Aku, Kamu dan Mereka

Disclaimer : Matsui Yuusei.

Warning : OC, OOC, Shounen-ai, typo dan lain sebagainya.

Nagisa menatap wajah tampan kekasihnya lagi. Kemudian sedikit mengeluarkan seringaian kecil namun tak terlihat.

"Kalau kau mau aku memaafkanmu kau harus..."

Asano merasakan ada hal buruk yang akan terjadi setelah mendengar permintaan Nagisa tercintanya itu.

"Ha.. harus apa Nagi?" ucap Asano ragu.

"Harus.. meminta maaf pada kelas E! Kau terlalu menjelek-jelekkan mereka Shuu." ucap Nagisa dengan wajah kesal.

What, meminta maaf? pada kelas E? Oh yang benar saja! Asano Gakushuu tak akan melakukan hal itu. Tak akan pernah. Mau ditaruh dimana wajahnya kalau meminta maaf pada kelas rivalnya yang ingin mengambil Nagisanya.

"Tidak bisa Nagisa. Sekolah ini memang seperti ini. Kelas E adalah kelas buangan untuk murid-murid yang dibawah standar pendidikan sekolah ini. Jadi jawabanku tidak." ucap Asano panjang lebar menjelaskan.

"Kenapa begitu?" Kesal. Nagisa kesal sekarang, entahlah kenapa. Tapi yang pasti, Ia kesal setelah Asano bilang kelas E itu kelas buangan.

"Memang sudah seperti itu sejak dulu, sayang."

"Hmph.. kalau kau tak ingin meminta maaf aku- ah baiklah aku akan menggantinya.. em.. kau harus fashion Show." ucap Nagisa tersenyum manis. Mendengar Nagisanya merubah keinginannya menjadi fashion show hati Asano lega seketika.

"Baiklah.. apapun untukmu." sahutnya.

"Fashion Show dihadapan Direktur Sekolah dan memakai baju renang, oke?" ucap Nagisa dengan kedipan matanya. Asano hanya melongo saking kagetnya.

"A.. apa.. Baju renang biasa untuk laki-laki kan? da.. dan kenapa didepan Direktur Sekolah.. Nagi.. kumohon jangan permalukan aku di depan Ayahku!" ucap Asano memohon. Sedangkan Nagisa yang mendengar sang kekasih mengatakan baju renang biasa membuatnya memiliki ide lain untuk menjahili kekasihnya itu.

"Bukan.. ih.. Tapi baju renang wanita! Bikini you know bikini.." ucap Nagisa menahan tawanya.

"No Nagi. No.. Big NO!" ucap Asano. Nagisa tertawa terbahak.

"Oke.. oke.. aku hanya bercanda.. Sa-yang~" ucap Nagisa mengedipkan matanya. Oh ayolah siapa yang tak merona jika diberikan kedipan manja dari kekasih nan imutnya ini.

"Kau sudah mulai bisa menggoda ya?"

"Tidak."

"Ya."

"Tidak."

Dan Seharian itupun dihabiskan oleh mereka diruang kesehatan dengan berdebat ini itu.

oOo

Karma menahan kesalnya sekarang. Sejak kembali dari gedung sekolah utama, Karma tak henti-hentinya mengeluarkan aura mematikan yang tentunya membuat siapa saja dikelas itu bergidik ngeri.

Menatap Kursi kosong, tempat biasa Nagisa duduk. Karma teringat hal yang membuatnya kesal sejak tadi.

Flashback On~

Karma yang membuntuti Asano dan Nagisa kini menatap pintu ruang kesehatan dengan perasaan aneh. Khawatir dan agaknya ragu untuk membukanya.Dengan membulatkan tekadnya Karma membuka sedikit pintu ruang kesehatan dengan tujuan mengintip.

Harapannya sih menemukan Si biru imut kesayangannya sendirian. Tapi harapan tinggal harapan, yang ia lihat adalah Asano tengan mencium bahkan melumat bibir merah cherry milik Nagisa.

Seketika hati dan kepala Karma panas tiba-tiba. Dia kesal sangat kesal.Menutup kembali pintu ruang kesehatan. Karma melangkah menjauh dengan perasaan kesal yang membara.

"Aku akan merebutnya darimu, Asano!!" geramnya.

Flashback Off~

"Aku tak tau apa yang kau pikirkan Nagisa. Tapi, aku akan merebutmu darinya." gumamnya.

Terasaka yang tak sengaja mendengar itu hanya mendengus kasar.

"Memangnya semudah itu? Yang ada kami akan merebutnya dan melindunginya dari kalian berdua. Dasar setan merah." ucap Terasaka.

