Note: yg punya lagu NICO Touches The Walls - Niwaka Ame Ni Mo Makezu, bisa diputar :v (Dengerin yg Ost Narutonya bukan Lagunya)
Sfx music: Terlihat Naruto yang menutup kedua matanya mulai membuka menampakan kedua iris safir beku kemudian dengan cepat berganti menjadi logo Lucifer beserta Romajinya.
Jyū yoku gō wo seishimashite Gō yoku jyū mo tatsu Muchū de kakkō tsuketara Hijyōberu ga naru.
Terlihat Azazel yang terpejam dengan background Gagak hitam bermata merah terang kemudian scene berganti Kokabeil yang juga terpejam dengan background Gagak hitam bermata Biru terang.
Gojyuppo ijyō mo saki aruite Chototsuōshin na sutairu Jiyū de kibunya no Kimi ha dōyattatte mushi.
Scene kembali berganti terlihat Ophis dan Great Red yang saling menyatukan kedua telapak tangan mereka sambil terpejam kemudian terlihat dibelakangnya Sosok separuh wajah yang tertutupi topeng putih menyeringai kecil.
Dare ni mo tokenai nazo ga aru Fukidashita kaze ni furueteru Kono meiro wo hodoite yaru!.
Terihat Naruto yang menunduk dengan kondisi tubuh yang basah kemudian mendongak menatap tajam sosok bertopeng dihadapannya yang menyeringai lebar dan dengan cepat Naruto melesat kearah sosok bertopeng tersebut.
Kimi ga waratta ashita ha ame kai Sōmei na hikari ga chikachika hikaru Me wo korasanakucha mirai ga kawatte shimau Mae ni kitto kitto ima wo saratte iku.
Kokabeil, Azazel, dan Michael terlihat terlempar keras saat akan menyerang sosok pemuda bersurai hitam dengan tombak dibahunya yang menatap mereka remeh namun pandangan remehnya digantikan shock saat mendapatkan sebuah tebasan pedang yang masih dapat ditangkisnya dari sesosok berarmor naga (Jin Toujo) membuatnya akhirnya menyeringai kecil.
Kimi to jyanakucha mirai ha kawaite shimau no kamo Isoge kitto ima wo waratte iku.
Terlihat Issei yang berlutut dalam genangan air menatap kecewa dirinya yang lemah namun tersentak saat merasakan sebuah tangan raksasa terulur kearahnya dan ketika mendongak terlihat Draig tersenyum kecil sambil menyodorkan kepalan tinjunya kearah Issei yang tersenyum kecil kemudian dengan perlahan membalasnya.
.Happy Read.
Ost op: NICO Touches The Walls -( Niwaka Ame Ni Mo Makezu)
¤Uchida Tokugawa¤
-Present-
.Naruto belong's Masashi Kishimoto.
Naruto © Kishimoto M.
.Highschool DxD belong's Ichie Shibumi.
Highschool DxD © Ichie Shibumi
.
.
.
.
.
.
.
.
(Old Friend)
"Jadi kau disini Lucifer?" Ucap pria dewasa tersebut membuat Naruto yang mendengarnya menoleh menatap sang pemanggil.
"Kau" Ucap Naruto pelan karena tidak menyangka akan bertemu kawan lamanya dulu yang membantunya saat Greatwar, dan satu satunya manusia dimuka bumi ini yang dirinya akui adalah manusia terkuat.
"Hisashiburi Nee~ Lucifer" Sapa pria tersebut sambil tersenyum kemudian melangkah mendekati Naruto yang juga tersenyum kecil.
"Hisashiburi Jin Toujo" Desis Naruto pelan kemudian kembali mengalihkan pandangannya kearah para gadis yang masih bermain voli pantai.
"Sudah lama ya sejak terakhir kali kita bertemu dulu saat Great war" Ucap Jin pelan sambil melangkah pelan kearah Naruto yang meliriknya datar.
