Note: yg punya lagu Sign dari Flow bisa diputar :v
Sfx music: terlihat Naruto yang memakai jaket berhoddie berjalan pelan dalam guyuran hujan.
I realize the screaming pain Hearing loud in my brain But I'm going straight ahead, with the scar.
Sfx music: Naruto mendongakkan wajahnya menatap kedepan tajam, dilanjutkan Azazel menoleh menatap kebelakang kemudian Gabriel dan terakhir Sirzech dan kemudian scene langsung berganti dengan tulisan "Lucifer" beserta romajinya dibawahnya.
(Can you hear me So am I)
Wasurete shimaeba ii yo kanji-naku nacchae-ba ii Surimuita kokoro ni futa o shitanda
Terlihat dipinggir sungai Azazel yang sedang memancing sambil menegak minuman kaleng ditanganya.
Kizutsuitatte heikidayo mou itami wa nai kara ne Sono ashi o hikizuri nagara mo
Scene berganti dan terlihat sekarang Michael yang duduk disebuah singgahsana sambil memandang secarik kertas yang ditinggalkan oleh Naruto dulu.
Miushinatta Jibun jishin ga? Oto o tatete Kuzureteitta? Kizukeba kaze no oto dake ga
Terlihat 5 orang berhoddie berjalan beriringan dan salah satu dari mereka menenteng sebuah tombak dibahunya sambil menyeringai kecil kemudian scene berganti menampakan Ophis yang memegang sekelopak mawar hitam pada kedua tanganya kemudian Great Red yang juga memegang mawar merah pada kedua tanganya
Tsutaeni kitayo kizuato tadotte Sekai ni oshitsubusarete shimau mae ni
Pemilik scred gear Kedua naga surgawi Saling mengadukan kedua tinju mereka membuat gelombang kejut besar.
Oboeterukana namida no sora o Ano itami ga kimi no koto o mamotte kureta
Kemudian scene berganti menjadi pertarungan Naruto dan Sirzech, terlihat Sirzech yang terlempar jauh akibat pukulan Naruto membuatnya menabrak dinding pembatas.
Sono itami ga itsumo kimi omamotterunda
Dengan perlahan Sirzech mulai bangkit sambil mengelap darah kering disudut bibirnya kemudian dirinya melesat cepat kearah Naruto. (Kaya opening Naruto pas lawan pain, nah terakhirnya sama kaya gitu, jadi pas mau mukul Naruto tiba tiba terhenti gerakanya begitupula sebaliknya)
.Happy Read.
Ost op: Sign (Flow)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.
Highschool DxD © Ichie Shibumi
.
.
.
.
.
.
.
.
(Death)
"Kita mulai sekarang"
Ucap Sirzech pelan yang langsung menghilang dari tempatnya semula dan begitu pula dengan Naruto, keduanya melesat semakin dekat dengan tangan mereka yang terkepal untuk saling memberi pukulan pembukaan.
"Nah kita lihat bagaimana hasil pertarungan ini, apakah sang Raja asli atau Raja palsu yang memenangkanya" Ucap sosok bertopeng putih yang duduk tidak jauh dari tempat Naruto dan Sirzech memandang pertarungan dihadapanya datar.
Brugh!
Kedua tinju berlapis demonic power tersebut saling bersarang dimasing masing pipi kedua iblis tersebut membuat ledakan energi yang cukup besar dibuktikan dengan tempat yang mereka pijak hancur.
"Energi yang sungguh mengerikan" desis Naruto pelan saat merasakan kulit pipinya yang mengelupas akibat terkena tinju berlapis Distruction milik Sirzech dan tidak jauh beda dengan Sirzech yang pipinya mengalami luka bakar akibat api biru milik Naruto.
Sirzech sedikit kaget saat melihat kembali api legenda yang peringkatnya sebagai api pemusnah berada teratas mengalahkan Amaterasu dan api putih, api biru merupakan api yang tuhan itu sendiri menciptakanya bahkan kekuatanya mutlak dapat menghancurkan apapun meskipun sesuatu yang akan dihancurkan tersebut memegang title abadi maupun tidak bisa dihancurkan.
Dirinya sedikit beruntung karena Naruto tidak menghancurkannya diawal ini saat ia bersentuhan dengan api biru tersebut.
"Jangan berharap dengan menahan kekuatanmu aku akan mengampunimu Naruto" Desis Sirzech kearah Naruto yang hanya menatapnya datar.
"Mengampuniku kheh?" Desis Naruto sambil menatap Sirzech datar, "Menarik" sambung Naruto yang didetik berikutnya sudah menghilang dari tempatnya semula membuat sang Mou Lucifer memasang posisi siaga.
Bruaagh!
Sirzech hanya melebarkan matanya shock saat dengan tiba tiba merasakan sakit diperutnya akibat pukulan kuat Naruto yang dengan sekejap berada dihadapannya.
"Dan asal kau tahu bahwa demonic power yang kau miliki itu adalah serpihan kekuatanku" Desis Naruto pelan disamping telinga Sirzech saat dirinya memukulnya membuat sang Mou terpental cukup keras menabrak bebatuan.
Sreek!
"Meskipun hanya serpihan tapi dengan kekuatan ini aku akan melenyapkanmu!" Desis Sirzech dengan perlahan sambil bangkit selepas dirinya terpental akibat pukulan kuat milik Naruto dan dengan perlahan ditangan kanannya mulai terkumpul Demonic Distruction yang semakin banyak kemudian menjadi bentuk sebuah pedang, "Mungkin benar kau adalah leluhur kami, akan tetapi kekuatan kami terus berkembang dan melebihimu Lucifer" sambung Sirzech datar.
Naruto hanya menghela nafas pelan saat mendengar perkataan Sirzech barusan, akhirnya dirinya mempercayai perkataan Azazel beberapa hari lalu yang mengatakan suatu fakta tentang Mou Lucifer dihadapannya ini.
Flashback:
Naruto yang baru pulang seusai mengajar di Kuoh academy sekarang sedang berjalan pelan sambil meneguk minuman kaleng ditangan kanannya, tujuannya kali ini adalah pinggir danau Kuoh tempat markas salah satu sahabat mesumnya siapa lagi kalau bukan Azazel.
Tidak sampai lima menit berjalan akhirnya Naruto sampai dipinggiran Danau dan seperti biasanya ia melihat sahabatnya itu masih tetap saja betah memancing seharian didanau tersebut meskipun tidak pernah mendapatkan ikan satu pun, dan hey seharusnya itu adalah suatu rekor dalam benak Naruto yang berpikir Azazel sudah ratusan tahun memancing dan tidak pernah mendapatkan ikan satu pun.
"Yo!" Sapa Naruto pelan sambil melangkah pelan kearah Azazel yang menatapnya melalui ujung matanya dan masih tetap melakukan aktifitas mancingnya.
"kau sudah datang Naruto" Ucap Azazel sambil menepuk rerumputan disampingnya,"duduklah" sambungnya pelan.
Naruto hanya mengangguk kecil kemudian duduk disampingnya Azazel.
"jadi hal apa yang mau kau bicarakan Azazel?" Ucap Naruto pelan sambil memandang genangan tenang air danau dihadapannya.
"Kau sudah tahukan Sirzech Lucifer?" Balas Azazel pelan yang dibalas anggukan Naruto, "Kalau begitu aku hanya memberi tahu bahwa sebenarnya dulu saat dirinya masih menjadi seorang iblis muda, Sirzech itu sangatlah mengidolakan dirimu dan hanya dirinya seorang yang percaya bahwa sebenarnya kau itu tidaklah mati saat greatwar" sambung Azazel menjelaskan semua perihal tentang sang Sirzech kepada Naruto yang hanya terdiam beberapa saat.
