Note: yg punya lagu Sign dari Flow bisa diputar :v
Sfx music: terlihat Naruto yang memakai jaket berhoddie berjalan pelan dalam guyuran hujan.
I realize the screaming pain Hearing loud in my brain But I'm going straight ahead, with the scar.
Sfx music: Naruto mendongakkan wajahnya menatap kedepan tajam, dilanjutkan Azazel menoleh menatap kebelakang kemudian Gabriel dan terakhir Sirzech dan kemudian scene langsung berganti dengan tulisan "Lucifer" beserta romajinya dibawahnya.
(Can you hear me So am I)
Wasurete shimaeba ii yo kanji-naku nacchae-ba ii Surimuita kokoro ni futa o shitanda
Terlihat dipinggir sungai Azazel yang sedang memancing sambil menegak minuman kaleng ditanganya.
Kizutsuitatte heikidayo mou itami wa nai kara ne Sono ashi o hikizuri nagara mo
Scene berganti dan terlihat sekarang Michael yang duduk disebuah singgahsana sambil memandang secarik kertas yang ditinggalkan oleh Naruto dulu.
Miushinatta Jibun jishin ga? Oto o tatete Kuzureteitta? Kizukeba kaze no oto dake ga
Terlihat 5 orang berhoddie berjalan beriringan dan salah satu dari mereka menenteng sebuah tombak dibahunya sambil menyeringai kecil kemudian scene berganti menampakan Ophis yang memegang sekelopak mawar hitam pada kedua tanganya kemudian Great Red yang juga memegang mawar merah pada kedua tanganya
Tsutaeni kitayo kizuato tadotte Sekai ni oshitsubusarete shimau mae ni
Pemilik scred gear Kedua naga surgawi Saling mengadukan kedua tinju mereka membuat gelombang kejut besar.
Oboeterukana namida no sora o Ano itami ga kimi no koto o mamotte kureta
Kemudian scene berganti menjadi pertarungan Naruto dan Sirzech, terlihat Sirzech yang terlempar jauh akibat pukulan Naruto membuatnya menabrak dinding pembatas.
Sono itami ga itsumo kimi omamotterunda
Dengan perlahan Sirzech mulai bangkit sambil mengelap darah kering disudut bibirnya kemudian dirinya melesat cepat kearah Naruto. (Kaya opening Naruto pas lawan pain, nah terakhirnya sama kaya gitu, jadi pas mau mukul Naruto tiba tiba terhenti gerakanya begitupula sebaliknya)
.Happy Read.
Ost op: Sign (Flow)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.
Highschool DxD © Ichie Shibumi
.
.
.
.
.
.
.
.
(The Truth)
"O-ophis! Great Red! Bagaimana mereka bisa disini!?"
Suasana ruangan tersebut semakin memanas saat kedatangan kedua naga yang dulu sempat memporak porandakan Greatwar, belum lagi datangnya Seraph dan datenshi sekelas Kokabeil dan Michael membuat ruangan tersebut semakin sesak hawanya akibat kekuatan besar yang saling mendominasi.
Kokabeil hanya menatap datar seluruh iblis dihadapanya yang menatap dirinya benci dan juga takut memang dirinya akui sebenarnya ia tidak terlalu tertarik dengan urusan seperti ini namun salahkan sahabat pirang bodohnya itu yang selalu membuatnya ikut dalam masalah meskipun pada akhirnya dirinya ikut dengan keinginan sendiri, namun pandangan Kokabeil dan juga yang lainya teralihkan kearah tidak jauh dari tempatnya berdiri, muncul tiga pola sihir yang kemudian memunculkan ketiga Great satan, Ajuka Beelzebub, Serafall Leviathan dan Falbium Asmodeus.
"Apa yang terjadi disini?" Ajuka yang pertama kali membuka suara sambil menatap seluruh penghuni ruangan dan sempat bingung karena melihat kedatangan Seraph Michael, Jendral Datenshi Kokabeil dan kedua Naga penghancur, namun pandangan Ajuka terhenti tepat ketika menatap Naruto yang juga menatapnya datar, dirinya merasa terintimidasi lewat tatapan iris dingin safir tersebut seolah bahwa pemuda yang dalam kekangan sihir tersebut adalah Raja dan dirinya hanyalah seorang pelayan.
