Seventeen Romance
Rat : T-M
Oneshot!
Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda
Baik itu manis, asam, pahit, asin.
Semua memiliki rasa sendiri-sendiri
Jadi...
Nikmatilah...
.
.
Happy reading
"Hubungan Tanpa Status?"
Cast : Kim Mingyu
Jeon Wonwoo
Slight : Seventeen Member
Genre : Drama, Romance, BL
Rat : T
.
.
.
"Jadi... apa kita bisa langsung menikah?"
"Diam atau aku patahkan kakimu."
.
.
.
"Hubungan Tanpa Status"
Mingyu POV
"Hyung, tumben sekali kau berpakaian rapih seperti ini?" tanya hansol ketika aku memakai dasi sekolahku, akupun hanya tertawa dan memandangnya.
"Wae? Hari ini wonwoo akan lomba jadi aku harus berpenampilan baik didepan dia."
"Tunggu! Bukankah dia yang lomba lalu apa pengaruhnya kau memakai pakaian ini?" tanyanya heran.
"Sebagai penyemangat?"
"Pede sekali kau mengklaim dirimu sendiri sebagai penyemangat diva sekolah kita." Ucap seungcheol hyung dengan memukul belakang kepalaku, akupun meringis dan memandangnya tajam.
"Tentu saja dia akan bersemangat melihatku, apalagi melihat ketampananku ini."
"Tolong siapapun yang bawa kantung muntah, aku membutuhkannya." Ucap seungcheol hyung, akupun memukul pahanya keras.
"Tapi sejujurnya hubungan kalian ini apa? Bukankah kalian tak pacaran sama sekali?" ucap hansol dengan meminum minumannya, akupun mengelus pipiku didepan cermin.
"Tentu saja, calon suami masa depannya."
Wonwoo POV
Kuletakkan buku terakhir yang harus kupelajari dimeja belajar sekolahku dan merenggangkan tubuhku, kulepaskan kacamataku dan mengurut pangkal hidungku.
"Sudah selesai my sweetie?" ucap seseorang, akupun melihat kearah pintu dan tersenyum ketika melihat mingyu datang dan masuk kekelasku.
"Kau datang?" ucapku, diapun duduk didepanku dan memberikan minuman kepadaku.
"Aku yakin kau haus, minumlah." Ucapnya, akupun menerimanya dan meminumnya.
"Jam berapa dimulainya?" tanyanya, kulihat arlojiku dan meletakan botol tadi.
"2 jam kedepan akan dimulai, bahkan aku belum bersiap apapun."
"Kau sudah belajar dengan keras." Ucapnya, kutatap dia ketika doa mengelus kepalaku dan tersenyum.
"Aku yakin kau bisa." Ucapnya, kutahan senyumku dan mengalihkan wajahku darinya.
"Apa-apaan pakaianmu hari ini? Kenapa kau rapih? Berbeda dari biasanya." Ucapku, diapun melihat pakaiannya.
"Waeyo? Bukankah aku tampan dengan begini?"
"Tidak, kau sama sekali tidak tampan." Ucapku, akupun berdiri.
"Aku pergi."
"Ya! Wonu-ya!"
.
.
.
Kuhembuskan nafasku berulang kali dan kembali melihat arloji karena sebentar lagi perlombaan dimulai, akupun melihat kearah jihoon yang tengah membenarkan pakaiannya dan diapun memandangku.
"Mwonde?"
"Kau tidak gugup?" tanyaku heran, diapun mengendikan bahunya.
"Aniyo, inikan hanya perlombaan."
"Kau terlihat percaya diri sekali." Ucapku, diapun menggeser duduknya kearahku.
"Bukannya mau kurang ajar atau apapun itu, tapi wonu-ya sebenarnya kau dan kim mingyu ada hubungan apa?"
"Hah?"
"Kau dan kim mingyu, kalian seperti pacaran tapi aku tahu kalian tak memiliki hubungan sama sekali bukan?" ucapnya, akupun terdiam.
"Aku benar bukan?"
"M-memangnya harus ada status, kami nyaman dengan hubungan kami seperti ini." Ucapku, diapun menghela nafas.