"Namun ada saat dimana dirinya dulu merasa bahwa kehidupanya tidak adil, sebab karena dirinya adalah pewaris tahta keluarga Gremory secara tidak langsung sejak kecil ia sudah didik keras dan ketat oleh klanya sehingga kebebasannya terenggut dan sejak saat itu sifatnya berubah entah kenapa" Ucap Azazel menjelaskan semua hal tentang Sirzech, "Aku hanya berharap kau bisa menyadarkannya Naruto, karena sebenarnya Sirzech itu adalah orang yang baik" lanjut Azazel pelan membuat Naruto yang berada disampingnya kemudian bangkit dari duduknya.
"Percayakan kepadaku Azazel" Ucap Naruto pelan sambil berjalan menjauh dari Azazel yang hanya tersenyum kecil.
"Semoga kau bisa" desis Azazel pelan kemudian kembali melanjutkan mancingnya yang sempat tertunda.
-Flashback end-
"Mungkin memberinya sedikit pelajaran bukanlah hal buruk" Ucap Naruto pelan sambil memandang Sirzech yang tidak jauh dihadapanya.
"Jangan meremehkanku!" teriak Sirzech kemudian melesat cepat kearah Naruto yang memasang kuda kuda bertahan.
Wussh!
Tap!
Suara benturan pedang Distruction milik Sirzech dengan telapak tangan kanan Naruto yang menahan tebasannya menggunakan tangan, Naruto sedikit menahan perih karena tebasan mou Lucifer tersebut sangatlah kuat bahkan mampu melukai tangan Naruto yang sekarang meneteskan darah melalui sela genggaman tanganya.
Sirzech yang melihat seranganya ditahan oleh Naruto meskipun melukainya dengan cepat melesakkan tangan kirinya yang berlapis power distruction kearah Naruto, namun saat tinjuanya telak mengenai Naruto tubuhnya langsung mengurai menjadi api biru membuat Sirzech mendecih.
"Jika saja terlambat menghindar pukulanmu barusan sangatlah berbahaya"
Sirzech mengalihkan pandanganya kearah Naruto yang sekarang ini sedang berdiri tidak jauh darinya sambil tersenyum membuat amarah sang mou tersebut meningkat karena dirinya seperti hanya diremehkan.
"Sudah kubilang jangan meremehkanku Lucifer!"
Blaaar!
Teriak Sirzech nyaring dengan seketika demonic power merah pekat meluap dengan intesitas besar sampai menjulang kelangit menyerupai pilar membuat Naruto menyipitkan matanya saat melihat luapan energi yang dikeluarkan iblis dihadapanya ini sangatlah besar dan perkataan Azazel harus dirinya akui bahwa Sirzech bukanlah iblis lemah.
"Kekuatan besar yang stabil" Ucap pelan Naruto menatap pilar energi menjulang tinggi tersebut yang dengan perlahan mulai menghilang menampakkan seorang mahluk merah pekat menatapnya dengan nafsu membunuh besar, "True from kah? tak kusangka kekuatannya sebes-!"
Bruagh!
Naruto melebarkan matanya saat dengan kecepatan gila Sirzech sudah berada dihadapanya kemudian meninju tepat diperut Membuat Naruto yang tidak siap dengan serangan iblis tersebut akhirnya terpental keudara cepat, sedangkan Sirzech yang berada dalam mode true from melihat Naruto melayang bebas akibat pukulanya dengan cepat kembali menghilang dan muncul tepat disamping Naruto.
Bruagh!
Bruagh!
Bruagh!
"Ugh!" Naruto menyipitkan kedua matanya karena rasa perih yang mendera tubuhnya akibat pukulan beruntun barusan dan juga baru kali ini dirinya merasakan sakit dalam pertarungan sejak terakhir dirinya terluka dulu saat Greatwar, Sirzech yang selesai memukul semua titik vital Naruto kemudian menendangnya keras kebawah sampai menciptakan sebuah kawah raksasa.
Dugh!
Blaaar!
"Ugh! Beberapa Tulangku patah" desis Naruto pelan menahan nyeri kemudian memandang Sirzech yang sedang mengumpulkan demonic Distruction dalam skala besar menyamai pesawat boeing.
"Hancurlah" Ucap Sirzech dengan nada berat kemudian melepaskan demonic power ditanganya melesat cepat kearah Naruto yang masih terdiam seolah pasrah menerima serangan Sirzech.
Blaaar!
-Kota Lilith-
Dddrrrrtttt!
"A-ada apa ini!?"
"Seluruh kota bergetar"
"I-ini aura milik Sirzech-sama!"
Seluruh kota Lilith bergetar akibat kekuatan penghancur milik Sirzech telak mengenai Naruto bahkan menghancurkan Kekkai yang Naruto ciptakan membuat penduduk iblis dikota Lilith sebagian panic akibat getaran tersebut dan rembesan energi Sirzech.
-World-
Didunia atas tepatnya didanau tempat biasanya Azazel memancing terlihat datenshi tersebut menegang sesaat kemudian kembali rileks.
"Jadi sudah dimulai" Ucap Azazel pelan sambil melemparkan kail pancingnya kearah danau, "semoga berhasil Lucifer" sambungnya sesaat setelah melempar pancing.
-Naruto&Sirzech place-
Kembali ke arena bertarung Naruto dan Sirzech yang sekarang sudah tak berbentuk dipenuhi asap tebal membuat Sirzech yang mulai turun dengan perlahan dari udara menyipitkan kedua matanya menatap kawah tempat Naruto terkena serangan terkuatnya barusan, dirinya yakin tidak akan ada mahluk yang bisa selamat dari seranganya barusan dan juga melupakan satu hal bahwa maid pribadinya Grayfia juga berada diarena pertarungan tersebut.
Deg!
Tubuh Sirzech menegang seketika saat merasakan sebuah energi demonic yang menyebar luar biasa kuat membuatnya bersimpuh menahan sesak dan energi ini lebih besar berkali kali lipat dari miliknya beberapa saat yang lalu.
"K-kekuatan macam apa ini?" Desis Sirzech sambil bersimpuh memegangi dadanya dan tidak jauh dari hadapanya ia dapat melihat dua buah bola mata yang bersinar merah menatapnya datar namun beberapa saat kemudian saat asap tebal mulai menghilang menampakan pemilik kedua mata merah tersebut membuat Sirzech melebarkan matanya shock.
"Tak kusangka akhirnya menggunakan wujud ini untuk menahan seranganmu tadi"
Ucap sosok tersebut datar yang ternyata adalah Naruto dalam wujud Iblisnya, dengan dua buah tanduk didahinya (Kaya tanduk Devil Jin di game Tekken 5) ,kuku tanganya memanjang layaknya kuku serigala dan kedua sayap gagak membentang lebar dipunggungnya, Naruto menatap Sirzech yang dengan perlahan mulai bangkit dari bersimpuhnya dengan tubuh masih dalam True from kemudian Sirzech menatap Naruto dengan pandangan waspada.
"Jadi itu wujud Lucifer sebenarnya" batin Sirzech memandang wujud asli Naruto setelah dikutuk tuhan dahulu namun lamunanya buyar saat dengan tiba tiba Naruto sudah berada dihadapannya.
Grep!
"Ghaah!"
Ronta Sirzech mencoba melepaskan cengkraman Naruto pada lehernya namun semua rontaanya malah membuat Naruto semakin mengeratkan cengkramanya mengakibatkan Sirzech semakin tercekik bahkan dirinya kaget sebab Naruto tidak terluka karena menyentuhnya yang dalam mode true from.