"Kurasa pemuda tersebut yang telah membunuh Sir-tan" Ucap Serafall pelan sambil menunjuk kearah Naruto yang masih menatap datar kearah mereka bertiga, Falbium yang berada disamping Mou Leviathan tersebut hanya menguap malas.
"Sebenarnya aku tidak terlalu peduli dengan hal ini, namun menurutku sudah cukup menyelesaikan masalah ini dengan menyerahkan pemuda tersebut kepada para tetua" Desis malas Falbium membuat Serafall yang mendengarnya hanya memasang wajah sebal.
"Apakah kau tidak merasa sedih karena kehilangan salah satu sahabat kita akibat dibunuh oleh pemuda tersebut Falbi-tan?" Ambek Serafall dengan nada Childish membuat beberapa iblis disana Sweatdrope akibat tingkah salah satu Great satan yang seperti anak anak tersebut.
"Terserah" Balas Falbium malas.
Naruto yang melihat tingkah para mou tidak jauh dihadapanya tersebut hanya terdiam, pandanganya lebih fokus menatap tingkah Falbium yang terlihat seperti uring uringan membuat Naruto tersenyum tipis.
"Sangat mirip" Batin Naruto yang melihat sifat Mou Asmodeus tersebut mirip dengan salah satu iblis yang dulu menyandang gelar Asmodeus pertama kalinya.
"Kami telah sepakat untuk menghukum mati iblis ini sebagai ganjarannya yang telah membunuh Mou Lucifer" Ucap Salah satu tetua kearah Ajuka yang tadi sempat menanyakan apa yang sedang terjadi, namun ketika Ajuka mau membuka suara dirinya telah didahului oleh Kokabeil yang tertawa keras membuat Datenshi tersebut menjadi pusat perhatian sekarang.
"Hahahahaha!" Tawa Kokabeil nyaring kemudian menatap beberapa tetua iblis dihadapanya yang juga sepertinya tersinggung akibat tawanya barusan, "Kalian terlalu Naif sebagai seorang iblis" sambung Kokabeil dengan nada datar membuat iblis disana menatapnya bingung.
"Apa maksudmu Kokabeil?" Ucap Ajuka yang dirinya juga merasa tersinggung dengan ucapan Datenshi dihadapanya ini namun yang kembali Kokabeil keluarkan sebagai balasan hanya seringai tipis.
"Kalian hanya terlalu bodoh untuk menyadarinya" Desis Kokabeil pelan namun masih sangat jelas untuk didengar oleh seluruh mahluk disana.
"Jangan menghina kami Datenshi sialan! Katakan saja apa maksudmu!" Hardik salah satu penjaga dengan melemparkan sebuah bola energi sihir kearah Kokabeil yang hanya menatapnya datar.
Wussh!
Brazzt!
"Iblis yang akan kalian eksekusi itu adalah Lucifer sebenarnya!" Ucap Kokabeil tajam dan membentangkan seluruh sayap gagaknya membuat energi sihir yang akan mengenainya tersebut mengurai menjadi partikel partikel kecil, beberapa iblis yang tidak tahan dengan hawa suci Kokabeil menahan sesak didadanya.
Ketiga Mou dan beberapa tetua yang mendengar perkataan Kokabeil barusan hanya tersentak kaget dan ada beberapa yang tidak memepercayainya, sedangkan Naruto hanya mendesah pelan melihat kelakukan Kokabeil.
"A-apa?" Ajuka hanya bisa tergagap pelan sambil menatap kearah Iblis pirang yang akan dieksekusi tidak jauh dihadapanya dengan pandangan kaget dan tidak jauh berbeda dengan kedua mou disampingnya, bahkan Falbium yang terkenal malas juga menatap kearah Naruto intens.
"Lucifer sudah gugur saat Greatwar! Jangan bercanda" Ucap salah tetua yang tidak percaya dengan kebenaran yang Kokabeil katakan, sedangkan beberapa tetua yang sudah mengetahuinya lebih memilih diam.
"Ini adalah kebenaran yang selama ini kalian tidak ketahui Akuma" Michael yang sedari tadi diam akhirnya buka suara sambil menatap iblis dihadapanya kalem, emosi yang sempat memuncak beberapa saat yang lalu akibat tindakan keterlaluan para tetua iblis sudah reda.
