.Happy Read.

Ost op: Bull's Eye (Nano)

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.

Highschool DxD © Ichie Shibumi

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter II

(Chance)

"N-naruto Sensei!" jerit semua Iblis disana Kaget dan Kokabeil yang melihat serangannya digagalkan seseorang yang masih tertutupi debu itu kemudian menggeram kesal.

"Cih! Siapa kau brengsek!" Hardik Kokabeil sambil menatap tajam kearah Naruto yang masih tertutupi oleh debu dan Naruto yang mendengar teriakan Kokabeil barusan hanya menatapnya datar.

"Hisashiburi Kokabeil tidak kusangka kau akan berubah menjadi seperti ini" Ucap Naruto pelan yang membuat Kokabeil terdiam karena sepertinya mengenal suara siapa ini dulu namun entah mengapa dirinya susah sekali mengingat siapa pemilik suara ini dan ketika debu yang menghalangi Naruto mulai menipis Kokabeil pun melebarkan matanya karena tau bahkan sangat hapal siapa sosok yang menggagalkan seranganya beberapa saat yang lalu itu dan dengan tergagap ia berbicara kearah Naruto.

"L-lucifer!" gagap Kokabeil yang melebarkan matanya shock karena yang menggagalkan serangan serta dihadapanya ini adalah sang Lucifer yang diusir dari surga dahulu dan juga Malaikat yang selama ini dirinya cari untuk dirinya musnahkan karena suatu kesalah pahaman yang ia sendiri tidak ketahui sampai sekarang, sedangkan Naruto hanya tersenyum kecil melihat ekspresi kaget yang dikeluarkan Kokabiel.

"Jadi kau menjadi jatuh Kokabiel? Tak kusangka Malaikat perang sepertimu akan jatuh" Ucap Naruto pelan yang membuat Kokabiel menggeretakan giginya kuat saat mendengar perkataan Naruto barusan.

"Cih! Diam kau dasar Lucifer! Mahluk terkutuk!" Hardik Kokabiel keras dan kali ini ekspresi yang dikeluarkanya tidak seperti sebelumnya yang terlihat kalem namun ekspresinya sekarang lebih kurang membuat Naruto yang melihatnya mengetahui bahwa Kokabeil sekarang sangat marah dan murka entah karena apa.

Klek!

"Cih! Akhirnya hampir sekian lama aku mencari keberadaanmu untuk melenyapkanmu dan sekarang bersiaplah menerima hukumanmu dasar ciptaan yang ingkar!" Suara jari Kokabeil bergemeletuk serta geramanya yang membuat Naruto terdiam ketika mendengar perkataan Kokabeil barusan.

"Apa tujuanmu Kokabeil?" Tanya Naruto datar yang membuat Kokabeil tertawa keras ketika mendengar kalimat tanyanya barusan dan dengan nada seperti mengejek Kokabeil membalas pertanyaan Naruto.

"Tujuanku?" Desis Kokabeil pelan sambil menatap Naruto tajam, "Memusnahkan ciptaan ayah yang tega melihatnya terbunuh dan akan aku lakukan meskipun kesucianku telah ternodai" Sambung Kokabeil yang membuat Naruto terdiam sesaat karena masih bingung maksud dari perkataan Kokabiel namun tidak sampai beberapa detik Naruto melebarkan matanya sesaat karena dirinya tidak bodoh untuk mengerti maksud perkataan Kokabiel barusan dan juga sepertinya ada kesalah pahaman diantara mereka berdua, akan tetapi hal yang paling membuat Naruto shock adalah bagaiamana bisa ada yang tahu bahwa Kami-sama telah tewas selain dirinya, Azazel dan Michael? Apakah waktu itu juga ada Kokabeil yang berada disana? Dan semua pemikiran itu masih berputar didalam kepala Naruto.

Kokabeil yang melihat Naruto terdiam kembali menguatkan kepalan tanganya yang sedang menahan emosinya sedari tadi dan akhirnya karena sudah tidak bisa menahan luapan emosinya Kokabeil dengan tajam menatap Naruto sambil menciptakan ratusan Lightspear yang siap dilesatkan.

"Kheh! Mengingat kesalahanmu Lucifer!" Desis Kokabeil tajam dan membuat Naruto tersadar dari pemikiranya kemudian menatap Kokabeil datar.

