Note: yg punya lagu Sign dari Flow bisa diputar sambil baca openingnya ini :v, maaf kalau jelek ini adalah permintaan dari salah satu reader :v
Sfx music: terlihat Naruto yang memakai jaket berhoddie berjalan pelan dalam guyuran hujan.
I realize the screaming pai Hearing loud in my brain But I'm going straight ahead, with the scar.
Sfx music: Naruto mendongakkan wajahnya menatap kedepan tajam, dilanjutkan Azazel menoleh menatap kebelakang kemudian Gabriel dan terakhir Sirzech dan kemudian scene langsung berganti dengan tulisan "Lucifer" beserta romajinya dibawahnya.
(Can you hear me So am I)
Wasurete shimaeba ii yo kanji-naku nacchae-ba ii Surimuita kokoro ni futa o shitanda
Terlihat dipinggir sungai Azazel yang sedang memancing sambil menegak sekaleng bir kaleng.
Kizutsuitatte heikidayo mou itami wa nai kara ne Sono ashi o hikizuri nagara mo
Scene berganti dan terlihat sekarang Michael yang duduk disebuah singgahsana sambil memandang secarik kertas yang ditinggalkan oleh Naruto dulu.
Miushinatta Jibun jishin ga? Oto o tatete Kuzureteitta? Kizukeba kaze no oto dake ga
Terlihat 5 orang berhoddie berjalan beriringan dan salah satu dari mereka menenteng sebuah tombak dibahunya sambil menyeringai kecil kemudian scene berganti menampakan Ophis yang memegang sekelopak mawar hitam pada kedua tanganya kemudian Great Red yang juga memegang mawar merah pada kedua tanganya
Tsutaeni kitayo kizuato tadotte Sekai ni oshitsubusarete shimau mae ni
Pemilik scred gear Kedua naga surgawi Saling mengadukan kedua tinju mereka membuat gelombang kejut besar.
Oboeterukana namida no sora o Ano itami ga kimi no koto o mamotte kureta
Kemudian scene berganti menjadi pertarungan Naruto dan Sirzech, terlihat Sirzech yang terlempar jauh akibat pukulan Naruto membuatnya menabrak dinding pembatas.
Sono itami ga itsumo kimi omamotterunda
Dengan perlahan Sirzech mulai bangkit sambil mengelap darah kering disudut bibirnya kemudian dirinya melesat cepat kearah Naruto. (Kaya opening Naruto pas lawan pain, nah terakhirnya sama kaya gitu, jadi pas mau mukul Naruto tiba tiba terhenti gerakanya begitupula sebaliknya)
.Happy Read.
Ost op: Sign (Flow)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.
Highschool DxD © Ichie Shibumi
.
.
.
.
.
.
.
.
Chapter V (Power)
"Jadi ini selingkuhanmu Naruto-kun?"
"Kau termasuk pria pemberani membawa 2 selingkuhan sekaligus Naruto-kun"
Naruto hanya sweatdrope sesaat kemudian kembali menatap datar kearah dua wanita dihadapanya yang sedang seperti menghakiminya ini akibat pulang membawa Katarea dan Grayfia yang memaksa untuk ikut kerumahnya.
"Ophis,Red bisakah kalian tidak menuduhku sembarangan?" Ucap Naruto pelan saat melihat aura persaingan besar diruang tamunya ini antara Ophis&Red vs Katarea yang saling menatap tajam sedangkan Grayfia entah mengapa hanya menatap polos ketiga wanita dihadapanya itu dan terkadang menatap Naruto kemudian menunduk merona.
"Meskipun kalian adalah dua Naga terkuat namun jika ini menyangkut Naruto-kun maka aku tak akan segan" Ucap Katarea sambil bersidekap memandang tajam Ophis dan Great red yang juga menguarkan hawa persaingan diantara mereka bertiga.
Naruto yang sudah keluar dari alam sweatdropenya kemudian menoleh kearah Grayfia yang hanya menunduk sedari tadi.
"Grayfia bisa ikut aku sebentar?" Ucap Naruto membuat Grayfia tersentak kecil saat mendengar perkataan Naruto kemudian membalas dengan anggukan pelan.