"Jangan membahas masalah yang telah berlalu" Ucap Naruto datar membuat Pria bersurai coklat tersebut tertawa pelan ketika mendengarnya.
"Hanya bernostalgia sedikit apa salahnya Lucifer dan juga sifatmu yang sedatar tembok sedari dulu tak berubah sama sekali sampai sekarang, aku merasa kasihan dengan Gabriel yang mencintai pria sepertimu" Balas Jin panjang lebar sambil tertawa dibagian akhirnya dan hanya dibalas Naruto dengan dengusan pelan seolah mengatakan bahwa hal tersebut tidaklah penting meskipun didahinya terdapat perempatan kecil akibat ejekan Jin barusan.
"Oy~ Naruto-kun!"
Naruto dan Jin mengalihkan perhatian mereka memandang kearah seorang gadis bersurai merah yang berlari kecil kearah mereka membuat Jin yang berada disampingnya Naruto mimisan akibat melihat properti sang gadis tersebut Boing boing saat berlari kearah mereka.
"Ugh! Gadis yang mempesona" desis Jin pelan sambil menyumbat lubang hidungnya dengan jari akibat membayang kan hal ero.
Tap!
Tap!
Tap!
"Olesi aku dengan Sunblock Naruto-kun" Ucap Gadis tersebut dengan pupyeyes kearah Naruto yang menatapnya datar.
"Kenapa tidak minta tolong kepada Katarea atau Grayfia, Sirina?" Balas Naruto pelan membuat gadis yang bernama Sirina tersebut manyun.
"Mou~ Aku kan maunya kamu" Ambeknya sambil menggembungkan kedua pipinya yang semakin menambah kadar imut dan manis diwajahnya.
Jin yang melihat Naruto menyia-nyiakan kesempatan emas seperti ini langsung merangkul pundak Naruto kemudian berbisik.
"Hey kalau kau tidak mau biar aku saja, gadis cantik seperti ini susah didapatkan" bisik Jin pelan.
"Baiklah akan aku olesi" Jawab Naruto membuat Sirina bersorak senang dan Jin yang melongo karena diabaikan oleh Naruto namun sebelum beranjak pergi membantu mengolesi Sunblock ditubuh Sirina, Naruto membisikan sesuatu ditelinga Jin.
"Aku lebih khawatir jika mahluk Hentai seperti mu yang membantunya dasar Jones :v" Bisik Naruto yang dengan intonasi mengejek kemudian berlalu pergi meninggalkan Jin yang diam membatu kemudian pundung dipinggir pantai sambil melukis sesuatu dipasir.
"aku tidak Jones"
"aku tidak Jones"
Gumam Jin berulang kali dipinggiran pantai.
Sore harinya terlihat Naruto yang berada di teras penginapan pantai yang dirinya dan lainya menginap sedang duduk santai menatap matahari yang akan tenggelam datar dan juga tidak jauh dihadapannya terdapat Jin yang sedang duduk dipinggiran pembatas teras sambil menghisap rokoknya secara khidmat.
"Jadi menurutmu mahluk tersebut berasal dari mana Ne Lucifer?" Ucap Jin membuka percakapan yang memang tujuannya mengunjungi kawan lamanya ini perihal untuk menanyakan mahluk yang beberapa waktu ini banyak menimbulkan teror diseluruh fraksi sedangkan Naruto yang mendengarnya hanya terdiam sesaat karena sebenarnya dirinya juga belum tahu dengan pasti mahluk tersebut apa namun dari pesan yang dulu pernah ia dengar dari Ayahnya mengatakan bahwa sifat Negatife dari seluruh mahluk ciptaanya berkumpul menjadi satu? Entahlah dirinya tidak terlalu memahami hal tersebut.
"Aku juga tidak terlalu mengetahuinya, Namun yang pasti waspadalah Jin" Balas Naruto
"Waspada belumlah cukup Lucifer, kata Memusnahkan lebih tepat untuk menghentikan ambisi Mahluk tersebut"
Naruto beserta Jin mengalihkan pandangan mereka kearah belakang bangku Naruto atau lebih tepatnya kearah Kokabeil yang sedang duduk diatas meja sambil menatap datar kearah Naruto beserta Jin.
