"HEH HAKNYEON SIALAN, DIMANA KAU?"

Euiwoong mengamati satu persatu orang di dalam perpustakaan. Ia mencari orang-orang yang sudah menciptakan kehebohan hari ini. Di pojok, Euiwoong akhirnya menemukan orang-orang yang ia cari.

"KAU..."teriaknya sambil berjalan ke arah lima orang di pojok ruangan, tak peduli dengan tatapan garang dari penjaga perpus.

"DASAR SIALAN!" Euiwoong berteriak sambil menggebrak meja yang dikelilingi mereka berlima. "KAU PIKIR AKU TAK TAHU KELAKUAN BUSUKMU."

Haknyeon, yang ditunjuk euiwoong hanya cengegesan.

"JANGAN CENGEGESAN,"bentak euiwoong. Habis sudah kesabarannya.

"Wowo..wow, calm down, harimau sedang mengamuk," celetuk Samuel.

"SHIT YOU,"bentak euiwoong kasar.

"Ung, jangan teriak-teriak," kata Daehwi yang tanpa ia sadari sudah di belakangnya bersama dengan Seonho, hyungseob, dan jihoon.

"Jadi apa ada yang mengganggu kalian?" tanya si muka pucat sopan.

"MASIH TANY..."ucapan euiwoong dipotong Seonho begitu saja, "Urusan kami hanya dengan mereka bertiga Guanlin sunbae," jawabnya tak kalah kalem sambil menunjuk Haknyeon, Woojin, dan Samuel. Yang ditunjuk ekspresinya langsung berubah kaku.

Guanlin berdiri menghampiri Seonho. Beberapa detik mereka bertatapan sampai akhirnya Guanlin berkata,"Memang ada apa dengan mereka?"

"Kurasa Guanlin sunbae sudah tahu," jawab Seonho.

"Apa maksudmu dengan kami bertiga?" tanya Samuel agak gugup.

"Heh, jelas-jelas kau dan kakak-kakakmu itu yang mencuri kunci jawaban ulangan matematika satu sekolah," Daehwi ikut emosi karena tingkah Samuel yang pura-pura tak mengerti.

"Punya bukti?" sanggah Samuel.

"Ini sapu tangan woojin sunbae kan," kata Seonho sembari menghampiri woojin yang sedari tadi diam.

Woojin menatap sapu tangan itu tak percaya, sepertinya dia tak sadar sapu tangan berharganya jatuh.

"Tidak ada nama tidak ada apapun, dari mana kau tahu itu miliknya?" tanya Jinyoung. Akhirnya ia angkat bicara juga.

"Ada banyak hal yang menjelaskan tentang sunbae di sapu tangan itu," Jawab Seonho.

Woojin mengamati sapu tangannya tapi sungguh ia tak menemukan apapun yang baginya bisa menjelaskan bahwa dia pemiliknya.

"Bisa kau jelaskan banyak hal itu?" tanya Guanlin masih dengan wajah tenang.

"Intinya pemiliknya pemain basket yang super sibuk yang hanya punya waktu senggang h-1 sebelum ujian. Di sekolah ini, h-5 sebelum ujian semester, semua kegiatan klub ditiadakan. Tapi hanya klub basket yang h-3 baru berhenti latihan karena akan ikut kejurnas 3 hari setelah ujian berakhir, masalahnya sapu tangannya baru dicuci kemarin pagi yang artinya h-1 sebelum ujian, berarti pemiliknya masih punya kesibukan di h-2, dan yang punya acara padat sampai h-2 hanya OSIS. Saat h-1 sebelum ujian, karena dia sudah terbebas dari segala aktivitas, paginya pemiliknya mencuci sapu tangannya, lalu malamnya ia membawanya saat mencuri kunci jawaban di sekolah. Anak OSIS di klub basket ada lebih dari 5 orang, karena cctv nya dimanipulasi, berarti pemiliknya yang dekat dengan tukang otak-atik komputer, yang utak-atik pasti hanya bertindak sebagai pengawas di luar, tidak masuk ke dalam. Diantara 5 orang anak osis dalam klub basket diantaranya ada guanlin sunbae, woojin sunbae, dan jinyoung yang memang bersaudara dengan haknyeon sunbae yang hobynya sama dengan euiwoong. Lalu diantara kalian siapa? Kalian semua sama-sama jadi jantung kerja di osis, jadi semuanya benar-benar nggak punya waktu senggang sedikit saja," terang Seonho panjang lebar.

"Kalau begitu bisa berarti aku kan."

"Kalau itu guanlin sunbae, melihat kepribadian sunbae, tidak perlu menunggu sampai senggang hanya untuk cuci sapu tangan, berarti pemiliknya yang kadar kemalasan diantara kalian bertiga yang paling tinggi, jawabannya woojin sunbae," lanjut Seonho.