"Kau yakin? Bagaimana jika kalian terus begini dan bisa saja dengan seenak jidat mingyu memiliki kekasih lain karena dia merasa bebas? Ingatlah, status itu untuk mengikat dan saling mengklaim. Jika kalian tak memiliki status, kalian tak bisa mengklaim satu sama lain."
"Apa... harus?" tanyaku ragu.
"Iyah, itupun jika kau bersungguh-sungguh padanya." Ucapnya dengan berdiri dan pergi, akupun hanya melihat tanganku dan meremat tanganku.
"Apa... mingyu memiliki perasaan padaku?"
Mingyu POV
Kuhirup wangi bunga yang baru saja aku beli ditoko bunga untuk memberikannya pada wonwoo, akupun tersenyum senang ketika melihatnya sudah ada dipodium untuk berlomba ilmu dengan sekolah lainnya dan partnernya adalah lee jihoon kekasih kecil dari kwon soonyoung. Akupun melambaikan tanganku pada wonwoo tapi wonwoo nampak tak peduli dan melanjutkan debatnya, kukernyitkan keningku heran namun mengendikan bahu karena mungkin saja wonwoo sedang konsentrasi. Akupun duduk disalah satu kursi khusus tamu dan memperhatikan wonwoo yang nampak mempesona ketika berdebat, akupun tersenyum kecil dan menangkup daguku.
"Benar-benar indah." Gumamku.
.
.
.
"Wonu-ya..." panggilku kearahnya yang turun dari podium setelah mendapatkan piala karena keberhasilannya, akupun berdiri didepannya dan memberikan bunga tadi.
"Selamat! Aku tahu kau pasti berhasil." Ucapku, namun dia hanya memandang lama bungaku.
"Wonu-ya..."
"Mingyu, kita butuh bicara." Ucapnya mengacuhkan bungaku dan berjalan melewatiku, akupun melihat jihoon dan dia mengendikan bahunya tak peduli.
"Ada apa sebenarnya?" ucapku heran dan mengikuti kemana wonwoo pergi, setelah lama berjalan dilorong sepi diapun berbalik dan memandangku.
"Kumohon."
"Hm?" gumamku heran.
"Kumohon berhentilah."
"Berhenti? Berhenti apa maksudmu?" ucapku bingung, akupun melihat bungaku.
"Ah? Kau tak suka bungaku? Begitu, maaf aku tak tahu jika kau tak suka bungaku. Aku..."
"Bukan itu maksudku." Potongnya, akupun memandangnya.
"Berhentilah membuat perasaanku seperti ini." Ucapnya, akupun terdiam.
"Aku... aku tahu kau tak suka sebuah status yang bernama pacaran, tapi jika kau dekat denganku hanya untuk mempermainkanku seperti ini sebaiknya hentikan saja."
"Ada apa dengan kata-katamu itu? Siapa yang mempermainkanmu?"
"Kau!" ucapnya, diapun mendorong dadaku.
"Kau, hentikan membuatku jatuh cinta jika akhirnya kau tak mau berpacaran denganku."
"Wonu, dengarkan aku du..."
"Sekarang aku tanya padamu?" ucapnya, akupun melihatnya.
"Kau... apa kau tak mau juga berpacaran denganku?" tanyanya, kuremat tanganku dan berusaha bernafas lega.
"Tidak, tapi aku..."
"Cukup!" potongnya, diapun menggeleng dan tersenyum miris.
"Hanya itu jawabannya, dan aku tak mau mendengar apa-apa lagi." Ucapnya, diapun pergi dan aku hanya bisa melihatnya.
"Kenapa kau tak mau mendengarkan aku, wonu?"
Wonwoo POV
Kutatap dalam diam jendela perpustakaan karena jam sekolah sudah selesai beberapa menit yang lalu, buku-buku yang dulu selalu membuat minat membacaku naik menjadi barang yang bagaikan tak ada manfaatnya sama sekali untukku. Kuhela nafasku dan memejamkan mataku sebentar sebelum membukanya dan ketelungkupkan wajahku pada tanganku.
"Kenapa seperti ini jadinya?" ucapku lirih.