"Kau tahu semua yang kau lakukan itu sia sia dengan mencoba membunuhku" Ucap datar Naruto, "Karena kalian semua pada awalnya hanyalah iblis tanpa anugerah kekuatan dari ayah dan mahluk terhina yang pernah diciptakannya" Sambung Naruto pelan.
"A-apa maksudmu?" Gagap Sirzech menahan sakit karena Naruto masih mencekiknya dan dirinya kembali terkejut karena mode true fromnya mulai tersedot kedalam tangan Naruto yang mencekiknya seolah sedang menghisapnya.
Naruto hanya diam tidak membalas perkataan Sirzech, setelah seluruh demonic True from milik Sirzech lenyap kemudian Naruto melepaskan cengkramanya membuat pemuda merah tersebut tersungkur sambil terbatuk.
"Ugh! Apa yang kau lakukan kepadaku?" ucap Sirzech pelan saat melihat Naruto yang menjatuhkannya kemudian membuat sebuah pola sihir ditangan kananya, dirinya berpikir apakah ini kekuatan Lucifer sebenarnya? Dan apakah ini juga akhir dari dirinya? Dimusnahkan oleh idolanya ketika masih remaja dulu, Sirzech memejamkan kedua matanya saat melihat Naruto melangkah kearahnya kemudian mendekatkan pola sihir ditangannya ketubuhnya.
Set!
[Reset]
Sekian detik Sirzech menutup mata namun rasa sakit yang dirinya tunggu tidaklah muncul malah dirinya merasakan sebuah usapan lembut dikepalanya dan tubuhnya yang dengan perlahan kembali pulih, kemudian perlahan Sirzech membuka kedua matanya menatap Naruto yang sedang tersenyum tipis dengan tangan kanan berpendar kehijauan menempel dikepalanya.
"Aku bangga kepadamu" Ucap Naruto sambil tersenyum kecil membuat Sirzech membeku ditempat.
"A-apa?" Ulang Sirzech pelan dan hanya dibalas usapan kecil disurai merahnya.
"Pengakuan?, selama ini sebenarnya dirimu hanya ingin pengakuan dari keluarga dan orang yang kau sayangi terhadap kerja keras yang kau lakukan selama ini namun mereka selalu menganggap semua yang kau kerjakan sia sia, namun dimataku semua itu bukanlah hal sia sia dan aku bangga kepadamu Sirzech" Ucap Naruto membuat Sirzech melebarkan kedua irisnya karena perkataan Naruto barusan entah mengapa membuatnya kembali mengingat kenangannya dulu.
"Touchan! Kaachan! Aku berhasil menguasainya" Ucap Sirzech kecil sambil menunjukkan sebuah demonic power distruction seukuran bola pimpong ditanganya kearah pria dan wanita dewasa dihadapanya namun hanya tatapan datar yang dikeluarkan oleh pria dewasa tersebut sedangkan wanita disampingnya hanya tersenyum lembut khas seorang ibu kearah Sirzech kecil.
"Kau ini calon pemimpin klan kita jadi jangan berbangga diri dengan hanya hal seperti itu, jika tidak kamu akan mati paling pertama disaat ada perang" Ucap pria yang dipanggil Touchan oleh Sirzech tersebut datar kemudian melangkah pergi, Sirzech yang mendengar perkataan ayahnya hanya menunduk sedih karena entah mengapa ayahnya selalu menganggapnya tidak berguna padahal dirinya ingin sekali saja mendapat pujian namun semua itu sepertinya mustahil, ayahnya hanya selalu melihat kekurangan dirinya.
Set!
"Ayah itu sangat sayang kepadamu, akan tetapi karena ayahmu itu orangnya kaku jadi seperti itulah cara menunjukkan kasih sayangnya dengan mendorongmu untuk selalu menjadi yang terbaik"
Sirzech mengangkat kepalanya saat mendengar dan merasakan elusan lembut dipucuk kepalanya, dirinya hanya bisa mengangguk pelan sambil tersenyum kecil menutupi perasaannya yang sebenarnya dari pandangan sang ibu.
Mulai sejak saat itu dirinya selalu berlatih dan berkembang menjadi kuat dari yang terkuat sampai akhirnya pada suatu malam dimana dirinya sedang beristirahat sehabis berlatih mode true fromnya yang masih ditahap pertama, tiba tiba pintu kamarnya terbuka menampakkan ayahnya.
"Sirzech" panggil sang ayah membuat Sirzech langsung bangkit dari tiduranya kemudian menatap ayahnya serius.
"Ada apa Tousan?"
"Ayah akan memasukanmu kedalam tim Ajuka untuk bergabung dalam Greatwar dan menghentikan Revolution keturunan Rezim mou terdahulu, kuharap kau sebagai anak ayah bisa memenangkan misi ini, besok Serafall akan menjemputmu" Jelas sang ayah membuat Sirzech mematung ketika mendengarnya, apakah jika dirinya berhasil dalam misi ini ayahnya akan mengakuinya? Namun pikiranya buyar ketika merasakan tepukan lembut dibahunya, "Buktikan dirimu pantas menyandang gelar sebagai calon Lucifer dalam misi ini nak" sambung ayahnya kemudian melangkah pergi meninggalkan Sirzech yang terdiam memikirkan perkataan ayahnya.
Namun pada akhirnya dirinya memutuskan untuk bergabung kedalam tim Ajuka dan mereka berperang mempertaruhkan nyawa untuk membawa perdamaian diunderworld melawan Rezim keturunan mou lama dan pada akhirnya mereka berhasil mengalahkan para pasukan Revolusioner membuat era baru dikalangan iblis dengan naiknya pemimpin Great satan Beelzebub, Astaroth, Leviathan dan Lucifer, Mereka menjadi pimpinan baru diunderworld, namun dimana saat dirinya telah menjadi pemimpin dikalangan iblis dan keinginan ayahnya telah terpenuhi hanya tatapan datarlah yang Sirzech dapatkan dari ayahnya.
"Baguslah kau sudah menduduki jabatan Mou, ayah ingin dirimu mempermudah akses klan kita"
Sirzech hanya menatap kosong lantai keramik yang dirinya pijak, entah mengapa dirinya berpikir bahwa semua perjuanganya selama ini sia sia dimata ayahnya, ia hanya ingin sebuah pengakuan dari keluarganya bahkan dulu saat masih diakademi dirinya merasa iri terhadap teman temanya yang selalu diantar dan dijemput oleh kedua orang tuanya tidak sepertinya yang dijemput oleh Maid Gremory, semua itu hanyalah hal mustahil yang selama ini ia harapkan dan pada akhirnya Sirzech mengetahui bahwa ayahnya hanya memikirkan klan dan gila kekuasaan membuat rasa kecewa dihatinya membesar, sejak saat itu Sirzech menjadi keperibadian yang berbeda.
Sirzech masih diam membeku menatap Naruto yang masih tersenyum tipis kearahnya dan dengan perlahan sebuah cairan bening mulai mengalir melalui celah matanya membuatnya menunduk menyembunyikan isakan pelanya dari Naruto.
"Jadi pertarungan kita sudah berakhirkan?" Ucap Naruto kearah Sirzech yang masih terisak pelan dan dibalas anggukan, "Baiklah kalau begitu aku pergi" sambung Naruto kemudian melangkah pergi untuk mengistirahatkan tubuhnya yang letih akibat menggunakan wujud iblisnya memakan banyak tenaga ditambah menahan serangan terakhir Sirzech semakin membuat dirinya lelah, namun baru beberapa langkah, Naruto menghentikan gerakanya saat merasakan sebuah tangan yang menggenggam tangannya erat dan saat menoleh dirinya dapat melihat Sirzech yang memegang tanganya sambil menatap dirinya dalam yang menurut Naruto iblis dihadapanya ini sekilas terlihat cantik.
