.Happy Read.

Ost op: Bull's Eye (Nano)

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.

Highschool DxD © Ichie Shibumi

.

.

.

.

.

.

.

.

Chapter III

(Lucifer?)

"Aku disini untuk memperoleh jawaban bukanya memberi jawaban Michael!" Bentak Kokabeil nyaring membuat beberapa Malaikat penjaga masuk kedalam ruangan Michael saat mendengar teriakan Kokabeil barusan namun para penjaga tersebut kembali keluar saat melihat Michael memberi aba aba tenang, sedangkan Michael yang sudah kembali tenang dari acara kagetnya kemudian menatap Kokabeil kalem memikirkan sesatu dan ketika sudah mendapatkan sebuah ide dirinya hanya tersenyum kecil.

"Bagaimana jika aku menjelaskan semua yang kau ingin tahu dan sebagai gantinya kau membawaku bertemu dengan Lucifer, Kokabeil?" Ucap Michael pelan membuat Kokabeil yang mendengarnya mengeraskan wajahnya karena tidak mengira akan mendengar Michael mengeluarkan kalimat negosiasi seperti itu.

"Kau!" Desis Kokabeil tajam dan hanya dibalas Michael dengan senyuman tipis.

Kokabeil berpikir bahwa Michael hanya mempermainkanya saja namun dirinya tidak mempunyai jalan lain lagi jika ingin mengetahui hal sebenarnya tentang Lucifer dan akhirnya dirinya hanya bisa mendengus pelan sambil menatap malaikat bersurai pirang dihadapanya ini dengan pandangan datar.

"Cepat jelaskan dan akan kuberikan kemauanmu Michael" Desis Kokabeil datar yang hanya dibalas senyuman tipis oleh Michael dan kemudian Michael mulai menceritakan kisah sebenarnya tentang Lucifer membuat Kokabeil yang mendengarkan dengan serius akhirnya terdiam beberapa saat karena fakta yang dirinya dengar dari Michael berbeda jauh seperti apa yang ia pikirkan, ada sedikit rasa tidak percaya dalam dirinya mengenai cerita yang didengarnya dari Michael namun itu memang benar apa adanya dan akhirnya dirinya hanya bisa terdiam memikirkan apakah selama ini perjuanganya ingin memusnahkan Lucifer sia-sia? Ada sebesit rasa menyesal pada dirinya terhadap Lucifer saat mendengar hal yang sebenarnya dari Michael.

Setelah mendengar apa yang ia mau akhirnya Kokabeil berbalik dan melangkah pergi dari ruangan tersebut tanpa mengeluarkan sepatah katapun meninggalkan Michael yang menatapnya dengan pandangan bingung namun Michael tersenyum kecil saat mendengar perkataan Kokabeil ketika berada dipintu keluar.

"Besok datanglah ke Kuoh, aku akan menemuimu" Ucap Kokabeil datar sebelum dirinya keluar dari ruangan tersebut yang membuat Michael tersenyum kecil saat mendengarnya.

Keesokan harinya dikouh academy bertepat diatap sekolah terlihat Naruto yang kembali melakukan aktifitas rutinanya yaitu duduk tenang sambil menatap langit dengan damai,namun kedamaiannya tidak berlangsung lama karena dirinya melihat sebuah lambang aksara sihir tercipta tidak jauh dari tempatnya berbaring dan dari lambang sihir tersebut dengan perlahan mengeluarkan seorang pria bersurai merah membuat Naruto hanya mengehal nafas pelan karena sudah dalam tiga hari ini dirinya tidak bisa melakukan rutinitas rutinya akibat terganggu oleh berbagai macam hal yang bersangkutan dengan supranatural.

"Naruto Uzumaki? Atau bisa kupanggil dengan Lucifer" Ucap Pria bersurai merah tersebut dengan pelan tak lupa senyumannya yang mengembang sambil menatap Naruto yang hanya dibalas dengan datar oleh Naruto.

"Sirzech Gremory? Atau lebih tepatnya pemimpin Under world dan juga kakak dari Rias Gremory" Balas Naruto datar membuat pria yang bernama Sirzech itu semakin melebarkan senyumanya karena pria dihadapanya ini sudah mengetahuinya tanpa dirinya memperkenalkan dahulu.

"Tak kusangka Legenda Underworld yang telah dinyatakan menghilang ternyata keberadaanya disini" Desis Sirzech pelan yang membuat Naruto sempat meliriknya sesaat namun kembali memandang langit dalam diam seolah kedatangan mou Lucifer itu hanya angin lalu baginya.

"Apa tujuanmu?" Ucap Naruto datar yang langsung to the point menanyakan maksud dari kedatangan petinggi Underworld tersebut membuat Sirzech tertawa kecil saat mendengar kalimat Naruto barusan, Naruto berpikir bahwa iblis dihadapanya ini dipenuhi oleh banyak hawa negative, memang hampir bahkan setiap iblis mempunyai hawa negative akan tetapi hawa kali ini terasa sangat tajam dan pekat membuat Naruto berpikir bahwa Iblis ini bukan devil sembarangan ditambah lagi iblis ini sudah mengetahui identitasnya entah dari siapa.

