Sungjin dan Brian berdiri di depan poster kompetisi band yang terpampang di papan pengumuman sambil berpikir. "Hmm, rasanya kurang kalau hanya kita berdua. Bagaimana kalau kita cari anggota lagi? Kamu main cajoon dan gitar, aku main bas, kita butuh gitar melodi dan keyboard atau drum." Usul Brian. "Kalau tidak salah, YouTuber Yellowpostitman juga bersekolah di sini kan? Gimana kalau kita ajak dia?"
Tubuh Sungjin langsung membeku. "Hei, dia itu orang terkenal! Dia kakak kelas XII pindahan dari California yang sudah terkenal karena sering membuat cover gitar lagu-lagu barat di YouTube. Dia juga punya 600 ribu followers di Twitter dan sering mengtwit kalimat-kalimat savage."
"Aku tahu, aku follow dia kok." Potong Brian polos sambil menunjukkan HPnya.
"Maka dari itu! Kamu yakin mau mengajak dia? Apa dia mau bergabung dengan kita yang masih cupu seperti ini? Aku yakin dia punya gengsi yang tinggi. Bahkan kakak-kakak kelas XII sendiri tidak berani merekrut dia. Kita berdua saja sudah cukup kok."
Brian tersenyum miring. "Hm, aku tidak secupu yang kamu bayangkan. Wanna bet? Kamu antarkan aku ke kelas si Yellowpostitman dan kalau aku berhasil mengajak dia bergabung, kamu harus menemukan satu anggota lagi untuk main keyboard atau drum. Deal?"
Sungjin menepuk kepalanya. "Anak baru ini bersemangat sekali…baiklah, ayo!" Ajaknya sebelum ia mengantar Brian menuju kelas si Youtuber yang dimaksud. Sambil berjalan, Sungjin mencoba menebak-nebak dalam pikirannya bagaimana Brian dapat mengajak si Youtuber.
Dua sekawan itu tiba di depan pintu kelas XII-2. Sungjin menyapukan pandangannya ke sekeliling kelas dan mengamat-amati setiap siswa yang ada di dalamnya sebelum kemudian menunjuk salah seorang siswa. Siswa itu ber-hoodie hitam, berkacamata bulat, dan berponi tipis yang jatuh menutupi dahinya. Ia terlihat sedang asyik memainkan HPnya. "Itu si Yellowpostitman. Nama aslinya Park Jehyung."
Brian mengerutkan dahinya seakan berpikir sejenak, kemudian menjentikkan jarinya. "Okay, got it. Tunggu disini."
Sungjin mengamati Brian yang tengah berjalan mendekati Jehyung dari luar kelas. Samar-samar, ia mendengar mereka berdua mengobrol dalam bahasa Inggris—yang tidak dapat dimengertinya—dan tidak lama kemudian ia melihat mereka berdua saling bersalaman gaya Amerika. Sesaat kemudian, Brian membalikkan badannya dan menunjuk Sungjin. Jehyung kemudian mengangkat kepalanya mencoba melihat Sungjin sebelum kemudian berdiri dan berjalan ke arahnya.
"Hey bro. What's good? I'm Jae." Jehyung memperkenalkan dirinya kepada Sungjin sambil mengulurkan tangannya. Sungjin langsung membeku di tempat.
"He doesn't speak English." Bisik Brian.
"Oh," Jae mengangguk, mengerti. "Halo, aku Jae."
Sungjin refleks membungkukkan kepalanya. "Halo, senior Jae. Namaku Park Sungjin."
Jae tersenyum ramah. "Kalian berdua ingin mengajakku membentuk band untuk kompetisi? Kedengarannya bagus. Aku ikut."
Sungjin melongo. "Te, terima kasih banyak senior! Terima kasih banyak!" Ia membungkukkan badannya 90 derajat berulang kali sampai Jae merasa risih.
Selanjutnya, Sungjin menjelaskan lebih lanjut mengenai kompetisi band ini kepada Jae dan berjanji akan menghubunginya kembali. Ketiga orang itu lalu bersiap kembali ke kelas masing-masing ketika bel masuk kelas berbunyi.
"Oke, sampai ketemu. Ah, Park Sungjin," sahut Jae.
Sungjin berhenti. "Ya?"