"Aku seharusnya tahu kenapa mingyu tak mau mengikatku sebagai kekasihnya, tapi kenapa rasa ego ini begitu besar dibandingkan rasa mengertiku?" ucapku pelan, entah kenapa rasanya aku ingin menangis namun aku menggeleng cepat dan bangkit.
"Tidak, untuk apa aku harus menangis. Dia bukan manusia satu-satunya didunia ini dan aku bisa mendapatkan wanita atau pria yang lebih baik darinya." Ucapku pada diriku sendiri, tapi aku menunduk ketika air mataku jatuh.
"Tapi aku hanya bisa jatuh cinta padanya, ottohke?" isakku.
"Wonwoo..." panggil seseorang, akupun mendongak dan melihat jihoon ada didepanku.
"Wae? Kenapa menangis sendirian?" tanyanya, akupun menahan tangisanku dan dia hanya mengelus kepalaku menenangkan.
.
.
.
"Ah... jadi kau memikirkan pembicaraanku waktu itu?" ucapnya, akupun hanya mengangguk.
"Kenapa kau menganggap itu serius? Akukan hanya bertanya."
"Tapi aku jadi memikirkan bagaimana perasaan mingyu padaku." Ucapku.
"Kau bertanya masalah perasaan padanya?" tanyanya, namun aku menggeleng.
"Aniyo, aku hanya bertanya apa dia mau menjadikan aku pacarnya atau tidak."
"Haah, terkadang dibalik otak cerdasmu terdapat kebodohan tak tersangkalkan."
"Apa maksudmu?" ucapku tak terima.
"Seharusnya kau bertanya, 'mingyu, apa kau mencintaiku?'. Jika kau tak bertanya seperti itu dan kau tahu jika dia punya trauma masalah pacaran tentu saja jawabannya tak akan membuatmu puas."
"Jadi... aku salah bertanya?"
"Masih saja bertanya, lalu bagaimana sekarang hubungan kalian berdua kedepannya?" ucapnya, akupun menggeleng.
"Molla."
"Datangi dia dan perbaiki hubungan kalian itu, jangan hanya karena pertanyaanku membuat kalian seperti abg labil." Ucapnya dengan berdiri dan pergi, akupun hanya memandangnya dan berpikir.
"Apa benar?"
Mingyu POV
"Pria yang kemarin mengaku sebagai pria tertampan, tapi sekarang malah berubah menjadi gadis sedang pms."
"Berisik!" ucapku kesal, kugusak rambutku kasar dan menghela nafas.
"Aku stress, stress."
"Kau tak perlu membuat pengumuman, kami bisa melihatnya."
"Seungcheol, diam atau aku kebiri!" ancam jeonghan hyung, akupun hanya tertawa senang.
"Terimakasih sudah membelaku hyung."
"Kau juga mingyu, jika kau tak mau menjadikan wonuku kekasih setidaknya jadikanlah dia calon istri yang sah." Ucap jeonghan hyung, akupun memandangnya.
"Calon istri yang sah? Maksudmu hyung?"
"Lamar dia bocah!"
"Honey, aku tahu kau sangat suka dengan hubungan mingyu dan juga wonwoo. Tapi menyarankan mereka untuk bertunangan bukankah itu tidak terlalu dini?" protes seungcheol hyung, namun entah kenapa itu menjadi ide bagus.
"Aku suka idemu hyung."
"Kau serius?" tanya jun kaget setelah dari tadi hanya memperhatikan perdebatan kami.
"Memangnya kenapa?"
"Kalian berdua masih bocah." Ucap seokmin heboh, namun aku hanya memandangnya tajam dan juga jeonghan memandangnya sama denganku.
"A-ah baik, aku diam." Ucapnya, akupun memandang jeonghan.
"Lalu aku harus bagaimana?"
"Beri dia cincin."
"Lamar dia dengan bunga."
"Tidak tidak, cium saja langsung." Ucap seungkwan, kamipun memandangnya serempak.
"Jangan dengarkan dia, kalian lanjutkan saja." Ucap hansol dan membawa seungkwan pergi.
"Kumohon seriuslah." Ucapku frustasi.