"Bagaimana bisa? Pemimpin kami Rezevim-sama dulu mengatakan bahwa Lucifer sudah turun dari tahtanya karena gugur dalam medan perang" Ucap salah seorang tetua iblis datar membuat Naruto yang mendengarnya hanya tersenyum kecil, Rezevim? Sepertinya ia mengingat iblis tersebut, seorang bocah yang dulu pernah menantangnya bertarung mungkin sekarang bocah tersebut sudah seumuran ayah Sirina atau lebih dan dirinya berpikir bahwa ia sudah terlalu jauh masuk dalam masalah ini dan secara tak langsung maka sudah saatnya Malaikat terkutuk ini kembali menduduki tahtanya.
Trak!
Cklek!
Seluruh pasang mata disana mengalihkan pandanganya kearah Naruto yang bangkit dari duduknya kemudian memutuskan rantai ditangan dan kakinya dengan mudah seolah rantai sihir tersebut hanyalah benang tipis, para iblis penjaga dan juga mou memasang posisi waspada takut iblis pirang tersebut menyerang, sedangkan Kokabeil hanya menyeringai kecil melihat Naruto yang bangkit kembali.
"Cukup!" Ucap datar Naruto menatap seluruh iblis diruangan tersebut yang memasang posisi siaga, kemudian dirinya mengalihkan menatap ketiga mou yang memasang posisi siaga.
"Leviathan, Asmodeus, Beelzebub" Desis Naruto datar menatap ketiga mou dihadapannya sesaat kemudian Dirinya menarik nafas perlahan kemudian.
Brazzt!
Sebuah sayap gagak hitam kelam terbentang lebar disetiap sisi punggung Naruto membuat seluruh iblis diaula tersebut melebarkan mata mereka karena legenda mengatakan hanya Lucifer seoranglah iblis yang mempunyai dua buah sayap gagak layaknya datenshi namun kekuatanya tidak perlu dipertanyakan lagi, sebab iblis biasanya kekuatanya diukur oleh seberapa banyak sayapnya.
"L-lucifer-sama!" beberapa iblis diruangan tersebut termasuk beberapa tetua langsung berlutut hormat kearah Naruto yang hanya memandang datar kearah mereka, sedangkan ketiga mou hanya menatap tidak percaya kearah Naruto.
Ajuka yang pertama kali sadar dari keterkejutannya mengambil tindakan akan membungkuk hormat kearah Naruto namun niatnya terhenti saat melihat iblis pirang dihadapnya tersebut menggeleng pelan.
"Berdirilah kalian bertiga" Ucap Datar Naruto menatap ketiga mou dihadapanya sesaat kemudian mengalihkan tatapannya kearah seluruh iblis diruangan tersebut, "Era kepemimpinanku telah usai dan semua tanggung jawabku kuserahkan kepada leluhur kalian yang kuberi pecahan kekuatanku dahulu" sambung Naruto namun ketiga mou dihadapanya tetap membungkuk hormat.
"Akan tetapi tetap saja anda adalah pemimpin kami yang sebenarnya Lucifer-sama" Ucap Falbium pelan sambil tetap dalam posisi membungkuk, kedua rekan mou desampingnya hanya mengangguk kecil membenarkan perkataan Falbium barusan.
Tap!
Tap!
Kokabeil dengan pelan melangkah maju mendekat kearah Naruto kemudian berhenti tepat disampingnya, dirinya dengan perlahan menatap seluruh iblis diruangan tersebut.
"Jadi kalian tetap akan mengeksekusi Raja kalian sendiri?"
Seluruh Iblis diruangan tersebut diam membisu seoalah perkataan jendral Datenshi tersebut menampar mereka pada kenyataan yang sedang terjadi sekarang, Kokabeil hanya menyeringai kecil melihat iblis dihadapannya terdiam.
"Kuakui raja kalian ini bodoh dalam bertindak, namun Lucifer benar benar penuh kejutan dibalik sifat bodohnya tersebut" Ucap Kokabeil pelan sambil melirik Naruto yang menatapnya datar.
