Note: yg punya lagu Sign dari Flow bisa diputar sambil baca openingnya ini :v, maaf kalau jelek ini adalah permintaan dari salah satu reader :v

Sfx music: terlihat Naruto yang memakai jaket berhoddie berjalan pelan dalam guyuran hujan.

I realize the screaming pai Hearing loud in my brain But I'm going straight ahead, with the scar.

Sfx music: Naruto mendongakkan wajahnya menatap kedepan tajam, dilanjutkan Azazel menoleh menatap kebelakang kemudian Gabriel dan terakhir Sirzech dan kemudian scene langsung berganti dengan tulisan "Lucifer" beserta romajinya dibawahnya.

(Can you hear me So am I)

Wasurete shimaeba ii yo kanji-naku nacchae-ba ii Surimuita kokoro ni futa o shitanda

Terlihat dipinggir sungai Azazel yang sedang memancing sambil menegak sekaleng bir kaleng.

Kizutsuitatte heikidayo mou itami wa nai kara ne Sono ashi o hikizuri nagara mo

Scene berganti dan terlihat sekarang Michael yang duduk disebuah singgahsana sambil memandang secarik kertas yang ditinggalkan oleh Naruto dulu.

Miushinatta Jibun jishin ga? Oto o tatete Kuzureteitta? Kizukeba kaze no oto dake ga

Terlihat 5 orang berhoddie berjalan beriringan dan salah satu dari mereka menenteng sebuah tombak dibahunya sambil menyeringai kecil kemudian scene berganti menampakan Ophis yang memegang sekelopak mawar hitam pada kedua tanganya kemudian Great Red yang juga memegang mawar merah pada kedua tanganya

Tsutaeni kitayo kizuato tadotte Sekai ni oshitsubusarete shimau mae ni

Pemilik scred gear Kedua naga surgawi Saling mengadukan kedua tinju mereka membuat gelombang kejut besar.

Oboeterukana namida no sora o Ano itami ga kimi no koto o mamotte kureta

Kemudian scene berganti menjadi pertarungan Naruto dan Sirzech, terlihat Sirzech yang terlempar jauh akibat pukulan Naruto membuatnya menabrak dinding pembatas.

Sono itami ga itsumo kimi omamotterunda

Dengan perlahan Sirzech mulai bangkit sambil mengelap darah kering disudut bibirnya kemudian dirinya melesat cepat kearah Naruto. (Kaya opening Naruto pas lawan pain, nah terakhirnya sama kaya gitu, jadi pas mau mukul Naruto tiba tiba terhenti gerakanya begitupula sebaliknya)

.Happy Read.

Ost op: Sign (Flow)

¤Uchida Tokugawa¤

-Present-

.Naruto belong's Masashi Kishimoto.

Naruto © Kishimoto M.

.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.

Highschool DxD © Ichie Shibumi

.

.

.

.

.

.

.

.

"Baiklah, memangnya kapan pertemuan itu pastinya akan dilaksanakan?" Ucap Naruto pelan sambil menenggak minuman kalengnya dan Azazel hanya menghela nafas saat mendengar perkataan Naruto barusan.

"Malam ini"

"Oh"

Bruhhh!

"Apa?!" kaget Naruto yang menyemburkan minuman yang akan ditelanya karena kaget dan juga wajah tampan Michael yang menjadi korban hujan dadakan Naruto hanya bisa facepalm kemudian mengambil tissue untuk membersihkan wajahnya.

"Bagaimana bisa jadi secepat itu?" Tanya Naruto pelan kembali membuat Azazel menghela nafas pelan.

"Kau bisa tanyakan itu nanti kepada Sirzech Gremory" desis Azazel membuat seketika ruangan tersebut hening.

-...-

Chapter IV

(Rising)

"Jadi semuanya telah berkumpul" ucap seorang pria bersurai merah sebahu dengan nada pelan sambil menatap seluruh penghuni ruangan.

"Santailah sedikit Sirzech, masih ada satu pemimpin yang belum datang" Ucap sosok yang duduk dihadapan pria yang bernama Sirzech itu dengan nada malas membuat Sirzech hanya tersenyum kecil.

"Siapa yang kau maksud Azazel? Kurasa seluruh petinggi fraksi sudah datang" Jelas Sirzech dan hanya tawa kecil yang dikeluarkan oleh Azazel sebagai balasanya, karena entah mengapa sepertinya mou Lucifer ini sudah pikun.

"Kau akan tah-!"

Cklek!

"Apa aku terlambat?"

Seluruh penghuni ruangan tersebut menoleh menatap kearah sumber suara yang sekarang sedang berdiri didepan pintu, dan beragam ekspresi yang dikeluarkan oleh seluruh penghuni ruangan, dimulai dari kaget, tersenyum dan berwajah datar (ok ini Koneko :v).

"S-sensei?" desis shock para anggota klub Rias karena mereka memang tidak mengingat kejadian saat penyerangan Kokabeil akibat Naruto yang menghapus ingatan mereka, namun yang berwajah biasa biasa saja hanyalah Rias dan Sona yang memang sudah mengira bahwa Naruto akan datang karena diceritakan oleh Sirzech sebelum pertemuan ini dilaksanakan.

Sirzech yang melihat kedatangan Naruto dan Kokabeil? Entahlah kali ini dirinya tidak terlalu mengetahui kenapa Kokabeil bisa datang bersama Naruto, namun dirinya mengesampingkan hal tersebut dan memilih tersenyum kecil menatap kedatangan Naruto.

"Ah bagaimana bisa aku melupakanmu Naruto Uzumaki" Ucap Sirzech dengan nada ramah sambil menatap Naruto yang juga menatapnya dengan datar.

Naruto hanya menatap datar Sirzech sebagai balasan atas sambutanya barusan, namun ketika dirinya akan menanyakan perihal kenapa pertemuan ini bisa dimajukan sampai secepat ini, dirinya melihat seorang wanita bersurai putih dikuncir dibeberapa bagian dan menggunakan seragam maid sedang menatapnya dengan pandangan berkaca kaca, dan juga sepertinya dia pernah mengenal wanita tersebut namun entah dimana.

"Nah karena sudah lengkap bisa kita mulai?" Ucap Sirzech pelan membuat lamunan Naruto tentang gadis dibelakang Sirzech buyar dan kembali memandang serius kearah meja pertemuan perdamaian antar fraksi.

"Kami pihak Surga mendukung perdamaian ini, selama tidak ada yang memulai duluan" Ucap Michael sambil menyatukan kedua telapak tanganya diatas meja dan dibalas anggukan pelan oleh seluruh para petinggi fraksi.

"Kami juga dari pihak Datenshi di Grigori mendukung perdamaian" sambung Azazel sambil tersenyum kecil.

"Nah kalau begitu maka pihak Iblis dengan ini menyatakan menduku-!"

"Kurasa seharusnya yang mengatakan itu adalah Naruto, Gremory"

Sirzech dan seluruh penghuni ruangan tersebut diam membisu akibat perkataan Kokabeil yang memotong kalimat Sirzech, membuat sang Mou Lucifer hanya tersenyum kecil.