Naruto bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju ruang belakang rumahnya diikuti Grayfia yang mengekor dibelakangnya meninggalkan ketiga gadis yang masih adu persaingan diruang tamu.
"Ada apa Naruto-kun?" Tanya pelan Grayfia saat melihat Naruto menghentikan langkahnya membuat Naruto sekilas meliriknya melalui sudut matanya.
"Kalau tidak salah Queen dari Sirzech adalah dirimu Grayfia?" Tanya Naruto datar membuat Grayfia terdiam sesaat entah memikirkan sesuatu, namun tidak lama hanya anggukan pelan yang dapat Naruto dapatkan dari Grayfia.
"Emm aku memang Queenya Naruto-kun, apakah kau membenciku?" Ucap Grayfia pelan namun terkandung nada was was disetiap akhir kalimatnya membuat Naruto tersenyum kecil.
"jangan berpikiran macam macam, aku hanya bertanya saja" Balas Naruto sambil melangkah menuju pintu keluar meninggalkan Grayfia seorang diri yang hanya tersenyum kecil sehabis mendengar kalimat Naruto barusan, kemudian dirinya mulai hilang ditelan lingkaran sihir.
Teng!
Teng!
Teng!
Suara bel academy kuoh yang berbunyi hampir keseluruh penjuru sekolah tersebut membuatnya bagaikan sarang semut yang terkena air bah, seluruh siswa maupun siswi berhamburan kesana kemari memenuhi kebutuhan pokok maupun psikis mereka dan begitu pula dengan salah satu sensei bersurai kuning kita yang sekarang sedang menuju tempat spot favoritnya.
Cklek!
Naruto menyipitkan kedua matanya sesaat ketika membuka pintu atap sekolah karena efek silau matahari, kemudian dirinya melangkah menuju bangku yang memang cuma ada satu satunya diatap tersebut.
Wussh!
"yo!"
Naruto yang baru akan mengeluarkan minuman kaleng yang dirinya beli dari mesin minuman beberapa saat yang lalu itu menghentikan gerakanya akibat sapaan dari hadapanya dan saat melihat siapa yang menyapanya, siapa lagi kalau bukan kawan lama yang hampir membunuhnya beberapa hari yang lalu.
"Kokabeil?"
Kokabeil menatap datar Naruto sesaat kemudian melangkah menuju bagian pinggir dari gedung akademi tersebut sambil memandang gumpalan gumpalan awan putih yang bergulung dilangit.
"Apa rencanamu yang sebenarnya Lucifer?" desis Kokabeil pelan.
Naruto hanya diam tidak membalas kalimat Kokabeil barusan, dirinya mengeluarkan sepack rokok dari saku kemejanya kemudian menghidupkan sebatang dan menghisapnya perlahan.
"Menantang pimpinan Underworld berduel hanya untuk gadis iblis golongan lama termasuk tindakan ceroboh Lucifer" Sambung Kokabeil tanpa mengalihkan pandanganya dari gumpalan awan.
Hening beberapa saat menyelimuti mereka berdua sampai suara datar Naruto memecahkan kesunyian tersebut dan membuat Kokabeil melirik melalui sudut matanya kearah Naruto yang masih setia ditempatnya duduk.
"Kau percaya tentang perdamaian yang ayah bicarakan dulu Kokabeil?" Ucap Naruto pelan membuat Kokabeil hanya meliriknya sesaat kemudian kembali menatap hamparan langit datar, dirinya kembali membuka kenangan lama dimana dirinya masih seorang malaikat yang agung dulu disurga dan dimana saat saat Lucifer serta dirinya bersahabat dan dimana saat ayah mereka pernah mengatakan bahwa suatu hari nanti akan terwujud suatu perdamaian antar seluruh mahluk ciptaanya, terkadang dirinya suka tertawa mengingat hal tersebut, "Jika kau mempercayainya maka kau akan mengetahui tujuanku Kokabeil" sambung Naruto pelan.
"Kau terlalu Naif Lucifer" Ucap Kokabeil datar dan hanya dibalas tatapan datar Naruto.
oOo
Tap!
Tap!
Tap!
Cklek!