"Jaga perkataanmu Datenshi!" kecam salah satu tetua yang merasa tersinggung dengan perkataan Kokabeil yang seolah merendahkan Raja mereka, namun yang Datenshi tersebut lakukan hanya tertawa kembali.
"Ho~ jadi sekarang kalian membela Raja kalian? Bukankah beberapa saat yang lalu kalian ingin mengeksekusinya?" Ucap Kokabeil sambil menatap tetua dihadapanya datar, "Kalian semua memang iblis naif" sambung Kokabeil pelan.
.Kuoh Place.
Sedangkan dikouh sekarang atau lebih tepatnya disebuah menara pencakar langit terlihat seorang pemuda bersurai putih yang berdiri dengan tenang tepat dipinggir menara tersebut tanpa berpikir bahwa seandainya jika ia jatuh maka nyawanya akan melayang.
"Kota yang tenang" Desis pemuda tersebut pelan sambil menatap gemerlap kota kuoh malam hari dengan pandangan datar.
Sring!
Dengan perlahan sebuah sinar merah terang menyelimuti tangan kanan pemuda tersebut dan setelah sinar tersebut memudar menampakkan sebuah gauntlet merah dengan kristal hijau dibagian tengahnya.
"Tadaima Nee-chan" ucap pemuda tersebut kemudian melompat dari pinggiran menara tersebut.
.Underworld place.
Kembali menuju Mekai dimana sekarang seluruh iblis yang masih terdiam akibat perkataan Kokabeil yang seolah menyindir perlakuan mereka terhadap Lucifer.
"Jadi" seluruh penghuni ruangan mengalihkan pandangan mereka kearah Mou Leviathan yang ingin menanyakan sesuatu kearah Naruto.
"Apakah benar Sir-tan anda yang membunuhnya?" Ucap Serafall pelan takut menyinggung Lucifer asli dihadapannya ini, sedangkan yang lain hanya memilih diam tak bersuara karena penasaran dengan jawaban yang akan dikeluarkan Naruto.
Naruto hanya menatap Serafall sesaat kemudian menghela nafas perlahan.
"Sebenarnya Mou Lucifer kalian tidaklah tewas" Ucap Naruto datar membuat seluruh penghuni ruangan tersebut terkejut minus beberapa yang sudah mengetahui cerita aslinya dari Naruto sendiri.
"A-apa? Bagaimana bisa?" Gagap Serafall tidak percaya dengan perkataan Naruto barusan sebab dirinya saat itu merasakan aura iblis keberadaan Sirzech menghilang seolah dihapuskan dari muka bumi dan Naruto hanya menghela nafas pelan kembali.
"Percayalah, kalian akan terkejut jika mengetahui bahwa Sir-!"
Sring!
Naruto menghentikan perkataannya saat tidak jauh dari tempatnya berdiri sekarang muncul hologram sihir klan Gremory yang dengan perlahan menampakkan seorang gadis bersurai merah darah.
Set!
Tap!
Tap!
Tap!
Naruto hanya menaikkan sebelah alisnya bingung menatap Sirina yang berdiri dihadapannya sekarang sambil menundukkan kepalanya menyembunyikan ekspresi dibalik Surai merahnya.
"Dasar ceroboh" gumam Sirina pelan sangat pelan namun masih dapat didengar oleh pendengaran iblis seluruh ruangan tersebut.
"Dasar ceroboh"
"Dasar ceroboh!"
Naruto tersentak kecil saat tiba tiba Sirina berteriak diakhir kalimat yang ia ulangi sambil memukul dada Naruto pelan menggunakan kepalan tangannya.
"Kheh drama picisan lagi" Kokabeil memutar bola matanya malas karena melihat adegan yang seperti ini lagi, sebelumnya dengan Katarea dan Grayfia dan sekarang sama Sirina, Oh God kenapa dirinya yang jones ini selalu melihat pemandangan romance picisan seperti ini? :V
Kembali ke Naruto yang sekarang hanya terdiam melihat Sirina terisak pelan dihadapannya, dirinya juga bingung mau melakukan apa sekarang ini dan akhirnya ia lebih memilih diam menunggu hal apa yang akan dilakukan gadis dihadapannya ini.
