Thousand of Tears
Chapter 68 Akhir dari Api yang Membara
Pertarungan yang terlihat mengabur karena gerakan yang sangat cepat itu masih terus berlanjut. Mereka berdua saling melontarkan ucapan dan pendapat, namun suara mereka tidak terlalu jelas terdengar karena tertutup suara pertarungan mereka sendiri. Tapi dapat dipastikan kalau tidak ada satupun kaimat yang membuat mereka saling setuju. Masing-masing memiliki pendirian yang saling bertolak belakang.
Shirazumi tertegun dengan pertarungan itu hingga tak menyadari Tanjiro berusaha bangkit karena ingin menolong sang pilar api. Tentu saja dengan kondisinya yang sekarang, Tanjiro tak akan bisa melakukan apapun sehingga Rengoku yang menyadari itu menyuruhnya untuk tetap siaga saja.
Kali ini yang menyaksikkan pertarungan hebat itu bertambah. Inosuke yang sudah selesai mengevakuasi penumpang kereta kini ikut menyaksikan bersama Tanjiro dan Shirazumi. Zenitsu juga sudah dievakuasi dari kereta itu, namun masih tak sadarkan diri dengan cukup banyak luka di tubuhnya. Inosuke menyaksikan pertarunganiytu dengan sangat serius. dengan instingnya, dia bisa merasakan kalau dia tak akan bisa berbuat apapun walaupun ikut serta.
berselang waktu yang tak terlalu lama, pertarungan antara kedua orang itu mulai melambat dan akhirnya berhenti dengan hembusan angin bercampur debu di sekeliling mereka. Terlihat bberapa luka tebasan pedang pada tubuh Akaza, tapi kondisi Rengoku tak bisa dikatakan lebih baik. Skujur tubuhnya terlihat penuh luka yang mengeluarkan darah yang cukup banyak. Sekali lihat pun sudah dapat dipastikan luka-lukanya itu bukanlah luka ringan. Sangat kontras dengan luka-luka Akaza yang mulai sembuh dengan sendirinya.
Inosuke masih terus terpaku tanpa bergerak sedikitpun. Tanjiro, walaupun ingin bergerak, tapi tubuhnya tak mau menuruti keinginannya. Zenitsu sendiri masih belum sadarkan diri. Sedangkan Shirazumi... tak ada yang menyadari dengan gerak-geriknya yang mulai aneh sejak beberapa saat lalu karena tanjiro dan Inosuke masih sangat fokus pada pertarungan itu.
Dengan tubuh yang penu luka, Rengoku memaksakan tubuhnya dan kembali menyerang Akaza dengan seluruh kekuatannya. Kecepatan terjangan Rengoku membuat pandangan kembali dikelilingi asap debu. saat asap debu itu mereda, yang terlihat adalah sebuah penampakan yang mengerikan.
Entah bagaimana Akaza dapat menghindari serangan Kyojuro. Selain tak terluka sama sekali, kini tangannya melukai dan menembus tubuh Rengoku!
Semua yang melihat pemandangan itu menatap dengan tatapan tak percaya.
Selagi tanjiro dan Inosuke terpaku tak percaya, Shirazumi tiba-tiba bergerak dengan sangat cepat ke arah Rengoku dan Akaza. Akaza yang menyadari itu berusaha menghindar dengan menarink tangannya yang menembus tubuh Rengoku, namun dia tak bisa melakukannya. Tangannya yang satu lagi ditahan oleh Rengoku dan entah sejak kapan Rengoku mengarahkan katana nya yang sejak tadi tak dilepaskan olehnya itu ke arah leher Akaza. Tentu saja leher Akaza tang dapat dengan mudah tertebas. Bilah itu menyangkut di lehernya dengan kedalaman tak cukup untuk memenggalnya.
Dengan tangan yang berhiaskan api berwarna putih, Shirazumi menyentuh Akaza dan Rengoku dan menyebabkan tubuh mereka terbakar. Tidak, bukan tubuh. melainkan hanya bagian tangan Akaza yang menembus Rengoku beserta juga area di sekitarnya.
Api itu tak terasa panas tapi membuat tangan Akaza terputus dari bahu kebawah. Dengan memanfaatkan itu, Akaza menjauh dari Shirazumi. Tangannya yang menembus Rengoku juga dengan segera hancur menjadi debu.
Matahari mulai terbit. Akaza mulai panik untuk menghindari sinar matahari. Akhirnya Tanjiro dan Inosuke berhasil mengumpulkan kekuatan dan keberanian untuk menghampiri, tapi Akaza menggunakan kekuatannya untuk menghempaskan mereka.
Menyadari kalau berlari tak akan bisa mengimbangi kecepatan Akaza, Tanjiro melemparkan katana miliknya sekuat tenaga ke arah Akaza dengan penuh amarah. Walaupun tepat sasaran, Akaza masih terus berlari mengabaikan bilah pedang yang masih menembus tubuhnya. dia terus berlari hingga tak dapat terlihat lagi diantara pepohonan.
Tanjiro berteriak meratapi betapa lemahnya dirinya. Inosuke juga menahan isak tangis dibalik topengnya.
Tanpa disadari oleh Tanjiro, Shirazumi mendekati Rengoku dengan tangannya yang masih berhiaskan api berwarna putih.
"Api itu, kuharap bukan untuk mebakar jasadku kan?" tanya Rengoku sambil masih terus tersenyum.
Mendengar ucapan Rengoku, Tanjiro dan Inosuke kembali fokus pada sang Pilar Api. tak perlu diperiksa lebih jauh pun sudah dapat dipastikan Rengiku tak mungkin bisa selamat dengan luka separah itu.
Sebelum kehilangan nyawanya, dia ingin berbicara dengan Tanjiro.
Matahari mulai terbit. Entah sejak kapan Zenitsu sudah sadar dan dengan cepat memasukkan nezuko ke kotaknya danmenutupi tubuh Shirazumi dengan topi kain miliknya. Zenitsu nampaknya tak menyadari api yang ada di tangan SHirazumi.
Rengoku memberikan semangat dan motivasi kepada Tanjiro dan juga yang lainnya sebagai pesan sebelum kematian.
Namun, sebelum Rengoku menyelesaikan ucapannya, Shirazumi mendekati Rengoku dan menyentuh kepala Rengoku yang sedang terduduk itu hingga tubuhnya diitutupi oleh api putih sepenuhnya.
Tanjiro, Inosuke, dan Zenitsu yang melihat itu sangat terkejut hingga mata mereka sepertinya bisa meloncat keluar dari tempatnya.
Kehidupan manusia itu memang pendek.
Tapi selama kau menjalani kehidupan itu sebaik mungkin,
dan tak menyia-nyiakan kehidupanmu,
Itu sudah lebih dari cukup.
TBC
Ada kritik & saran?
Aku tunggu ^_^