Suara derap langkah kaki menggema disepanjang koridor kastil salah satu pimpinan pilar underworld yaitu Gremory dan terlihat seorang pria bersurai merah sebahu juga sedang berjalan pelan menuju salah satu ruangan dilorong kastil tersebut.
Sirzech nama pria tersebut yang sekarang sedang melangkah pelan menuju meja kerjanya sambil menenteng sebuah buku tebal yang sudah terlihat termakan usia.
Set!
"Berniat membangkitkanya Gremory"
Sirzech yang sedang membaca buku tua tersebut tersentak saat mendengar serta kedatangan tamu tak diundang diruangan pribadinya, saat melihat kesumber suara, dirinya melihat pria bertopeng putih yang sempat muncul saat pertemuan tiga fraksi waktu itu sekarang berada dihadapanya.
"Sedang apa kau disini?" Tanya Sirzech datar membuat pria bertopeng tersebut menatapnya sesaat kemudian tertawa pelan.
"Kheh! Hanya melihat seorang iblis kecil menjalankan rencana liciknya dan sedikit mengajukan penawaran" Balas pria tersebut pelan.
Sirzech terdiam beberapa saat memikirkan perkataan dari mahluk dihadapanya ini dan sebenarnya dirinya sempat kaget karena pria tersebut bisa mencium rencana yang selama ini dirinya susun secara rapi, kemudian dengan ekspresi kalem Sirzech menjawab perkataan pria dihadapanya.
"Apa untungnya aku menerima penawaranmu?" Ucap Sirzech tenang sambil menatap kedua iris merah menyala milik pria tersebut dari balik topengnya.
"Bukankah kau ingin kebangkitanya kheh? Anggap saja kuberi kau bantuan menemukan kunci untuk membangkitkanya dan setelah itu semua terserah dirimu" Ucap pria bertopeng tersebut dan perlahan tubuhnya mulai transparan bagaikan hantu, "Pikirkanlah dengan baik Gremory" sambung pria tersebut kemudian menghilang meninggalkan Sirzech yang terdiam diruanganya.
"Menarik" Desis sang Mao Lucifer sambil tersenyum kecil menatap tempat mahluk bertopeng tersebut menghilang.
Malam harinya dirumah sang iblis kuning siapa lagi kalau bukan Naruto terlihat empat mahluk berbeda ras sedang duduk diruang tengah sambil saling menatap satu sama lain, ya mereka adalah Katarea, Ophis, Great Red dan Naruto namun sebenarnya ketiga gadis tersebut sedang menatap Naruto intens yang hanya menatap ketiga gadis tersebut datar.
"Jangan bertindak gegabah Naruto, melawan pemimpin underworld seorang diri, mungkin kau bisa menang melawannya namun resikonya kau diburu oleh seluruh penghuni underworld" Ucap Red dengan nada datar.
"Dan jika kau mau aku bisa meratakan underworld untuk membantumu" Sambung Ophis sehabis perkataan Red membuatnya langsung ditatap tajam Red dan Katarea akibat perkataanya barusan, "Bercanda tehee~" Sambung Ophis pelan sambil menjulurkan lidahnya.
Naruto yang mendengar perkataan dari kedua naga jadi jadian itu hanya terdiam sesaat karena memang ada benarnya namun dirinya sudah menyusun rencana untuk kedepanya.
"Kalian tenang saja Red,Ophis dan Katarea, aku sudah memikirkan ini dengan matang" Ucap Naruto membuat ketiga gadis dihadapanya itu terdiam menatap Naruto sesaat kemudian mengangguk kecil.
"Tapi jika mereka bertindak diluar batas jangan salahkan jika underworld rata dengan tanah" Desis Ophis datar bahkan pandanganya menjadi dingin.
"Kami akan selalu berada dipihakmu Naruto" Ucap Red pelan membuat Naruto tersenyum kecil kemudian mengelus surai ketiga gadis dihadapanya bergantian dan sukses membuat mereka merona malu.
"Arigatou" ucap Naruto pelan.
Tok!
Tok!
Tok!
Suara ketukan pintu membuat perhatian Naruto beserta ketiga gadis diruangan tersebut teralihkan, kemudian dengan langkah pelan Naruto berjalan menuju ruang depan.