"apa maksud dari perkataanmu Datenshi?" Ucap Sirzech pelan namun hawa yang dikeluarkanya sedikit tidak bersahabat dan membuat para penghuni disana hanya terdiam sambil tetap menatap Kokabeil yang acuh tidak terpengaruh oleh sekitarnya.

"kurasa kau tidaklah bodoh akuma, jika hanya harus menyadari bahwa sebenarnya pemimpin Iblis itu adalah Lu-!"

"Cukup Kokabeil"

Perkataan Kokabeil begitu pula para Iblis muda (Rias&Sona beserta budaknya) yang sepertinya akan bertindak akibat termakan emosi saat mendengar perkataan Kokabeil terhenti akibat suara Naruto yang sedari tadi hanya menonton akhirnya mengeluarkan suara.

Naruto yang melihat seluruh penghuni ruangan tersebut mulai hening, meskipun hawa yang masih terasa mencekam akhirnya menghela nafas pelan sambil menatap para petinggi fraksi secara bergiliran.

"Bisa kita lanjutkan perjanjian ini?, dan juga kuharap kita bisa saling menghormati antar sesama petinggi" Ucap Naruto pelan namun diakhir kalimatnya dirinya melirik Kokabeil bermaksud menyindir simalaikat jatuh tersebut karena tadi sempat membuat keadaan memanas dan hanya dibalas Kokabeil dengan dengusan pelan saat tau arti perkataan Naruto barusan.

"kami semua mendukung perdamaian Naruto, hanya kau yang masih belum memberi keputusan terakhir" Ucap Azazel pelan dan diberi anggukan pelan oleh yang lainnya karena memang mereka semua mendukung perdamaian, sedangkan Naruto terdiam sesaat sehabis mendengar perkataan Azazel, kemudian mendongak sambil tersenyum kecil.

"Aku menyetu-!"

Wushhh~

Tik!

Tik!

Tik!

Deg!

Seluruh penghuni ruangan disana menegang karena secara tiba tiba mereka merasakan hawa mencekam bahkan mungkin sangat kelam tidak jauh dari keberadaan mereka dan mereka semua minus Naruto tersentak kaget karena merasakan bahwa waktu telah terhenti.

"Time Lock?" desis Azazel pelan karena mengetahui bahwa yang membuat waktu terhenti adalah ulah dari salah satu Secred Gear dan dengan malas dirinya menoleh menatap Rias yang sepertinya tidak terkena dampak Time Lock akibat menggandeng tangan Issei sang Sekiryuttei.

"Kurasa budakmu sedang dalam masalah Rias" Ucap Azazel membuat sang pewaris Gremory itu tersentak karena mengingat bahwa memang salah satu budaknya mempunyai kekuatan spesial mengenai waktu.

"Gasper! Ayo Issei!" Ucap Rias sambil menarik Issei menuju ruang klubnya untuk menyelamatkan Gasper dan juga karena hanya Isseilah yang tidak terlena Time Lock , setelah kepergian Rias dan Issei seluruh penghuni ruangan rapat hanya terdiam dengan pemikiran masing-masing.

"Jadi apakah kita harus berdiam disini menunggu lawan yang menjemput?" Ucap Azazel pelan diselingi tawa diakhir kalimatnya, namun sebenarnya dirinya juga meninggikan sensornya karena waspada musuh bisa menyerang mereka kapanpun dan dari hawa yang mereka termasuk dirinya rasakan tadi membuatnya tahu bahwa yang mengganggu rapat antar fraksi ini bukan mahluk sembarangan.

Seluruh petinggi hanya terdiam termasuk Naruto sehabis mendengar perkataan Azazel barusan, namun tidak lama setelah Azazel berbicara, mereka semua dapat melihat ada sebuah benda aneh mulai keluar dari tengah meja yang mereka gunakan untuk rapat membuat Naruto yang melihatnya hanya menaikan alis bingung karena benda tersebut semakin lama semakin membesar menyerupai kuncup bunga, dan para petinggi termasuk Naruto hanya diam menunggu kelanjutan dari munculnya benda aneh tersebut karena mereka merasakan energi benda itu sangat kecil namun memiliki hawa sangat kelam.

Krek!

Krek!

Crashh!

Naruto menaikan alisnya ketika melihat benda yang menyerupai kuncup bunga tersebut mulai mekar, dan dirinya semakin menaikan alisnya saat melihat mahluk yang dikeluarkan oleh benda tersebut, mahluk hitam? Ya bisa dirinya sebut seperti itu saat melihat seluruh tubuhnya berwarna hitam dan hanya kedua matanya yang berwarna coklat muda.

"Haloooo!"

Dan kali ini seluruh petinggi memasang posisi waspada akibat mahluk hitam yang dikeluarkan oleh benda aneh tersebut mengeluarkan sepatah kalimat, namun para petinggi termasuk Naruto hanya diam karena melihat mahluk hitam tersebut sepertinya masih ingin melanjutkan perkataanya.

"Kalian pasti para pemimpin setaip fraksikan? Bisa kulihat dari tidak mempannya efek Time Lock pada diri kalian" Ucap Mahluk hitam tersebut dengan nada ceria seolah hawa mencekam disekitarnya itu tidak berpengaruh kepadanya.

"Siapa kau?" Tanya Azazel malah membuat mahluk tersebut tertawa pelan entah karena apa.

"Siapa aku? Tidak penting kalian mengetahui tentang ekstensiku karena aku hanyalah sosok terlupakan dan berada dipihak netral, namun yang perlu kalian waspadai itu adalah kemunculan kembali mahluk ciptaanya yang telah lama hilang Wahai Datenshi,Tenshi,Akuma dan" Balas sosok hitam dengan nada pelan namun diakhir perkataan dirinya terdiam sesaat ketika melihat Naruto dan menyeringai kecil, "Wah tak kusangka Lucifer juga menghadiri rapat ini, sungguh diluar prediksiku" sambung sosok hitam tersebut dan Naruto hanya menatapnya datar tanpa berniat ingin membalas perkataan sosok tersebut.

Drrrt!

Para petinggi semakin menaikan kewaspadaanya saat merasakan seluruh ruangan yang mereka tempati mulai bergetar entah karena apa, sedangkan mahluk hitam yang merasakan ruangan itu mulai bergetar hanya tersenyum kecil.

"kurasa hanya sampai sini sambutanku kepada kalian, namun jika kalian ingin mengetahui tentangku maka kalian bisa memanggilku Kurozetzu" Ucap sosok hitam yang menyebut dirinya itu Kurozetzu dengan nada pelan serta dirinya yang mulai kembali tenggelam kedalam meja, "Namun kita akan bertemu kembali nanti bukan sebagai teman tapi bisa saja sebagai musuh" sambung Kurozetzu pelan dan kemudian dirinya hilang ditelan kedalam meja membuat seluruh penghuni ruangan tersebut diam memikirkan perkataan mahluk tersebut.