"Ayolah Naruto-kun, jangan terlalu serius, aku hanya ingin berterimakasih atas tindakanmu menyelamatkan adikku waktu itu meskipun dirimu membuat ingatan mereka terhapus atas insiden tersebut namun itu tak apa dan jika kau bertanya dari mana aku mengetahuinya maka bisa dikatakan aku diberi informasi oleh seseorang dengan beberapa imbalan kecil sebagai gantinya" Jelas Sirzech sambil menatap Naruto yang juga menatapnya dengan datar, kemudian dirinya menepuk kedua tanganya seolah mengingat suatu hal yang akan disampaikan kepada Naruto, "Dan juga minggu depan akan diadakan pertemuan antar fraksi, mungkin ini terlalu awal memberitahumu karena fraksi lain belum ada yang kuundang namun kuharap saat pertemuan dirimu datang Naruto-kun" Sambung Sirzech membuat Naruto menyipitkan kedua matanya karena tidak mengerti apa tujuan iblis dihadapannya ini, seolah ada sesuatu yang disembunyikanya secara rapi.

"Jika begitu maka urusanku disini telah usai, Jaa Naruto-kun" Ucap Sirzech sambil membuat lingkaran sihir yang mulai menelan dirinya sampai menghilang dari hadapan Naruto yang menatap kejadian dihadapanya itu sedari awal dengan pandangan datar.

"Merepotkan" Desis Naruto pelan yang kembali merebahkan tubuhnya ingin melanjutkan rutinitasnya yang tertunda beberapa menit akibat kedatangan sang mou Lucifer, dirinya juga sempat berpikir bahwa keterlibatanya kali ini sungguh jauh dari apa yang dirinya pikirkan dan hal tersebut akan sangat merepotkan dikedepanya.

Sore harinya dipinggiran danau terdapat seorang pria yang dikenal bernama Azazel itu sedang melakukan rutinitasnya yaitu memancing namun bedanya untuk kali ini dirinya tidak terlalu fokus dalam memancing karena dalam benaknya sedang memikirkan perkataan salah satu jendral malaikat perang saat digrigori.

Flashback:

Pria berjambul pirang atau yang dikenal dengan nama Azazel sang gubernur Datenshi sekarang terlihat terburu dalam langkahnya entah karena apa bahkan beberapa sapaan dari Datenshi lainya dirinya hiraukan, langkahnya terhenti saat berada didepan sebuah pintu ruangan kemudian dirinya membuka pintu tersebut menampakan seorang pria yang sedang duduk tidak jauh dari hadapanya.

"Azazel?" Ucap pria yang sedang duduk tersebut saat melihat kedatangan petingginya, namun dirinya langsung memasang mimik serius ketika ingat bahwa ada hal penting yang akan ia sampaikan kepada Azazel.

"Apakah benar bahwa pihak Vatican merasakan kehadiranya kembali?" Tanya Azazel serius bahkan sifat santainya kali ini hilang entah kemana membuat pria yang berada dihadapanya itu mengangguk pelan sebagai balasan dari pertanyanya.

"Seperti yang dikatakan mereka Azazel, mereka berkata bahwa pendeta tertinggi telah menerima wahyu kembali, hal yang sudah tidak pernah terjadi dalam ribuan tahun" Balas pria tersebut menjelaskan semuanya membuat Azazel yang mendengarnya akhirnya menghela nafas pelan.

"Kuharap itu pertanda baik bukanya pertanda buruk Barqiel, Jika begitu maka aku akan kembali keKuoh" Ucap Azazel pelan kemudian bangkit dari duduknya berniat untuk kembali kekuoh, sedangkan Pria yang bernama Barqiel itu hanya mengangguk.

"Dan juga apakah kau sudah mengetahui hal sebebarnya tentang muridmu Vali? Azazel?" Ucap Barqiel pelan membuat Azazel menghentikan langkahnya ketika mendengarnya.

"Hal tersebut serahkan saja kepadaku, aku sudah mengetahuinya sejak lama" Balas Azazel pelan dan kemudian keluar dari ruangan tersebut meninggalkan Barqiel yang hanya terdiam kemudian menghela nafas berat karena dirinya berpikir entah mengapa banyak masalah terjadi akhir akhir ini dan hampir seluruhnya menyangkut tentang kaumnya.

-End Flashback-

Lamunan Azazel buyar saat dirinya merasakan hawa kedatangan dari teman seperjuanganya dulu dan benar saja ketika menoleh ia dapat melihat sosok pria bersurai pirang dengan tanda Haloo pada kepalanya dan disampingnya terdapat sosok yang dirinya sangat kenal karena sosok tersebut juga yang sering membuat ulah atau istilahnya membangkang dari perintahnya.

"Michael? Kokabeil?" Desis Azazel pelan saat melihat kedatangan tak terduga dari kedua mahluk dihadapanya ini.