Cklek!
"Rias?"
Naruto menaikkan sebelah alisnya saat melihat tamunya adalah salah satu adik dari pimpinan Underworld dari keluarga Gremory.
"Permisi Naruto-kun" Ucap Rias pelan dengan senyuman membuat Naruto yang mendengarnya sedikit berkedut dahinya.
"Aku gurumu Rias bukan teman priamu" Ucap Naruto pelan sambil menatap Rias yang tersenyum kecil.
"Itu hanya panggilanmu untuk diakademi Naruto-kun, tapi jika diluar maka bisa kupanggil nama depanmukan Naruto-kun, dan juga tak kusangka bahwa dalam hitungan kaum iblis kita ini seumuran" balas Rias sambil tertawa kecil membuat Naruto menghela nafas pelan.
"Kau mendapat pemikiran seperti itu dari mana Rias?" Ucap Naruto jawdrope.
"Ufufufu itu meman-!"
"Siapa yang bertamu Naruto-kun?"
Suara Red yang sedang melangkah dari arah belakang mengalihkan perhatian Naruto dan Rias yang sedang berbicara.
"Hanya muridku" Ucap Naruto pelan membalas perkataan Red tanpa menoleh sedangkan Rias hanya tersenyum menggoda kearah Naruto.
"Tak kusangka sensei juga menyimpan wanita seksi dirumahnya" Goda Rias yang hanya dibalas Naruto dengan wajah facepalm.
Red yang mendengar perkataan Rias barusan dengan senyuman kecil langsung melangkah mendekati Naruto kemudian memeluk lengannya erat.
"Perkenalkan aku istrinya Nar-!"
Wussh!
Buaagh!
"I-ittai!"
"Jangan berbicara sembarangan kau Naga Sableng!"
Red tidak melanjutkan perkataanya saat dengan tiba tiba mendapat sebuah lemparan sepatu dari arah belakangnya dan ketika menoleh menatap sang pelaku lemparan dirinya dapat melihat Katarea menatapnya tajam dan Ophis yang menatapnya dengan kedua irisnya bersinar.
Rias hanya sweatdrope sesaat ketika melihat interaksi dihadapanya ini namun dirinya juga kaget saat mengetahui bahwa dua wanita dihadapanya ini adalah penjelmaan dari kedua naga penghancur meskipun awalnya dirinya tidak mengetahuinya namun saat mendengar perkataan dari iblis wanita yang melempar sepatu beberapa saat yang lalu dirinya akhirnya tahu.
"Masuklah Rias"
Rias sedikit tersentak saat mendengar Naruto yang menyuruhnya masuk sambil melangkah menuju ruang tamu meninggalkan ketiga gadis tadi yang sedang beradu argumen, membuat Rias akhirnya mengikuti Naruto.
"Jadi ada apa Rias?" Tanya Naruto yang sekarang duduk disebrang bangku yang Rias duduki, membuat sang pewaris Gremory tersebut menatapnya sesaat kemudian menunduk sedangkan Naruto hanya menaikan sebelah alisnya melihat tingkah Rias barusan namun dirinya sempat melihat kilatan kebencian dikedua iris bluegreen Rias ketika menatapnya.
"Apakah benar Sensei akan berduel dengan Kakakku?" Tanya Rias pelan masih dalam posisi menunduk membuat Naruto terdiam sesaat ketika mendengarnya.
"Itu benar Rias" Balas Naruto pelan membuat Rias langsung mendongak menatapnya.
"Aku ingin Sensei membunuhnya!" Ucap Rias penuh kebencian dan sekarang Naruto dapat melihat kebencian dan dendam yang berkumpul menjadi satu dalam pancaran pandangan Rias.
"apa yang sebenarnya terjadi Rias?" Ucap Naruto pelan membuat Rias dengan perlahan pandangannya menyendu dan kembali menunduk.
"Karena dirinya aku dibenci dan direndahkan diklanku dan juga karena dirinya aku dipaksa bertunangan dengan pria yang tidak kucintai dan itu semua hanya demi keuntunganya sebagai Mou Lucifer! Sedangkan aku hanya menjadi tumbalnya!" Ucap Rias mengeluarkan seluruh masalahnya dihadapa Naruto yang memandang Rias sesaat kemudian tersenyum kecil sambil mengelus surai merahnya lembut.