"Kheh! Mungkin benar perkataannya, namun untuk sekarang lebih baik kita waspada selama mereka belum bertindak" Ucap Jin pelan kemudian mengalihkan pandangannya menatap langit orange sore, "Apakah perdamaian itu memang ada?" Desis Jin pelan namun masih didengar oleh Kokabeil dan Naruto yang hanya terdiam.
Srek!
Suara bangku yang digeser oleh Jin kemudian dirinya bangkit berdiri menatap Naruto sambil tersenyum kecil, "Seandainya perang kembali terjadi aku tak perlu takut karena ada Lucifer yang akan melindungiku dari sisi lain" ucap Jin sambil tersenyum lebar dan hanya dibalas senyuman kecil juga oleh Naruto.
"Setidaknya jika perang kembali terjadi kau tidak akan muncul secara tiba-tiba dan menghancurkan hampir setengah pasukan perang seperti saat Great war dulu Jin" Ejek Kokabeil membuat Jin hanya tertawa watados saat mendengarnya.
"Hei itu terjadi dulu saat darah mudaku terbakar oleh semangat namun sekarang aku sudah tua renta dan tidak akan bisa seperti itu lagi" Ucap Jin namun hanya dibalas dengusan oleh Kokabeil dan gelengan kepala Naruto.
"Kau kira aku bodoh Jin? Darah dan energi Naga Ryuu yang bersemayam di tubuhmu itu membuatmu hampir immortal bahkan bisa dikatakan Demigod" Desis Kokabeil.
"Yah mungkin juga begitu" balas Jin sambil tertawa pelan namun ekspresinya kembali menjadi serius, "Sebenarnya aku datang ke Jepang ini untuk mencari informasi tentang Cao Cao" sambung Jin.
"Sipemegang True Longinus?" Ucap Kokabeil yang dibalas anggukan Jin.
"Dia berkhianat kemudian pergi dari desa pahlawan dan sekarang para dewan telah menetapkannya menjadi buronan rank S" Ucap Jin menjelaskan perihal Cao Cao membuat Naruto beserta Kokabeil terdiam karena kalau tidak salah Cao Cao salah satu anggota Khaos Bridage.
"Berarti Pahlawan kelas atas banyak yang sudah bergerak?" Tanya Naruto namun hanya gelengan pelan Jin yang dikeluarkan Jin membuat Naruto mengerenyitkan dahinya bingung.
"Hanya satu orang yang diutus oleh dewan untuk mencari Cao Cao" Balas Jin.
"Hanya satu?"
"Mereka mengirim Gilgamesh" Ucap Jin membuat Naruto dan Kokabeil sedikit terkejut karena tidak menyangka bahwa golongan pahlawan akan mengirim Gilgamesh sang peringkat tertinggi.
"Tak kusangka mereka sampai mengirim Gilgamesh, tapi aku penasaran Gate Babylon melawan True Longinus siapa yang akan menang" Ucap Kokabeil pelan sambil terkekeh pelan sedangkan Naruto hanya mendesah pelan melihat sifat maniak perang malaikat disampingnya tidak pernah berubah.
-o0o-
Keesokan harinya seperti biasa terlihat Naruto yang sekarang sedang duduk dimeja menatap lembaran setiap halaman buku fisika yang dirinya ajarkan pada kelasnya.
Rias yang berada dibagian pojok kelas hanya diam menatap wajah datar Naruto yang menatap lembaran buku tebal di mejanya namun semakin lama memandang entah kenapa wajah Rias mulai bersemu dan hal tersebut telah disadari oleh teman sebangkunya seorang gadis bersurai dark blue yang hanya tersenyum tipis melihat tingkah Rias.