"Kamu seperti Bob the Builder ya." Goda Jae. Brian tertawa terbahak ketika menyadari kemiripan mereka berdua, sedangkan Sungjin hanya terdiam dan terbengong-bengong tidak mengerti.
Sambil berjalan kembali ke kelas, Brian mulai menyombongkan diri.
"Benar kan aku bisa mengajak Yellowpostitman? Sekarang kamu harus mencari anggota lagi, Park Sungjin."
"Mampus." Pikir Sungjin.
.
Sepulang sekolah, Sungjin mendapat ide yang sebenarnya tidak begitu cemerlang, tapi ternyata lumayan berhasil. Dia menempelkan post-it kecil di sebelah tiap poster kompetisi band di sekolah yang isinya mencari seorang pemain keyboard atau drum. Ia juga menuliskan nama, nomor HP, serta ID KakaoTalknya di post-it itu sehingga siapapun yang tertarik dapat menghubunginya. Rencananya berhasil, malam itu dua orang menghubungi dirinya lewat KakaoTalk. Satu orang teman seangkatannya dari kelas sebelah bernama Im Junhyuk dan satunya lagi adik kelas X bernama Kim Wonpil.
Dengan penuh semangat, Sungjin langsung menelepon Brian dan menceritakan keberhasilannya.
"Hah, beneran?! Kamu dapat dua orang sekaligus?" seru Brian tidak percaya di telepon.
Sungjin tertawa puas. "Beneran! Tapi kita belum tahu kemampuan mereka, harus kita tes dulu. Apa sebaiknya kita pinjam ruangan band di sekolah?"
Brian terdiam sebentar. "Hmm,sebaiknya pinjam ruangan band saja untuk sementara ini. Nanti untuk ruang latihan kita selanjutnya akan aku tanyakan ke senior Jae, mungkin dia punya referensi tempat yang bagus."
"Oke, aku akan sampaikan ke mereka berdua."
"Cool! Sampai besok!"
"Sampai besok." Balas Sungjin sebelum ia menutup teleponnya. Senyuman lebar merekah di wajahnya. Impiannya bergabung dalam sebuah band akan segera terwujud sebentar lagi.
.
-Keesokan harinya, ruangan band sekolah-
Sungjin dan Brian duduk di lantai ruangan band sambil menunggu kedua calon anggota mereka. Ekspresi tegang sekaligus antusias tampak jelas di wajah Sungjin. Sedari tadi ia mencoba menebak-nebak bagaimana penampilan calon anggotanya yang akan datang. Brian yang tidak kalah tegang terus-menerus menggenjreng gitar milik ruangan band dengan asal-asalan.
"Permisi…" terdengar suara dari luar ruangan band.
Mendengar suara itu, Sungjin langsung berdiri untuk menyambutnya, diikuti oleh Brian. Seorang bocah beralis tebal, bermata agak juling dengan pandangan yang seolah kosong, dan berponi sangat pendek—Sungjin bahkan tidak yakin itu dapat disebut poni karena pendeknya—memasuki ruangan band. "Apa anda yang bernama Park Sungjin…?" tanyanya canggung. Suaranya lembut, seperti suara perempuan.
"Ah, iya, benar. Anda?" tanya Sungjin, menirukan bocah itu.
Bocah itu menunjukkan senyumannya yang sangat lebar. "Kim Wonpil." Ia lalu menoleh ke Brian. "Dan anda…?"
"Kang Younghyun, atau Brian Kang."
"Senang bertemu anda sekalian." Ujar Wonpil.
Mereka bertiga kemudian duduk dan mengobrol ringan sambil menunggu calon berikutnya. Tidak lama, calon yang satu lagi datang. Ia memiliki rambut yang lebih 'normal' dari Wonpil dan bermata sipit, bernama Im Junhyuk.
Brian berdiri dan menepuk tangannya sekali. "Kalau begitu, mari kita mulai. Siapa yang mau mulai duluan?"
Junhyuk berdiri dan mengajukan dirinya untuk mendemonstrasikan kemampuannya terlebih dahulu. Ia berdiri di belakang keyboard dan mulai memainkan lagu pilihannya sambil bernyanyi. Lagu pilihannya adalah 'If You Do' dari GOT7 yang dimainkannya dengan versi ballad.