"Nah bagaimana jika kita menyambut tamu tidak diundang diluar sana? Kurasa sedikit merenggangkan otot tidak masalahkan?" Ucap Azazel sambil terkekeh diakhir kalimatnya membuat para petinggi fraksi lain hanya menghela nafas pelan kemudian kembali menatap keluar bangunan academy kuoh melalui jendela yang menampakan ribuan penyihir serta monster yang keluar melalui sebuah lingkaran sihir raksasa dilangit kuoh.

"Nee kurasa ini saatnya kau akan beraksi Lucifer?" Ucap Sirzech pelan membuat Naruto yang mendengarnya hanya menatapnya datar dan tetap duduk manis tanpa merubah posisinya sedikitpun.

"Kurasa para iblis muda dan pendamping kita sudah cukup untuk mengatasi ini, Gremory" balas Naruto datar sambil melirik Kokabeil yang berada disampingnya seolah mengatakan 'Pergilah Kokabeil, bukankah kau gila bertarung dan perang?' membuat Kokabeil yang mengerti arti tatapan Naruto menyeringai kecil kemudian melangkah pelan menuju luar ruangan.

Para petinggi yang melihat Kokabeil melangkah keluar ruangan hanya menaikan sebelah alisnya karena secara tidak langsung Naruto hanya seperti meremehkan musuh mereka kali ini jika hanya mengirim Kokabeil seorang diri, memang Malaikat perang sekelas Kokabeil itu kuat namun jika kita belum mengetahui kekuatan musuh maka sama saja mengirim seekor rusa menuju sarang singa.

"Kau yakin hanya mengirim Kokabeil? Naruto?" Ucap Azazel sambil menatap Naruto yang terdiam beberapa saat.

"Aku akan membantunya jika dalam keadaan terdesak" Balas singkat Naruto.

"Nah jika begitu bagai-!"

Blaaar!

Perkataan Azazel terputus saat dengan tiba tiba sebuah ledakan menghancurkan dinding bagian samping ruangan pertemuan antar fraksi akibat ulah seseorang dan ketika sang penyebab ledakan menampakan diri membuat Azazel mendesah pelan.

"Sudah kuduga kau akan bertindak seperti ini Vali"

Vali nama pemuda yang disebutkan Azazel barusan dan juga pemuda yang sempat terlibat pertarungan konyol dengan Naruto itu menyeringai lebar keseluruh para petinggi fraksi.

"Kheh aku muak dengan seluruh idealisme kalian semua dan juga impianmu yang menginginkan perdamain antar fraksi itu Azazel, aku akan bergabung dengan Khaos bridage mulai sekarang, mungkin kita akan bertemu kembali Azazel namun bukan sebagai sekutumu melainkan musuh" Desis Vali datar, kemudian disebelahnya muncul robekan dimensi yang mengeluarkan seorang manusia bertubuh menyerupai monyet yang menatap datar juga kearah Vali.

"Vali cepatlah" Ucap manusia monyet itu datar.

Vali yang mendengar perkataan partnernya itu hanya mengangguk pelan kemudian dirinya menoleh menatap kearah pemuda bersurai pirang yang juga sedari tadi sedang menatapnya datar .

"Aku akan mengalahkanmu suatu hari nanti" Desis Vali tajam sambil memasuki robekan dimensi kearah Naruto yang hanya diam tidak berniat membalas perkataan inang Albion itu sebab dirinya sudah mengetahui hal ini akan terjadi dari Ophis.

Setelah kepergian Vali bersama manusia kera tersebut ruangan para petinggi fraksi kembali hening, namun keheningan tersebut buyar saat tiba tiba sebuah lingkaran sihir tercipta tidak jauh dari ruangan rapat membuat perhatian para petinggi teralihkan dan dari lingkaran sihir tersebut menampakan seorang wanita dengan pakain yang cukup vulgar melangkah pelan menuju para petinggi sambil menyeringai tipis.

"Konbanwa~" sapa wanita tersebut dengan nada sensual kearah para petinggi yang tidak terpengaruh dengan godaan wanita tersebut terkecuali Azazel yang sempat mimisan beberapa saat membuat sang pelaku godaan hanya terkikik kecil kemudian mengalihkan pandanganya kearah samping Azazel atau lebih tepatnya kearah Naruto yang hanya menaikan alisnya melihat wanita yang dulu pernah ditolongnya tiba tiba muncul dalam situasi seperti ini, sedangkan wanita yang melihat Naruto menaikan alisnya itu hanya tersenyum kecil, bukan senyum godaan melainkan senyum tulus dan memang tujuanya kesini karena sedari awal dirinya sudah mengawasi acara pertemuan antar fraksi dan saat melihat bahwa pertemuan ini tidak berjalan sesuai perkiraanya dirinya akhirnya muncul.

Naruto yang melihat wanita dihadapanya ini awalnya bingung karena entah mengapa wanita ini bisa muncul disaat yang seperti ini, dirinya mengenal wanita ini, Katarea Leviathan seorang iblis keturunan Leviathan yang dulu pernah dirinya selamatkan dari kejaran para tentara Iblis yang telah dibawah kepemimpinan rezim baru yang menegaskan bahwa golongan iblis lama harus disingkirkan secara paksa dan jika ada yang menolak maka akan langsung dimusnahkan ditempat.

Flashback:

-2 Years after Wars-

Dunia bawah tempat para Iblis yang diciptakan oleh tuhan tinggal dan juga tempat Lucifer mahluk yang dikutuk oleh tuhan itu sendiri akibat tidak mau tunduk dihadapan Adam, tinggal atau tempat yang lebih populer dikenal dikalangan dunia Adam dan dunia atas dengan nama Underworld sekarang terlihat tegang dan sepertinya terdapat konflik diantara para Iblis itu sendiri.

Ironis memang melihat antar sesama kaum iblis berperang kembali padahal beberapa tahun silam mereka saling bekerja sama untuk menyudahi perang berpanjangan didunia Adam, namun mau bagaimana lagi sifat tamak,egois,serakah memang sudah menjadi sifat alami Iblis dan akhirnya mereka kembali berperang antar sesama kaum mereka dengan alasan untuk menggulingkan kepemimpinan rezim lama dan menaikan pemimpin baru, sedangkan malaikat jatuh hanya diam menjadi saksi bisu perang tersebut dan tidak ikut campur tangan karena mereka sudah jera merasakan pahitnya perang dan tak ingin hal tersebut terulang untuk kedua kalinya.

Sedangkan Lucifer? Sang pemimpin Iblis yang selama ini menjadi raja sebenarnya bagi kaum yang sedang berperang itu, entah kemana dia menghilang bagaikan tidak pernah terlahir didunia ini bahkan beberapa prajurit terlatih kiriman rezim baru yang diperintahkan untuk memburunya tidak pernah menemukanya dan rumor yang mengatakan bahwa Lucifer telah terbunuh saat perang mulai tersebar kesagala penjuru dan juga ada segelintir orang yang tidak mempercayai berita tersebut.