"Sepertinya kau salah paham Kokabeil, semua yang terjadi pada saat itu adalah ayah mengorbankan dirinya demi kita semua yaitu mahluk ciptaanya" Ucap Naruto datar dan juga dirinya masih mempunyai satu pertanyaan untuk Kokabeil yaitu bagaimana dirinya bisa mendapat berita tentang hal ini? Namun pertanyaan itu Naruto simpan untuk beberapa saat waktu karena situasi sekarang sedang tidak memungkinkan jika mengeluarkan pertanyaan tersebut, sedangkan Kokabiel yang mendengar kalimat Naruto hanya tertawa pelan.

"Hahaha! Jangan kira aku percaya akan perkataanmu Lucifer! Kau adalah mahluk terkutuk yang hanya berbuat kebaikan karena kelicikanmu sebagai Iblis! Jadi jangan harap aku mempercayaimu!" Ucap Kokabeil membuat Naruto mendesah pelan karena akan sangat sulit untuk menjelaskan hal yang sebenarnya kepada Datenshi dihadapanya ini dan akhirnya dengan nada datar Naruto kembali berbicara kepada Kokabeil.

"Untuk apa aku berbohong kepada dirimu Kokabeil? Diriku ini dulu juga Malaikat sama sepertimu jadi seharusnya kau mengerti apa yang kukatakan" Ucap datar Naruto dan sepertinya kalimatnya barusan sukses membuat Kokabeil terdiam.

"Cih! Walau bagaimanapun! Aku masih tidak mempercayaimu Lucifer!" Murka Kokabeil yang buyar dari acara diamnya kemudian berteriak marah kepada Naruto sambil menggerakan sebelah tanganya cepat dan seusai gerakan tangan tersebut ratusan Lightspear yang berada dibelakang tubuh Kokabeil juga langsung melesat cepat menghujani tempat Naruto.

Blar!

Blar!

Blar!

"Musnahlah!" desis Kokabeil pelan ketika melihat ratusan Lightspear ciptaanya sukses mengenai Naruto dengan telak namun beberapa saat kemudian ketika asap yang menutupi tempat hujan Lightspear tadi menipis, Kokabeil harus menelan bulat bulat perkataanya yang menyatakan bahwa Naruto telah musnah karena sekarang dirinya dapat melihat Naruto yang sedang berdiri dengan kokoh tanpa tergores sedikitpun dan juga terdapat sisa api biru yang masih belum padam dibeberapa bagian tubuhnya dan juga Kokabeil tahu bahwa api biru tersebut adalah kekuatan milik Naruto yang sepertinya digunakan untuk melindungi diri dari lightspearnya.

Naruto hanya diam tidak bergerak sedikitpun dari tempatnya berdiri sekarang dan juga dirinya merasa bahwa jalan satu satunya untuk keluar dari masalah ini adalah membuat salah satu diantara mereka kalah kemudian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi dan juga sebenarnya dirinya sewaktu disurga dulu sempat menjadi teman dekat Kokabeil dan karena itu juga dirinya masih merasa iba jika harus memusnahkan malaikat jatuh ini, kemudian akhirnya Naruto menatap Kokabeil sambil tersenyum kecil.

"Baiklah jika maumu untuk memusnahkanku Kokabeil! Namun mari buat taruhan! Jika kau berhasil mengalahkanku kau berhak memusnahkanku namun jika aku yang berhasil mengalahkanku maka dengarkanlah suatu hal yang akan kujelaskan" Ucap Naruto membuat dirinya ditatap Kokabeil dengan pandangan bingung sesaat namun akhirnya dibalas Kokabeil dengan seringai yang membuat Naruto tersenyum kecil karena Datenshi dihadapanya ini mau diajak negosiasi meskipun lewat jalur pertempuran.

"Kheh!? Baiklah akan kukabulkan Lucifer! Namun jika aku menang maka bersiaplah menerima kemusnahanmu" Balas Kokabeil dengan nada remeh dan dibalas senyuman kecil oleh Naruto

Setelah itu kemudian Kokabeil mulai merentangkan kedua tanganya lebar dan dengan ajaibnya tercipta sebuah lingkaran sihir berukuran besar dihadapanya yang membuat Naruto menaikan alisnya ketika melihat lambang aksara sihir yang sepertinya dirinya kenal siapa pemilik aksara sihir tersebut dan digunakan untuk memanggil apa sihir tersebut.

"Sepertinya..." Batin Naruto saat melihat lingkarang sihir yang diciptakan oleh Kokabeil dan ketika dirinya melihat dari lingkaran sihir yang diciptakan oleh Kokabeil itu mengeluarkan empat mahluk anjing yang setiap masing masing individunya mempunyai kepala berjumlah tiga dan hal tersebut sukses membuat Naruto kembali memasang ekspresi datarnya.