"K-kenapa?" Ucap Sirina memandang Naruto sedih, "Kenapa kau melakukan hal yang ceroboh seperti ini, kenapa kau begitu baik kepadaku yang sudah mencoba untuk membunuhmu" Sambung Sirina pelan yang kembali menunduk dan Naruto yang mendengar perkataan Sirina barusan hanya tersenyum kecil.
Puk!
Sirina mendongak saat merasakan usapan lembut disurai merahnya dan saat mendongak ia dapat melihat Naruto yang tersenyum kecil kearahnya.
"Apakah butuh alasan untuk menolong?" Ucap Naruto pelan membuat Sirina membisu sesaat akibat perkataan Naruto barusan dan dengan kecepatan penuh dirinya langsung menubruk Naruto memeluknya erat sambil terisak keras tak memperdulikan seluruh iblis diruangan tersebut yang menatapnya dengan ekspresi berbeda beda.
"S-sirzech?" Ajukan tergagap menyebutkan nama sahabatnya saat otak jeniusnya bekerja melihat kedatangan gadis tersebut yang terasa familiar dengan auranya juga energi iblisnya membuat dirinya akhirnya sadar bahwa gadis tersebut adalah Sirzech sang Mou Lucifer.
"A-apa!/Hah!?" Serafall dan Falbium hanya bisa tergagap dan bengong melihat kejadian diluar nalar dihadapannya saat ini.
Naruto yang melihat ketiga Mou tidak jauh dihadapannya menatap dirinya bingung akhirnya berdehem pelan menyadarkan Sirina yang masih dalam suasana Moe moe dengan Naruto itu tersadar kemudian merona tipis karena lupa bahwa sedang disaksikan oleh seluruh iblis diruangan ini.
"Yo Ajukan, Serafall, Falbium" sapa Sirina pelan sambil tertawa pelan menutupi rasa gugupnya akibat ditatap kawan kawannya dengan pandangan entah apa itu.
"Kau Sir-tan kan?" Ucap Serafall pelan sambil melangkah mendekati Sirina yang hanya mengangguk pelan.
"Benarkah?" Tanya Serafall kembali dan hanya anggukan yang dikeluarkan Sirina.
"Kyaaa! Sirzech jadi perempuan! Dia sangat imut dan juga dengan dada besarnya ini!" Teriak Serafall chilldish sambil menerjang Sirina yang sudah berkeringat dingin mengingat tingkah sahabatnya ini mengerikan :'v.
"Kyaaa!" Sirina mendesah antara nikmat dan malu saat kedua dadanya diremas oleh Serafall didepan banyak orang, sedangkan para lelaki diruangan tersebut hanya sweatdrope melihat tingkah kedua gadis tersebut.
"Sudah kuduga" Ucap Ajukan pelan sambil sweatdrope.
"Sangat diluar perkiraan" Gumam Falbium
"Sudah kubilangkan bahwa mempunyai dada besar itu sangat menawan" Ucap Great red pelan mengejek Ophis yang meliriknya tajam karena kembali berani mengatai dadanya rata padahal sedang dalam masa pertumbuhan ini :'v
"Diam kau Naga hentai"
o0o
"Jadi kenapa Anda selama ini tidak kembali memimpin Melainkan Lucifer-sama?"
Ajukan dengan nada hormat membuka percakapan dan terlihat mereka sekarang sedang dalam ruangan Mao Iblis tempat Sirina atau Sirzech bekerja dulu, sedangkan Naruto hanya menatap Ajukan sekilas kemudian kembali menatap langit merah Underlord.
"Anggap saja aku sedang bosan dan ingin berlibur sejenak"
Seluruh iblis diruangan tersebut sweatdrope mendengar alasan nyeleneh Naruto karena sangat jarang bahkan langka melihat seorang iblis datar dan dingin seperti Naruto mengeluarkan alasan seperti itu.
"Leluconnya sangat buruk Lucifer" Cibir Kokabeil datar dari arah samping Naruto yang hanya mendengus kecil sambil menatap kearah lain.