"Lalu bagaimana kau bisa tahu kalau aku salah satu dari mereka?" Samuel berbicara dengan nada tinggi.

"Sikapmu, pola pikirmu."

"Maksudmu?"

"Seseorang dengan sikap childish yang suka main-main dan agak bandel itu pasti menyukai kehebohan semacam ini, berpikir tak akan ada yang tahu dan hal ini sangat keren. Kupikir, itu ciri khas orang-orang sepertimu."

Daehwi meneguk ludahnya dalam sekali teguk, ia agak terkejut dengan ucapan Seonho yang bisa dibilang pedas, padahal Seonho dan Samuel kan jarang berinteraksi.

Guanlin melirik Woojin, haknyeon yang sudah kicep. Samuel yang tadinya akan menjawab tak terima langsung ikut kicep juga melihat lirikan tajam Guanlin. "Jadi selanjutnya apa yang akan kau lakukan, melaporkan mereka?"

"YA IYALAH, YA KALI KALIAN DIBIARKAN, NTAR TAMBAH KELEWATAN," jawab Euiwoong. Teriakannya sedang tak bisa dikondisikan karena rasa kesal berlebihan.

Guanlin menghela nafas pelan, "Kuharap kau mau melepaskan mereka,"mohonnya sopan. "Bagaimanapun mereka saudaraku."

"YAKALI, ENAK AJA...,"Hyungseob membekap mulut euiwoong yang teriakannya sudah mirip pengeras suara, sebelum mereka semua diusir dari perpustakaan.

"Kenapa kalian melakukan ini?" tanya Jihoon yang sejak tadi hanya mengamati,mencari waktu yang tepat untuk bersuara.

"Bersenang-senang," jawab Haknyeon dengan cengiran khasnya.

"AP.."baru saja Euiwoong mau berteriak lagi sudah dibekap hyungseob lagi.

"Diam ung, diam, mau diusir dari sini,"omel hyungseob.

Haknyeon menatap euiwoong gemas. "Otaknya gesrek? Macan yang mengamuk tapi dia malah kelihatan gemas?" batin hyungseob.

"Sebenarnya Seonho nggak berminat mengadu, tapi ujian semester kali ini tidak fair," gumamnya seperti bicara pada diri sendiri.

"Aku akan bilang kepala sekolah untuk minta ujian ulang."

"Apa-apa'an, kau mau reputasimu turun dan dibenci anak satu sekolah," cegah woojin tak terima. Guanlin adalah ketua OSIS, kalau sampai dia membuat permintaan itu, bisa-bisa satu sekolah membencinya.

"Yakin?"tanya Seonho.

"Itu sudah cukup kan menutupi kesalahan mereka."

"Jangan hyung," kata Samuel.

"Bagaimana? Fair?"

Seonho berpikir sebentar. "Boleh saja."

"Berarti urusan kita selesai."

Seonho mengangguk. "Ayo pergi, semuanya sudah selesai," ajaknya pada semua kawannya.

"Awas kau haknyeon,"ancam euiwoong yang pergi paling belakang. Yang diancam sekali lagi hanya tersenyum lebar.

"Seonho," panggil Guanlin. Seonho menoleh, menatapnya dengan tatapan, apa?

"Kau sudah selesaikan musik untuk pementasan?"

"Semuanya beres."

"Baguslah."

"Baiklah, sampai ketemu di klub teater sunbae," kemudian Seonho berpaling dan pergi.

Woojin menghela nafas keras lalu mengacak-acak rambutnya. "Harusnya aku tak jatuhkan sapu tangan itu."

"Ya hyung, harusnya memang jangan," kata haknyeon.

Woojin memelototinya dan hanya dibalas dengan cengiran. Haknyeon gemar sekali nyengir.

"Untung masalahnya bisa beres," kata jinyoung.

"Tapi guanlin...,"woojin ragu meneruskan kalimatnya, setengah tak enak dengan saudaranya itu.

"Jangan lakukan hal itu hyung," bujuk samuel.

"Aku bisa buat diriku sendiri aman," jawab guanlin datar.

"Ngomong-ngomong aku tak menyangka mereka bisa berpikir secepat itu," puji jinyoung.

"Terutama si Seonho itu, juga euiwoong," haknyeon mengucapkan nama euiwoong sambil nyengir.

"Si wakil ketua kedisiplinan itu? kenapa sih kau suka sekali buat ulah dengannya, galaknya minta ampun," woojin bergidik sendiri membayangkan telinganya konslet diteriaki setiap hari seperti haknyeon.

"Dia manis sih." Jawabannya sukses membuat samuel, woojin, maupun jinyoung memutar bola mata malas, kecuali guanlin yang tetap datar.