"Hades" desis Naruto pelan.

"Bersiaplah Lucifer!" ucap Kokabeil pelan dan saat itu juga keempat mahluk panggilan Kokabeil langsung melesat maju dengan ganas kearah Naruto yang hanya diam tidak berpindah tempat seincipun.

Groaar!

Groar!

Tap!

Suara Cerberus sekarang sedang berdiri hanya beberapa langkah dari tempat Naruto berada namun anehnya diantara keempat Cerberus yang sedang menatap Naruto ganas itu tidak ada diantaranya berencana untuk menerkam Naruto yang hanya diam berdiri sambil menatap keempat mahluk neraka itu datar dan tidak disangka sangka keempat Cerberus tersebut malah menundukan kepala mereka layaknya bersujud dihadapan Naruto dan hal tersebut membuat Kokabeil terkejut bukan main.

"T-tidak mungkin!" Gagap Kokabeil yang menatap kejadian dihadapanya ini shock karena Cerberus yang dikenal ganas dan hanya tunduk dengan dewa dunia bawah atau lebih dikenal dikalangan mitologi kuno adalah Hades bisa tunduk dengan Sosok Lucifer, sedangkan Naruto yang melihat tatapan terkejut Kokabeil hanya tersenyum kecil.

"Kau ingin bermain dengan mahluk ini Kokabeil?" Ucap Naruto sambil mengelus kepala Cerberus pelan namun jika diperhatikan dengan jelas maka Kokabeil dapat melihat kedua iris mata Naruto yang bersinar merah meskipun agak redup namun penglihatan Kokabeil masih bisa menangkap hal tersebut dan akhirnya dirinya hanya bisa menggeretakan giginya kesal.

"Cih! Jangan menganggapku remeh Lucifer!" Geram Kokabiel sambil menciptakan Lightspear dikedua tanganya menyerupai pedang kemudian melesat kearah Naruto yang hanya diam melihat kedatangan Kokabiel sambil tersenyum kecil.

"Majulah" Bisik Naruto pelan sambil menggerakan sebelah tanganya kedepan dan tanpa diduga keempat Cerberus yang semula diperintahkan oleh Kokabiel untuk menyerang Naruto sekarang berbalik arah menyerang Kokabeil yang terkejut bukan main saat melihat keempat Cerberus bersiap menerkam kearahnya dan dengan sigap dirinya menghentikan niatnya untuk menyerang kearah Naruto dan melompat kearah samping menghindari gigitan Keempat Cerberus yang entah mengapa malah berbalik menyerang dirinya.

Tap!

Suara langkah Kokabiel yang berhasil lolos dari terkaman Cerberus namun tidak sampai lama dirinya harus kembali menghindari setiap terjangan dari keempat Cerberus yang sekarang berbalik menyerang dirinya dan hal tersebut membuat Kokabiel mengumpat dalam hati karena akan kesusahan jika harus melawan keempat Cerberus Hades dan juga hal yang terjadi ini sudah berada diluar rencananya karena tidak menyangka Cerberus yang akan ia gunakan untuk melawan Lucifer malah berbalik menyerangnya, sedangkan Naruto yang melihat Kokabiel menghindari setiap serangan Cerberus hanya menatapnya datar namun tanpa diduga sebenarnya Naruto sedang menajamkan Auranya yang tersebar diseluruh area kuoh ketika merasakan kedatangan sang pemegang Albion dan Naruto juga merasakan niat membunuh tinggi membuat Naruto hanya menaikan alisnya bingung.

Groaar!

Crassh!

Pemikiran Naruto langsung buyar ketika mendengar suara salah satu Cerberus mengaum buas dan Kokabeil yang terluka karena terkena salah satu cekaran Cerberus pada lengangnya, Naruto yang merasa cukup untuk melawan Kokabiel menggunakan Cerberus kemudian menjentikan jarinya sambil melangkah pelan kearah Kokabeil yang menatap bingung kearah keempat Cerberus yang mulai menghilang bagaikan hantu, namun Kokabiel langsung memasang posisi waspada ketika melihat Naruto melangkah pelan kearahnya.

"Waktu bermain telah usai Kokabei-!"

Pyaaar!

Perkataan Naruto terputus oleh suara kekkai buatan anggota osis yang pecah berkeping keping akibat ulah mahluk berarmor putih yang seenaknya menerobos masuk dan sekarang sedang menatap Kokabeil juga Naruto dengan pandangan rendah dan Naruto juga mengenali siapa mahluk berarmor putih tersebut meskipun mahluk yang Naruto kenali itu tidak mengenali dirinya.