"Ara.. sepertinya ada yang rindu dengan Wasabi ala keluargaku yang sudah diturunkan turun temurun." sindir Karma dengan seringaian dan memperlihatkan wasabi-wasabi kesayangannya pada Terasaka.

"TIIDAK KALI INI!!!" teriak Terasaka dan kangsung ngacir ke luar kelas.

"JANGAN HARAP BISA KABUR KAU!!" teriak Karma dengan diikuti tawa jahatnya.

"Sungguh kasihan yah Terasaka." ucap Megu.

"Kalau ada Nagisa pasti Nagisa sudah menjadi pawangnya si setan merah. Jadi kita semua aman dari wasabi-wasabi nya itu." kali ini Sugino yang bicara, dan tentunya langsung di angguki oleh semua murid disana.

"Ya, sensei rasa juga begitu."

"Koro-sensei!" pekik mereka menatap Senseinya yang kini tengah memakai pakaian siswi putri, dengan rambut palsu yang di kepang dua dikepalanya.

"Teman-teman serang!" perintah Rio.

"Yak, apa sensei tak boleh ikut perbincangan kalian. AAAAA Sugino-kun!" ucap Koro-sensei panik saat terkena pisau anti sensei yang dipegang oleh Sugino.

Tanpa pikir panjang Koro-sensei kabur dari kelas mengikuti jejak Terasaka yang kini masih dikejar-kejar oleh Karma untuk dijahili.

Irina dan Karasuma hanya menatap mereka dari jendela sekolah sambil mengernyit heran. Pasalnya mereka tak tahu menahu apa yang terjadi.

*TBC

Update cepat! wkwkwkwk emang cepat gitu?*Plakk

Maaf maaf maaf lama banget Upnya. Soalnya lagi sibuk sama UKK, simulasi dan lain sebagainya.Ini juga curi-curi kesempatan buat Update! wkkk *Plak

Oke oke. maaf kalau masih banyak kekurangan.. Terima kasih sudah berkunjung.

~OMAKE~

Nagisa duduk disamping Direktur Sekolahnya. Kalau ditanya dimana dia sekarang, jawabannya hanya satu. Kini Ia tengah berada dikediaman keluarga Asano.

Sedikitnya gugup karena disampingnya itu adalah Direktur sekolah merangkap sebagai Ayah dari Asano Gakushuu kekasihnya. What.. ah biarlah. memang benar kok Asano kekasihnya sekarang apa yang perlu di bantah?.

"Nagisa.. Kau yakin ingin terus berpacaran dengan anak itu? Kalau kau sudah tidak kuat lebih baik putus sekarang saja." ucap Asano Gakuhou, Ayah Asano Gakushuu sembari menunjuk kearah tirai yang ada diruang keluarga.

"Etto.. em.. Ya, Sensei?" ucap Nagisa ragu. Dapat dilihatnya Asano Gakuhou menghela nafas lelah.

"Panggil aku Ayah saja."

"Eh?" kaget Nagisa.

"Panggil aku Ayah. Aku sudah menganggapmu sebagai putriku yang cantik dan imut." Oh Asano Gakuhou mulai OOC karena Nagisa.

"A.. Ah ya.. se-Ayah." Nagisa pasrah. Ia dianggap putri ah.. sudahlah.

"Tapi,Begini Nagisa, kalau kau memang sudah tak kuat lahir dan bathin. Sebaiknya putuskan saja sebelum terlambat.. Di-"

"Nagisa, sayang aku sudah siap." ucap Asano memotong kata-kata Ayahnya. Mereka berdua pun sontak mengalihkan pandang ke arah tirai.

Dapat dilihat oleh mereka tirai mulai terbuka dan menampakkan Asano Gakushuu yang tengah memakai.. Pakaian renang khusus wanita.

Perlu dipertegas lagi. Pakaian wanita.

Gakuhou yang melihat itu, sekarang merasa gagal menjadi seorang Ayah. Nagisa melongo dan Asano yang kini terdiam.

Suasana hening tiba-tiba. Bahkan cicak yang lagi nikahan dipojokan pun terdiam.

"Pfft.. HAHAHAHA! Sumpah.. Shuu kau.. AHAHAHA!! Kau kenapa?! Sudah bosan menjadi laki-laki HAHAHA!" Nagisa tertawa keras. Gakuhou pun juga ikut tertawa. Membuat Asano berwajah masam.

"Ah Nagi Jahat! INI SEMUA KAN KARENA KAU NAGISA!" teriaknya.

Dan Hari itu pula rumah keluarga Asano dipenuhi gelak tawa yang membahana badai halilintar ulala~