"Hyung, gak sakit mata kan?" ejek samuel. Wajah euiwoong memang manis sih, tapi mulutnya beracun seperti bisa, pedes seperti cabe rawit, kalau sudah mode galak, teriakannya bahkan sampai ke kelas samuel. Kelas mereka kan sebelahan.

"Otaknya konslet mungkin gara-gara kebanyakan nonton blue film,"cibir woojin.

"Kau sendiri juga biasanya nebeng nonton di laptopku, NGACA !" sahut haknyeon tak terima.

"Punya yang terbaru nggak hyung?" tanya samuel.

"Ada stok beberapa film, mau?"

Samuel mengangguk semangat.

Jinyoung dan guanlin sama sekali tak tertarik dengan obrolan mereka yang mulai salah jalur.

"Aku pergi," guanlin berdiri dan membereskan bukunya.

"Eh...kemana?,"tanya haknyeon.

"Ruang kepala sekolah."

"Lah...seriously?" kelopak mata samuel melebar kaget.

"I am serious with my statement,"jawab Guanlin tenang.

"Aku ikut," kata woojin. Sungguh dia merasa tak enak dengan guanlin. Mungkin dengan menemaninya bisa mengurangi sedikit rasa bersalahnya.

"Whatever,"jawab guanlin lalu berlalu begitu saja.

"Aku kembali ke kelas,"kata jinyoung.

Jadilah hanya tinggal haknyeon dan samuel yang tetap di perpustakaan.

"Mau balik juga?" tanya samuel.

Haknyeon menggeleng. "Masih malas."

#$%^%&^

Malam ini udaranya cukup dingin, tapi bulan purnama bersinar cerah, tanpa terhalang mendung sama sekali.

Jihoon, euiwoong, daehwi, dan hyungseob malam ini sepakat menginap di rumah Seonho, alasannya mau belajar bareng, padahal aslinya karena Seonho bilang hari ini mamanya masak banyak makanan enak, sementara mereka berempat fans berat masakan mama Seonho.

"Kok aku lagi malas belajar ya," kata Euiwoong yang duduk di sofa.

Semua orang sontak menoleh ke arah euiwoong kaget. Jarang-jarang euiwoong mengeluh malas belajar karena dia yang paling rajin diantara mereka.

"Gak sakit kan?" tanya daehwi perhatian. Ini juga buat semua orang heran, tumben daehwi perhatian pada euiwoong. Biasanya mereka cakar-cakaran.

"Kalian semua aneh banget hari ini,"kata hyungseob.

"Soalnya aku masih kesel sama haknyeon, pengen kuremet-remet, trus kubuang ke sungai," geram euiwoong.

"Heran, haknyeon sunbae kok gak bosen tiap hari diteriaki anak macam?" sindir daehwi.

"SIAPA YANG ANAK MACAN?"

"Mulai lagi kan," gumam jihoon yang duduk di sebelah euiwoong.

"Hanyeon kan kakak kelas, sopan sedikit dong, manggil nggak pernah pakek hyung," daehwi semakin nyolot.

"Kok belain dia sih be? Salah dia sendiri setiap hari buat orang darah tinggi, males lah ngehormati dia."

"Ya kan tetep kakak kelas, sopan sedikit lah."

"Lama-lama pengen kugampar juga mukamu wi," euiwoong mulai emosi.

Daehwi menutup bukunya dan berdiri. Kedua baju lengannya ia gulung hingga siku. "Ngajak tawuran? Ayo, sekarang sekalian."

"BERISIKKK!" teriak hyungseob menengahi mereka berdua. Dia yang sejak tadi tenggelam di sosial media terpaksa meletakkan hp nya. "Lama-lama kalian berdua yang kugampar,."

Semarah-marahnya dan senggak hormat-hormatnya euiwoong, kalau dengan hyungseob dan jihoon dia tak berani melawan.

"Jangan bikin malu dong, ini di rumah orang," Jihoon memperingatkan. Ia hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan adik-adik kelasnya yang sudah seperti tom & jerry, ssebentar-sebentar ribut, sebentar-sebentar akur.

Daehwi dan euiwoong serempak menunduk, sementara yang punya rumah? Seonho sama sekali tak menggubris dan sibuk main game di hp nya sambil selonjoran di ranjang.

"Eh, ngomong-ngomong kak Guanlin makin hari makin ganteng ya, ketua osis iya, kapten basket iya, anggota teater iya, otak jangan ditanya, almost perfectlah," puji daehwi setinggi langit.

"Mujinya biasa aja dong, dasar cabe," sewot euiwoong.

"FAKTA ! Dehwi sih nggak masalah punya pacar kayak kak Guanlin," nada bicaranya agak tersipu di akhir.

"SADAR DIRI WI, SADAR DIRI!"