"Tenanglah Rias dan juga disini banyak yang memperhatikanmu seperti anggota Osis, para bidakmu dan juga aku" Ucap Naruto membuat Rias mendongak menatap Naruto yang tersenyum kecil dan dengan cepat dirinya melompat dari duduknya kearah Naruto untuk memeluknya.
Grep!
"Arigatou Naruto-kun!"
"Aku Senseimu Rias"
Naruto yang dipeluk Rias hanya bisa tersenyum kecil sambil mengelus surainya pelan dan baru disadarinya bahwa Red,Ophis dan Katarea sudah berada disampingnya menatapnya dengan senyuman kecil sekarang bukan lagi tatapan cemburu sebab mereka sudah mendengar seluruh curhatan Rias beberapa saat yang lalu membuat perasaan iba muncul dihati mereka.
-0o0-
-Uknown Place-
Disebuah ruangan yang serba hitam terkumpul beberapa orang yang selama ini telah menjadi buronan kelas atas dalam dunia supranatural dan juga satu sosok mahluk bertopeng putih sedang duduk paling depan menghadap keseluruh mahluk disana. (Modelnya seperti Akatsuki yang berkumpul saat digua ,cuma kelihatan kedua matanya)
"Jadi apa keuntunganku dengan masuk kelompokmu ini Shiro?" Ucap pemuda bersurai hitam dengan sebuah tombak yang bertengger bahunya dengan nada datar kearah sosok bertopeng yang dipanggilnya Shiro tersebut.
"Bukankah tujuanmu ingin membinasakan mahluk supranatural? Jadi dengan bangkitnya Naga yang telah dihapuskan dinaskah tuhan maka rencana mata bulan akan terwujud dengan begitu bulankah rencanamu akan berjalan dengan baik Cao Cao?" Jelas Shiro membuat seluruh penghuni ruangan tersebut menatapnya bingung saat mendengar Naga yang telah dihapuskan.
"Naga apa maksudmu? Trihexa?" Ucap salah satu sosok bersurai pirang dengan sebuah pedang emas yang bertengger dipunggungnya, sedangkan Shiro hanya terkekeh kecil saat mendengar kalimat pemuda tersebut.
"Bukan, bukan Trihexa, akan tetapi Naga yang telah tuhan itu sendiri yang menghapus keberadaanya dan memecahnya menjadi beberapa bagian didunia ini" Ucap Shiro pelan membuat suasana hening beberapa saat, " Naga yang akan tercipta dengan menyatukan Great Red, Ophis, Trihexa, Albion dan Draig" Sambung Shiro langsung membuat beberapa sosok diruangan tersebut tersentak karena baru pertama kalinya mendengar hal seperti ini.
"Apa maksudmu dengan mengumpulkan seluruh naga kemudian menyatukanya akan menjadi Naga yang kau maksud?"
"Benar sekali Loki, dan tugas kita untuk sekarang adalah mengumpulkan para Naga tersebut dan jika tiba saatnya bersiaplah kalian untuk berperang melawan seluruh fraksi didunia ini" Ucap Shiro pelan kemudian mulai menghilang bagaikan hantu meninggalkan anggota lain yang hanya terdiam menatap kepergianya.
-Kuoh Place-
Esok harinya dipagi cerah dikuoh dan lebih bertepat dirumah Naruto sekarang sudah berkumpul banyak mahluk berbeda ras dan perhatian mereka semua hanya satu yaitu sosok pemuda bersurai pirang yang sekarang sedang duduk dihadapan mereka semua.
"Jadi kau akan pergi sendiri Naruto?" Ucap Michael membuka suara terlebih dahulu membuat Naruto terdiam sesaat ketika mendengarnya kemudian mengangguk pelan.
"Akan berbahaya jika membawa kalian semua, oleh karena itu aku akan pergi kelembah Lilith sendiri" Balas Naruto pelan.