"Ara Ara sepertinya akan ada cinta terlarang antara Guru dan murid ufufufu~"
Perkataan Akeno barusan membuat lamunan Rias buyar dan gelagapan seketika karena tertangkap basah sedang melamun menatap Naruto.
"A-apa maksudmu Akeno!" Gagap Rias dengan wajah memerah, Akeno hanya tersenyum jahil.
"Ingatlah Rias, Naruto sensei' sudah dimiliki oleh Kakakmu lo" Goda Akeno dengan nada pelan membuat Rias membatu.
"B-baka!"
"Ufufufu~"
Naruto yang sebenarnya mendengar percakapan Rias&Akeno karena pendengaran Iblis sangatlah tajam hanya tersenyum kecil kemudian kembali fokus membaca buku fisika dihadapannya.
"Dasar Kids jaman now :v" batin Naruto nista :v
Tok!
Tok!
Tok!
Naruto yang sudah fokus membaca kembali buyar saat mendengar suara ketukan pintu ruang kelasnya, dan setelah memberi ijin masuk pintu tersebut terbuka dengan perlahan menampakkan seorang pemuda bersurai putih dan berseragam akademi Kuoh menandakan pemuda tersebut adalah murid baru dalam kelasnya.
"Maaf mengganggu Sensei, saya adalah Murid pindahan yang ditempatkan dikelas ini" Ucap pemuda tersebut sopan sambil tersenyum ramah membuat beberapa murid perempuan dikelas Naruto berteriak geje karena kedatangan murid tampan, sedangkan Naruto hanya mengangguk pelan kemudian menunjuk untuk berdiri disebelahnya.
"Silahkan perkenalkan dirimu" ucap Naruto yang dibalas anggukan oleh pemuda tersebut.
"Perkenalkan Namaku Euclid Roselfet, pindahan dari Inggris, salam kenal" Perkenalan pemuda bernama Euclid sambil tersenyum ramah dan diakhiri dengan membungkuk ringan membuat sorakan para gadis semakin menjadi karena mendapatkan satu lagi pria tampan.
"Kyaaa! Tampanya!"
"Naruto Sensei' saja sudah tampan dan sekarang ditambah murid baru tampan! Perfect!"
"Ya Kami-sama kenapa cobaan kami semakin banyak! Sudah cukup Naruto Sensei' saja yang menjadi saingan kami"
"Mati saja kau pria tampan!"
Euclid hanya tersenyum ramah melihat reaksi seluruh teman kelasnya, Berbeda dengan Naruto yang hanya diam memandang Euclid lama begitupula Rias beserta Akeno.
"Pemuda ini auranya sepertinya terasa Familiar" batin Naruto sesaat kemudian kembali normal setelah melihat Euclid yang tersenyum kearahnya mengisyaratkan bahwa dirinya telah usai memperkenalkan diri.
"Baiklah kau bisa duduk disebelah Takeda" Ucap Naruto kearah Euclid kemudian memandang muridnya, "Takeda silahkan angkat tanganmu" sambung Naruto membuat seorang siswa dibangku bagian tengah mengangkat tangannya memberitahu tempat duduk Euclid.
"Arigatou Sensei" ucap pelan Euclid sambil membungkuk kemudian berlalu menuju bangkunya.
Tap!
Tap!
Srek!
Suara langkah Euclid yang kemudian menarik bangku kemudian duduk sambil menatap kearah Naruto yang kembali fokus membaca buku dimeja guru.
"Yo namaku Takeda"
Euclid mengalihkan pandangannya kesamping menatap seorang siswa bersurai hitam yang tersisir rapi menatapnya sambil tersenyum.
"Namaku Euclid, senang bisa berkenalan denganmu Takeda-san" Balas Euclid ramah menghiraukan tatapan penuh selidik dari dua orang gadis bersurai merah dan Dark blue tidak jauh dari tempatnya duduk.
Sore harinya ketika waktu pulang sekolah terlihat Naruto yang berdiri diatas gedungnya sekolah menatap datar langit senja Kuoh.
Krieet!