"Hisashiburi Azazel lama tak bertemu" Sapa sosok bersurai pirang bernama Michael sambil tersenyum ramah berbeda dengan Kokabeil yang hanya berekspresi datar sedari tadi membuat Azazel yang melihatnya hanya sweatdrope sesaat namun langsung tersenyum kecil untuk membalas sapaan Michael.

"Tumben dirimu berkunjung, ada apa Michael?" Ucap Azazel membuat Michael tersenyum kecil saat mendengarnya.

"Ah seharusnya kau sudah mengetahui tujuan kedatanganku ini dari hal yang selama ini kau sembunyikan Azazel" Balas Michael membuat mimik Azazel yang semula tersenyum menjadi mimik serius karena dirinya tidak bodoh jika hanya untuk menyadari arti maksud dari kalimat Michael barusan dan hal yang dimaksud adalah keberadaan Lucifer, akan tetapi dirinya berpikir dari siapa Michael mengetahui hal itu? Namun ketika menyadari sesuatu dan diperkuat berita dari Vali akhirnya ia hanya bisa melirik malas kearah Kokabeil yang berada disamping Michael.

"Kau memberitahukanya Kokabeil?" Ucap Azazel pelan dan hanya dibalas dengusan oleh Kokabeil.

Kemudian dirinya kembali menatap kearah Michael yang juga menatapnya sambil tersenyum sedari tadi, dirinya sempat berpikir mungkin akhirnya rahasia yang selama ini dirinya sembunyikan bersama Naruto tentang keberadaan Lucifer akhirnya terbongkar dan juga mungkin ini saat yang tepat namun ia sempat berpikir sesaat jika Michael mengetahui keberadaan Naruto maka hal apa yang akan dilakukanya? Sebab dirinya pernah mendengar bahwa Malaikat dihadapanya ini pernah berencana menjadikan Naruto malaikat kembali dan hal tersebut bisa membuat pertentangan diunderworld jika hal tersebut sampai terjadi.

"Baiklah, temui aku nanti malam Michael, aku akan membawamu ketempatnya" Ucap Azazel pelan yang dibalas senyuman kecil oleh Michael karena akhirnya dirinya bisa bertemu dengan sahabat lama yang telah ia cari keberadaanya selama ini, "Ah aku juga akan memberitahu bahwa minggu depan akan diadakan pertemuan antar fraksi, kuharap kau datang Michael" sambung Azazel membuat Michael yang berniat pergi kembali terdiam kemudian mengangguk pelan.

Setelah kepergian Michael, ditempat itu hanya ada Kokabeil dan Azazel yang sudah kembali kedalam alam memancingnya.

"Apa yang akan dirimu lakukan Kokabeil? Jujur aku sangat membenci niatmu yang akan memulai kembali perang namun setelah melihat sifatmu akhir-akhir ini sepertinya kau sidikit berubah Kokabeil" Ucap Azazel pelan tanpa mengalihkan pandanganya dari aktifitas memancingnya membuat Kokabeil yang mendengarnya terdiam sesaat kemudian melirik datar Azazel.

"Bukan urusanmu Azazel" Desis Kokabeil datar, kemudian ia merentangkan seluruh sayapnya dan pergi meninggalkan Azazel seorang diri yang tersenyum kecil sehabis mendengar perkataan Kokabeil barusan karena dirinya berpikir bawahanya itu sudah sedikit berubah entah karena apa dan mungkin saja akibat pertemuanya dengan Naruto.

Malam harinya didalam sebuah rumah sederhana terlihat seorang pria bersurai pirang yang mengenakan kemeja putih sedang melakukan aktifitas makan malamnya dengan tenang namun ketenanganya buyar saat mendengar suara bel rumahnya yang berbunyi sempat membuat pria tersebut berpikir siapa yang bertamu semalam ini?.

Ting! Tong!

Kemudian pria tersebut bangkit dari duduknya dan melangkah menuju pintu untuk melihat tamunya.

Cklek!

"Azazel?" Ucap pria tersebut pelan saat melihat tamu yang mendatanginya ternyata adalah sahabatnya dan ketika melihat bahwa terdapat dua orang lagi dibelakang Azazel membuat pria tersebut memasang wajah sweatdrop.

"Yo Naruto maaf bertamu larut malam, aku hanya mengantarkan Malaikat pirang ini kepadamu" Ucap Azazel membuat pria yang bernama Naruto itu menatap kearah Malaikat pirang yang dimaksud Azazel barusan dan dirinya juga sangat mengenal Malaikat tersebut.

"Ah baiklah, masuklah" Ucap datar Naruto sambil melenggang masuk yang kemudian diikuti oleh Azazel dan kedua tamunya.

Sekarang terlihat diruang tamu didalam rumah tersebut telah berkumpul Naruto, Azazel dan kedua tamunya yang memandang kearah Naruto dalam diam.

"Jadi ada tujuan apa sampai diriku kedatangan Michael dan Kokabeil? Azazel?" Ucap Naruto datar yang hanya dibalas tawa pelan Azazel namun sebenarnya dirinya juga bingung mau memberi penjelasan apa kepada Naruto.