Dan sekarang disebuah hutan diunderworld terlihat seorang gadis cantik sedang berlari kencang menuju kedalam hutan melewati jalan setapak dan rimbunya pohon, gadis tersebut tetap berlari kencang bahkan tidak menghiraukan telapak kakinya yang mungkin bisa lecet dan menginjak batu akibat tidak memakai alas kaki, namun semua rasa itu telah tertutupi oleh rasa perih dihatinya akibat kehilangan dan melihat dengan kedua matanya sendiri dimana kedua orang tuanya dibantai habis habisan oleh prajurut golongan Mou baru yang mengejarnya saat ini.

"Berhenti kau gadis jalang!" teriak salah satu prajurit yang mengejar gadis dihadapanya itu, kemudian prajurit tersebut membuat lingkaran sihir dihadapanya yang dari lingkaran sihir tersebut mengeluarkan rantai berpendar merah mengejar gadis tersebut.

Zrutt!

Trank!

"Kyaah!"

Brugh!

Gadis tersebut menjerit saat tiba tiba sebuah rantai melilit kedua kaki dan tanganya membuatnya yang sedang berlari kehilangan keseimbangan dan jatuh tersungkur ketanah, sedangkan prajurit yang mengejarnya itu hanya menyeringai karena berhasil melumpuhkan gadis dihadapanya ini dan dengan langkah pelan salah satu prajurit tersebut mendekat kearah sang gadis dan memegang dagunya kemudian mengangkat wajahnya menatap dirinya yang menyeringai.

"Hmm~ seperti yang kudengar bahwa Katarea Leviathan memang sangat cantik" Desis prajurit tersebut sambil menatap wajah gadis yang bernama Katarea Leviathan itu dengan seringai.

"Cih! Jangan harap aku akan mendukung kalian para pengecut! Membunuh yang tidak bersalah tanpa perasaan! Memangnya apa salah kami hah!" Teriak Katarea meluapkan seluruh emosinya dihadapan orang yang telah merengut kebahagiannya ini, yang telah membunuh seluruh keluarganya dan mungkin akan membunuh dirinya juga sehabis ini, namun dirinya sudah tidak perduli lagi tentang hal itu sebab sekarang hidupnya telah hancur.

"Kheh~ Cukup pedas juga omonganmu namun aku akan mengakhiri penderitaanmu sekarang jadi berterima kasihlah karena aku juga akan mempertemukanmu kepada kedua orang tuamu yang menyedihkan itu Katarea-chan~" Seringai prajurit tersebut kemudian membuat lingkaran sihir yang lumayan besar diatas tubuh Katarea yang hanya menatap kosong kearah bawanya tanpa ada perlawanan sedikitpun dan mungkin memang dirinya berpikir bahwa ia sudah kehilangan segalanya dan untuk apalagi dirinya hidup.

Namun sudah lebih dari dua menit dirinya tak kunjung menerima rasa sakit yang akan merenggut nyawanya itu dan akhirnya ia memutuskan untuk mendongak dan melihat bahwa prajurit yang mengejarnya sedari tadi telah menghilang meninggalkan bekas senjata yang mereka bawa dan juga dapat dirinya lihat tidak jauh dari hadapanya terdapat seseorang yang mengenakan jaket berhodie memunggunginya membuat Katarea berpikir apakah sosok tersebut yang telah menyelamatkanya? Namun melihat bahwa prajurit yang mengejarnya dan hampir membunuhnya itu menghilang membuatnya tahu bahwa sosok dihadapanya ini telah menyelamatkanya.

"K-kenapa kau menyelamatkanku?" Ucap Katarea lirih, sedangkan sosok dihadapanya hanya diam namun beberapa saat kemudian sosok tersebut menoleh kearah Katarea.

"Apakah memerlukan sebuah alasan untuk menolong seseorang?" Ucap sosok tersebut datar membuat Katarea terdiam karena entah mengapa sosok dihadapanya ini berkata benar.

"T-tapi aku sudah tidak mempunyai siapapun didunia ini, dan aku akan bertemu dengan Kaa-san,Tou-san! Jadi kenapa kau menyelamatkanku hah! Tidak tahukah kau betapa menderitanya aku! Kenapa-!"

Perkataan Katarea terhenti saat dirinya merasakan sebuah tepukan dikepalanya kemudian menjadi elusan halus disurai kepalanya dan ketika mendongak dirinya sempat terpana beberapa saat ketika melihat iris Aquarime sedalam lautan dan sedingin es sedang menatapnya datar, juga dirinya baru sadar bahwa sosok tersebut telah membuka Hodienya menampakan wajah tampan dengan surai pirang .

"Ikuti aku" Ucap sang pemuda datar sambil melangkah pelan memasuki hutan dan entah mengapa Katarea mengikuti pemuda bersurai pirang tersebut.

Tidak sampai dua puluh menit berjalan menyusuri hutan dirinya dan juga pemuda tersebut berhenti didepan sebuah rumah kayu bernuansa klasik yang berada ditengah rimbunya hutan, kemudian pemuda tersebut kembali melangkah memasuki rumah diikuti Katarea dibelakangnya.

Cklek!

Katarea sempat tertegun saat memasuki rumah yang menurut pemikiranya adalah rumah dari pria yang menyelamatkanya ini, didalam rumah tersebut bisa terbilang sangat sederhana karena hanya terdapat sebuah kursi, rak buku, dan sebuah kasur namun lamunanya buyar saat pemuda dihadapanya menatap dirinya.

"Kau bisa tinggal disini, jangan gegabah karena keadaan Underworld sekarang sedang berbahaya" Ucap pemuda tersebut yang dibalas anggukan kecil oleh Katarea.

"Anoo... Kalau boleh tau kau siapa? Maksudku namamu?" Ucap Katarea pelan karena dirinya memang penasaran sejak awal dengan pemuda yang telah menyelamatkanya ini, sedangkan pemuda dihadapanya itu hanya terdiam sesaat ketika mendengar kalimat Katarea barusan.

Katarea hanya menunduk entah karena apa saat melihat pemuda yang barusan ditanyainya itu hanya terdiam kemudian kembali menatap kedepan seolah mengacuhkannya dan itu membuat hatinya serasa dicubit kecil.

"Naruto, kau bisa memanggilku Naruto" Ucap pemuda yang bernama Naruto itu tanpa menoleh membuat Katarea yang semula menunduk karena merasa diacuhkan langsung mendongak menatap kearah Naruto.

"Aku Katarea, terima kasih karena telah menyelamatkanku Naruto-san" Ucap Katarea pelan sambil membungkuk berterimakasih kepada Naruto yang hanya diam kemudian kembali melangkah memasuki sebuah kamar yang menurut pemikiran Katarea adalag kamar milik Naruto.