Suara pintu atap sekolah yang terbuka pelan menampakkan seorang pemuda bersurai silver yang menatap Naruto dengan senyuman tipis.
"Sudah kuduga kau akan berada disini, Naruto Sensei'" Ucap pemuda tersebut ramah sedangkan Naruto hanya melirik sekilas kemudian kembali menatap langit sore.
"Oh ternyata kau Euclid Roselfet" Ucap Naruto pelan kemudian memejamkan matanya sesaat sambil tersenyum tipis, "Atau Euclid Lucifuge" sambung Naruto yang langsung meruntuhkan ekspresi ramah di wajah Euclid.
"Kheh kurasa aku memang tidak bisa mengelabuhi seorang Lucifer" Balas Euclid sambil tertawa pelan .
Naruto hanya diam tidak membalas perkataan pemuda dibelakangnya tersebut sebab dirinya sejak awal memang sudah mengetahui kedatangan adik dari Grayfia tersebut namun hanya tujuannya sajalah yang masih belum terlalu Naruto ketahui.
"Berhati hatilah Sensei', karena mahluk sekuat apapun tetap musnah jika mereka lengah didunia ini" Ucap Euclid datar dan dengan perlahan tubuhnya mulai tenggelam dalam lingkaran sihir meninggalkan Naruto yang menatap langit senja datar.
"Mati kah?" Desis Naruto pelan kemudian berbalik melangkah pelan menuju pintu keluar, "Mungkin bukanlah hal buruk" sambung Naruto pelan.
-o0o-
Dalam perjalanan pulang Naruto hanya melangkah pelan sambil menghisap batang rokok yang dihidupkannya, dirinya berjalan pelan melewati taman bunga tanpa menyadari bahwa terdapat sosok wanita bersurai coklat dengan iris hijau menjatuhkan kantung belanjaan yang dibawa gadis tersebut ketika melihat sosok Naruto, bahkan kedua tangannya telah digunakan untuk menutup mulutnya menahan Isakan kecil.
"L-lucifer" Ucap gadis tersebut pelan membuat langkah Naruto terhenti kemudian menoleh menatap gadis yang berdiri tidak jauh dihadapannya dengan pandangan shock.
Naruto mengenali gadis tersebut, bahkan sangat mengenalinya, gadis manusia yang dulu pernah ditolongnya saat diVatikan dan juga gadis yang membuatnya sadar bahwa tidak semua manusia mempunyai sifat buruk seperti yang dipikirkannya dulu saat masih di surga.
"A-aerith?" Desis Naruto pelan, sedangkan sang gadis hanya mengangguk pelan sambil terisak kecil, kemudian dengan langkah cepat gadis tersebut berlari kearah Naruto dan memeluknya erat.
Drap!
Drap!
Drap!
Greb!
"Akhirnya aku menemukanmu Lucifer" Isak Aerith kecil didasarkan Naruto yang hanya menatap Surai coklat Aerith dalam diam.
Flashback:
Vatikan 25-12-1992 At 09'50 am
Suara mobil serta angkutan lain yang saling melaju memenuhi area Vatikan bahkan mungkin bisa dikatakan adalah puncak aktifitas dikota tersebut karena memang sedang merayakan Natal namun dibagian Utara Vatikan atau lebih tepatnya disebuah bangunan megah Eropa kuno terlihat beberapa mahluk bersayap gagak yang sedang menuntun beberapa anak kecil dengan borgol disetiap tangan mereka masuk kedalam kastil megah tersebut.
Bruk!
Suara anak terjatuh dalam barisannya akibat kedinginan dikarenakan mereka hanya dipakaikan selembar kaos tipis dicuaca bersalju seperti ini, sedangkan salah satu mahluk bersayap gagak yang melihat tersebut kemudian melangkah mendekati sang anak.
Brugghh!
"Ughh! S-sakit" runtuh anak tersebut lirih memegangi ulu hatinya yang ditendang oleh mahluk bersayap tersebut.