"Ahaha~ santailah Naruto, bukankah bagus kalau kita kedatangan kerabat lama?" Balas Azazel pelan membuat Naruto yang mendengarnya hanya menghela nafas pelan sebab dirinya berpikir mungkin keputusannya dulu untuk membantu iblis Gremory salah jika sampai harus dirinya terseret sejauh ini kedalam dunianya dulu dan mungkin untuk kedepanya mesti dirinya akan semakin kerepotan karena Michael sudah mengetahui keberadaanya sekarang, kemudian akhirnya ia hanya bisa memandang Muchael yang tersenyum kecil kearahnya dengan facepalm.

"Tak kusangka selama ini kau berada dikuoh Lucifer" Ucap Michael sambil tersenyum ciri khasnya membuat Naruto hanya diam sesaat kemudian bangkit dari duduknya dan melangkah menuju dapur.

"namaku sekarang adalah Naruto, Michael. Kuharap kau bisa memanggilku dengan panggilan tersebut" desis Naruto pelan sambil berlalu menuju dapur meninggalkan Michael yang terdiam sehabis mendengar perkataan Naruto.

"Kerupuk ramen?" Ucap Kokabeil pelan sehabis mendengar perkataan Naruto barusan membuat dirinya ditatap oleh seluruh penghuni ruangan minus Naruto yang sudah pergi kedalam dapur.

"Tumben kau mengejek seseorang Kokabeil?" Ejek Azazel membuat Kokabeil yang mendengarnya hanya menatapnya tajam karena dirinya berpikir entah mengapa sifat Kokabeil yang arogan dan angkuh sekarang sedikit berubah namun itu juga membuatnya sedikit lega karena bawahanya ini mengalami perubahan meskipun sedikit.

"Ngomong-ngomong apa benar bahwa Pihak iblis akan mengadakan pertemuan antar fraksi? Azazel?" Ucap Michael menanyakan perihal kebenaran hal yang dirinya sempat dengar membuat Azazel yang mendengarnya hanya tertawa pelan.

"Kheh yang kudengar juga begitu Michael, namun seperti yang kuberitahu dulu bahwa Mou Lucifer sekarang seperti mempunyai tujuan tersendiri, meskipun itu hanya perkiraanku saja akan tetapi alangkah lebih baiknya kalau kita berantisipasi kan" Jawab Azazel menjawab perkataan Michael yang dibalas anggukan pelan oleh malaikat pirang itu karena dirinya juga berpikiran sama seperti Azazel perihal Mou Lucifer yang memang sepertinya menyembunyikan sesuatu dan tidak jauh berbeda dengan pikiran Kokabeil yang berada disamping Michael.

Mereka bertiga terdiam dalam pemikiran mereka sampai keheningan itu buyar karena melihat sebuah robekan dimensi tepat dihadapan mereka membuat Azazel memasang wajah bosan karena sepertinya akan melihat hal merepotkan lagi, berbeda dengan Michael dan Kokabeil yang memasang posisi siaga karena tahu aura siapa ini.

Wusssh!

Brukh!

"Minggir kau Baka-Red!, sekarang giliranku yang akan tidur dengan Lucifer-kun"

"Giliranku dada rata!"

Dan sepertinya perkataan dari si Baka-Red ini kembali membuat sang lawan bicaranya menatapnya shock karena mesti dirinya selalu diejek dengan istilah dada rata, oh ayolah memang dadanya ini rata tapi tahukah jika ini sedang dalam masa pertumbuhan akibat dirinya kehilangan separuh kekuatanya, dirinya juga yakin jika ia dalam bentuk wanita sempurnanya maka banyak wanita yang iri melihat tubuhnya.

"K-kau-!"

"Red? Ophis?"

Perkataan Ophis dan perhatian seluruh penghuni ruangan disana teralihkan saat mendengar suara datar Naruto yang memanggil perwujudan kedua naga dihadapanya, membuat Ophis saat melihat Naruto langsung melompat manja tidak mengindahkan bahwa Naruto saat ini dikedua tangannya sedang memegang nampan berisi beberapa kaleng minuman.

"Lucifer-kun~"

Grep!

Brukh!

Naruto hanya menghela nafas pelan sama seperti yang dilakukan Azazel ketika melihat adegan absrud dihadapanya sekarang ini, dimana dirinya melihat Ophis yang akan melompat ingin memeluknya harus terjatuh dan mencium lantai rumah akibat dengan tidak berperikenagaan wanita yang bernama Red itu menarik kaki Ophis saat akan memeluk Naruto, membuat Ophis yang terjatuh mencium lantai mengeluarkan KInya sambil menglare Red yang bersiul siul tidak bersalah.

Naruto yang telah sadar dari sweatdropnya kembali melangkah menuju meja melewati Red dan Ophis yang masih saling bertengkar kemudian dirinya meletakan nampan yang berisi minuman kaleng ddiatas meja sambil mlihat Michael dan Kokabeil yang masih memasang posisi siaga karena melihat ada dua naga penghancur dalam rumah Naruto, meskipun menurut Naruto sekarang istilah naga penghancur untuk dua gadis dihadapanya ini sudah tidak pantas akibat sifat dari naga tersebut yang membuat Naruto terkadang jengkel dan frustasi sendiri.