"Atas perintah Azazel, kau akan kumusnahkan Kokabeil!" Ucap Sosok berarmor putih tersebut dengan nada datar membuat Kokabeil yang mendengarnya terkejut karena Azazel mengetahui tindakanya dan akhirnya dengan tajam Dirinya membalas menatap sosok putih yang juga menatapnya dengan datar.

"Cih! Jangan harap kau bisa membunuhku Vali!" Desis Kokabeil tajam membuat Sosok putih bernama Vali tersebut hanya tertawa remeh.

"Kau kira kau lebih kuat dariku Kokabeil? Bahkan pada saat digrigori ketika dirimu bertarung melawanku, kau hampir saja mati jika tidak ditolong oleh Azazel" Ucap Vali remeh dan perkataannya barusan ini sukses membuat Kokabeil bungkam dan Naruto yang hanya diam menatap kedua orang tersebut datar.

Wussh!

"Waktuku tidak banyak jika harus meladeni mahluk lemah seperti dirimu Kokabeil" Ucap Vali yang tiba tiba menghilang dan muncul tepat dihadapan Kokabeil kemudian menghantamkan kepalan tanganya yang berbalut armor putih tapat diwajah Kokabeil dengan keras membuat Kokabeil yang tidak siap menerima serangan kejutan Vali terlempar ratusan meter hingga menabrak beberapa bangunan hingga hancur.

Bruagh!

Wussh!

Blaar!

"Ugh! Brengsek!" Desis Kokabeil pelan yang mulai bangkit dari reruntuhan bangunan dan dengan cepat dirinya membuat sebuah Lightspear seukuran bus kearah Vali yang hanya menatap Lightspear tersebut datar.

"Kau kira bisa mengalahkanku dengan itu?" Ucap Vali pelan sambil bersidekap dada dan kemudian dirinya merentangkan kedua sayap mekanik yang berada dipunggungnya lebar membuat Naruto yang melihatnya hanya menatapnya datar seperti ingin melihat nasib Kokabeil ditangan pemegang Albion ini.

Divine!

Divine!

Divine!

Divine!

"Ohok! Ugh! K-kekuatan ini lagi" Rintih Kokabeil sambil menunduk memuntahkan darah karena merasakan seluruh kekuatan miliknya terserap habis oleh sesuatu bahkan Lightspear yang dirinya buat beberapa saat yang lalu telah menghilang akibat kekuatan milik Scred Gear Vali yang ia ketahui karena dulu dirinya kalah telak akibat kekuatan ini.

Vali yang merasa bahwa Kokabeil sudah tidak berdaya kemudian membuat lingkaran sihir lumayan besar dihadapnya yang diarahkan tepat kearah Kokabeil dan kemudian dari lingkaran sihir tersebut keluar energi putih menyerupai laser dengan kecepatan tinggi melesat kearah Kokabeil yang menggerakan seluruh sayapnya untuk membuat perlindungan karena jika tidak maka dirinya bisa mati disaat ini juga.

Sring!

Blaaar!

Suara ledakan yang tercipta akibat laser milik Vali mengenai tepat kearah Kokabeil dan juga dirinya merasa bahwa Kokabeil sudah binasa karena terkana serangan penghancurnya namun ketika serangan laser miliknya berakhir, dirinya menaikan sebelah alisnya dan ada rasa kaget dalam dirinya saat melihat Sosok pria kuning yang belum dirinya ketahui atau dikenal dengan nama Naruto berdiri dihadapan Kokabeil menangkis serang Lasernya dengan tangan kosong dan hal tersebut membuat dirinya terdiam sesaat kemudian menyeringai lebar dari dalam helm armornya.

"Kurasa kau tidak selemah yang kupikirkan" Ucap Vali remeh sambil menatap Naruto yang berdiri tidak sampai satu meter tepat dihadapan Kokabeil yang menatapnya shock karena telah menyelamatkan dirinya ketika akan terkena serangan Vali yang mungkin saja bisa membunuhnya jika dalam keadaan seperti ini.

"Dia mempunyai janji yang belum dirinya tepati padaku, kuharap kau mengerti dan berhenti menyerangnya" Ucap datar Naruto tidak menanggapi ejekan Vali barusan, kemudian Naruto menoleh kearah Kokabeil yang juga sedang menatapnya tidak percaya karena melindunginya.

