawa canggung.

"Ah istirahat siang nanti akan ada pertemuan sekolah di aula. Dan kuperingatkan sekali lagi, jangan berbicara pada anak-anak kelas E. Paham?" ucap Asano.

Nagisa hanya terdiam, ia sebenarnya bingung. Kenapa Asano nampak sangat ingin menjauhkannya dari jangkauan anak-anak kelas E.Tapi Nagisa tidak ingin ada permasalahan diantara dirinya dan Asano. Ingatkan kalau ia menerima Asano karena ingin kehidupan sekolahnya damai tanpa pertengkaran dengan Asano saat itu.

"Ya, Asano-kun." sahut Nagisa. Asano tersenyum tulus.

"Anak pintar." ucap Asano sembari mengelus surai biru Nagisa.

oOo

Hari ini ada pertemuan sekolah, Dan tak ayal murid-murid kelas E kerepotan. Pasalnya mereka harus berbaris lebih dulu di aula sebelum kelas lainnya.

"Hah. . Kenapa kita harus jalan kaki menuruni gunung ini? Kenapa kita tidak minta Koro-sensei untuk mengantarkan kita ke aula gedung utama saja." keluh Okajima.

"Tidak bisa Okajima-kun, kalau kalian minta diantar oleh gurita itu, bagaimana kalau anak-anak disana melihatnya? Kita tak bisa membuat target dilihat oleh Orang lain." jelas Karasuma.

"Haaah. . tapi ini melelahkan."

"Sabar saja Okajima." sahut Nakamura.

"Tapi aku tidak menyangka Karma mau mengikuti rapat sekolah." ucap Yada yang memang tak percaya.

"Aku ingin melihat Nagisa. Itu saja." sahut Karma.

"Ah benar. Nagisa ada digedung utama." ucap kayano sedih.

"Ah aku baru ingat, Kalian tahu? aku dengar Nagisa menjalin hubungan dengan Asano." ucap Nakamura tiba-tiba.

Karma kaget bukan kepalang. Cih kenapa harus Asano si pangeran kelabang itu, pikirnya.

"Darimana kau tahu, Nakamura?" tanya Isogai.

"Ah, aku mendengarnya beberapa hari yang lalu dari anak-anak gedung utama."

"Ini tidak bisa dibiarkan!" pekik Kataoka.

"Ya kau benar!" sahut Nakamura.

"Kita harus pisahkan mereka." ucap Kataoka membulatkan tekadnya.

"Bagaimana dengan kalian?" tanya Nakamura pada anak laki-laki.

"Ya, aku sependapat dengan kalian!!" sahut anak laki-laki kecuali Karma.

"Dan setelah mereka terpisah, aku akan mengambil Nagisa." ucap Karma senang.

"TIDAK AKAN KAMI BIARKAN!!" pekik Murid kelas E meneriaki Karma. Karasuma dan Irina hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan muridnya.

oOo

Kelas E sudah berbaris dengan rapi diaula yang masih sepi. Mereka mengedarkan pandang ke sekitar aula hanya untuk melepas bosan.

"Are. . hanya kalian yang baru baris?" tanya seseorang. Mereka semua sontak mengarahkan pandang ke arah orang yang baru saja angkat suara.

"Na. . Nagisa!!" pekik mereka. Nagisa hanya menutup telinganya karena pekikan keras dari murid kelas E.

"A. . Apa aku mengenal kalian?" tanyanya.

"Tentu saja, kita bahkan berteman sejak kelas satu, kau lupa Nagisa?" Karma modus memegang tangan Nagisa dan mengecupnya singkat.

semua murid kelas E geram. Mereka tak akan membiarkan teman malaikatnya didekati oleh Iblis merah dan Pangeran Kelabang.

"Karma." desis Kataoka.

"Apa?" tanya polos Karma.

Nagisa hanya melongo, Ia bingung dengan apa yang terjadi.

"Apa yang kau lakukan Nagisa?! dan kau Akabane Karma, lepaskan tanganmu dari tangan kekasihku!!"

*TBC

jajang~~ Tebece~

Hm. . sepertinya pendek ya?

Hehe. . terima kasih telah berkunjung, tetap tunggu chap selanjutnya ne~~

Maaf kalau masih ada kekurangan *Kedip-kedip, ternyata kelilipan :v