"Tenanglah Michael, Kokabeil, kedua naga itu adalah rekanku" Ucap Naruto pelan membuat Michael menurunkan kesiagaanya kembali seperti biasa begitu pula dengan Kokabeil.

Beberapa menit berlalu dan sekarang diruang tamu tersebut terlihat Naruto yang berwajah serius kali ini begitu pula dengan seluruh penghuni disana bahkan hawa ruangan tersebut terasa hening.

"apa maksudmu dengan pihak Vatican merasakan kehadiranya kembali? Azazel?" Tanya Michael serius mengenai kabar kehadiranNya yang telah dirasakan oleh para petinggi Vatican, sebenarnya dirinya merasa ragu akan berita yang disampaikan oleh Azazel ini karena bagaimanapun pihak surga tidak pernah merasakanya.

"Yang kudengar seperti itu Michael, bahkan aku sendiri juga masih merasa was-was dengan hal tersebut" Ucap Azazel pelan sambil sesekali menegak minuman kalengnya, sedangkan Naruto hanya terdiam beberapa saat sehabis memdengar perkataan Azazel barusan.

"Kurasa kalian hanya harus lebih berhati-hati saja karena entah mengapa dalam waktu dekat ini aku sering merasakan rembesan energi kelam diberbagai tempat dan setiap aku mendatangi tempat tersebut, mereka sudah berpindah lagi dengan cepat" desis Naruto pelan yang dibalas anggukan oleh seluruh orang disana.

"Dan Luc-! Naruto apakah kau akan datang kepertemuan antar fraksi?" Ucap Michael yang merubah panggilannya saat mendapat tatapan datar Naruto seolah mengatakan bahwa 'Jangan panggil aku lagi dengan nama Lucifer' membuat Naruto yang mendengar kalimat Michael barusan hanya menghela nafas karena entah mengapa dirinya benar benar sangat terseret jauh kedalam dunia supranatural lagi.

"Entahlah, kurasa aku telah terlalu jauh ikut serta dalam masalah ini" desah Naruto pelan.

"Namun kau juga salah satu mahluknya juga Naruto, dan terlebih kau pemimpin sebenarnya" Balas Michael yang sukses membuat Naruto terdiam karena entah mengapa itu memang benar kenyataanya.

¤Skip Time¤

Keesokan harinya setelah kejadian dimana dirinya kedatangan kerabat lamanya, terlihat sekarang tokoh utama kita Naruto sedang mengajar pelajaran didalam kelas XII dalam diam atau lebih tepatnya melamun karena menunggu hasil tugas para murid yang dirinya berikan beberapa saat yang lalu, namun sebenarnya dirinya memikirkan kejadian kemarin malam sehabis kerabatnya pulang (Michael,Azazel,Kokabeil) beberapa jam kemudian pintu rumahnya kembali berbunyi dan saat dirinya melihat siapa lagi yang bertamu membuat ia shock.

Flashback:

"Kalau begitu kami permisi dulu Naruto!" Ucap Azazel sambil melangkah menjauh dari rumah Naruto diikuti Kokabeil sedangkan Michael membuka seluruh sayapnya berniat terbang kembali kesurga.

"Jika ada waktu berkunjunglah kesurga Naruto, ada banyak hal yang ingin kubicarakan kepadamu" Ucap Michael yang hanya dibalas Naruto dengan anggukan kecil

Setelah kepergian para petinggi fraksi itu Naruto menutup pintu rumahnya kembali kemudian melangkah menuju ruang tengah dan kembali sweatdrope saat melihat dua mahluk jadi jadian yang sepertinya masih belum angkat kaki dari kediamanya ini dan sekarang malah sedang asyik menonton tv.

"Ophis? Red? Kenapa kalian masih disini?" Ucap Naruto membuat kedua mahluk tersebut menoleh menatapnya.

"Ah Naruto-kun, aku hanya sedang bersantai karena sedang bosan menjaga celah dimensi, tapi sepertinya si dada rata ini ingin menyampaikan sesuatu kepadamu" Balas Red membuat Naruto mengangguk pelan dan facepalm ketika melihat Ophis menjitak kepala Red akibat kalimat terakhir yang secara tidak langsung mengejeknya dan dengan pandangan cemberut Ophis menatap Naruto.

"Lucifer-kun! Kumohon kembalikanlah kekuatanku! Aku sudah tidak tahan dikatai dada rata oleh si Baka Red ini! Aku ingin menunjukan wujud wanita sempurnaku agar sibaka ini diam!" Ambek Ophis sambil menggembungkan kedua pipinya dengan rona merah tipis menghias dikedua pipinya yang Naruto akui gadis loli ini tampak sangat imut dan dirinya hanya terdiam beberapa saat sehabis mendengar rajukan dari salah satu legenda Naga dihadapanya ini, kemudian ia tersenyum kecil sambil mendekatkan wajahnya ketelinga Ophis.