"!"
Naruto langsung tersadar bahwa ada yang aneh dengan Sirzech sekarang, wajah yang terlihat feminim, pinggul besar khas seorang perempuan, dan saat melihat kebagian dadanya yang terlilit perban dan agak menonjol membuat Naruto memerah sesaat kemudian mengambil jarak agak jauh dengan Sirzech.
"K-kau berubah jadi gadis?" Ucap Naruto agak tergagap menatap horor iblis dihadapanya yang malah tertawa kecil tersebut.
"Aku memang seorang gadis sejak dilahirkan Lucifer atau bisa kupanggil Naruto-kun" Balas Sirzech tersenyum kemudian melangkah mendekati Naruto, "Dan nama asliku adalah Sirina Gremory" sambung Sirzech yang mengungkap jati dirinya dan saat sampai dihadapan Naruto dirinya langsung memeluk tubuhnya erat.
"Arigatou" Bisik Sirina kemudian mengeratkan pelukanya, "Perkataanmu tadi sangat berharga untukku" sambungnya membuat Naruto hanya tersenyum kecil karena tidak menyangka akan berakhir seperti ini dan juga dirinya tidak menyangka bahwa mou Lucifer selama ini adalah seorang gadis, Sedangkan Shiro, sosok bertopeng yang muncul dipertemuan antar fraksi tersebut hanya terdiam memandang datar kejadian dihadapanya dari dalam topeng.
"Tak kusangka akan berakhir seperti ini, rencanaku akan sedikit berubah" Ucap Shiro pelan kemudian tubuhnya dengan perlahan mulai memudar layaknya hantu.
Sringg!
Naruto menatap sekelilingnya dimana banyak muncul lingkaran sihir dan robekan dimensi memunculkan rekanya serta dua naga pengganggu hidupnya.
"Naru"
Dirinya menoleh menatap seorang seraph bersurai pirang yang memanggilnya barusan dan ia melihat Gabriel menatapnya dengan pandangan emm entahlah dirinya tidak terlalu memahaminya dan saat melihat kesampingnya, Katarea juga menatapnya datar begitu pula dengan Red dan Ophis.
"Jadi kami jauh jauh datang kesini hanya untuk melihatmu memeluk gadis yang hampir telanjang itu nee Naru" Cibir Katarea memandang Naruto datar membuat iblis pirang tersebut seperti tersadar kemudian memandang Sirina yang sedang memeluknya dan baru dirinya sadari bahwa tubuh gadis tersebut hampir polos seluruhnya yang hanya menyisakan perban menutupi dadanya dan celana yang sudah terkoyak.
"Ini tidak seperti yang kalian pikirkan" Ucap Naruto pelan namun hanya tatapan sinis yang diterimanya.
"Benar apa yang kukatakan bahwa Lucifer-kun seorang mata keranjang"
"N-naru"
Naruto hanya menghela nafas pasrah melihat tingkah gadis gadis dihadapanya tersebut.
"Terserah kalian" desis Naruto pasrah.
O
"Jadi Gadis ini Mou Lucifer?" Ucap Katarea membuka percakapan diruang tamu rumah Naruto tempat mereka berkumpul sekarang sambil menatap Sirina dari ujung kepala sampai ujung kaki karena masih merasa tidak percaya, sebab kalau gadis dihadapanya ini benar benar Sirzech maka mao tersebut sangatlah hebat bisa menyembunyikan identitas sebenarnya setelah sekian lama.
"S-Sirzech-sama" Grayfia hanya tergagap pelan akibat dirinya juga baru mengetahui bahwa majikanya seorang wanita.
Sirina yang menjadi pusat perhatian diruangan tersebut minus Naruto yang sedang fokus membaca buku hanya tersenyum kecil kearah Katarea yang sepertinya paling penasaran tentang dirinya meskipun Sirina bisa merasakan ada sedikit rasa cemburu darinya, ya mungkin akibat ia yang memeluk Naruto dipertempuran saat itu.
"Seperti yang sudah kujelaskan bahwa aku ini seorang perempuan dan juga sebenarnya klan Gremory mempunyai dua orang anak perempuan" Ucap Sirina sambil mengambil cangkir teh dari meja dihadapanya kemudian meminumnya, "Mungkin aku akan membutuhkan alasan yang panjang saat bertemu Rias nanti" sambung Sirzech mendesah kecil karena mungkin saja imoutonya tersebut tidak akan mempercayainya.
"Tapi kenapa kau harus menyamar menjadi seorang pria?" Tanya Ophis datar membuat Sirina menoleh menatapnya sesaat kemudian tersenyum kecil.
"Karena keinginanku sendiri sih, ya meskipun Tousama juga pernah menyuruhku juga" jawab Sirina kemudian mengalihkan pandanganya kearah Naruto yang masih membaca buku tidak jauh darinya.
"Nee Naru" Panggil Sirina pelan kearah Naruto yang meliriknya melalui sudut matanya seolah mengatakan 'ada apa', "Bolehkah aku tinggal beberapa waktu disini?" sambung Sirina langsung membuat ruangan tersebut senyap seketika, sedangkan Naruto terdiam sesaat.
"Tunggu dulu, jangan bilang kau ingin tinggal disini karena tertarik dengan Naruto-kun? Sudah banyak sekali gadis yang menyukainya, Naga, Malaikat, Iblis dan apa lagi nanti, apa memang tujuanmu ingin mempunyai pasangan dari seluruh ras dibumi Naru-kun?" Ucap Katarea cepat kearah Sirina sambil mendengus sebal membuat gadis cabai tersebut tersenyum misterius.
"Tapi kau juga salah satu wanitanya Katarea" Balas Sirina sambil menyeringai kecil membuat Katarea gelagapan karena hal tersebut memang benar faktanya.
"B-bukan itu yang kumak-!"
"Bilang saja kau cemburu"
"dasar tsundere"
Katarea langsung pundung dipojok ruangan karena perkataan Ophis dan Red yang sangat menohok jiwanya :v membuat kedua naga betina tersebut tersenyum puas melihat wanita yang biasanya mengerjai mereka sekarang bisa mereka balas, sedangkan Naruto hanya sweatdrope melihat kejadian absrud dihadapanya sekarang, tidak jauh berbeda dengan yang dialami Kokabeil.
Baru kali ini Naruto merasakan hatinya menghangat karena melihat rekan rekannya yang bersenda gurau membuat dirinya mengerti apa itu kasih sayang dan perasaan saling mengerti, mungkin perasaan inilah yang dulu pernah dikatakan oleh ayahnya dulu.
"Naruto-kun"
Naruto membuyarkan lamunanya saat Sirina kembali memanggilnya pelan kemudian menatap gadis merah tersebut yang juga sedang menatap dirinya seperti menunggu sesuatu membuat Naruto teringat hal yang diinginkan gadis tersebut.
"Kenapa kau ingin tinggal disini?" Tanya Naruto sambil menatap Sirina yang menunduk.
"Ayahku adalah orang yang keras dan juga gila kekuasaan, sudah cukup aku mengikuti perintahnya selama ini, keinginanku sebenarnya hanyalah ingin bebas terbang kemana saja dan menentukan jalan hidupku sendiri bukanya dilatih setiap hari tanpa kebebasan dan duduk diruang kerja ditemani tumpukan dokumen yang menyebalkan" Jawab Sirzech menjelaskan keinginannya dengan nada pelan membuat Naruto terdiam saat mendengarnya, "Namun saat bertemu denganmu Naruto, entah mengapa aku merasa iri dan benci kepadamu, kau yang pemimpin sebenarnya kaum kami bisa bebas tanpa terbebani kemanapun sedangkan aku yang hanya seorang iblis Gremory menanggung semua beban yang bahkan tidak kumengerti, tapi saat bertarung denganmu aku sedikit paham hal apa yang kau rasakan bukanlah seperti yang selama ini kukira dan juga melihat suasana dirumah ini membuat hatiku tenang dan tentram, jadi kumohon ijinkan aku tinggal disini Naru" sambung Sirina diakhir kalimatnya dirinya menunduk kearah Naruto yang masih terdiam mencerna perkataan gadis dihadapanya tersebut.