.
Niga hamyeon da manneun mari dwae (If you do it always becomes the right words)
Niga hamyeon nan igiji mothaneunde (If you do I can never win)
Gapjagi neon ttan sarami dwae (Suddenly you become a different person)
Joheul ttae deo nareul buranhage hae (When we get along well I get more nervous)
Naega hamyeon neon naega hamyeon (If I do if I do)
Mwon malmanhamyeon neon maeil heeojyeo (If I say something you always say let's break up)
Naega deo dagagaji mothage (So I can't get any closer)
Deo saranghaji mothage hae (Can't deepen my love for you)
.
Dengan jangkauan vokal yang luas dan keterampilan keyboardnya, Junhyuk berhasil memberikan nuansa baru untuk lagu itu menjadi terasa lebih menyentuh. Sungjin, Brian, dan Wonpil bertepuk tangan setelah menyaksikan penampilan Junhyuk.
Selanjutnya adalah giliran Wonpil. Di luar dugaan, Wonpil tidak menuju ke keyboard, tapi ke synthesizer. "Saya…lebih menyukai ini. Apakah boleh…?"
"Oh, tentu saja, silahkan!" jawab Sungjin.
"Baiklah, saya akan membawakan 'Sometimes' dari Crush. Kebetulan, saya suka sekali Crush. " Ucap Wonpil agak malu-malu sebelum memulai.
.
Oneulbameun yunanhi chuwo (It's particularly cold tonight)
Gamanhi bam haneureul tto dasi bogo isseo (I look up at the night sky again)
Beolsseo 1 nyeoni jina (It's been a year already)
Aryeonhage dagawa chueok (Memories have dimmed)
Neol jibe deryeoda jwotdeon geu gieokdeuri da (All those times I walked you home)
Neomu sojunghae (They're so precious)
Eonjenga neol nae yeope dugo geuttaen geuraesseotji (When you used to be right by my side)
Ramyeo chueokdeureul nanul georago saenggakhaesseotji (I used to think we'd share those memories)
Neon nawa gateulkka doenoeeobojiman (I wonder if you feel the same)
Gami ojil anha (But I can't really tell)
Geunyang gakkeum geuriul ppuninde (It's just sometimes I miss you)
Neowa ibeul matchugo neol gamssa anatdeon (I miss kissing you and hugging you)
Aju gakkeum bogopeul ppuninde (It's just sometimes)
Oneureun wae ireoke nunmuri naneunji (I want to see you but today it's making me cry)
.
Ketiga laki-laki di depan Wonpil terperangah. Di balik penampilan dan tingkah anehnya, bocah ini memiliki keterampilan bermusik yang cukup tinggi dengan suara yang sangat lembut dan merdu. Ketiganya bertepuk tangan dengan keras ketika Wonpil menyelesaikan lagunya. Sungjin dan Brian mulai saling berbisik-bisik satu sama lain, mendiskusikan siapa di antara keduanya yang harus mereka terima untuk bergabung di band mereka.
Akhirnya Sungjin dan Brian berdiri bersamaan. Brian memulai perkataannya. "Terima kasih Im Junhyuk dan Kim Wonpil, kalian memberikan penampilan yang sangat luar biasa hari ini. Nanti hasilnya akan kami kabari lewat PM."
"Terima kasih, terima kasih." Junhyuk dan Wonpil menunduk bersamaan, kemudian keluar dari ruangan band. Sepeninggal mereka berdua, Sungjin dan Brian saling bertatapan dengan tatapan penuh makna…
.
-Sementara itu-
Seorang bocah kelas X tengah memainkan alat tulisnya di atas meja dengan berirama seolah sedang bermain drum.
"Hei, Dowoon-ah, ayo makan!" Terdengar suara seorang laki-laki dari luar kelas. Bocah yang bermain alat tulis itu menoleh.
"Iyaaa!" teriaknya dengan suara yang terdengar lebih berat dan dewasa dari wajahnya yang polos. Ia meletakkan alat tulisnya di meja sebelum berjalan ke luar kelas. Ketika berjalan di koridor, ia melihat poster kompetisi band—dan post-it Sungjin di sebelahnya.
"Drum?" gumamnya.
.
Next track: Freely