"Kurasa kondisimu sedang buruk sebelum berhasil mengalahkanku?" Ucap Naruto datar sambil menatap Kokabeil yang hanya mendecih kecil karena kenyataanya dirinya sedang dalam situasi tidak menguntungkan jika akan melawan Vali dan akhirnya Dirinya hanya diam membuat Naruto menarik kecil ujung bibirnya ketika melihat Kokabeil yang sepertinya sudah mau mendengarkan apa yang akan dirinya katakan nanti.

Tap!

"Kurasa Azazel tidak memberi perintah untuk menangkap bawahanya sampai membunuhnya" Ucap Naruto sambil melangkah kedepan mendekati Vali yang menyeringai ketika mendengar kalimatnya barusan dan dengan angkuh Vali menjawab pertanyaan Naruto.

"Hal ini tidak ada hubunganya dengan perintah Azazel, yang kulakukan hanya berdasarkan keinginan pribadi untuk bertarung dengan lawan kuat dan membunuhnya namun apa yang kudapat dari malaikat busuk itu tidak sepadan, perbedaan kekuatanya jauh dibawahku akan tetapi aku menemukan hal menarik" Jelas Vali yang membuat Naruto hanya menatapnya datar dan diakhir kalimatnya Dirinya menyeringai dari dalam helm armornya kearah Naruto meskipun tidak dapat dilihat oleh Naruto yang sedari tadi hanya menatapnya datar.

"Kurasa itu bukan hal yang terlalu penting untuk kau beritahu sebagai pertanyaan yang kutanyakan" Ucap Datar Naruto sambil menatap malas kearah Vali, "Namun jika kau masih berniat membuat masalah disini maka akan kuhadapi" Sambung Naruto yang membuat Vali melebarkan Seringainya karena secara tidak langsung Naruto menerima ajakan bertarungnya dan juga betapa salahnya Vali karena menantang Naruto untuk bertarung.

"Kurasa kau akan berakhir seperti Malaikat busuk itu dan kuanggap perkataanmu barusan sebagai ajakan bertarung, jadi bersiaplah" Ucap Vali sambil bersiap melesat kearah Naruto yang hanya diam sambil tetap bersidekap didada dan hanya melirik Vali melalui sudut matanya.

"Hancurlah!"

Blaar!

Wussh!

Suara teriakan Vali yang terdengar seperti maniak, kemudian dirinya melesat kearah Naruto dengan kecepatan tinggi membuat beberapa Iblis gremory yang berada disana kesusahan melihat kecepatan Vali sangking cepatnya, sedangkan Naruto hanya diam tidak bergerak sedikitpun dan ketika dirasa sudah waktunya dirinya mengangkat sebelah tanganya kearah Vali sambil menatapnya datar.

"Black Hole"

Wussh!

"Kurasa Red bisa memberinya pelajaran" Desis Naruto pelan kemudian membalikan tubuhnya menatap Kokabeil dan seluruh Iblis disana yang menatapnya intens karena hal yang terjadi beberapa saat yang lalu sungguh membuat mereka tercengang, bagaimana tidak ketika mereka melihat Vali sang pemegang Albion sekaligus rival Issei yang telah mengalahkan Kokabeil hanya dalam waktu beberapa detik dapat Naruto kalahkan juga dalam waktu beberapa detik, saat Vali melesat dengan kecepatan tinggi kearah Naruto, dirinya langsung membuat sebuah Black hole dihadapan Vali dan sukses membuat Vali tersedot dalam Black hole tersebut dan keadaan langsung menjadi hening seusai hal tersebut seperti Naruto yang hanya mempermainkan Vali.

"Jika kau ingin kepastian, Ikutlah denganku" Ucap Naruto sambil menatap Kokabeil datar, kemudian dirinya melangkah menjauh namun tidak sampai beberapa langkah dirinya menghentikan langkahnya ketika mendengar suara dari arah belakangnya atau lebih tepatnya gadis bersurai merah yang memanggil namanya.

"Naruto-Sensei Tunggu! Sensei harus menjelaskan banyak hal tentang sensei dan juga Aku mendengar bahwa Kokabeil memanggil Sensei dengan sebutan Lucifer, apakah Sensei Iblis?" Ucap Gadis bersurai merah yang berada tidak jauh dari tempat Naruto sekarang berdiri, Sedangkan Naruto hanya meliriknya melalui sudut matanya ketika mendengar setiap pertanyaan yang terlontar dari mulut gadis iblis Gremory tersebut dan membuatnya hanya menghela nafas pelan karena memang dirinya belum pernah mempunyai keterlibatan dengan kaum supranatural lagi sejak great war dulu namun kali ini akibat keterlambatan pemegang Albion yang untuk pertama kalinya membuat dirinya akhirnya terseret kedalam dunia supranatural kembali.