"Ne~ Ophis tapi kau lebih terlihat anggun dan Sexy dengan wujud seperti ini, seperti ada gairah tertentu saat melihatmu" Bisik Naruto sensual membuat bulu kuduk Ophis merinding merasakan hembusan nafas Naruto pada daun telinganya.

"K-kau bernafsu kepadaku!?"

"Baka!"

Wushhh!

Naruto dan Red sweatdrope saat melihat Ophis yang malah marah marah tidak jelas dan akhirnya pergi dari tempat itu sambil meneriaki Naruto 'Baka', membuat Naruto yang diteriaki hanya menghela nafas pelan.

"Dasar Tsundere" desis Red pelan sehabis melihat tingkah Ophis barusan namun perkataanya ini masih didengar oleh Naruto.

"Kau juga sama"

"apa kau mengatakan sesuatu Naruto-kun?"

"T-tidak ada"

"Bagus"

Great Red tersenyum kecil mendengar balasan Naruto, kemudian dirinya membuat robekan dimensi disampingnya dan memasukinya.

"Aku pergi dulu Naruto-kun, namun sepertinya tadi Ophis melupakan hal yang akan disampaikanya kepadamu, jadi aku akan mengatakanya karena si dada rata itu sempat menceritakanya kepadaku kemarin" Ucap Red pelan yang berbalik menatap Naruto sesudah dirinya memasuki robekan dimensi yang masih belum tertutup membuat Naruto menaikan alisnya saat mendengar perkataan Red.

"Kau tau organisasi Khaos Bridage Naruto-kun?" Tanya Red yang dibalas anggukan pelan Naruto karena memang dirinya tau organisasi yang dipimpin oleh Ophis ini sudah menjadi salah satu ancaman dunia karena berbahaya meskipun banyak kalangan yang belum mengetahui ekstensinya namun ketika ditanyai apakah ini ulah Ophis? Maka dengan tampang datar dirinya mendapat balasan bahwa ada seseorang dari balik layar yang mempunyai peran besar dan Ophis juga berkata bahwa dirinya merasa bahwa dikedepanya akan ada pengkhianat diorganisasinya itu.

"Kudengar dari Ophis bahwa salah satu anggotanya adalah pewaris kekuatan tuhan" Sambung Red membuat Naruto mengangguk pelan karena dirinya tahu sang pewaris kekuatan tuhan ini yaitu pemegang True Longinus (Tombak tuhan) meskipun sifatnya ini yang sempat Naruto dengar ingin memusnahkan seluruh mahluk supranatural, meskipun itu hanya rumor tapi Dirinya akan bertindak jika terjadi suatu hal yang merepotkan dikedepanya nanti.

"Ya aku tahu itu Red dan juga pewaris White One adalah salah satu anggotanya, namun tetaplah berwaspada Red, meskipun kau kuat, tidak berkemungkinan organisasi itu menyerang celah dimensi tanpa sepengetahuan Ophis karena sepertinya para mahluk itu mengincar kebangkitan Trihexa" jelas Naruto membuat Great Red terdiam sesaat kemudian menatap Naruto dengan pandangan menggoda.

"Ufu ufu~ Apakah Naruto-kun mengkhawatirkanku? Ufu~ senangnya" Ucap Red sensual sambil menjilat bibir atasnya namun hanya pandangan malas yang diberikan Naruto karena wanita dihadapanya ini susah kalau diajak serius dan akhirnya dengan kedipan mata Great red mulai hilang ditelan robekan dimensi.

"Hah kenapa banyak sekali mahlukmu yang membangkang ayah? Tidakkah mereka bersyukur terhadap berkahmu didunia ini?" desis Naruto pelan sambil menatap langit langit rumahnya, namun ketenangan Naruto ini kembali buyar oleh suara ketukan pintu rumahnya yang kembali berbunyi.

Tok!

Tok!

Tok!

Dengan langkah pelan Naruto berjalan menuju pintu rumahnya, ketika sampai dirinya membukanya dengan pelan dan terbelalak kaget melihat siapa yang bertamu sekarang, dirinya juga semakin shock karena tamunya ini langsung memeluknya erat tak kupa suara isakan yang mulai terdengar.

Grep!

"Akhirnya aku menemukanmu Lucifer-kun" Ucap tamu Naruto yang ternyata adalah seorang wanita bersurai pirang yang sangat Naruto kenal siapa wanita ini.

"G-gabriel?"

Naruto hanya tergagap karena kedatangan kekasihnya ini, dan dirinya sempat berpikir dari mana lagi kekasihnya ini mengetahui tempat tinggalnya, namun saat dirinya mendapat bayangan sekilas seorang malaikat bersurai pirang yang tersenyum polos membuatnya mengumpat pelan karena ini mesti ulah dari Michael.

"Sedang apa Kau disini Gabriel?" Ucap Naruto yang sudah keluar dari acara kagetnya dan menatap Gabriel yang masih memeluknya erat, membuat sang empu mendongak menatap Naruto yang juga sedang menatapnya.