"APA SIH UNG, BACOT AJA ORANG."

"STOP!" lagi-lagi hyungseob harus mengeluarkan teriakannya untuk melerai mereka.

"Kadang aku merasa agak aneh dengan keluarga satu itu,"kata Jihoon.

"Memang kenapa hyung?" Daehwi penasaran dengan kalimat Jihoon. Menurutnya tidak ada yang aneh dengan keluarga Guanlin.

"Jinyoung itu adiknya Guanlin ya? Mirip sih," Jihoon seperti bergumam sendiri. "Mereka berdua punya aura wibawa yang kuat, sementara tiga orang lainnya, sama sekali lain."

"Ya kan satu keluarga nggak harus mirip kelakuannya hyung. Terutama si tukang modus itu, kok bisa Guanlin sunbae punya sepupu macam dia, kebanting!" euiwoong meremas kertas di tangannya, emosinya selalu naik setiap mengingat cengiran haknyeon.

"Samuel itu adiknya haknyeon kan? Kok gak mirip," kata hyungseob.

"Setahuku sih mereka saudara tiri,"jawab Daehwi.

"Setidaknya adiknya nggak seperti kakaknya yang kelakuannya bikin pusing, buku catatan kedisiplinanku sampek mau penuh gara-gara dia. Hampir setiap hari nelat, kepergok bolos pelajaran, seragam gak rapi, nonton blue film di perpustakaan keras-keras," Euiwoong membanting buku tulisnya ke meja. "Nggak ada tempat lain apa, toilet kek, nggak tahu malu banget," ujar euiwoong nggak terima tempat faforitnya digunakan untuk nonton video porno.

Jihoon geleng-geleng kepala. "Nggak rajin, mesum, tapi heran, otaknya pinter banget, dari kelas satu selalu masuk lima besar paralel."

"Semester lalu tiga besar paralel malah didominasi satu keluarga, guanlin, woojin, haknyeon, agak kesel juga lihatnya,"ujar Hyungseob dengan nada sinis. Pasalnya semester lalu Hyungseob digeser Woojin dan Haknyeon dari posisi dua ke empat.

"Masih mending, aku malah nggak pernah pindah, stay di urutan ke 5," kata Jihoon.

"Kalau Woojin sunbae itu siapanya kak guanlin?" tanya euiwoong.

"Woojin itu juga sepupunya guanlin," jawab Hyungseob.

"Beda-beda begitu kelakuannya, tapi satu keluarga ganteng semua," kata Daehwi sambil senyum-senyum.

"Terserah wi, terserah," euiwoong malas menanggapi ucapan Daehwi. Hari ini dia sudah terlalu banyak emosi.

"Malam ini bulan purnama ya," kata Seonho. Matanya menatap ke luar jendela balkon yang terbuka.

Daehwi berlari ke balkon dan berteriak,"Bulannya bagus lo."

"Katanya kalau bulan purnama waktunya manusia serigala berubah jadi serigala seutuhnya," jawab hyungseob.

"Itu kan mitos hyung." Baru beberapa saat yang lalu euiwoong mingkem karena bentakan hyungseob, sekarang sudah berani mencibirnya.

"Katanya juga vampir sedang di puncak kekuatan mereka kan," tambah daehwi.

"Kebanyakan baca novel romance kalian," ejek jihoon.

"Lah kan swet hyung kalau di novel-novel, kisah cinta vampir dan manusia biasa," daehwi berujar dengan semangat menggebu.

"Basi ah."

"Diem anak macan," sungut daehwi.

Euiwoong sudah mau menjawab tapi tidak jadi karena pelototan hyungseob.

"Eh, kenapa bahas bulan purnama hoo?" tanya jihoon heran.

"Nothing,"jawab Seonho singkat tanpa melepaskan pandangan dari hp.

"Kamu percaya vampire hoo? Daehwi berlari ke kasur dan mengusel-ngusel tangan Seonho.

"It's just human fantasy."

Daehwi cemberut, "I know, but it's really great fantasy and i love it so much."

"ANAK-ANAK, MAKAN MALAM SUDAH SIAP!"teriak mama Seonho dari lantai 1.

Pembicaraan mereka terhenti dan semuanya langsung menuju ke ruang makan untuk makan malam. Seonho menatap langit malam di luar sebentar, sementara teman-temannya sudah lebih dulu keluar kamar.

""How people can live forever? Not realistic."

TBC...

Hay readers, aneh gak sih Seonho jadi agak cool di sini? Pengen aja buat dia beda dari biasanya. Dan untuk hyungseob, emang sih dia cabe, tapi kan cabe elit, dan dia juga hyung posisinya, jadi tak buat agak dewasa dikitlah kelakuannya.

I hope everyone like this ff...

Don't forget give your comment... J