"Kurasa tidak mengingat kejadian ini lebih baik, karena yang kudengar bahwa Mou Lucifer sekarang sangat Brother Complex" Ucap Naruto pelan kemudian dirinya mencetikan jarinya dan ajaibnya seluruh Iblis disana mulai kehilangan kesadaran membuat Kokabeil yang melihat kejadian tersebut hanya menatap Naruto bingung.

"Kau tidak mau diburu oleh fraksi Iblis hanya gara gara hal bodoh yang kau lakukan ini kan? Kokabeil?" Ucap Naruto melanjutkan kalimatnya sambil menatap Kokabeil yang menatapnya dengan pandangan sulit diartikan entah apa, dengan tangan yang mengepal kuat Kokabeil menatap Naruto tajam seolah yang Naruto lakukan kepada dirinya beberapa saat yang lalu adalah hal buruk baginya.

"K-kenapa kau melakukan semua ini untukku Lucifer?!" Desis Kokabeil tajam membuat Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum kecil sambil mengadahkan kepalanya menatap langit malam Kuoh.

"Entahlah Kokabeil, mungkin karena keterlambatan pemegang Albion untuk menghentikan peebuatanmu ,namun untuk hal yang kulakukan agar dirimu tidak diburu oleh kaum Iblis adalah karena ingatan yang masih menempel jelas dalam benakku tentang persahabatan kita dulu, yah meskipun kau sudah melupakanya namun diriku tidak bisa melupakan salah satu kenangan menyenangkan tersebut dan juga ayah pernah berkata kepadaku dulu bahwa orang yang paling mengerti dirimu adalah orang yang paling membencimu" Ucap Naruto sambil tersenyum kecil sukses membuat mimik kebencian Kokabeil runtuh dan kehilangan seluruh kata katanya karena memang mengingat persahabatanya saat disurga dulu membuat dirinya masih menghargai Lucifer sebagai teman dekat dalam hati kecilnya dan juga sebenarnya dirinya juga tidak mempermasalahkan Lucifer telah menjadi Iblis ataupun semacamnya untuk menjadi sahabatnya karena dirinya masih mengingat perkataan ayah yang mengatakan teman itu tidak pilih pilih ,namun ego lebih menguasai dirinya.

Bats!

"Yang kau lakukan semua ini tidak mengubah pandanganku terhadap dirimu Lucifer" Ucap Kokabeil sambil membentangkan seluruh sayapnya kemudian dirinya pergi dari hadapan Naruto yang hanya menatap kepergian Kokabeil dengan senyuman kecil.

Naruto yang merasa bahwa urusannya kali ini telah usai kemudian melangkah menjauh dari area sekolah kuoh tersebut menuju rumahnya untuk beristirahat karena lelah telah bekerja seharian sebagai guru ditambah harus berurusan dengan kaum iblis dan malaikat jatuh membuat dirinya semakin lelah dan ingin cepat cepat tidur dikasur empuknya.

Setelah kepergian Naruto dari area kuoh kelompok iblis Gremory mulai sadar dari pingsannya dan membuat hampir seluruh iblis disana kebingungan karena hal apa yang terjadi sehingga membuat mereka pingsan diareal halaman sekolah dan juga sepertinya sihir milik Naruto sukses menghapus seluruh ingatan iblis Gremory dan juga Sitri.

"Rias-Boucho apa yang terjadi?" Tanya salah satu Iblis bersurai pirang yang berada disana kepada Iblis bersurai merah dan membuat Iblis yang dipanggil Rias-Boucho itu menatap seluruh Iblis Gremory disana dalam diam.

"Entahlah Kiba, aku juga belum terlalu mengerti hal apa yang barusan terjadi" Balas Rias bingung sambil memperhatikan seluruh keadaan areal kuoh, "Yang kuiingat kelompokku diserang oleh Kokabeil namun kami diselamatkan oleh Naruto sensei sampai akhir Naruto Sensei menghapus ingatan kami tenta-!" Pemikiran Rias langsung buyar saat mengingat hal apa yang membuat mereka semua berada disini dan hal yang membuat hanya dirinya saja tidak terkena sihir Naruto agar ingatanya terhapus.