"Bisa dikatakan Iblis pirang ini terluka cukup parah akibat menyegel separuh kekuatan Ophis dulu saat mengamuk digreatwar belum lagi energi yang diperlukanya saat memanggil Samael dan oleh karena itu dia bersembunyi untuk memulihkan kekuatannya" Ucap Kokabeil pelan membuat seluruh penghuni ruangan tersebut membisu terutama Ophis yang menunduk merasa bersalah.
"Tapi kalau dipikir pikir Greatwar sudah terjadi ratusan tahun yang lalu dan jika dilihat lihat Naru-tan masih terlihat muda dan tampan" Ucap Serafall girang membuat beberapa iblis betina dan Naga diruangan tersebut mulai mengeluarkan hawa tidak enak :v, sedangkan Serafall yang merasakan hawa tidak bersahabat dari wanita diruangan tersebut hanya bingung, "Hei ada apa dengan kalian?" Ucap Serafall bingung.
Katarea hanya tersenyum manis membalas perkataan Serafall barusan.
"Tidak ada apa apa Leviathan-sama, hanya saja Naruto-kun sudah berhenti untuk menambah stock wanitanya" Ucap Katarea dengan nada manis sambil melirik Naruto yang juga menatapnya datar, "benarkan Naruto-kun" sambung Katarea yang hanya dibalas kembali dengan tatapan datar Naruto yang seolah mengatakan 'Apa apaan kau ini'.
Serafall hanya mendengus imut sambil menggembungkan kedua pipinya saat mendengar perkataan Katarea barusan, Ajukan hanya tertawa pelan melihat kejadian barusan sedangkan Falbium? Jangan ditanyakan lagi Mou tersebut sudah masuk kedalam alam mimpi yang indah sedari awal mereka tiba diruangan ini.
Naruto yang melihat kejadian absrud diruangan tersebut hanya menghela nafas kecil kemudian bangkit dari duduknya berniat untuk kembali kerumahnya dan beristirahat namun sebelum pergi ia menatap Ajukan datar sesaat.
"Kuharap kalian para akuma harus waspada terhadap mahluk bertopeng tersebut" desis Naruto pelan sebelum menghilang dari hadapan iblis diruangan tersebut meninggalkan beberapa helai bulu gagak yang terbang jatuh kebawah
"Maksudnya mahluk yang muncul dipertemuan antar fraksi waktu itu ya?" Ucap Serafall yang dibalas anggukan pelan Ajukan dan juga sebenarnya dirinya cukup waspada dengan mahluk bernama Shiro tersebut dikarenakan para servant yang dikirim untuk mencari informasi tentang mahluk tersebut tidak pernah mendapatkan secuil informasi dari golongan fraksi manapun.
-Uknown Place-
Disebuah ruangan beraksitektur khas kerajaan Eropa kuno terlihat seorang pemuda berjalan pelan menyusuri lorong kastil tersebut sampai dirinya berhenti didepan sebuah pintu megah kemudian membukanya perlahan.
Krieet!
Suara pintu terbuka membuat penghuni ruangan tersebut menoleh menatap seorang pemuda bersurai coklat yang juga menatapnya.
"Jadi Ayah akan pergi ke Jepang?" Tanya pemuda tersebut kearah ayahnya yang hanya tersenyum kecil.
"Ayah memang akan menuju ke Jepang Basara, Ayah hanya ingin reuni sebentar dengan kenalan ayah dulu"
Pemuda yang bernama Basara tersebut hanya menaikkan alisnya bingung.
"Tapi bukankah ayah menjadi buronan tertinggi dijepang? Khususnya bagi fraksi iblis akibat dulu ayah dengan seenaknya ikut perang saat Greatwar membantu Lucifer, apa yang akan dilakukan fraksi iblis saat mendengar bahwa Jin Toujo kembali ke Jepang?" Ucap Basara yang merasa sedikit khawatir jika sampai terjadi sesuatu terhadap ayahnya ini.
"Hahaha, tenanglah, gelar Maniak perang ataupun Golongan pahlawan sudah tidak kupegang lagi, jadi tenang saja aku akan baik baik saja" Balas Jin sambil tertawa pelan kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju pintu keluar, "Jadi selama aku pergi kuharap kau berwaspadalah Basara karena yang kudengar bahwa mahluk bertopeng yang bernama Shiro tersebut sangatlah berbahaya" Sambung Jin melirik Basara yang mengangguk pelan.