Seluruh penghuni ruangan tersebut terdiam sehabis mendengar perkataan Sirina barusan Katarea yang berada disampingnya juga merasa iba karena entah mengapa dirinya seolah berpikir bahwa nasib gadis Gremory tersebut tidak jauh berbeda dengan nasibnya.
"Kau bisa menempati kamar disebelah kamarku"
Sirina mendongak ketika mendengar suara Naruto yang sekarang sedang tersenyum tipis kearahnya membuat perasaan senang membuncah dalam hatinya karena bisa tinggal dengan orang yang dikaguminya sejak dulu.
"Arigatou Naru!" Pekik Sirina senang sambil bangkit dari duduknya, "Kalau begitu aku akan mengambil barang barangku dimekai" sambung Sirina kemudian menciptakan lingkaran sihir dilantai pijakanya.
Set!
Sirina yang akan berteleportasi menghentikan sihirnya saat merasakan sebuah tangan memegang bahunya dan ketika menoleh dirinya melihat Naruto menatapnya serius.
"Jangan kembali ke mekai untuk sekarang" Ucap Naruto sambil meletakkan buku yang sempat dibacanya keatas rak kemudian kembali menatap kearah Sirina yang juga menatapnya bingung, "Para tetua mekai menganggap bahwa kau sudah tewas saat pertempuran waktu itu, aku tidak terlalu mengetahui siapa dalang yang menyebarkan berita seperti itu namun jika memang dirimu ingin bebas dari belenggu tetua mekai serta ayahmu, jangan ke mekai untuk beberapa waktu kedepan dan aku yang akan mengurus sisanya" sambung Naruto membuat Sirina menatapnya tidak percaya, seolah apakah kebaikan Naruto ini pantas untuk dirinya yang sudah menyerang bahkan ingin memusnahkanya waktu itu.
"Dan jangan lupakan bahwa Lucifer pirang ini juga sudah menjadi buronan teratas yang paling dicari dimekai" Ucap datar Kokabeil mengungkapkan informasi yang dirinya dengar dari bawahanya saat digrigori membuat seluruh mata diruangan tersebut menatap tidak percaya Kokabeil.
"Jangan berbohong Kokabeil"
Jendral Datenshi tersebut hanya memutar matanya malas saat mendengar perkataan Katarea yang tidak percaya dengan omonganya barusan dan dengan perlahan dirinya mengambil sesuatu dari jubahnya kemudian melemparnya kearah meja ruangan tersebut.
"Kalian bisa melihatnya sendiri"
Seluruh penghuni ruangan tersebut menatap tak percaya gulungan lembaran yang dilemparkan Kokabeil barusan, dimana dilembar kertas tersebut tersketsa wajah Naruto serta tulisan dibagian bawahnya mengatakan Dicari dalam keadaan Hidup atau Mati menandakan Lucifer pirang tersebut memang telah menjadi iblis paling diburu dimekai.
Naruto hanya menatap datar kearah lembaran buronan mekai dihadapanya tersebut sebab dirinya sudah berpikir bahwa akhirnya akan seperti ini, mengingat sifat alami iblis yang egois dan juga sombong tidaklah wajar kalau akan brakhir seperti ini bahkan dahulu saat dirinya masih menjadi pemimpin mekai, mereka masih membelot dengan mengikuti Greatwar mengabaikan laranganya, terkadang Naruto menyesal karena dulu telah memberi kekuatan kepada keempat iblis untuk memimpin underworld saat dirinya diusir dari Heaven.
"Jangan dipikirkan, aku akan mengatasi hal tersebut" Ucap Naruto sambil bangkit dari duduknya menatap sesaat seluruh penghuni ruangan tersebut datar kemudian melangkah pergi menuju kamarnya.
"T-tapi dirimu diburu oleh seluruh mekai dan juga dicari dalam keadaan hidup ataupun mati Naru" Ucap Gabriel menatap punggung Naruto sedih membuat langkah Naruto terhenti ketika mendengarnya.
"Tenanglah aku tidak semudah itu mati" Dirinya kembali melangkah memasuki kamarnya usai membalas perkataan Gabriel, meninggalkan seluruh penghuni ruangan yang memandangnya dengan ekspresi yang berbeda beda.
"Lucifer-kun terlalu gegabah, dan tak kusangka bahwa kaumnya sendiri malah melawan menjadi musuh terbesarnya tidak mengingat bahwa kekuatan yang mereka miliki berasal dari siapa" Desis datar Ophis membuat dirinya menjadi pusat tatapan seluruh mahluk disana sedangkan Great Red hanya terdiam sambil memandang pintu kamar Naruto datar.
"Kekuatan? Apa maksudmu Chibi"
Perempatan muncul didahi Ophis ketika mendengar perkataan Katarea barusan, entah mengapa dirinya merasa bahwa selama mereka bersama selalu dirinyalah yang menjadi bahan ejekan Katarea ataupun Red dengan mengatakan dada rata, Chibi dan sebagainya yang membuat telinganya panas, suatu saat dimana separuh kekuatannya yang disegel Naruto dalam tubuh Samael kembali dirinya berjanji akan membalasnya.
"Mungkin kau atau kalian semua disini terkecuali Baka Red belum ada yang mengetahui bahwa sebenarnya kalian itu diciptakan oleh ayah dengan api dan tanpa kekuatan apapun layaknya manusia yang menempati Bumi sedangkan kalian Mekai, namun saat dimana Lucifer turun dari Heaven akibat membangkang perintah ayah, kemudian menghuni Underworld dengan title Raja sesuai yang ayah perintahkan membuat seluruh iblis saat itu menghormatinya akan tetapi pada suatu saat Lucifer mengumpulkan empat iblis untuk menghadapnya dengan tujuan untuk memimpin mekai membantunya, kemudian memberi mereka kekuatan serpihan Lucifer, Leviathan, Astaroth, Beelzebub" Seluruh iblis yang berada diruangan tersebut terdiam karena baru mengetahui hal tersebut, bahkan diperpustakaan Sitri hal tersebut tidak ditertulis dibuku sejarah manapun, "Namun beberapa ratus tahun kemudian ketika Lucifer menghilang dari singgahsananya, mereka para Iblis ikut serta dalam perang artifak suci antar manusia membuat perang tersebut menjadi semakin besar serta membuat mahluk lain , Datenshi, Tenshi, dua Heavenly Dragon dan tiga Naga penghancur tertarik mengikuti perang tersebut yang dikenal dengan sebutan Great war" Sambung Ophis datar kemudian membuat robekan dimensi disamping tubuh lolinya.
"Itulah asal kekuatan kalian Akuma, kalau begitu aku akan pergi" Ucap Ophis kemudian memasuki robekan dimensi disampingnya meninggalkan penghuni ruangan tersebut yang terdiam.
"Benarkah?" Desis Sirina pelan karena baru mendengar tentang kebenaran asal kaumnya dan juga yang selama ini tidak pernah ditemukannya diperpustakaan Sitri, entah masih berapa banyak lagi rahasia kaumnya yang belum dirinya ketahui akibat para tetua keparat yang selalu membatasi gerakanya dalam jabatnya sebagai Mou.