"Mou~ begitukah sambutanmu kepadaku Lucifer-kun? Padahal aku sangat merindukanmu" Ambek Gabriel dengan nada imut membuat Naruto terdiam sesaat kemudian mengelus surai pirang Gabriel sambil tersenyum kecil.

"Kau tidak pernah berubah ya Gabriel-chan, kalau begitu ayo masuk" ajak Naruto sambil melangkah memasuki rumahnya diikuti Gabriel yang masih setia mengapit lengan kananya.

-Flashback End-

Cklek!

"Sensei?"

Naruto menghentikan lamunanya saat mendengar suara pintu atap terbuka menampakan seorang gadis bersurai hitam sebahu yang melangkah mendekat kearah Naruto sambil membenarkan letak kaca matanya.

"Sona?" ucap Naruto pelan seolah tidak kaget lagi akan kedatangan dari iblis klan Sitri ini karena memang hampir setiap harinya dirinya selalu kedatangan Sona dimulai dengan Sona yaang membelikan minuman kaleng untuk Naruto, bertanya tentang tugas, memakan bento Sona yang terlalu banyak sampai mendengar curhatan dari iblis berkaca mata ini (Oke kurasa Sona terlalu OOC).

"Aku sudah tahu tentang Sensei"

Oke dan kali ini Naruto merasa bahwa urusannya bakal rumit, karena dirinya dapat menebak kalimat kelanjutan dari perkataan Sona yang mengatakan 'Aku sudah tahh tentang Sensei' dan mesti ini ulah dari Iblis tomat gremory itu membuat dirinya menghela nafas frustasi karena untuk sekarang Naruto benar benar sangat menyesal telah menyalamatkan kelompok Gremory waktu penyerangan Kokabeil.

"Apa maksudmu Sona?" Ucap Naruto pelan yang sempat berpikir mungkin bisa saja hal lain dan hanya dibalas dengusan oleh Sona ketika mendengar perkataan Naruto barusan.

"Sensei adalah Iblis"

Bingo! Naruto cemberut saat mendengar kalimat Sona ini, entah mengapa dirinya benar benar terseret kedalam dunianya kembali akibat menolong kelompok Gremory waktu itu dan juga ayolah dirinya tidak tampak keren karena identitasnya dengan cepat terbongkar padahal fic ini baru memasuki chapter 3? Demi keperjakaan Azazel yang sudah hilang saat berumur 3 tahun itu sangatlah tidak keren, dan juga mari kita lewatkan percakapan absurd ini.

Naruto terdiam sesaat sehabis mendengar kelimat Sona barusan, beberapa saat kemudian dirinya mengangguk pelan sambil menghela nafas berat.

"Hah~ memang benar Sona, memangnya ada masalah apa jika begitu?" Ucap Naruto pelan sambil menatap Sona tepat dikedua matanya yang terlapisi kaca mata dan entah mengapa dirinya merasa gadis dihadapanya ini terlihat salah tingkah ketika dirinya tatap.

"Tidak kok Sensei, hanya saja mengapa kami tidak bisa merasakan hawa Sensei sebagai Iblis?" Balas Sona yang memang dirinya akui dan sempat berpikir bahwa Jika Senseinya ini Iblis maka kenapa dulu dirinya tidak pernah merasakan auranya sebagai iblis? Jika senseinya ini menekan auranya namun itu masih bisa dirasakan, tapi jika menekanya sampai ke titik 0 maka Senseinya ini bukan Iblis sembarangan.

Naruto yang melihat Sona sedang melamun hanya menghela nafas pelan kemudian mengibas ngibaskan tangannya didepan wajahnya membuat Sona kembali sadar dan menatap Naruto bingung.

"Kembalilah kekelas Sona, kau terlalu asyik melamun sampai tidak menyadari bahwa bel sekolah telah berbunyi" Ucap Naruto bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju pintu atap, namun langkahnya terhenti saat dirinya berada didepan pintu kemudian ia menoleh menatap Sona yang masih berada ditempatnya belum berubah posis, "Kau akan mengetahui tentang Sensei jika sudah waktunya Sona" sambung Naruto pelan kemudian kembali melangkah meninggalkan Sona yang terdiam beberapa saat mencerna perkataan Naruto barusan kemudian pergi untuk kembali kekelas.

Sore harinya seusai mengajar Naruto dengan langkah gontai sedang berjalan diatas trotoar sambil sesekali menegak minuman kaleng yang berada ditangan kananya sedangkan tangan kirinya memegang bungkusan belanjaan membuat beberapa kaum hawa yang berpapasan dengan Naruto merona merah karena entah mengapa Dirinya memang terlihat keren :v, dengan celana hitam panjang yang pas dengan kakinya dilengkapi sepatu pantofel (maaf kalau salah nulisnya :v) dan kemeja putih yang bagian lengannya dilipat sebatas siku juga jam tangan hitam melekat manis dipergelangan tangan kirinya membuatnya memang tampak cool belum juga rambut pirang acak acaknya menambah nilai pluss :v namun entah mengapa Naruto tidak memperdulikan tatapan dari para kaum hawa tersebut dan kembali melangkah menuju rumahnya.

"Are?"