Dan mulai saat itu dirinya tinggal dirumah sederhana itu bersama Naruto, hari berganti minggu, minggu berganti bulan dan juga dirinya mulai terbuka kembali dan melupakan masa lalunya yang kelam, meskipun Naruto tetap bersikap datar namun dirinya tahu bahwa pemuda itu tidaklah jahat dan akan tak mencelakainya , sampai dimana dirinya menyadari bahwa dihatinya telah tumbuh sebuah rasa terhadap Naruto namun entah mengapa dihari itu pemuda tersebut hilang entah kemana, sampai akhirnya dirinya kembali menemukan Naruto sekarang.

-Flashback End-

"Kau! Iblis golongan lama? Cih! Tak kusangka pengkhianat sepertimu masih hidup sampai sekarang" Ucap salah seorang diruangan tersebut membuat Katarea yang mendengarnya menoleh kearah sumber suara dan menatap seorang pemuda bersurai merah yang sedang menatap dirinya remeh dan juga ia kenal dengan pria ini, Sirzech Lucifer yang memang salah satu dalang dari pembantaian iblis golongan lama membuatnya sempat emosi karena mengingat tentang hal yang paling dibencinya.

"Kheh! Apa urusanmu Lucifer? Oh tidak tidak kau bukanlah Lucifer~ Bukankah begitu Gremory?" Desis Katarea dengan nada sinis sambil menatap Sirzech yang semula tertawa remeh menjadi menatapnya datar.

Setelah perkataan Katarea yang mengejek Sirzech, ruangan tersebut kembali hening beberapa saat sampai sebuah tombak yang terbuat dari power of distruction melesat cepat kearah Katarea yang juga menyadarinya namun sedikit terlambat dan dengan instingnya juga karena tidak mau mati konyol dirinya membuat perisai es dihadapanya.

Wush!

Grep!

Seluruh petinggi sempat melebarkan mata sesaat karena melihat Naruto yang tiba tiba berada dihadapan Katarea dan menggenggam tombak power of distruction itu erat yang kemudian hancur menjadi serpihan kecil membuat sang pelaku pelemparan, Sirzech hanya menatapnya datar namun didalam hatinya sempat kaget melihat pergerakan Naruto yang cukup diluar perkiraanya bahkan sangat cepat.

"Apa maksud tindakanmu ini Naruto?" Ucap Sirzech datar yang sudah buyar dari lamunanya dan kini menatap Naruto datar bahkan dirinya sudah tidak memakai keformalanya dalam kalimatnya akibat tindakan Naruto yang telah menggagalkan seranganya barusan membuatnya sedikit emosi.

"Apakah butuh sebuah alasan untuk menolong seseorang?" Desis Naruto datar juga menatap Sirzech datar bahkan dirinya tidak berpengaruh terhadap aura Mou Lucifer dihadapanya ini yang menyebar keseluruh ruangan.

"Kurasa ini urusan antara sesama Iblis" Desis Azazel berbisik kearah Michael yang hanya memperhatikan sedari tadi.

Sirzech hanya diam setelah mendengar perkataan Naruto barusan namun didalam hatinya sekarang dirinya sangat emosi karena entah mengapa Naruto seperti merendahkanya dihadapan para petinggi membuatnya mengepalkan tanganya erat.

"Dia itu adalah Pengkh-!"

Tep!

Prok!

Prok!

Prok!

"Apakah aku melewatkan sesuatu?"

Ucap seseorang yang membuat seluruh petinggi menoleh kesumber suara dan dapat melihat sesosok yang memakai jubah putih ditubuhnya dan sebuah topeng putih diwajahnya yang hanya terdapat sebuah lubang dibagian mata kirinya sedang menatap seluruh petinggi dengan seringai yang berada dibalik topengnya.

Seluruh petinggi kali ini memasang posisi siaga karena sosok didepanya ini mempunyai energi gila ditubuhnya bahkan Michael dapat merasakan energi negative yang dimiliki sosok bertopeng itu sangat kelam tanpa dasar membuat Sosok tersebut terkekeh pelan melihat para petinggi memasang posisi siaga.

"Kheh Tenanglah aku hanya ingin ikut merayakan pertemuan ini" Desis sosok tersebut.

"Siapa kau?" Ucap Michael tanpa mengendurkan sikap siaganya membuat sosok tersebut kembali tertawa pelan saat mendengar kalimat Michael.

"Aku? Kalian bisa memanggilku Shiro" Balas sosok yang bernama Shiro tersebut dengan nada kalem, kemudian dirinya duduk bersila tidak jauh dari para petinggi fraksi yang menatapnya siaga, "Dan tujuankan disini adalah untuk bernegosiasi dengan kalian semua Akuma, Tenshi, Datenshi ya meskipun pihak lainya masih banyak yang belum kuberitahu, mengingat ciptaan Kami-sama tidaklah hanya kalian" Sambung Shiro pelan sambil menangkup dagunya menatap satu persatu para petinggi fraksi melalui lubang ditopengnya menampakan mata merah menyala.

"Negosiasi?" Ucap Azazel pelan yang merasa bingung dengan perkataan sosok dihadapanya ini dan tidak jauh berbeda dengan para petinggi lain yang sepertinya juga merasa bingung, sedangkan Shiro hanya menyeringai tipis mendengar perkataan Azazel barusan.

"Negoisasi untuk menciptakan dunia era baru dimana tidak ada lagi peperangan" Ucap Shiro membalas perkataan Azazel membuat para petinggi lain menatapnya curiga karena meskipun tujuanya memang baik namun aura serta ekspresinya seperti menyembunyikan sesuatu dengan rapi.

"Apa untungnya aku menerima negosiasimu?"

Para petinggi termasuk Shiro menoleh menatap kearah Naruto sehabis mendengar kalimat yang dikeluarkanya seolah menentang tawaran Shiro yang membuat sosok bertopeng itu hanya menyeringai kecil.

"Entahlah Lucifer, namun aku akan memberikan waktu untuk kalian semua memikirkan tawaranku" Ucap Shiro pelan kemudian bangkit dari duduknya, "Nah kalau begitu hanya itu yang ingin kusampaikan, jadi Jaa~" sambung Shiro yang dengan perlahan tubuhnya mulai memudar bagaikan hantu meninggalkan ruangan tersebut.

Naruto hanya terdiam memikirkan perkataan sosok yang bernama Shiro itu, namun sebenarnya dirinya sempat kaget karena sosok tersebut bisa mengetahui jati dirinya dan juga ia sempat mengingat sekilas sosok dulu saat dirinya baru diciptakan, Ayahnya pernah menceritakan bahwa ada sebuah mahluk yang entah kapan akan tercipta dengan sendirinya tanpa kehendak Kami-sama itu sendiri karena mahluk tersebut adalah perwujudan dari hawa negative seluruh mahluk ciptaanya.

"Yami kah?" desis Naruto pelan saat mengingat cerita ayahnya dulu.

Tik!

Tik!

Swushh!