"Aku punya saran." Ucap chan, kamipun memandangnya serius.
"Kau serius?" tanyaku, diapun mengangguk dan membisikan sesuatu padaku.
"Apa kau yakin rencana ini akan berhasil?"
"100% yakin." Ucapnya semangat, akupun tersenyum dan mengelus kepalanya.
"Terimakasih, chan-ah."
Wonwoo POV
"Kau melihat kim mingyu?"
"Mingyu? Tidak."
"Ah terimakasih." Ucapku kepada salah satu murid yang lewat, kuhela nafas dan memandang ponselku.
"Tidak ada tanda-tanda dia akan ke sekolah, apa dia akan membolos lagi?" tanyaku, namun kualihkan pandanganku kearah para murid yang berlarian kearah lapangan dibawah. Penasaran, akupun ikut melihat dan heran ketika melihat mingyu tengah memegang pengeras suara dibawah dengan kelopak bunga mawar mengelilinginya menjadi simbol Love. Diapun nampak mencari seseorang dan terhenti ketika memandangku, kulihat dia tersenyum dan menghadapkan tubuhnya padaku.
"Jeon wonwoo." Ucapnya, para siswapun langsung melihatku.
"Iyah kau, turunlah kemari." Ucapnya, para siswapun langsung menyemangatiku kebawah dan sungguh ini sangat memalukan. Akupun berhadapan dengannya dan kupandang tajam dia yang hanya tersenyum senang.
"Apa-apaan kau ini? Ini memalukan sungguh." Ucapku, namun dia hanya memegang tanganku dan kembali memakai pengeras suara.
"Jeon wonwoo, dihadapan seluruh orang disekolah ini! Aku! Kim mingyu! Ingin melamarmu sebagai calon istriku!" ucapnya, akupun tertegun dan memandangnya ketika seluruh sekolah riuh dan meneriakan terima padaku.
"Maukah kau jeon wonwoo menerima kim mingyu sebagai calon suamimu?"
"Mingyu?" lirihku, diapun menurunkan pengeras suaranya dan memandangku.
"Jadi, will you marry me?"
"Kenapa harus melamar?" ucapku terharu, diapun mengelus tanganku.
"Karena aku tak bisa menjadikanmu sebagai pacarku, tapi aku tak mau kehilanganmu. Jadi kupikir, menjadikanmu sebagai calon istriku adalah jalan terbaik." Ucapnya, akupun terisak dan memeluknya.
"Aku mau, aku mau kim mingyu." Ucapku, para siswapun berteriak senang dan kurasakan mingyu membalas pelukanku.
"Aku juga minta maaf karena egois memintamu menjadikanku pacarmu, mianhae." Ucapku, diapun melepaskan pelukannya dan menggeleng.
"Justru itu menjadikanku sadar jika aku semakin tak mau kehilanganmu, jadi jangan lagi berpikir jika aku tak mencintaimu karena aku benar-benar mencintaimu jeon wonwoo." Ucapnya, akupun tersenyum dan kembali memeluknya.
"Ya! Ciumannya mana?" teriak seseorang dan aku tahu ini suara seungkwan.
"Jangan hiraukan dia!" teriak hansol, akupun terkekeh dan mencium singkat pipi mingyu sampai dia memandangku kaget.
"I love you, kim mingyu." Ucapku, diapun tersenyum dan memelukku erat.
.
.
.
"Aku serius hyung, bisa kita menikah besok?"
"Kim mingyu..."
.
.
.
Halohaaaaaaa...
Yaampun, aku sudah lama vakum. Mianhae semuanya...
Ini karena aku menjalankan tugas wajibku sebagai mahasiswa jadi mau bagaimana lagi?
Kali ini aku akan memenuhi request tanpa crack couple karena banyak alasannya, jadi mian untuk yang request dengan crack couple.
Mungkin lain kali aku buat yah untuk kalian yang mau crack couple
Ok! Waktunya list request
Verkwan
Seoksoon (ini crack bukan sih?)
Junhao
...
Semoga kalian menikmati karya mendadak dariku ini, huhu
Annyeong, jinjun imnida...