"Itulah kebenaran yang sebenarnya, terserah kalian mau mempercayainya ataupun tidak" Ucap Red datar kemudian melakukan hal yang sama seperti Ophis meninggalkan seluruh iblis disana yang terdiam.
O
Keesokan paginya seusai perkumpulan yang diadakan kemarin dirumah Naruto, terlihat tokoh utama kita yang sekarang melakukan rutinitas favoritenya saat jam istirahat seusai mengajar yaitu duduk santai diatap academy sambil menatap awan.
"Tak kusangka menggunakan wujud iblisku untuk menahan serangan Sirina bisa menghabiskan setengah energiku" Ucap Naruto pelan sambil merenggangkan tubuhnya sesaat, "Tapi kuakui dia adalah Iblis terhebat yang pernah kutemui dalam penguasaan Demonic Distruction" Sambung dirinya pelan.
Tap!
Tap!
Cklek!
"Naruto-kun"
Naruto hanya menatap langit dalam diam menghiraukan kehadiran gadis bersurai merah yang barusan memanggilnya, membuat sang gadis yang bernama Rias tersebut menggembungkan pipinya kesal karena diabaikan.
"Sensei" Panggil Rias kembali namun kali ini menggunakan panggilan formal membuat Naruto yang mendengarnya akhirnya merespon.
"Hm?" Balas Naruto pelan menatap Rias yang masih menatapnya sebal, namun kemudian Rias melangkah mendekat dan duduk disamping Naruto.
"A-arigatou Sensei" Bisik Rias pelan membuat Naruto terdiam bingung saat mendengarnya, "Arigatou telah membalaskan dendamku kepada Nii-sama" Naruto akhirnya paham maksud Rias dan juga membuatnya teringat bahwa akan menjelaskan suatu hal mengenai Sirina kepada gadis disampingnya ini.
Puk!
Rias mendongak saat merasakan tepukan lembut dikepalanya menatap Naruto yang tersenyum kecil kearahnya.
"Jangan berterimakasih kepadaku Rias, sepulang sekolah pergilah kerumah Sensei" Ucap Naruto sambil tersenyum membuat Rias merona tipis dan mungkin karena iblis merah tersebut telah ketularan kemesuman dari inang Draig membuat Rias berfantasi yang tidak tidak saat mendengar Naruto menyuruhnya untuk kerumah Senseinya tersebut.
"Ufufu~ apakah Sensei ingin service dariku?~" Ucap Rias sensual sambil menjilat bibirnya perlahan membuat Naruto yang mendengarnya Sweatdrope, "Kalau begitu aku tidak akan mengecewakanmu N-a-r-u-t-o kun~" sambung Rias mengedipkan sebelah matanya kearah Naruto kemudian pergi menggunakan lingkaran sihir meninggalkan Naruto yang facepalm.
"Anak itu" desis Naruto sambil mengambil sebatang rokok dari sakunya.
.
.
.
Sore harinya seusai mengajar diakademi kuoh Naruto berniat langsung pulang karena ada hal yang harus dirinya jelaskan kepada murid merahnya perihal kakaknya, namun tidak lama berjalan Naruto menghentikan langkahnya tepat didepan pintu akibat merasakan pancaran demonic power dari dalam ditambah suara teriakan sumpah serapah yang Naruto sangat mengetahui siapa pemilik Suara tersebut.
Cklek!
Seusai membuka pintu Naruto hanya melangkah pelan melewati ruang tamu yang menjadi sumber masalah dirumahnya, disana terlihat Rias yang menatap Sirina tajam seolah kakaknya tersebut adalah musuhnya namun hanya dibalas senyuman kecil oleh Sirina, Naruto hanya menatap datar sekilas kemudian kembali melangkah menuju kamarnya.
10cm
8cm
5cm
1cm
"Naruto-kun!"
Naruto mendesah pelan saat mendengar Suara Rias yang memanggilnya barusan, oh ayolah padahal dirinya hampir sedikit lagi berhasil memegang knop pintu kemudian masuk dan hidup damai :v, namun sepertinya tuhan suka jika dirinya selalu terjebak ditengah tengah masalah, akhirnya dengan pandangan malas Naruto menatap Rias yang juga memandangnya dengan pandangan menuntut seolah dirinya mempunyai hal yang harus dijelaskan namun saat memandang Sirina yang juga menatapnya membuat Naruto mengerti.
"Dia kakakmu Rias, memang awalnya aku tidak mempercayainya, namun hal tersebut memanglah benar" Ucap Naruto namun Rias hanya tertawa sinis seolah perkataan Naruto barusan hanyal sebuah lelucon.
"Kakakku seorang pria Naru, mana mungkin gadis berdada rata ini adalah kakakku"
Twich!
Perempatan muncul didahi Sirina saat mendengar Rias yang tidak mengakui dirinya Kakak ditambah dikatai berdada rata sudah cukup membuat emosinya melonjak dan akhirnya dengan penuh cinta dirinya menjitak kepala Rias kuat sangat kuat membuat benjolan tercipta dengan indahnya dikepalanya.
Pletak!
"I-ittai"
Rias memandang horor kearah Sirina yang sekarang sedang menatapnya dengan senyuman manis namun dimatanya sekarang wanita dihadapanya ini layaknya Shininggami, namun Rias terdiam ketika mengingat bahwa tingkah gadis dihadapanya ini mulai dari tatapanya, sifatnya mirip dengan kakaknya Sirzech dan mengingat perkataan Naruto yang mengatakan bahwa gadis ini memanglah kakaknya membuat Rias melangkah mundur beberapa langkah karena kaget tidak percaya bahwa kakak laki lakinya bisa jadi wanita, apakah Kakanya itu Trasgender? :v.
"K-kenapa bisa jadi wanita?" gagap Rias menatap intens Sirina yang hanya tersenyum kecil.
"Gomenne Rias-chan aku memang telah menyem-!"
"T-telah melakukan Transgender?"
Twich!
Twich!
Rias langsung membekap mulutnya cepat saat ketelepasan mengatai kakanya ini, berharap Sirina tidak mendengar perkataanya barusan namun sepertinya takdir berkata lain, dihadapanya kakanya sudah menguarkan aura ungu disekitar tubuhnya membuat Rias merinding.
"N-naru to-!"
Cklek!
Rias mengumpat pelan saat ingin meminta bantuan Naruto untuk menyelamatkanya dari kakaknya malah iblis pirang tersebut langsung masuk kedalam kamarnya kemudian menutupnya rapat.
"N-nee sama maaf-"
Pletak!
"Adaw!"
Naruto yang mendengar interaksi antara Rias dan Sirina dari dalam kamar hanya tersenyum kecil kemudian kembali membaca buku yang sempat dirinya tunda akibat mendengar jeritan Rias saat dijitak oleh Sirina.
"Tinggal menyelesaikan tanggung jawabku dimekai" ucap Naruto pelan.
O
-Uknown place-
Disebuah ruangan bernuansa Mandarin terlihat dua sosok yang sedang duduk berhadapan seperti membicarakan suatu hal.
"Jadi Lucifer menjadi buronan paling dicari diunderworld akibat membunuh Lucifer palsu tersebut?" ucap sosok seorang pemuda bersurai hitam menatap sesosok bertopeng putih yang duduk dihadapanya.
"Seperti yang kau ketahui Cao cao, namun kenyataan yang paling mengejutkan adalah Sirzech Gremory ternyata seorang wanita" Balas sosok bertopeng tersebut membuat Cao cao terdiam beberapa saat karena juga baru mengetahui bahwa Lucifer palsu ternyata seorang gadis.
"Itu bukanlah hal penting menurutku Shiro, selama rencanaku untuk memusnahkan seluruh mahluk supernatural berhasil itu sudah cukup untukku" Ucap Cao cao datar.