Blam!
Suara pintu tertutup meninggalkan Basara seorang diri dalam ruangan tersebut kemudian menoleh menatap langit malam dari atap kaca ruangan sambil mengehela nafas pelan.
"Kuharap semua ini bukanlah hal pertanda buruk" Desis Basara pelan.
-Back Kuoh Place-
Siang hari yang cerah dikotak Kuoh atau lebih tepatnya disebuah rumah minimalis terlihat sekarang tokoh utama kita Lucifer atau lebih dikenal Naruto :v duduk bersandar di sofa sambil meneguk minuman kaleng ditangan kanannya menatap drama perselisihan yang sekarang terjadi dihadapannya dikarenakan besok adalah waktu senggang jadi Sirina dengan girangnya mengatakan bahwa besok mereka semua akan berlibur ke pantai yang disetujui oleh seluruh wanita diruangan tersebut, sedangkan Naruto dan Kokabeil hanya diam membisu menatap kekompakan para gadis namun kekompakan mereka buyar saat Ophis dengan seenak udelnya melompat memeluk Naruto dan mengatakan.
"Yay! Nanti tolong olesi tubuhku dengan Sunblock ya Lucifer-kun!" Ucap Ophis girang membuat seluruh wanita diruangan tersebut membeku dan memikirkan bahwa tubuh mereka akan dilumuri Sunblock oleh Naruto bahkan sampai ketitik sinsitive mereka dan pemikiran terakhir mereka ini membuat beberapa gadis Nosebleed.
"Mereka kenapa?" Ucap Kokabeil menaikan sebelah alisnya menatap kearah Grayfia, Sirina, Katarea yang mimisan sedangkan Naruto hanya geleng geleng.
"Biarkan saja mereka" desis Naruto.
Keesokan Harinya terlihat Naruto yang menggunakan celana biru selutut dengan tubuh bagian atas toplesss membuat beberapa gadis yang melihatnya bersemu malu.
"Huh panas" desis Naruto melihat terik matahari pantai yang memang membuatnya merasa gerah, sedangkan para gadis yang tinggal dirumahnya sekarang sedang asyik bermain volli pantai dan Kokabeil yang menjadi wasitnya akibat dipaksa oleh Katarea.
Naruto hanya sweatdrope ketika melihat kearah tempat permainan volli para Gadis, disana terlihat Grayfia yang menggunakan Bikini putih melompat dengan indahnya membuat kedua aset jumbonya boong boong dengan indah namun bukan itu yang membuat dirinya sweatdrope akan tetapi bola yang dismash oleh Grayfia melesat sangat cepat bahkan sulit dilihat oleh mata manusia dikarenakan Grayfia menambahkan energi sihir saat memukul bola, bahkan tangannya berasap setelah mensmash bola tersebut.
"Mereka berniat saling membunuh" Desis ngeri Naruto melihat perang bola sihir yang tidak jauh dihadapannya dan juga dirinya merasa kasihan kepada Kokabeil yang disana berkeringat dingin karena takut terkena hantaman bola dilapisi sihir tersebut.
Tap!
Tap!
Tap!
Tidak jauh dibelakang Naruto telah berdiri seorang pria dewasa bersurai coklat menatapnya sambil tersenyum kecil.
"Jadi kau disini Lucifer?" Ucap pria dewasa tersebut membuat Naruto yang mendengarnya menoleh menatap sang pemanggil.
"Kau" Ucap Naruto pelan karena tidak menyangka akan bertemu kawan lamanya dulu yang membantunya saat Greatwar, dan satu satunya manusia dimuka bumi ini yang dirinya akui adalah manusia terkuat.
"Hisashiburi Nee~ Lucifer" Sapa pria tersebut sambil tersenyum kemudian melangkah mendekati Naruto yang juga tersenyum kecil.
"Hisashiburi Jin Toujo"
¤TBC¤
Note: Yo Uchida balik lagi :v gomen untuk lama up karena memang diduta banyak urusan :v, tapi tetep up kok meskipun lama :v, uchida ucapin makasih bagi yang masih setia nunggu nih fic ^^ menerima masukan dan flame ^^
.Dont Like Dont Read.
END OST: Black Night Town (Naruto ost End)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
