Seventeen Romance

Rat : T-M

Oneshot!

Dimana kisah percintaan setiap insan manusia akan selalu berbeda

Baik itu manis, asam, pahit, asin.

Semua memiliki rasa sendiri-sendiri

Jadi...

Nikmatilah...

.

.

Happy reading

"Remember That"

Cast : Lee Seokmin

Kwon Soonyoung

Other Cast : Lee chan

RAT : T

Genre : Family, romance, Drama, Sad/Angts

.

.

.

"Remember That"

Kupikir setelah aku kembali dan melihat semua yang seharusnya membuatku ingat satu kenangan maka aku akan mengingat semuanya

Tapi entah kenapa...

Masih ada sesuatu yang mengganjal, dan itu benar-benar membuatku sesak.

.

.

.

Seokmin POV

"Hyung? Kau sudah selesai terapi?" tanya chan ketika aku keluar dari ruang terapi, akupun tersenyum dan mengangguk.

"Maafkan hyung, apa hyung merepotkanmu... lagi?" tanyaku ragu, diapun menggeleng dan mendorong kursi roda yang khusus selalu membawaku kemanapun karena kondisi tubuhku yang lemah.

"Kenapa aku harus kerepotan? Hyung adalah hyungku jadi aku akan dengan senang hati membantu hyung, apapun itu."

"Apapun itu?" tanyaku, diapun mengangguk.

"Kalau begitu, mau ingatkan hyung tentang seseorang yang selalu hyung impikan?" tanyaku, diapun nampak terdiam dan perlahan tersenyum.

"Ne, dengan senang hati."

.

.

.

Kubuka satu persatu lembaran album foto yang tadi siang chan berikan padaku, akupun hanya tersenyum karena beberapa foto menunjukkan ekspresi menggelikan namun menggemaskan sekaligus. Akupun membuka lembaran selanjutnya dan melihat seorang pria yang tengah tersenyum sampai matanya bagaikan menghilang dan wajahnya hampir menyerupai hamster imut.

"Kwon soonyoung." Gumamku, akupun perlahan mengelus wajahnya dan tersenyum.

"Aku akan berusaha mengingatmu, meskipun pada akhirnya besoknya aku akan lupa tapi aku akan berusaha mengingatmu dan jika aku lupa lagi aku akan terus mengingatmu." Ucapku pelan, kuambil spidol dan menuliskan nama dibelakang foto yang kulepas di album foto tersebut.

"Aku akan menulis namamu agar aku tak lupa lagi namamu, kwon soonyoung." Ucapku dengan menuliskan namanya, akupun tersenyum puas ketika namanya sudah tertulis dan memasukan kembali kedalam album fotonya. Akupun mengambil sebuah note kecil dan menulis sesuatu disana sebelum menempelkannya ke papan disamping ranjangku.

Kau harus membukanya, album foto dihalaman 31

Kwon soonyoung

Soonyoung POV

"Apa... kondisinya masih sama?" tanyaku pada chan, diapun meletakan jusnya dan mengangguk.

"Semakin hari dia akan semakin lupa apa yang sudah dia lakukan setiap harinya, sampai dia menulis semua aktivitasnya di note dan dia akan menurutinya seperti note itu adalah panduan hidupnya." Ucapnya menunduk, akupun menghela nafas dan berusah menahan sedihku.

"Aku ingin bertemu dengannya."

"Diapun hyung, meskipun dia tak mengingatmu tapi dia ingin bertemu denganmu jauh didalam lubuk hatinya." Ucapnya, akupun tersedak air mataku dan menunduk.

"Aku harus bagaimana? Jika seandainya aku bisa merengkuhnya maka akan aku lakukan, tapi aku sangatlah lemah chan dan tak bisa berbuat apa-apa."

"Tak perlu melakukan apapun hyung, tapi kumohon muncullah meskipun itu yang terakhir." Ucapnya, diapun memegang tanganku memohon.

"Kau akan menikah dan pindah ke jepang bersama pasanganmu, jadi kumohon terakhir kalinya temui dia." Ucapnya, akupun akhirnya mengangguk dan dia tersenyum.

.

.

.

Kulihat seokmin yang tengah ditanya oleh beberapa dokter yang sepertinya sedang memeriksa kondisinya, akupun memandang chan yang memandang hyungnya sedih karena hanya dia yang sekarang ini dia miliki. Akupun memegang tangannya dan tersenyum menguatkan ketika dia memandangku.

"Gwaenchana?" tanyaku, diapun tersenyum dan mengangguk.

"Aku yakin hyungmu akan membaik, dia akan kembali seperti semula. Menjadi seokmin yang ceria dan juga kuat sepertimu."

"Kenapa hyung harus menerima perjodohan itu?" tanyanya, akupun terdiam.

"Hyung, kalian saling mencintai tapi kenapa kau memutuskan hubungan kalian dan kau memilih untuk menerima perjodohan yang orangtua kalian lakukan?" tanyanya lirih, akupun tersenyum.

"Terkadang hidup tak selalu berjalan mulus seperti apa yang kita mau." Ucapku, akupun kembali memandang seokmin dan tersenyum.

"Karena mungkin jika seokmin terus bersamaku, maka kami tak akan pernah bertemu lagi selamanya." Ucapku, kuremas tanganku keras demi menahan perasaanku yang sakit ketika mengatakannya.

Seokmin POV

Kuambil note dan membaca apa yang harus aku lakukan hari ini, akupun tersenyum dan meletakannya kembali ke papan sebelum membuka album foto halaman 31 sesuai petunjuk.