"Tentu, itulah tujuanku beraliansi denganmu, dengan True longinus milikmu kita dapat mengumpulkan seluruh Naga dan dengan begitu tujuan kita akan tercapai" Balas Shiro sambil terkekeh pelan kemudian dirinya mulai memudar bagaikan hantu meninggalkan Cao cao yang terdiam.
"Bahkan True longinus bereaksi kepadamu Shiro, apa yang sebenarnya kau rencanakan" Desis Cao cao seorang diri menatap kearah tempat bekas Shiro menghilang.
Tok!
Tok!
Suara ketukan pintu menggema dalam ruangan tersebut membuyarkan lamunan Cao cao yang kemudian menyuruh sang pengetuk untuk masuk.
"Masuklah"
Cklek!
"Aku akan berangkat kekuoh lusa, Cao cao" Ucap seorang pemuda bersurai bersurai putih melangkah pelan kearah Cao cao yang menatap datar.
"Kuingatkan jangan gegabah Euclid, Lucifer tidaklah bodoh dan juga disana ada si pengkhianat Kokabeil, jika kau salah bertindak fatal akibatnya" Pemuda bernama Euclid tersebut hanya tertawa pelan mendengar perkataan Cao cao barusan.
"Tenanglah Cao cao, tujuanku kekuoh bukan tanpa persiapan" Ucap Euclid kemudian mengangkat sebelah tanganya yang terpasang Gauntlet merah dengan kristal hijau dipunggung tanganya, "Lagipula Grayfia Nee-sama tidak akan membiarkanku mati" sambung Euclid menyeringai kecil sedangkan Cao cao hanya mendesah kecil.
"Tetap kuingatkan jangan bertindak gegabah, tugasmu hanya memantau" Ucap Cao cao datar mengingatkan bahwa Lucifer tidaklah bodoh untuk menyadari tujuan Euclid datang kekuoh.
O
Keesokan harinya dipagi yang cerah diiringi kicauan burung saling bersahutan membuat suasana yang asri dan terlihat tokoh utama kita, Naruto mulai membuka kedua matanya menampakkan kedua iris safir teduh, dengan perlahan dirinya bangkit sehabis tidur yang menurutnya lumayan nyenyak dari sebelum sebelumnya.
Cklek!
Katarea yang berada diruang tengah sedang menyapu mengalihkan pandanganya kearah Naruto yang membuka pintu, dengan senyuman manis Katarea menyapa Naruto.
"Ohayou Naruto-kun" Sapa Katarea lembut kemudian kembali melanjutkan menyapu, sedangkan Naruto hanya membalas dengan gumaman pelan kemudian melangkah menuju kamar kecil.
Crak!
Wussh!
Katarea yang sedang menyapu kembali menghentikan kegiatanya saat melihat robekan dimensi tercipta tidak jauh dari tempatnya berdiri mengeluarkan Ophis yang menatap kearah Naruto tajam, sedangkan yang ditatap juga menghentikan langkahnya kemudian menatap Ophis yang tidak seperti biasanya ini.
"Kau bukan Lucifer, katakan dimana dia sekarang?" Ucap Ophis datar menatap tajam Naruto yang menegang sesaat kemudian membalas tatapan Ophis sama datarnya, sedangkan Katarea yang mendengar kalimat Ophis barusan hanya bingung, karena mengapa Ophis menanyakan dimana Naruto? Bukankah yang dihadapanya ini adalah Naruto? Bahkan Katarea bisa merasakan bahwa auranya sama seperti Naruto.
"Apa maksudmu Ophis?" Tanya Katarea pelan karena masih bingung dengan kejadian dihadapanya ini, Ophis melirik datar Katarea saat mendengar pertanyaan dari iblis wanita tersebut.
"Naruto yang ini hanyalah kloning, sedangkan yang asli entah kemana sekarang, mungkin dirimu sebagai iblis bisa mudah dikelabuhi oleh Lucifer, tapi jangan remehkan sensor Naga"
Katarea melebarkan kedua matanya saat mendengar jawaban Ophis barusan, kemudian dirinya menatap kloning Naruto yang sekarang sedang tersenyum tipis kearahnya dan juga Ophis.
"Yare yare, jadi ketahuan dengan cepat ya" desah pelan kloning Naruto sambil tersenyum tipis menatap kearah Katarea dan Ophis, "Boss berpesan untuk sementara waktu akan pergi untuk menyelesaikan urusanya dimekai, jadi jangan mencarinya" Sambung Klon Naruto kemudian menghilang menjadi kepulan asap.
Ophis menghela nafas berat ketika melihat klon Naruto yang menghilang, sebenarnya dirinya sudah memikirkan hal seperti ini akan terjadi mengingat sifat Lucifer tersebut terlalu baik, bahkan sangking baiknya sampai tidak memikirkan dirinya sendiri membuat Ophis sangsi sebenarnya Lucifer itu iblis atau malaikat.
"Aku akan menyusulnya" Ucap Ophis pelan kemudian masuk kedalam robekan dimensi menghiraukan Katarea yang memanggilnya.
Cklek!
Sirina yang sepertinya baru bangun tidur menatap bingung kearah Katarea yang terdiam bagaikan patung diruang tengah, dirinya juga merasakan sisa hawa keberadaan Ophis menandakan naga Loli tersebut baru saja disini.
"Katarea-chan?" panggil Sirina pelan namun tidak ada jawaban dari sang empu yang masih saja terdiam membuat Sirina akhirnya melangkah pelan kearah Katarea kemudian menepuk pelan bahunya membuat gadis tersebut tersentak kecil.
"Sirina" Ucap Katarea pelan saat lamunanya buyar, dirinya menatap gadis gremory dihadapanya sesaat, "Naruto sekarang berada diUnderworld" Sambung Katarea pelan membuat Sirina menatapnya tidak percaya.
"A-apa?! Tapi Naruto sekarang menjadi buronan dengan harga tertinggi dimekai! Akan sangat berbahaya kalau dirinya pergi kesana terlebih seorang diri" Panik Sirina dengan cepat dirinya mengaktifkan lingkaran sihir bermaksud menyusul Naruto menuju underworld namun tiba tiba Katarea memegang pergelangan tanganya.
"Jangan Sirina, kau ingat pesan Naruto kemarinkan? Biar aku saja yang menyusulnya, kau cukup jaga rumah ini selama diriku pergi" Ucap Katarea kemudian mengaktifkan lingkaran sihir meninggalkan Sirina yang mengangguk lesu karena ada benarnya juga perkataan Katarea bahwa jika dirinya menampakkan diri diunderworld sama saja merusak rencana Naruto yang ingin menolongnya.
Sedangkan terlihat sekarang Naruto yang melangkah pelan menuju sebuah kastil megah yang dirinya ketahui adalah tempat para tetua iblis berkumpul, Naruto terus melangkah menghiraukan puluhan iblis penjaga yang mengarahkan lingkaran sihir tepat kearahnya untuk berjaga jaga bahkan dirinya bisa merasakan ratusan iblis sedang menuju ketempatnya sekarang.
"D-dia?!"
"Iblis yang telah membunuh Lucifer-sama"
"Dia pantas dimusnahkan"
Bisikan para iblis disana menatap tajam kearah Naruto yang hanya memasang wajah datarnya sambil terus melangkah sampai akhirnya berhenti didepan sebuah pintu raksasa berlapis emas dengan ukiran kepala kambing bertanduk dua, kemudian dengan perlahan Naruto mendorong pintu tersebut.
Krieet!