Azazel tersenyum kecil melihat bahwa pengaruh Time Lock telah berakhir menandakan anak didiknya telah berhasil menyelamatkan Gasper, kemudian dirinya melihat raut wajah bingung dari para kelompok Sona dab juga Rias yang terkena pengaruh Time Lock.

"Apa yang terjadi disini?" Ucap Sona yang sempat kaget karena ruangan pertemuan bisa hancur, padahal beberapa detik sebelumnya masih baik-baik saja (Menurut penglihatan Sona sebelum terkena Time Lock) dan tidak jauh berbeda dengan para Iblis muda lainya.

"Baiklah perjanjian ini telah usai, meskipun banyak sekali hal yang tidak terduga terjadi namun aku akan memberitahukan hal ini kepada pihak fraksi lain mengingat mahluk yang bernama Shiro itu seperti mengancam bukanya negosiasi" Ucap Azazel pelan sambil bangkit dari duduknya dan mulai melangkah menuju pintu keluar, sedangkan Michael hanya diam namun juga ikut merenggangkan sayapnya berniat kembali kesurga.

"Apa yang sebenarnya terjadi?" Ucap Sona yang kembali bersuara karena memang dirinya merasa bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.

"Kau bisa menanyakanya kepada Rias nanti Sona-chan" Ucap Azazel yang berada diambang pintu menghentikan langkahnya kemudian menoleh kearah Sona.

Setelah kepergian Azazel dan Michael tinggallah Naruto dan Sirzech diruangan yang hampir hancur dalam keadaan hening sampai Sirzech yang memulai berbicara kearah Naruto.

"Kurasa urusan kita belumlah selesai Naruto, mengingat dirimu menghalangiku memusnahkan Iblis pengkhianat itu" Ucap Sirzech kalem sambil mengalihkan pandanganya menatap kearah Katarea yang masih terdiam disamping Naruto.

Naruto terdiam sesaat ketika mendengar kalimat yang dilontarkan Mou dihadapanya ini karena entah mengapa seperti seenaknya saja memutuskan suatu hal tanpa mengetahui hal sebenarnya, dirinya berkata ini karena memang sudah mengetahui latar belakang Katarea dulu dan meskipun mungkin bisa saja Katarea menipu dirinya dulu namun dirinya menilai iblis Leviathan ini bukanlah tipe orang yang seperti itu, akhirnya Naruto sedikit menaikkan sudut bibirnya saat mengingat suatu hal.

"Kurasa melakukan tradisi lama bukanlah hal yang buruk untuk menyelesaikan masalah ini" Ucap Naruto pelan membuat Sirzech bingung sesaat namun ketika menyadari maksud dari perkataan Naruto, dirinya menyeringai kecil.

"Kheh Kurasa bukanlah hal yang buruk, kalau begitu lusa kutunggu dilembah Lilith" Desis Sirzech pelan membalas perkataan Naruto sambil membuat lingkaran sihir yang mulai menelan tubuhnya kemudian menyisakan satu orang gadis bersurai putih berpakaian maid dan Katera juga Naruto.

Katarea hanya menundukan kepalanya karena merasa bersalah kapada Naruto yang harus kembali berjuang demi dirinya, ia merasa sangat tidak berguna untuk Naruto, padahal dulu ia sudah berjanji akan menjadi wanita kuat yang akan mendampingi Naruto dan selalu melindunginya namun kali ini malah dirinyalah yang membuat Naruto kembali masuk kejurang masalah demi menyelamatkan dirinya.

Puk!

Katarea mendongak saat merasakan sebuah tepukan lembut dipucuk kepalanya dan ketika melihat siapa pelakunya dirinya melihat Naruto yang tersenyum kecil kearahnya sambil mulai mengelus surainya lembut dan sukses dengan perlahan rona pink mulai muncul dikedua pipi Katarea akibat perlakuan Naruto.

"Tenanglah Katarea, kau juga adalah tanggung jawabku" Ucap Naruto pelan sambil memandang kedua iris Katarea yang memandang iris safirnya dalam seolah mencari kebohongan namun nihil, ucapan Naruto memang tulus dari lubuk hatinya dan entah mengapa membuat Kedua mata Katarea melembab dan dengan cepat dirinya memeluk Naruto.

Naruto hanya tersenyum kecil saat menerima pelukan erat Katarea, dirinya berpikir wanita dipelukanya ini sangat berubah sifatnya dari pertama kali mereka bertemu dan hanya bisa tersenyum saat merasakan tubuh Katarea bergetar menahan isakan tangis didadanya.

"Baka Naruto-kun"

"Kenapa kau begitu baik kepadaku!"

"Kenapa kau seolah memberi harapan lebih kepadaku"

"kau membuat rasa ini semakin membesar setiap detiknya"

"Dasar Iblis kuning jelek, berwajah tembok, tapi kalau tersenyum imut juga"

Naruto hanya Sweatdrope melihat Katarea yang memukul mukul dadanya pelan sambil mengomel tidak jelas dan tidak jauh berbeda yang dirasakan wanita berpakaian Maid dihadapan Naruto itu, ia juga sweatdrope melihat tingkah wanita yang berada dipelukan Naruto tersebut.

Setelah beberapa menit mendengar omelan Katarea yang menurut Naruto seperti kekanakanakan akhirnya sekarang Katarea berdiri dihadapan Naruto dengan wajah menunduk malu, dirinya baru menyadari tingkahnya barusan sangat memalukan namun entah mengapa beban dihatinya menghilang setelah mengatakan hal tersebut kepada Naruto.

"Sudah selesai Katarea?" tanya Naruto yang menatap Katarea dihadapanya membuat wanita tersebut semakin menunduk malu.

"Um" hanya gumaman tidak jelas yang dikeluarkan Katarea kepada Naruto karena dirinya sekarang sedang menahan malunya dan juga detakan jantungnya yang berdegub kencang, entah mengapa sisi feminimnya selalu keluar jika berada dengan Naruto, hanya Naruto saja yang bisa membuatnya merasakan marah, sebal, malu.

"Kumohon tetaplah berada disisiku Naruto-kun, jangan tinggalkan aku lagi"

Naruto hanya tersenyum kecil mendengar gumaman Katarea barusan, dirinya tahu seberapa menderitanya wanita dihadapanya ini, dibuang , dikucilkan, diasingkan bahkan melihat orang yang disayanginya terbunuh dengan kedua matanya sudah cukup membuat Naruto tahu sudah seberapa sering iblis ini merasakan pahitnya dunia.

"Ayo" Ucap Naruto membuat Katarea yang menunduk langsung mendongak menatap Naruto yang sedang tersenyum sambil menatapnya lembut membuat dirinya kembali menatap haru pria yang telah mengisi relung hatinya dan dengan perlahan dirinya melangkah mendekati Naruto kemudian menggenggam telapak tanganya erat.

"K-kau Naruto-kun kan? Naruto yang memberikan kalung ini untukku?"