"Cepat berdiri dan lanjutkan berjalanmu manusia lemah!" Hardik sang penjaga membuat anak tersebut dengan perlahan bangkit kemudian berjalan sambil tertatih.
"Hei kau malaikat pendosa! Jangan menyiksa kami seenaknya ya!"
Malaikat jatuh yang mendengar suara cempreng anak perempuan dari belakangnya kemudian menoleh menatap seorang bocah perempuan bersurai coklat sepunggung dengan iris toska menatapnya tajam.
Plak!
"Jangan macam macam bocah! Dan cepat kembali menuju barisannya" Tanpa kasihan malaikat tersebut menampar sang gadis kemudian melangkah menjauh meninggalkan gadis tersebut.
Hiks!
Hiks!
Bulir bulir air mata menuruni pipinya gadis tersebut dan dengan perlahan jatuh membasahi tanah bersalju dibawahnya.
"Kenapa! Kenapa! Apa salah kami! Kenapa Tuhan sangat kejam! Apakah Tuhan itu memang ada? Kurasa Tuhan hanyalah sebuah keboho-!"
Wusssh!
Blaaar!
Arrrgghhhhh!
Gadis bersurai coklat tersebut langsung mendongak saat mendengar jeritan kesakitan disekelilingnya, dan ketika mendongak dirinya dapat melihat para mahluk bersayap yang memperbudak mereka terbakar oleh api biru yang sangat indah menurutnya.
"Argggh! Lucifer! Brengsek!"
Gadis tersebut atau Aerith hanya terdiam memandang sosok berjubah hitam yang tidak jauh berdiri dihadapannya memandang salah satu malaikat jatuh yang akan musnah barusan dan juga malaikat tersebut sempat memanggil sosok tersebut dengan panggilan 'Lucifer' iblis yang diusir dari surga dan juga pembuka gerbang akhir diakhir zaman nanti.
"Jadi Ibliskah yang menyelamatkan kami, begitulah Tuhan?" Desis Aerith pelan.
Lucifer atau Naruto hanya menatap datar sisa malaikat jatuh yang mulai musnah kemudian kembali melangkah menjauh karena misinya telah usai dan berniat kembali namun sebuah tangan mungil menahan jubahnya.
"Tolong biarkan aku ikut denganmu Iblis-san" Ucap Aerith yang menahan jubah Naruto yang menatapnya dengan datar.
"Kau tau aku iblis?" Desis Naruto pelan sedangkan Aerith hanya mengangguk pelan.
"Aku bisa merasakanya setiap hawa kalian, buruk maupun baik" balas Aerith pelan membuat Naruto terdiam sesaat.
"Kalau begitu mengapa kau ingin ikut bersamaku? Aku ini iblis" desis Naruto datar kemudian meninggalkan Aerith yang memandang punggung tegap Naruto sendu.
"Bukan!" Teriak Aerith nyaring kembali membuat langkah Naruto terhenti, "Iblis-san tidak seperti itu, aku bisa merasakanya, hati mulia seputih kapas yang Iblis-san miliki namun tertutupi oleh tubuh iblismu, apakah kau seorang malaikat yang menyamar menjadi iblis?" Sambung Aerith lirih perlahan bulir bulir air mata mulai kembali menetes menandakan gadis tersebut menangis.
"Perasaan kecewa, Senang, Ingin melindungi dan kasih sayang terasa hangat-!" Aerith menghentikan ucapannya saat merasakan usapan lembut dikepalainya dan ketika mendongak dirinya dapat melihat Naruto yang tersenyum kecil.
"Lucifer" Ucap Naruto pelan membuat Aerith hanya memandangnya bingung, "Namaku Lucifer" sambung Naruto dan juga untuk pertama kalinya dirinya mengenalkan dirinya menggunakan nama aslinya.