Dengan perlahan terbuka menampakan ruangan luas dengan sebuah meja besar berbentuk bundar yang telah dihuni dimasing masing tempatnya yang Naruto asumsikan adalah tetua Iblis yang juga terkejut menatap kedatangannya.
"Dia!" Ucap salah satu tetua menatap shock kearah Naruto, karena dirinya tidaklah bodoh maupun lupa siapa pemilik hawa iblis milik Naruto.
"L-lucifer!?"
"Bukankah Lucifer-sama sudah gugur saat Greatwar?"
Bisik para tetua iblis yang masih shock akibat kedatangan Naruto atau Lucifer tuan mereka dahulu, dan beberapa juga tidak percaya karena mempercayai kabar bahwa Lucifer telah gugur saat Greatwar dulu.
Naruto menatap datar kearah tetua yang sepertinya masih tidak mempercayai keberadaanya sekarang, namun itu semua tidak lah penting sebab dirinya kembali menginjakkan kaki kekastil yang menjadi rumahnya dulu untuk menyelesaikan urusanya menyelamatkan Sirina.
"Aku menyerahkan diri" Ucap datar Naruto mengakat kedua pergelangan tangan layaknya seseorang yang akan diborgol kearah seluruh tetua mekai, membuat dirinya kembali ditatap terkejut oleh seluruh tetua bahkan ratusan iblis penjaga yang melihat dari luar juga sama terkejutnya.
"Menarik" desis salah satu tetua saat mendengar perkataan Naruto barusan sambil menyeringai kecil.
.At Heaven.
Michael yang sedang duduk disinggah sananya menatap datar kearah langit mendung tidak jauh dari istana Surga, dirinya berpikir dunia ini sudah terlalu jauh tenggelam dalam kegelapan dimana setiap umat yang dimuliakan oleh ayahnya Selalu berbuat semau mereka untuk memperebutkan kekuasaan, harta, wanita? Terkadang dirinya pernah merasa bahwa tindakan Lucifer dahulu ada benarnya dengan tidak tunduk kepada adam melihat mereka adalah mahluk termulia dan terhina dengan perilaku rakusnya.
"perasaanku tidak enak" Ucap Michael pelan sambil memandang awan kelam dihadapanya.
.Kokabeil&Azazel place.
Sedangkan ditimur kuoh atau lebih tepatnya didanau kuoh tempat biasanya Azazel memancing terlihat sang gubernur datenshi tersebut fokus memancing meskipun tidak pernah mendapatkan ikan, disebelahnya terdapat Kokabeil yang menatap datar genangan air danau dihadapnya sambil sesekali menghisap rokok disela jarinya.
Namun perhatian mereka berdua teralihkan saat sebuah pola lingkaran sihir tercipta dihadapan mereka kemudian mengeluarkan seorang pemuda bersurai hitam menunduk hormat kearah Azazel.
"Azazel-sama ada berita penting yang terjadi diunderworld sekarang ini" Ucap pemuda tersebut sopan kaarah Azazel yang meliriknya sekilas kemudian kembali melanjutkan memancingnya.
"Berita?" ulang Azazel pelan yang dibalas anggukan pelan dari salah satu bawahanya tersebut, sedangkan Kokabeil hanya diam sedari tadi dan lebih memilih untuk mendengarkan saja.
"Benar, buronan tertinggi yang telah membunuh Mou Lucifer telah tertangkap dan akan dieksekusi hari ini"
Ctak!
Pancing bambu yang dipegang oleh Azazel seketik patah sehabis dirinya mendengar perkataan salah satu bawahan terpercayanya itu, Naruto tertangkap dimekai merupakan suatu hal mustahil menurutnya, mengingat kekuatan Iblis pirang tersebut sangatlah kuat namun saat teringat dengan sifat Naruto yang suka mengambil keputusan gegabah membuat Azazel menghela nafas berat.
"baiklah kau boleh pergi" Ucap Azazel pelan kearah bawahanya yang membungkuk hormat kemudian menghilang dalam lingkaran sihir.
"Kokabeil temani aku menuju Under-!"
Azazel menghentikan kalimatnya saat menoleh kearah samping dan tidak menemukan siapapun disana menandakan jendral datenshi tersebut telah pergi mendahuluinya.
"Merepotkan"
.Naruto place.
Ditempat Naruto sekarang terlihat iblis pirang tersebut sedang berdiri tegap masih didalam kastil tempat para tetua yang ditemuinya namun bedanya sekarang diseluruh tubuhnya telah tertempel berbagai macam sihir pengekang serta kedua tanganya yang dirantai.
Iblis penghuni ruangan tersebut termasuk para iblis penjaga bersorak gembira karena pembunuh pemimpin mereka Sirzech-sama telah tertangkap dan akan segera dieksekusi, tanpa disadari oleh semua mahluk disana Shiro yang menatap datar kejadian dari bagian atap kaca kastil tersebut menghela nafas pelan.
"Iblis naif, mereka hanya dibutakan oleh sifat alami mereka, seandainya mereka tahu bahwa yang akan dieksekusi dihadapan mereka itu adalah Lucifer asli" Ucap Shiro datar menatap kejadian dibawah sana dan tampaknya kali ini dirinya tidak memakai topengnya menampakkan surai spike hitam dari belakang karena ia sedang mengahadap kedepan, "Namun kuyakin nanti kita akan bertemu saat waktunya tiba Lucifer" Sambung Shiro pelan kemudian memakai kembali topeng yang sempat dilepasnya tadi.
Tok!
Tok!
Suara palu hakim yang membuat seluruh penghuni ruangan itu terdiam karena ingin mendengar keputusan dari kakek tua berjenggot yang menjabat sebagai hakim tersebut, sedangkan Naruto yang berdiri dihadapan hakim dengan kedua tangan dan kakinya terborgol tak lupa dengan beberapa mantera sihir pengekang yang melekat ditubuhnya agar dirinya tidak bisa bertindak gegabah.
"Uzumaki Naruto! Kami memutuskan hukuman atas kesalahanmu membunuh Mou Lucifer yaitu dengan Hukuman mati!" Ucap Hakim tua tersebut dengan nada sinis dan sorakan gembira dari para iblis yang menghadiri acara sidang tersebut, namun tidak sampai lama seketika rungan tersebut dipenuhi oleh aura suci dengan intensitas gila membuat beberapa iblis disana meringkuk kesakitan karena kelemahan mereka memang energi suci.
"Jika sampai kau menyentuh Naruto seujung kuku saja maka Pihak Surga menyatakan perang dengan Iblis mulai detik ini!" Desis seorang pria bersurai pirang sambil menatap tetua hakim dengan pandangan tajam tak lupa dengan beberapa orang yang berada disampingnya juga menatapnya tajam.
"Aku dari pihak Datenshi tidak segan memusnahkan kalian menjadi debu jika sampai berani menyentuh Naruto" Sambung Kokabeil pelan membuat beberapa tetua yang tadi menghakimi Naruto memasang ekspresi keras karena marah.
"Ini tidak ada urusannya denga-!"
Crek!
Wussh!
Tep!
"Kami berdua juga tak akan segan membumi hanguskan Underworld jika kalian berani menyentuh Naruto-kun" Ucap dua orang gadis yang muncul dari robekan dimensi sambil menatap para tetua dengan tajam tak lupa energinya yang memenuhi seluruh ruangan membuat para tetua terbelalak shock karena tahu siapa kedua wanita dihadapanya ini.
¤TBC¤
Note: Yo Uchida balik lagi :v gomen untuk lama up karena memang diduta banyak urusan :v, tapi tetep up kok meskipun lama :v, uchida ucapin makasih bagi yang masih setia nunggu nih fic ^^ menerima masukan dan flame ^^
.Dont Like Dont Read.
END OST: Black Night Town (Naruto ost End)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