Naruto yang akan melangkah pergi kembali menghentikan langkahnya saat mendengar suara dari belakangnya dan ketika menoleh dirinya melihat wanita berpakain maid yang sedari tadi berada diruangan ini sedang menatapnya sambil menunjukan sebuah kalung dengan gantungan batu ruby membuat Naruto melebarkan matanya sesaat karena akhirnya mengingat suatu hal dan juga memang sedari awal Naruto merasa familiar dengan wanita tersebut namun dirinya tidak terlalu mengurusinya sampai akhirnya ia mengingatnya sekarang.

"Grayfia?" Ucap Naruto pelan sambil menatap Grayfia yang menunduk sambil mendekatinya perlahan, sedangkan Katarea hanya diam memperhatikan sedari tadi karena Naruto pernah bercerita bahwa dirinya dulu pernah ditolong oleh seorang wanita dari klan Lucifuge yang bernama Grayfia, sedangkan Naruto hanya kembali terdiam melihat gadis yang pernah menolongnya seusai Great war dulu bisa bertemu kembali denganya ditempat ini, bahkan gadis yang dulu sering dicemooh oleh para anggota klan Lucifuge karena lemah, Jelek, Culun, Miskin sekarang bisa tumbuh menjadi wanita sempurna menurut penglihatan Naruto sekarang.

Flashback:

Sehabis great war yang memakan korban banyak disetiap fraksi itu sendiri, sekarang keadaan mulai membaik kembali bahkan kerja sama mulai terjalin antar fraksi meskipun masih ada beberapa pihak yang masih memendam dendam dan benci karena pihak setiap fraksi banyak memakan korban, semua mengetahui siapa pahlawan great war yang sudah mengakhiri perang tersebut yaitu Michael,Azazel,Tuhan itu sendiri, tidak ada yang menyadari bahwa ada satu pahlawan yang terlupakan dari perang tersebut, ya dialah Lucifer sang malaikat yang telah jatuh dan dikutuk karena membangkang perintah ayahnya namun dirinya tetap memiliki hati mulia bagaikan malaikat, Lucifer menghilang bagaikan lenyap ditelan bumi sehabis Great war membuat beberapa kalangan tidak mengetahui keberadaanya.

Dan sekarang terlihat jauh dipedalaman hutan Underworld yang belum tersentuh oleh iblis karena mengingat bahwa luas underworld lebih besar dua kalinya bumi membuat tempat hunian para Iblis dan Malaikat jatuh ini sangat luas, diantara pepohonan yang rindang terlihat seorang pemuda bersurai pirang berjalan tertatih sambil sesekali memegang batang pohon agar tidak kehilangan keseimbangan, disela sela dudut bibirnya terlihat aliran kecil darah yang mulai mengering pertanda kondisi pemuda tersebut tidak dalam baik baik saja.

Ya dialah sang Lucifer yang entah mengapa berada ditempat seperti ini, bisa dikatakan dirinya dalam keadaan sekarat sekarang akibat pertarunganya melawan Ophis dan Trihexa membuatnya benar benar kehilangan seluruh energinya, belum lagi dirinya yang memanggil Samael untuk kedua kalinya untuk menahan pergerakan Trihexa agar dapat disegel oleh ayahnya waktu itu benar benar membuatnya serasa akan bertemu teman malaikat lamanya sang Shininggami, meskipun dirinya dikenal dengan istilah sang Lucifer yang kuat dan kejam tetap saja semua ada batasnya dan ini adalah akhir dari batasanya.

Lucifer sedikit membungkuk bersandar dibatang pohon saat merasakan dadanya serasa dihujami pedang membuatnya kembali memuntahkan darah untuk kesekian kalinya mengotori tanah dihadapanya dengan warna merah pekat, dirinya meringis pelan berpikir apakah ini akhir untuknya? Namun ia senang akhirnya bisa berguna untuk seluruh ciptaan ayahnya, hitung hitung menebus dosanya dahulu, pandanganya mulai mengabur dan menggelap sampai akhirnya semua berwarna hitam total dalam penglihatanya ia juga dapat merasakan benturan tubuhnya dengan tanah, namun sebelum benar benar kehilangan kesadaran dirinya sempat mendengar suara langkah seseorang mendekat kearahnya dan suara seorang wanita mendekatinya.

.

.

.

.

"Ugh!" Desis Lucifer pelan saat merasakan bahwa seluruh tubuhnya serasa remuk membuatnya terbangun dari tidurnya, namun dirinya merasa bingung saat membuka kedua iris safirnya melihat sebuah interior ruangan sederhana dan juga dirinya sedang tidur disebuah kasur yang Lucifer asumsikan dirinya berada disebuah rumah bukan lagi dihutan.

Cklek!

Lucifer menoleh menatap kearah pintu yang terbuka menampakkan seorang gadis bersurai putih sepunggung dengan baju lusuh yang sedang menatapnya sambil tersenyum kecil.

"Ah kau sudah sadar akhirnya" Ucap gadis tersebut pelan sambil melangkah mendekati Lucifer yang masih menatapnya dalam diam.

"Ugh! Dimana ini?" Desis Lucifer yang mulai bangkit dari tidurnya mengabaikan tubuhnya yang diperban bagian badan atasnya akibat luka yang cukup fatal, sedangkan gadis yang melihat Lucifer bangkit dari tidurnya segera menghampiri dan membantunya bangun.

"Jangan terlalu banyak bergerak, tubuhmu masih belum membaik" Ucap gadis tersebut sambil membantu Lucifer mendudukan diri dipinggir kasur.

"Siapa kau?" Ucap Lucifer yang akhirnya menanyakan siapa gadis yang telah menyelamatkanya ini membuat gadis tersebut tersenyum kecil.

"Namaku Grayfia Lucifuge, sedangkan kau?" tanya balik Gadis yang bernama Grayfia tersebut sambil menatap Lucifer yang hanya terdiam sesaat kemudian mengangguk kecil.

"Aku Naruto" Ucap singkat Lucifer yang entah mengapa malah memalsukan indentitasnya kepada penolongnya.

"Hanya itu?" Ucap pelan Grayfia sedikit sweatdrope karena acara perkenalan singkat Lucifer.

Mulai sejak itu Lucifer atau yang dikenal Naruto tinggal beberapa bulan bersama gadis penyelamatnya itu dan dirinya juga sempat merasa kasihan dan miris hati saat melihat perlakuan warga disekitarnya kepada Grayfia, mendengar hinaan, cacian, perlakuan kasar para penduduk terhadap Grayfia yang hanya bisa tersenyum kecil kearah Naruto saat dirinya menanyakan apakah ia baik baik saja, dirinya tahu semua perlakuan keji itu terhadap Grayfia hanya karena hal semata yaitu lemah, Naruto merasa heran dengan klan Lucifuge ini yang selalu mennomer satukan kekuatan dari pada kepedulian.