"Seokmin-ah." Panggil seseorang, akupun berhenti dan melihat seseorang yang memanggilku.

"Kau..."

"Aku, kwon soonyoung." Ucapnya, akupun melihat note itu dan tersenyum bahagia.

"Halaman 31, foto, kwon soonyoung. Aku bisa melihatmu langsung entah kenapa perasaanku lega." Ucapku, diapun tersenyum namun tampak terpaksa.

"Kita saling mengenal bukan?"

"Iyah, sangat mengenal." Ucapnya, diapun duduk didepanku dan memegang tanganku.

"Kenapa... kenapa kau jadi seperti ini?" tanyanya lirih, akupun memandangnya bingung.

"Aku, kenapa?" tanyaku, namun dia hanya menangis.

"Aku akan menikah." Ucapnya, akupun memegang pipinya dan mengusap air matanya.

"Bukankah seharusnya kau bahagia, kenapa malah menangis?" ucapku, namun dia semakin terisak.

"Mianhae, jeongmal mianhae." Ucapnya dengan menutup matanya dengan tangannya, akupun terdiam.

"Aku tak bisa terus bersamamu, mianhae." Ucapnya, perlahan ingatan yang selama ini aku tak bisa ingat sama sekali bagaikana film yang sedang diputar dipikiranku dan entah kenapa rasanya dadaku semakin sesak ketika mengingatnya.

"Ini semua salahku, jika saja..."

"Soon-ah." Panggilku, diapun nampak terkejut dan memandangku kaget.

"Seokmin, kau... sudah ingat?" tanyanya, akupun berusaha tersenyum meskipun sekarang mataku terasa berkaca-kaca.

"Pergilah." Ucapku, diapun terdiam dan terisak. Dengan perlahan kuangkat tanganku dan meletakannya dikepalanya.

"Aku sudah baik-baik saja, aku akan lupa apa yang kulakukan setiap harinya jadi jangan khawatir." Ucapku, diapun memelukku dan aku membalas pelukannya.

"Aku benar-benar mencintaimu, maafkan aku melakukan ini semua maafkan aku." Ucapnya, akupun hanya menangis dalam diam dan mengangguk.

"Tak apa-apa, menikahlah dan hidup dengan baik. Demi aku." Ucapku, diapun mengangguk dan akupun tersenyum dengan memejamkan mataku.

"Selama kau bahagia, maka ingatan bahagia akan aku ingat semuanya untukmu." Ucapku, diapun semakin terisak dan mengeratkan pelukannya padaku.

.

.

.

Annyeong readernim...

Kali ini aku bawakan Seoksoon, sebenarnya aku gak tahu ini official couple atau bukan tapi aku sering ngeliat mereka dipasang-pasangin

Mianhae (bow 900)

Aku lama bawain cerita baru, maklum aku mahasiswa tingkat akhir yang akan menghadapi apa yang namanya skripsi

Tingkat menakutkan dari semua laporan akhir...

Gak tahu kenapa aku suka sukanya bikin story sad padahal banyak permintaan pengen mereka bahagia hehe

Dari 'remember that' awalnya mau bikin sequel kenapa mereka pisah dan juga awal hubungan mereka jadi kalau responnya bagus aku post

Untuk selanjutnya couple yang aku bawakan adalah

Junhao

Soonhoon

...

Thanks yang sudah setia menunggu karyaku

Saranghae! (love sign)

Annyeong, jinjun imnida...

.

.

.

Omake

Chan POV

Kubuka jendela kamar seokmin hyung dan melihatnya tengah melamun, setelah pertemuannya dengan soonyoung hyung sebulan lalu dan pernikahan soonyoung hyung sudah berlangsung seminggu yang lalu dia sudah berhenti menanyakan siapa soonyoung dan juga apa yang sudah dia lakukan bersama soonyoung hyung selama ini seperti semua ingatan tentang soonyoung hyung benar-benar terhapus dari ingatannya tanpa satupun tersisa. Akupun tersenyum dan berlutut didepan hyung dan keluargaku satu-satunya ini.

"Hyung, kau lapar?" tanyaku, diapun memandangku dan tersenyum.

"Kau lee chan, adikku?" tanyanya, akupun berusaha tersenyum dan mengangguk.

"Iyah, aku adikmu." Ucapku, diapun memandang kedepan.

"Aku lee seokmin?"

"Iyah, namamu lee seokmin." Ucapku, diapun kembali tersenyum.

"Apa kita akan makan jika kita lapar?" tanyanya, akupun berusaha menahan air mataku.

"Tentu saja, jadi apa kau sudah lapar?" tanyaku, diapun mengangguk.

"Iyah, aku lapar." Ucapnya, akupun berdiri.

"Kalau begitu aku akan menyiapkan makanan untukmu, tunggu yah hyung." Ucapku dengan berjalan.

"Apa aku akan selalu tak ingat?" tanyanya, akupun berhenti berjalan dan menutup mulutku menahan isakan.

"Kau tak lelah mengingatkanku?"

"Aku tak akan lelah." Ucapku, akupun tersenyum kearahnya.

"Dan selamanya tak akan lelah." Ucapku, akupun keluar kamarnya dan bersandar pada pintu kamarnya. Akupun terisak dan memegang keningku ketika aku terjatuh.

"Aku tak akan lelah hyung, seperti apa yang kau alami juga aku tak akan pernah lelah. Tak akan..."

Dan dihari itu aku tahu, jika kata-kata itu adalah kata perpisahan

Dan hari dimana aku kehilangan satu lagi keluargaku

End bener bener end

hehehe