"Rias ada apa?" Ucap wanita bersurai dark blue diikat pony tail khawatir sambil menepuk pundak Rias khawatir, sedangkan Rias yang merasa tepukan dipundaknya hanya menoleh menatap salah satu anggota kelompok Iblisnya itu sesaat kemudian mengangguk kecil.

"Kita kembali Akeno" Ucap Rias pelan sambil melangkah memasuki bangunan sekolah menuju Ruangan Ilmu Penelitian Gaib yang selama ini mereka gunakan sebagai tempat menjalankan misi sebagai Iblis klan Gremory, sedangkan Akeno nama Iblis yang menepuk pundak Rias tadi hanya mengangguk pelan sebagai respon kepada Rias dan kemudian dirinya mengikutinya memasuki Sekolah diikuti oleh Iblis yang lain.

Keesokan harinya seperti biasa yang terjadi pada normalnya, sekarang Lucifer atau yang dikenal dengan nama Naruto melakukan aktivitas mengajarnya dikuoh dalam damai, namun kedamaiannya hilang saat dirinya melihat kedatangan iblis gremory, lebih tepatnya saat jam istirahat yang biasanya dirinya habiskan dengan tenang diatap sekolahan sekarang terganggu oleh kedatangan Rias yang menatapnya dalam diam.

"Sensei kau punya banyak hal yang perlu dijelaskan" Ucap Rias kepada Naruto yang sedang tiduran sambil menatap langit cerah kuoh, sedangkan Naruto yang mendengar perkataan Rias barusan hanya meliriknya melalui sudut matanya.

"Brother Complex" bisik Naruto pelan sambil melirik Rias yang tidak berhasil dirinya hapus ingatanya karena ulah Mou Brother complex yang telah melindungi tubuh Rias dengan sihir pelindung tingkat tinggi.

Rias yang melihat bahwa Senseinya hanya melirik dirinya melalui sudut matanya kemudian melangkah mendekati Naruto dan saat sampai disebelahnya Rias memutuskan untuk duduk disamping Naruto yang hanya diam.

"Sensei, kau harus menjelaskan semua hal tentang dirimu dan kenapa Sensei menghapus ingatan seluruh Anggotaku termasuk kelompok Osis" Ucap Rias pelan sambil menatap Naruto yang hanya diam tidak ada niatan untuk mengatakan sesuatu untuk membalas perkataan Rias barusan.

"Kau akan mengetahuinya jika sudah saatnya" Jawab Naruto datar membuat Rias yang mendengarnya ingin mengeluarkan Protes namun ketika ingin protes dirinya mendengar suara bel yang berbunyi menandakan dirinya harus kembali kekelas, "Cepat kembali kekelasmu Rias, aku ini seorang Guru loh, bisa menghukum jika kau telat" Sambung Naruto yang membuat Rias menggembungkan pipinya sebal sambil melangkah menjauh dari Naruto yang hanya menatapnya datar.

"Urasan kedepanya bakal semakin rumit" Desis Naruto pelan yang kemudian bangkit dari acara tiduranya berniat untuk melanjutkan kerjanya disekolah ini, namun tidak sampai beberapa langkah dirinya kembali menghentikan langkahnya saat melihat robekan dimensi tepat dihadapanya mengeluarkan seorang gadis bersurai merah menyala dan body tubuhnya hampir menyaingi sang pewaris Gremory, sedangkan Naruto yang melihat gadis perwujudan dari Great Red dihadapanya ini sedang menatapnya sebal hanya menaikan alisnya bingung.

"Tumben tidak bersama Ophis?" Ucap Naruto yang hanya dibalas dengusan kesal dari gadis penjelmaan Great Red tersebut, kemudian dirinya membuat sebuah robekan dimensi disamping tubuhnya mengeluarkan seonggok tubuh pria bersurai silver yang tidak sadarkan diri dan Naruto tau siapa pria tersebut karena kemarin malam Naruto lah yang dengan seenaknya membuang pria atau lebih dikenal dengan nama Vali kedalam dimensi yang dirinya ciptakan.

"Kau membuatku kesal Lucifer-kun! Seenaknya saja membuang maniak ini kedalam rumahku! Kau tau saat dia datang ketempatku dengan seenaknya dia menembakan demonic power kesegala arah sambil tertawa maniak dan hal tersebut sangat mengganggu ketenanganku, berterimakasihlah aku tidak memusnahkan pemegang Albion ini" Ucap Great Red dengan nada kesal dan hanya dibalas Naruto dengan tawa pelan seolah dirinya memang bersalah kali ini.