Selama itu pula Naruto selalu melindungi Grayfia dari para penduduk yang akan berbuat hal jahat kepadanya, pernah suatu hari Naruto menyelamatkan Grayfia dari para pemuda klan Lucifuge yang hampir memperkosanya, bahkan ditubuh Grayfia sudah tidak ada selembar kainpun yang menempel tinggal menunggu benda asing milik sang pria untuk merenggut kehormatan Gadis tersebut, tapi untunglah Naruto datang tepat waktu untuk menyelamatkan Grayfia, membuat sang gadis langsung memeluknya sambil menangis terisak menghiraukan tubuhnya yang polos seperti bayi sempat membuat Naruto memerah sesaat ketika merasakan benda kenyal yang sedang dalam masa pertumbuhan menempel didada bidangnya.

"Hei aku ini masih normal , kau bisa hamil mengandung anakku jika terus mempertontonkan tubuhmu itu" Ucap Naruto sambil mengalihkan pandanganya kearah lain agar tidak melihat Grayfia yang telanjang polos, membuat sang gadis yang mulai tersadar dan paham arti kalimat Naruto mulai memerah bagaikan kepitinf rebus dan dalam hitungan detik dirinya sudah lari menuju kamar mandi, membuat Naruto tersenyum kecil melihatnya.

Beberapa hari kemudian terlihat Naruto yang berdiri didepan pintu rumahnya dan Grayfia dalam waktu beberapa bulan yang telah mendekatkan mereka bahkan Grayfia sering curhat kepada Naruto yang hanya tersenyum kecil menanggapinya sesekali mengelus surai putih Grayfia lembut membuat sang gadis bahagia karena Naruto memandangnya seperti seorang gadis, bukanlah aib klan, sang lemah, pengganggu atau lainya, Naruto menerima segala kekuranganya dan itu entah mengapa membuat desiran aneh mulai merayap dihatinya saat memandang Naruto.

"Jadi kau akan pergi sekarang Naruto?" Ucap Grayfia lirih sambil menatap Naruto yang berdiri diambang pintu membuat Naruto menoleh menatap Grayfia yang menunduk menutupi wajahnya dengan poni putihnya.

Set!

Grayfia mendongak saat merasakan ada sebuah benda yang melingkar dilehernya dan ketika melihat, dirinya melihat sebuah kalung indah dengan permata ruby dibagian tengahnya menghias leher putihnya.

"Kurasa itu sangat cocok untukmu Grayfia" Ucap Naruto yang memperhatikan Grayfia seksama, "Kau tampak cantik" sambungnya pelan kemudian tersenyum kecil membuat Grayfia menatap iris safir Naruto sendu dan kembali menunduk.

"Nah kalau begitu aku akan mulai melanjutkan perjalananku Grayfia, jaga dirimu baik baik ya" Ucap Naruto sambil tersenyum lembut kemudian melangkah pergi.

Grep!

Naruto menghentikan langkahnya saat merasakan sebuah tangan menggenggam tanganya erat seolah tidak mau melepaskanya dan ketika menoleh dirinya melihat Grayfia yang memegang tangannya sambil menunduk.

Tes!

Naruto sedikit tersentak saat melihat sebuah cairan bening jatuh menetes dari balik poni yang menutupi wajah Grayfia.

"Grayfia?"

Tes!

Tes!

'Hiks'

"J-jangan pergi Naruto-kun" Ucap lirih Grayfia yang mendongak menatap Naruto menampakan linangan air mata diwajah ayunya kemudian dengan cepat memeluk Naruto erat.

"Jangan pergi Naruto-kun! Jangan tinggalkan aku seorang diri lagi, meskipun terdengar egois namun aku memang telah mencintaimu Naruto-kun!" Isak nyaring Grayfia membuat Naruto kaget sesaat kemudian tersenyum kecil sambil mengelus punggung Grayfia lembut.

Dua puluh menit kemudian terlihat Grayfia yang masih setia memeluk Naruto yang duduk diatas ranjang dan meskipun pelan Naruto masih mendengar isakan kecil Grayfia menandakan gadis tersebut masih menangis.

"Tenanglah Grayfia, suatu saat kita pasti akan bertemu lagi" Ucap Naruto pelan masih setia mengelus surai putih Grayfia, dan hanya gelengan pelan yang dikeluarkan oleh sang gadis saat mendengar perkataan Naruto barusan.

"J-jangan pergi Naruto-kun" Ucap Grayfia pelan.

Naruto hanya menghela nafas pelan melihat sifat keras kepala Grayfai, namun dirinya kembali tersenyum lembut mengingat bagaimana sifat lugu gadis ini dan iba saat mengingat perlakuan klan Lucifuge terhadap Grayfia.

Dengan perlahan Naruto meletakkan telapak tanganya dikepala Grayfia.

"Gomen Grayfia aku akan membuatmu melupakanku untuk beberapa waktu" Ucap pelan Naruto membuat kedua mata Grayfia melebar shock.

"T-tidak Naruto-kun, aku tidak mau hal itu terjadi!" bentak Grayfia namun terlambat karena entah mengapa pandanganya mulai mengabur dan akhirnya gelap total , menyisakan Naruto yang terdiam seorang diri.

"Gomen" desis Naruto pelan kemudian melangkah pergi meninggalkan Grayfia yang sudah dirinya letakkan diatas kasur dan sejak saat itu dirinya berkelana didunia sampai sekarang.

-Flashback End-

Naruto kembali buyar lamunanya yang mengingat masa lalunya saat melihat bahwa Grayfia sudah berada didadanya sambil menunduk membuat Naruto tidak mengetahui ekspresi apa yang dikeluarkan Grayfia.

"Grayf-!"

Plak!

Naruto terdiam membisu saat wanita dihadapanya ini menamparnya, bahkan Kokabeil yang baru memasuki ruangan tersebut cengo karena baru pertama kali melihat seorang Lucifer ditampar oleh seorang gadis.

Grep!

"Kau kejam Naruto-kun"

Naruto hanya bisa kembali tersenyum kecil saat Grayfia yang langsung memeluknya sambil terisak kecil mengutarakan seluruh kegalauanya selama ini :v namun Katarea yang melihat Naruto-kunya telah dipeluk oleh seorang gadis kemudian melepaskan pelukan Grayfia dan menatapnya sewot.

"H-hei! Apa yang kau lakukan! Jangan seenaknya menyentuh suamiku!"

"Heh!"

Naruto dan Grayfia cengo beberapa detik mendengar kalimat Katarea barusan yang seolah mengklaim Naruto seenaknya, sedangkan Kokabeil yang sempat berada disitu sudah pergi karena tidak mau melihat adegan drama picisan disana.

"Ya ampun" desah Naruto pelan saat melihat kedua gadis dihadapanya mulai beragumen.

¤TBC¤

Sorry Guys karena chapter ini tidak sesuai spoiler dari chap kemarin, sebab Uchida merubah alurnya karena banyak yang vote untuk jangan membuat konfliknya meletus dengan cepat, mangkanya chap ini Uchida kasih sedikit drama picisan :v , sekali lagi Gomen ne~

.Dont Like Dont Read.

END OST: WIND (Akeboshi)

.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.

.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.

.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.

-SAYONARA-