"Tapi Naruto-kun itu juga terlalu berbahaya, membiarkanmu pergi sendirian, kumohon jangan bertindak gegabah" Ucap salah satu malaikat perempuan disana dengan nada lembut kearah Naruto yang hanya tersenyum kecil kearahnya.
"Tenang saja Gabriel, Aku sudah mempunyai rencana"
"Tapi seperti yang kukatakan sebelumnya Naruto, jika terjadi sesuatu denganmu maka jangan salahkan jika Underworld rata dengan tanah"
Seluruh penghuni ruangan tersebut menoleh menatap sosok naga loli bersurai hitam yang menatap datar kearah mereka sedangkan Red yang berada disampingnya hanya menghela nafas pelan.
"Yak bisa kita lihat sang Loli ini mengelurakan sifat possesive dan perhatianya kepada Naruto" Cibir Red pelan membuat Ophis langsung gelagapan dengan wajah memerah.
"A-apa!? Tentu saja bukan karena hal itu Baka! A-aku mengatakan begitu karena kekuatanku masih dipegang Naruto" Jelas Ophis sambil tergagap membuat senyum mengejek mengembang dibibir Red sedangkan yang lain hanya sweatdrope melihat tingkah kedua naga absrud tersebut.
Katarea yang berada disamping Naruto hanya terdiam sambil menunduk sebab dirinya merasa begitu tidak berguna dan hanya menyusahkan Naruto membuat hatinya marah dan kecewa kepada dirinya sendiri, ingin saja rasanya ia menghilang dari dunia ini namun pikiran Katarea buyar saat merasakan tepukan kecil dipundaknya dan saat dirinya mendongak menatap pelaku penepukan, ia melihat Naruto yang tersenyum kecil.
"Jangan menyalahkan dirimu sendiri Katarea, ini sebagian juga adalah salahku oleh karena itu kita akan menyelesaikanya bersama sama" Ucap Naruto membuat Katarea terpana sesaat kemudian mengangguk pelan sambil tersenyum.
"Kalau begitu aku pergi" Ucap Naruto dan dengan perlahan tubuhnya mulai tenggelam dalam lingkaran sihir meninggalkan penghuni rumahnya dalam keadaan sunyi.
"Jadi kita hanya menunggunya disini?" Ucap Azazel memecah keheningan diruangan tersebut membuat dirinya menjadi pusat perhatian.
"Tenang saja aku akan mengirimkan Servantku untuk memantau jika terjadi sesuatu disana" Ucap Red sambil mengeluarkan sebuah mahluk kecil berbentuk bulat mempunyai satu buah bola mata (Mirip cyclop).
"Ikuti Naruto" desis Red pelan kearah mahluk dihadapanya terebut dan dengan perlahan mahluk bermata satu tersebut mulai memudar bagaikan hantu.
"Kuharap Naruto-kun akan baik-baik saja" Ucap Gabriel pelan sambil menyatukan kedua telapak tanganya layaknya sedang berdoa, namun dirinya tersentak kecil saat merasakan tepukan kecil dipundaknya.
"Tenanglah Lucifer bukanlah mahluk lemah, dia sangat kuat dan aku sebagai mahluk pertama yang pernah melawanya sangat tahu bahwa Lucifer tidaklah lemah hanya untuk melawan mahluk sekelas Gremory" Ucap Ophis datar membuat Gabriel terdiam sesaat kemudian mengangguk pelan, namun Katarea yang mendengar kalimat Lucifer dari perkataan Ophis barusan hanya mengerutkan dahinya bingung karena dirinya belum mengetahui siapa sebenarnya Naruto.
"Lucifer? Siapa yang kau maksud Lucifer? Ophis?" Tanya Katarea pelan membuat beberapa penghuni disana terdiam.
"mungkin sudah saatnya kau mengetahui kebenarannya Katarea" Balas Ophis pelan sambil menghela nafas perlahan, "Naruto sebenarnya adalah Malaikat yang dikutuk oleh Kami-sama menjadi Lucifer sang raja iblis akibat tidak tunduk kepada Adam namun para iblis banyak yang memberontak karena sifat Lucifer bertolak belakang dengan sifat alami mereka." Sambung Ophis menjelaskan siapa Naruto sebenarnya membuat Katarea terdiam.
Cklek!