6 tahun berlalu semenjak kejadian tersebut dan Mulai sejak saat itu Aerith mengikuti Naruto selama diVatikan dan juga Naruto banyak mengajarkan ilmu kepada Aerith untuk melindungi diri karena tidak selamanya dia akan bersama gadis tersebut, dan saat itupun akhirnya tiba, saat yang paling ditakuti oleh Aerith, saat dimana Naruto berpamitan untuk kembali melanjutkan perjalanannya.
Hiks!
Hiks!
"Aku ingin tetap ingin ikut bersamamu Lucifer!" Isak Aerith sambil memeluk Naruto yang tersenyum kecil kemudian mengelus Surai coklat panjang Aerith lembut.
"Belum saatnya Aerith, jika saatnya tiba kita akan bertemu kembali" Ucap Naruto lembut namun gadis diperlukanya tersebut hanya kembali terisak pedih, entah mengapa takdir seperti mempermainkannya, dulu dirinya telah kehilangan cahaya kehidupanya dan ketika dirinya kembali mengenal arti kasih sayang dan cinta terhadap sosok iblis dihadapannya ini mengapa mereka kembali berpisah.
"5 tahun"
Naruto terdiam mendengar kalimat Aerith barusan.
"5 tahun aku akan melanjutkan pendidikan disini, setelah itu aku akan menyusulmu Lucifer" sambung Aerith sambil memandang serius Naruto yang juga terdiam memandang kedua iris hijau Aerith yang memancarkan keseriusan.
"Tentu" balas Naruto sambil tersenyum lembut membuat Aerith memerah malu.
Cup!
Naruto membeku sesaat ketika dengan tiba tiba mendapatkan kecupan singkat dari Aerith dihiburnya barusan.
"I-itu sebagai jimat pelindung dariku" ucap Aerith tergagap malu akibat mencium Naruto barusan, sedangkan yang dicium hanya membeku sesaat kemudian menghela nafas sambil tersenyum.
Sore harinya terlihat Naruto yang telah memakai jubahnya menatap Aerith yang juga berdiri tidak jauh dihadapannya sambil tersenyum kemudian berbalik melangkah pergi.
"Jaga dirimu Aerith" desis Naruto pelan, melangkah menjauh meninggalkan Aerith yang juga menatap punggung Naruto sendu.
"5 tahun, 5 tahun lagi pasti aku akan menyusulmu Lucifer, dan ketika saat itu tiba tidak akan ada alasan lagi untuk kita hidup bersama selamanya" ucap pelan Aerith sambil menyatukan kedua telapak tangannya didepan dadanya layaknya orang berdoa.
End:
Naruto tersadar dari lamunannya ketika merasakan tubuh Aerith limbung kesamping dan dengan cepat Naruto menahannya agar tidak jatuh, Naruto tersenyum kecil melihat wajah damai Aerith yang sedang tertidur.
"Tak terasa sudah 5 tahun berlalu" ucap pelan Naruto kemudian menggendong Aerith bridal style menuju rumahnya.
"Jadi siapa gadis tersebut Naruto-kun?"
Terlihat sekarang Naruto yang seperti sedang dalam sidang pengadilan dengan Katarea yang menjadi hakimnya :v.
Naruto hanya bisa mendesah pelan melihat tingkah para tukang numpang dirumahnya ini, sebenarnya dirinya sudah mengetahui kalau akhirnya akan seperti ini namun dirinya juga tidak bisa meninggalkan Aerith dalam keadaan pingsan sendirian dijalanan.
"Gadis tersebut Aerith, anak yang pernah Kurawat saat diVatikan dulu" Jelas Naruto dan dibalas anggukan pelan oleh para gadis Naruto, "dan juga mengapa kau berada disini Grayfia?" Sambung Naruto ketika melihat Kepala maid Gremory tersebut duduk tidak jauh dari tempatnya sambil meminum teh.
"Memangnya salah kalau aku berada dirumah suamiku sendiri?"
Bruuhhh!
Sirina, Katarea yang sedang meminum teh langsung menyemburkan teh dalam mulut mereka saat mendengar pernyataan Grayfia barusan.