Naruto menatap bingung pintu rumahnya yang tidak terkunci dan dirinya juga mendengar beberapa suara familiar baginya dari dalam rumahnya tersebut, dan karena tidak ingin berlama lama akhirnya Naruto masuk kedalam rumahnya dan dapat dirinya lihat sekarang beberapa mahluk yang telah masuk tanpa izin kedalam rumahnya dan juga meminun bir kaleng kesayanganya tanpa berperikebirran karena satu dus telah ludes diminum.

"Azazel? Kokabeil? Muchael?-!"

"Dan Gabriel"

Perkataan Naruto terputus karena suara Gabriel yang memotongnya daru arah dapur menuju meja sambil membawa nampan berisi makanan hasil masakanya, dan akhirnya dengan menghela nafas dirinya melangkah masuk.

"Sejak kapan rumahku menjadi markas kalian" batin Naruto iba dengan nasibnya sekarang.

-0o0-

"jadi ada urusan apa lagi sekarang?" Tanya Naruto sambil menatap Azazel yang berada dihadapanya dan juga sebagai perwakilan untuk menjelaskan kedatangan mereka sedangkan Gabriel hanya mengamati sedari tadi dari samping Naruto karena memang dirinya duduk disebelah Naruto.

"Begini Naruto, kami memutuskan untuk kau menghadiri pertemuan antar fraksi" Ucap Azazel membuat Naruto terdiam karena melihat bahwa Azazel masih ingin melanjutkan kalimatnya, "Dan yang akan menjadi pengawal atau pendampingmu adalah Kokabeil" sambung Azazel, sedangkan Naruto hanya menaikan alisnya saat mendengar bahwa dirinya akan didampingi Kokabeil saat pertemuan antar fraksi dan memang juga dirinya akan menghadiri pertemuan tersebut setelah berpikir panjang.

"Baiklah, memangnya kapan pertemuan itu pastinya akan dilaksanakan?" Ucap Naruto pelan sambil menenggak minuman kalengnya dan Azazel hanya menghela nafas saat mendengar perkataan Naruto barusan.

"Malam ini"

"Oh"

Bruhhh!

"Apa?!" kaget Naruto yang menyemburkan minuman yang akan ditelanya karena kaget dan juga wajah tampan Michael yang menjadi korban hujan dadakan Naruto hanya bisa facepalm kemudian mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya.

"Bagaimana bisa jadi secepat itu?" Tanya Naruto pelan kembali membuat Azazel menghela nafas pelan.

"Kau bisa tanyakan itu nanti kepada Sirzech Gremory" desis Azazel membuat seketika ruangan tersebut hening.

¤TBC¤

Chap Next:

Tok!

Tok!

Suara palu hakim yang membuat seluruh penghuni ruangan itu terdiam karena ingin mendengar keputusan dari kakek tua berjenggot yang menjabat sebagai hakim tersebut, sedangkan Naruto yang duduk dihadapan hakim dengan kedua tangan dan kakinya terborgol tak lupa dengan beberapa mantera segel sihir yang melekat ditubuhnya agar dirinya tidak bisa bertindak gegabah.

"Uzumaki Naruto! Kami memutuskan hukuman atas kesalahanmu membunuh Mou Lucifer yaitu dengan Hukuman mati!" Ucap Hakim tua tersebut dengan nada sinis dan sorakan gembira dari para iblis yang menghadiri acara sidang tersebut, namun tidak sampai lama seketika rungan tersebut dipenuhi oleh aura suci dengan intensitas gila membuat beberapa iblis disana meringkuk kesakitan karena kelemahan mereka memang energi suci.

"Jika sampai kau menyentuh Naruto seuujung kuku saja maka Pihak Surga menyatakan perang dengan Iblis mulai detik ini!" Desis seorang pria bersurai pirang sambil menatap tetua hakim dengan pandangan tajam tak lupa dengan beberapa orang yang berada disampingnya juga menatapnya tajam.

"Kami juga dari pihak Datenshi menyatakan perang dengan kalian jika sampai bernai menyentuh Naruto" Sambung Azazel pelan membuat beberapa tetua yang tadi menghakimi Naruto memasang ekspresi keras karena marah.

"Ini tidak ada urusannya denga-!"

Wussh!

Tep!

"Kami berdua juga tak akan segan membumi hanguskan Underworld jika kalian berani menyentuh Naruto-kun/Lucifer-kun" Ucap dua orang wanita yang muncul dari robekan dimensi sambil menatap para tetua dengan tajam tak lupa energinya yang memenuhi seluruh ruangan membuat para tetua terbelalak shock karena tahu siapa kedua wanita dihadapanya ini.

Yo! Bagaimana ? Mengecewakan? Gomen ^^ ,Uchida baru bisa up karena bulan ini banyak kerjaan dikantor jadi waktu luang mengetik hanya bisa dilakukan sepulang kerja dan Uchida sendiri (Karena tinggal sendiri :V) mengucapkan selamat hari raya idul fitri Guys :D

.Dont Like Dont Read.

END OST: WIND (Akeboshi)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-