"Sudah berkumpul?"
Seluruh penghuni menoleh kearah pintu yang terbuka menampakkan Kokabeil sang pelaku pembuka pintu menatap mereka datar.
"Kau terlambat Kokabeil" sindir Azazel membuat Kokabeil mendengus pelan.
"Aku ada sedikit urusan tadi" Ucap Kokabeil kemudian mengalihkan pandanganya keseluruh ruangan, "Dimana Naruto?" Sambung Kokabeil menanyakan keberadaan Naruto membuat Azazel hanya menghela nafas pelan.
"Dia sudah berangkat seorang diri menuju lembah Lilith" Balas Azazel sedangkan Kokabeil mengeraskan wajahnya saat mendengar perkataan Azazel barusan.
"Jadi kalian membiarkannya pergi seorang diri?" desis Kokabeil datar.
"Bukan maksud kami Kokabeil tapi itu memang keinginan Naruto sendiri yang mengatakan akan pergi seorang diri bahkan dirinya melarang untuk mengikutinya" Jelas Azazel pelan membuat Kokabeil yang mendengarnya terdiam sesaat.
"Aku akan menyusulnya apapun yang terjadi" Ucap datar Kokabeil sambil melangkah keluar tak menghiraukan panggilan Azazel dan yang lainya untuk tidak menyusul Naruto.
"Si kuning itu terlalu gegabah" batin Kokabeil.
-0o0-
-Istana Gremory-
"Kau akan berangkat sekarang Sirzech-sama?"
Terlihat sekarang didepan istana Gremory terdapat dua iblis bergender pria dan wanita yang sedang bercakap.
"tentu Grayfia, siapkan sihirnya menuju lembah lilith" Ucap Sirzech pelan sambil tersenyum kecil, "Aku sudah tidak sabar untuk mengalahkanmu Naruto" Sambungnya pelan sedangkan Grayfia yang berada disampingnya hanya memasang ekspresi sedih dan berharap agar sang pujaan hatinya akan menang melawan kingnya ini meskipun pada akhirnya dirinya dicap sebagai pengkhianat klan Gremory akibat tidak memihak Rajanya dirinya rela asalkan Naruto selamat.
"Kita pergi sekarang Grayfia" Ucap Sirzech pelan dan kemudian dengan perlahan tubuhnya beserta Grayfia mulai masuk kedalam lingkaran sihir.
Dilembah lilith disebuah lapangan luas terlihat Naruto yang sedang duduk diatas batu raksasa sambil memandang langit merah underworld datar namun dirinya langsung menatap kearah depan saat melihat sebuah lingkaran sihir klan Gremory yang mengeluarkan Sirzech yang tersenyum kecil dan Grayfia menatap sedih kearahnya.
"Maaf membuatmu menunggu lama Naruto" Ucap Sirzech pelan yang hanya dibalas Naruto dengan tatapan datar.
"Grayfia cepat buat Kekkai agar dampaknya tidak sampai kekota" perintah Sirzech kepada Grayfoa yang dibalas anggukan kecil, kemudian dirinya kembali menatap kearah Naruto yang juga sudah berdiri tidak jauh dari hadapanya.
"Kita mulai sekarang"
Ucap Sirzech pelan yang langsung menghilang dari tempatnya semula dan begitu pula dengan Naruto, kedua melesat semakin dekat dengan tangan mereka yang terkepal untuk saling memberi pukulan pembukaan.
"Nah kita lihat bagaimana hasil pertarungan ini, apakah sang Raja asli atau Raja palsu yang memenangkanya" Ucap sosok bertopeng putih yang duduk tidak jauh dari tempat Naruto dan Sirzech.
¤TBC¤
Next chap: Death
Note: Sorry banget bagi yang nunggu maupun tidak fic ini, dikarenakan beberapa hal membuat ane vakum fic ini dan mungkin salah satu alasanya adalah kehabisan ide :v aslinya word chp ini ada 9k tapi ane pecah jadi 2 dan sisanya akan jadi chp6 :v dan uchida akan up fic lainya dulu Arigatou dan Sayonara ^^
.Dont Like Dont Read.
END OST: Silhouette (Kana-Boon)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