"Jangan seenaknya membuat keputusan dada sapi" cibir Katarea sedangkan Grayfia hanya tersenyum mengejek.
"Dadamu juga sama besar dengan punyaku" Balas Grayfia singkat telak membuat Katarea terdiam.
Naruto hanya sweatdrope melihat tingkah gadis dihadapannya ini dan dengan perlahan dirinya bangkit dari duduknya kemudian melangkah menuju ruangan tempat Aerith istirahat.
Tap!
Tap!
Tap!
Cklek!
Suara langkah kaki Naruto kemudian disusul suara pintu ruangan yang terbuka menampakkan seorang gadis manis bersurai coklat yang terduduk diatas kasur menatap langit malam tenang, namun perhatian gadis tersebut teralihkan ketika pintu kamarnya terbuka menampakkan pria yang selama ini dirinya rindukan dan dengan cepat gadis tersebut turun dari ranjang kemudian memeluk Naruto kembali.
Grep!
"Kukira hanya mimpi" Isak pelan Aerith didada Naruto membasahi kemeja yang Naruto pakai, "Namun ternyata ini adalah kenyataan, akhirnya aku bisa menemukanmu Lucifer" sambung Aerith sambil mengeratkan pelukannya kepada Naruto yang hanya tersenyum kecil sambil mengusap lembut Surai coklatnya.
"Jadi tempat tinggalmu dimana Aerith? Biar aku antar" Ucap pelan Naruto kearah Aerith yang malah tersenyum kecil sambil menggelengkan kepalanya pelan.
"Aku mulai sekarang akan tinggal bersamamu Lucifer, dan barang barang kuno itu sudah kubawa dipojok ruangan" Ucap Aerith sambil tertawa pelan Naruto hanya mengangguk pelan.
"Oh baiklah" ucap Naruto tanpa sadar namun beberapa detik kemudian dirinya langsung menatap Aerith dengan pandangan terkejut, "Apa?" Sambung Naruto terkejut sedangkan Aerith hanya kembali tertawa.
"Kau lupa aku bisa memanipulasi dimensi sihir Lucifer? Jadi bukan hal sulit bagiku untuk membawa seluruh barangku" jelas Aerith pelan.
"Haah gadis gadis itu bakal berceramah lagi" desis Naruto pasrah mengingat tingkah tukang numpang dirumahnya ini unik unik, bahkan dari awal sebenarnya dirinya tidak niatan untuk mengajak mereka tinggal dirumahnya namun entah mengapa mereka sendiri yang menawarkan untuk tinggal bersamanya, apakah mungkin ini adalah takdir dari ayah untuknya? Entahlah Naruto tidak terlalu mempermasalahkannya namun setiap saat dirinya selalu berdoa kepada Ayah agar diberi kekuatan jika suatu saat bisa melindungi mereka jika dalam keadaan bahaya.
Uknown Place:
Tap!
Tap!
Tap!
Disebuah wilayah luas yang hanya terdapat tanah tandus disetiap kita memandang terlihat sosok tegap ber armor perak dengan Greatwar dipunggungnya berdiri menatap datar kearah bulan yang berwarna merah darah.
"True Longinuskah?" Desis sosok tersebut kemudian kemudian melirik peti emas yang bersinar tidak jauh dari tempatnya berdiri, "Reality Marbel kurasa cocok untuk mengatasi True Longinus" desis sosok tersebut sambil menyeringai menampakkan iris merah darahnya.
¤TBC¤
Note: Yo Uchida balik lagi :v untuk chap ini ane cuma jelasin untuk Chara Aerith dari final Fantasy VII dan kekuatannya masih rahasia :v, uchida ucapin makasih bagi yang masih setia nunggu nih fic ^^ menerima masukan dan flame ^^
.Dont Like Dont Read.
END OST: Black Night Town (Naruto ost End)
.THANKS FOR READ FIC UCHIDA.
.Lucifer Belong's Uchida Tokugawa.
.Keep calm and read fic Uchida tokugawa.
-SAYONARA-