"Hn Arigatou Red, sisanya biar aku yang mengurusnya dan juga aku akan kembali bekerja karena sudah memasuki jam kerjaku saat ini, titipkan salamku pada Ophis" Balas Naruto sambil mengelus pucuk kepala Great Red pelan sambil menciptakan robekan dimensi yang kembali menghisap tubuh Vali, kemudian dirinya melangkah menuju pintu atap sekolah untuk kembali kedalam kelas meninggalkan Great Red yang menatap kepergian Naruto dalam diam namun tidak lama setelah itu dirinya juga pergi kembali kecelah dimensi.

-At Heaven-

Sedangkan disurga saat ini hampir seluruh Malaikat yang bertugas sedang bersikap siaga karena tidak menyangka akan kedatangan salah satu jendral perang Malaikat mereka yang telah jatuh yaitu Kokabeil yang sekarang hanya memasang mimik datar diwajahnya sambil berjalan tenang menuju kearah sebuah kastil megah tidak jauh dari posisinya berjalan sekarang serta menghiraukan ratusan anak panah cahaya yang siap ditembakan kearahnya seandainya dirinya berbuat hal mencurigakan dan ketika Kokabeil sampai tepat dihadapan sebuah pintu megah yang terbuat dari kristal, kemudian dirinya mengetuk pintu tersebut beberapa kali.

Tok!

Tok!

Tok!

"Masuk!"

Kokabeil yang mendengar suara balasan dari dalam langsung membuka pintu tersebut dengan mendorongnya kemudian melangkah memasukinya mendekati sosok Malaikat pria bersurai pirang yang menatap kedatangan tak terduganya dengan kaget, namun Kokabeil tak menghiraukan tatapan kaget dari malaikat pirang dihadapanya itu dan terus melangkah mendekatinya, ketika sudah sampai tepat dihadapanya dirinya menatap Malaikat pirang tersebut dengan tatapan tajam.

"Kau harus menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi tentang Lucifer, Michael!" Ucap Kokabeil tajam membuat Michael yang mendengarnya tersentak tidak menyangka kedatangan Kokabeil hanya untuk menanyakan hal tersebut.

"Untuk apa kau bertanya tentang hal itu Kokabeil?" Balas Michael dengan nada tenang tidak terpengaruh dengan tatapan tajam Kokabeil, sedangkan Kokabeil yang mendengar balasan Michael barusan hanya mengeraskan wajahnya.

"Aku hanya ingin memastikan dengan pertemuanku kemarin" Ucap Kokabeil membuat Michael yang mendengarnya melebarkan matanya karena tidak menyangka bahwa Kokabeil telah menemukan keberadaan Lucifer yang selama ini telah menghilang keberadaanya, bahkan dirinya sudah mencari Lucifer selama bertahun tahun namun hasilnya tetap saja dirinya tidak bisa menemukan keberadaanya.

Brak!

"Katakan dimana keberadaan Lucifer sekarang Kokabeil!" Ucap Michael bangkit dari duduknya sambil menatap Kokabeil tajam dan hanya dibalas sama tajamnya oleh Kokabeil.

"Aku disini untuk memperoleh jawaban bukanya memberi jawaban Michael!" Bentak Kokabeil nyaring membuat beberapa Malaikat penjaga masuk kedalam ruangan Michael saat mendengar teriakan Kokabeil barusan namun para penjaga tersebut kembali keluar saat melihat Michael memberi aba aba tenang, sedangkan Michael yang sudah kembali tenang dari acara kagetnya kemudian menatap Kokabeil kalem memikirkan sesatu dan ketika sudah mendapatkan sebuah ide dirinya hanya tersenyum kecil.

"Bagaimana jika aku menjelaskan semua yang kau ingin tahu dan sebagai gantinya kau membawaku bertemu dengan Lucifer, Kokabeil?" Ucap Michael pelan membuat Kokabeil yang mendengarnya mengeraskan wajahnya karena tidak mengira akan mendengar Michael mengeluarkan kalimat negosiasi seperti itu.

"Kau!" Desis Kokabeil tajam dan hanya dibalas Michael dengan senyuman tipis.

¤TBC¤

Yo! Bagaimana ? Mengecewakan? Gomen ^^ ,Uchida baru bisa up karena bulan ini banyak kerjaan dikantor jadi waktu luang mengetik hanya bisa dilakukan sepulang kerja.

.Dont Like Dont Read.

END OST: WIND (Akeboshi)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-